DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
136


__ADS_3

Amora semakin tertantang sama Dillah karena kecuekan dan dinginnya terhadap perempuan. Anggita sebagai sepupu selalu !mengingatkan Amora agar jangan berbuat di luar batas.


Dillah semakin di kejar oleh Amora semakin membuat dirinya ilfil bahkan tak segan-segan dia menghempaskan tangan Amora dengan kasar. Yah pada waktu itu Amora terus mengejarnya bahkan berani menarik tangan Dillah disaat Dillah tak menggubrisnya.


Sahabat-sahabatnya Dillah juga !merasa jengah atas perlakuan Amora tersebut. Menurut mereka Amora adalah gadis yang tak memiliki rasa malu bahkan berani bertindak di luar batas. Seperti disaat di kantin dia terus mendekat kemana Dillah berada bahkan dia berani mencium Dillah di tempat umum tersebut.


"Hai.." ucap Amora yang tiba-tiba baru samapimkantin dan langsung duduk di samping Dillah.


Dillah yang merisih dia langsung berdiri dan hendak melangkahkan kakinya keluar dari kantin namun disaat dia akan melangkah Amora pun ikut berdiri dan langsung memegang tangan Dillah.


"Kamu kenapa sih, selalu cuek?" tanya Amora dan tangan nya masih memegang lengan Dillah.


"Aku suka sama kamu, semakin kamu menjauh dariku aku akan terus mengejarmu. cup." lanjut Amora dan langsung mencium Dillah.


Dillah yang diperlakukan seperti itu langsung menghempaskan tangannya dan menampar pipi mulus Amora.


"Jaga sikap Anda nona, plak dan satu lagi jangan ganggu atau mengusik diriku atau kau akan mendapatkan lebih dari tamparan ini." ucap Dillah murka.


Semua orang di kantin tercengang akan perlakuan Amora yang berani mengusik Dillah si beruang kutub. Dengan perbuatan Amora tersebut banyak cemoohan dari mahasiswa maupun mahasiswi.


"Makanya jadi cewek itu jangan sok kecakepan." sindir mahasiswi yang berada di kantin.


"Hei jangan karena kamu dari luar negeri seenak dirimu berlaku disini." ucap mahasiswi lainnya.


"Hei nona godain kita dong hahahahahaa." ucap mahasiswa yang berada disana.


"Murahan amat jadi cewek." sahut mahasiswi lainnya.


Saat Dillah pergi meninggalkan kantin para sahabat juga mengikutinya dan menatap Amora dengan sinis.


Anggita yang duduk tak jauh dari meja Dillah dan teman-temannya mendekat ke arah Amora dan menarik paksa Amora untuk keluar dari kantin.


"Anggit kenapa sih tarik-tarikan." ucap Amora yangbtak terima tangannya si tarik paksa oleh Anggita.


"Ra.. Mau kamu apa hah! sudah berulang kali aku katakan jangan membuat ulah sama mereka. Disini bukan Amerika ya Ra sehingga kamu berani melakukan perbuatan senonoh seperti itu." ucap Anggita emosi dengan perbuatan Amora.


"Jangan ikut campur urusan ku nggit, liat saja aku akan mendapatkan apanyang aku mau, dia boleh menamparku kali ini tapi liat saja nanti." ucap Amora dengan senyum yangbtak bisa diartikan dengan sorot mata penuh dengan ambisi.


"Aku peringatkan kamu sekali lagi Ra, jaga sikap kamu dan jangan mengusiknya lagi." Anggita memperingatkan dan Anggita berlalu meninggalkan Amora sendiri.


Amora tak menggubris omongan Anggita, entah apa yang dipikirkan oleh Amora. Karena di keluarganya dia npanak perempuan satu-satunya sehingga selalu dimanja oleh keluarga nya dan apa yang diinginkan harus tercapai.


"Lihat saja boy kau pasti bisa aku taklukkan, jangan panggil aku Amora kalau tak bisa menaklukkan dirimu." Gumamnya dengan seringai penuh ambisi.


Di sebuah ruangan Dillah masih dengan rasa kesalnya sehingga membuat teamnya heran akan ketua teamnya tersebut.


