
Mimi sudah berdiri di depan Syahril dan melihat Syahril termenung Mimi pun memanggilnya.
"Kak." panggil Mimi
"Eh udah siap." jawabnya dengan sedikit terkejut.
"Emang mau kemana kak?" Tanya Mimi.
"Emm ada deh! "ucapnya "Loh kok adek baju rumahan gini sih yang." imbuhnya lagi setelah Mimi hanya memakai baju kaos dan celana sepanjang selutut.
"Lah emangnya kita mau kemana?" Tanya Mimi kembali.
"Kita keluar yang, kakak rindu jalan ama adek, kan dah lama kita ndak jalan." ucapnya dengan tersenyum.
Yah semenjak sehabis ujian Mimi dan Syahril tak bertemu bahkan sehabis liburan dan masuk kembali ke sekolah mereka pun tak pernah lagi tegur sapa.
Hanya karena perjodohan sang kakek Syahril secara tak sengaja menjadi menjauh dari Mimi dan membuat hubungan mereka renggang tanpa ada status yang pasti.
Sakit, yah rasa sakit mereka rasakan berdua. Bukan Syahril ingin menjauh dari Mimi tapi karena rasa sayang dan cinta yang amat besar terhadap Mimi membuat emosi dalam dirinya tak bisa terkontrol.
Emosi yang tak bisa di luapkannya membuat dia menyakiti dirinya sendiri, namun ternyata bukan dirinya saja yang sakit tapi orang sekitar pun ikut terkena imbasnya terutama Mimi.
Hampir dua bulan lamanya rasa sakit itu dirasakan oleh mereka berdua dan di pagi minggu ini pula mereka khususnya Syahril ingin meredam rasa itu.
**
Syahril yang melihat Mimi belum juga mengganti pakaiannya dan malah duduk di kursi, Syahril pun sekali lagi meminta Mimi untuk mengganti pakaiannya.
"Dek, ayook." Ucapnya
"Em emang kita mau kemana dulu." jawab Mimi yang masih mager.
"Apa adek mau kita jalan dengan pakaian adek keg itu?" ujar Syahril dengan memandang Mimi.
"Emang kenapa dengan pakaian Mimi? Dan sebenarnya kita mau kemana sih kak." tanya Mimi karena Syahril tidak juga memberitahu mau kemana dia akan membawa Mimi.
"Mau adek kemana?" Syahril balik nanya niat hati ingin menggoda Mimi tapi malah mendapatkan ketusan.
"Lah situ yang ngajak malah balik nanya pula." jawab Mimi ketus.
"Hemm, kok kasar amat dek omongannya, adek masih marah sama kakak?" jawab dan tanyanya pula dengan sendu.
"Eh emm bukan gitu, dari tadi kan Mimi nanya mau kemana tapi kakak ndak juga ngejawab." terang Mimi dengan rasa bersalah.
"Dek, apa adek belum memaafkan kakak?" Tanya nya.
Mimi hanya diam, dia tak tau harus menjawab apa, jujur di hatinya masih marah, kecewa dan rindu yang campur aduk. Siapa yang tidak sakit hati pabila orang yang kita sayangi tiba-tiba mendiamkan diri kita tanpa sebab dan alasan pasti.
Apa lagi ini sudah dua bulan Mimi rasakan, dari beberapa hari dia liburan ke kota kembang dan ternyata dia sudah ada di jambi dan parahnya lagi tak memberi kabar bahkan no nya pun tak di aktifkan, setelah masuk sekolah dia pun bukannya mendekat ke Mimi dan memberi alasan ini seolah dua insan yang tak saling kenal.
Keegoan diri yang mendominan sehingga satu sama lain tak ingin untuk mengakhiri keegoan dan larut dalam ego itu sendiri.
Syahril yang melihat Mimi tak menjawab pertanyaannya dia pun merasa jika Mimi belum memaafkannya, mungkin siapa pun yang berada di posisi Mimi sulit untuk memaafkan.
Mimi hanya berdiam diri dan menundukkan kepalanya karena dia tak tau harus berkata apa, jika dia berkata jujur kalau dia masih marah Mimi takut menyakiti perasaan Syahril namun jika dia mengatakan bahwa dia tak marah semua itu adalah kebohongan.
