DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
penjagaan


__ADS_3

Riset penelitian tentang jantung telah selesai, sekarang Mimi mulai ada waktu untuk dirinya sekedar merehatkan badan, waktu Syahril di LA pun tinggal beberapa hari lagi, menjelang dia akan pulang ke tanah air, hati serta pikirannya tidak tenang.


Syahril terus di hantuinrasa kekhawatiran, dia takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, terutama pada Mimi.


Syahril yang tau betul bagaimana sikap dan sifat dari adik-adiknya Jonathan yang begitu berambisi bisa melakukan apa pun untuk mendapatkan keinginannya.


Tak hanya Syahril, Ryan pun begitu namun Ryan tak memperlihatkan nya beda dengan Syahril yang sangat terlihat kegelisahannya.


Syahril selalu sholat tahajud dan istikharah di kala hati dan pikirannya tak tenang, tak lupa dia juga berdzikir agar hati dan pikirannya kembali tenang, namun entah mengapa semua apa yang dilakukan nya tak membuahkan hasil.


Selama syahril disana, Syahril selalu memantau Mimi bahkan Syahril turun tangan untuk mengantar jemput Mimi menuju dan pulang dari kampus nya.


Tak hanya Syahril, Ryan pun begitu adanya. Ryan juga selalu mengantar Di'ah kerja ya walaupun sekalian dengan dirinya juga.


Karena merasa tidak tenang Syahril dan Ryan pun memesan dua chip GPS yang mana nanti akan di letakkan pada kalung yang telah mereka pesan dan akan diletakkan pada ponsel Mimi dan Di'ah.


Esok hari Syahril dan Ryan akan kembali ke tanah air. Mimi dan Di'ah tidak bisa mengantar ke bandara. Berulang kali Syahril selalu mengatakan kepada Mimi agar selalu berhati-hati.


"Dek, ingat pesan Kakak." ucap Syahril mengingatkan Mimi.


"Iya kak." jawab Mimi sembari merangkul lengan Syahril.


"Maafkan Mimi ya tidak bisa antar besok pagi." ucap Mimi.


"Iya ndak apa, oh ya ini buat adek." ucap Syahril dengan memberikan sebuah kalung berliontin hati yang mana disekelilingnya di taburi berlian dan tengahnya juga sangat unik !menurut Mimi.


"Sini kakak pasangkan." ucap Syahril dengan segera memasangkan kalung tersebut tanpa melepaskan kalung yang berada di leher Mimi.


Yah di leher Mimi juga ada kalung namun tanla liontin pisah. Kalung dileher Mimi juga ada mianan berbentuk bulat dan di tengahnya seperti ada batu.


Saat Syahril melihat kalung itu Syahril tau jika kalaung itu juga terpasang GPS, Syahril juga tau jika kalaung itu pemberian Abizar maka dari itu Syahril tidak melepaskan kalung tersebut daeinleher Mimi.


Tak hanya Syahril yang memberikan kalung pada Mimi, Ryan pun juga memberikan kalung serupa beda model kepada Di'ah. Ryan dan Di'ah yang sedang keluar untuk dinner dan saat itu pula Ryan memberikan kepada Di'ah


Mimi dan Syahril hanya berada di apartemen, mereka berdua lagi malas untuk pergi alias mager jadilah mereka hanya makan malam bersama!a di apartemen dan duduk-duduk di balkon kamar Syahril.


"Dek, ingat ya jangan pernah percaya sama orang lain sekalipun adik sudah mengenalnya lama." ujar Syahril.


"Emang kenapa?" tanya Mimi sembari melihat ke arah Syahril.


"Sebenarnya perasaan kakak tidak tenang, dari kemarin." ujar Syahril.


"Istighfar di banyakin kak." ucap Mimi.


"Iya, tapi tetap saja perasaan kakak tidak tenang !meninggalkan kamu."


"Hummm huh, jika Jenny atau Carol ngajak kamu jalan jangan mau ya?" ucap Syahril.


"Loh emang kenapa?" lagi-lagi Mimi bertanya.


"Kakak cuma tidak mau mereka berdua berbuat yang tidak-tidak sama kamu dan Di'ah nanti." ujar Syahril.


"Berbuat tidak-tidak, maksudnya?" ucap Mimi.


"Mereka itu terlalu berambisi dek, kakak takut mereka akan nekat melakukan apapun yang bisa mencelakai kalian." ucap Syahril denagn terus !mengelus kepala Mimi yang bersandar di bahunya.


"Bukannya mereka berdua adiknya Jonathan?" tanya Mimi.


