
Jadwal yang padat membuat Syahril lupa akan ponselnya, dia baru pegang ponsel kala malam hari, itu pun setelah dia selesai melakukan tindakan operasi sesar.
Awalnya Syahril hanya membuka ponsel untuk melihat pesan dari umma dan ummi Parida nya.
"Assalamualaikum Riil, nak Umma dengar Mimi ada di Jambi. Kejarlah jangan sampai lepas lagi nak." pesan Umma.
Syahril berpikir "Tumben Mimi pulang ke Jambi." ucapnya sembari menscrool pesan lainnya yaitu dari ummi Parida.
"Assalamualaikum Riil, Baiq cerita sama Ummi katanya Mimi ada di Jambi lo." pesan Ummi Parida.
"Hmm, apa iya Mimi ada si Jambi? Kalau Baiq cerita.. Emm biasanya tau dari Ay.'' gumamnya.
Syahril melihat jadwalnya esok hari ternyata dia ada tindakan operasi sesar sehabis subuh hingga siang hari dan sore jam empat baru kosong.
Syahril mencoba scroll lagi pesan-pesan masuk kembali hingga ke pesan Minggu lalu.
"Fia" ucapnya ketika melihat ada pesan dari Selfia sahabat Mimi yang tak terbaca.
Di bukanya chat dari Fia, ada puluhan panggilan tak terjawab disana di tanggal seminggu lalu dan beberapa panggilan tak terjawab tiga hari lalu, syahril membuka lagi chat tersebut mulai awal dan ada foto undangan pernikahan.
"Selfia menikah, tanggal nya... Astaghfirullah tiga hari kedepan resepsi nya." ucapnya dan Syahril lihat kembali jadwal nya dan beruntungnya beberapa hari ke depan dia tidak ada jadwal operasi dan lusa dia libur.
"Tiga hari ke depan, emm" ucapnya sambil berpikir.
"Besok tindakan, wah kalau lusa baru pergi ya percuma. Sore berangkat nyampe sana bisa-bisa lusa sore atau malam baru nyampe. Ach kenapa bisa baru sekarang buka WA nya." gumam Syahril seorang diri.
Tanpa Syahril sadari, Gumamnya sedari tadi diperhatikannya Ryan yang sudah berada di dalam ruangannya.
"Emang mau berangkat kemana Riil?" tanya Ryan tiba-tiba dan membuat Shahril terkejut.
"Astaghfirullah setaaa***n, maauk itu jangan ain nyelonong Yan." ucapnya Ryan hanya terkekeh dan geleng-geleng kepala.
"Udah ratusan salam kali Riil, cuma orang yang di dalam sibuk bicara sendiri dengan ponselnya" ucap Ryan.
"Emang mau berangkat kemana?" tanya Ryan lagi.
"Papua Yan" jawab Syahril.
"Oh nikahan Fia?" ucap Ryan tiba-tiba.
"Kamu tau?" tanya Syahril.
"Eh, ya Allah aku juga baru ingat kamu nyebut Papua Riil." jawab Ryan yang ternyata baru keingat ketika Syahril menyebut Papua.
"Tiga hari lalu kalau tidak salah ada Selfia nelpon dia bilang dia sudah kirim WA ke aku dan kamu masih centang satu terus dia bilang mau nikah di tanggal emm bentar aku lihat." ucap Ryan sembari mengambil ponsel nya untuk melihat tanggal resepsi Selfia.
"Tiga hari ke depan Yan." ucap Syahril.
"Hah Apaaa!! ya kalau tiga hari ke depan ya kita haru berangkat besok Riil itu pun nyampe malam besok nya." ucap Ryan.
"Aku sih besok ada tindakan operasi jam delapan terus setelah itu kosong." jawab Ryan.
"Huh, padahal besok kata Fia Di'ah datang." ucap Ryan SE!bari meluhatbjadwal penerbangan Jambi Papua.
"Mana penerbangan besok dah kosong lagi di siang hari adanya malam hari." Ryan terus nyeeocos.
"Ah ndak apalah ya Riil kita berangkat malam." ucap Ryan sembari langsung memesan tiket malam hari tanpa persetujuan Syahril.
