DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
chapter 37 Senyummu Kebahagiaanku2


__ADS_3

**Kuala Sedeli cantik sekali


Pokok melati mekar berbunga


Dokter jantungku hadir kembali


Jangan lupa beri dukungannya


Bunga berseri kumbang merapat


Kumbang hitam suka menyengat


Cahaya mentari terasa hangat


Baca Dokter Jantungku harus dengan semangat**


💥💥💥


Syahril terus memandangi Mimi dan bergumam dalam hati.. "Senyummu adalah kebahagianku dek."


Syahril terus menatap Mimi, hanya satu yang ingin dia lihat saat ini adalah senyuman dari bibir Mimi.


Semua sudah berada di dalam mobil namun mobil belum juga berniat untuk jalan dan itu membuat Ryan Jengah terhadap Syahril.


"Riil, mau sama sampai kapan melihat Mimi teruss seperti itu." Ucap Ryan dan membuat yang lain tertawa.


"Iya ayo jalan kak, penat nih.." Sahut Emma di belakang.


Syahril mendengar rengek kan dari teman-temannya pun akhirnya menstarter mobilnya dan bertanya kepada semua mau kemana mereka semua.


"Kemana nih?" Tanya Syahril.


"Gimana kalau ke Danau Sipin aja." Manda memberikan idenya.


"Bagus juga tuh, disana kan sudah banyak wahananya." Sahut Di'ah dari belakang.


"Ok.. Kalau gitu kita kesana ya." Ucap Syahril dan dia pun melajukan mobil nya keluar dari parkiran.


Di sepanjang jalan Mimi hanya menatap jalanan dari jendela disampingnya, dia masih enggan untuk bicara.


Disela-sela menyetir Syahril selalu melihat Mimi yang selalu melihat ke arah luar.


Agar sepanjang perjalanan tak merasa jenuh Syahril memutar lagu Malaysia


* Rindu di Serindu Rindunya by exists *


Berikanlah jawaban


Huraikanlah simpulan


Biar tenang jiwaku


Setelah kasih lama berlalu


Tidak mungkin kulupa


Perjanjian kita


Di bawah rumpun bambu


Di kala bulan sedang beradu


Mengapa terjadi perpisahan ini?


Di kala asmara melebar sayapnya


Mengapa kau pergi di saat begini?


Di kala hatiku terlukis namamu


Kalau memang tiada jodoh


Apa lagi nak 'ku heboh


Aku malu pada teman


Pada semua


Rindu, rindu serindu-rindunya


Namun engkau tak mengerti


Pilu, pilu sepilu-pilunya


Namun engkau tak peduli


Malu semalu-malunya


Namun apa daya orang tak sudi


Mahu semahu-mahunya


Namun apa daya orang dah benci


Mengapa terjadi perpisahan ini?


Di kala asmara melebar sayapnya


Mengapa kau pergi di saat begini?


Di kala hatiku terlukis namamu


Kalau memang tiada jodoh


Apa lagi nak 'ku heboh


Aku malu pada teman


Pada semua


Rindu, rindu serindu-rindunya


Namun engkau tak mengerti


Pilu, pilu sepilu-pilunya


Namun engkau tak peduli


Malu semalu-malunya


Namun apa daya orang tak sudi


Mahu semahu-mahunya


Namun apa daya orang dah benci


Berikanlah jawaban


Huraikanlah simpulan


Biar tenang jiwaku

__ADS_1


Aku rindu


**


Tak lama mereka pun sampai ke tempat tujuan, Syahril memasuki kawasan tersebut dan langsung menuju parkiran.




Danau Sipin adalah sebuah danau alami dan tak asing lagi bagi masyarakat umum kota Jambi karena Danau ini terletak di tengah-tengah kota Jambi .


Danau sipin atau yang biasa disebut oleh masyarakat Jambi dengan nama “Solok Sipin” (Solok \= Danau) memiliki pemandangan yang sangat eksotis, semilir angin sejuk yang berhembus mampu menghanyutkan para pengunjung, banyak yang datang ke Danau Sipin ini karena suasananya sejuk dan nyaman.





