
Dua Minggu sudah berlalu, goresan lama belum terobati kini manambah goresan baru. Sesal demi sesal yang tersisa pun tak bisa mengobati luka semua orang.
Orang yang suka akan merasa sedih dan berduka, orang yang sudah tertutup mata hati dan hanya tertanam iri dengki akan semakin senang.
Tak hanya keluarga, para sahabat, sanak handai taulan pun merasa kehilangan sesosok yang selalu membuat mereka ceria walau sosok yang mereka kenal bukanlah orang yang mudah bergaul namun kebaikan serta keramahannya membuat orang menyukainya.
Bu Retno ibu kos Mimi mendengar kabar itu merasa terpukul, dia tidak percaya jika orang yang sudah di anggapnya anak meninggalkannya untuk selamanya.
Ummi Fatmah yang mendengar tim Basarnas menghentikan pencariannya pun terjatuh sakit dan di rawat di rumah sakit.
Dillah yang sudah tau pun tak kalah terkejutnya dan terpuruknya. Belum juga dia memiliki dan menggapai hati gadis yang selama ini telah bersemayam di hatinya sudah pergi untuk selamanya.
Para sahabat Mimi Selfia, Irma dan Muthia mereka berangkat ke kota Mimi. Mereka saat ini berada di rumah Nyai, mereka meminta maaf pada emak dan yang lain karena hari itu mereka tidak menemani hari-hari Mimi karena mereka pulang kampung terlebih dahulu.
Saridi dan Dimas pun tak kalah terpuruknya orang yang telah bersemayam di hati mereka dan tak dapat mereka miliki kini telah tiada.
"Mii.. Kembalilah, aku janji aku akan menjagamu.. Kembalilah Mi.." ucap Dimas yang kini tengah menyendiri di kamarnya.
Orang tua Dimas sudah mengetahui jika sang anak menyuakai gadis yang tak lain sahabatnya sendiri. Orang tua Dimas pun turut bersedih atas tragedi ini, apa lagi melihat sang anak yang sangat terpuruk.
Tanpa sepengetahuan Dimas, orang tua Dimas juga sudah menyuruh anak buah mereka untuk turun tangan mencari korban kecelakaan itu. Tapi emang nyatanya sudah tidak ditemukan lagi korban, hanya puing-puing peswat saja yang mereka temukan.
Malam ini di rumah Nyai di kumpuli orang-orang sekitar dan sanak saudara. Mereka berembuk untuk mengadakan tahlilan karena mereka juga sudah tidak mendapatkan keterangan pasti apakah Mimi selamat dari tragedi itu atau tidak.
"Ini sudah dua Minggu lebih tragedi pesawat itu, bagaimana kalau kita adakan tahlilan untuk mendoakan kepergian Mimi." ucap Datuk Hamid yang di tuakan di kampung ini.
"Tidak, anak aku masih hidup. Anak aku masih hidup." ucap emak yang tidak setuju.
"Nurma sadarlah, pihakmtim Basarnas saja sudah menghentikan pencariannya." ucap datuk Hamid.
"Tidak, mereka boleh menghentikan pencarian. Tapi aku yakin anak aku masih hidup. Jangan kalian baca tahlillan dirumah ini, anak aku masih hidup, Mimiii huhuhuhu." ucap emak yang masih tidak terima rencana orang kampung untuk diadakan tahlilan.
"Mak, sabar Mak." ucap Muthia memeluk emak begitu pula Selfia dan Irma.
"Aku yakin anak aku masih hidup, kalau dia sudah mati ndak mungkin dia mengirim pesan kalau dia sudah sampai malam itu." ucap emak.
Yah tepat Din hari emak menerima SMS yang memberitahukan kalau anaknya Mimi sudah sampai. Namun stelah itu ponsel Mimi tidak dapat di hubungi hingga saat ini.
Mendengar saat emak menerima SMS dari Mimi, Ryan menelpon Abi Arsyad nya untuk mengecek kosan Mimi tapi kata Abi Arsyad kosan Mimi masih tergembok dan masih dalam keadaan sebelum dia tinggalkan.