Syahril semakin sendu dan sakit ketika Mimi mendiamkannya, rasa sakit yang ingin di redamnya mencuat kembali. Syahril sakit melihat Mimi hanya diam tanpa menjawab dengan jujur tentang rasa nya saat ini dan itu semakin membuat Syahril merasa bersalah.
"Maaf, maafkan kakak dek." Ucap Syahril dengan sendu dan memegang kedua tangan Mimi.
"Labih baik kakak melihat adek marah atau adek tampar sekalian muka kakak dari pada adek diam begini." imbuhnya kembali.
"Maafkan kakak dek, kakak telah berbuat salah sama adek, maafkan kakak sudah menyakiti adek." ucapnya dan menarik nafas dalam.
"Dek, jujur kakak juga sakit melakukan ini semua, kakak tidak bermaksud untuk menyakitimu dek, maafkan kakak." ucapnya dengan suara parau.
"Dek, lihat wajah kakak dek." ucapnya seraya mengangkat wajah Mimi agar melihat ke arah nya.
Saat Syahril mengangkat wajah Mimi dan Mimi mengangkat wajahnya hanya tetesan air mata yang mewakili perasaannya saat ini dan itu membuat hati Syahril ikut teriris.
Selama menjalin hubungan tak pernah sedikit pun Syahril membuat Mimi menangis bahkan dia berusaha memberikan kebahagiaan buat pujaan hatinya.
__ADS_1
"Maafin kakak," ucapnya dengan menghapus air mata Mimi dan dia mengecup kenong Mimi dengan penuh kasih sayang.
"Katakan dek, jika adek marah kakak Terima semua." ujarnya kembali.
Mimi semakin terisak dalam diam karena Mimi tidak ingin Nyai mendengar tangisannya. Syahril yang melihat tubuh Mimi bergetar menahan isak tangis dia memegang salah satu tangan Mimi dan di angkatnya ke wajahnya seakan tangan Mimi menamparnya.
"Tampar kakak dek, luapkan segalanya kakak rela dek, tapi jangan adek nyiksa diri adek seperti ini.. Kakak sakit melihat adek seperti ini." Ucap Syahril dengan derai air mata dan terus mengayunkan tangan Mimi untuk menampar mukanya.
Mimi berusaha menarik tangannya, dia tak ingin melakukan apa yang dilakukan Syahril terhadap dirinya ( Syahril). Syahril yang melihat Mimi menarik tangannya dia pun mengayunkan tangannya sendiri untuk menampar dirinya sendiri.
"Sudah kak, jangan lakukan itu." Ucap Mimi dengan memegang tangan Syahril yang diayunkan ke wajahnya sendiri.
"Jangan kak, maafkan Mimi." ucap Mimi karena Mimi pun merasakan sakit dengan apa yang dilakukan Syahril, Mimi langsung memeluk Syahril erat "Maafkan Mimi kak." ucap Mimi yang masih dalam pelukan Syahril.
Syahril melepaskan pelukan itu dan menatap wajah Mimi dan menghapus air mata Mimi.
"Jangan pernah kakak sakiti diri kakak lagi, maafkan Mimi." ucap Mimi dengan derai air mata.
"Maafin kakak juga dek," jawab Syahril dan kembali membawa Mimi dalam pelukannya.
Dua insan tersakiti akibat kerasnya watak orang yang di tua kan, Apakah takdir sedang menguji cinta dua insan untuk melihat seberapa besar rasa itu ada.
Dirasa kedua nya mulai tenang Syahril meminta Mimi untuk menggantikan pakaian nya.
"Dek ganti pakaian adek, umma mau ketemu sama adek." Ucapnya.
"Ma maksud kakak apa?" tanya Mimi dengan terbata setelah mendengar kata Umma.
"Iya dek, masa adek ndak mau ketemu camer adek, selama ini kakak sudah sering ketemu camer kakak." ucapnya dengan tersenyum dan itu membuat Mimi malu.
"Udah jangan malu-malu mau ketemu sama camer kok malu." godanya dan itu semakin membuat wajah Mimi merona bakal udang rebus.
"Emm, yaudah Mimi ganti baju dulu." Jawab Mimi dan berlalu pergi ke kamarnya.
