DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
191


__ADS_3

Semua mahasiswa yang sedang makan di kantin berhenti sejenak dari aktifitas menikmati makanan nya, mereka semua sontak melihat ke arah Bryan dan Berliana.


Lama suasana yang seketika hening itu belum juga ada tanda-tanda pencairan akan sebuah ungkapan dari mulut Bryan atau dari hati Bryan tersebut.


Tak kunjung ada jawaban, jam pun berdetak memutar maju dan berakhir waktu istirahat mereka telah habis.


Sahabat dari Berliana melihat ke arah arlojinya dan jam telah menunjukkan waktu nya mata pelajaran dosen killer telah tiba.


"Lian ayo buruan, kita masuk lagi.. Mana doskil lagi yang masuk." ucap salah satu sahabat dan Berliana serta sahabat lainnya langsung melihat arloji.


"Iya aduh gaswat nih kalau kita telat.. Ah udah lah ayoo Lian kita masuk." ucap dan ajak dari sahabatnya yang lain dengan menarik tangan Berliana untuk segera meninggalkan kantin.


Bryan yang posisi masih berjongkok hanya bengong melihat Berliana berlalu pergi di tarik oleh sahabat-sahabatnya meninggalkan kantin.


"Hahahahahaa." Nicko dan teman-temannya ketawa terbahak-bahak melihat aksi Bryan Gatot alias gagal total.


"Anda belum beruntung bro." ucap Nicko sambil menepuk pundak Bryan dan berlalu pergi untuk menuju kelas juga.


Lara sahabat Bryan hanya tersenyum simpul dan menggelengkan kepala.


"Udah bro, ayo bukannya Lo harus masuk kelas sekarang?" ucap Yogi dengan menyodorkan tangannya kepada Bryan untuk menarik tangan Bryan.


Bryan menerima uluran tangan Yogi dan dia pun bangkit dari jongkoknya.


"Bry, kayaknya dan penuh deh." ucap Satria dengan bercanda.


"Penuh apa Sat?" tanya Dillah yang ikut menimpali.


"Penuh hasil jongkoknya Bryan hahhaaaa." jawab Satria dan langsung ngacir pergi.


"Si*alan Lo.." ucap Bryan hendak membogem mentah Satria na!un nggak kena. Satria yang sudah jauh jaraknya hanya ketawa.


"Jadi maksud Lo tadi gimana Bry?" tanya Dillah yang ada curiga kepada Bryan.


"Lo bukan lagi taruhan sama Nicko kan?" timpal Reno yang juga ikut memperhatikan.


"Emm entahlah, gue duluan ya.. Si killer masuk kelasku jam mata pelajaran ini." ucap Bryan berlalu, selain mengejar waktu agar bisa masuk kelas segera, Bryan juga menghindari akan intimidasi dari sahabatnya itu.


Saat sampe di depan kelas Bryan menghirup udara lebih dalam karena pastinya dia akan menjadi bulan-bulanan Nicko cs.


"Hei kamu ngapain kamu berdiri di depan kelas." ucap seseorang garang yang berada di belakang Bryan.


"Eh ba bapak, maaf pak. Mari pak duluan." ucap Bryan yang kaget kalau si killer berada tepat di belakangnya. Sang dosen pun masuk dan setelah itu Bryan pun masuk dan taknlupa menutup pintu kelasnya.


Bryan berjalan menuju kursi nya, terlihat senyuman mengejek dari Nicko.


"Si*al baru kali ini aku dipermalukan ah bukan tepatnya mempermalukan diriku sendiri." gumam Bryan.


Kali ini sang dosen memberi mata pelajaran tentang Statistik Multivariat.


Sang dosen menjelaskan apa itu Statistika multivariat kepada mahasiswanya, namun pikiran Bryan kali ini tidak sinkron antara mata pelajaran yang telah berlangsung dengan taruhan Atara dia dan Nicko serta jawaban apa yang akan di beri oleh Berliana nantinya.


