DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
upaya Dillah


__ADS_3

Keesokan paginya, Mimi yang telah berencana akan belanja harian bahkan bisa dikatakan bulanan karena terkadang Mimi jarang memasak, pagi-pagi sekali Mimi telah beres-beres rumahnya dan dia juga telah bersiap untuk pergi ke pasar tradisional.


Namun saat dia akan membuka jendela baru dia membuka gorden jendelanya, terlihat sesosok lelaki yang pagi-pagi sudah berada di depan kontrakan nya.


Lelaki itu berdiri di samping mobil sambil bersidekap tangan di perut.


"Ya Tuhan, ngapain pagi-pagi udah ada di depan sih." gumam Mimi. Sang lelaki melambaikan tangannya ketika melihat Mimi di balik jendela, inilah sialnya kalau jendelanya bening,sehingga orang luar pun daoat melihat orang di dalam..


Mimi memasangkan muka masamnya dan berlaku dari balik jendela dan tidak jadi membuka jendelanya. Dillah yang melihat Miki cemberut dia tersenyum puas.


''Huh, ada apa lagi sih. Hmm, gimana mau ke pasar kalau dianya aja dah di depan. Mimi masih mengintip lewat celah jendela yang tertutup gorden.


Terlihat Dillah telah berjalan menuju rumahnya dengan senyum yang terus mengembang.


"Ya Tuhan... Mau nya apa sih kang. Ais mau jelasin apa lagi sih, semua sudah jelas gitu.'' ucap Mimi seorang diri melihat kegigihan Dillah.


"Emm huh gimana caranya ini, emm." ucap Mimi mondar mandir di balik pintunya.


"Hah iya Andre, minta tolong Andre atau Sony aja kalau gini." ucap Mimi dan berlalu menuju dapur nya untuk menghubungi Andre ataupun Soni.


Hubungan telpon telah tersambung namun Andre tak kunjung mengangkat.


"Ayo dong Ndre, urgent ini." ucap Mimi yang terus menghubungi nomor Andre tak lama ponsel Andre pun di angkat.


"Hallo assalamualaikum kak." ucap Andre.


''Waalaikumsalam, Andre dimana?'' tanya Mimi.


"Di rumah kak, ada apa kak?" jawab Andre dan balik bertanya.


'Ndre, tolong kakak. Sekarang juga kamu ke rumah kakak, ntar kamu acting aja ya, jika cowok di depan rumah Kakak nanya kamu siapa, bilang aja kamu kekasih kakak, tolong Ndre ya."


"Kakak, mau belanja tapi terganggu nih sama yi cowok. pokoknya sekarang juga Andre ke rumah kakak. Kakak tunggu, assalamualaikum." ucap Mimi yang langsung memborong semua ucapan tanpa mendengar jawaban Andre.


''Kenapa Ndre?' tanya Sony teman Andre.


"Ini kak Mimi minta bantuan, emang di rumah Kakak Mimi ada cowok ya?" jawab Andre dan Andre bertanah perihal cowok pada Sony.


"Iya ada, kayaknya cowok nya kak Mimi Ndre. Tampan orangnya dan kayak nya juga kaya tuh cowok." Jawab Sony yang memang baru dari luar habis mencuci motornya.


"Terus kenapa kak Mimi minta bantuan sama kamu Ndre, kenapa bukan sama cowoknya itu." ucap Sony.


"Ndak tau juga Son.' jawab Andre.


"Hmm kayaknya nih ya kita emang nggak bisa merengkuh kak Mimi sebagai kekasih." ucap Bobi teman Andre dan Sony.


"Ya iyalah Bob, kak Mimi udah kerja nah kita.. Kuliah aja belum kelar." sahut Sony.


"Iya, sungguh beruntung yangbm mendapatkan Kaka Mimi. Cantik, manis, keibuan, pintar lagi." ucap Bobi memuji Mimi.


"Ayah kalau macam kita ini bagaikan pungguk merindukan bulan Bob, sadar diri aja." seru Andre.


Tak di pungkiri, anak-anak yang Mimi bantu itu memiliki rasa . Bukan hanya rasa kagum melainkan mereka memiliki rasa layaknya seorang lelaki pada lawan jenis.


Mimi masih mondar mandir menunggu Andre yang lama menurutnya. Pintu terus di ketuk oleh Dillah.


"Assalamualaikum dek." ucap Dillah berulang kali.