Di tengah-tengah danau Sipin ada beberapa keramba ikan yang memang sengaja di buat oleh para nelayan ikan, dan juga terdapat sebuah rumah panggung yang digunakan sebagai tempat peristirahatan para nelayan ikan tersebut, ikan-ikan yang dibudidayakan pun bermacam-macam, semuanya berjenis ikan air tawar seperti mujahir, nila mas dan lain lain.


Di Sipin lake ini tersedia berbagai wahana yang menarik dan para pengunjung dapat memanfaatkan wahana tersebut untuk berswafoto.


Masing-masing wahana memiliki nama tersendiri. Seperti Pintu Langit, Teratai, Bulan Sabit ,Jembatan Air dll.





foto


Danau ini sangat ramai di kunjung jika menjelang sore hari telah datang, banyak masyarakat kota jambi yang ramai – ramai berkunjung untuk menikmati semilir angin sore.


Mereka menunggu pemandangan panorama matahari terbenam “sunset”. Tempat ini sangat ramai dipadati pengunjung saat jam telah menujukkan pukul 16:30 WIB, jalan di sekitaran Danau Sipin akan sangat ramai hingga kadang macet.


Yah beruntung Syahril dan kawan-kawan pada saat memasuki kawasan belum begitu padat sehingga mereka mudah untuk masuk ke dalam.


Syahril mengikuti kemana langkah kaki Mimi melangkah. Mimi melangkahkan kaki ke pinggiran Danau menikmati hembusan angin.


Mimi duduk di kursi-kursi yang berada di pinggiran Danau dan Syahril pun ikut duduk di sampingnya.


Syahril yang melihat Mimi masih setia dengan diamnya dia terus memperhatikannya.


Lama mereka berdua duduk dalam keheningan menikmati semilir nya angin sepoi-sepoi.


"Dek." Panggil Syahril kepada Mimi, Mimi menoleh namun masih dengan diamnya.


"Jangan diam terus dong." Ucap Syahril kembali.


Mimi menarik nafasnya pelan dan akhirnya diapun mengeluarkan suaranya.


"Ada apa!" Ucap Mimi ketus dan pandangan tetap ke arah hamparan danau.


"Adek marah sama kakak?" Tanya Syahril.


Bukan jawaban yang Syahril dapat namun sebuah pertanyaan menohok yang dia terima.


"Menurut kakak?"


"Kakak minta maaf, kaka tau kakak salah."


"Kakak minta maaf kakak lupa memberitahu adek minggu lalu."


Syahril mencoba menjelaskan kepada Mimi dengan perlahan.


"Sebenarnya sewaktu kita ke Candi kakak mau bilang kalau kakak dan teman-teman sekelas kakak mengadakan study tour di SMA lain di luar kota."


Syahril menjelaskan dan terus menatap ke arah Mimi namun Mimi masih diam dan terus melihat ke arah depan.


"Saat beberapa hari di sana kakak merasa tidak tenang, kakak merasa ada yang menjanggal di hati kakak, sehingga kakak kurang fokus dengan tugas-tugas."


Mimi tetap diam dan terus mendengarkan penjelasan dari Syahril.


Syahril terus menjelaskan dan dia mengambil tangan Mimi dan menggenggamnya erat.


"Sewaktu lagi berkumpul mereka komplain kepada kakak karena kakak kurang fokus sehingga tugas-tugas sedikit ada kendala."


"Disaat tengah kegalauan kakak, Rani yang menyadarkan dengan pertanyaannya apa kakak sudah memberitahu dan pamit kepada adek bahwa kita di beri tugas mewakili sekolah kita."


"Disaat itu pula kakak baru ingat kalau kakak lupa memberitahu adek, kakak bertanya kepada yang lain ternyata mereka sama lupa memberitahukan kepada teman-teman adek."


"Maaf.. Kakak tidak bermaksud untuk tidak memberi tahu, kakak benar-benar lupa dek."


Syahril terus menggenggam tangan Mimi erat, dan dia juga berusaha membalikkan tubuh Mimi agar menghadap ke arahnya.


"Dek.. Kakak sangat rindu sama adek, balikkan badannya dong.. Masa kakak bicara sama pundak adek.." Ucapnya diselingi dengan candaan.