"Tapi Nurma, kau sudah terima sendiri tas Mimi. Itu sudah membuktikan kalau Mimi memang ada di dalam pesawat itu." ucap Datuk Basit adik nya Nyai.
"Tidak Cik, aku yakin Mimk masih hidup cik, akunyajin anak aku masih hidupp." teriak emak.
"Anak aku masih hidup, hati aku bilang anak aku masih hidup." ucap emak dengan berdiri dan menepuk dadanya saat menyebutkan anakku.
"Pergi kalian semua, pergiii." teiak emak mengusir semua orang yang datang kerumah untuk berembuk !masalah tahlilan.
"Pergi kalian." ucap emak dan dia pun terduduk serta menangis dengan tergugu.
Hati seorang ibu akan merasa tersakiti bila apa yang diyakininya di tentangboleh orang banyak.
Akhirnya mereka memutuskan untuk melihat kondisi tiga hari lagi bila tidak ada kabr lanjutan maka mereka akan melaksanakan tahlilan
Dillah semenjak mendengar kabar berita pencarian dihentikan merasa hatinya telah hilang. Kini dia menjadi sesosok dillahnyang pendiam namun pedas saat dia berbicara dan tak segan-segan dia akan langsung memecat pegawainya yang berbuat kesalahan.
Radit, diapun sama dia menjadi sesosok yang lebih dingin. Talang biasanya lara sahabat berani bercanda dengannya saat ini jangan coba-coba bercanda si depannya.
Syahril semakin hari semakin menurun kesehatannya, dia tak ingin makan. Walau sekalipun di pujuk oleh Umma maupun babahnya.
Apalagi Syahril yang seharusnya banyak istirahat pasca operasi bagian kepalanya harus dihadapkan dengan kejadian demi kejadian.
Walau Syahril termasuk pasien yang cepat sembuh dari masa pasca operasinya namun dokter meminta dia untuk beristirahat dan menghindari untuk tidak terlalu!u banyak beban pikiran karena itu akan menyebabkan beban pada syaraf ke otaknya.
Syahril bagaikan mayat hidup, tak ada lagi Syahril yang banyak bicara bola bersama keluarganya, tidak ada lagi Syahril yang selalu memberi tawa pada tiap anggota keluarga.
Kini yang ada Syahril yang berbeda, tak ada banyak ucapan keluar dari mulutnya.
Masa kuliah akan segera tiba, Syahril yang seharusnya sudah berada di LA jadi tertunda karena kondisi kesehatannya.
Umma merasa tertekan dan bersedih melihat keadaan anak bungsunya yang tak memiliki semangat hidup.
Irsyad telah pulang kesemarang, kini tinggal Ryan yang selalu menunggu Syahril terkadang dia akan bergantian dengan duo Ridho dan Erwan.
Rudi, Andri dan yang lain sudah berangkat ke LA untuk mengurus administrasi mereka dan mengurus asrama mereka nanti.
"Yan, bagaimana kuliahmu?" ucap Umma.
"Huummmm huh, Ryan sudah menitipkan berkas pada Rudi umma, berkas Syahril juga." jawab Ryan.
"Apa benar gim Basarnas menghentikan pencarian? apa bisa kita sewa mereka lagi untuk mencari kembali?" tanya Ummi Parida dengan pandangan menatap ke arah Syahril yang tertidur.
"Semua sudah di atur sama bang Afnan Ummi, abangbjuga sudah menyewa mereka kembali tali menmang sudah tidak di temukan lagi." jawab Ryan.
"Semua ini tidak akan terjadi kalau Abah...'' ucap Umma dengan geram.
__ADS_1
"Sabar Syah, istighfar. Ini sudah jalan Allah." ucap Ummi Zulaikhah. Umma hanya diam dan beristighfar dalam hati dengan tangan yang dia genggam erat untuk meluapkan emosinya.
"Kasihan anak aku kak Ikha, lihatlah dia bagai oeangbyangbtak memiliki semangat hidup lagi." ucap Umma dengan menangis dan mengusap rambut Syahril.
"Aku heran dengan Zahra, seharusnya dia tetap tinggal di rumah sakit untuk jaga Syahril ini malah pagi sampai sore saja dia di rumah sakit." ucap Ummi Zulaikhah.
