
Seperti yang sudah di rencanakan kami sore ini akan pergi ke bukit batu yang berada di desa Suban kec. Tungkal ulu.
Kami berangkat sehabis makan siang dan sholat Dzuhur.
"Oke guys semua dah pada dimasukkan?" seru Rendi.
"Cek lagi jangan Ampe ada ke tinggalan lo!" seru Arfan.
"Oke cek ya, tenda sudah belum?" ucap Rendi.
"Lah tenda emang di turunin Rend?" tanya Erwan.
"Kalau aku ndak ada nurunin tenda kemarin." jawab Arfan.
"Aku juga ndak." jawab ridho.
"Aku juga ndak." jawab bang Idho.
"Aku juga nggak, berarti tenda masih stay di mobil ya." ucap Rendi.
"bekal buat makan malam udah masukkan mi?" tanya Ryan.
"Hah, tadi udah di bawa kak Rani sama kak Jenni dah dimasukin belum?" jawab Mimi dan Mimi kembali bertanya.
"Bekal malam udah di mobil Syahril." ucap kak Rani.
"Oke, berarti nanti tinggal beli popmie ya?" ucap Syahril.
"Iya Riil." jawab kak Jenni.
"Oh ya Ren, Fan kompor portabel di bawa nggak?" tanya Rudi
"Nah untung Lo tanya Rud." ucap Andri.
"Kompor portabel ada aku bawa satu Rendi bawa satu." ucap kak Arfan.
"Gas cadangan bawa juga kan Fan?" tanya Andri.
"Tenang Ndri, gas cadangannya juga udah siap." sahut Rendi.
"Oke kalau gitu semua dah beres, yaudah kita berangkat sekarang." ucap Syahril.
Setelah semua barang bawaan semua telah disusun rapi ke dalam bagasi kami pun pamit ke pada orang tua Mimi.
"Mak, Pak kami berangkat ke bukit batu dulu." pamit Syahril sambil menyalami mereka satu persatu dan diikuti yang lain
"Iya hati-hati ingat dimana kaki dipijak harus hormati daerah sekitar." ucap emak dengan memberi nasihatnya.
"Iya Riil, di jaga ucapan dimana pun kalian berada, jangan sesumbar." bapak menimpali dengan nasihat juga.
"Iya pak." jawab kami serentak.
Yah disini masih berpegang teguh dengan kepercayaan bahwa dimana pun kita berada harus saling menghirmati dan menjaga lisan apa lagi kalau kita berada di dalam hutan.
Setelah pamitan dengan orang tua Mimi kami juga pamit kepada makwo dan pakek depan rumah karena mereka melihat kami berkumpul annmakwonpun bertanya.
"Sudah mau balik ke Jambi Mi?" tanya makwo.
"Belum makwo, kami mau ke bukit batu." jawab Mimi dengan menyalami dan mencium punggung tangannya dan diikuti pula dengan yang lain
"Kami berangkat dulu makwo pakwo." pamit kak Syabril.
"Iya hati-hati ditempat orang, jaga diri jaga lisan." ucap pakwo dengan nasihatnya.
"Iya pakwo, kalau gitu kami berangkat sekarang assalamuakaikum." ucap kami semua.
"Waalaikum salam." jawab pak Eko dan makwo.
Setelah dari menghampiri makwo dan pakwo kami pun kembali ke arah mobil sebelum naik mobil kami pun pamit kali kepada mamak dan bapak.
"Mak, pak kami berangkat dulu, assalamuakaikum." ucap kami semua.
"Waalaikum salam hati-hati." jawab mamak.
"Iya Mak." jawab kami pula.
Kami pun segera berangkat karena waktu sudah lewat dari perencanaan kami semula.
Untuk menuju ke sana kami melewati beberapa desa, bukit batu berada di kecamatan sebelah dekat dengan perbatasan Riau.
"Oh ya jangan lupa mampir dulu koperasi lontar." ucap Mimi memberitahukan kepada Syahril.
"Yang dimana dek? yang di dalam atau yang di luar?" tanya Syahril balik.
"Yang luar kak yang dekat lapangan futsal." jawab Mimi.
"Oke." jawab Syahril.
Lima belas kemudian kami pun sampai ke koperasi tersebut dan kami pun langsung masuk dan menuju ke rak-rak nya untuk mengambil beberapa camilan dan membeli air minum serta popmie.
Setelah membeli semua itu kami pun kembali melanjutkan perjalan kami.
