DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
Rencana Tes DNA


__ADS_3

Mereka terus mencoba menganalisa menurut mereka sendiri. Mereka juga berupaya mencari segi kecocokan dan ketidak cocokan wajah itu.


Semakin mereka melihat mereka hanya melihat kecocokan, hanya saja yang membedakan jika Abidzar wajahnya terlihat ketegasan layaknya wajah lelaki, sedangkan Zahrah ketegasannya layaknya wajah perempuan karena bentuk muka Zahrah sedikit oval yang mana bentuk mukanya Xavier.


Jika dilihat dari bulu mata, bulu mata mereka sama panjang dan tidak begitu lentik seperti bulu mata Zavier sedangkan Xavier bulu matanya panjang dan lentik kedalam seperti bulu mata Syahril.


Dari segi rambut ayah Brata dan Abidzar sama dengan rambut Zavier sedikit ikal sedangkan Xavier lurus.


Sama halnya seperti Syahril dan Abidzar. Wajah mereka mirip sehingga di bilang orang bahkan sahabat mereka di negara ini pun mengatakan jika Syahril dan Abidzar adalah kembar hanya saja yang membedakannya adalah bentuk rambut dan bulu mata.


"Kenapa tidak kita lakukan cek darah" celetuk emak, yang menyebut tes DNA dengan cek darah.


Semua orang yang sedang fokus ke layar laptop beralih arah ke arah emak, sedangkan emak mata nya masih terfokus ke layar laptop.


Karena merasa sunyi dan merasa di awasi, emak pun mengangkat wajah nya dan memandangi semua orang yang sedang memperhatikannya.


"Kenapa? ada yang salah dengan ucapan saya?" tanya emak.


"Maksud besan tes DNA?" tanya bunda Rahmah.


"Iya di cek darah, itu tu yang kata nya buat bisa melihat kalau anak itu adalah anak kita atau bukan." jawab emak.


"Emm iya San itu namanya tes DNA." ucap Umma.


"Nah itu tu apa lah namanya yang jelas buat mengetahui apa anak itu adalah anak kita atau bukan." ucap emak.


"Hmm, betul juga apa yang di katakan emak." sahut Syahril.


"Dari pada kita penasaran dan bersu'udzon kenapa tidak kita lakukan aja apa yang di katakan emak." sambung Syahril.


"Tapi.." ucap Bunda yang ada rasa ragu mau pun takut.


"Kenapa Bun?" tanya ayah Brata.


"Emm entah lah Yah," jawab bunda.


"Apa besan ragu?" tanya emak dan bunda mengangguk.


Entahlah dengan diri bunda, apa dia meragu atau justru takut akan hal-hal yang tak di inginkan kedepannya.


"Kenapa bunda ragu? bukannya kita melakukan ini untuk memenuhi rasa penasaran kita?" tanya Syahril.


"Emm, jika nanti hasilnya sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Lalu siapa?" ucap bunda yang ambigu.


"Yang jelas kita coba tes dahulu." ucap ayah dengan mengelus pundak serta tangan bunda untuk menenangkan.


Yah ayah Brata mengerti akan perasaan sang istri dan hal itu pasti akan membuat sang istri merasa takut dan dari ketakutan itu menimbulkan pemikiran negatif pada dirinya maupun pada mendiang atau bisa saja pada anak-anaknya yang lain.


"Menurut kalian bagaimana?" tanya ayah Brata pada mereka semua.


"Kalau menurut Ariil ya kita lakukan Yah." jawab Syahril.


"Ya saya juga setuju dengan apa yang di katakan Syahril." ucap bapak.


"Kita pun sama" jawab Umma.


Ayah tersenyum dan mengangguk melihat jawaban keluarga lainnya. Dan ayah Brata melihat ke arah Mimi yang masih terdiam dan masih terfokuskan dengan layar ponselnya.


Ya Mimi pikiran nya masih terfokus ke foto yang berada di layar ponsel nya saat ini.


Sedari awal mereka membahas tentang kemiripan si baby twins dengan ayah Brata dan mendiang tunangannya, Mimi juga memikirkan hal yang serupa.