"Mana mau dia jaga Syahril, mana tahan dia tinggal di rumah sakit. Bersyukur dia datang kesini lagi beberapa hari ini." ucap Umma.
"Ryan." panggil Umma.
"Iya Umma." jawab Ryan.
"Bukannya dulu kalian punya teman yang bisa menyelidiki seseorang?" tanya Umma.
"Emm iya ada Umma. Tapi buat apa Umma? umma mau selidiki keberadaan Mimi?" ucap Ryan dan kembali bertanya.
"Bukan mencari Mimi, gali Umma mau menyelidiki Zahra." ucal Umma.
"Zahra??" jawab Ryan, Ummi Parida dan Ummi Zulaikhah.
"Hemm Umma mau.." jawab Umma namun terhenti karena pintu terbuka.
"Assalamualaikum" ucap mereka . Yah keluarga Zahra datang kerumah sakit.
"Bagaimana keadaan Syahril San?" tanya Ummi Zahra pada Umma.
"Emm seperti yang dilihat, dia masih lemah." jawab Umma.
"Emm saya selaku keluarga minta maaf atas semua ini." ucap abinya Zahrah.
"Maksudnya?" tanya Ummi Parida.
"Baru sekarang kau minta maaf" ucap Umma dalam hati dengan tangan yang di gempalnya.
"Umma, malam ini bair Zahrah saja yang jaga Abang." ucap Zahrah.
"Ndak perlu Zahrah, ini umah sakit. Biar Abang saja." ucap Ryan yang mendahului Umma nya.
"Iya, lebih baik kamunjaga kesehatan kamu saja. Jangan terlalu capek." ucap Umma, dalam hati Umma meludahi ucapan Zahrah.
Tak lama Syahril mengerjapkan matanya, dilihatnya sekeliling ramaimoleh keluarganya.
"Sayang apa yang kamu rasakan nak?" tanya Umma.
"Makan ya nak, biar kamu ada tenaga." ucap Umma, Syahril hanya diam.
"Biar Zahrah yang nyuapi abang." ucap Zahrah seraya mengambil bubur yang disediakan oleh rumah sakit.
Umma hanya diam dan melihat bagaiman Zahrah akan melayani anaknya.
"Ayo bang makan dulu." ucap zahrah dengan mengarahkan sendok berisi bubur ke arah mulut Syahril. Syahril hanya diam dan menatap Zahrah dengan tatapan tajam dan jijik bila dia mengingat obrolan Zahrah di telpon waktu itu.
"Bang." panggil Zahrah. Syahril membuka mulutnya dan menerima suapan dri Zahrah, keluarga Zahrah yang melihat itu merasa senang melihat syahril menerima suapan dari Zahrah.
Perlahan Syahril mengunyah, sagu kunyahan masih biasa syahril Tegal menatap Zahrah ya gbyersenyum manis padanya, kunyahan kedua masih biasa, kunyahan ketiga syahril memuntahkannya.
"Uekkk" Syahril memuntahkan bubur itu kesamping.
"Ya Allah bang, Abang kenapa?" tanya Zahrah panik.
"Ya Allah Syahril." ucap Ummi Zulaikhah dan ummi Parida.
"Ini minum sayang." ucap Umma dengan memberikan minum hanya pada Syahril.
"Apa yang kamu rasaka nak? jangan bhat Umma khawatir nak." ucap Umma sembari memberi minum ke Syahril, Syahril lun meminumnya dari tangan Umma.
"Lebih baik kamu rebahan saja, mungkin kepala kamu pusing nak." ucap Ummi Parida.
"Iya nak, mungkin kepala kamu masih pusing, lebih baik kamu rebahan saja" ucap ibu mertua.
"Kamu tidur saja lagi." ucap Umma sembari membaringkan meola sang anak.
"Kamu harus kuat dan bangkit nak, ingat Mimi nak. kita maaihnadabtugaa uang belum terselesaikan." bisik Umma, Syahril melihat mata Umma, Umma mengangguk Syahril pun mengangguk Umma pun tersenyum sambil mengelus kepala anaknya.