Tiga puluh menit perjalanan kami sudah memasuki kecamatan sebelah dan kami melewati kolam renang yang kami kunjungi tempo hari.
"Loh dek ini bukannya kolam renang kita waktu itu ya?' tanya Syahril.
"Iya kak, ini kolam renang yang kemarin." jawab Mimi.
"Nah besok kalau kita mau pulang sedari ambil udang dan air belum pasang ya kita lewat sini aja kak." jelas Mimi kembali.
"Boleh juga itu dek." jawab Syahril.
Di mobil Ryan.
"Lah Yan, ini kan kolam renang waktu itu kan?" tanya Rudi ketika melihat sisi kirinya.
"Kayaknya gitu Rud." jawab Ryan dengan terus fokus pada jalanan karena hari ini mobil besar lumayan rame melintas.
...*** ...
Kami telah menempuh selama 2,5jam dan kami baru sampai di desa yang kami tuju, karena banyaknya mobil-mobil besar melintas di jalan lintas membuat kami sedikit lama di perjalanan.
Setelah sampai persimpangan di desa ini kami masuk ke dalam dan perjalan kami satu jam lagi untuk sampai ke tempat tujuan kami bukit batu.
"Eh guys kita sholat ashar dulu yok?" ajak kak Syahril ketika kami berhenti di persimpangan.
"Yaudah kita cari masjid terdekat." ucap Ryan.
"Oke sebelah sana adaasjid tuh, yok kita sholat ashar disana sebelum kita masuk ke dalam." ucap Mimi.
Dan kami pun melajukan mobil kami menuju masjid yang jaraknya tak seberapa jauh. Sesampainya di masjid kami segera melaksanakan sholat ashar bagi yang menjalankan sholat.
"Wah tidak sesuai perkiraan nih." sahut Rendi ketika dia baru keluar dari masjid.
"Yah mau gimana lagi, mobil-mobil besar rame di jalanan." sahut Arfan.
"Yaudah kita langsung berangkat aja kak, insya Allah kalau Ndak ada halangan lagi sampai sana jam 5.30." ucap Mimi.
"Yaudah ayok kita segera berangkat sekarang biar sampai sana menjelang Maghrib kita sudah selesai pasang tenda." ujar bang Idho.
"Ayok lah." ucap kami semua dan segera naik mobil dan segera melaju balik ke arah persimpangan sebelumnya dan kami pun langsung masuk ke dalam.
Beberapa belas menit kemudian kami sudah memasuki kawasan hutan industri milik PT S"narm*s dan kami pun melapor ke pos security di kawasan itu.
Sehabis dari pos kami melakukan dan berbelok arah menuju kawasan bukit batu.
Karena ini kawasan belum terealisasi oleh pemerintah kami pun bingung gimana dengan mobil-mobil kami.
"Yah gimana nih mobil kita?" tanya Ryan.
"Iya aman gak ya di bawah sini." ucap Arfan.
"Iya gimana ya?" ucap Syahril.
Tak lama datang pemuda yang mungkin biasa kemari juga dan akhirnya kami pun hendak bertanya kepada mereka.
"Maaf abang-abang ininmaunke atas ya?" tanya mereka kepada kami terlebih dahulu.
"Eh iya bang, kira-kira aman ndak bang mobil kami di sini." ucap kak Syahril.
"Amanlah bang, nanti ada yang jaga." jawab pemuda satunya.
"Abang-abang ini juga mau ke atas ya?" tanya Ryan.
"Iya bang, kami juga baru Sampai." ucap salah satu pemuda tersebut.
"Maaf Abang dari mana?" tanya salah satu pemuda tersebut.
"Kami dari Jambi bang." jawab kak Rendi. "kalau Abang." tanya kak Rendi kembali.
"O kau kami dari Kuala bang. kalian ini dari universitas jambi atau gimana?" tanya nya pula.
"Bukan bang , kami baru lulusan tahun ini." jawab Andri "Abang sendiri dari mana?" tanya Andri pula.
"Oo kalau kami dari universitas di Kuala." jawab salah satunya.
"Wah kalau gitu salam kenal bang." ucap Erwan.
"Salam kenal juga." ucap salah satu pusat tersebut.
Setelah kami berkenalan taknla datang bapak-bapak yang mana katanya bapak tersebut biasanya membangunkan kendaraan para pelancong yang hendak ke sini.
"Nah itu bapak nya sudah datang." jawab salah satu pemuda tadi.
