DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
139


__ADS_3

"Tapi bah, kata amak mereka terkena pelesit bah?" ucap kak Syahril dan Mimi beserta kedua abangnya lagi-lagi tercengang.


"Bisa jadi juga dek, kan katanya di ranah minang terkenal akan pelesit itu." ujar bang Afnan.


"Pelesit itu apa bang? Mimi juga sering dengar itu tapi Mimi ndak tau apa itu pelesit. Apa itu sejenis hantu atau jafi jadian?" tanya Mimi.


"Pelesit itu sama dengan palasik yautu adalah orang yang menganut ilmu hitam dek tapi abang ndak tau juga sih hehehehe." jawab bang Afnan.


"Hemmm." ucap Mimi manyun karena mendapatkan info yang akurat.


Semua yang ada disana melihat Mimi manyun ketawa karena bagi mereka Mimi lucu apa lagi dengan muka yang chubby.


Mimi yang melihat mereka ketawa tambahbmanyun dan mengerucutkan bibirnya.


"Huh, malah diketawain lagi," Ucap Mimi dan itu tambah membuat gelak tawa mereka.


"Udah yank tuh bibir jangan di majuin, bijin gemea lihatnya ntar kakak cip*k mau?" ucap kak Syahril dengan memajukan bibirnya dan itu langsung mendapatkan lemolparan bantal serta jitakan di kepala nya oleh abang-abangnya.


Umma yang mendengar itu langsung mencubit perut kak Syahril.


"Dasar anak nakal." ucap Umma dengan mencubit perut kak Syahril.


"Makanya dek kalau dah nafsu buruan di halalkan." Imbuh bang Afnan.


"Iya dek, jangan main nyosor kayak bebek aja." tambah bang Afkar.


"Yaudah Bah, buruan halalin Mimi nya Bah." selorih kak Syahril.


"Yaudah ayo besok kita pinang Mimi." Babah menambah seloroh nya.


Mimi yang mendengar swlorohndari anak dan babahnya menganga tak percaya.


Dihati Mimi sangat bahagia pabikq itu terjadi, tapi Mimi telah memiliki tekad ingin mengejar cita-citanya dan membuat bangga serta membuat kedua orang tuanya bahagia terlebih dahulu baru dia akan memikirkan dirinya sendiri.


"Gimana Mi? mau Babah pinang mimi buqt anak Babah yang nakal ini?" seloroh Babah dan Mimi hanya merona malu dan ada rasa getir di dadanya.


Keluarga yang hangat, tak adakata perbedaan dindalamnya, mereka satu sama lain saling menghirmati dan saling menyayangi. Jujur dari hati Mimi dia ingin menjadi bagian dari keluqlarga ini.


Mereka semua melihat ke arah Mimi danningin mendengar jawaban apa yang akan Mimi lontarkan, Mimi yang merasa di lihat hanya tersenyum.


"Gimana nak?" tanya Umma kembali dan mimi melihat ke arah Umma wanita yang penuh akan kaaih sayang.


"Emm.." Mimi ingin mwngutarakan isi hatinya namun bibirnya keluh.


Babahbyang melihat Mimi seoerti ragu akan berucap dia pun tersenyum dan berkata "Tak usah dipikirkan, ini cuma gurauan saja nak." Ucap Babah namun di wajahnya terlihat semburat rasa kecewanya.


Babah tau kalau Mimi tak ingin menikah muda karena Babah tau Mimi ingunnmengejar cita-citanya dan membuat kedua orang tuanya bangga. Ya cita-cita mulia seorang anak dan itu membuat Babah bangga terhadao prinsio Mimi.


"Iya nak, tak usah dipikirkan ya, Mimi fokus dulu ke cita-cita Mimi. Insya allah kalau allah mengizinkan kelak kalian akan berjodoh Umma dan Babah sangat bahagia." imbuh Umma yang mengerti akannkegelisahan Mimi.


Mimi yang mendaoatkan perhatian dannkaaih sayang dari keluarga Syahril sangat bahagia dan terharu. Mimi yang hanya seorang anak petani biasa si terima dengan tangan terbuka di keluarga ini.


