DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
apa yang harus aku lakukan


__ADS_3

Terdengar suara adzan berkumandang lirih dengan diiringi percikan air dari langit. Yah hujan mengguyur bumi Pertiwi di subuh hari.


Kaum hawa dan adam mulai menggerakkan otot-otot mereka, merenggangkan setiap otot untuk merilekskan diri.


Satu persatu anak manusia dikosan ini mulai terbangun untuk segera berwudhu. Terutama kaum Adam yang terlebih bangun karena mereka akan mengejar sholat subuh di masjid.


Kebiasaan Syahril dan kedua sepupunya bila menginap disini mereka akan sholat subuh di masjid.


Ryan melarang Syahril untuk ikut sholat di masjid namun Syahril tidak ingin membuat Mimi curiga bila kali ini dia tidak berangkat ke masjid.


"Abang.. Abang ikut ke masjid juga?" tanya Irsyad yang sudah siap dengan pakaian koko nya.


"Iya Riil lebih baik sholat di rumah aja,jangan terlalu capek." ucap Ryan.


"Iya bang, jangan dipaksakan.'' sahut Irsyad.


"Kalian ini terlalu berlebihan, aku baik-baik saja." jawab Syahril.


"Tapi Riil.." ucap Ryan.


"Ndak usah khawatir Yan, justru bila tiba-tiba aku sholat di rumah yang ada Mimi semakin banyak bertanya, dia pasti semakin curiga Yan. Ayo kita berangkat." ucap Syahril.


Irsyad dan Ryan tidak dapat mencegah karena yang diomongkan Syahril ada benarnya. Mereka pun berangkat sebelum adzan subuh, tepat sampai masjid adzan pun bergema seiiring rintik hujan turun.


"Alhamdulillah telat waktu." mereka berucap syukur karena bisa tepat waktu sampai masjid.


"Iya bang, alhamdulillah kita juga tidak kehujanan di jalan jadinya." sahut Irsyad.


"Iya, kuasa Allah, kebesaran Allah." sahut Syahril.


Mereka bertiga masuk dan segera melaksanakan sholat Sunnah masuk masjid atau shokat tahaytul masjid.


Salah satu amalan shalat sunnah yang baik dikerjakan adalah shalat tahiyatul masjid. Shalat tahiyatul masjid merupakan shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika memasuki masjid. Umumnya, shalat tahiyatul masjid dilaksanakan secara sendiri atau tidak berjemaah. Sebab, shalat tahiyatul masjid merupakan shalat sunnah yang memang tidak dianjurkan berjemaah dalam pelaksanaannya.


Meskipun bersifat sunnah, namun siapa saja yang menjalankan shalat ini ketika masuk masjid tentu akan mendapatkan pahala dan rahmat kebaikan dari Allah SWT. Dalam hal ini, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan shalat tahiyatul masjid. Salah satunya, shalat tahiyatul masjid harus segera dilakukan sesaat setelah memasuki masjid dan sebelum duduk. Sehingga ketika sudah duduk, baik sebentar maupun lama, pelaksanaan shalat tahiyatul masjid menjadi tidak sah.


Bukan tanpa alasan, ketika seseorang telah duduk baik sebentar maupun lama, maka shalat tahiyatul masjid yang dilakukan menjadi gugur. Dengan kata lain, shalat tahiyatul masjid yang dilakukan ketika seseorang telah duduk menjadi tidak sah. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah:


“Jika salah satu dari kalian telah memasuki masjid, maka janganlah ia duduk sehingga melaksanakan shalat dua rakaat,” (HR Al-Bukhari dan Muslim).


Sebab, tujuan shalat tahiyatul masjid dilaksanakan adalah untuk menghormati masjid. Di mana pada dasarnya, masjid mempunyai kedudukan dan kehormatan yang mulia. Dengan begitu, setiap umat Muslim yang memasuki masjid dianjurkan untuk melakasanakan shalat tahiyatul masjid dengan segara.