"Ok jadi bapak-bapak itu yang akanenjaga kendaraan kita ya bang." tanya Rudi.
"Iya Rud," jawab pemuda tersebut.
Setelah mereka mengetahui jika kami masih anak SMA atau baru lulusan mereka memanggil nama saja kepada kami.
"Pak, kami biasa ya nitip kendaraan." jawab Fadli salah satu dari pemuda tersebut.
"Oo iya boleh.nah ini sepertinya baru ya?" ucap bapak tersebut dan bertanya atas kedatangan kami.
"Iya pak, kami baru kesini." jawab bang Idho.
"Oo iyalah, hati-hati dan jaga perilaku." ucap bapak tersebut
"Baik pak makasih." jawab kami semua.
Sebelum kita naik ke atas kak Syahril mengeluarkan selembar uang berwarna merah untuk si bapak yang akan menjaga kendaraan kami.
"Oh ya pak, ini buat beli rokok sama kopi." ucap kak Syahril dengan memberi uang tersebut.
"Jangan dulu nak, besok aja kapan kalian turun." tolak si bapak.
"Ndak apa pak, besok lain lagi." ujar kak Ryan.
"Iya pak, nah ini juga ada roti dan beberapa minuman buat bapak-bapak." ucap kak Rani dengan memberi beberapa bungkus roti dan minuman botol.
"Oo yaudah kalau begitu makasih banyak." ucap si bapak.
"Sama-sama pak, kalau gitu kami ke atas." pamit kami kepada si bapak.
Karena Medan tempuh yang terjal kami sampai atas tepat jam 6 sore.
"Huh, capek juga ternyata." ucap Emma.
"Iya ma, karena ini baru pertama kali kita naik keg ini." sahut Novi.
"Capek ya yank, sini babang pijitin." sahut Rendi kepada Novi
"Bolehlah babang tapi tuh bantuan yang lain pasang tenda." ucap Novi.
"Oke yank." jawab Rendi.
Para lelaki bahu membahu pasang tenda, karena dikerjakan bersama Tiga tenda telah siap di pasang.
"Emm kayaknya dah Maghrib nih." ucap Mimi.
"Iya, kita ambil wudhu dimana?" ucap Manda.
"Kalau mau berwudhu di sebelah sana ada sungai dek, bisa bikin disebelah sana." seru Raka salah satu mahasiswa yang datang serempak kami tadi.
"Jauh ndak bang?" tanya Erwan.
"Lumayan lah, kalau mau ya pergi sekarang udah ada jalan kok untuk turun kebawah." ucap Fadli salah satu mahasiswanya tadi.
"Oke bang makasih." jawab Sila.
"Nah ayok siapa yang sholat kita turun yok. sekalian yang cowok jangan lupa bawa ember dan galonnya buat wudhu isya nanti." ucap Rani.
"Gantian aja yang mau turun, biar ada yang jaga tenda juga." seru Ryan.
"Iya juga, kau gitu kita bagi dua." seru Rendi.
Dan kami pun berbagi menjadi dua, rombongan cewek duluan dan di dampingi dua cowok untuk menemani kami.
__ADS_1
Disaat menuruni tangga yangana tangga tersebut memang disengaja oleh pendaki sebelumnya.( gayanya pendaki ya iyalah pendaki bukit hehe).
Tak berapa lama kami naik giliran cowok-cowok yang belum turun. Kami yang sudah berwudhu segera menjalankan sholat Maghrib berjamaah begitu pula sebaliknya.
Setelah sholat kami mbuka bekal makan malam kami yang kami bawa dari rumah.
"Boleh gabung ndak?" tanya Fadil dan rombongannya mendekat ke arah kami.
"Boleh bang." jawab Andri.
"Wah kalian mau makan juga." Seru Raka.
"Iya bang, tadi kami bawa dari rumah." jawab Rani.
"Enak lah bawa dari rumah kalau kami-kami beli tadi sebelum masuk sini." jawab Budi salah satu rombongan mahasiswa.
"Mari bang dicicipi." kami berbasa-basi kepada mereka.
"Boleh?" tanya mereka.
"Boleh bang, ini banyak kok kami bawa." jawab Manda.
Kami pun makan malam bersama di atas bukit dan di bawah langit yang bertaburan bintang.
Sehabis makan, kami beres² peralatan makan kami.
"Oh ya kak, kompor portabel nyaana?" tanya Manda kepada Andri.
"Oh bentar dek kakak tanya Rendi." jawab Andri dan berlalu ke arah tenda Rendi.