"Eh tapi Di'ah sama Mimi dan Emma sudah pesan belum ya." ucap Ryan lagi sebelum klik Ok.
"Mimi datang juga ya Yan?" tanya Syahril.
"Ya iyalah masa iya Mimi tidak datang ke acara sahabat karib nya. Oh ya tadi Baiq nelpon katanya mimj sudah ada di Jambi tiga hari lalu." ucap Ryan, Syahril hanya melongo mendengar ocehan Ryan.
"Emm kita ke rumah nya aja yok Riil malam ini tanya Mimi berangkat jam berapa?" tanya Ryan.
"Gila bae kau Yan, lihat tuh dah jam berapa." ucap syahril dengan menunjuk jam.
"Baru jam sembilan Riil, ayoklah kita kerumahnya sekarang belum tidur belum tuh Mimi." ucap Ryan dengan langsung menarik tangan Syahril.
"Ehh busyet dah ni anak, tunggu bentar." Ucap Syahril dengan memakai celana panjangnya lagi.
"Kau belum mandi Riil?" tanya Ryan.
"Rencaan tadi mau mandi cuma lihat HP dulu eh ada pesan Umma sama ummi terus kelanjutan melihat chat yangblain jadi lupa mandi." ujarnya.
"Ayok." ajak Syahril yang gantian menarik tangan Ryan.
Akhirnya mereka berdua pun pergi !meninggalkan rumah sakit menuju kediaman Mimi, jarak rumah sakit menuju kediaman Mimi memakan waktu satu jam. Beruntungnya malam ini sedikit lengang sehingga Ryan bisa membawa mobil dengan kecepatan di atas rata-rata.
Sampai depan rumah orang tuanya Mimi, mereka berdua melihat lampu ruangan masih menyala dan maah terdengar suara TV, begitu juga lampu kamar Mimi maaih menyala.
"Masih on dia ya Riil." ucap Ryan dengan terkekeh.
"An on an on, ayo turun." ucap Syahril. Mereka berdua pun turun. dari mobil dan berjalan ke rumah orangtua Mimi.
"Assalamualaikum" ucap mereka berdua.
"Waalaikum salam." jawab emak dan bapak. Balak berjalan menuju pintu dan membukakan pintu.
"Syahril." ucap bapak.
"Iya pak, maaf malam-malam Syahril kesini." jawab Syahril.
"Yaudah ayok masuk." ucal bapak dan mempersilakan Syahril dan Ryan masuk.
Walau Mimi tidak ada di Jambi, Syahril selalu kerumah orangtuanya Mimi, Syahril selalu menganggap orang tua Mimi adalah orang tuanya juga.
"Syahril" ucap emak ketika melihat Syahril dan Ryan masuk kedalam rumah.
"Iya Mak, maaf Syahril datang malam-malam." ucap Syahril.
"Ada apa nak?" tanya emak, tak biasanya syahril datang malam-malam.
"Emm ndak ada apa-apa Mak, emm Mimi nya ada Mak?" tanya Syahril.
"Mimi ada, kayaknya sudah tidur." ucap emak, terlihat Syahril menghelakan nafasnya, ada rasa kecewa karena dia gagal bertemu dengan Mimi malam ini.
"Kami ada perlu sama Mimi? kalau ada biae emak bangunkan." ucap emak.
"Emm ndak usah mak, biarkan Mimi istirahat." ucal Syahril dengan mengelak.
"Terus ada ala kamu malam-malam datang nak, biasanya kamu ndak pernah datang semalam ini." tanya emak.
"Emm iya Mak Syahril baru habis operasi langsung kesini. Rencana mau tanya sama Mimi apa dia akan pergi ke acara Fia." jawab Syahril.
"Oo kalau itu memang Mimi pergi besok tali Mak ndak tau jam berapa nya." ucap emak.
"Oo gitu ya Mak, emm berarti Mimi sudah beli tiket ke sana ya Mak?" tanya Ryan.