"Makasih Umma." ucap Mimi dwngan memeluk Umma dan di balas oleh Umma.


Kedua abang Syahril dan Syahril sangat bahagia melihat kedekatan Mimi dan Umma mereka. Mereka berharap kebahagiaan ini tak akan pernah pudar.


"Do'akan kami berjodoh ya Umma." ucap Mimi yang masih dalam pelukan Umma.


"Tentu sayang, Umma selalu mendo'akan kalian berdua." jawab Umma dengan melepaskan pelukan nya dan menghapus air mata Mimi yang tanpa permisi turun ke pipinya.


"Kebahagiaan kalian adalah kebahagiaan Umma dan Babah." Ucap Umma kembali.


"Emm gimana kalau malam ini Mimi tidur di rumah Umma ya?" ucap umma mengalihkan suasana hati di ruangan ini.


"Emm ndak usah Umma makasih, Mimi pulang aja." jawab Mimi karena Mimi juga merasa sudah hampir larut.


"Yah Mimi tidur disini saja, malam ini kita sahur bersama. Umma ingin tidur berdua sama Mimi." ucap Umma membujuk Mimi dan itu tak luput dari pandangan Babah.


Babah tercengang atas permintaan sang istri, bagaimana tak tercengang Babah, bila itu terjadi maka dirinya akan tidur sendiri.


"Emm lain kali aja ya Umma. Mimi janji." Ucap Mimi dengan memberi janji agar wanuta yang disayangi bahagia.


"Malam besok aja Umma Mimi tidur disini sama Di'ah, kan besok kita akan bukber sama Ryan dan yang lain juga." ucap kak Syahril dengan idenya.


"Emm good idea, yaudah malam besok Mimi tidur disini ya?" pinta Umma dan Mimi menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Babah yang mendengar istrinya tak jadi tidur bersama Mimi merasa senang.


"Huh selamat." gumam Babah dan didengar swmua orang di ruangan ini.


"Maksudnya selamat apa Bah?" tanya Umma.


"Eh anu emm ndak apa kok hehhe." jawab Babah kikuk karena gumamannya ternyata terdengar oleh anak istrinya.


Ketiga anak babah ketawa girang melihqt babahnya matibkutu di hadaoan Umma mereka.


"Hahaha, bikang aja babahbselamat dari tidur sendirian." celetuk Bang Afkar.


"Hahhaha" merwleka kembali ketawa.


"Huh Dah gaek juga masih saja bucin." selirih bang Afnan.


"Hem kalian ini malah mengolok Babah, seharusnya kalian jadikan Babah ini panutan buat kalian." Ucap Babah.


"Tentulah Babah merupakan panutan kami bertiga." jawab bang Afnan.


"Iya Babah dan Umma adalah oanutan bagi kami. Swmoga kelak ada wanita yang mau terima Afkar apa ada nya." Ucap bang Afkar.


"Betul tuh dek," sahut bang Afnan menyetujuinya.


Karena malam semakin larut Mimi pun pamit kepada semuanya.


"Umma, Babah, bang Afnan, bang Afkar Mimi pulang dulu." pamit Mimi.


"Iya nak." jawab Umma dan Babah.

__ADS_1


"Iya dek hati-hati." jawab bang Afnan dan bang Afkar.


"Yaudah Umma Babah Aril abtar Mimi dulu." ucap jak Syahril.


Setelah menyalami mereka semua Mimi pun pamit pulang dengan diantar ileh kak Syahril.


"Assalamualikum." ycap mimi dan kak Syahril.


"Waalaikum salam." jawab mereka semua dengan mengantar Mimi sampai ke teras.


"Hati-hati dek, jangan ngebut bawa motornya." sahut bang Afnan.


"Iya jangan sampai lecet menantu Umma bisa habis ntar kamu dek." ucap bang Afkar dengan candanya.


"Rebes lah bang." jawab kak Syahril dan dia pun segera melajukan motornya membelah malam yang masih ramai dijalanan.