"Akang tau adek di dalam. Ayo lah dek, dengerin penjelasan akang dulu. Akita bicara baik-baik." ucapnya.


Walau Mimi tidak menggubrisnya, Dillah terus berupaya untuk menjelaskan masalah dan alasannya selama ini.


Tak lama terdengar suara motor Andre di dekan rumah nya, Mimi merasa lega.


Andre berjalan dengan gaya coolnya, Andre hanya menganggukkan kepala saat bertemu dengan Dillah.


"Assalamualaikum, sayang.. sayang..'' ucap Andre. Dilllah tercengang saat ada cowok memanggil Mimi dengan sayang.


"Waalaikum salam, eh dah nyampai yank.'' jawab Mimi menyempurnakan acting Andre.


Dari dalam hati Andre dia sangatlah senang. dirinya di panggil yank oleh Mimi walau ini hanyalah sandiwara.


"Udah, kamu udah siap?'' tanya Andre.


"Emm udah kok, mau masuk dulu atau langsung berangkat nih.'' ucap Mimi dengan menggandeng Andre dengan gaya manja.


"Maaf Ndre." bisik Mimi, Andre hanya mengangguk kecil dan tersenyum.


Dillah diam menelisik Mimi dan Andre bergantian.


"Dek, apa-apa in ini dek." ucap Dillah.


"Emm siapa yank?" tanya Andre yang juga ingin tau siapa sebenarnya cowok di depan nya saat ini.

__ADS_1


"Ih iya yank, kenali dia Said, em kak dia calon Mimi." ucap Mimi yang bingung mau ngakuin Andre apa.


"Calon??" tanya Dillah kaget. Andre hanya tersenyum, miris itulah pikiran Andre.


"Iya, dia calon Mimi." jawab Mimi.


"Benar kamu calonnya Mimi?' tanya Dillah memastikan pada Andre.


"Emm iya bang, salam kenal." ucap Andre dengan mengulurkan tangannya kepada Dillah untuk bersalaman.


"Oh saya Dillah kekasihnya Mimi." ucap Dillah Mimi melongok dengan mulut sedikit terbuka. Mimi tidak percaya Dillah akan memperkenalkan diri dengan mengakui dirinya adalah kekasih Mimi.


"Hah! Jangan bercanda bang, kami sudah akan menikah. Saya percaya Mimi orangnya setia." ucap Andre tidak percaya jika lelaki didepannya memang benar adanya kekasih Mimi.


"akakau tidak percaya, tanyakan aja sama dia." ucap Dillah dengan menantang dan tersenyum smirk, Andre melihat ke arah Mimi dan Mimi menggeleng.


"Emm nggak kok, nggak. Dia hanya masa lalu aja." ucap Mimi gugup.


"Iya masa lalu kita belum usai." sahut Dillah.


"Ah udahlah yank, yok kita segera pergi." ucap Mimi dengan langsung mengunci pintu dan menggandeng Andre untuk segera pergi.


"Tunggu dek." ucap Dillah menahan langkah Mimi dengan memegang lengan Mimi.


Mimk dan Andre berhenti melangkah dan kembali beralih melihat ke arah Dillah.


"Beri aku waktu sebentar untuk menjelaskannya." ucap Dillah.


"Tak ada lagi yang perlu dijelaskan, hubungan kita telah usai setelah kang Said pergi tanpa pamit mauoau. kata-kata." jawab Mimk dengan wajah datar.


"Iya maaf kalau soal itu, akang bisa jelasin. Maka dari itu kasih akang waktu nya buat menjelaskannya" ucap Dillah.


"Maaf, lupakan Mimi." ujar Mimk dan melepas tangan Dillah dari lengannya.


"Nggak akaan dek, akang nggak akan melepaskanmu lagi. Akang mohon," ucap Dillah namun Mimi terus berjalan gak menggubris omkngan Dillah.


"Kita mau kepasar mana kak?" tanya Andre saat mereka berdua telah berada dia atas motor.


"Pasar induk aja ndre." jawab Mimi.


"Oke." jawab Andre, ada rasa bahagia di hati Andre kaalla tangan Mimi belum lepas dari pinggangnya.


"Andai ini adalah reaksi bukan sandiwara ,alangkah bahabianya diriku ya Allah." ucap Andre dalam hati dengan terus melihat tangan Mimi yang mesih merengkuh pinggangnya.


