
Malam ini hanya ada dua peserta yaitu Syahril dan Alex saja dan mereka semua berantusias kepada mereka berdua.
Alex mendapatkan sponsor balap liar nya dari sang bos dan dana yang dikeluarkan tak tanggung-tanggung 2Milyar entah apa yang mereka rencanakan sehingga berani mengeluarkan dana sebegitu besar.
Sebelum balap dimulai Anita mendekat ke Syahril .
"Gimana Syahril apa kau sudah mempersiapkan mentalmu malam ini." ucapnya
Riko yang mendengar nya pun menyahuti perkataan Anita.
"Apa maksudmu.? ucapnya dingin.
"Bang, bang kalian jangan sok alim dan kau Syahril tamatlah riwayatmu malam ini." Ucapnya dan berlalu pergi.
Andri Ryan dan yang lain menjadi tak tenang apa yang dimaksud oleh Anita ada apa gerangan dan ada maksud apa di balik semua ini.
Anita sangat puas dan berharap kalau rencananya menjatuhkan Syahril malam ini tercapai.
Anita pergi bersama gengnya ke pinggir arena salah satu teman gengnya juga heran kenapa Anita berkata seperti itu apa yang telah di rencanakan sahabatnya itu.
"Anita apa maksud Lo tadi?" ucap Cella.
"Iya An apa yang kau rencanakan?" tanya April.
"An elo gak merencanakan yang fatal kan?" ucap Angel.
"Kalian kenapa sih." Ucapnya dingin.
"Al apa maksud Lo tadi dan elo gak ada merencanakan sesuatu di belakang kita kan? ucap Angel mewakili keresahan sahabatnya.
"Tenang aja, entar kalian semua liat aja." Ucapnya dengan senyuman yang tak bisa di artikan.
Sebelum Anita berlalu dia menaruh sesuatu di jok motor Syahril.
"An beritahu kita apa yang sedang elo rencanakan pada Syahril." ucap cella .
"Kalian mau tau?" Ucapnya dengan sinis.
"Iya." Ucap mereka semua.
"Gue mau dia gak sok suci keg itu lagi dan gue mau dia hancur malam ini." ucapnya penuh dengan tekanan.
"Maksud elo apa An?" tanya Angel.
"Gue tarok narkoba di jok motornya, dan di saat putaran akhir siap-siap kita pergi dari sini." Ucapnya.
"Gila Lo An, gue sangka elo suka Ama dia kenapa elo lakuin ini semua." ucap April.
"Gue emang suka Ama dia tapi dulu, kalian liat apa yang dia lakuin gak pernah anggap gue ada dan dia selalu melihat ke cewek cupu itu terus." ucapnya penuh dengan amarah dan dendam.
"Tapi bukan gini An, elo gila .. Argh." Ucap Angel frustasi.
Ya Anita merupakan salah satu anak buah dari bosnya Alex dia merupakan salah satu pengedar namun ketiga sahabatnya gak tau apa yang dilakukan oleh Anita.
"Gimana kalau ternyata malah berbalik ke elo An dan gak hanya ke elo tapi ke kita-kita." Ucap Cella.
"Elo jangan bermain api gini la An, elo keterlaluan." Ucap April.
"Elo pada kenapa sih, eh itu urusan gue ya." jawab Anita.
"An sejak kapan elo mengenal itu obat." Ucap Angel.
"Elo pada gak usah ikut campur dan kapan gue tau itu juga bukan urusan kalian." Ucapnya.
"An.." Angel ingin bertanya namun kepotong oleh Anita.
"Diam lo pada pokoknya malam ini gue ingin liat Syahril hancur," ucapnya dengan senyuman smirk.
Tanpa mereka sadari percakapan mereka di dengar oleh Bimo teman Syahril dan Bimo pun tak tinggal diam dia merekam semua yang dibicarakan oleh Anita.
Ingin rasanya Bimo menghampiri dan menonjok si Anita namun di urungkan karena posisi Anita dan gengnya berada dekat dengan geng Alex dan kawanan Alex yang mendukung tantangan ini.
