DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
chalter 56 Syahril story


__ADS_3

Syahril sangat bahagia dimana dia bisa mengenal dan mendapatkan hati seorang Mimi. Karena setau dirinya Mimi seorang gadis yang susah di dekati oleh laki-laki yang tak dikenalnya.


Masih teringat sewaktu dia mengenal Mimi di rumah salah satu sahabatnya. Kala itu dia datang kerumah sahabatnya untuk mengerjakan tugas sekolah dan di sana pula dia bertemu pertama kalinya dengan Mimi.


Yah waktu itu Mimi sedang berada dirumah sahabatnya untuk mengantarkan makanan dan ingin meminjam buku kepada sahabatku itu.


Aku terkesima melihat Mimi pertama kali nya karena yang aku lihat dia tipe cewek yang cuek dan tak begitu banyak bicara.


flasback on


Aku dan sahabat-sahabatku Muhammad Ridho, Erwan,Ryan, Rudi, Ahmad Ridho dan Andri sedang ngerjain tugas biologi dan kebetulan ngerjainnya di rumah sahabatku Muhammad Ridho.


Disaat lagi asik membahas tentang pelajaran, masuklah seorang gadis berambut panjang menghampiri kami semua di ruang tamu tempat kami mengerjakan tugas.


"Bang, bang Idho." Ucapnya.


Kami semua menoleh ke arah suara yang memanggil Ridho.


"Eh Mi, ada apo?" Jawab sahabatku Ridho yang dipanggil bang Idho sama nih cewek.


"Mano bang buku yang Mimi bilang kemaren?" Tanya nya kepada Idho.


"Oh buku, bentar abang ambekkan." Ucapnya.


Idho pun pergi masuk ke dalam kamarnya guna mengambil buku yang akan diberikan kepada Mimi sedangkan Mimi menunggu di ruang tamu bersama kami-kami.


"Minjam buku apa Mi?" Tanya Ridho.


"Minjam buku pelajaranlah bang." Jawab Mimi.


"Eh iya buku pelajaran, kan Mimi masih SMP terus buku pelajaran apa maksudnya?" tanya Ridho.


"Semua pelajaranlah bang," Ucap Mimi cuek.


"Hemm emang Mimi sudah kelas berapo?" Tanya Erwan.


"Dah kelas tigo bang." Jawab Mimi.


"Wah bentar lagi UAN kan Mi?" Tanya Erwan.


"Iyo bang, makonyo Mimi nak minjam buku samo bang Idho." Terang Mimi.


Ryan, Rudi dan Andri hanya melihat interaksi Erwan dan Ridho sama nih cewek sedangkan aku hanya fokus mengerjakan tugas dan sedikit mendengarkan perbincangannya.


Ryan yang melihat diriku cuek menyikut lenganku. Aku yang merasa terganggu pun tersentak kaget.


"Apaan sih Yan." Ucapku.


"Lihat Riil, nih cewek manis juga ya?" Ucap Ryan dengan membisikkan ketelingaku.


Aku yang mendengar ucapan Ryan melihat ke arah cewek tersebut dan meme prhatikan nya tak lama idho pun keluar dari kamarnya dengan membawa beberapa buku paket.


"Nih Mi buku-bukunyo." Ucap Idho dengan menyerahkan beberapa buku paket kepada Mimi.


Mimi pun menerima buku itu dan memeriksanya satu persatu.


"Hmm, cuma ini yo bang?" Ucapnya.


"Iyo abang cuma punyo buku paket segitu." Jawab Idho.


Mimi melihat ke arah Erwan dan Ridho.


"Bang Erwan samo bang Idho ado buku paket atau LKS dak?" Tanya Mimi.


"Buku apa yang kurang Mi?" tanya Erwan.


"Buku IPA, IPS sama Agama yang belum ado bang." Jawab Mimi.


"Abang ado paket agama samo LKS nyo, nah kalau IPA, IPS abang dak punyo buku paket." Jawab Erwan.


"Kalau bang Ridho?" Tanya Mimi.


"Abang dak punyo buku paket, abang dak pernah beli, cuma sering pinjam di perpustakaan bae." Jawabnya.


"Oo." Ucap Mimi yang sedikit kecewa karena buku yang dibutuhkan kirang.


"Ehem." Ryan berdehem sontak kami semua melihat ke arahnya.


"Oh iya Mi, kenalin ini kawan-kawan abang." Ucap Idho.


"Hai." Ucap Mimi singkat dan sedikit tersenyum.


"Hai." Ucap Ryan, Rudi dan Andri. sedangkan aku hanya melihatnya aja.


Baru juga Ryan akan menyodorkan tangannya untuk berkenalan dengan Mimi tapi Mimi sudah akan berpamit kepada Idho dan kami semua.