"Bagaiman nak? apa masih pusing? tanya Abi Mertua nya.
"Sudah baikan Bi." Jawa Syahril.
"Emm... Syahril sebelumnya Abi minta maaf atas perjodohan ini, karena perjodohan ini samlai merenggut nyawa orangbp yang kau cintai dan mengganggu kesehatanmu. Namun semua sudah takdir illahi nak, abi harap pernikahan kalian bahagia seumur kalian ( Raut wajah Syahril geram )." ucap Abi mertuanya yang duduk di samping ranjang Syahril.
"Abi harap kau bisa belajar mencintai anak Abi, begitu pula Zahrah. Yang sudah tiada merupakan kehendak Allah nak, kita tidak bisa hindari." ucap Abi dengan memandang wajah Syahril yang datar.
"Begini San, rencana kami besok malam kembali ke Kairo. kami sudah terlalu banyak meninggalkan pekerjaan disana. Emm menurut kami Zahrah sudah menjadi istri Syahril maka ke!ana pun Syahril Zahra harus mengikuti nya. Masalah kuliah Zahra nanti biar saya urus kepindahannya." ucap Abi Zahrah.
"Apa tidak.." ucap Umma namun langsung dicela oleh Syahril.
__ADS_1
"Jangan Bi, sebaiknya biarlah Zahra ikut abi kembali ke Kairo ( terlihat Zahra tersenyum kecil dan itu tak luput dari pandangan Syahril )." ucap Syahril.
"Tapi nak, Zahrah sudah menjadi istri mu dan sekarang tanggungjawab abi terhadap Zahrah sudah beralih padamu. Dan Zahrah pun memiliki kewajiban untuk merawat mu karena dia adalah istrimu." ucap Abi lagi
"Abi harap kepada kalian berdua Syahril, Zahrah. Demi terciptanya rumah tangga yang harmonis itu diperlukan kerja sama antar suami dan istri. Semua peran harus melakukan tugasnya masing-masing agar seimbang dan demi kebahagiaan keluarga."
"Seperti dalam ajaran agama Islam, istri diharuskan untuk selalu menghormati suami karena perannya sebagai pemimpin keluarga. Istri juga memiliki peran penting dalam rumah tangga juga, pasalnya istri harus bisa dijadikan teman diskusi untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan keluarga."
"Dalam sebuah pernikahan, suami bertanggung jawab penuh atas hidup pasangannya. Jika suami bertugas untuk mencari nafkah, istri pun punya peran untuk melayani suami."
" Zahra anakku, Abi mau mengatakan padamu. Sekarang kau sudah menjadi istri Syahril, ada beberapa kewajiban seorang istri terhadap suami, yaitu :
Taat dan patuh kepada suami mu
Sudah menjadi kewajiban seorang istri untuk mematuhi dan taat kepada suami. Namun, bukan berarti istri tidak mempunyai kuasa atas dirinya. Seorang istri bisa menentukan apapun yang mereka mau, namun tetap harus mendapatkan izin suami terlebih dahulu.
Seorang istri juga harus selalu mendiskusikan pilihan mereka kepada suaminya. Hal ini dilakukan sebagai tanda hormat kepada suami. Jadi, di dalam hubungan suami istri tidak menunjukan bawahan atau atasan.
Sebagai sebuah keluarga, pasangan suami dan istri juga perlu mengingat bahwa mereka memiliki peranan masing-masing. Namun, seorang suami memiliki peran lebih sebagai kepala keluarga, sementara tanggung jawab istri berada di tangan suami.
Dalam agama Islam telah dijelaskan dalam Alquran, yaitu, “maka istri-istri yang saleh itu ialah yang taat kepada Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada. Oleh karenanya Allah telah memelihara (menjaga) mereka,” - (QS. An Nisa: 34).
Bisa menyenangkan suami
Kewajiban istri kepada suami yang perlu diingat, yakni menyenangkan hatinya. Kamu bisa melakukan ini dengan cara-cara yang sederhana nak, seperti memasak makanan kesukaannya, menghabiskan waktu bersama dan memberikan tampilan sesuai dengan keinginan suamimu.