Sesuai dengan kategorinya, shalat tahiyatul masjid dilaksanakan secara sunnah. Hukum sunnah ini akan hilang ketika seseorang yang telah memasuki masjid sudah terlanjur duduk, baik sebentar maupun lama.


Namun jika seseorang lupa atau tidak tahu, maka boleh bangkit atau berdiri dari duduknya lalu melaksanakan shalat tahiyatul masjid. Meskipun begitu, hal ini boleh dilakukan dengan syarat duduknya tidak terlalu lama.


Selain itu, hukum meninggalkan shalat tahiyatul masjid makruh kecuali dalam kondisi terdesak. Seperti ketika kita memasuki masjid kemudian muadzin telah mengumandangkan iqomah dan salat berjamaah akan segera dimulai, maka boleh tidak melaksanakan shalat tahiyatul masjid. Aturan ini dibuat agar setiap orang bisa mendapatkan keutamaan takbiratul ihram bersama imam saat ingin menunaikan shalat berjemaah di masjid.


Shalat tahiyatul masjid dilaksanakan dalam 2 rakaat. Sama seperti shalat sunnah lainnya, shalat tahiyatul masjid diawali dengan niat lalu mengerjakan beberapa gerakan shalat hingga genap dua rakaat. Berikut penjelanannya:



Membaca niat shalat tahiyatul masjid.



Ushalli tahiyyatal masjid rak’ataini sunnatan lillâhi ta’ala.


Artinya, “Saya shalat tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah ta’ala.” Wallahu a’lam.




Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.




Baca ta‘awudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca salah satu surat pendek Al-Quran.




Rukuk.




Itidal.




Sujud pertama.




Duduk di antara dua sujud.



__ADS_1


Sujud kedua.




Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.




Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama.




Salam pada rakaat kedua.




Bagi orang yang tidak bisa mengerjakan shalat tahiyatul masih oleh satu dan lain hal, maka bisa dianjurkan untuk membaca dzikir sebanyak 4 kali. Lafal zikir yang dianjurkan, yaitu:


Subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallah wallahu akbar, wa la haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil adzim.


Kondisi yang Tidak Dianjurkan Shalat Tahiyatul Masjid


Setelah mengetahui tata cara shalat tahiyatul masjid dilaksanakan secara sendiri, perlu diketahui pula terdapat beberapa kondisi yang tidak dianjutkan untuk melaksanakan shalat sunnah ini. Berikut beberapa kondisi di mana seseorang tidak dianjurkan melaksanakan shalat tahiyatul masjid:


Ketika shalat berjmaah sudah akan dimuali. Misalnya ketika muadzin telah mengumandangkan iqamah untuk shalat berjamaah. Maka sebaiknya segera mengikuti imam untuk mendapatkan keutamaan takbiratul ihram.Tidak dianjurkan shalat tahiyatul masjid bagi khatib yang segera langsung naik mimbar untuk menyampaikan khotbah. Seperti ketika pelaksanaan shalat jumat.Tidak dianjurkan shalat tahiyatul masjid ketika terlambat datang ke masjid di hari Jumat sementara khotbah jumat sudah hampir selesai. Jika tetap melaksanakan shalat tahiyatul masjid, dikhawatirkan akan ketinggalan shalat Jumat.


Setelah mengetahui bahwa shalat tahiyatul masjid dilaksanakan secara sendiri, tentu banyak pertanyaan yang muncul bagaimana jika shalat tahiyatul masjid dilakukan di halaman teras, apakah hal tersebut sah atau tidak. Dalam hal ini, menurut Imam Ibnu Hajar, jika teras masjid yang berada di depan dan tidak terpisah dengan masjid, maka masih dikategorikan sebagai masjid. Dengan begitu, shalat tahiyatul masjid tetap sah dilakukan.