"Gila tuh cewek nggak ada akhlaknya." gerutu Dita.


"Dah kebiasaan di kali di luar seperti itu sehingga seenak jidatnya melakukannya disini." sahut Mila teman Dita yang langsung menghempaskan dirinya di kursi yang berada di ruangan tersebut.


"Udah bro, nggak usah dipikirkan lagi nih tadi ada paket masuk." ucap Reno mengalihkan kekesalan Dillah.


"Iya nih bro ada paket dari Sumatra." ucap teman seteamnya.


Dillah yang mendengar dari Sumatra semangat melihat dan mengecek nya satu persatu.


"Ada berapa paket yang maauk hari ini?" tanya Dillah dengan terus mengecek satu persatu paket yang masuk.


"Ya baru sebagian itu yang masuk pagi ini dan rata-rata dari wilayah Sumatra." sahut rekan teamnnya.


Dengan semangat dia mengecek ulang data yang masuk dan dicek kembali data diri peserta tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah mereka berikan sebelumnya.


Reno dan temannya juga membantu Dillah mengecek data-data terbaru dari peserta bimbel dan mereka juga mengecek biodata serta foto yang dilampirkan, mereka juga menyesuaikan seperti ciri-ciri yang pernah disebut oleh Dillah sebelumnya.


Rekan-rekan team Dillah setiap mengecek biodata dan foto yang berambut panjang dan khususnya peserta yang berasal dari kota Jambi, mereka menyisihkan dan diberikan kepada Dillah.


Ada lima puluh peserta biodata siswi yang berasal dari Jambi yang barj masuk dan ada dua puluh lima peserta yang fotonya berambut panjang.


"Nih bro, tadi ada beberapa peserta dari kota Jambi dan hanya ada beberapa pula yang berambut panjang yang sudah aku sisihkan." ucap rekan teamnya dengan memberikan lembaran biodata peserta yang dicek nya.


"Iya ini juga ada beberapa biodata siswi dari Jambi dan ada beberapa juga ciri-ciri yang seperti dirimu bilang." ucap rekan lainnya dengan memberikan lembaran biodata yang telah diceknya begitu pula dengan yang lainnya.


Dillah dan sahabatnya semangat mengecek satu persatu data tersebut. Mereka terus mengulang mengecek biodata dan mencocokkan dengan ciri-ciri yang Dillah terapkan namun tak ada satupun yang cocok dari sudut pandangan Dillah.


"Dil, ini bukan?" ucap Reno.

__ADS_1


"Dil ini bukan?" ucap Bryan


"Dil ini bukan?" ucap Irwan


"Atau ini Dil?" ucap Yogi namun berkali-kali Dillah !menggelengkan kepalanya bahwa apa yang mereka tunjukkan bukanlah cewek yang dicarinya.


"Kalau semua bukan, terus siapa tuh cewek?" ucap Dita dan semua hanya !menggelengkan kepala dan menghembuskan nafas kasar.


"Atau emang dia nggak ikutan bimbel kali." sahut rekan team bimbel.


Disaat semua sedang dirundungkan penasaran sosok cewek sumatra tak lama datang lah Pak Tejo satpam kampus dengan membawa beberapa buah paket yang baru sampai.


Tok tok tok pintu ruangan diketuk dan mereka yang berada didalam menoleh ke arah pintu.


"Permisi mas, mbak, ini ada paket." ucap pak Tejo sembari masuk kedalam ruangan dan memberikan beberapa paket.


Ditta yang !menerima paket tersebut dan dia pun mengucapkan terimakasih kepada pak Tejo.


"Makasih pak." ucap Dita.


"Sama-sama mbak, kalau gitu saya permisi mau kembali tugas." jawabnya dan di anggukan oleh semua.


Setelah pak Tejo keluar, paket yang berada di tangan Dita langsung di buru oleh para sahabat Dilla.


"Sini Dit," Ucap Reno yang langsung menyambar paket tersebut.


"Ada berapa paket yang datang Ren?" tanya Yogi dan Reno langsung menghitung ada berapa amplop yang dia pegang.


"Ada dua puluh lagi nih." jawab Reno dan mereka pun kembali mengecek data-data tiap paket tersebut.