Statistika multivariat merupakan objek kajian pada statistika yang mempelajari perilaku dan hubungan antara dua atau lebih variabel. Dasar dari kajian ini adalah analisis korelasi dan analisis regresi untuk dua variabel. Prinsip yang sama kemudian dikembangkan untuk lebih dari dua variabel.


Kompleksitas yang muncul akibat penambahan variabel dan tipenya (nominal, ordinal, atau rasional), serta teknik penyaringan informasi yang bisa diambil menjadi kajian pembahasannya.


Statistika multivariat saat ini diterapkan di hampir semua cabang ilmu, baik ilmu pengetahuan alam maupun sosial. Teknik-tekniknya disukai karena dianggap mampu memodelkan kerumitan sistem yang nyata, meskipun sulit untuk diterapkan. Komputer dengan kapasitas memori yang besar tidak terhidarkan dalam analisis data yang menggunakan statistika multivariat.


Berdasarkan hubungan antarvariabel dan tujuan penyaringan informasi, terdapat beberapa kelompok teknik dalam bidang ini.


1.Korelasi kanonik


2.Analisis faktor (termasuk analisis komponen utama)


3.Analisis diskriminasi


4.Analisis kluster (pengelompokan)


5.Analisis varians multivariat


Dosen terus menerangkan dan seketika pandangan dosen tertuju ke Bryan yang pandanganya seakan tak fokus ke mata pelajarannya.


Sang dosen killer pun berjalan menuju meja Bryan dan sesampainya di meja Bryan sang dosen pun mengibaskan tangannya ke depan muka Bryan dan Bryan pun belum juga sadar akan pikirannya yang sedang melalang buana.


"Braaayeeeen, brak." si dosen killer memanggil Bryan dengan berang dan geram serta menggebrak meja sehingga membuat seisi kelas kaget begitu pula dengan Bryan.


"Emm eh pak.." ucap Bryan.


"Sekarang juga kamu keluar dari kelas saya." ucap sang dosen dengan menunjukkan jari telunjuknya ke arah pintu.


"Tapi pak.." Bryan mencoba membela diri. Tanpa berkata-kata lagi sang dosen hanya menatap Bryan dengan sorotan mata yang tajam dan telunjuk masih ke arah pintu.


Bryan pun tanpa membela diri lagi langsung beranjak dan berlalu keluar namun sebelumnya Bryan !melihat ke arah dosen agar ada pengampunan buat dirinya namun sang dosen gak menggubrisnya.


Dengan langkah lunglai Bryan keluar dari kelas dosen killer nya dengan puluhan pasang tatapan mata, terutama Nicko dkk nya.


Berliana merasa ada rasa iba terhadap Bryan, Berliana merasa kalau Bryan tidak fokus karena dirinya yang belum menjawab akan ungkapan Bryan sewaktu di kantin.


Sepertinya Bryan, kelas pun di mulai Dengan suasana yang sunyi tanpa ada terucap satu kata pun kecuali sang dosen yang menjelaskan tentang mata pelajaran yang sedang di ajarkan sampai mata pelajaran tersebut berakhir dengan memberi tugas kepada para mahasiswa nya.


"Apes bener ya aku hari ini." ucapnya lirih ketika keluar dari kelasnya. Dengan langkah gontai Bryan menuju parkiran, Bryan berencana hendak pulang saja namun dia mengurungkan hingga mata pelajaran dikelasnya selesai.

__ADS_1


Sepanjang tak mengikuti mata pelajaran si dosen killer, Bryan rebahan di dalam mobilnya dengan berbagai macam pemikiran serta berbagai macam cara pula yang akan dilakukannya untuk menaklukan Berliana.


"Achhh kenapa gue selalu mikirin tu cewek ya.. ingat Bry ingat ini hanya taruhan." Bryan terus berperang dengan dirinya.


"Jangan sampe Lo nyesal nantinya." Bryan teringat akan pesan sahabatnya dan itu semakin membuatnya bingung akaan dirinya.


