
Empat hari sudah usia si baby twins boy, badannya juga semakin gembul karena kuat minum susunya.
Sampai saat ini Syahril belum juga melihat chat nya, Mimi hanya bisa mendesah.
Seperti biasanya, sepulang dari ujian Mimi langsung menuju rumah sakit. Tujuan utamanya yaitu untuk melihat si twins boy yang sedang tertidur pulas.
Seakan tau jika sang mommy sedang menjenguknya, si twins boy pun terbangun.
"Eleh-eleh sayangnya mommy kok bangun sih." Ucap Mimi sembari menyium pipi gembul kedua putranya.
"Kangen ya sayang," Mimi menggendong si abang di tangan kiri nya dan Mimi juga meminta sang perawat untuk membantunya mengambil si adek dan di taruh ke tangan kanannya.
"Masya Allah anak mommy dah pada montok ya," ucap Mimi dan si twins tersenyum.
Twins Mimi kasih kamar khusus buat mereka jadi di dalam kamar itu juga di sediakan ranjang untuk istirahat perawat yang menjaga dan juga ada sofa.
Mimi duduk di sofa dengan masih menggendong si twins.
"Apa sudah lama tidur nya sust?" Tanya Mimi kepada suster yang menjaga.
"Sekitar tiga puluh menit dok, nyusu habis dua botol baru mereka tertidur tadi." Jawab si suster.
"Masya Allah, kuatnya anak mommy nen nya ya." Ucap Mimi.
"Enng" ucap si baby twins seolah menanggapi ucapan mommy.
"Emm, cup pintarnya... Tapi Mimi bentar aja ya gendong nya ya sayang." Ucap Mimi.
Hek hek hek.. si twins serentak merengek dengan bibir yang sudah hendak menangis.
"Usss usss usss jangan nangis ya sayang, yaudah Mommy temeni bobok ya." Ucap Mimi sembari berdiri dan mulai mengayunkan badan untuk menimang si twins.
"Lanjut bobo lagi ya sayang, biar cepet besar." Ucap Mimi sambil mencium kedua pipi twins.
Mimi terus menimang seraya bersholawat, setengah jam kemudian si twins pun tertidur kembali.
Suster membantu Mimi untuk memindahkan si twins pindah ke ranjang box nya. Sebelum pergi Mimi menyium mereka kembali.
"Tolong jaga ya sust, saya ada jadwal operasi sekarang." Ucap Mimi.
"Baik dok." Jawab mereka berdua.
"Makasih, saya permisi dulu." Ucap Mimi, kedua suster itu pun hanya mengangguk.
Sehabis menjenguk si kecil, Mimi langsung menuju ke ruang operasi karena ada pasien yang harus segera di tindak lanjuti.
Sesampainya di ruang operasi, Mimi langsung memakai atributnya di bantu dokter pendamping.
"Makasih," ucap Mimi kepada dokter pendamping yang telah membantunya.
Setelah mencuci tangannya, Mimi segera menuju brankar yang mana disana sudah ada pasien yang terbaring.
Mimi pun mulai bertanya pada pasien yang belum di anestesi, setelah berkenalan dan meminta pasien untuk berdoa tak lama pasien pun tak sadarkan diri.
Mimi dan team pun sebelum melakukan tindakan tak lupa untuk berdoa menurut kepercayaan masing-masing.
Empat jam berlalu, operasi pemasangan ring jantung pun berhasil.
"Alhamdulillah" ucap Mimi ketika proses pengoperasian nya lancar tanpa hambatan.
Pasien sehabis operasi untuk sementara harus di observasi terlebih dahulu untuk melihat perkembangan nya, setelah itu baru di antar ke ruang rawat inap.
Seperti biasanya sehabis operasi Mimi membersihkan dirinya di kamar yang berada dalam ruangannya.
Setelah mandi baru Mimi melihat ponselnya ternyata ada begitu banyak panggilan dari Syahril. Baru Mimi akan menelpon balik, ponsel nya pun kembali berdering dan tertis nama suamiku.
