
"Terus apa yang terjadi setelah kakak menerima WA Kakek?" tanya Mimi.
"Tak mungkin hanya WA membuat kakak tidak fokus berkendara." ucap Mimi..
"Mi, emm sebenarnya emm kita huum huh waktu itu.." ucap Ryan mencela saat Syahril akan menceritakannya.
flasback on
Pagi hari Syahril membuka ponselnya karena sedari semalam ponselnya off, saat dia mengaktifkan ponsel begitu banyak notifikasi masuk dan yang paling banyak dari sang Kakek yang dia rindukan.
Tak menampik Syahril sangat merindukan sang kakek, Syahril juga sangat menyayangi nya begitu pula Kakek yang juga menyayangi Syahril.
Dari sekian banyak cucu hanya Syahril yang dia sayangi, anak dari pasangan Syarif dan Aisyah. Anak dari pasangan yang tidak dia restui awalnya.
Syahril yang dia asuh tepatnya dipaksa asuh dari Syahril berusia 5tahun. Syahril pun kala itu sangat senang karena dia selalu di manja oleh Kakek dan Paman bibinya di kota kembang.
Beriringan waktu sang Kakek pergi berkunjung ke Kairo untuk melihat ke adaan pesantren sang sahabat, Kakek juga menaruh saham nya disana.
Enatah apa awal mulanya mereka berdua menyepakati akan menjodohkan cucu-cucu bungsu mereka. Kebetulan Syahril juga merupakan salah satu cucu bungsu dari salah satu anak nya.
Dan saat ini pula mereka menyepakati jika perjodohan itu segera di tuntaskan dengan tali pernikahan. Kakek beberapa kali menelpon Syahril tetapi ponsel Syahril tidak aktif, maka dari itu sang kakek mengirim chat WA.
Syahril ketika melihat beberapa pa ggilan dari sang Kakek ingin langsung menghubungi namun dia memutuskan terlebih dahulu membuka pesan Kakek.
"Assalamualaikum, cucu Atuk. Apa kabarnya sayang, atuk sangat merindukanmu. Begitukah caramu setelah menempuh pendidikan tinggi! tidak ingin lagi kah kau menghubungi Atuk mu ini!" pesan pertama.
"Nak, Atuk langsung saja. Seperti yang kamu ketahui akan perjanjian persahabatan Atuk dengan sahabat Atuk di kairo. Kemarin dia menghubungi Atuk, dia ingin kalian segera menikah." pesan kedua yang !ulai membuat Syahril turun naik nafas nya.
"Dan mereka ingin kalian secepatnya menikah dalam dua bulan ini, bahkan mungkin lebih dipercepat yang jelas paling cepat dipertengahan bukan depan." pesan ketiga.
"Dan segala urusan biar Atuk yang urus buat cucu kesayangan Atuk ini, kamu beserta Umma dan Babah mu tinggal terima beres saja, kamu persiapkan diri saja." pesan ke empat.
"Oh ya mereka juga meminta acara nya di Jambi, jadi Atuk akan putuskan acara di rumah orang tuamu.Tanpa setuju atau tidak nya kalian, Atuk akan mempersiapkan nya." pesan kelima.
"Sudah dulu, Atuk harap kamu pun membantu Atuk untuk tidak mengingkari janji. Cukuplah Babah mu yang me!buat Atuk malu. Assalamualaikum. pesan terakhir.
Syahril yang sedari awal getar getir untuk membaca pesan itu dan setelah membacanya semakin marah akan sikap Atuk nya yang selalu memaksakan kehendaknya.
Syahril kecil dulu memanggil kakeknya adalah Atuk, stelah dia tumbuh menjadi remaja entah mengapa dia mengubah panggilan menjadi Kakek.
Prang Syahril melempar ponselnya keseimbangan tempat sehingga tepat sasaran ke teko kaca yang ada di kamarnya.