Sesamapainya di rumah kak Syahril mengantar Mimi hingga depan pintu rumah dan yang membuka pintu adalah pakcik dan setelah menyerahkan Mimi kak Syahril pun pamit.


"Cik, Arik langsung pulablng ya." ucap kal Syahril.


"Ndak nya di dulu Riil." pakcik bernasa basi.


"Emm ndqk usah Cik sudah malam." jawab kak Syahril.


"Oh yaudah kalau gitu hati-hati." ucap pakcik.


"Iya cik, Assalamualikum." pamitnya.


"Waalaikum salam." jawab pakcik dan Mimi.


Setelah menyalami pakcik dan Mimi kak Syahril pun pulang.


Setelah kepergian kak Syahril Mimi segera mengirim pesan ke Dewi kalau dia ndak jadi pulang bersama Dewi, ternyata Dewi belum tidur dan dia membalas pesan Mimi dan beruntungnya Dewi juga belum memesan tiket dan rencanya Dewi juga menunda kepulangannya.


Setelah berkirim pesan mimi segera tidur agar tidak telat bangun buat sahur.


Sehabis sahur Mimi segera membereskan dan mencuci piringnya dan setelah itu Mimi berwudhu. Mimi menyempatkam diri untuk tahajud karena maaih ada waktu dan setelah itu Mimi mengaji menjelang subub tiba.


Sehabis subuh Mimi membersihkan rumah dan setelah itu dia mencuci pakaian kotor yang ada dengan mesin cuci. Setelah semua beres dan menjemur Mimi hendak kembali tidur.


Jam sembilan pagi kak Syahril, kak Ryan dan kak Andri sudah berada di rumah Mimi. Mimi yang masih tertidur di bangunkan oleh Nyai.


"Mi, bangun itu sudah ada Syahril." Nyai mbangunkan Mimi sedang kak Syahril dan yang lain seperti biasa mereka rebahan di depan tv.


Suasana yang mereka rindukan disaat di rumah Nyai mereka santai dengan rebahan bahkan tertidur di depan tv.


Mimi yang mendengar nama kak Syahril disebut langsung terbangun dan keluar dari kamar. Mimi melihat ketiga lelaki tersebut rebahan bahkan mata mereka mengatup.


"Hem, tertidur mereka." gumam Mimi dan langsung oergi kekamar mandi ubtun mencuci mukanya.


Setelah mencuci muka Mimi kembali maauk dan melihat mereka masih tertidur dan mimi merasa kesal.


"Huh datang cuma buat bangunin aja dan ditinggal tidur." Gumam Mimi.


Tak lama terdengar salam dari luar dan ternyata Di'ah yang datang. Di'ah bengong melihat ketiga lelaki yang tertidur tersebut.


"Iya Di'ah Mimi lagi tidur di bangunin Nyai sekali bangun eh di tinggal tidur." ucap Mimi. Mimi dan Di'ah menunggu mereka berdua sambil bercerita kalau nanti malam mereka akan bukber dengan keluarga besar Syahril dan mereka berdua akan tidur di rumah kak Syahril.


Satu jam kemudian ketiga cowok ini pun bangun dan tanpa dosanya mereka bertanya kepada Mimi dan Di'ah.


"Eh yang sudah siap?'' tanya kak Ryan.


"Loh yank kok belum ganti baju?" tanya kak Syahril yang melihat Mimi masih pakai baju santainya.


Mimi dan Di'ah bengong mendengar ucapan mereka seolah tanpa dosa.


"Hem iya dah siap sejam yang lalu bahkan lebih." sindir Di'ah.


"Hem buat apa bersiap cepat ntar kusut bajunya." ucap Mimi dan mereka pun hanya tersenyum.


"Yaudah sana bersiap." ucap kak Syahril dengan perintahnya dan Mimi pun langsung beranjak masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian dan setelah siap mereka pun berangkat.


Mimi dan Di'ah hanya ngikutbaaja karena mereka berdua tak tau mau di ajak kemana.