Mimi belum bergeming dan terus menatap ke arah lain.


"Dek.. Emang adek ndak rindu sama kakak.." Ucapnya dengan sendu.


"Kakak dan yang lain sudah mencoba menghubungi teman yang lain tapi nomor mereka tak ada yang bisa di hubungi, sedangkan kakak gak tau nomor adek."


Padahal Syahril tau bahwa Mimi tidak memiliki ponsel.


Dengan segala ocehan Syahril, Mimi akhirnya membalikkan badannya dan menatap Syahril orang yang sebenarnya sangat dia rindukan.


Mimi terus menatap Syahril dan terlihat di manik mata hitam Syahril ada kejujuran disana.


Syahril yang melihat Mimi terus memandang nya tanpa kedipan dia pun tersenyum.


"Udah puas liatin wajah kakak yang ganteng ini.. Ampe tak berkedip gitu." Canda Syahril sambil mentol hidung Mimi dan membuat Mimi sadar.


"Hemm... Ke Ge Eran.." Jawab Mimi dan menoleh ke arah lain.


"Cie ngambek.. Gak apa kok kalau mau lihat-lihat ampe karatan juga kakak tetap ganteng hehee." Canda Syahril dan dia membalikkan wajah Mimi ke arah nya dan di tangkupnya wajah Mimi dengan kedua tangannya.


"Maafkan kakak ya.." Ucapnya dengan tersenyum dan Mimi menganggukan kepalanya.


"Maafkan Mimi juga." jawab Mimi, Syahril pun menganggukkan kepalanya.


"Senyum dong.." Pinta Syahril kepada Mimi.


"Apaaan sih." Jawab Mimi dengan mengerucutkan bibirnya.


"Lah kakak minta senyum kok malah bibir kerucut yang di beri." Candanya lagi.


"Senyum dong dek, karena senyummu kebahagiaanku." Ucap Syahril dan dia memegang wajah Mimi dengan kedua tangannya dan mencium kening Mimi.


"Ih kakak apaan sih, di liatin orang nanti.. Malu lah." Ucap Mimi dengan bibir yang di kerucutkan.


"Biarin..cup..wee.." Ucap Syahril mencium kening Mimi sekali lagi dan dia lari sambil menjulurkan lidahnya.


"Kakaaaaak..." Mimi teriak dan akhirnya Mimi pun mengejar Syahril.


"Hahahaaaa, ayo kejar kalau dapat.." Ejek Syahril dengan tawa nya.


"Awas ya.. Kalau dapat Mimi pukul dan Mimi cubit." Ucap Mimi dengan terus mengejar Syahril di sepanjang tepian Danau.


Mereka berdua saling kejar mengejar seperti ala-ala film india, ya anggap aja Rahul dan Anjeli hahaha..


Disaat Mimi mendapatkan Syahril lebih tepatnya Syahril yang berhenti untuk lari, Mimi memukul dada bidang Syahril, Syahril hanya tertawa dan memeluk Mimi dengan erat.


Mimi yang masih berada dalam dekapan Syahril menatap ke wajah Syahril dan mereka pun saling melempar senyuman.


Syahril slalu mengucapkan

__ADS_1


"Teruslah tersenyum, karena senyumanmu kabahagiaanku." Syahril mencium kening Mimi dan Mimi menuturkan matanya.


Di sebuah pondok kayu melihat adegan tersebut menggeleng-gelengkan kepala dan ikut merasa bahagia melihat temannya akhirnya bisa ketawa lagi.


Disaat adegan itu Mimi merasa bahagia bercampur takut.


Mimi berusaha melepaskan diri dari delapan Syahril. Syahril melihat seperti ada sesuatu yang Mimi sembunyikan.


"Ada apa dek?" Ucapnya.


"Gak ada." Jawab Mimi singkat dia bingung dengan dirinya sendiri.


"Ada apa? Bicaralah." Tanya Syahril.


"Kak.." Mimi memandang Syahril dan mencari cara bagaimana memberitahunya tapi tidak membuat dia kecewa.