Menyenangkan hati suami juga bisa dengan berusaha untuk menciptakan sebuah keluarga yang rukun dan harmonis.
Perintah ini juga tertanam dalam hadis Abu Harairah RA, beliau mengatakan kepada Rasulullah bahwa, “Sebaik-baik perempuan ialah seorang perempuan yang apabila engkau melihatnya, engkau merasa gembira. Jika engkau perintah, dia akan mentaatimu. Dan jika engkau tidak ada di sisinya, dia akan menjaga hartamu dan dirinya”.
Selalu menjaga nama baik suami
Setiap rumah tangga pasti ada saja permasalahan yang muncul, sehingga harus dihadapi bersama. Ketika ada masalah dengan suami, maka seorang istri tidak diperkenankan untuk mengumbarkan masalah rumah tangganya kepada orang lain. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga aib rumah tangga dan nama baik suami mu.
Sebagai istri, kamu nak sebaiknya tetap menjaga aib suami dan masalah kehidupan rumah tangga kalian berdua saja. Jangan pernah mengumbar kejelekan atau aib suami diketahui oleh orang lain.
Perlu diingat kalau suami merupakan seorang kepala keluarga, jika namanya jelek itu membuktikan rumah tangga yang dijalaninya sedang tidak berjalan dengan baik.
Bisa pelan-pelan meredakan kemarahan suami
Selama menjalani pernikahan, ada kalanya terjadi masalah dalam rumah tangga. Terkadang suami pun ada masalah dengan teman, saudara, keluarga, bahkan pekerjaan. Sebagai seorang istri sudah kewajibannya untuk menemani dan menenangkan suami agar tidak stres menghadapi masalah.
Jika emosi suami tidak dapat tertahankan akan mempengaruhi rumah tangga. Jadi, sebaiknya ketika suami sedang menghadapi masalah, kamu bisa melakukan sesuatu untuk menenangkan hatinya. Menyenangkan suami ada banyak caranya, seperti memasak makanan kesukaan, mendengarkan keluh kesah, bahkan dengan menghabiskan berbagai momen berdua.
Sudah kewajiban seorang istri untuk terus menemani suami dalam keadaan apapun, termasuk saat sedang terkena musibah atau suasana hatinya tidak stabil.
Melayani suami di atas ranjang
Kewajiban lainnya, seorang istri harus melayani pasangannya di atas ranjang. Seorang harus bisa menyenangkan hati suami secara batin ketika sedang melakukan hubungan se*s. Hal ini bertujuan untuk menjaga keintiman dan keharmonisan hubungan rumah tangga.
Namun, istri bisa menolak untuk berhubungan intim ketika sedang haid, sakit, nifas dan kondisi-kondisi tertentu. Jadi, dalam kehidupan rumah tangga tidak boleh ada paksaan dalam melakukan hubungan intim. Suami juga harus bisa mengerti ketika istrinya sedang sedang merasa sakit dan tidak dapat berhubungan badan.
Itulah beberapa kewajiban seorang istri terhadap suami dalam ajaran agama Islam yang dapat Abi curahkannpada kamu Zahra dan untuk mu juga Syahril. Semoga keluarga kalian selalu harmonis. " ucap Abi..
"Emm maaf Bi, menurut Syahril biarlah Zahrah kembali bersama Abi ke Kairo." ucal Syahril namun lanbsung di sergah oleh Kakek Zahrah.
"Kenapa kamu meminta cucuku untuk kembali? apa kau tidak ingin cuvuku berbakti padamu hah!" ucap kakek.
Syahril yang sudah merasa pusing berasa untuk sabar dengan mengepal tangannya sekuat mungkin dan giginya dirapatkan.
"Bukan begitu kek, maksud Syahril..''
"Aku tau kau tidak menganggap cucuku sebagai istrimu, ingat orang yang kau inginkan itu sudah mati jadi sekarang itu tidak usah kau pikirkan lagi, bersyukur cucuju masih mau disini dan menerima MU." ucap sinkakek Zahrah.
"Cukuppp... cukup disini dulu ya.. hehee😘
__ADS_1