Mimi pun segera mengangkatnya dan Mimi pun mulai mengobrol tentang baby twins namun Mimi tidak menceritakan secara detail nya karena Mimi tau jika dima Syahril berada saat ini pastinya telah larut malam.
Sehabis mendengar suara sang suami, hati Mimi merasa senang dan adem. Rasa rindunya sedikit terobati.
Namun Mimi heran dengan tingkah Syahril yang menurut Mimi sedikit ada vulgar nya saat berbicara tadi.
"Sejak kapan kakak jadi omes gitu." Ucap Mimi sambil menggelengkan kepala.
Setelah berteleponan Mimi kembali duduk di kursi kebesarannya untuk mengecek perkejaan nya.
Saat selesai dengan beberapa dokumen Mimi baru teringat dengan masalah apartemen nya.
"Ya Allah kok sampe lupa tadi." Ucap Mimi sambil menepuk keningnya.
"Semoga saja besok nanti malam kakak telpon lagi." Ucap Mimi dengan dirinya sendiri.
Semua dokumen yang telah selesai di cek dan tanda tangani di ambil sama sekretaris nya, Mimi kembali akan pergi konsultasi ke dokter ahli laktasi.
Yah Mimi berencana akan memberikan ASI kepada twins boy walau dirinya belum pernah melahirkan namun Mimi bisa memberikan asi dengan bantuan obat serta vitamin dari dokter.
__ADS_1
Baru dua hari Mimi konsumsi vitamin dari ahli laktasi, tak hanya vitamin. Mimi juga menjaga pola makannya, Mimi harus makan makanan yang penuh dengan gizi.
Mimi sangat bersemangat terapi hormon, yah Mimi sangat ingin memberikan asi pada twins walau mungkin tidak bisa memenuhi secara penuh.
Vitamin untuk membantu peningkatan hormon buat pelancar laktasi yang direkomendasi oleh dokter ahli pun sudah Mimi konsumsi.
Saat ini Mimi merasa dadanya sangat nyeri dan kencang seperti tanda hendak haid namun Mimi baru saja selesai masa haidnya.
Setelah sampai di ruangan ahli laktasi Mimi pun segera dipersilahkan masuk oleh perawat.
"Silahkan dok." Ucapnya.
"Makasih." Jawab Mimi seraya tersenyum.
"Hai Mimi, apa kabar? Bagaimana?" Ucap dokter ahli laktasi.
"Hmm Alhamdulillah baik, bagaimana denganmu." Jawab Mimi.
"seperti yang kau lihat,aku pun sehat."
"Bagaimana? Apa sudah ada tanda-tandanya?" Tanya dokter ahli laktasi.
"Belum, tapi saat ini aku merasa kedua dada ku kencang dan nyeri. Apa itu merupakan tandanya.?" Ucap Mimi.
"Coba aku periksa, mau duduk atau rebahan di sana?" ucap nya seraya menunjukkan ke arah ranjang.
"Kalau bisa duduk ya duduk saja." Ucap Mimi,, dokter itupun berjalan mendekati Mimi dan duduk di kursi yang berada disamping Mimi.
"Coba kau buka kancing pakaian mu." Ucap si dokter, Mimi pun melakukan apa yang di perintahkan.
"Maaf ya aku periksa." Ucapnya seraya meletakkan tangannya ke salah satu buah dada Mimi.
Si dokter menekan nekan ya, sedangkan Mimi merasa nyeri saat sang dokter menekan aset nya itu.
"Hmm, lihatlah ini" ucap sang dokter dengan memperlihatkan bagian bra yang sedikit basah.
"Kau berhasil Mi, segera kau berikan pada si twins agar payudar* mu tidak nyeri." Ucap Mimi,dokter itu pun beranjak dari kursi dan kembali ke kursinya.
Mimi masih melihat dan mencoba menekan putingnya sedikit, keluar lah air namun sedikit bening.
"Kenapa tidak seperti air susu." Ucap Mimi.
"Iya itu baru asi pertama yang keluar biasa disebut dengan foremilk." Jawab nya.