"Iya Yan, dia sudah jauh hari membeli tiketnya. Rencana mau ngajak mamak samaa bapak dan Ay tapi Ay sekolah ndak bisa libur lama-lama." ucap emak.
"Mimi pergi sama siapa Mak?" tanya Ryan antusias.
"Emm kalau ndak salah Di'ah sama Emma juga ikut kesana." jawab emak. Ryan tersenyum hatinya merasa bahagia, kali ini dia akan mencoba merayu Di'ah lagi walau sebelumnya dia sudah berusaha namun selalu gagal.
"Oh gitunya Mak." ucap Ryan.
"Iya, bentar Mak buatkan minum dulu. Kalian sudah makan belum?" ucap emak langsung beranjak dan berjalan menuju dapur swmbri bertanya kepada mereka.
"Sebenarnya belum Mak hehee." jawab Ryan yang tidak peenah jaim.
Syahril terus menatap kamar Mimi, ingin rasanya dia masuk dan memeluk erat Mimi namun dia tahan rasa rindunya itu dan hanya helaan nafas mewajpkiki perasaannya malam ini.
Tak lama emak membawa dua piring, serta nasi ke ruang tengah.
"Ehnmak dak usah repot-repot, Ryan cuma bercanda tadi Mak." ucap Ryan.
__ADS_1
"Ndak apa, kalian pasti lapar dan capek." jawab emak dan kembali ke dapur mengambil lauk serta air minum kali ini Syahril mengikuti emak kedapur dan membantu emak membawa makanan untuk mereka.
Sehabis makan, mereka kembali mengobrol dan tak lama mereka pun pamit pulang.
Syahril dan Ryan malam ini langsung packing pakaian yang akan di bawa ke Papua, tiket pun sudah mereka pesan.
Syahril istirahat sejenak karena sehabis sholat subuh dia akan ada tindakan operasi. Jam empat subuh Syahril bangun dan lamgsung malaksanakan sholat sunnah dan kemudian dilanjut dengan sholat subuh setelah itu dia pun langsung berangkat ke rumah sakit.
Sampai rumah sakit Syahril langsung menuju ruang operasi dan segera melakukan tindakan operasi pada seorang ibu yang kandungannya mengalami plasenta Previa totalis.
Plasenta previa adalah komplikasi kehamilan yang terjadi ketika posisi plasenta bayi berada di bawah rahim ibu. Hal ini dapat menyebabkan plasenta menutupi sebagian atau seluruh leher rahim sehingga menghalangi jalan lahir sang bayi.
Penyakit ini terbagi menjadi tiga jenis sesuai dengan letaknya, yaitu :
Plasenta previa lateralis, yaitu plasenta yang melekat ke bawah namun tidak sampai menutupi jalan lahir.
Plasenta previa parsialis, yaitu plasenta yang melekat ke bawah di dekat leher rahim dan menutupi sebagian jalan lahir.
Terakhir, plasenta previa totalis, yaitu plasenta yang melekat ke bawah di dekat leher rahim dan menutupi seluruh jalan lahir.
Plasenta previa biasanya dapat sembuh sendiri, namun terdapat 10% kasus yang biasanya bertahan lama hingga waktu kelahiran. Gangguan yang satu ini sudah terlihat sejak masa kehamilan memasuki usia 20 minggu. Sehingga gangguan ini dapat diawasi dan dicarikan solusi seiring berjalannya waktu.
Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dari penyakit ini. Namun risikonya dapat meningkat jika Anda memiliki beberapa kondisi, seperti :
1.Kehamilan yang terjadi pada usia > 35 tahun
2.Pernah menjalani operasi caesar atau operasi lainnya pada rahim
3.Pernah mengalami kehamilan bayi kembar
3.Mengalami plasenta previaTerdapat jaringan parut pada endometrium
4.Kelainan pada lapisan rahimKelainan pada plasentaMerokok atau menggunakan obat-obatan terlarang
Saat ibu hamil mengalami penyakit ini, biasanya terdapat beberapa tanda dan gejala yang muncul. Gejala yang paling umum, antara lain :
Pendarahan yang terjadi secara berulang
Pendarahan tidak disertai rasa nyeri
3.Jika pendarahan yang terjadi dapat menyebabkan anemia dan syok
4.Penampakan janin dalam rahim tidak normal
Rasa kram atau nyeri pada perut.
