
Di siang hari Mimi bangun dan merasa perutnya lapar dan haus. Mimi melihat keadaan dalam ruangan nya di lihatnya kak eyan, kak Syahril serta kak Rudi sedang tertidur pulas di atas kasur santai yang di bawa kak Ryan semalam.
"Terimakasih kalian sangat menyayangi Mimi dan menjaga Mimi. pasti kalian capek." ucap Mimi pelan.
Mimi melihat ada sepiring bubur dinatas nafasnya, Mimi duduk perlahan dari rebahannya dan Mimi akan menjangkau piring yang ada di nakas namun jaraknya sedikit menjauh sehingga mimkntak bisa menjangkau nya karena terhalang oleh tiang infus.
Mimi masih berusaha sendiri ntanpa membangunkan yang lain, karena mimkntidakmingin merepotkan mereka lagi apa lagi mereka sedang tidur dengan pulas, kelihatan wajjaahnlelah mereka sehingga Mimi bertambah enggan untuk membangun kan salah satu dari mereka.
Dengan rasa kepala yang masih sakit, Mimi berusaha untuk meraih air minum, karena selain lapar Mimi sangat merasa haus. Mimi merasa usaha nya tak kunjung berhasil, ingin membangun kan mereka tapintak enak tak lama pintu ruangan terbuka dan nongollah Di'ah, Emma dan Sila.
"Mi mii." teriak Emma ketika melihat Mimi duduk bersandar kepalanya di kepala ranjang.
Mimi menoleh ke arah emma dengan tersenyum serta menaruh telunjuknya ke bibir dan melirik ke arah bawah ranjang untuk memberitahu Emma agar jangan berisik.
"Upss ndak kelihatan." ucap Emma memelankan suaranya dan berjalan pelan cenderung mengendap mendekat ke arah Mimi.
Di'ah menaruh rantang dan satunkanyong plastik di samping nakas dan Di'ah hendak membangunkan kak Ryan namun Mimi yang mengetahui nya melarang Di'ah.
"Ndak usah dibangunin Di'ah, kelihatannya mereka sangat lelah, biarkan mereka tidur." ucap Mimi.
"Emm baik lah," jawab Di'ah danndia juga ikut nimbrung dan duduk dipinggiran ranjang Mimi.
"Emm Mimi apa kabar?" tanya Emma
"Seperti yang Emma lihat." jawab Mimi dengan tersenyum
"Emm kok bisa Mimi sampai sakit begini sih." ucap Emma sedih.
"Yah namanya sakit kita ndak bisa menghindar Ma." Jawa Mimi.
"Mimi sakit apa?" tanya Sila.
"Emm Mimi kurang tahu Sil." jawab Mimi yang emang dirinya belum mengetahui perihal sakit yang diidapnya.
"Mimi sakit typus nya kambuh Ma, Sil." Ucap Di'ah.
"Oh ini ni karena Mimi kecapekan dan stress waktu ujian ditambah ngisi soal-soal bimbel nya hahahaha." Emma ber opini sendiri.
Apa yang dikatakan Emma sedikit banyaknya ada benarnya namun yang membuat Mimi capek dan stress bukan karena perihal ujian dan lembaran kertas bimbel nya namun Mimi capek dan stres akan nasib dirinya.
"Iya Ma." jawab Mimi berbohong sedikit.
"Tapi bukannya Mimi sudah pernah kena typus ya dulu waktu SMP?" tanya Sila.
"Iya ya Sil, kok bisa kambuh lagi ya?" sahut Emma.
Karena obrolan mereka membuat ketiga lelaki yang sedang tertidur bangun.
"Eh ada kalian." ucap kak Syahril.
"Eh kak, kita berisik ya sampe kakak bangun? tapi bagus lah kalau kakak bangun " ucap Emma dengan candanya.
"Iya suara Emma bergema." jawab kak Ryan yang masih rebahan.
Di'ah yang melihat semua sudah bangun diapun beranjak dari duduknya dan menuju ke bawaan yang dibawa nya tadi.
Di'ah mengambil rantang dan yang lainnya dan Di'ah menaruh itu ke atas tikar yang dibentangkan nya.
"Kak, buruan sana cuci muka dan tangan, ini tadi aku bawain makanan dan ada juga titipan dari emak nya Mimi." jawab Di'ah.