"Foremilk? Apa itu?" Tanya Mimi.
"Kamu jangan khawatir foremilk ini kaya akan gula dan laktosa dan rendah lemak dan kalori."
Dokter laktasi menjelaskan karena terlihat kekhawatiran di wajah Mimi.
"Kamu tidak usah khawatir gitu Mi, aku tahu kamu pasti khawatirkan? ( Mimi mengangguk) seperti yang aku katakan tadi, kamu tidak usah khawatir, foremilk ini bukanlah sesuatu yang abnormal."
"Foremilk ini kan banyak mengandung laktosa yang mana berperan sangat penting untuk pertumbuhan otak bayi dan dapat memenuhi kebutuhan bayi terhadap air minum."
"Selain laktosa foremilk juga mengandung protein yang berperan untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi, membantu mempercepat pembentukan saraf dan jaringan tubuh serta memperkuat daya tahan tulang serta kulit."
"Jadi kamu tidak usah khawatir, sekarang kan kamu sudah keluar asi nya maka dengan rutin kamu berikan ASI kepada si twins maka nanti juga akan seperti asi pada umumnya."
"Aku rasa kamu juga harus menyediakan pompa asi serta kantong asi Mi, jadi nanti kau simpan ASI mu di kantong asi dan kamu beri tanggal serta waktu setelah itu kau simpan di freezer." Ucap dokter ahli laktasi.
"Em, beneran kan bisa seperti asi pada umumnya, kalau bening gini apa bisa kenyang twins?" Ucap Mimi
"Iya Mi, nanti jika kau rutin memberikan ASI mu pada twins boy, akan seperti asi pada biasanya."
"Jangan khawatir foremilk juga bagus buat baby, ya ibarat kata ada perannya masing-masing."
"Asi kental itu atau asi seperti pada umunya itu di sebut Hindmilk yang mana berperan untuk memuaskan rasa lapar mengenyangkan perut bayi sehingga bayi merasa kenyang dan mengantuk."
"Pasti kamu bingung kan kok bisa asi awal bening dan setelah itu kental? ( Mimi mengangguk mengiyakan) karena asi kental atau Hindmilk ini mengandung lemak tinggi sehingga Asi berubah warna cream dan kental.
"Hindmilk ini terbentuk ketika kadar air susu dalam payudar* berkurang. Semakin sedikit jumlah air susu, semakin tinggi pula kandungan lemak di dalamnya."
"Lemak ini berperan penting dalam melindungi organ-organ vital dalam tubuh bayi yang belum terbentuk sempurna, sebagai sumber energi dan melindungi tubuh bayi dari serangan suhu panas maupun dingin." Terang dokter ahli laktasi.
"Oh gitu, terus vitaminnya tetap ku minum atau gimana?" tanya Mimi.
"Tetap kamu konsumai dan jangan lupa makanlah makanan bergizi, perbanyak makan sayur yang bisa melancarkan asi dan perbanyak minum air putih." ucap sang dokter.
Issss saat mendengar dokter menjelaskan tentang laktasi Mimi lagi-lagi merasa nyeri di dada nya.
"Emm lebih baik kamu segera beri kan pada twins dan jangan lupa beli pemompa asi dan kantong asi." ucap sang dokter.
"Oke, makasih yq. Aku ke ruang twis dulu." ucap Mimi berpamitan.
"Iya, semangat ya." ucap sang dokter memberi semangat kepada Mimi.
__ADS_1
Mimi segera pergi keruang asi, sepanjang dia berjalan. Mimi merasa dada nya nyeri dan pakaiannya pun sudah basah.
Tok tok Mimi mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam ruangaan twins.
"Dokter, mari." ucap suster yang jaga.
"Makasih, kalian belum ganti sift." ucap Mimi dengan bertanya pertukaran jaga pada sang suster.
"Bentar lagi dok," jawabnya.
"Bagaimana si twins?" tanya Mimi.
"Si twins tidak mau menyusu dok, semenjak bangun dan tidur." ucap suster yang sedang memakaikan baju pada si adek.