"Ada apa?" Tanya Syahril lagi dan menunggu jawaban Mimi.


"Kak, boleh gak Mimi meminta sesuatu kepada kakak?" Tanya Mimi ragu


"Apapun yang adek minta akan kakak penuhi selagi itu kakak mampu." Jawab Syahril meyakinkan Mimi.


"Kak.. Mimi minta ini yang terakhir kakak.." Belum selesai Mimi mengucapkannya langsung di potong Syahril.


"Maksud adek apa yang terakhir?" Ucap Syahril dengan sedikit emosi.


"Maksud adek apa hah.." Ucapnya lagi.


"Kak, dengerin dulu.." mohon Mimi.


Syahril pun diam penuh dengan pertanyaan.


"Mimi minta ini yang berakhir kakak memeluk dan mencium Mimi." Ucap Mimi dengan menundukkan kepalanya.


Syahril yang mendengarnya heran dan menautkan kedua alisnya.


"Kenapa?" Syahril bertanya dan terus menatap Mimi.


"Gak kenapa-kenapa," Jawab Mimi.


"Gak kenapa apa?" Tanya nya lagi.


"Mimi merasa apa yang kita lakukan melebihi batas kak." Ucap Mimi dengan sedikit menarik nafas dalam.


"Melebihi batas apa?"


"Ya melebihi batas kak, tak seharusnya kita melakukan hal itu." Ucap Mimi.


Syahril terheran baru kali ini dia melihat seorang cewek seperti Mimi yang meminta agar tidak memeluk dan menciumnya.


"Kakak rasa kita tidak melakukan hal berlebihan, banyak yang lebih dari apa yang kakak lakukan." Ucap Syahril.


Mimi melihat Syahril dan menggelengkan kepalanya dan Syahril hanya menautkan alisnya.


"Mimi hanya minta itu saja, kalau kakak tak mau lebih baik kita gak usah ketemu lagi." Ancam Mimi.


"Maksud adek?" Tanya Syahril.


"Iya seperti yang Mimi bilang." Jawab Mimi.


"Emang apa salah kakak?"


"Kaka gak ada salah, cuma Mimi merasa apa yang kita lakukan tak seharusnya dilakukan."


"Iya tapin kenapa?."


"Gak ada apa-apa, Mimi cuma takut aja."


"Takut apa dek? takut hamil?" Canda Syahril dengan senyuman menggoda.


"Apaan sih kak ah gak lucu.."


"Yee siapa juga yang ngelucu.." Syahril menjawab dan masih dengan menggoda.


"Hemm.." Mimi menatap tajam Syahril dan melipatkan tangannya.


"Kalau adek hamil dengan pelukan dan ciuman kening hebat dong kakak.. Hahaha."


"Kakaaak .."


"Apaa."


"Ada apa sebenarnya dek?"


"Gak ada apa-apa Mimi cuma takut kebablasan." Jawab Mimi.


"Yaudah kakak gak akan memeluk dan mencium adek, tapi pegang tangan boleh yaa? Ucap Syahril sambil memainkan kedua matanya.


Mimi bahagia Syahril menerima permintaannya, Mimi tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Yaudah yok kita gabung dengan yang lain." Ajak Syahril


Mereka pun bergabung dengan yang lain. Sesampainya di sana mereka berdua mendapat sorakan..


"Cie cie cie Rahul dan Anjeli dah baikan." Ucap Emma.


Mimi hanya tersenyum dan bergabung bersama mereka.


Hari semakin sore sunset yang mereka nanti pun telah tampak.




Setelah menikmati sunset di tepian Danau mereka pun pulang.


**Kicauan burung kenari merdu sekali


Hinggap di tepian danau


Bab kita kali ini cukup disini


Jangan lupa selalu ikuti Dokter Jantungku.


Sehabis hujan ada pelangi


Pelanginya sangat indah sekali


Tunggu terus update terbarunya lagi


Author selalu menunggu kalian disini


☀☀☀TBC☀☀☀


JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAK NYA


VOTE


RATE⭐⭐⭐⭐⭐


LIKE❓❓❓❓❓

__ADS_1


KOMEN**


__ADS_2