"Oh yaudah bang Mimi balek dulu yo, makasih sebelumnya. assalamu'alaikum." Ucapnya sbil berlalu pergi dan Ryan mendesah kan nafasnya.


"Waalaikumsalam." ucap kami semua.


Idho melihat Ryan yang sudahenjulurkan tangannya dan mendesahkan nafasny hanya tertawa.


"Hahahaha, kenapa Yan." Ucap Idho.

__ADS_1


"Beuh tuh cewek sombong amat dho." Jawab Ryan.


"Dia emang gitu Yan," Erwan menyahuti dan aku mengangkat kedua alisku mencerna perkataan Erwan.


"Iya Yan, dia emang gitu orangnya." Jawab Ridho yang melihat ekspresi Ryan bingung.


"Hmm" Ryan hanya berdehem dengan menautkan kedua alisnya.


"Dia itu ya begitu susah ngomongnya." Ucap Ridho.


"Maksudnya?" ucap Andri.


"Iya dia susah mendekatkan diri sama orang yang baru di kenal, sama yang dah dikenal aja dia jarang ngomong kalau gak penting." Terang Idho.


"Emang dia siapanya kamu Dho?" tanya Rudi penasaran sama dengan halnya aku juga penasaran dengan tuh cewek.


"Dia itu jatuhnya ponakan di aku." Jawab Idho.


"Lah kalau ponakan kenapa manggil kamu abang." Tanya Andri.


"Iya gak tau dia langsung manggil aku dan kakak-kakakku gitu, ndak panggil paman atau bibi," Jawab nya.


"Tapi sukurlah dia manggil aku abang bukan paman atau semacamnya." Timpalnya lagi.


"Emang kenapa kalau dia panggil paman atau samacamnya." Tanya Ryan.


"Ya ndak kenapa-napa Yan, cuma masa iya kalau disekolah ketemu dia nanti manggil aku om atau sejenisnya kan malu juga aku nanti. " ucapnya.


"Hemm iya juga ya hahahaa." Jawab Ryan.


Aku hanya memperhatikan mereka yang sedang membahas tu cewek namun aku juga penasaran dengan tu cewek.


"Eh Riil dari tadi diam bae lu." Ucap Ryan.


"Iya, Riil kenapa diam." Ucap Erwan dan semua sahabatku pun melihat ke arahku.


"Jangan bilang kau suka ma Mimi ya haha" ucap Ridho.


"Hah hemm." Ucapku yang gugup dan mereka semua hanya bengong mendengarkannya.


"Lah Dho emang dia sekolah dimana? secara di SMP kita dulu aku ndak pernah liat dia." tanya Rudi.


"Iya Rud dia sekolah bukan di SMP kita, dia sekolah di SMP sebelah di SMP nya Ridho." Ucap Idho dan kami semua langsung melihat ke arah Ridho.


"Iya dia sekolah sama dengan di SMP ku dulu." jawab Ridho seolah tau kalau kami meminta keterangan dari dia.


"Emang dia bersikap seperti itu Dho?" Tanya Ryan antusias dan mewakili dengan apa yang ada di otakku.


"Maksudnya?" tanya Andri.


"Yah gituhlah, susaha jelasin nya." Jawab Ridho.


"Ah ndak akurat keteranganmu Ridho." jawab Ryan.


"Lah kenapa! kok seakan semangat amat dirimu ingin tahu Yan." ucap Ridho.


"Yah gak kenapa juga cuma penasaran aja sama dia, apa dia di sekolah punya cowok Dho?" Tanya Ryan.


"Degg" Jantungku seolah berdetak mendengar pertanyaan Ryan itu ntah kenapa kok terasa lain di hatiku saat Ryan menanyakan apa tuh cewek punya pacar atau nggak.


"Ndak tau juga selama ini aku lihat dia ya biasa aja jalan sama teman-temannya." jawab Ridho.


"Temannya cewek apa cowok." tanya Ryan lagi.


"Eh Yan semangat amat lo nanya ampe segitunya, naksir lo sama dia." Ucap Rudi gregetan sama keingintahuan Ryan.


"Eh gak apa juga kali Rud, mana tau kelak dia sekolah di SMA yang sama kita, nape lo yang sewot." Ucap Ryan.


"Gimana Dho cewek apa cowok." tanyanya lagi.


"Ya keduanya Yan Cewek ma cowok." jawab Ridho.


"Maksudnya?" tanya Ryan.


"Ya dia itu kalau berteman tak pernah milih Ryan, cuma asal jangan aja kalau dia udah berteman sama cowok terus cowok yang udah di anggap nya teman nembak dia." terang Ridho.


"Kenapa kalau tuh cowok nembak dia." Tanya Andri yang ikut penasaran juga.