"Rencana, kompor mana?" tanya kak Andri.
"Ini Ndri barusan gueau bawa keluar." jawab Rendi sembarbawa kompor keluar.
"Mau masak apa nih?" tanya Rendi.
"Masa air kak, emang kalian nggak mau minum teh?" ucap Novi.
"Ya mau lah, bukannya tadi Mimi bawa termos ya?" ucap Ryan
"Iya kak, tapi kayaknya kurang lah kak." ucap Novi.
"Coba dulu tes, ntar pekerjaan masak air Ndak taunya pas air panasnya." ucap kak Syahril.
Novi pun berlalu masuk ke dalam tenda menghampiri Mimi.
"Mi, tadi bawa termos berapa?" tanya Novi.
"Dua Nov ukuran satu liter." jawab Mimi.
"Kira-kira cukup Ndak kalau buat teh." tanya Novi.
"Kurang Nov, mustahil kan minum teh nya sekali aja pasti nambah sambilenikmati malam ini." ucap Mimi.
"Kita masak aja dulu." sahut Emma dan kami pun keluar dari tenda.
"Gimana?" tanya kak Syahril.
"Gimana apa kak?" tanya Mimi balik
"Air nya cukup Ndak yang ada." jawab nya.
"Kurang lah kak kau mau sampai malam." jawab Mimi.
"Kau buat sekarang cukup Ndak dek?" tanya Syahril.
"Kalau buat sekarang cukup kak kaunbiatbteh, kalau buat kopi bagusnya masak dulu biar enak." jawab Mimi.
"Yaudah buat aja teh dulu pakek air yang ada, nah air yang baru di masak nanti bisa dimasukkan kedalam termos lagi." ucap kak Syahril.
"Oke siipp." jawab kami yang ada di sini.
Novi pun menghidupkan kompor portabel dan Novi segera memasak air. Mimi membuat seteko teh dan seteko kopi.
Setelah selesai buat air, Mimi pun meletakkan teko tersebut ke tengah-tengah mereka yang sedang asik bernyanyi dengan petikan nada dari gitar.
Setelah Novi selesai masak air dan sudah dimasukkan kembali kedalam termos kami pun berkumpul bersama menikmati malam di bukit batu dan menikmati bintang di langit
kami semua duduk disamling pasangan kami masing-masing kecuali rombongan mahasiswa dari Kuala mereka berlima cowok semua.
Kami bercengkrama bersedia gurau di malam ini dan ketika waktu isya tiba kami berhenti sejenak dan kami menjalankan ibadah sholat terlebih dahulu.
Setelah sholat kami kemvali berkumpul dan bernyanyi bersama-sama dengan alunan nada dari gitar yang dipetik oleh kak Syahril.
Dia menyanyikan lagu Yovie and Nuno janji suci.
Janji Suci - Yovie And Nuno
Dengarkanlah wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin, mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan terakhir
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Dengarkanlah wanita impianku
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin, mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan terakhir
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Akulah yang terbaik untukmuā¦
Setelah itu kak Syahril menyanyikan lagu dari tulus berjudul teman hidup
Teman Hidup - Tulus
Dia indah, peretas gundah
Dia yang selama ini kunanti
Pembawa sejuk, pemanja rasa
Dia yang selalu ada untukku
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Ho-ou woo
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku, milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku, ku milikmu
Kau milikku, ku milikmu
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku, milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Bila di depan nanti
Banyak cobaan untuk kisah cinta kita
Jangan cepat menyerah
Kau punya aku, kupunya kamu, selamanya
Akan begitu
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku, milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku, ku milikmu
Kau jiwa yang selalu aku puja
Dua lagu yang mewakili perasaan hatinya telah usai di nyanyikannya dan setelah itu kak Syahril menyerahkan gitar kepada yang lain.
"Ayo siapa lagi nih yang mau nyanyi gantian." ucap kak Syahril.
"iya nih siapa lagi, nah abang-abang lagi nih mewakili dari Kuala." ucap Andri.
"Lo gak mau nyanyi Ndri buat Manda?" tanya Ryan.
"Alah Yan Lo nanya gue, Lo sendiri gimana? Lo gak mau nyanyi gitu buat Di'ah?" jawab Andri dengan pertanyaan pula.
"Yaudah sini gitarnya biar Abang yang nyanyi." sahut Raka dan dia pun memulai memetik kan nada pada gitar.