Setelah selesai merekam Bimo segera berlalu menuju teman-temannya nasib tak dapat di elakkan pada saat Bimo hampir sampai pada rombongannya suara sirine polisi sudah terdengar.
Para penonton aksi tersebut kocar kacir untuk menyelamatkan diri masing-masing termasuk Bimo. Anita dan geng sudah berlalu sedari 10 menit sebelum para polisi tiba di arena balap liar tersebut.
Alex yang kebetulan kalah di waktu itu dan berada di belakang Syahril dia segera berbelok ke arah lain untuk melarikan diri sedangkan Syahril yang hampir sampai finish baru sadar jika ada mobil polisi sudah berada di belakangnya.
Sebagaian sahabat-sahabatnya pada setia kawan sehingga menunggu Syahril tiba di garis finish dan tentunya sahabatnya sudah bersama polisi.
Syahril terkesiap melihat sahabatnya dan beberapa teman gengnya sudah di ringkus pihak polisi.
__ADS_1
"Kalian semua ikut kami ke kantor polisi." ucap salah satu polisidan mereka semua digiring ke kantor polisi.
Alex juga tertangkap oleh patroli polisi karena jalanan yang dia tempuh ternyata jalan buntu.
Sesampainya di kantor polisi mereka semua di cerca beberapa macam pertanyaan.
Karena apa yang dilakukan mereka memang salah melakukan balapan liar apa lagi seperti Syahril dan beberapa temannya merupakan anak di bawah umur maka polisi memanggil orang tua mereka.
Selama di interogasi hanya Syahril yang lama di interogasi.
"Berapa umurmu?" ucap polisi yang mengintrogasi
"13 pak." ucap Syahril.
"Kamu masih sekolah?"
"Iya pak saya masih sekolah kelas 2 SMP."
"kamu tahu kesalahanmu apa?"
"Tau pak." ucap Syahril
"Apa salahmu sebutkan!" ucap polisi
"Saya melakukan balapan liar." Ucap Syahril.
"Hanya itu?" tanya polisi kembali.
"Iya pak hanya itu." Ucap Syahril.
"Kamu yakin?"
"Iya pak saya yakin." ucap Syahril.
"Oke berapa no telpon orang tuamu?"
"Buat apa pak?"
"Saya akan menghubungi orang tuamu dan memberitahukan apa yang terjadi padamu."
"Saya disini tidak tinggal sama orang tua pak,"
"Saya kos bersama sahabat saya pak?"
"Mana sahabat mu."
"Itu mereka pak." ucap Syahril sambil menunjuk ke arah samping nya yang mana Ryan,Andri dan Rudi berada di sana.
"Oke sekarang mana no telpon orang tua mu."
Tanpa banyak jawab Syahril langsung memberikan no telpon orang tuanya begitu pula dengan yang lainnya.
Malam ini mereka semua menginap di kantor polisi sampai esok para orang tua mereka datang di kantor polisi.
Ryan Andri Rudi dan yang lain mereka diperbolehkan pulang bersama orang tua mereka dan menandatangani surat pernyataan terlebih dahulu.
Sedang Syahril dia harus bertahan karena kasusnya berbeda dengan para teman-temannya.
Ummanya Syahril menangis karena tidak menyangka jika anak bontotnya melakukan hal tersebut terlebih mereka mengetahui dari pihak polisi bahwa pihak polisi menemukan narkoba berjenis sabu-sabu di jok motor Syahril.
"Riil.." Ucap Abahnya Syahril.
"Bah, Umma, percayakan sama Aril, Aril tidak tau bah." ucap Syahril.
"Pak polisi saya tidak tau kalau di motor saya ada barang itu Pak." ucap Syahril kepada petugas polisi yang mengintrogasi nya kemarin.
"Tapi pihak kami menemukan bungkusan seberat 200gram berada di motormu." ucap si petugas.
"Sumpah pak, saya tidak tau." ucap Syahril.
