
Anak kecil mandi di sungai
Sungainya cetek jernih airnya
Makan siang kalian apakah sudah selesai
Ayo lanjut baca Dokter jantungnya
Es batu sudah mencair,
Si kancil mencuri Pepaya.
Sodara-sodara setanah air,
Jangan lupa tinggalkan jejaknya.
_______________Next_____________
Mimi mengikuti kemana arah kak Syahril berjalan, kak Syahril berhenti tepat di bawah pohon akasia, di bawah tersebut juga tersedia kursi dan meja sama hal nya di bawah pohon mangga.
Setelah berhenti kak Syahril duduk dan mempersilahkan kepada mimi untuk duduk juga.
"Ayo Mi duduk dulu" kata kak Syahril sambil dirinya duduk di kursi.
"I iya kak." Kata Mimi gugup dan segera duduk juga.
" mmm... Mi gimana." Kak Syahril bertanya kepada Mimi.
"Gimana, gimana apanya kak. " Mimi menjawab pertanyaan dari kak Syahril masih dengan gugup.
Kak Syahril terus memandang ke arah Mimi dan dengan sabarnya dia menunggu jawaban dari Mimi, namun Mimi masih saja dalam diamnya dan menunduk.
"Mimi mau nggak kalau kita menjalin hubungan." Kak Syahril mengutarakan maksudnya.
"Eh.. Ma maksudnya kak." Mimi terbata-bata gugup dan ada rasa deg-degan.
"Kakak rasa Mimi tau apa maksudnya kakak, ( terus memandang wajah Mimi) Kakak suka sama Mimi sudah lama dan kakak mau kita memiliki hubungan serius, Kakak mau kita berpacaran." kak Syahril mengutarakan perasaan dan ke inginnya.
"Tapi kak..." Mimi ragu ingin menjawab apa.
"Tapi kenapa, apa Mimi tidak suka sama kakak ya..?" ada raut kekecewaan di mata kak Syahril.
"Bu bukan begitu, tapi Mimi takut kak," Mimi berusaha mengutarakan agar tidak ada kesalahan pahaman.
"Jujur Mimi juga suka sama kakak, tapi.." ( diam sejenak dan menarik nafas dalam dan menghembuskan pelan)
__ADS_1
"Tapi kenapa?" kak Syahril memotong jawaban Mimi.
"Ya.. Seperti yang Mimi bilang sebelumnya Mimi takut kak, Mimi takut berpacaran, Mimi takut nanti akan ada sakit hati pabila kita sudah tidak bersama lagi nantinya." Mimi mencoba menjelaskan.
"Apa Mimi sudah pernah pacaran?" kak Syahril bertanya kepada Mimi
"Eh.. belum kak. " Mimi menundukkan kepalanya.
"Terus kenapa Mimi sampai takut begitu, seperti sudah mengalaminya." ucap kak Syahril.
"Mimi memang belum pernah berpacaran apa lagi mengalami hal itu, tapi Mimi melihat dari teman-teman Mimi yang sudah berpacaran dan mengalami hal serupa, Seperti Manda dan cowoknya habis mereka putus dia sampai menangis karena Manda mengetahui kalau cowoknya punya cewek lain dan Manda sakit hati gitu." Mimi menjelaskan ketakutannya kepada kak Syahril.
"Hahahahaa.. Tapi kan gak semua seperti itu sayang.." kak Syahril ketawa sembari tangannya mengusap rambut Mimi yang panjang.
"Hemm.. Kok ketawa." Mimi cemberut 🙁
"Eh tunggu, apa kata kak Syahril tadi.. Sayang." Mimi ngebatin ada rasa senang di hatinya dengan ucapan Syahril tersebut.
"Kakak janji kalau kita berpacaran kakak tidak akan menghianatiadek, walau pun seandainya kita akan berpisah haruslah dengan baik-baik pula. " Kak Syahril berucap sembari berjanji.
Mimi melihat wajah kak Syahril dan melihat manik matanya apakah dia serius dengan ucapannya, Mimi menangkap ada rona keseriusan di manik mata kak Syahril, Mimi pun terharu dari keseriusan dari orang yang berada di depannya.
"Gimana.. Apa Mimi mau?" kak Syahril bertanya kembali kepada Mimi.
"Ehmm... Mimi gak percaya kakak akan menepati janji, nanti pasti janji itu akan kakak ingkari kalau sudah menemukan yang lain." Mimi mencoba mengetes apakah kak Syahril serius atau tidak.
Dari jarak yang tak begitu jauh geng rusuh dan Ridho CS serta siswa-siswi lain melihat adegan yang dilakukan kak Syahril.