"Emak tadi mau ikut tapi Ay merengek minta ijut juga akhirnya emak ndak jadi karena Ay mau ikut. Mak takut kalau nanti nular ke Ay katanya apalagi Ay juga lagi kurang enak badan." ucap Di'ah.
"Ayo Emma, Sila makkan siang bareng." ajak Di'ah dan mereka berdua pun ikut turun.
"Mimi sudah makan?" tanya Emma.
"Makan aja kalian dulu." jawab Mimi
Para lelaki sudah membasuh muka dan cuci tangan dan mereka juga telah mengambil piring dan memasuk kan nasinserta lauk pauknya dan mereka menyantap makkaan siaang mereka kecuali kak Syahril.
Kak Syahril mendekat ke ranjang mimi dan melihat disana sudah ada bubur nasi yang belum tersentuh, di ambilnya bubur tersebut dan kak Syahril langsung hendak menyuapkan Mimi.
"Ayo dek, makan dulu." ucap kak Syahril dengan sendok berisi bubur ayam yang sudah di depan mulut Mimi.
"Eh, kakak makan saja dulu, pasti kakak lapar." ucap Mimi menolak halus suapan dari kak Syahril.
"Udah jangan pikirin kakak, ayo makkaan yang banyak biar cepat sembuh dan cepat masuk kuliah." ucap kak Syahril memaksa agar Mimi segera membuka mulutnya.
Mimi yang mendengar kata kuliah mendadak diam dan sedih karena dia berpikir apakah dia bisa berkuliah?.
"Udah jangan banyak pikiran, semua baik-baik saja. Ayo buka mulutnya pegal lama-lama tangan kakak mengambang di udara." jawabnya dengan candaan dan Mimi pun membuka mulutnya dan menerima ajakan bubur dari kak Syahril.
"Hmm ndak enak." ucap Mimi ketika bubur itu telah masuk dalam mulut dan di kunyah nya.
"Jangan di buang, paksa di telan." ucap kak Syahril ketika melihat Mimi hendak memuntahkan bubur yang hambar itu.
"Tapi ndak enak kak, hambar dan pahit." ucap Mimi.
__ADS_1
"Iya karena lidah Mimi sedang bermasalah. Mimi tidak boleh makan makanan yang keras dulu." ucapnya dengan mengemudikan buburnya lagi.
Mimi awalnya menolak namun Syahril tak ingin ada penolakan dan akhirnya Mimi memakan bubur itu dengan terpaksa hingga bubur di dalam piring habis.
"Nah gini kan bagus, biar cepat sehat." ucap kak Syahril dengan tersenyum lebar karena bubur sepiring habis sedangkan Mimi mengerucut kan bibirnya karena dari tadi Mimi bilang sudah namun Syahril masih saja menyuapinya.
Tak lama masuklah dokter bersama suster visit kedalam ruangan Mimi.
Dokter memeriksa Mimi dan suster kembali mengambil sampel darah Mimi dan suster juga memberikan tabung, plastik serta sarung tangan plastik kepada Syahril.
"Ini buat apa dok?" tanya kak Syahril.
"Oh ya itu untuk sampel urin dan tinja, nanti tolong kalau pasien sudah bisa untuk bab tolong di ambil sedikit tunjangan sebagai sampel dan urinnya juga untuk di cek lebih lanjut." jelas dokter.
"Oh gitu, baik lah dok nanti setelah mendapat kan sampel nya saya yang antar ke lab atau perawat yang jemput kesini." tanya kak Syahril.
"Kalau bisa langsung aja adek yang antar." ucap dokter dan akhirnya dokter pamit setelah memberikan beberapa masukan.
"Baik dok." ucap kak Syahril sebelum dokter keluar dari ruangan.
Syahril meletakkan benda yang diberikan oleh suster tadi di atas nakas, dan Syahril memberikan obat kepada Mimi untuk segera diminum dan setelah itu dia membuka rantang yang telah dipisahkan untuk dirinya makkan siang.
Tak ada perasaan jijik di hatinya padahal sebelumnya tadi dia dan dokter sedang membahas sampel tinja, kak Syahril melahap makkan siangnya sampai habis.
"Alhamdulillah." ucapnya ketika makan siangnya habis.
"Oh ya dek, nanti kalau ada terasa mau bab dan bak sekalian bawa ini ya buat sampel untuk dincek di lab." ucap Kak Syahril.
