
Semua itu orang yang sedang berkerumun lebihnteoatnya mengerumuni Mimi. Mereka semua rata-rata kemana Mimi beberapa minggu ini.
Mimi yang belum mengetahui ada masalah apa selama beberapa minggu belakangan ini semakin bingung dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Mimi merasa dia ada di kota ini dan salam ini pun dia ada tidak pernah orang-orang bertanya dimana dan kemana dia berada.
Mbak Aish yang melihat Mimi semakin bingung akhirnya membubarkan semuanya dan mengajak Mimk pergi dari kerumunan itu.
"Sudah-sudah semuanya bubar, yang pasti Mimi sekarang ada dan dia baik-baik saja." ucap mbak Aish membubarkan semua mahasiswa yang sedang mengerumuni Mimi.
Dillah dan para sahabat yang sedang makan dinkangin Bu Ruminah terkejut saat mendengar sebagian mahasiswa menceritakan mptentang Mimi kembali.
Bahkan sebagian mereka memvideoakan interaksi Mimi dengan sahabat serta kedua sepupunya Syahril.
Video tersebut pun menjadi top trending dengan caption selamat dari maut. Dillah maupun sahabtnya pun bertanya kepada mereka dimana Mimi saat ini.
"Maaf dek, kalian tau Mimi di!ana sekarang?" tanya Satria.
"Eh iya kak, dia lagi bersama sahabat-sahabatnya dan sepupunya di koridor arah ke ruang administrasi." jawab si junior yang telah menyaksikan Mimi tadi.
"Ok makasih." jawab Satria, dia dan para sahabat pun segera berlari menuju koridor yang disebut juniornya.
Mereka bahagia mendengar Mimi selamat dari maut, terutama Dillah, Dillah terus mengucapkan puj syukurnya pada yang maha kuasa.
Cerita ini pun sampai kwbtelknga rektor dan dekan serta dosen kampus, rektor dan dekan mengetahui jika ini benar adanya dari pegawai administrasi yang langsung melaporkan pada nya.
Saat mbak Aish dan para sahabat akan membawa Mimi ketempat yang lebih aman, salah satu dosen memanggilnya.
"Mimi Akifah." panggil dosen tersebut, Mimi yang merasa namanya di panggil menoleh ke arah sumber suara.
"Iya pak, ada apa?" jawab Mimk dan bertanya pada dosen tersebut.
"Mari ikut saya, keruang rektor sekarang" ucapnya, Mimi terlihat ragu dan bingung kenapa dia di panggil, apa dia membuat kesalahan.
Ketiga sahabat dan kedua sepupunya Syahril melihat keraguan serta mpkebingunhan Mimi pun mengangguk.
"Nggak apa, mungkin berita kamintelah sampai pada mereka." ucap mbak Aish.
"Iya Mi, kita semua akan nemanin kamu kok." ucap Selfia, Mimi oun tersenyum dan mengangguk.
"Emm mari pak." ucap Mimi dengan senyum dan !mengikuti langkah dosennya.
"Mbak, emang Mimi ada bhat kesalahan fatal ya sampai di panggil rektornya langsung." bisik Mimi pada mbak Aish.
"Nggak, mungkin nanti mereka akan bertanya banyak hal sa!a kami dek." jawab mbak Aish.
"Hmm gitu. Tapi mau tanya banyak hal apa? mimi kan nggak melakukan hal-hal yang aneh." jawab Mimi yang masih bingung dengan semua yang terjadi hari ini pada dirinya.
"Nanti kamu jawab apa adanya aja. Jangan takut." ucap mbak Aish Mimi pun mengangguk.
Irsyad sudah memberitahu Syahril bahwa titik yang mereka temukan adalah Mimi, Syahril yang mendengar itu sangat bahagia.Apa lagi Irsyad mengirim video Mimi pada mereka.
"Alhamdulillah, ya Allah kau masih melindungi dirinya. Terimakasih.' ucap Syahril yang kini sedang berada di dalam kamar.