Dillah dan sahabatnya sibuk mencari biodata cewek yang mengusik dirinya tiga tahun lalu sedangkan team lain sedang sibuk dengan mengkoreksi hasil jawaban soal modul yang mereka berikan.


Mereka membagi kedua puluh amplop masing-masingnya mendapat tempat buah amplop.


"Emm kalian dapat dari Jambi nggak?" tanya Dillah.


"Di aku nggak ada." jawab Yogi dan dia langsung mengkoreksi hasil jawaban dari peserta tersebut.


"Di aku juga nggak ada." jawab Bryan dan dia juga langsung mengkoreksi hasil jawaban.


Reno dan Dita hanya diam dia terus membaca dan mencocokkan data tersebut.


"Kamu sendiri gimana Dil?" tanya Yogi.


"Di aku juga nggak ada." jawab Dillah lesu tak bersemangat, pupus sudah harapan yang dirasakan.


Disaat Dillah dan yang lain merasa putus asa dan merasa pupus sudah pencarian mereka namun berbeda dengan Reno dan sita yang sekali-kali mereka tersenyum. Yogi yang me


lihat mereka berdua hanya jengah, Yogi sangka mereka lagi bermesraan.


"Beug ni orang berdua dengan senyum sendiri ndak tau sahabatnya patah semangat!anagat gitu." ucap Yogi dengan melempar amplop yang di bentuknya bulat ke arah Reno.


"Iss apaan sih Lo Gi, nggak boleh lihat oang senang aja Lo." sahut Reno.


"Iya nih Reno ma Dita kalian berdua ini ngga ada simpatik nya sama sekali, noh liat Dillah dah kusut mukanya." ucap Bryan dengan meledek Dillah yang emang udah kusut.


"Sotoy Lo pada." jawab Reno.


Di Jambi -


Sudah dua Minggu Mimi pulang dari liburannya di kota pedang bersama kedua orang tuanya, Mimi pun segera menyelesaikan tugas bimbel-bimbelnya. Setelah selesai Mimi pun tinggal melengkapi persyaratan akhir dari Bimbel tersebut.


Karena persyaratan terlahir meminta foto 3*4 & 3*2 terbaru Mimi pun mengajak Di'ah untuk pergi ke studio foto dipasar.


"Di'ah nanti temani Mimi kepasar ya". ajak Mimi kepada Di'ah sepulang sekolah.


"Emang belum lengkap persyaratan nya Mi?" tanya Di'ah.


"Belum Di'ah, Mimi belum memfotocopy raport dan syaratnya juga meminta foto 2*3 & 3*4 terbaru dan beberapa materai juga." jawab Mimi.


"Okelah, nanti sekalian kita ke toko buku ya Mi" ucap Di'ah.


"Sipp." jawab Mimi dan mereka pun pulang dengan sesekali canda tawa terlontarkan.


Sepulang sekolah Mimi beristirahat sebentar, setelah itu Mimi sholat Dzuhur terlebih dahulu dan sehabis sholat Mimi makan siang terlebih dahulu sebelum dia dan Di'ah pergi ke pasar.

__ADS_1


Tak lama Di'ah kerumah Mimi dan Mimi pun telah siap untuk pergi dan akhirnya mereka pun pergi ke pasar berdua langsung menuju ke studio foto terlebih dahulu.


Sesampainya di studio foto Mimi langsung mengganti pakaiannya dengan seragam sekolah dan sesi foto pun di mulai.


Beberapa menit kemudian sesi foto selesai dan foto pun segera dicetak sesuai dengan persyaratan yang di minta. Di studio foto ini juga tersedia fot copy jadi Mimi sekalian foto copy hasil ujian semester kemarin.


Supaya kelak di butuhkan foto kembali maka Mimi mencetak foto yang lebih dan Mimi juga mencetak ukuran 4*6 sekalian karena kelak disaat ujian UAN pasti akan dibutuhkan.