"Iya, mereka berdua adiknya Jonathan. Tapi sifat mereka berbeda. Yang jelas nya adek jangan mau di ajak kemana-mana atau menerima minuman atau makanan dari mereka ya?" ucap Syahril.


"Kakak tidak mau kejadian yang menimpa adek duku terulang kembali."


"Kalau samapai itu terjadi, akan kakak bunuh mereka berdua." ucap syahril dengan mengepalkan tangannya.


"Ndak boleh suudzon gitu kak, Mimi lihat mereka berdua baik kok orangnya." ucap Mimi.


"Kakak bukan suudzon, kakak hanya waspada saja."


"Walau kakak minta Jonathan buat menjaga kalian berdua, yang namanya ular tetap ular dek kapan saja bisa !emaguk saat kita lengan."


"Pokonya, baik adek atau Di'ah harus waspada sama mereka berdua." ucap Syahril.


"Iya." jawab Mimi dengan tersenyum, syahril mencium kening Mimi dan kembali memeluk hangat Mimi.


Keesokan hari, pagi-pagi Syahril mengantar Mimi ke kampusnya terlebih dahulu, begitu juga Ryan !mengantar Di'ah ke rumah sakit untuk berkerja sebelum mereka berdua berangkat ke bandara.


Syahril dan Ryan selalu mengulangi ucapan mereka yang semalam pagi ini sehingga me!buat Mimi maupun Di'ah hafal setiap kata-kata nya.


"Kakak langsung ke bandara ya" ucap.


"Iya hati-hati, jangan lupa kabarin Mimi kalkau dah sampai." jawab Mimi.


"Tentu dong." ucal Syahril dengan mencium kedua mata, kedua pipi, hidung serta mengecup bibi Mimi.


"Iss kakak malu di liatin orang." elak Mimi saat Syahril akan mengulangi ciumannya.


"Hahaa disini orang-orang dah biasa dek, ini luar negeri sayang bukan Indonesia." ucapnya dengan !mengelus pioi Mimi.


"Tegap aja kak, malu di lihat orang." jawab Mimi


"Yaudah jangan !ajukan bibirnya ntar kakak sentup lagi nih hehee" ucap Syahril menggoda Mimi.

__ADS_1


"Eh" ucap Mimi langsung menutup bibir nya dengan kedua tangannya.


"Yaidahbkakka berangkat dulu ya, assalamualaikum." ucaonya dengan memeluk Mimi dan menyalami Mimi.


"Iya waalaikum salam." jawab mii dengan !encium tangan Syahril.


Syahril langsung menaiki taksi yang menunggu nya, tanpa Mimi maupun Syahril sadari, interaksi mereka berdua selalu di pantau seseorang dan orang tersebut tersenyum licik ke arah Mimi.


Syahril yang telah berada di taksi langsung menuju rumah sakit u tuk menjemput Ryan.


"Dek, ingat kata kakak ya jangan pernah percaya sama orang yang baru kamu kenal, awla!u waspada." ucap Ryan pada Di'ah.


"Iya yank, doakan saja aku disini baik-baik saja." ucap Di'ah.


"Aku selalu mendokan kamu" ucap Ryan dengan memeluk Di'ah.


"Yaudah itu Syahril telah sampai, kakak pergi dulu ya. Ingat kata-kata kakak." ucap Ryan dengan mengulurkan tangan nya pada Di'ah


"Iya sayang." jawab Di'ah dengan !encium tangan Ryan.


"Hati-hati ya kak jangan lupa kabarin kalau sudah sampai." ucap Di'ah.


"Iya, Kaka pergai dulu ya, assalamualaikum." ucap Ryan.


"Waalaikum salam." jawab Di'ah.


Di'ah mengantar Ryan sampai ke taksi.


"Jaga diri ya Di'ah, ingat pesan-pesan kami." ucap Syahril.


"Iya kak, insya Allah." ucap Di'ah.


"Udah kami berangkat ya, assalamualaikum." ucap Syahril.


"Waalaikum salam." ucap Di'ah.


Tanpa sengaja Ryan melihat Carol di pintu masuk, terlihat dari tatapan Carol kalau dia benci adegan yang barusan dilihatnya.


"Yan, kau lihat ada Carol di pintu masuk?" tanya Syahril yang ternyata juga melihatnya.


"Iya" jawab Ryan, di dalam hatinryan selalu berdoa agar tunangan nya selalu dalam lindungan Allah SWT.


"Bagaimana Mimi tadi Riil?" tanya Ryan.