Yah akhirnya Syahril membawa Mimi untuk bertemu sama kedua orang tua nya ketika sangat Abah memintanya dua minggu lalu saat Syahril pulang ke rumah untuk mengambil pakaiannya.
Flashback on.
Sepulang sekolah Syahril, Ryan dan Andri tidak langsung pulang ke rumah Ryan melainkan Syahril pulang ke rumah orang tuanya. Ya semenjak permasalahan perjodohan itu Syahril tak lagi pulang ke rumah orang tuanya melainkan dia pulang ke rumah pak ngahnya yaitu rumah Syahril. ( Syahril memanggil abah Ryan dengan sebutan pak ngah).
Seperti biasa kalau Syahril pulang selalu mengucapkan salam walau kedua orang tuanya tidak ada di rumah tetapi di rumah ada uwak Ainun yang membantu pekerjaan rumah.
"Assalamu'alaikum." Ucap salam Syahril.
"Wa'alaikum salam." jawab wak Ainun yang sedang menyapu di teras rumah. Syahril pun menyalami nya.
"La balek Riil?" tanya wak Ainun. ( sudah pulang Riil?).
"La wak, Ariel balek bentar cuma mau ambek baju." Jawab Syahril. ( Sudah wak, Aril pulang sebentar cuma mau ambil baju).
Wak Ainun sudah lama berkerja di rumah Syahril semenjak Umma Syahril melahirkan anak sulungnya.
"Ngapo dak balek-balek aril ke rumah, kasian Abah samo umma Aril." ucap wak Ainun bertanya kepada Syahril ( Kenapa tidak pulang-pulang Aril ke rumah, kasian abah sama umma Aril).
"Dak lah wak, Aril nak nenangin diri aril dulu." jawab Syahril dan berlalu masuk dan naik ke lantai dua menuju kamarnya.
Setelah sampai kamar aril mengambil pakaian dan sisa buku-bukunya dan di masukkan ke dalam ransel dan setelah itu buru-buru dia turun.
Di bawah Ryan dan Andri lagi duduk bersama kedua orang tua Syahril. Saat Syahril telah sampai ruang tamu dan melihat kedua sepupunya lagi bicara bersama kedua orang tuanya pun dia langsung mengajak kedua sepupunya untuk pulang segera.
"Ayok Yan, Dri balek lagi kita." Ucapnya tampa menghiraukan kedua orang tuanya.
Abah dan Umma nya hanya menarik nafas dalam dan abah mengajak Syahril untuk duduk dulu.
"Nak, duduk lah dulu. Abah mau bicara." Ucap Abah dan Syahril tak Bergeming.
"Ril duduk nak, Umma sama abah mau bicara." Umma ikut bicara dan Syahril pun duduk di hadapan mereka tapi tak ingin melihat ke arah orang tuanya dan itu membuat abah menarik nafas dalam.
"Ril, maafkan Abah nak. Abah juga tidak setuju dengan perjodohan ini. " Ucap Abah, yah sebenarnya Abah juga tidak menyetujui ini dan Abah pun menentang kali keinginan Abah nya.
Selama ini Abah ingin menjelaskan kepada Syahril tapi Syahril selalu menghindari kedua orang tuanya sehingga Abah tak memiliki waktu untuk sekedar berbincang kepada anak bungsunya.
__ADS_1
"Abah dengar dari Ryan, Syahril sudah punya pacar? coba bawa pacar Aril ke rumah, Abah mau mengenal pacar Aril." ucap Abah namun aril masih diam tak menggubris nya.
"Nak, kalau anak Umma ini sudah punya pilihan bawa ke kami nak, kenalin pacar aril ke Umma dan abah." Umma ikut menimpali.
"Umma percaya pilihan Aril pasti anaknya juga baik, karena selama ini dia kan yang sering nitip oleh-oleh buat Umma." imbuh Umma dengan senyum manisnya.
Yah Umma sudah tau siapa Mimi karena Aril sudah menceritakan Mimi kepada Umma nya dan setiap kali Mimi pulang dari liburan pasti Mimi selalu menitipkan buah tangan untuk Umma nya walau hanya berupa keripik pisang atau kue.
"Nak, bawa dia ke kami biar kami mengenalnya." Ucap Abah.