Kabar berita itu pun telah sampai pada Umma dan yang lain. Kini tangisan mereka meledak kembali, tangisan mereka kini masalah tangisan bahagia mereka. Berulang kali mereka mengucap syukur pada sang khalik.
Umma yang kebetulan berada di rumah langsung!mengajak Babah kerumah Nyai Mimi untuk !menyampaikan kabar gembira itu.
Rumah Nyai Mimi hari ini sangat ramai oleh orang-orang yang akan membantu masak-masak untuk malam ini, yah malam ini mereka akan. adakan tahlilan ketujuh Mimi.
Umma dan Babah saat ini berada di rumah nyai Mimi, Umma langsung mencari keberadaan emak dan yang lain.
"Assalamualaikum." ucap Umma dan Babah disaat melihat di bawah rumah telah banyak orang sedang memasak.
"Waalaikum salam" jawab ibu-ibu dan bapak-bapak yang sedang menolong masak.
"Mari pak, buk, saya ke atas dulu." ucap Umma dan Babah. Mereka berdua pun naik ke atas rumah.
Terlihat emak sedang mengumpulkan pakaian Mimi yang masih tertinggal di rumah ini. Berulang kali emak menangis bila melihat pakaian anak sulungnya.
"Asaalu San." ucap Umma.
"Waalaikum salam " jawab emak, Bi Ida, nyak serta Tante zhia.
"San, mau diapakan pakaiannya Mimi?" tanya Umma ketika melihat mereka sedang mengumpulkan dan memilah-milah pakaiannya Mimi.
"Ini bu, rencana pakaian Mimi mau diberikan pada orang-orang yang sekiranya membutuhkan." ucap Bi Ida.
"Emm sebaiknya jangan." ucap Umma.
"Sebenarnya saya juga berat, tapi jika untuk Ay masih kedodoran." jawab emak.
"Jangan lagi bersedih." ucap Umma dengan memegang tangan emak.
"Saya satang kesini mau menyampaikan gambar gembira buat kita semua." ucap Umma dengan melihat ke arah emak, nyak, BI Ida dan Tante Zia.
"Allah masih ingin kita selalu bersama dengan dia,"
"Allah maaih sayang kepada kita, Allah menjaganya untuk kiyan semua." ucap Umma dengan deraian air mata bahagianya.
"Saat ini kita jangan lagi bersedih, malam ini ganti tahlilnya dengan doa selamat." ucap Umma.
Emak dan semua terdiam mendengar penuturan upyangnumma katakan.
__ADS_1
"Maksdunya apa Bu?" tanya Bi Ida.
"Iya maksdunya apa? mustahil tahlilan di ganti dengan doa selamat " tanya nyai.
"Mak, tidak ada yang mustahil. Allah SWT telah berkehendak, Allah meminta kita untuk berhenti bersedih." ucap ummlada Nyai.
"Orang yang kita bacakan tahlilan selama ini, dia masih hidup dan sehat walafiat." ucap Umma dengan tangisan.
"Mimi kita masih hidup." ucap Umma kembali seraya memeluk emak.
"Mimi kita masih hidup San." ucap Umma dengan tangisan dalam pelukan Emak.
Emak terdiam tak mampu berucap kata-kata, haru bahagia yang kini dia rasakan. Deraian air mata yang deras mengalir dari dua mata sayunya membasahi kedua pipinya.
Umma menghapus air mata emak dan tersenyum.
"Mimimkita masih hidup, dia sekarang sudah berada dikampus nya." ucap Umma.
"Lihatlah." Umma memperlihatkan video yang dikirim Irsyad pada nya.
Bibir emak bergetar kala melihat video anak yang di anggap orang lain telah meninggal, kini anaknya sedang bersama sahabatnya.
"Ya Allaaaah aaa." ucap emak melihat video anaknya. Di video itu Mimi terlihat kurusan dari sebelumnya.
Nyai,Bi ida dan Tante Zia pun menangis haru, kesedihan mereka berganti tangis bahagia.
"Alhamdulillah ya Allah, kau masih menyayangi dan menjaga anak kami." ucap Bi Ida.