Sebaliknya, jika halaman atau teras yang dimaksud terpisah dengan masjid maka tidak dikategorikan sebagai masjid. Dengan begitu, shalat tahiyatul masjid yang dilakukan di tempat tersebut menjadi tidak sah. Sehingga lebih utama, shalat tahiyatul masjid dilakukan di dalam masjid. Hal ini agar shalat yang dilakukan sudah terjamin sah dan menjadi amalan baik yang bisa mendatangkan manfaat kebaikan.


Syahril dan yang lain telah selesai sholat sunnah nya, mereka bertiga kembali melaksanakan sholat Sunnah sebelum sholat fardhu subuh karena muadzin belum selesai adzan dan biasanya setelah adzan muadzin akan membaca sholawat sebelum dia mengumandangkan iqomah.


Selain sholat fardhu lima waktu, dianjurkan pula untuk menjalankan ibadah sholat sunah.


Salah satunya yakni sholat qobliyah subuh atau sholat fajar. Sholat fajar sebenarnya merujuk pada waktu pelaksanaan sholat yang dilakukan saat fajar telah tiba.


Selain sholat fardhu lima waktu, dianjurkan pula untuk menjalankan ibadah sholat sunah.


Salah satunya yakni sholat qobliyah subuh atau sholat fajar. Sholat fajar sebenarnya merujuk pada waktu pelaksanaan sholat yang dilakukan saat fajar telah tiba.


. Niat


أُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً لِلهِ تَعَالَى


Ushalli sunnatash-shubhi rak’ataini qabliyyatal lillahi ta’ala.


Sambil menunggu muadzin yang sedang bersholawat tak lupaula Syahril Dzikir shalat sunnah qobliyah subuh.


Berdasarkan dalil hadits riwayat Ibnu Sinni dan Al-Hakim, dzikir yang dibaca setelah selesai mengerjakan shalat sunnah sebelum subuh adalah sebagai berikut:


اَللهُمَّ رَبَّ جِبْرِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ وَمِيْمَائِيْلَ وَمُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ


Allahumma rabba jibrila wa israfila wa mika-ila wamuhammadinin-nabiyyi, a’udzubika minan-nar (dibaca 33 x)


Artinya: Ya Allah, wahai Tuhan dari Jibril, Israfil, Mikail, dan Nabi Muhammad. Aku berlindung diri dengan Engkau dari Neraka. (HR. Ibnu Sinni dan Al-Hakim).


Aisyah RA meriwayaktan dari Rasulallah SAW, Beliau bersabda "Dua rakaat (sebelum) fajar (salat subuh) lebih baik (nilainya) dari dunia dan seisinya." (HR Muslim dan Tirmidzi).


Tak lama muadzin mengumandangkan iqomah pertanda sholat fardhu subuh akan segera di mulai, semua makmum berdiri. Saat imam mengucapkan takbir maka semua makmum pun mengikutinya.


Dikosan Mimi yang baru bangun langsung keluar mencari keberadaan Syahril, dia takut kalau semalam yang dilihatnya kembali hanya mimpi.


Ketiga sahabat yang sudah berwudhu menjadi heran melihat Mimi tergesa-gesa keluar kamar.


"Kamu kenapa Mi?" tanya Muthia.


"Iya mi, kamu kenapa?" sahut Selfia.


"Mending sana langsung berwudhu." seru Irma.


"Emm, kalian lihat kak Syahril?" Mimi bertanya kepada ketiga sahabat dan ketiga sahabat hanya menggeleng karena semenjak mereka bangun tidak melihat keberadaan ketiga lelaki itu.


"Gitu yah.. Berarti Mimi cuma mimpi lagi.." ucap Mimi lirih.


Ketiga sahabat Mimi tercengang ketika Mimk berucapnkalau dia sedang bermimpi lagi.


"Haduhhh udah deh mending Mimi segera berwudhu atau mandi dulu, gih sana. Kita mau sholat subuh dulu." ucap Muthia.


