
Puas Mimi mengotak-ngatik aplikasi tersebut satu persatu dia melihat isi dari novel-novel yang ada di aplikasi itu, Mimi melihat di sana ada pilihan-pilihan dan di sana ada tertera genre tamat, dalam benak Mimi bergumam "jika tertulis tamat berarti ceritanya full tanpa harus ke gantung".
Mimi buka novel-novel yang ada di pilihan tersebut ada yang di awal bikin penasaran dan seru sehingga membuat tak ingin berhenti membaca, ada pula di awal seru namun pas dipertengahan bikin jenuh maka Mimi stop untuk membacanya.
Mimi lebih identik suka pada cerita horor maka Mimi pun mencari di genre horor dan ada cerita yang juga menarik Mimi pun membacanya hingga selesai.
Satu persatu cerita horor Mimi baca kebanyakan masih cerbung cerita bersambung maka Mimi cari genre romantis disaat Mimi sedang mencari-cari terlihat cover seorang perempuan menggunakan jilbab biru dan Mimi membaca sinopsisnya bikin menarik dan penasaran.
Mimi terus membuka chapter awalnya dan Mimi langsung jatuh hati pada novel tersebut, karena menceritakan kisah seorang gadis desa yang berkerja sebagai seorang Office girl di sebuah perusahaan besar.
Dan tak hanya cerita seorang gadis desanya yang bikin menarik, namun di sana cerita nya ada unsur budaya kita sendiri di sana diceritakan ada budaya Minang nya,
setelah selesai baca chapter awal Mimi lihat komentar-komentar yang ada di sana dan di sana juga ada authornya membalas para netizen nya dengan sabarnya.
Disaat Mimi akan membaca chapter selanjutnya Mimi lupa jika dia belum menjalankan sholat dzuhur sangking asiknya membaca Mimi lupa waktu.
Mimi keluar dari novel tersebut dan Mimi bikin novel tersebut ke favorit supaya jika ingin membaca kembali mudah menemukannya.
Setelah di klik favorit Mimi pun langsung beranjak ke kamar mandi guna mengambil wudhu.
Selesai wudhu Mimi Kembali ke kamarnya dan menjalankan perintah Illahi rukun islam kedua yaitu sholat.
Setelah selesai sholat dan berdoa Mimi beranjak berdiri, Mimi mengambil benda pipih nya melihat jam ternyata sudah jam 2 siang, emak dan bapak belum pulang sedangkan si kecil juga belum pulang.
Mimi keluar rumah dan mencari adek nya di rumah tetangga untuk diajak pulang dan menyuruhnya untuk tidur siang.
Mimi menuju rumah tetangga yang jaraknya 2 rumah dari rumahnya dan dia melihat rumah tertutup tapi ada suara adek nya maka Mimi mengetuk pintu dan mengucapkan salam.
"tok tok tok tok"
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam." Jawab seorang ibu yang berada didalam rumah dan membukakan pintunya.
"Cari siapa ya?" Tanya si ibu dengan logat daerahnya yang masih lekat.
"Maaf Bu, Ay nya ada?" Tanya Mimi pula.
"Ada, oo ini ayuknya Ay?" Tanya nya kembali.
"Iya bu." Jawab Mimi.
Banyak orang tidak mengenal Mimi, karena Mimi memang jarang keluar ditambah Mimi pulang ke rumah orang tua nya hanya diwaktu libur sekolah saja.
Orang tua Mimi di desa ini juga baru beberapa
tahun, kurang lebih seumuran si Ay. Sebelumnya orang tua Mimi tinggal di desa daerah lain namun masih di wilayah daerah Jambi dan masih di kabupaten tanjabbar.
Di Daerah sebelumnya orang tua Mimi tinggal di lingkungan petani sawah dan desa inilah Mimi bersekolah SD sampe kelas lima dan setelah itu dipindahkan ke Jambi, di desa ini rata-rata teman-teman Mimi yang cewek banyak lulus sekolah bahkan hanya batas kelas enam saja.
Mereka putus sekolah mungkin salah satunya faktor ekonomi, mereka baru lulus SD bahkan baru kelas lima berhenti dan langsung nikah. maka dari itu orang tua Mimi mengungsikan Mimi dan bersekolah di tempat neneknya.
__ADS_1
Diantara teman-teman Mimi usia Mimi tergolong lebih muda, Mimi masuk SD di usia 5th yang berawal hanya sebagai anak bawang namun berakhir menjadi siswa SD sesungguhnya.
Disaat adek bungsunya lahir di dalam usia 40 hari si bungsu selalu nangis disaat jam lahirnya tiap harinya dan disaat itu Mimi pun sakit terkena DBD dan Typus, orang tua Mimi dan nenek yang menemani lahiran mamak pulang ke jambi.
Disaat di Jambi lah mamak menceritakan kalau si bungsu selalu nangis tak mau masuk rumah, maka abang dan abang sepupu mamak menyarankan untuk pindah rumah maka dari itulah orang tua Mimi di desa tebing tinggi ini. Karena keluarga adek-adek mamak Mimi sudah berada di desa ini.
***next***
Mimi lihat adek nya sedang bermain dia pun memanggil nya untuk pulang.