"Alhamdulillah alhamdulillah hirobbil alamin." ucap Nyai.
Emak berjalan menuju orang-orang yang tengah memasak dan memberitahu kan kalau anaknya Mimi masih hidup. Semua orang sebelumnya tak percaya dan menganggap emal depresi dan belum menerima kenyataan.
Tetapi ketidakpercayaan itunsekeyika berubah ketika Babah !e!beritahukan pada mereka dan memperlihatkan video yang dikirim oleh ponakannya yang sagu kampus dengan Mimi.
Semua orang yang masak menangis haru, !menangis bahagia ketika mereka melihat video Mimi bersama sahabatnya di kampus dan di video itu juga semua temannya bertanya kemana dia selama ini.
Emak berupaya mengubungi nomor anaknya tetapi tidak aktif.
"Nomornya belum aktif San Aishyah dan Irsyad serta yang lain beli! menanyakan hal itu." Ucap Umma ketika !melihat emak berulang kali menghubungi nomor Mimi.
"Apa besan mau ikut kami ke Semarang?" tanya Umma lada emak.
"Apa ibu mau kesana?" tanya Emak.
"Iya saya rencana besok akan kesana. Jika mau besan juga bisa ikut, emak juga kalau mau bisa ikut." ucap Umma, emak menagis haru dengan memeluk calon besan yang tertunda nya.
Syahril mendengar kabar itupun menangis dan dia bersujud syukur ketika sedang bersujud pada rabbnya. Sesuai janjinya pada rabbnya, jika rabb nya memberi keajaiban pada Mimi dia akan menghindari Mimi sampai waktu yang tidak tau sampai kapan.
Syahril sadar bahwa kini dia bukanlah siapa-siapa nya Mimi, Syahril menerima takdir yang diberikan rabbnya untuk dirinya saat ini.
"Kakak akan melepaskanmu dek samlai waktu nya Allah mempersatukan kita kembali di dunia maupun di akhirat nya." Gumamnya yang masih di atas sajadah.
"Kakak bahagia mendengar kamu baik-baik saja."
"Kakak bahagia, melihat tawa emak dan yang lain mulai terlihat di bibir mereka lagi"
"Kau adalah harapan mereka, kau adalah sumber kebahagiaan bagi mereka. Semoga Allah selalu melindungi mu dek."
"Ya Allah, lindungilah dia selalu, jagalah dia untukku dan keluarganya." ucap Syahril dengan menengadahkan tangannya ke atas.
"Kakak akan terus memantau mu walau saat ini kita tak bisa saling memiliki."
"Kakak akan segera menyelesaikan masalah kakak, jika Allah berkehendak dan berkenan setelah semua ini selesai kita dipersatukan kembali oleh nya." ucap Syahril penuhn harap.
"Percayalah akan sumpah kakak padamu dek, sampai kapan pun kakak makan menjaga mata dan hati kakak utukmu. Untuk mu seorang."
"Kakak akan selalu menyayangimu dan mencintaimu selama akhir hayat kakak."
Syahril terus berbicara pada dirinya sendiri, dia bahagia belahan jiwa nya masih hidup dan masih dalam lindungan Allah SWT.
Di kampus Mimi dan ketiga sahabtnserta kedua sepupunya menghadap rektor dan dekan-dekan. Mereka semua berada dalam ruangan rapat.
Mimk terdiam ketika semua orang petinggi kampus melihat ke arahnya. Takut dan gugup yang dia rasakan saat ini, dia takut telah membuat kesalahan fatal sehingga dia di panggil dan disidang seperti saat ini.
"Apa benar kamu Mimk Akifah?" tanya salah satu dekan pada Mimi.
"Ada apaan sih semua orang bertanya itu dan itu lagi." ucap Mimi dalam hatinya.
"Iya pak, saya Mimi Akifah dari fakultas kedokteran." jawab Mimi dengan detail.
"Kamu tau kenapa kamu dipanggil kemari?" tanya dekan tersebut, Mimi menggeleng karena memang belum mengerti dengan semua ini.