"Si abang sudah mandi?" tanya Mimi.
"Belum dok, ini gantian abang lagi yang mandi." ucap suster yang membuka pintu seraya menggendong si abang.
"Oh yaudah tolobg mandikan ya sust. Sini adek sama mommy." ucap Mimi.
"Eleh-eleh tau aja ya surah ada memem dari mommy." ucap Mimi seraya membuka kancing bajunya.
Mimi mengeluarkan alat minum buat si adek adek dengan swnang langsung mengenyot dan sangat terasa kuat kenyotannya. Mimi merasa geli saat si adek minum asi langsung dari pabriknya.
Mimi sangat senang saat melihat mulut mungil itu menghisap dan mengenyot dengan kuat, seolah menemukan harta karun.
"Wah selamat ya dok, terapi nya berhasil." ucap suster ketika melihat Mimi memberikam asi pada si adek.
"Alhamdulillah iya sust." jawab Mimi tersenyum.
Suster tersenyum walau beda keyakinan, suster tidak asing lagi mendengar ucapan alhamdulillah. Suster yakin bila dokter Mimi sedang mengucapkan puji syukur.
"Kelihatan si adek sangat senang. Jangan-jangan adek dari tadi nolak mem nya karena tau udah ada asi ya dek." ucap suster lagi.
"Sepertinya begitu sus, lihat lah dia sangat lahap." ucap Mimi.
"Ya Dok, adek sangat lahap mem nya." jawab si suster.
Tak lama si abang pun selesai, suster yang memandikannya tadi langsung memakaikan pakaian si abang.
Terlihat abang mengayunkan tangannya seolah meminta Mimi untuk menggendongnya.
"Abang pakai bajunya dulu ya sayang." ucap si suster.
Setelah selesai pakai baju, mimi langsung mengbil si abang. Si adek telah di ambil suster katena sudah terlelap.
Mimi juga membeeikan asi sebelahnya kepada si abang. Seperti ai adek, abang pun juga antusias memghisap dan mengenyot put*ng sus* Mimi.
"Wak Dok, puji sukur terapi dokter berhasil." ucap suster yang memandikam abang, terkejut ketika Mimi memberikan asi pada si abang.
"Iya sus, sukur alhamdilillah." jawab Mimi dengan tersenyum.
"Seperti nya asinya banyak ya dok, liat adek langsung lelap." ucap suster lagi.
"Seperti nya begiru sus, lihatlah payudar* ku sebelah langsung kempes setelah di hisap adek." ucap Mimi.
"Wah bagus itu dok, jadi twins kurang minum susu formulanya." jawab suster.
"Iya Sust, semoga asi nya selalu banyak dan lancar." ucap Mimi.
"Iya dok, mudah-mudahan. Dokter harua banyam makan sayur/buah dan protein dan banyak-banyak minum air putih juga dok." ucap suster.
"Iya sust makasih sarannya." jawab Mimi.
Tak la mukut si abang pun terlepas dan matanya juga telah terpejam. Suster jaga sift 1 pun telah berganti. Mini oun akan segera pulang, sebelum pulang mencium kedua putranya.
"Saya pulang dulu ya sust, tolong kaga twins. Kalau ada apa-apq langsung kabari saya." ucap Mimi
"Baik dok." jawab mereka.
"Nanti malam insya allah saya antar stok asi kesini." ucap Mimi.
"Dokter sudah keluar asi nya?" tanya salah satu suster jaga kaget begitu pula dengan temannya.
"Alhamdulillah sust, do'akan asi nya selalu lancar ya." ucap Mimi.
"Puji sukur, tentu dok. Tentu kami do'akan." ucap suster.
"Jangan lupa makan sayur, buaj dan banyak-banyak minum air putih dok" uycap susyer satu nya.
"Insya allah, makasih ataa sarannya ya sust. Saya pulang dulu ya, selamat sore." ucap Mimi.
"Sore dok." jawab mereka.
Mimi sebelum pulang dia pergi ke apotek untuk membeli alat pompa asi dan plastik asi nya.
__ADS_1
##TBC##