"Cantik sih.. Tapi.. ach sudah lah." ucapnya dan kembali merebahkan kepala nya di senderan bangku mobilnya yang telah diluruskan nya.


Saat pulang Berliana segera beranjak dan berpamitan kepada para sahabatnya untuk pulang lebih awal karena hatininimdia ada janji sa!a bunda nya.


"Aku duluan ya guys. Maaf aku nggak bisa ikut kalian." ucap Berliana kepada sahabat-sahabatnya.


"Yah Li, sekali-kali napa." ucap salah satu sahabatnya.


"Nggak bisa Ki, kamuu tau sendiri kan gimana keadaan panti." jawab Berliana kepada kiki sahabatnya.


"Hemm, gimana kalau kita ke panti aja girl." usul Mita sahabat Berliana.


"Boleh juga tuh, yaudah lah ayok kita ke panti aja." jawab sahabat lainnya menyetujui dan akhirnya mereka pun beranjak menuju parkiran.


Berliana sangat senang memiliki sahabat seperti mereka, walah mereka orang berada namun mereka tak so!bong seperti kebanyakan yang berkuliah disini.


Sebelum sampai parkiran, Berliana dan teman-temannya di buat kaget oleh ulah Bryan. Ya Bryan nekat membuat tumpukan bunga mawar yang dipesannya dan di buat membentuk huruf I dan di bentuk love serta huruf U dan di bawah nya tertulis nama Berliana yang di buat persis tepat pintu keluar kampus.


Jika dilihat itu sangat terkesan romantis namun semua itu hanyalah sebuah trik belaka. Entah setan apa yang merasuki Bryan sehingga muncul ide super konyol tersebut.


"Li, ini beneran buat kamu?" tanya Kiki.


"Kayaknya Bryan beneran suka sama kamu Li." ucap Ika.


"Iya kayaknya begitu." ucap Susi


Ya sahabat Berliana ada 4 orang yang benar-benar tulus bertemu!dan dengannya tanpa untuk memanfaatkan nya. Mita, Susi, Kiki dan Ika.


Mereka berempat memiliki orangtua yang memiliki profesi dari pejabat, dokter, dosen dan pengusaha. Namun mereka berempat tetap bergaya sederhana.


"Aku rasa ini hanya sebuah trik." ucap Mita yang memang kurang suka dengan Bryan.


"Ah Mit, kamu selalu aja suudzon. Mungkin Bryan insyaf." ucap Ika.


Disaat mereka debat permasalahn setuju atau tidaknya datang seorang lelaki dengan membawa rangkaian bunga mawar yang besar mendekat ke arah mereka berlima.


Leaki itu berlutut dan kembali meminta agar beeliana ingin menjadi kekasihnya. Ya lelaki itu adalah Bryan.


Dengan disaksikan seluruh mahasiswa berbagai fakultas, Bryan berlutut.


"Berliana Putri sekali lagi aku mengungkapkan rasa hatiku. Maukah kau jadi kekasih ku?" ucap Bryan dengan gentlemen nya.


"Hey Lo Bry, Lo itu ya nggak punya harga diri lagi kah? gara-gara ulah Lo ini, noh liat membuat orang jadi ngumpul dan terhalang buat keluar." ucap Mita, Bryan pun melihat ke sekelilingnya yang padat akan mahasiswa.


"Maaf, tapi.. Emm aku serius, Berliana !aukah kamu menjadi kekasih ku, aku nggak akan beranjak sebelum ada jawaban darimu." ucap Bryan.


"Wawww keren bro, hahahaha." ucap Nicko dan ketawa mengejek.


Lama Berliana berpikir Bahakan terdengar pula bisik-bisik dari mahasiswa dari yang baik hingga yang menyakitkan hatinya.


"Halah blagu amat, di tembak cowok keren pakai jual mahal." kata satu mahasiswa.


"Iya sok kecantikan aja." ucap mahasiswa dua.