"Baik, nanti Aril ajak Mimi ke rumah." Jawab Aril dan hendak berdiri dan mengambil ranselnya.
"Aril mau kemana lagi nak?" Tanya Umma.
"Aril mak ke rumah Ryan." Jawabnya cuek dan berlalu melangkah keluar.
"Nak, Abah mohon jangan pergi lagi. Abah berjanji akan membicarakan nya lagi dengan kakek untuk membatalkan perjodohan ini." ucap Abah memohon dan berjanji kepada Syahril.
"Apa aril sudah tidak sayang lagi sama umma dan abah nak." lirih Umma.
Bukan Syahril tak menyayangi kedua orang tuanya, Syahril hanya kecewa sama Abah nya yang tidak tegas waktu itu. padahal Syahril tidak mengetahui apa yang terjadi setelah dia keluar dari rumah kakeknya.
Dan semenjak itu Aril pun tak jadi pulang ke rumah Ryan lagi dan dia pun membuat rencana untuk membawa Mimi kehadapan orang tuanya namun dia bingung secara sudah hampir dua bulan dia tak saling berkomunikasi.
Setelah menimang-nimang selama satu minggu dia pun harus memberanikan diri untuk menemui Mimi dan dia pun harus memantapkan diri untuk konsekuensi yang akan dihadapinya nanti.
Flasback off
Syahril merasa bahagia akhirnya dia bisa mengajak Mimi untuk bertemu kedua orang tuanya. Namun beda dengan Mimi yang berada dalam kamar dia bingung mau pakai baju apa.
"Aduh mau pakai baju apa ya!" gumam Mimi dengan membolak balikkan baju yang ada di lemarinya.
"Ah jadi bingung." gumamnya.
Mimi yang masih dalam kebingungan didalam kamar. Nyai keluar dari dapur menuju rua gatau untuk membawakan sepiring kue bolu kojo yang baru saja di buatnya. ( Jadi rindu kojo buatannya Nyai ðŸ¤).
"Nah Ril, makan." Ucapnya Nyai sembari menaruh sepiring kojo ke meja dan melihat sekelilingnya. "Mana Mimi Ril?" tanya Nyai setelah tidak menemukan Mimi.
"Dalam kamar Nyai." Jawab Syahril dan mencomot kojo buatan Nyai. "Enak Nyai" punya.
"Iyo makanlah, Nyai tinggal dulu yo." Ucaonya dan berlalu masuk.
Nyai berlalu masuk menuju kamar Mimi dan melihat apa yang sedang dikerjakan cucunya itu.
"Mi." Panggilnya setelah membuka pintu kamar Mimi. "Apo gawe dalam kamar, Syahril duduk dewek an diluar dak sopan nian." Nyai mengomelin Mimi ketika melihat sangat cucu duduk termenung di atas kasur. ( Apa yang dilakukan dalam kamar, Syahril duduk sendirian diluar, tidak sopan).
Mimi melihat ke arah Nyai nya dengan tersenyum "Mimi mau salin baju Nyai." Ujar Mimi ketika melihat Nyai akan mengomelin nya lagi.
"Salin baju apo, dari tadi menung bae macam tu." Jawab Nyai yang terus mengomel. ( Salin baku apa, dari tadi melamun saja gitu)
"Iyo Nyai, Mimi lagi milih-milih baju yang nak di pakek." Ujar Mimi yang akhirnya berdiri lagi di depan lemarinya dan mencari baju yang cocok.
Setelah menemukan yang menurut Mimi cocok dia pun mengganti pakaiannya.
_________________
_________________
Assalamu'alaikum rider Dokter Jantungku, selamat siang semua mohon maaf telat update dari kemaren siang NT/ akun ku bermasalah dan mau pindah ke Mt tapi pas login nya malah beda akun. Alhamdulillah setelah di otak atik dan harus pakai hapus apk dan download lagi apk nya bisa kembali.
Jangan pernah bosan ya di cerita Mimi dan jangan lupa terus beri dukungannya dan jejak nya ya.
VOTE
RATE
LIKE
KOMEN
Eits jangan lupa juga baca dan dukung karya Mimi yang satunya FLOWERS beda akun.
__ADS_1
💗💗 TERIMAKASIH SEBELUMNYA 💗💗