Sepanjang jalan Mimi hanya diam, tak ada Senda gurau seperti biasanya dengan Andre.


Lain Mimi lain pula Andre, otaknya juga saling bertanya siapa lelaki yang mengaku kekasih Mimi dan mengapa Mimi seolah menghindari nya.


Sesampainya di pasar induk, Mimi mulai beraksi berbelanja kebutuhannya dengan Andre yang selalu mengekorinya.


Dillah menatap nanar ketika melihat Mimi berpegangan pinggang saat berada di atas motor Andre.


"Apa benar kau sudah melupakan dan membuang akag di hatimu dek." ucap Dillah


"Andai waktu bisa di ulang." ucapnya.


Dillah berjalan gontai keluar dari perkarangan menuju mobilnya, berulang kali dia menghelakan nafasnya.


Dillah merasakan bagaiman Mimi kala dia !meninggalkan nya tanpa kabar sama sekali, saat ini dia merasakan bagaimana dadanya terasa sesak saat tak dihiraukan oleh orang yang dia cintai.


Saat dia akan masuk ke dalam mobilnya, Dillah melihat ada warung di depan rumah kontrakan Mimi. Diallahnyerdiam sejenak, dia melihat warung dan rumahbmimi bergantian, setelah itu dia tersenyum smirk.


Dengan cepat Dillah berjalan menuju warung makwo. Dillah duduk disalah satu bangku yang tersedia yang dekat dengan pintu.


"Mau makan pakai apa nak?" tanya makwo.


Karena masih pagi, makwo menjual sarapan berupa lontong sayur, lontong pecal, lontong sate, bubur ketan, bubur kacang ijo dan berbagai kue serta gorengan.


"E!m pecal aja bu, pakek bakwannya ya buk." ucap Dillah dan makwo lun mengaku seraya langsung meracik pecal bhat Dillah.


"Anak temannya Mimi ya?" tanya makwo dengan tangan terus mengambil berbagai sayuran.


"Emm iya Bu," jawab Dillah dengan mengangguk walau makwo tak melihatnya.


"Oh ya Bu, apa Mimi sudah lama ya tinggal disini?" tanya Dillah.


"Katanya temannya, kok ndak tau?" tanya makwo.


"Iya Bu, kita sudah lama tidak bertemu. Terakhir sewaktu kuliah." jawab Dillah.


"Oo, jadi anak ini teman semasa kuliahnya? berarti anak sesama dokter ya sama Mimi?" tanya makwo dengan memberikan pesanan Dillah.


"Ini nak silahkan dimakan" ujar makwo mempersilahkan Dillah makan.

__ADS_1


"Iya Bu, lebih tepatnya kakak kelas dia. Cuma saya bukan jurusan kedokteran." jawab Dillah dengan jujur.


"Oh ya Bu, apa saya boleh tanya?" tanya Dilla kembali.


"Iya tanya saja, kalau bisa makwo jawab ya makwo jawab." ucap makwo.


"Emm itu Bu.. Emm lelaki yang sama Mimi pergi tadi, emm Andre namnaya kalau tidak salah. Apa dia pacar atau tunangan Mimi ya?" tanya Dillah.


"Kamu itu ya, tadi bilang teman tali tidak tau kabar temanya. Gimana?" ucap makwo lagi, Dillah hanya tersenyum dengan menggaruk tengkuknya.


"Kan sudah saya bilang, saya dah lama tidak ketemu Bu, hamlir lima tahun." jawab Dillah.


"Andre itu anak kuliahan yang sama-sama ngontrak disini. Mimi itu dekat sama Andre ( Dillah deg degan), tidak sa!a Andre saja ( Dillah merasa sedikit lega ) pada semua anak kuliahan sini juga baik."


"Mimi menganggap mereka sebagai adiknya sendiri, mereka juga menganggap Mimi kakak mereka. Apalagi Mimi seinga meluangkan waktu nya untuk mengajari mereka tentang pelajaran di kedokteran "


"Emang mereka anak kedokteran juga Bu?" tanya Dillah.


"Iya mereka rata-rata anak kedokteran, makanya mereka senang dekat sama Mimi. Sedikit banyak mereka bisa belajar sama Mimi." ucap makwo.


"Tapi kayaknya di Andre suka sama Mimi ya Bu." ucap Dillah.