"Buruan jawab terima atau nggak, bikin rusuh aja sih." ucap mahasiswa tiga sewot, dan banyak lainnya.


Berliana pun beranjak mendekat ke arah Bryan, di ambilnya rangkaian bunga mawar itu dan setelah itu Berliana menarik tangan Bryan menjauh dari kerumunan mahasiswa.


Berliana terus berjalan menuju parkir dan diikuti oleh para sahabat lainnya. sesampainya di parkiran Berliana mengembalikan rangkaian bunga mawar itu kepada Bryan.


"Maksud kamu apa hah." ucap Berliana dengan marah.


"Kamu mau mempermalukan aku, gitu!!" sambung Berliana.


"Aku gak pantas buat kamu, aku tau diri aku bukan gadis seperti yang selama dekat dengan dirimu.Kalau ini hanya sebuah permainan mu, tolong hentikan." ucap Berliana dengan menangkupkan kedua tangannya kepada Bryan me!khon untuk !menghentikan kekonyolan ini.


"Bry, tolong jauhi Lian. Dia bukan cewek yang bisa Lo buat koleksi mu." ucap Kiki.


"Dan tolong, Lo jangan buat-buat kekonyolan lagi seperti ini." ucap Mita dan !menarik tangan Berliana untuk !masuk kedalam mobilnya.


"Tunggu Lian." Bryan memberhentikan langkah kaki Berliana dan yang lain lalu diapun mendekati Berliana.


"Aku serius, apa kamu nggak lihat, apa selama ini ada aku mendekati cewek seperti aku sama kamu. Berliana Putri aku serius dengan ucapanku.'' ucap Bryan dengan penuh keseriusan.


Iya apa yang diucapkannya kali ini spontan langsung dari bibir, hati dan pikiran nya.


"Aku serius" ucap nya


"Aku akan menunggu jawabanmu." ucap Bryan lagi namun Mita langsung mengajak Berliana dan teman-temannya untuk segera pergi dari sana.


Bryan yang baru pertama kali melakukan hal sekonyol ini terhadap seorang gadis namun tak terkesan sama sekali oleh gadis itu.


Bryan mengusap mukanya dengan kasar dan dia juga menyugar rambutnya dan menariknya.


"Achhh" Bryan berteriak frustasi dengan kegagalan setiap usahanya.

__ADS_1


"Bry, sabar." ucap Yogi.


"Kalau Lo memang menyukainya kejar dia Bry." Ucap Reno.


"Iya Bry, betul kata Reno kalu Lo emang menyukainya kejar dia. Itu jika kamu serius dengan dia." ucap Dillah.


Tanpa pikir panjang Bryan langsung masuk kedalam mobilnya dan mengejar mobil Mita yang sudah melaju keluar area kampus.


Bryan menyalip kendaraan lain untuk bisa menyalip mobil Mita yang sudah berada di depan. Dipersimpangan Bryan dapat menyalip mobilnya mita tepat di depan mobil Mita dan melintang menghalangi jalan mobil. Beruntung di jalanan ini sepi.


Mita yang memang !membawa mobil dengan kecepatan rata-rata langsung mendadak menginjak rem ketika melihat ada mobil yang melintang di depan mobilnya


"Brengs*k siapa sih." Maki Mita. Mita pun keluar dari mobil nya begitu pula Bryan yang juga keluar dari mobilnya.


"Hey apa sih mau Lo, mau bikin kita mati hah." ucap Mita dengan emosi.


"Gue nggak ada urusan sama Lo." jawab Bryan dan berlalu !meninggalkan mita dengan menyenggolkan bahunya kasar ke bahu Mita.


Bryan mendekati mobil Mita yang !ana disana ada Berliana, Susi dan Kiki.


Mita berjalan dengan cepat langsung menghalangi Bryan untuk membuka pintu mobilnya.


"Awas Mit," ucap Bryan meninggi.