Setelah di studio foto selesai Mimi dan Di'ah langsung pergi ke toko buku menemani Di'ah untuk membeli peralatan sekolah dan peralatan buat ultah ponakannya, karena mumpung di tok buku Mimi pun ikut membeli peralatan sekolahnya dan Mimi juga membeli beberapa stopmap untuk keperluan pengiriman balik ke bimbel nya.


setelah semua kebutuhan yang mereka cari telah didapatakan mereka berdua pun pulang dan sampai rumah tepat di jam lima sore, Mimi segera mandi dan segera berwudhu untuk menunaikan sholat ashar nya.


Dimalam hari Mimi menyiapkan segala sesuatunya buat sekolah dan Mimi juga mempersiapkan semua persyaratan di kedua bimbel nya. Sebelum memasukkan ke dalam amplop map, Mimi mengecek kembali persyaratan nya dari foto copy raport, biodata diri, dan foto serta lembar jawaban setiap soal dari bimbel nya.


Setelah semua beres, Mimi pun segera beristirahat karena malam pun telah larut.


Keesokan pagi nya Mimi berangkat sekolah seperti biasanya bersama Di'ah dan sekolah pun Mimi bertemu dengan sahabatnya yang lain.


Hari-hari Mimi semenjak tak ada Syahril disekolah lagi Mimi menghabiskan waktu nya bersama teman-temannya dan kadang Mimi juga menghabiskan waktunya di dalam perpustakaan dan setiap pulang pun kini Mimi dan para sahabat jarang untuk berkumpul bersama sekedar makan bakso langganan mereka.


Disebuah rumah dua Kaka beradik meributkan soal foto sang adik selalu melihat foto tersebut dan sang abang yang mengetahui hal itu jadi bertanya darimana sang adik bisa mendapatkan foto tersebut.


"Foto siapa Dan?" tanya sang abang bertanya karena sepintas sang adik melihat foto dari HP nya.


"Foto cewek yang Dani suka bang." jawab sang adik.


"Kamu suka? siapa?" tanya sang abang.


"Kakak kelas Dani Bang." jawab sang adik dengan terus menatap foto sang cewek yang berfotomdengan dirinya.


"Coba lihat?" pinta sang Abang dan sang adik oun !memperlihatkan foto tersebut dan seketika sang abang kahet ketika melihat foto tersbut.


"Kapan kalin berfoto bersama seperti itu?" sang abang tak percaya kalau sang adek bisa berfoto bersama dengan cewek yang ditaksirnya juga.


"Sewaktu MOS." jawab sang adik.


"Hapus." ucapksang Abang.


"Kenapa harus dihapus, susah tau bisa berfoto bersama seperti ini." jawab sang adek.


"Emangbnya kena Abang suruh Dani hapus, jangan bilang kalau dia adalah cewek yang Abang suka itu." ucap sang adek.


"Iya dia cewek yang abng suka." jawab sang abang.


"Tapi untuk kali ini kita bersaing secara sehat Bang, Dani akan terus mengejar nya dan Dani akan berusaha mendapatkan nya." ucap sang adek antusias.


"Jangan terlalu yakin boy, pasti nanti dia akan pilih Abang." ucap sang abng dengan PD nya.


"Ha-ha-ha Abang jangan terlalu kepedean selama ini aja abng ndak bisa mendapatkan nya." ejek sang adek.


"Saat ini iya bang belum mendapatkan nya tapi lihat saja nanti Abang pasti bisa." jawab sang abang.


"Dani ndak yakin Abang akan mendapatkan nya, secara Abang tak lagi bertemu dengannya dan tahun depan abang juga akan mendaftarkan diri di Akpol." ucap sang adik.


"Ckk lihat saja nanti." ucap sang abng dan berlalu pergi !menuju kamarnya.


"Hmm lihat saja bang pasti Dani yang akan mendapatkan nya." Seru sang adik dengan teriakan dan sang abang hanya mengibaskan tangannya.


Ayooo siapakah dia???


Assalamualaikum, alhamdulillah DOKTER JANTUNGKU update siang ini.


Terimakasih yang telah setia mendukung karya authore dan jangan pernah bosan untuk terus menanti cerita selanjutnya ya.


Terus dukung karya authore dengan cara


FAVORIT


RATE


VOTE


LIKE


KOMEN

__ADS_1


...🌹TERIMAKASIH🌹...


__ADS_2