Pasien yang ditangani Syahril kali ini tak hanya plasenta previa melainkan sang ibu juga mengandung bayi kembar dan si ibu juga mengalami preeklamsia.
Preeklamsia adalah kondisi peningkatan tekanan darah disertai dengan adanya protein dalam urine. Kondisi ini terjadi setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu. Preeklamsia harus diberikan penanganan untuk mencegah komplikasi dan mencegahnya berkembang menjadi eklamsia yang dapat mengancam nyawa ibu hamil dan janin.
Preeklamsia umumnya berkembang secara bertahap. Tanda dan gejala yang akan muncul seiring dengan perkembangan preeklamsia adalah:
*Tekanan darah tinggi (hipertensi)
*Proteinuria (ditemukannya protein di dalam urin)
*Sakit kepala berat atau terus-menerus
*Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau sensitif terhadap cahaya
*Nyeri di ulu hati atau perut kanan atas
*Sesak napas
*Pusing, lemas, dan tidak enak badan
*Frekuensi buang air kecil dan volume urine menurun
*Mual dan muntah
*Bengkak pada tungkai, tangan, wajah, dan beberapa bagian tubuh lain
*Berat badan naik secara tiba-tiba
Penyebab preeklamsia masih belum diketahui secara pasti. Meski demikian, ada dugaan bahwa kondisi ini disebabkan oleh kelainan perkembangan dan fungsi plasenta, yaitu organ yang berfungsi menyalurkan darah dan nutrisi untuk janin.
Kelainan tersebut menyebabkan pembuluh darah menyempit dan timbulnya reaksi yang berbeda dari tubuh ibu hamil terhadap perubahan hormon. Akibatnya, timbul gangguan pada ibu hamil dan janin.
Meskipun penyebabnya belum diketahui, sejumlah faktor berikut ini dinilai dapat memicu gangguan pada plasenta:
*Pernah atau sedang menderita diabetes, hipertensi, penyakit ginjal, penyakit autoimun, dan gangguan darah
*Pernah mengalami preeklamsia pada kehamilan sebelumnya
*Baru pertama kali hamil
*Hamil lagi setelah jeda 10 tahun dengan kehamilan sebelumnya
*Hamil di usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun
*Mengandung lebih lebih dari satu janin
*Mengalami obesitas saat hamil, yang ditandai dengan indeks massa tubuh (IMT) ≥30 kg/m2
*Kehamilan yang sedang dijalani merupakan hasil metode bayi tabung (in vitro fertilization)
*Ada riwayat preeklamsia dalam keluarga
Syahril melakukan tindakan operasi pada ibu ini !e!akan waktu yang sangat lama karena selain plasenta Previa totalis si ibu juga pre-eklampsia.
Sebelumnya si ibu sudah memeriksa secara rutin padanya, apa lagi ini anak pertama bagi pasangan ini yang mana lama baru di karunia seorang anak. Empat belas tahun pernikahan si ibu baru diberi kepercayaan oleh Allah SWT dengan mengandung anak kembar.
Syahril juga telah melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh pada si ibu, termasuk tekanan darah, denyut nadi, frekuensi pernapasan, suhu tubuh, pembengkakan pada tungkai, kaki, dan tangan, serta kondisi kandungan.