Ryan yang kebetulan malam itu tidur di rumah Syahril dan dsia belum bangun terkejut ketika mendengar suara pecahan.
"Achhh breng sek," ucapnya dengan nafas yang memburu dan menarik rambutnya ke belakang serta dia terduduk dengan kepala dia taruh ke atas kedua lututnya
"Riil hei ada apa?" tanya Ryan dengan suara serak habis bangun tidur.
"Hei Riil, ada apa?" tanya Ryan dengan mengguncang tubuh Syahril.
Syahril mendongakkan kepala nya dan melihat Ryan.
"Kenapa harus aku Yan, kenapa !!!!" ucap Syahril dengan mengguncang tubuh Ryan, Ryan yang mendapati kegalauan pada diri Syahril pun ikut bingung.
"Maksud kamu apa Riil, tenanglah dulu, ceritakan pelan-pelan." ucap Ryan.
"Kenapa harus aku, kenapa Kakek harus memilih aku Yan kenapa!!" ucap Syahril yang awalnya lirih berakhir dengan teriakan.
"Achhh." ucapnsyahril lagi dengan menunjukan tangannya ke pinggiran ranjang.
"Aku benci Kakek Yan, aku benci." ucapnya lagi dengan sorot mata penuh kebencian dan memerah menahan amarah.
"Heii istighfar, jangan ikuti kemauan setan, istighfar Riil. Tarik nafas pelan dan hembuskan pelan juga." ucapnsyahril dan Syahril pun mengikuti saran Ryan dengan beristigfar seraya menarik nafasnya pelan-pelan.
"Astaghfirullah hummmmm huh" ucapnsyahril dengan menarik nafas berulangkali.
"Gimana sudah tenang? coba ceritakan ada apa?" ucap Ryan dan bertanya.
"Kamu lihat saja pean Kakek." ucap Syahril dengan menunjuk ke arah ponsel yang teronggok sempurna di sudut.
Ryan berjalan dan mengambil ponsel Syahril yang sudah basah terkena air dari teko dan dengan layar sedikit retak, beruntungnya tuh ponsel masih bisa hidup.
Ryan membaca pesan WA dari sang kakek, Ryan berkali-kali menghembuskan nafasnya dan menggelengkan kepala. Lalu ia ikut duduk di samping Syahril seraya menatap Syahril.
"Pertengahan bulan depan," gumam Ryan.
__ADS_1
"Kamu harus gerak cepat juga Riil, kamu ajak Mimi menikah segera." ucap Ryan memberikan ide gilanya.
"Bagiamana bisa Yan, kau tau sendiri aku dan dia sudah berkomitmen untuk menyelesaikan kuliah kami dulu baru menikah." ucap Syahril.
"Tapi kalau tidak begitu, apa kau menerima pernikahan dengan ceweknyang tidak pernah kau lihat hah." ucap Ryan.
"Bagaimana caranya agar Mimi setuju?" ucap Syahril.
"Langsung serang titik kelemahannya, Umma dan orangtuanya. Kau tau kan, Mimi sangat mendengarkan kata Umma dan emak. jadi kau telpon Umma tanya apa Umma dan Babah sudah tau perihal ini atau belum." ucap Ryan.
Pucuk di cinta ulam pun tiba, saat nama Umma di sebut Umma pun menelpon Syahril.
"Lihatlah pajang umur Umma, baru disebut langsung Umma datang." ucap Ryan dengan senyuman dan menunjukan ponsel syharil yang masih di tangannya ke Syahril.
"Angkatlah, pasti Umma juga akan menanyakan hal yang serupa." ucap Ryan dengan mendesakkan panggilan dan diserahkan ke Syahril.
"Hallo assalamualaikum nak, kamu baik-baik saja kan. Rill." ucap Umma diseberang telpon dengan cemas.