"Kamu tidak tau?" tanya dekan tersebut.Mimi pun mengangguk.
"Iya Lak, saya tidak tau. Emm jika saya di panggil karena berbuat kesalahan saya mohon maaf, tapi maaf saya mau tanya, saya sudah berbuat kesalahan apa ya pak?" ucap Mimi dan semua dekan serta rektor saling pandang.
"Kami beneran tidak tau?" tanya dekan lainnya, Mimk hanya menggeleng.
"Apa kamu tau ( Mimi langsung menggeleng) siang ini pihak kampus akan mengadakan do'a bersama untuk kamu?'' ucap dekan tersebut lagi-lagi Mimk menggeleng.
"Doa bersama buat saya? bhat apa pak?" ucap Mimi semakin tidak mengerti.
"Kamu kami ketahui meninggal dunia be. " ucap dekan terpotongbkarena Mimi langsung menyela nya.
__ADS_1
"Apaaa!!! tega banget Pak, saya masih hidup dan sehat walafiat gini di doakan meninggal." ucap Mimi terengah-engah.
"Hemm sabar Mi dengerin dulu jangan bpmain nyela-nyela." bisik mbak Aish.
"Ya nggak bisa gitu dong Mbak, pantesan swmua orang pandangi Mimi aneh sedari tadi, ternyata pihak kampus mau mengadakan doa bersama dan mehabka Mimi sudah meninggal." ucap Mimi tidak terima.
Tok tok tok lalu dimketukan di atas meja rektor, Mimi pun terdiam.
"Kalau orang bicara jangan langsung dipotong." ucap dekan tersebut, Mimk hanya cemberut mendengar nya.
''Kami tidak asal menganggap kamu sudah meninggal, kami menerima laporan dari pihak Basarnas dan kepolisian kalau kamu dinyatakan meninggal dalam tragedi kecelakaan pesawat Lino air B 737 tiga minggu lalu." terang salah satu dekan.
"Apa kamu tidak melihat berita tersebut?" tanya dekan tersebut Mimi hanya menggeleng.
"Kamu tidak tau kalau ada pemberitaan kecelakaan pesawat?" tanya dekan yang lain, Mimi pun menggeleng.
"Kalau kecelakaan pesawat kan emang pernah terjadi pak di negara kita, mungkin dikarenakan pilot yang tidak bagus kinerjanya atau ada masalah lada mesin pesawat." ucap Mimi memberikan opininya.
"Tapi kenapa kecelakaan itu dimlautan dengan saya?" tanya Mimi lagi yang tidak mengerti.
Tak lama terdengar suara pintu di ketuk, setelah di buka ternyata yang datang adalah Abi Arsyad beserta Umma fatmah dan abi Risyad beserta jpummk Fatimah.
Mereka beemlay masuk kedalam dan tercengang melihat sosok orang yang mereka tangisi beberapa minggu lalu.
"Sayang, beneran ini kamu nak?" ucap Ummi Fatmah yang langsung memeluk Mimi dengan deraian air mata.
"Ayang jangan lagi membuat kami khawatir nak." ucap Ummi Fatimah dengan memeluk Mimi.
Mimi hanya diam melihat orang-orang mengkhawatirkan nya. Mimi merasa terharu terhadap mereka, walau dirinya tidak jadi menjadi bagian anggota keluarganya namun mereka tetap menganggap Mimi keluarganya.
"Ummi, Mimi baik-baik saja kok. Kenapa kalian menangis?'' ucap Mimi dan bertnay pada mereka seraya menghapus air mata mereka.
Abi Arsyad mengetahuk semua itu diberitahu oleh Irsyad dan rektor adalah sahabatnya juga memberitahu pada nya meminta nya untuk datang.
"Ummi, jangan menangis lagi nya." ucap Mimi lada mereka semua.
"Sekarang coba kamu ceritakan kemana saja kamu nak beberapa minggu ini?" tanya Ummi Fatma.