"Ay pulang dulu yok! bobo siang lagi, nanti sore main lagi." Pujuk Mimi kepada adek bungsunya.
"Mamak dah balik belum yuk?" Tanya si bungsu.
"Belum mungkin sebentar lagi, yok balik dulu."
Ay pun keluar dan mau ikut pulang, setelah ay keluar Mimi pun pamit sama si empunya rumah.
"Bu, kami pulang dulu." Ucap Mimi.
"Oo iyo nanti Ay main lagi sama nengsih." Jawab si ibu.
"Iya Bu, kami pulang dulu assalamualaikum." pamit Mimi.
"Waalaikumsalam"
Mimi dan Ay pun berjalan pulang menuju rumah, disaat baru membuka pintu orang tua Mimi pun sudah nyampe rumah.
Ay melihat Emak dan Bapak pulang pun dia langsung mencerca pertanyaan.
"Mak, kenapa Ay di tinggal? Emak beli apa dari tebing?"
Emak yang mendengar pertanyaan si Ay hanya tersenyum dan berlalu masuk ke dalam rumah, si Ay selalu mengekor Emak dan selalu bertanya dengan pertanyaan yang sama.
"Mak, kenapa Ay di tinggal? Emak beli apa dari tebing?."
"Tadikan Ay lagi main dirumahnya Nengsih," akhirnya menjawab pertanyaan Ay.
"Kan biasanya mamak panggil dan jemput Ay. " Ay selalu menjawab apa yang diucapkan emak.
"Kan ada ayuk di rumah, kalau Ay sendirian di rumah baru Emak ajak," Ucap Emak dengan sabar.
"Terus Emak beli apa?" Ay kembali bertanya.
Mak pun mengeluarkan tas belanjaannya dan mengambil kantong plastik yang ada baksonya.
"Nih buat Ay, ayuk dan abang." jawab emak serta menyerahkan kanting plastik yang berisi bakso.
Ay melihat isi kantong plastik tersebut namun dia tidak menemukan makanan yang seperti biasanya emak dan bapak beli disaat gajian.
"Satenya mana mak?"
__ADS_1
Emak yang mendengar anak bungsunya selalu ada saja bahan pertanyaan hanya menggelengkan kepala.
"Sate kalau siang belum ada". Bapak menyahut dari luar.
Ay merasa kecewa, bapak yang melihatnya pun berjanji akan membelikan nanti malam.
"Di tebing kalau siang ndak ada jual sate, nanti malam bapak belikan." pujuk bapak kepada Ay.
"Makan dulu baksonya nanti malam kota beli sate di pasar malam." Jawab bapak lagi.
Ay yang mendengar bapaknya berjanji akhirnya tersenyum.
"Janji ya pak!"
"Iya." Jawab bapak.
Mimi hanya tersenyum mendengarkan permintaanku adeknya. Ya di desa sini ada pasar hanya sewaktu gajian tiba saja yang dinamakan pasar kaget.
***
Terlihat raut wajah lelah di mata kedua orang tuanya, Mimi begitu terharu demi pendidikan anak-anaknya mereka rela berkerja apa pun selagi itu halal.
Mimi selalu menanamkan tekad dalam benaknya dia ingin sukses dan bisa membanggakan kedua orang tuanya.
Mimi membantu Emaknya meletakkan barang-barang dagangan nya kedalam dan Mimi juga membantu mamaknya untuk mengecek barang sesuai dengan ada nota takut jika nanti ada barang yang tak termasuk dalam nota atau ada barang yang ada di nota namun tak ada dalam tumpukan barang.
Tak lama suara adzan ashar pun berkumandang Mimi dan emaknya berhenti sejenak, Emak pergi ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu, Mimi menunggu emaknya selesai setelah selesai giliran Mimi untuk berwudhu.
Sholat ashar telah dilaksanakan dan Mimi sama emaknya berlanjut untuk mengecek barang-barang kembali.
Waktu terus berjalan di lihat nya jam sudah hampir maghrib Mimi pun beranjak untuk mandi dan disaat mandi selesai adzan kun berkumandang Mimi langsung mengambil air wudhu.
Disini lampu tak hidup 24 jam, disini lampu hidup pada jam 5.30 sore hingga pagi jam 7/8 baru mati kembali.
Selesai menjalankan sholat maghrib Mimi dan keluarga pun makan malam bersama dengan menu yang sama di buatnya pagi sebelum emaknya pergi.
Menu sederhana yang selalu menggugah selera makan. Makan bersama dengan keluarga sangat amat menyenangkan apa lagi bersama kedua orang tua kita, walau menu sederhana terasa nikmat.
Makan bersama kedua orang tua begitu nikmat walau hanya makan dengan garam namun akan terasa hambar pabila kita makan berbagai menu tapi tak bersama kedua orang tua kita.
**HAI HAI PARA READERS DOKTER JANTUNGKU BAB KALI INI KITA SAMPAI DISINI DULU AKAN DILANJUTKAN DIWAKTU SENGGANG YA.. MAKASIH YANG TERUS MENGIKUTI CERITA AUTHOR
JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAK NYA
VOTE
RATE
LIKE
__ADS_1
KOMEN**