"Hemm, gimana caranya? kalau air kencing bisa nah kalau yang itu gimana?" ucap Mimi yang tidak mengerti cara ngambilnya.
"Emm nanti kalau adek bab jangan langsung masuk di dalam lubang klosetnya, nah nanti adek ambil sedikit pakek sarung tangan ini dan masukkan kedalam plastik ini." terang kak Syahril dengan senyum.
"Nggak usah jijik calon dokter dan calon bidan ndak boleh jijik dengan segala pekerjaan nya sekalipun itu pekerjaan yang jorok di pandang." ucap kak Syahril mengingatkan Mimi dan Di'ah.
"Hemm, iya." ucap Mimi dengan senyum.
Karena waktu Dzuhur tiba para lelaki pamit untuk pergi ke masjid putih olak untuk sholat Dzuhur disana, sedangkan Emma dan Sila dia pamit pulang. tinggal Di'ah dan Mimi dalam ruangan tersebut.
"Di'ah ndak sholat?" tanya Mimi.
"Ndak Mi, kebetulan lagi off hehhee." ucapnya.
"Makasih ya Di'ah." ucap Mimi dan Di'ah mengangkat sebelah alisnya tak mengerti.
"Makasih buat apa?" tanya Di'ah.
"Sama-sama, aku ndak merasa di repotkan kok." ucap Di'ah.
Mereka berdua saling bercerita, sangking asik bercerita mereka tak sadar kalau lara lelaki sudah kembali.
"Asik bener ceritanya." ucap kak Ryan
"Eh yank dah selesai?" tanya Di'ah.
"Udah, ohnya ini ada jus buat kalian, Emma sama Sila kemana?" jawab kak Ryan dengan memberikan kantong plastik berisi 6cup jus dan bertanya keberadaan Emma dan Sila.
"Mereka sudah pulang kak," sahut Mimi dan Di'ah menerima kantong buang diberikan kak Ryan kepada nya.
"Kak Rudi mana kak?" tanya Mimi ketika tak melihat keberadaan kak Rudi.
"Dia langsung pulang tadi." jawab kak Syahril dengan membuka kantong plastik yang dibawa Ryan tadi dan mengambil juz yang ada didalamnya.
"Kak Syahril mengambil jus jambu biji merah dan diberikan kepada Mimi.
Karna hasil lab Mimi pagi tadi menyatakan jumlah trombosit Mimi di bawah jumlah normal maka jus jambu biji merah dipercaya untuk menaikkan jumlah trombosit.
Ada beberapa jenis buah berikut ini diklaim mampu membantu menaikkan kadar trombosit:
Jambu biji
Meski masih perlu diteliti lebih lanjut, jambu biji diyakini mampu menaikkan kadar trombosit karena kandungan vitamin C di dalamnya. Vitamin C mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan meningkatkan kadar trombosit.
Selain buahnya, daun jambu biji juga diketahui ampuh untuk meningkatkan kadar trombosit. Cara sederhana untuk mendapatkan ekstrak daun jambu biji adalah merebus daun tersebut.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi air rebusan daun jambu biji bisa meningkatkan kadar trombosit, sehingga mencegah perdarahan pada penyakit DBD.
Mangga
Buah untuk menaikkan trombosit berikutnya adalah buah mangga. Mangga diyakini dapat meningkatkan kadar trombosit karena mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Vitamin C yang terdapat pada mangga mampu membantu penyerapan zat besi dan meningkatkan jumlah trombosit dalam darah.
__ADS_1
Jeruk
Jeruk juga diyakini dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit dalam darah. Hal ini karena dalam jeruk terkandung folat, yaitu zat yang diperlukan untuk membentuk sel darah, termasuk trombosit.
Delima
Buah berikutnya yang diyakini dapat membantu menaikkan kadar trombosit dalam darah adalah buah delima. Hal ini karena buah delima mengandung banyak vitamin C, serta mengandung folat yang berperan dalam pembentukan sel darah.
Buah lain yang juga diyakini dapat membantu menaikkan trombosit adalah pepaya. Namun bukan buahnya yang dimanfaatkan, melainkan daunnya. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jus daun pepaya dapat menaikkan kadar trombosit pasien demam berdarah. Namun, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Selain mengonsumsi buah untuk menaikkan trombosit, makanan lain yang juga diyakini dapat meningkatkan trombosit adalah makanan yang mengandung zat besi, seperti kerang, kacang-kacangan, daging sapi, telur, dan kacang hitam; serta makanan yang mengandung vitamin B12, seperti ikan salmon, tuna, daging sapi, yoghurt, dan hati.