Iya dia cemas jika Syahril sudah mengetahui perihal pernikahan yang direncanakan kakeknya. Semalam Babah menerimat telpon dari ayahnya itu dan Umma juga mendengar percekcokan Babah dan ayahnya. Sifat babah sangat sama dengan sifat anaknya Syahril, dia akan menyalurkan kekesalan dengan meninju didinding atau apa saja yang bisa dijadikan tempat untuk membuang rasa kesal.
"Waalaikum salam umma." jawab Syahril.
"Apa Umma dan Babah sudah tau?" ucaonya dengan langsung bertanya ke titik sebenarnya
"Iya nak, semalam Kakek menelpon Babah. Umma berusaha menghubungi mu tapi HP mu tidak aktif. Nak, Umma mohon kau bujuk Mimi segera dan kau ajak dia ke LA sekalian. Umma tidak mau kalian berdua tersakiti." ucap Umma.
"Umma kan tau Ma bagaimana Mimi. Coba Umma yang bicara sama dia, semoga nanti Mimi mendengarkan ucapan Umma." jawab Syahril.
"Emm iya nanti Umma akan usahha semaksimal mungkin, nanti Umma juga akan kedesa nya Mimi dan Umma akan bicara sama orang tuanya. Umma akan melancarkan Mimi buat kamu. Nanti Umma juga akan bilang kalau kalian akan hidup bersama di LA. berdoa lah nak, minta sama Allah agar jalan kalian berdua lancar." ucap Umma.
"Iya, Umma. Terimakasih" hpjawab Syahril.
"Yaudah kamu selesaikan urusan kami segera, Umma juga akan bergerak cepat dengan Babah. Kita sama-sama berdoa ya nak." ucap Umma.
"Iya Umma." jawab Syahril.
"Yaudah Umma mau selesaikan pekerjaan Umma dulu, assalamualaikum." ucap Umma.
"Waalaikum salam." jawab Syahril.
Setelah urusan administrasi dirinya untuk beasiswa nya dan segala macam selesai, Syahril menghubungi Mimi dan memberitahu Mimi bahwa dia mendapatkan beasiswa di LA.
Setelah menghubungi Mimi waktu itu, Syahril dan Ryan segera pulang ke Jambi. Tempat utama yang akan dia datangi adalah desa mimi dan Syahril tidak akan mengulur waktunya lagi. Syahril akan membicarakan maksud dirinya kesana kepada kedua orang tuanya.
Syahril berada di rumah orangtua Mimi selama empat hari, orang tua Mimi setuju-setuju saja jika Mimi juga setuju. Setelah beberapa hari dan hari ini Syahril dan Ryan membantu bapak untuk memanen sawit dan sehabis Maghrib mereka kembali pulang ke Jambi.
Karena hujan diperjalanan Syahril tidak bisa membawa mobilnya melaju cepat hingga dia harus pelan-pelan, sampe Jambi telah jam sembilan malam.
Namun apa yang diinginkan malam ini untuk bercerita bersama Umma dan Babah nya tentang perencanaan ya pun pupus sudah, dari daun pintu rumah menuju ruang keluarga Syahril maupun Ryan mendengarkan semua orang yang bersitegang dari arah dalam.
Syahril yang sedikit lega perasaan nya stelah mendapatkan restu orang tua Mimi kembali murka setelah melihat bagaimana sang kakek selalu memojokkan orang yang telah melahirkannya.
Syahril dan Ryan perlahan berjalan masuk kedalam, Umma yang masih bersitegang dengan kakeknya melihat ke arah Syahril dan Ryan yangnseaqng berjalan menuju ke mereka.
"Syahril." ucap Umma ketika dia melihat Syahril sudah ada di alam ruangan ini, semua orang melihat ke arah Syahril.
Hujan petir terus menerjang malam ini, seakan menandakan perang keluarga akan di mulai. Syahril yang emosi nya kembali tersulut berjalan perlahan dengan nafas yang tak beraturan.
"Syahril." ucap semua orang yang berada dalam ruangan tersebut.