"Hmm" jawab Mimk dan berlalu berjalan menuju kamar mandi untuk mandi.


Saat buka baju nya Mimi terkejut melihat kalau dia memakai Syahril.


"Loh kok pakek baju kak Syahril, ngapain aku pakek bajundouble gini." ucap Mimi sambil bergidik dan melanjutkan aktifitas nya.


Mimi melaksanakan sholat subunya, setelah selesai Mimi langsung keluar untuk memastikan sekali lagi, namun tak ada laki-laki di rumah ini.


"Udah Mi, nggak mudah di tunggu." ucap Muthia dan Mimi hanya menghelakan nafasnya.


Mereka bertiga sepakat tidak kan memberitahu mimimkalau Mimk tidak sedang bermimpi, bahkan mereka bertiga sehabis sholat subuh segera membereskan kasur yang berada di depan TV selagi Mimi mandi tadi.


"Emm ngomong-ngomong kita buat sarapan apa nih?" tanya Irma.

__ADS_1


"Hmm Mimi sih pengen nasi gemuk?" ucap Mimi.


"Nasi gemuk??" tanya mereka bertiga saling bertatap yang tak tau apa itu nasi gemuk.


"Iya." jawab Mimk dengan menatap meraka bertiga.


"Nasi yang gimana itu Mi?" tanya Muthia.


"Nasi yang dimasak pakai santan, kalau orang Melayu biasa menyebutnya nasi lemak, nah kalau di Jambi nasi gemuk, kalau di Jawa nasi uduk." terang Mimi.


"Ooo, yaudah lest go lah." seru mereka bertiga.


"Mimi memasak nasi gemuk nya ya?" ucap Muthia.


"Iya. Irma tolong blender cabe buat sambal ya kebetulan kan sambal kota habis, Muthia atau Selfia goreng ikan teri, kacang tanah, ma tempe ini ya." ucap Mimi dengan me!berikan mereka tugas dan mengeluarkan bahan-bahan yang di butuhkan.


"Oh ya tempenya dipotong kecil-kecil atau tipis-tipis aja dan di goreng garing. Atau kita buat mendoan saja." ucap Mimi.


"Emm !endoan saja lah Mi. Terus apa lagi?" tanya Muthia.


"Udah itu aja, gali kalau kalian mau tambah bihun goreng juga boleh." jawab Mimi.


"Oke" jawab mereka dan segera melaksanakan tugasnya masing-masing.


Mimi mengambil beras dan dicuci bersih, setelah itu Mimk masukkan air secukupnya dan jangan instan dua bungkus, tak lupa dimasukkan garam sedikit setelah itu Mimk masak beras itu di magiccom. Setelah tugas nya selesai Mimi membersihkan rumah, berbeda, menyapu serta mengepel.


Mimi belum juga sadar bila orang yang ditunggunya itu sudah ada walau saat ini masih di masjid karena terjebak hujan. Yah mereka sewaktu kemasjid berjalan kaki.


Setelah selesai aktifitasnya Mimi membantu temannya di dapur.


Dengan berkerjasama sebanyak apapun pekerjaan akan cepat terselesaikan.


Setelah semua beres, baik masakan dan pekerjaan lain, mereka kembali membersihkan diri.


Nasi gemuk khas Jambi nasi yang di tanak/dimasak pakai santan kental dan di toping dengan telur dadar di iris, kacang tanah goreng, ikan teri goreng dan sambal tak lupa kerupuk namun sekarang banyak bolongnya bisa ditambah mie goreng atau bihun goreng plus tempe goreng.


Di masjid ketiga lelaki tampan maaih menunggu hujan reda. sebagian jamaah masjid ada yang kenal sama mereka karena bila mereka ada disini mereka selalu ikut sholat berjamaah di masjid ini, kadang juga mereka di pinta jadi imam ketika sholat fardhu tiba.


"Loh nak Syahril, kapan datang?" tanya pak RT


"Iya pak semalam, maaf kami belum laporan sama pak RT." jawab kak Syahril.