"Umma… Sumpah Umma Aril tidak tau Umma," ucapnya Syahril sambil memeluk kaki ummanya dan menangis.
Ryan Syahril dan Rudi pun membenarkan apa yang di ucapkan Syahril.
"Pak, itu bukan milik Syahril pasti ada yang sedang menjebak kami pak." Ucap Ryan.
"Iya pak, kami memang salah melakukan balapan liar tapi kami tidak pernah memakai apa lagi mengedar barang itu." Ucap Andri.
"Baik lah untuk upaya penyelidikan kami Saudara Syahril untuk sementara berada di kantor polisi ini." ucap petugas dan menggiring Syahril untuk masuk kesalahanmu satu sel.
Sebelum Syahril mengikuti petugas dia memeluk Umma nya yang menangis.
__ADS_1
"Umma, maafkan Aril umma." Ucapnya
"Umma percaya sama Aril yang sabar ya nak, semoga Allah membuka kebenarannya." Ucap Umma dengan Isak tangisnya.
"Abah maafkan Aril."
"Iya nak, sabar ya nanti Abah akan bicara sama kak Arul dan sama keluarga yang lain." ucap Abah berusaha untuk tegar.
Syahril pun mengikuti langkah petugas menuju salah satu ruang tahanan.
Di base camp para teman geng motor Syahril sudah berkumpul. Tak lama Rahman datang ke base camp.
"Assalamualaikum." Salamnya
"Waalaikum salam." Ucap mereka semua.
"Katakan apa yang terjadi semalam." Ucap Rahman. Yah Rahman tidak ikut di arena karena dia sedang berada di luar kota .
"Kami juga tidak tau bang."ucap Amir.
"Bukannya tempat itu aman dari pantauan." selidik Rahman.
"Iya bang, tempat kita biasa balap aman bang tapi tidak tau kenapa bisa kebobolan gini." jawab Hendra.
"Terus siapa saja yang kentangkap?"
"Syahril, Ryan, Andri, Rudi, Riko, Rahmat, Adi, Bogem, Boim dan Kris bang." jawab Fandi.
"Lah terus kalian kok bisa bebas, dasar kalian tidak setia kawan. apa kalian tidak berada di sana?" ucap Rahman berang.
"Maaf bang… kami semua ada di sana bang tapi bang Riko meminta kami untuk pergi." ucap fandi.
"Iya bang sebenarnya kami disuruh pergi semua tapi yang mereka yang ketangkap masih berelakan sehingga mereka ketangkap." Jelas Amir.
Rahman memijit pelipis matanya, disaat dia sedangkan minat dan menunduk terdengar salam dari luar.
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam."
Adi, Bogem, Boim dan Kris masuk kedalam base camp.
"Loh kalian dibebaskan?" Tanya Rahman.
"Iya bang." Ucap mereka semua.
"Terus yang lain mana?"
"bang Riko, bang Rahmat, Syahril masih di tahan bang." jawab Boim.
Huhhh.. Rahman mengeluarkan nafasnya dengan kasar.
"Ryan, Rudi dan Andri?"
"Mereka pulang bersama orang tuanya." Ucap Bogem.
"Oh ya bang Syahril sepertinya bakal lama di tahan bang karena ketahuan menyimpan barang di motornya bang." Ucap Adi.
Rahman dan yang lain kaget mendengar kabar tersebut.
"Darimana kamu tau?" tanya Rahman.
"Para petugas malam itu katanyaenemukan barang di motornya nya bang" Kata Boim.
"Itu gak mungkin." Ucap Rahman karena dia percaya anak buahnya tidak pernah mempunyai ,memakai apa lagi mengedar barang laknat tersebut.
"Mana Bimo?" Ucap Rahman setelah dia tidak menemukan Bimo di dalam base camp tersebut.
"Bimo.." Ucap mereka serentak.
Kemana Bimo???
Yuk terus nantikan ceritanya ya dan jangan lupa dukungannya
VOTE
LIKE
RATE
KOMEN
__ADS_1