Satu jqm perjalanan Kami berhenti disalah satu mall yang berada di jambi ini ternyata kak Syahril dan yang lain akan berbelanja pakaian lebaran.


Kak Syahril juga menyuruh Mimi untuk memilih pakaian yang Mimi suka begitu pula dengan kak Ryan, dia juga menyjruh Di'ah untuk memilih pakaian yang disukainya.


Awalnya mimi dan Di'ah menolak karena merasa tak enak hati namun mereka tetap memaksa bahkan mereka memilihkannya sesuai selera mereka buat pasangannya.


Kak Syahril dan kak Ryan memilih baju muslim couple dan mereka mengambil baju couple tersebut dan memasukkan kedalam tas barang.


Disaat mereka sedang memilih pakaian Mimi ketemu Dewi yang ternyata dia juga sedang belanja pakaian di mall ini.


"Eh Wi, lagi belanja." sapa Mimi.


"Eh iya Mi, Mimi juga lagi belanja ya? wah enaknya yang belanja sama pacar." ucaondewi dengan candanya.


Kak Andri memperhatikan Dewi secara diam-diam dan itu taknluout darinoandamgan kak Syahril dan kam Ryan.


"Ndri, mending Lo deketin Dewi aja." bisik kak Ryan.


"Iya Ndri, move on keg. Dewi anaknya manis juga dan kayaknya dia baik." bisim ka Syahril.


"Dewi sama siap? mana Tari?'' tanya Mimi.


"Sendiri Mi, Tari sudah pulang dia." jawan Dewi.


"Dewi kapan pulang?" tanya Mimi.


"Mungkin besok pagi atau sore aja lah Mi," Jawab Dewi.


"Ej ada Dewi.''ucap Kak Ryan basa bas.


" Iya kak." jawab Dewi.

__ADS_1


''Sama siapa Wi?' tanya kak Syahril.


"Sendiri kak." jawabnya.


"Kok sendirian Wi, ndak.ngqjqk cowoknya?" tanya kak Ryan kembali.


"Dewi mggaknounya cowok kak, ah kak Ryan ini geledeki Dewi mentang-mentang belanja sama Di'ah." jawab Dewi manyun.


"Haha lah cowok yang noasa sama dewi kemana?' tanya kak Syahril.


" Itu bukan cowok Dewi kak, abang Dika itu sepupu jauh Dewi. yerang Dewi.


"Oo ." ucap mereka bertiga.


"Sama Andri may nggak Wi?" ucap ka Ryan mencomblangi Andri dan Dewi, sontak membuat kak Andri,Mimi dan Di'ah melotot tak percaya sedangkan Dewi hanya merona.


"Cie cie Dewi merona mukanya." kak menjahili Dewi dan kak andri hanya menatao ke arah Dewi.


"Nggak jelek-jelek amat dananis anaknya." bayin kak Andri.


"Gimana Wi?" tanya kak ryan yang masih menjahili Dewi.


"Emm kakak ini aoanya yang gimana?" tanya Dewi balik.


''Mqu nggak sama Andri. Andri lagi jomblo tuh.'' ucap kak Ryan.


"Yank, apa-apaan sih." bisik Di'ah.


''Sst jangan cburi yank, kakak hanya mau comblangi mereka berdua aja.'' ucap lak ryan kepada Di'ah dengan mengedipkan matanya sebelah.


"Emm apalah Dewi kak, ndak sepadan lah dengan.kak andri." jawab Dewi.


"Ndak sepadan apanya?" ucapnkak Syahril.


"Ya Dewi inilan hitam, jelek lagi sedangkan kan Andri bisa dikatakan sempurna." Dewi merasa minder.


Yah Dewi anaknya berkulit hitam namun manis, berbulu mata lentik dan tinggi nya juga hampir sama dengan Amanda semekot semeter kotor hahahaa tapi lebih kok dari semeter sekotar 140cm lah.


"Hitam manis kok." celetuk kak Andri dan kami semua melihat ke arah kak Andri tersenyum namun siempunya pujian masih dengan gaya cueknya.