"Apa maksud semua ini." tanya Syahril ketika dia sampe dihdapaan semua orang "Dan apa ini? heh undangan. Begitu cepat Kakek bergerak dan mengaturnya" ucap Syahril sink dengan deruan nafas tak beraturan !enahan emosi yang siap meledak.
"Apa ini hah!!!" ucap Syahril yang mulai menaikan oktaf suaranya dan membanting sebagian undangan ke lantai.
"Ini yang Kakek bilang Ariil cucu kesayangan, apa begini cara Kakek memperlakukan cucu kesayangan Kakek Han!! apa begini caranya, ohhh ya ya Aril lupa heh apa pun keputusan Kakek tidak ada yang bisa membantah hahhahaaa." ucap Syahril yang sudah melupakan emosinya.
"Syahril." panggil Babah dengan nada keras namun Syahril tidak menggubrisnya.
"Nak, tenanglah." ucal Umma yang memegang bahu Umma nya.
"Tenang Umma bilang, bagaimana Ariel akan tenang." ucal Syahril yang awalnya lembut terhadap Umma nya kembali meninggikan suaranya dan sorot masa tajamnya melihat ke arah kakek nya.
"Nak istighfar sayang." ucap Ummi parida yang juga ikut menenangkan Syahril.
"Maag Ummi, Umma, hidup Syahril tak akan pernah tenang kalau dia..( Syahril menunjuk ke arah sang Kakek dengan geram dan deruan nafas turun naik) kalau dia selalu mengatur dan mengusik kehidupan Syahril." ucap Syahril dengan mata yang tajam dan gigi yang dirapatkan serta tangan di genggamnya erat seperti tinjuan.
__ADS_1
"Nak tenanglah, kita bjcrakaan baik-baik." ucap sang nenek.
"Tidak ada yang bisa di bicarakan baik-baik kalau sama dia." ucap Syahril lagi dengan menunjuk ke arah kakeknya.
Yah saat ini Syahril tidak bisa mengendalikan dirinya dari emosi sehingga tidak dapat lagi sopan santun yang bisa dia utarakan. Baginya kini dia berhadapan dengan musuh hidupnya.
Wajar atau tidaknya yang jelas Syahril sudah jengah degan kakeknya yang selalu mengaturnya, bertahun lama nya dia menolak perjodohan itu tetapi kali ini sang Kakek masih bersikeras bahkan telah mengatur segalanya.
Sag Kakek berdiri mendekatkan ke arah Syahril dan dia menampar syahril. Plaaaak suara tamparan terdenagr beriringan dengan cilasan petir dari celah jendela.
"Apa ini ajaran mu Aisyah, apa ini yang mau ajjarkan sehingga dia menjadi pembangkang serta tidak ada lagi rasa hormatnya lada yang lebih tua." ucal si Kakek yang tak kalah barangnya.
"Jangan salah kan Umma ku, dia selalu mengajariku untuk menghargai orang yang juga menghargai dirinya kita. bahkan Umma ku juga yang mengajariku untuk tidak mengambil keputusan tanpa ada musyawarah. Tapi kau yang mengajariku menjadi pembangkang dan kurang ajar." ucap Syahril kepada sang Kakek.
Plaaak Syahril mendapatkan kembali hadiah tamparan.
"Mau kau setuju atau tidak semua sudah dilakukan, kau tinggal mempersiapkan diri saja ngerti kau." ucap Kakek dengan. suara yang keras.
"Hahaa Kakek saja ynag menikah dengan cewek itu, bukankah itu pilihan Kakek." ucal Syahril dengan. sorotan mata tajam dan bibir mengatup erat serta gigi yang dirapatkan.
"Kau.." ucal Kakek dengan menunjuk ke Syahril.
"Pokoknya kaaklek tidak mau tau, dan perlu kau ingat sebagain undangan telah tersebar di kampung ini, apa kau ingin seperti babahmu yang akan mempermalukan Kakek. Apa itu mau mu." ucap sang Kakek.