"Ya tadi aku mengantarnya sampai depan kampusnya saja." ucap Syahril dengan !menyandarkan kepala nya di sandaran bangku taksi.


"Aku harap mereka berdua baik-baik saja." ucap Syahril lagi.


"Hem aku harap gitu." jawab Ryan.


"Baguslah, aku juga sudah kirim pesan ke dua untuk menyusul ke bandara." ucap Ryan yang ternyata sejati dengan Syahril.


Mereka berdua telah sampai bandara, mereka sengaja belum masuk ke ruang tunggu karena mereka menunggu seseorang yang telah dinytusnya untuk datang ke bandara.


Syahril dan Ryan saat mereka berada di bandara, hati mereka sesungguhnya berat melangkahkan kaki masuk kedalam bandara ini.


Namun mereka masih ada tugas yang belum terselesaikan, yah mereka berdua ingin memajukan rumah sakit yang selama ini dikelola babah dan Umma, mereka ingin kota jambi memiliki rumah sakit bertaraf internasional kelak.


Syahril mondar mandir menunggu salah satu anak buahnya datang, hati nya selalu merasa tidak tenang apa lagi tadi dia sempat melihat bagaimana tatap an Carol.


Yah walaupun Mimi tidak berurusan dengan Carol namun pastinya kakak Carol Jenny akan turut ikut merencanakan sesuatunya nanti.


"Riil, duduklah." ucap Ryan.


"Hemm, kenapa lama sekali si Back sampenya." ucap si Syahril.


"Markas kesini cukup lumayan jauh Riil." ucap Ryan berusaha beraikap tenang.


Syahril, Ryan, Abizar, Adrian, Rendi dan Arfan memiliki kelompok tersendiri yang khusus hanya mereka saja yang mengetahui.


Syahril dan abkzar serta Ryan memegang dua kelompok di negara ini, yang bernama black lion kelompok ini diketahui oleh sahabat-sahabat Abizar termasuk Jonathan, Jeremy dan Yohanes.


Dan yang Blackjack dragon hanya Abizar Syahril dan sepupunya yang tau. subkelompok ini terdiri dari orang-orang yang berpendidikan militer, hacker, serta penembak jitu.


Di kelompok ini di pimpin oleh Jack yang merupakan teman Syahril sewaktu dibandung.


Tak lama yang di tunggu pun tiba, dengan jalan tergesa Back berjalan menuju Syahril dan Ryan.


"Sorry bro am late." ucapnya.


"Its oke." ucap Syahril.


"Ayo kkta bicara disana." ajak Syahril menunjuk sebuah cafe yang berada di didalam naungan bandara.


Setelah sampe di cafe itu syahril dan Ryan pun mulai membicarakan perihal !menyangkut keselamatan orang tercinta nya.


"Back, aku ada tugas buat mu." ucap Syahril.


"Apa itu?" tanya Back.


"Kenalin dulu ini tunagannku dan ini tunagna Ryan dan mereka berdua kerja disini, di rumah sakit ASRM hospital." ucap Syahril sembari menunjukkan foto Mimi dan Di'ah.

__ADS_1


"Hmm tunggu bukannya ini istri Alzam." tanya Back yang memang sudah mengetahui wajah Mimi.


"Hmm." ucap Syahril ada rasa cemburu dihatinya.


"Tapi itu dulu sekarang aku calonnya." ucap Syahril.


"Hahahaha" Back tertawa.


"Tenang saja, tanpa kau katakan aku sudah duku dinpinta Alzam untuk menjaga nya."


"Di rumah sakit ASRM juga ada orang kita disana, bahkan di kampus nya juga ada orang kita." ucap Back.


Ryan dan Syahril melongo, mereka terkejut dan heran serta meraka takjub pada Abizar semua telah di rencanakan nya sedemikian rupa.


"Alzam pernah cerita kalau kelak calon istrinya yang merupakan cinta pertama mu akan berada disini."


"Terakhir sewaktu dia akan bertunangan, alam bilang kalau Carla ada di Indonesia."


"Alzam telah memberikan perintah kepada kami untuk mnegawasi nya." ucap Back.


"Kau tenang saja, aku dan yang lain berupaya untuk menjaga kelasihbkalian berdua. Cuma satu ak pinta kepada kalian ingatkan kelasih kalian agar tidak mempercayai orang yang baru mereka kenal di ruang lingkup kampus atau rumah sakit." ucap Back.


"Oke Back, kalau begitu ceritanya aku tidak khawatir lagi." ucap Ryan.


"Oh ya Ryan, Carol kau juga harus mengingat kan kekasih mu jangan terlalu dekat dengannya.