"Semua suka sama Mimi, tapi Mimi hanya menganggap mereka semua adik ndak lebih. Kenapa? kamu cemburu?" tanya makwo.


"Emm hehee sebenarnya iya Bu." jawab Dillah.


"Kamu ini, bilang aja kalau mantannya Mimi." ucap makwo.


"Uhuk uhuk uhuk" Dillah terbatuk-batuk karena tersedak.


"Nih minum, makanya makan pelan-pelan." ucap makwo dengan memberikan secangkir air minum.


"Benar tidak?" tanya makwo lagi-lagi Dillah menyemburkan makanannya.


"Kamu ini, makan ala tidak baca bismillah dulu " ucap makwo terkekeh melihat Dillah.


"Ibu juga saya lagi makanan dia ajak ngobrol." ucap Dillah memutar balikan fakta.


"Bukannya kamu tadi yang ngajak makwo bicara." ucap makwo dengan melenggang pergi.


"Makanya kalau cinta itu dikejar, banyak pemuda sini yang suka sama dia." ucap makwo sambil berjalan menuju tempat nya.


Syahril, di LA masih terus mencari keberadaan Mimi yang hilang dari jangkauan bagaikan ditelan bumi.


Hari ini Syahril dan Ryan pulang ke jambi, mereka telah lama lulus spesialis nya bahkan mereka juga tengah menjalani S3 mereka di LA.


Orang tua Mimi tinggal menunggu kelulusan Ayuni adiknya Mimi. Beruntunnya, orang yang membeli rumah kedua orang tua Mimi masih mengizjnkan mereka untuk tinggal disana sementara.


Malu, mungkin itulah yang dirasakan orang tua Mimi. Namun apanlah daya semua telah terjadi. Sedikit banyak mereka juga salah tidak pernah memantau anak lelakinya, mereka terlalu mempercayai apa yang dikatakan anak hingga mereka lupa bahwa anak tak hanya anak perempuan yang perlu di pantau, anak lelaki oun perlu dinkabtai dari segi pendidikan hingga pergaulan.


Setelah mengetahui kalau mii dan Andre tidak memiliki hubungan, Dillah bertekad akan terus memperjuangkan cinta nya kembali.


Apapun akan dia lakukan hingga cinta Mimi bisa di dapatkannya kembali.


Seperti malam ini, Dillah meendatangi kembali kontrakan Mimi. Namun Dillah belum beruntung karena Mimi pergi kerumah sakit jantung karena ada pasien yang perlu penangan segera.


Dillah yang baru sampai melihat rumah Mimi sepi dan akhirnya dia duduk di warung makwo dan bertanya kepada makwo.


"Assalamualaikum bu." sapa Dillah ramah.


"Waalaikum salam, mau ngapelin Mimi?" tanya makwo yang ingat akan orang yang menyapanya, Dillah hanya tersenyum.


"Tapi Anda belum beruntung bro." ucap makwo gaya gaul


"Wah ibu gaul juga ya?" ucap Dillah.


"Harus dong.." jawab makwo terkekeh.


"Memangnya Mimi kemana ya Bu?" tanya Dillah.


"Emm makwo kurang tau juga, tadi di jemput laki-laki." jaqba makwo.


"Laki-laki?" Dillah mengulanginya.


"Iya kelihatannya mereka buru-buru tadi." jawab makwo.


Tanpa Dillah ketahui, di warung makwo ada Andre dan teman-temannya. Ada rasa cemburu dan tidak terima di hati Andre, namun apalah daya Andre yang merupakan anak kuliahan.


Dan Mimi pun hanya menganggap dirinya sebagai adik tidak lebih. Mereka yang pernah mencurahkan perasan pada Mimi sudahntau bagaimana karakter Mimi.


Di rumah sakit jantung, Mimi langsung melakukan tindakan karena pasien mengalami serangan jantung mendadak. SK pasien di ketahui tengah habis berolah raga namun tiba-tiba pingsan.


Mimi mengecek psien tersebut dengan segera, Mimi mengkhawatirkan dan takut kalau pesien mengalami pecah pembuluh darah.

__ADS_1


Beberapa jam melakukan tindakan pada pasien tersebut Mimi pun menyimpulkan kalau pasien terkena stroke yang di akibatkan oleh pecahnya pembuluh darah karena tekanan darah pasien meningkat drastis saat dia melakukan olah raga.


tbc


__ADS_2