"Riil, nak." panggil Babah. Syahril menarik nafasnya dalam dan terus bernafas naik turun menahan emosinya
"Terserah ala yang akan Kakek lakukan, tali ingat satu hal. Samlai jalan ohn, bahkan sampai Aril mati pun Syahril tidak akan pernah mau minkahi cewek itu. Sampai mati pun syahril tidak akan menikahinya selain Mimi Itu sumpah syahril." ucapan sumpah Syahril disertai dengan gelegarnya petir dari langit.
"Dan ingat, mungkin sejarah akan berulang. Duku Kakek !e!aksakan Babah dengan orang yang Kakek jodohkan namun apa cewek yang Kakek jodohkan gak lebih dari seorang ja lang berhijab." ucap Syahril.
Plaaak Kakek menampar Syahril lagi.
"Jaga ucapan mu." seru Kakek.
yah duku sang Kakek pernah menjodohkan Babah dengan anak sahabatnya juga namun Babah tidak mau bahkan keluar dari rumahnya ayahnya dan menjelang bebrela hari Babah keluar terdengar kabar orang yang akan dijodohkan dengan dirinya telah berbadan dua.
"Haha jaga ucapan, tapi itu benae adanya kan? atau Kakek akan membuat sejarah baru lagi di kehidupan Kakek hah!!. apakah Kakek sudah menyelidiki ini anak. Jangan mimpi Syahril akan menikahinya. Tidak akan ada pernikahan itu sampai Aril mai sekalipun." ucap Syahril dengan geram.
Setelah mengucapkan itu Syahril keluar dengan. langkah lebarnya.
"Riil Syahril." panggil Babah dan yang lain.
"Syahril" seru kakek.
"Riil anakku." ucap Umma dengan tangisan dalam pelukan Ummi Parida.
"Syahril" seru Ryan.
Semua panggilan untuknya tidak sedikitpun di gubris oleh Syahril, dia tetap melangkahkan kaki ke arah luar.
"Ryan, kejar Syahril." ucap abinya.
"Iya Bi, Syahril pamit assalamualaikum." jawab Ryan dan dia pun berlari mengejar Syahril.?? "Waalaikum salam." jawab abinya.
Sepergian Syahril dan Ryan, Umma bangkit dari duduknya dan dihapusnya air mata nya, Umma melihat ke arah ayah mertuanya.
"Puas, puas, sudah puas Abah melihat kejadian kehancuran Syahril, puas." ucal Umma dengan amarah.
"Umma." ucap Babah.
"Kak." ucap Ummi Parida.
"Jika terjadi sesuatu pada anakku, aku yang malahirkannya maka aku pun bersumpah jika terjadi pada anakku samlai magilun Aisyah tidak akan memaafkan Abah camkan itu." ucal Umma dengan berucap sambil mengeratkan giginya dan menunjukkan ke arah ayah mertuanya.
Umma selama ini selalu berubah menjadi menantu baik, ucapan pedas dari sang ayah mertuanya tidak pernah di ambil hati. Namun kali ini seakan kesabarannya, kepatuhannya hilang sudah.
Ryan mengejar Syahril yang sudah keluar menuju mobil dengan keadaan basah.
"Riil.." panggilnya namun Syahril tidak menggubris dan langsung masuk kedalam mobilnya, Ryan mengikutinya dan masuk kedalam mobil juga.
Syahril dan Ryan pergi meninggalkan ruamah dengan Syahril yang membawa mobil dalam keadaan emosi, beruntungnya jalan di dalam kampung sepi tidak banyak kendaraan berlalu lalang di tengah malam sehingga Syahril bebas !mengendarai mobilnya sesuka hati.
tbc necpxt bab
Yang sabar ya sayang-sayang nya author
__ADS_1
Assalamualaikum selamat lagi selamat beraktifitas.