Dan tekanan darah si ibu lebih dari 140/90 mmHg pada 2 kali pemeriksaan dengan jeda waktu 4 jam, Syahril juga melakukan pemeriksaan penunjang berikutnya untuk memastikan diagnosis preeklamsia:
__ADS_1
Tes urine, untuk mengetahui kadar protein dalam urine
Tes darah, untuk memeriksa fungsi hati, ginjal, dan jumlah trombosit darah
Ultrasonografi (USG), untuk melihat pertumbuhan janin
USG Doppler, untuk mengukur efisiensi aliran darah ke plasenta
Nonstress test (NST) dengan cardiotocography atau CTG, untuk mengukur detak jantung janin saat bergerak di dalam kandungan
Preeklamsia akan teratasi jika janin dilahirkan. Namun sebelumnya Syahril memberi penangan pada si ibu yang mengalami preeklamsia akan diberikan beberapa penanganan berikut untuk mengatasi keluhan dan mencegah komplikasi:
Sambil tetap menerapkan pola hidup sehat, dokter mungkin akan memberikan obat-obatan berikut pada ibu hamil yang mengalami preeklamsia:
Obat antihipertensi
Obat antihipertensi biasanya diberikan jika tekanan darah ibu hamil sangat tinggi. Umumnya jika tekanan darah ibu hamil masih berkisar pada 140/90 mmHg, tidak diperlukan pemberian obat antihipertensi.
Obat kortikosteroid
Obat ini digunakan pada preeklamsia berat atau saat terjadi sindrom HELLP. Selain itu, obat ini dapat mempercepat pematangan paru-paru janin.
Obat MgSO4
Pada preeklamsia berat, dokter akan memberikan suntikan MgSO4 untuk mencegah komplikasi, seperti kejang.
Bahkan si ibu ini mengalami preeklamsia cukup berat atau semakin parah saat usia kandungan memasuki di mknggunke 37, ibu ini pun langsung dirawat agar kondisinya terpantau. Selama perawatan, si ibu disarankan oleh Syahril untuk melakukan pemeriksaan darah, NST, dan USG secara rutin guna memantau kesehatan ibu hamil dan janin.
Beberapa jam kemudian operasi yang dilakukan Syahril lun berjalan dengan lancar, ini dan kedua bayinya pun selamat tanoa ada kendala apa pun. Syahril merasa lega Bika melihat pasien yang ditangani nya tidak mengalami kendala
Namun tetap setelah melahirkan, pemantauan tetap perlu dilakukan. Biasanya, pasien perlu menjalani rawat inap beberapa hari setelah melahirkan. Pasien juga tetap perlu mengonsumsi obat antihipertensi yang diresepkan oleh dokter dan melakukan kontrol rutin sampai sekitar 6 minggu setelah melahirkan.
Jika tidak ditangani, preeklamsia dapat menyebabkan komplikasi, seperti:
Eklamsia, yaitu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kejang
Kerusakan organ, seperti edema paru, gagal ginjal, dan gagal hati
Penyakit jantung
Gangguan pembekuan darah
Solusio plasenta
Stroke hemoragik
Sindrom HELLP
Komplikasi juga bisa menyerang janin. Komplikasi pada janin meliputi:
Pertumbuhan janin terhambat
Lahir prematur
Lahir dengan berat badan rendah
Neonatal respiratory distress syndrome (NRDS)
Pencegahan Preeklamsia
Tidak ada cara khusus untuk mencegah preeklampsia. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menurukan risiko terjadinya preeklamsia, yaitu:
Melakukan kontrol rutin selama kehamilan
Mengontrol tekanan darah dan gula darah jika memiliki kondisi hipertensi dan diabetes sebelum kehamilan
Menerapkan pola hidup sehat, antara lain dengan menjaga berat badan ideal, mencukupi kebutuhan nutrisi, tidak mengonsumsi makanan yang tinggi garam, rajin berolahraga, dan tidak merokok
Mengonsumsi suplemen vitamin atau mineral sesuai saran dokter
Setelah melakukan operasi Syahril dan Ryan tidak mempunyai tindakan lagi, mereka berdua tinggal menunggu waktu yang terasa amat lama.
Ingin rasanya Syahril menjumpai Mimi namun saat dia menelpon emak, emak sudah mengatakan kalau Mimi sudah berangkat ke bandara.
"Yan, penerbangan ke Papua paginini jam berapa?" tanya Syahril.
"Emm bentar." jawab Ryan dengan mengecek di hp nya.
"Seharusnya sih sudah take off setengah jam lalu Riil." jaqba Ryan.
"Ah sial." ucap Syahril yang terus memainkan penanya.
"Sabar " ucap Ryan menasehati Syahril namun hatinya pun merutuki dirinya yang juga sempat lupa akan acara Selfia.