"Oo gitu, iya nggak apa-apa bapak percaya sama kalian. Toh nak Mimi juga ndak sendirian di kosannya." ucap pak RT.


"Lah ada nak Syahril, kalau gitu tadi kamu nak yang imami." ucap pak Qodir yang biasa imam di masjid ini.


"Iya pak, insya Allah deh nanti biar saya imami." jawab Syahril.


Orang-orang sini sudah banyak yang kenal sama Syahril dan Ryan serta Irsyad, karena mereka bertiga selalu ikut membantu bila ada gotong royong di kampung ini.


Syahril, Ryan maupun Irsyad menjadi anak laki-laki idaman para bapak-bapak atau ibu-ibu komplek. Kadang mereka tak segan-segan menjodohkan anak mereka kepada Syahril, Ryan dan Irsyad.


Bahkan Syahril sudah memperkenalkan dirinya dan dia juga sudah mengatakan kepada bapak-bapak atau ibu-ibu di komplek dekat masjid ini kalau dia sudah bertunangan.


"Iya loh ya, nanti gantiin bapak." ucap pak Qodir.


"Insya Allah pak," jawab Syahril.


"Emm kalian berapa lama disini?" tanya pak RT.


"Lah pak RT ini gimana, inikan dah mau liburan pasti lama lah mereka disini. iya toh nak." sahut pak Helmi jamaah lain yang juga ikut nunggunhujan reda.


"Ya bukan gitu pak Helmi, biar mereka bertiga kita kasih jadwal buat imami masjid kita." ucap pak RT.


"Oala hahhaaaa." mereka semua ketawa.


"Boleh-boleh" seru pak Qodir.


"Waduh kayaknya awet nih hujannya." ucap pak Helmi


"Sepertinya gitu pak." ucap kaknryan yang duduk dekat dengan dirinya.


"Nak Ryan gimana?" tanya pak Helmi.


"Gimana pak?" tangan kak Ryan


"Loh gimana toh, nak Ryan kan belum ada tunangan kan? mau nggak sama anak bapak?" tanya pak Helmi yang masih ingin menjodohkan anaknya dengan kak Ryan.


"Hehee maaf pak, saya emang nggak tunangan tapi saya udah punya calonnya." jawab kak Ryan memberi alasan.


"Oo gitu, kalau nak Irsyad?" tanya pak Helmi nya lagi.


"Hah emm saya e!yang belum ada pak, tapi saya belum berniat nikah atau pun pacaran pak, maaf." ucap Irsyad.


"Yaa taarufan aja nak." ucap pak Helmi.


"Heleh Lak Helmi ini kok ngebet banget jodohin anaknya." ucap pak RT.


"Ya pak RT MA pak Qodir aja yang nggak punya anak perempuan kalau ada pasti juga ikutan, apa lagi nih ya jarang loh pak ada pemuda seperti mereka bertiga ini." ucap pak Helmi yang ada benarnya.


Ya anak pemuda sekarang sangatlah jarang yang memiliki jiwa sosial, Sholeh, dan tanpa ragu untuk membantu sesama.


Hujan belum juga reda, Ryan yang sudah tak tahan ingin buang hajat melihat arah depan ada ruko yang sudah buka diapun oa!kt untuk kedepan.


"Misi bapak-bapak saya ke depan dulu." ucapnya dan langsung beranjak serta berlari ke arah depan.


Ryan terus berlari melawan hujannya untuk segera sampai rukl tersebut.


Nah kenapa Ryan ke rukk kita lanjut di Next bab ya? yang jelas bukan numpang buang hajat hehee

__ADS_1


tbc


Assalamualaikum selamat lagi selamat beraktifitas, selalu ikuti protokol kesehatan ya riders DOKTER JANTUNGKU, jangan lupa 3 dan 5M nya.. Jaga kesehatan selalu.


__ADS_2