"Ya gak kenapa-napa cuma nanti di cuekin dan ndak mau di tegurnya lagi." Terang Ridho.


"Hah segitunya." Jawab Andri dan aku hanya melongo mendengarnya "Unik" aku ngebatin.


"Iya gitu." Jawab Ridho.


"Kok bisa?" tanya Rudi yang akhirnya angkat suara juga.


"Ya bisalah," Ucap Ridho.


"Kenapa? Kok kamu bisa tau dho?" tanya Ryan.


"Yah tau karena denger cerita dari adekku." Jawab Ridho sekenanya.


"Cerita dong Dho?" Ucap Ryan.

__ADS_1


Aku yang semula tak begitu tertarik akhirnya ikut tertarik juga dan menunggu cerita dari Ridho.


"Hmmm entaran aja lah, kita selesin tugas kita dulu." Jawab Ridho enteng.


"Yah semprol, entaran lah tugasnya ceritakan dulu ntar juga beresan sama Syahril." Ucap Ryan.


Aku yang mendengarnya langsung menoyorkan kepalanya.


"Ape maksud lo." Ucap ku dan hanya di balas cengengesan dari Ryan.


"Yeh tak punya akhlak nih anak pakek noyor-noyor kepala gue, tau lo kalau nih kepala dah di aqiqahin." Ucapnya.


"Plak" Aku tampar pundaknya lagi.


"Parah lo Riil, main kasar lo." Ucapnya


"Lah elo juga apa maksud lo tugas gue beresin." Ucapku


"Ya karena gue liat lo gak minat dengan cerita ni cewek, secara gue liat elo sibuk ma tu tugas-tugas dari tadi." Ucap Ryan.


"Terusss maksud lo liat gue sibuk dengan tugas-tugas ni, terus mau lo gue beresin semuanya gitu!" Ucapku.


"Nah tu tau maksud gue hehehe." ucap Ryan dengan cengegesan dan garuk-garuk kepalanya dan di acungi jempol ma yang lain.


"Suek lo pada, kalian asik-asik bercerita nah gue di suruh nyelesein tugas, Ogah!" jawabku.


Dan mereka semua pada ketawa riang dan aku hanya melihat mereka dengan sorotan mata tajam.


"Peace Riil." Jawab mereka semua dengan menunjukan dua jari ✌ keke hadapanku.


"Lah gue kira lo gak peduli Riil." Ucap Andri.


"Iya secara dari tadi kau diam bae Riil." Ucap Erwan.


"Aku diam bukan berarti ndak dengar dengan omongan kalian." Ucapku sewot.


"Hmm... Kayaknya elo mulai tertarik juga Riil !" Ucap Ryan sambil memainkan kedua alisnya.


"Hmm." Ucapku


"Hahahaaahaa" Ketawa mereka menggema seisi rumah.


"Lah kenapa pada ketawa." Ucapku.


"Tau gak Riil." Ucap Idho.


"Ndak tau, napa!" ucapku


"Kalau ku pikir-pikir sikapmu hampir sama dengan Mimi hahaa." Ucap Idho dengan ketawa dan di ikuti ketawa oleh yang lain pula.


"Hmm iya juga ya Dho apa yang kau bilang." Ucap Ridho.


"Hmm jangan-jangan mereka jodoh lagi." Ucap Erwan.


"Eh emang apa yang sama duo Ridho?" Tanya Ryan.


"Yah sama cueknya," Ucap Ridho.


"Sama sok tak peduli tapi" ucap Erwan.


"Tapi.. " Ucap Rudi dan Andri.


"Tapi penasaran ingin tau hahahahaha." Ucap mereka Serentak dan diiringi tawa.


"Dah puas kalian ketawanya." ucapku


"Belum hahahaa." Ucap mereka.


"Oh ya Dho ceritain apa yang diceritain ama adekmu." ucap Ryan.


"Ah kau Yan masih ingat bae." Jawab Ridho.


"Ye penasaran aku Dho, Jangan-jangan tuh anak gak punya pacar kalau sikapnya gitu." Ucap Ryan.


"Emang dia ndak punya pacar." Jawab Ridho.


"Nah kan, terus gimana ceritanya." Ucap Ryan kembali.


"Ehmm Ceritanya.." Ridho diam sejenak sambil melihat ke arah mereka semua.


Ehmm ceritanya.. kita pending dulu di bab selanjutnya jadi kalian jangan pernah bosan untuk membacanya ya.. πŸ™πŸ™βœŒdan...


JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN TINGGALKAN JEJAK KALIAN DI KARYA AUTHORE.


VOTE


RATE


LIKE


KOMEN


πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“ MAKASIHπŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“

__ADS_1


__ADS_2