Mimi terus menscrol antara foto si kembar dengan ayah Brata dan Abidzar bahkan foto tersebut telah Mimi edit dengan menyandingkan foto si kembar dengan ayah Brata dan Abidzar.


Setelah Mimi melihat dan memerhatikan nya Mimi tidak menemukan celah ketidakmiripan di sana.


Mimi melihat si kembar sangat amat mirip terutama Zavier yang memiliki wajah kontras terhadap ayah Brata dan Abidzar.


Saat Mimi sedang memfokuskan foto tersebut Mimi terkadang berekspresi manggut-manggut dan terkadang geleng-geleng.


Mimi manggut-manggut karena apa yang di katakan keluarga besarnya benar adanya bahwa si kembar sangat mirip dengan ayah Brata dan Abidzar.


Mimi menggeleng-geleng di saat otak nya memikirkan hal di luar kewajarannya.


"Mungkinkah?" ucap Mimi dalam hati namun setelah itu Mimi menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Astaghfirullah, ampuni hamba ya allah" ucap Mimi dalam hati nya yang merasa amat sangat berdosa memiliki pemikiran di luar kewajaran.

__ADS_1


"Tidak tidak tidak mungkin mas Abi memiliki hubungan dengan orang lain sehingga hadir nya si kembar, Astaghfirullah." ucap Mimi.


"Tidak mungkin, mas Abi kan telah tiada hampir lima tahun, ampuni hamba ya allah. Maafkan Mimi mas yang telah su'udzon pada mu mas." gumam Mimi dalam hati.


"Tapi bagaimana bisa si kembar begitu mirip dengan mu mas.. Ah tidak bukan hanya mirip dengan mas Abi tetapi.." Mimi terus bergumam degan dirinya di dalam hati.


Saat Mimi menduga-duga ke ayah Brata, Mimi mengangkat kepalanya bermaksud melihat ke arah ayah Brata untuk mencocokkan kebenarannya. Namun saat dia mengangkat wajahnya, Mimi melihat ayah Brata pun sedang menatap ke arahnya.


Bukan hanya ayah Brata namun semua keluarga nya, dengan melihat hal itu membuat Mimi terbengong sesaat.


"Ada apa nak?" tanya bunda mencairkan suasana.


"Hah a apa bund?' tanya Mimi balik dengan terbata.


"Kamu kenapa dek?" tanya Syahril.


"Hah emm emang kenapa kak?" tanya Mimi lagi, Syahril hanya menggeleng sambil mengusap kepala Mimi yang tertutup jilbab.


"Kamu kenapa bengong? Terus tadi juga kenapa manggut-manggut terus geleng-geleng?" tanya Syahril beruntun.


"Oo humm" ucap Mimi.


"Ada apa nak?" tanya emak.


"Hah ah emm ndak apa mak." ucap Mimi dengan menggeleng.


"Dek" panggil Syahril. Mimi menoleh melihat Syahril.


"Katakan, ada apa? Apa ada yang membuat mu kepikiran?" tanya Syahril.


Mimi diam dan melihat semua orang yang masih menatapnya menanti jawaban Mimi.


"Emm sebenarnya tidak ada apa-apa kak. " ucap Mimi, tapi semua masih menatap Mimi karena mereka belum merasa puas atas jawaban Mimi.


"Tadi em tadi Mimi hanya berpikiran yang tidak-tidak saja." sambung Mimi dengan menunduk.


"Kamu berpikiran apa nak?" tanya bunda.


"Emm itu emm, ( Mimi melihat wajah keluarga nya yang masih belum merasa puas ) emm sebelum nya Mimi minta maaf sama bunda dan ayah." ucap Mimi lagi dengan merasa bersalah.


"Em tadi emm Mimi sempat berpikir kalau em kalau mas Abi punya hub hubungan dengan Zahrah sehingga adanya si kembar." terang Mimi dan dia diam sejenak sebelum melanjutkan jawabannya.


"Terus emm kemudian di saat Mimi melihat wajah si kembar lagi dan emm wajah mereka tidak hanya mirip dengan mas Abi tapi emm wajah mereka juga mirip dengan.." ucap Mimi dengan melihat ke arah ayah Brata.