"Carol masuk ke geng meruza, kau tau sendiri kan geng itu?" ucal Back.


"Iya itu geng pengedar narkoba." Ucap Ryan.


"Yea kau benar, tak hanya Carol saja. Jenny juga ikut dalam geng itu." ucap Back.


"Hemm oke back, aku percaya sama kamu. Kau percayakan berlian ku padamu jangan sampai beelianku lecet sedikit lun." ucap Syahril.


"Siap bos, kalan kalian kembali kesini? bagaimana apa rencana kalian di kita kalian berhasil?" ucap Back.


"Alhamdulillah insya Allah awalntahun depan semua sudah selesai karena kita saat ini dalam tahap perluasan tempat." ucap Syahril.


"Hmm baguslah, kalau butuh peralatan medis kau bisa pesan ke kita Riil." ucap Back.


"Siip, oke kalau gitu aku dan Ryan akan masuk kedalam. Terimakasih bro." ucap Syahril.


"Oke salam buat Afnan dan Afkar." ucap Back,


"Baiklah nantinakan ku sampaikan." ucap Syahril, mereka lun bersalaman ala mereka dan mereka pun berpisah.


Setelah Ryan dan Syahril masuk kedalam, Back mengambil ponselnya dan memberitahu teman-teman nya untuk terus waspada karena Back meyakini kalau musuh mereka pasti akan segera bergerak.


Mimi di kampus belajar seperti biasanya, Mimi di kampus ini juga memiliki banyak teman. Banyak yang ingin berteman sama Mimi karena Mimi orangnya yang hamble pada siapa pun.


Tali di antara yang berteman itu ada beberapa orang yang terselubung dan mulai mengatur siasatnya.


Mimi yang tidak pernah berpikiran negatif pada orang, tidak mengetahui gerak gerik orang yang dekat dengannya.


Mimi satu kelas dengan Johan serta tunangannya dan Dimas, Mimk merasa berada di kampus negara sendiri karena mereka lah yang bisa Mimi ajak berbahasa Indonesia.


Cindy istri Dimas juga melanjutkan kuliah ya disini, Cindy juga mengambil ilmu kedokteran.


Di'ah yang sudah mulai berbaur dengan para perawat serta dokter di rumah sakit juga sudah mulai enjoy dengan perkerjaan nya.


Di'ah ditempatkan di bagian perawatan penyakit dalam. Jonathan selalu memantau Di'ah dari kejauhan.


Jonathan mulai menjaga secara ketat terhadap Mimi maupun Di'ah karena kedua adiknya tidak bisa di nasehatin secara baik-baik.


Seperti saat ini, jenny selalu meminta Jonathan untuk membantunya mendapatkan Syahril.


"Jo plisss" ucap Jenny yang berada di dalam ruangan Jonathan.


"No Jenny, kau harus sadar dirinya Jenny. Syahril tidak menyukai mu, bahkan untuk melihatmu saja mungkin dia jijik." ucap Jonathan.


"Jika kau tidak mau membantuku, aku akan melakukannya sendiri." ucap Jenny.


"Kau jangan macam-macam Jenny.. Ingat kau bisa seperti ini dan bisa berkerja disini karena siapa?"


"Jangan kau lupakan kebaikan mereka terhadap mu." ucap Jonathan.


"Justru itu Jo, agar aku tidak meluoakan kebaikannya aku harus mendapatkan nya. Aku harus menjadikan Syahril menjadi milikku."


"Cukup Jessy yang gagal mendapat kan Alzam,tapi tidak dengan ku." ucap Jenny.


"Aku peringatkan kau sekali lagi Jenny, jangan salahkan aku jika karirmu bahkan dirimu hancur sehancur-hancurnya jika kau menyentuhnya secuil pun." ucap Jonathan.


"Hah aku tidak peduli," ucap Jenny dan langsung pergi meninggalkan Jonathan.


Jonatahan yang kesal akan kelakuan adik-adiknya pun merasa frustasi,.


"Achhhh" teriak Jonathan dengan menarik rambutnya ke belakang.


"Ya Tuhan, jangan kau kabulkan keinginan gila adikku. Aku mohon lindungilan nona muda rumah sakit ini." ucap Jonathan.


Setiap pulang kamlus Cindy selalu menunggu sang suami, Cindy merasa cemburu di hatinya kala Dimas tersenyum hangat pada Mimi.

__ADS_1


Padahal Cindy telah mengetahui bagaiman ceritanya masa lalu dari Dimas dan Mimi.


tbc


__ADS_2