"Cie cie kak andri." ucap Mimi.


"Ehem ehem hitam manis." sindir Di'ah dan kami pun ketawa sedangkan Dewi tersenyum merona karena malu dan ada rasa bhagia mendapat pujian dari kak Andri.


''Emm jadi gimana Ndri?" tanya kak Syahril.


"Gimana apanya?" tanyabkak Andri balik.


"Ah lo Ndri, gimana mau nggak sama Dewi." timpal kak Ryan.


"Lah Lo pada nanyain ke gue,? tanya kak Andri dengan gaya cuek.


"Ckk elo tulalit amat Ndri kelamaan jomblo Lo." ucap kal Syahril.


"Kalau gue mah oke oke aja nah Dewi sendirinmau nggak ama gue, seharus nya kalian itu nanya ma dia." jawabbl kak Andri.


"Songong lo jadinlaki nggak ada romantis-romantisnya." ucap kak Ryan.


"Gimana Wi, Dewi mau nggal sama kak Andri?" tanya Mimi.


"Hah emm gimana ya." Dewi ragu mau menjawab apa. Dia takit ini hanya gurauan semata namun dihatinya berharap kalau ini bukanlah gurauan.


"Tuh Ndri, Dewi jadi ragu mau ngejawab apa karena lo gak serius gitu." ucap kak Syahril.


"Gimana Wi? nggak usah ragu kak Andri orangnya emang gitu nggak suka gombal apa lagi romantis." sindir Mimi.


"Nah itu Mimi tau." jawab kak Andri


"Ya tau lah kak, cuma kan kakak harus kasih lata-kata mutiara keg buat nembal Dewi." ucap Mimi lagi.


"Iya ndri betul.kata Mimi masih Dewi main iya aja nerima Lo, mtar Dewi bilang iya eh ngvak taunya lo ngeprank lagi.". timpal kak Syahril.


"Lo pada tau kan kalau gue orang nya nggak suka main-main. Oke lah kalau itu mau nya kalian." ucap kak Andri.


"Wi, kakak orangnya nggal oandai mengurai kata romantis tapi kakak serius mau nggak Dewi jadi pacar kakak dunia akhirat." ucap kak Andrindenganntatapn serius dannkaminsemua tercengang dengan ungkapan kak Andri dengannkata oacar dunia akhirat.


"Maksud kakak dunia akhirat apa?" tanya Dewi belum percaya akan ucapan kak Andri.


"Kakak orang nya serius Wi, kakak nggak mau hanya sekedar pacaran semata, kakak ingin menjalin hubungan yang lebih serius." ucaonlak Andri gentle Dewi mendengarnya terharu dan menganga.


"Maksud kakak?" tanya Dewi kembali.


"Kalau dewi mau kita tak hanya sekedar pacaran tapi kalau kedua orangbl tua kita setuju kakak ingin kita menikah." ucao kak Andri dengan mantap dan dewi pun menganggukan kepalanya.Akhirnya mereka pun resmi jadian.


"Emm kalau gitu ntar malam Dewi ikut bukber bersama kita ya?" ucapnkak Syahril.


"Iya sekalian kenalan ma orang tua Andri." timpal kak Ryan dan Dewi menganggukan kepalanya tanda setuju.


"Emm tlyaudah kalau gitu kita lanjut ke kasir, dewi sudah belanja nya?" ucap kal Ryan.


"Sudah kak." jawab Dewi dengan mengangkat belanjaannya dan kami oun menuju ke kasir.


Tanpa sepengetahuan kami semua kak Andri mengambil baju couole dua dan dia memilih ukuran yang sesuai dengan Dewi.


Assalamualaikum ahamdulillah doktetlr jantungku up kembali. selamat menunaikan ibadah puasa.


Jangan lupa selalu beri dukungan dan jejak nya berupa.


FAORITE


RATE


VOTE


LIKE

__ADS_1


KOMEN


...TERIMAKASIH...


__ADS_2