"Dengan ayah" ucap Mimi lirih


Bunda juga reflek melihat ke arah ayah Brata.


"Apa kamu berpikir jika ayah.." ucap bunda terhenti karena bunda ada rasa sakit di hatinya bila praduganya itu benar.


"Maaf bund, Yah." ucap Mimi dengan menunduk.


"Sekali lagi maafkan Mimi yang memiliki pemikiran negatif ini." ucap Mimi


Semua orang menarik nafas dalam ketika mendengar ucapan Mimi, terutama ayah Brata.


"Emm tapi itu tidak mungkin kan Yah?" tanya Mimi yang masih mengeluarkan unek-unek nya.


"Huh, menurut kamu gimana nak?" ayah Brata tidak menjawab nya melainkan melontarkan pertanyaan kembali ke Mimi.


"Emm menurut Mimi ya nggak mungkin lah, secara ayah kan cinta mati sama bunda." jawab Mimi membuat semua orang geleng-geleng.


"Emm atau mungkin ayah punya anak perempuan?'' tanya Mimi lagi dan membuat semua orang membelalakkan mata mendengarnya.


"Lah kirain dah selesai." ucap ayah Brata sambil senyum dan geleng-geleng.


"Emm maksud Mimi, mungkin apa ayah dan bunda punya anak perempuan gitu!" ucap Mimi.


"Mungkin aja kan mas Abi kembar terus kembarannya di ambil orang gitu?" ucap Mimi makin ngelantur.


"Ya ampun nak" ucap bunda geleng-geleng "Kamu ini". imbuh bunda dengan senyum dan membuat Mimi kikuk malu.


"Kan sudah kami kasih tau sebelumnya kalau bunda ini nggak ada melahirkan anak kembar nak. Mas Abi mu aja dari masih dalam kandungan bunda ya tetap dia aja yang menghuni rahim bunda." jawab bunda.


"Emm iya juga ya.." ucap Mimi sambil bibir di miring kiri kanan dan mata nya seolah sedang ikut memikir.


"Tapi bun, Yah.." ucap Mimi namun tidak sampai tuntas karena langsung di potong Syahril.

__ADS_1


''Kamu ini Yang kalau dah penasaran gitu harus tuntas setuntas tuntas nya." ucap Syahril dengan mengelus kepala Mimi dengan gemes.


"Emm ya biar tidak ada yang ngeganjal kak. Emm Yah bund, emang setelah atau sebelum mas Abi bunda nggak hamil lagi?" tanya Mimi.


Bunda terdiam, akankah luka lama nya akan di buka kembali. Bunda melihat Mimi dengan nanar.


"Bund, maaf" ucap Mimi merasa tidak enak hati ketika melihat mata bunda yang mulai berkaca-kaca.


Ayah Brata pun tersenyum dengan sorot mata yang juga memendam kerinduan. Ayah Brata mengelus punggung bunda dan bunda merebahkan kepala nya di dada ayah.


"Maaf Yah, Bund." ucap Mimi lagi.


"Nggak apa-apa nak. Sebenarnya Abi memiliki adik, namun allah lebih menyayangi nya." ucap ayah Brata.


"Apa adik mas Abi ada kembaran yah? Mana tau kan kembaran adik mas Abi di ambil orang gitu. Seperti di novel-novel atau sinetron gitu yah." ucap Mimi masih dengan menduga-duga.


"Kamu ini dek, sejak kapan kamu hobi nonton sinetron?" tanya Syahril.


"Yah mana tau kak, hehehehe Mimi mah jarang nonton tv kak, kalau novel Mimi lumayan lah sering mojok di platform novel." jawab Mimi.


"Seperti yang bunda katakan, bunda waktu hamil mas Abi mu, bunda nggak ada riwayat hamil anak kembar." ucap bunda dengan senyum.


"Adik mas Abi mu meninggal saat dua hari di lahirkan." ucap bunda.


"Tapi.. Hiks.. Sampai saat ini hati bunda mengatakan kalau anak perempuan bunda masih ada." ucapnya lagi sambil terisak.