"Kami semua mencarimu, kami semua mengkhawatirkan kamu sayang." ucap Ummi Fatma.
"Maaf, kalau Mimi sudah membuat kalian khawatir, selama ini Mimi ada kok di kota ini " jawab Mimi dengan diakhiri senyuman.
"Kalau ada kami bisa menemukan mu, kami juga mendapatkan info dari Basarnas kalau yang diketemukan hanya ranselnya kamu saja." ucap Ummi Fatma.
"Ransel?" tanya Mimi.
"Iya Mi, hanya ransel kamu saja yang kami temui." jawab Ummi Fatimah.
Semua orang di dalam mengamati dan mendengar percakapan antara dua ibundengan Mimi.
"Tapi rnsel Mimi ada kok." ucap Mimi.
"Ada?" jawab mereka semua kecuali rektor dan dekan-dekan.
"Iya ransel Mimi ada kok di kosan," jawab Mimi.
"Mustahil Mi, kami lihat sendiri ransel serta pakaian Mimi yang sudah dicuci emak." ucal Muthia.
"Kalian lihat? pakaian di cuci emak? maksudnya?" Mimk selalu bertanya dan belum mengerti.
"Iya, ransel serta oakain Mimi susah di cuvinsma emak, cuma ya kami tidak menemukan ponsel, dompet serta kunci kosan." sahut Irma.
Ucapan-ucapan mereka membuat Mimi semakin bingung dan tidak mengerti.
"Ya, gimana kalian mau memakan karena semua kannada dsi Mimi." jawab Mimi.
"Ransel pun ada di kosan, emang sih belum Mimi keluarin pakaiannya. Nih dompet, kunci kosan sama ponsel Mimi bawa." ucap Mimk dan mengeluarkan barang-barang yang disebut oleh ketiga sahabat mereka kecuali ransel yang emang dia tidak mwmakaineanswlnitu ke kampus hari ini.
"Terus, kenapa kalian menyangka Mimi meninggal dalam kecelakaan pesawat itu?" tanya Mimi yang masih penasaran, semua orang saling pandang, mungkin dilemikiran mereka menganggap Mimi amnesia akibat kecelakaan.
"Kamu setelah pulang dari Jambi ke sini dan beberapa minggu ini kemana nak?" tanya Abi Arsyad.
"Emm ada di kosan Bi." jawab Mimi.
"Di kosan?'' tanya Irsyad dan mbak Aish.
"Iya, pulang dari jambi ya Mimi langsung pulanh ke kosan." jaqba Mimi jujur karena memang dia pulang ke kosannya.
"Kalau kamu pulang ke kosan kenapa kami tidak melihat ada tanda-tanda asa orang salam kosan?" tanya Irsyad.
"Jam berapa kamu sampe kosan?" tanya Abi Risyad yang seketika teringat atas ucapan Syahril kalau emak !menerima SMS dari mimindinjam tiga subuh.
"Emm Mimk sampe kosan sekitar jam empat lewat pan Bi, menjelang subuh. Emang ada apa sih?" jawab Mimi dan bertanya kepada Abi nya.
"Apa kamu sudah kaaihnkabar sama emak saat kami sampai?" tanya Irsyad.
"Iya, pas nyampe langsung kaaih tau emak dengan SMS, emang ada apa sih? kenapa Mimi kayak diintrogasi gini ya." jawab Mimi dan kembali bertanya.
Semua orang menghelakan nafas panjang mereka, Mimi masih belum menceritakan kronologisnya pada mereka karena mereka juga tidak bertanya pada Mimi.
Mimi tipe orang yang tidak akan menceritakan masalahnya pada orang lain bila tidak ditanyakan.
Tbc.
__ADS_1
MAAF ya kalau cerita digantung mulu karena bila di teruskan maka ceritanya cepat habis hehehe... disetiap bab nya alhamdulillah lebih dari 2000 kata. Jadi kata-kata selanjutnya buat bab berikutnya dan berikutnya.
Makasih atas dukungan kalian, selamat malam selamat beristirahat.