Saat sehabis maghrib mereka berdua langsung menuju bandara dan tak lama mereka berdua pun berangkat ke Papua.
Keesokan malam mereka baru sampai di bandara Papua mereka langsung menuju hotel dimana tempat acara Selfia akan diselenggarakan.
Berbagai rencana sudah di atur oleh dua anak manusia itu, mereka berdua akan memberi kejutan pada pujaan hati mereka keesokan harinya.
Syahril dan Ryan telah bersiap, acara Selfia diadakan dua sesi pagi jam sepuluh dan malam hari.
Pagi itu, Mimi, Di'ah dan Emma sudah di make ober oleh MUA Selfia, mereka bertiga terlihat sangat cantik tak urung banyak mata lelaki terutama rekan bisnis suami dan keluarga besar kedua nya memandang kagum kepada Mimk dan kedua sahabatnya.
Syahril dan Ryan yang sduah sedari tadi berada di dalam aula itu melihat pujaan hatinya di pandang oleh laki-laki lain mengepalkan kedua tangannya begitu luka dengan Ryan.
Ryan langsung berjalan menghampiri Di'ah dan menarik lakasa tangan Di'ah.
"Eh" ucap Di'ah ketika merasa tangannya di tarik seseorang, saat dilihat Di'ah merasa terkejut jika di acara Selfia ada Ryan, Di'ah terbengong merasa dirinya mimpi disiang bolong.
Tak hanya Ryan menarik paksa tangan Di'ah, Sahril pun melakukan hal yang sama.
"Eh ka mu." ucap Mimi yang akan marah namun tidak jadi ketika melihat orangnya g menarik tangan nya adalah orang yang dikenalnya.
Mimi hanya mengikuti kemana Syahril membawanya, Syahril me!bawa Mimi keluar dari aula dan membawa Mimi menuju kamarnya.
"Kaak." ucap Mimi namun tidak di gubris oleh Syahril.
"Kaaak, ngapain ke kamar hotel." seru Mimi ketika sudah berada di dalam kamar.
Syahril langsung mengunci pergerakan Mimi yang akan kembali berjalan menuju pintu.
Syahril menatap wajah Mimk secara intens dengan nafas yang tak beraturan.
"Kaak." ucap Mimi denagn menatap manik Syahril, tatapan yang sangat dirindukannya.
"Kenapa adik berdandan seperti ini?" tanya nya dengan menghapus dandan mimj dengan tangannya.
"Ihh kakak." ucap Mimk dengan mengkrucutkan bibirnya.
"Ckk, mimi belum foto sama Fia kak, kakak sduah merusak dandanannya." ucap Mimi dengan raut sedih.
"Ii mimi di dandan sama MUA nya Fia." ucap Mimj sambil mendorong tubuh Syahril dan menuju cermin melihat dandannya. Beruntunnya dandan itu tak mudah di rusak.
"Oya tapi kan tidak perlu dandan secantik itu dek. Sampe mata cowok-cowok lihat ke arah adek tadi." ucap Syahril protes.
"Ckk namanya cewwk cantik ya dilihatin lah masa iya di anggurin." ucap Mimi asal.
"Apa kamu bilang." ucap Syahril seraya mendekati Mimi dan memegang kedua bahu Mimi.
"Emang Mimi bilang apa?" tanya Mimi.
"Udah ah, ayok kembali ke aula." ucap Mimi namun saat Mimk akan melangkah Syahril pemeluknya, memluk erat meluapkan rasa rindunya.
"Kakak rindu adek, apa adek tidak merindukan kakak?" ucal Syahril, Mimi yang awalnya tidak ingin membalas memluk akhirnya Mimi juga memeluk erat tubuh yang sangat dirindukannya.
"Mimi juga rindu sama kakak." ucap Mimi lirih dan terdenagr oleh Syahril, Syahril me dengar itu semakin mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
Syahril menciumi seluruh wajah Mimi dan terakhir Syahril mencium bibir ranum Mimi, Mimi pun menikmati suasana itu namun mereka hentikan segera agar tidak larut dalam suasana, mereka pun kembali ke aula.
tbc