"Kok gitu!" ucap Mimi dengan wajah heran.


"Ayah nggak cek dulu, mana tau kan anak perempuan ayah dan bunda di tukar orang." ucap Mimi yang membuat semua orang geleng-geleng.


"Tidak nak, ayah juga tidak mengecek secara detail namun mayat bayi itu memang mayat bayi perempuan dan gelang di tangannya adalah gelang nama bunda mu." jawab ayah Brata.


"Emm gitu." ucap Mimi tak lama suasana pun hening.


"Yah, gimana kalau kita lakukan tes DNA?" tanya Mimi, semua orang tepuk jidat mereka kala Mimi mengucapkan hal tersebut.


"Kenapa?" tanya Mimi keheranan.


"Nggak apa-apa nak, tadi kami juga membahas hal itu." jawab ayah Brata.


"Terus kapan rencana kita tes nya Yah, atau besok aja. Lebih cepat lebih baik kan" ucap Mimi antusias.


Entah kenapa Mimi menaruh harapan jika tes DNA si kembar cocok dengan ayah Brata.


"Kamu setuju nak?" tanya ayah Brata.


"Kenapa harus tidak setuju? jujur aja Mimi berharap si kembar cocok dengan ayah." ucap Mimi.


"Kenapa kamu berharap seperti itu nak?" tanya emak.


"Entah lah Mak, mungkin dengan hasil yang cocok kita mengetahui jika si kembar mempunyai eyang kandung nya." ucap Mimi lagi.


"Maaf Yah, Bund. Hati Mimi mengatakan kalau ibu si kembar bisa saja adalah anak perempuan ayah dan bunda." ucap Mimi lagi.


"Sewaktu Mimi pertama kali dan untuk yang terakhir pula." ucap Mimi dengan di akhiri ucapan lirih.


"Entah kenapa saat pertama kali melihat wajah nya Mimi merasa melihat mas Abi." ucap Mimi dengan menunduk.


jika boleh jujur Mimi sangat merindukan sosok Abidzar. Sosok lelaki yang memberi kan cinta kasih sayang yang tulus, walau dia memberikannya dengan cara ketegasan karena di saat itu Mimi merupakan anak Koas.


Bukan berarti Syahril tidak mencintai Mimi dengan tulus. Bagi Mimi Abidzar adalah Syahril dan Syahril adalah Abidzar.


Karena sikap mereka sama, di saat dulu Mimi bertemu dengan Abidzar Mimi merasakan dekat dengan Syahril karena cara dia menyayangi dan mencintai Mimi sama yang bahkan tidak bisa Mimi utarakan dengan kata-kata.


Bagi Mimi Abidzar selalu ada di hati Mimi yang terdalam.


Syahril memegang tangan Mimi dan mengusapnya dengan sayang. Mimi melihat ke arah wajah Syahril dan tak terasa air mata nya menetes.


"Maaf." ucap Mimi. Syahril hanya mengangguk dan tersenyum setelah itu Syahril menarik tubuh Mimi kedalam pelukannya.


"Maaf" ucap Mimi lagi kepada Syahril. Mimi tau pasti Syahril akan menduga jika Mimi masih menaruh Abidzar di hati nya walau hal itu adalah benar adanya.


"Tidak apa, jika kamu merindukannya cukup do'akan dia." ucap Syahril. Mimi mengangguk kan kepala nya di dalam dekapan Syahril.


Syahril terus mengecup kening dan kepala Mimi penuh dengan kasih sayang dan tangannya terus mengelus pundak Mimi.


Bunda dan semua yang melihat Mimi ikutan terharu. Bagi Syahril dia tidak akan cemburu dengan Abidzar, Syahril merasa bahagia di saat Mimi terpuruk Abidzar lah yang mendampingi nya.

__ADS_1


Dan dia juga merasa hutang budi pada Abidzar. Syahril juga terus mengucapkan terimakasih di dalam hatinya. Apa lagi bagi nya Mimi adalah amanah dari Abidzar yang merupakan kakak angkat dan sahabatnya.


TBC


__ADS_2