"Nggak, gue nggak izinin Lo buatnyakotin sahabat gue." ucap Mita dengan berdiri di depan pintu mobil nya.


"Berapa kalk gue harus bilang, gue serius sama dia." ucap Bryan yang sudah mengnegangkan ototnya.


"Gue nggak percaya." ucap Mita.


"Terserah Lo kalau Lo nggak percaya, gali tolong Lo minggir gue mau bicara sama Berliana." ucap Bryan.


Ika yang juga sudah keluar dari mobilnya !endejat ke arah Bryan dan Mita.


"Mit, coba kita kasih dia kesempatan buat bicara sama Berliana." ucap Ika.


"Berliana." Bryan !memanggil Berliana. Dengan berat hati Berliana keluar walau sudah di larang sama Kiki dan susu.


"Li.." panggil Susi dengan menggelengkan kepala.


"Nggak apa Si, mau sampai kapan." jawab Berliana dan dia pun keluar dari mobil.


"Liana, aku serius." ucap Bryan mendekat ke Berliana ketika melihat beeliana keluar namun dihalangi oleh Mita.


"Mit," Panggil Berliana kepada Mita dan mengangguk menandakan bahwa dia nggak apa-apa dan Mita pun memberikan luang kada Bryan.


"Lia aku serius, aku menyukaimu, aku aku sayang kamu." ucap Bryan dengan memegang kedua tangan Berliana dengan disaksikan para sahabat Berliana dan para sahabat Bryan yang juga ikut mengikutinya.


Berliana meligat ke arah Bryan dan menatap mata Bryan terlihat disana ada sebuah keraguan namun penuh dengan keseriusan.


"Apa kamu yakin dengan ucapan mu tu hah!" ucapan Mita.


"Gue yakin, Lo pada jadi saksinya. Gue bersumpah gue menyukai Berliana Putri dan akan menyayanginya." ucap Bryan dengan sumpah yang begitu saja lancar diucapkannya.


"Gimana kalau Lo menyakitinya?" tanya Mita.


"Lo pada boleh nimpuki muka gue dengan air comberan." ucap Bryan dengan lancar tanpa beban.


Entahlah apa dia memang sudah menyukai Berliana dengan ketulusan hatinya atau hanya masih dengan keegoisan nya.


"Berliana, aku serius." ucapnya.


"Emm baiklah, aku terima." jawab Berliana.


"Apa!! emm beneran!!." ucap Bryan girang seolah terlepas sudah dari beban baginya.


"Katakan sekali lagi." Bryan meminta Berliana mengucapkannya sekali lagi.


"Li.." panggil Mita, Berliana hanya senyum dan mengangguk.


"Iya aku menerima mu sebagai kekasihku." jawab Berliana dengan wajah yang bersemu.


"Tapi.." ucap Berliana.


"Tapi apa?" tanya Bryan dan membuat para sahabat Bryan tegang.


"Tapi jika kau membohongi ku sekali saja aku takkan99 pernah memaafkannya." ucap Berliana.


"Iya aku janji, aku akan selalu setia." ucap Bryan dan hendak memeluk Berliana namun Mita segera menghalangi.


"Enak aja main peluk-peluk, ayo Li kita pulang." jawabbmita dan menarik Berliana untuk segera masuk kedalam mobilnya.


"Eh tunggu, bir berlarian sama gue aja." ucap Bryan !menghentikan langkah kaki Berliana dan Mita.


"Nggak usah cari kesempatan kalau Lo mau ikut ikutin aja mobil kita " jawab Mita dan dia pun masuk kedalam mobil bersama Berliana.


Mita dan sahabatnya pun melajukan mobil mereka menuju panti dengan di ikuti Bryan beserta para sahabatnya.


tbc.


Mohon keikhlasan hati untuk mendoakan bapak authore ya yangbkini sedang sakit, semoga allah segera memberikan kesembuhan dan mengangkat segala penyakitnya. Amin.

__ADS_1


Makasih sebelumnya


__ADS_2