Mereka bersorak ramai sambil berucap "Terima ..Terima.. Terima.."
Namun tidak semua dari yang melihat adegan itu suka, Ada geng yang pakai pakaian kurang bahan melihat tidak suka yang notabene ketua geng tersebut telah lama mengincar kak Syahril tetapi tidak pernah di respon oleh kak Syahril.
Geng kekurangan bahan itu terdiri dari si Rianti, Siti, Laila dan Eva, nah ketua gengnya si Rianti, mereka anak kelas 2B sedangkan kak Syahril kelas 2A.
Kami menyebutnya geng kekurangan bahan karena tidak menaati peraturan sekolahan kami.
Peraturan sekolahan kami salah satu nya dalam berpakaian adalah:
*Dilarang memakai yang sempit / nge press dengan badan sehingga secara tidak langsung memperlihatkan bentuk tubuh,
*Memakai Rok dengan panjang di bawah lutut bagi yang tidak berhijab.
Sedangkan si geng kekurangan bahan jauh dari peraturan tersebut, pakaian mereka sengaja di kecilin sehingga press dengan tubuh mereka, panjang lengannya pun di pendekkan, rok yang mereka pakai pun rata-rata mereka kecilkan sehingga press juga di bagian Panggul mereka, begitu pula panjangnya pun menjadi di atas lutut bahkan menampakkan paha mereka.
Mereka sering di peringati oleh guru-guru bahkan sering di panggil keruang BK tapi tidak ada kata jera bagi mereka sekalipun orang tua mereka sudah di panggil ke sekolah.
__ADS_1
Orang Tua mereka tidak tau kelakuan anak-anaknya di sekolah, kata orang tua mereka dari rumah mereka menggunakan pakaian sesuai dengan peraturan sekolah dan pintarnya mereka di saat Guru memanggil orang tua mereka, mereka memakai pakaian yang tidak feminim.
Next Kita tinggalkan dahulu si geng kurang bahan dan kembali ke adegan Mimi dan Kak Syahril☺.
Ramainya suara teriakan "terima" dan banyak pula yang bersuit-suit, Mimi yang melihat di sekeliling sudah ramai membuat Mimi malu setengah mati.
Sedangkan kak Syahril biasa aja dan cuek seperti tidak ada orang di sekitarnya.
Geng rusuh dan Ridho cs mendekat ke arah kami mereka mendukung agar kami segera jadian.
Lama mereka menantikan jawaban ku suara bell pun berbunyi, Aku masih larut dalam kebisuan ku dan bingung harus menjawab apa karena masih ada janji yang masih harus ku tepati.
"Udah bell ayoo.. kita masuk kelas nanti terlambat." Ku berusaha mengalihkan dan mencari alasan untuk lari dari suasana yang canggung ini.
Yang lain kompak dengan serentak bilang jawab dulu baru kita ke kelas.
"Nanti aja lebih baik kita masuk kelas jangan sampai guru sudah ada di kelas kita belum juga masuk." Mimi tersenyum dan akan memutarkan badan untuk kembali ke kelas.
Disaat akan memutarkan badan kak Syahril berdiri dan menarik tangan Mimi, sehingga Mimi pun tertarik dan badan Mimi menghantam di dada kak Syahril seolah kami berpelukan.
Dengan melihat adegan itu sontak Emma dkk histeris
"Waaaaawww.. Kayak film India chori chori chupke chupke acha acha hahaahaaa.." Emma heboh dan mereka semua di sana pun ketawa.
Aku yang masih berada dalam dekapan kak Syahril kaget dengan degupan jantung yang begitu cepat, karena masih kaget dan shock aku terdiam dalam dekapan itu sehingga mengundang yang masih berada di sana untuk menjahili ku..
"Ehem ehem ehem.. Kayaknya sudah dak mau lepas lagi nih.." Kata Rudi.
"Iya nih, dunia terasa milik berdua hahaa..." kata Ryan dengan ketawa renyahnya.
Mereka di sana pun ikut ketawa
"Wah sudah terlambat nih nanti lagi lanjutin adegan pelukan nya." kata bang Idho.
Aku yang mendengar kata kelas langsung berusaha melepaskan diri dari dalam dekapan kak Syahril.
Setelah lepas aku pun beranjak melangkah namun langkahku terhenti karena kak Syahril menggenggam tangan ku dan kami pun berjalan bersama dengan tangan saling bergenggaman.
_____________TBC_________
**JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA
VOTE
LIKE❓❓❓❓❓
__ADS_1
RATE ⭐⭐⭐⭐⭐
KOMEN**