Berbagai jenis buah yang dipaparkan di atas dapat membantu menaikkan kadar trombosit dalam darah. Namun ketika mengalami penurunan trombosit, kita perlu melakukan pemeriksaan dan konsultasi ke dokter sehingga penanganannya akan disesuaikan dengan kondisi kita.
Mimi menerima cup yang berisi jus jambu biji merah tersebut dannseger meminumnya. Bgaitu pula dengan yang lain juga menikmati jus segar di siang hari ini.
Disore hari keluarga Mimi datang dan mereka memberitahukan bahwa mereka akan pulang nanti malam, emak dan Ay akan pulang esok hari kecuali bapak dia ikut pulang nanti malam karena tak bisa meninggalkan rumah terlalu lama dan besok adalah jadwal manen.
Mimi hanya diam dan tersenyum karena mereka tak sedikitpun membahas tentang memberikan izinnya. Mimi masih berharap ada ke ajaiban buat dirinya. Ada rasa kecewa namun apalah daya Mimi hanya bisa menerimanya dengan pasrah akan nasib dirinya ke depan.
Mereka juga berpamitan karena hari akan segera masuk Maghrib dan mereka juga meminta tolong kepada kak Syahril menjaga Mimi.
Malam harinya orang tua kak Syahril datang dan dilihat dari pakaian nya mereka baru pulang dari kerja.
"Assalamualaikum." ucap mereka berdua.
"Waalaikum salam." jawab Mimi dan kak Syahril. yah di ruangan ini tinggal Mimi dan kak Syahril karena kak Ryan sedang mengantar Di'ah dan kak Ryan di minta untuk mengantar keluarga Mimi ke gapura malam ini oleh kak Syahril.
"Loh mana Ryan?" tanya Babah.
"Ryan Aril suruh untuk mengantar keluarga Mimi yang akan pulang malam ini ke gapura Bah." jawab kak Syahril.
"Oh, kalian sudah makan?" tanya Umma dengan menaruh kantong dinatas nakas.
"Aril nunggu Ryan Ma, tadi sudah mirip sama dia, kalau Mimi sudah dan juga sudah minum obatnya." jawab kak Syahril ..
Umma mendekat ke Mimi dan mengelupas rambut Mimi.
"Gimana keadaan Mimi, ala !asih pusing?" tanya Umma kepada Mimi.
"Alhamdulillah Umma Mimi baik, cuma sakit kepalanya Belu! hilang." jawab Mimi dengan menahan rasa kantuk karena pengaruh obat yang diminumnya.
"Iya nanti juga hilang, minum obatnya teratur. Oh ya inintadi Umma beli sari kurma, Mimi minum dulu ya sebelum tidur." ucap Umma dengan menuangkan sari kurma ke sendok dan !menyiapkan ke Mimi.
Mimi menerima suapan itu dengan haru. "Makasih Umma." jawab Mimi.
"Sama-sama sayang, yaudah kalau mau tidur tidur aja jangan ditahan-tahan lagi." ucap umma yang melihat mata Mimi sudah mulai satu karena mengantuk berat dengan mengelus rambut M
Mimi tersenyum dan mengangguk, tak lama Mimi pun tertidur pulas.
Umma yang melihat Mimi sudah tertidur dia pun bergabung duduk dengan anak dan suaminya. Umma membawa kantong yang berisi nasi Padang
"Ayo Riil, Bah kita makan dulu." ucap Umma dengan menyajikan nasi padang ke hadapan mereka berdua.
"Mimi sudah tidur Umma?" tanya Babah.
"Sudah Bah dan Umma juga sudah memberinya sari kurmanya." jawab Umma.
"Oh baguslah." jawab Babah dan mereka bertiga pun menyantap makan mallaam mereka di puskesmas.
**Tbc**
Assalamualaikum alhamdulillah DOKTER JANTUNGKU up kembali, terimakasih yang masih stay menanti kelanjutan dari cerita DOKTER JANTUNGKU ini.
Jangan lupa ya kerendahan hatinya untuk selalu !memberikan dukungannya berupa
FAVORIT
RATE
VOTE
LIKE
KOMEN
Karena dukungan dari kalian merupakan semangat bagi authore.
...TERIMAKASIH...
__ADS_1