Abang Raka menyanyikan akhirnya ku menemukanmu by naff
Akhirnya Ku Menemukanmu - Naff
Akhirnya 'ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya 'ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
'Ku berharap engkaulah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti 'ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahanku
__ADS_1
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih 'tuk mencintaiku
Akhirnya 'ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
'Ku berharap engkaulah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti 'ku sanding dirimu (sanding dirimu)
Miliki aku dengan segala kelemahanku (segala kelemahanku)
Dan bila nanti engkau di sampingku (di sampingku)
Jangan pernah letih 'tuk mencintaiku ('tuk mencintaiku)
Jika nanti 'ku sanding dirimu (sanding dirimu)
Miliki aku dengan segala kelemahanku (segala kelemahanku)
Dan bila nanti engkau di sampingku (di sampingku)
Jangan pernah letih 'tuk mencintaiku ('tuk mencintaiku)
Akhirnya 'ku menemukanmu
Abang Raka bernyanyi juga tak hanya sekali dia menyanyikan sebuah lagu lagi yang berjudul sempurna.
Setiap dia bernyanyi matanya selalu menuju ke arah Mimi
Andra And The Backbone - Sempurna
Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujamu
Disetiap langkahku
Kukan slalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu
Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semuaa
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah da-rahkuu
Kau adalah jantungkuu
Kau adalah hidupkuu
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna... Sempurna...
Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalkuu
Janganlah kau tinggalkan dirikuu
Takkan mampu menghadapi semuaa
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahkuu
Kau adalah jantungkuu
Kau adalah hidupkuu
Lengkapi dirikuu
Oh sayangku, kau begituu
Sempurna... Sempurna...
---intro---
Janganlah kau tinggalkan dirikuu
Takkan mampu menghadapi semuaa
Hanya bersamamu ku akan bisaa
Kau adalah darahkuu
Kau adalah jantungkuu
Kau adalah hidupkuu
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begituu
Kau adalah darahkuu(darahhkuu)
Kau adalah jantungkuu(jantungkuu)
Kau adalah hidupkuu(hidupkuu)
Lengkapi dirikuu
Oh sayangku, kau begituu
Sayangku, kau begituu
Sempurna... Sempurna...
Setiap bang Raka bernyanyi tak ada yang memperhatikan sikap nya yang selalu memperhatikan ke arah Mimi namun salah satu temannya memperhatikan tingkahnya.
"Ayo siapa lagi gantian.nyanyinya."ucap Rendi.
"Sini biar gue sama Rani yang nyanyi." ucap Rudi.
"Ayo yank, kita nyanyi berdua." ajaknya kepada kak Rani dan mereka pun bernyanyi berdua lagu nya Raffi dan Nagita kamulah takdirku
(RUDI)
Pernah kulihat lukisan cantik
Tujuh bidadari dari langit
Namun saat kulihat dirimu
Cantikmu mengalahkan semua
(RANI)
Pernah kubaca puisi raja
Syairnya indah getarkan rasa
Namun saat namamu disebut
kutergetar jiwa penuh rasa
Tuhan yang berikan rasa cinta
Rasa kasih sayang oooh
(RUDI&RANI)
REFF
Buat apalah susah cari kesana kesini
Sudah di depan mata kamulah takdirku
Tuhan ciptakan aku Tuhan ciptakan kamu
Kita berdua diizinkan bersama dan bersatu selamanya
(RANI)
**Seperti embun mengerti pagi
Seperti ombak paham samudera
Kita yang beda telah disatukan
Dengan kekuatan cinta kasih
Jadilah kisah ini abadi
Kamulah takdirku
(kembali ke **)
Buat apalah susah cari kesana kesini
Sudah di depan mata kamulah takdirku (3x)
Tuhan ciptakan aku Tuhan ciptakan kamu
Kita berdua diizinkan bersama dan bersatu
Kamulah Takdirku
mereka berdua bernyanyi dengan khidmat dan menghayati setiap lyrik yang dinyanyikan sambil berpegang tangan dengan kepala kak Rani berada di pundak kak Rudi.
"Cie cie yangbbenatr lagi halal."Celetuk Erwan.
Dan kami pun ketawa bersama sedangkan Fadli membahas tatapan Raka kepada Mimi dengan berbisik.
"Ka, ingat tu cewek orang." sindir Fadli dengan berbisik kepada Raka yang terusenatap Mimi.
"Ckk, sebelum janur kuning melengkung masih bisa ditikung." jawab Raka dengan ambisinya.
"Gimana mau kau tikung, sedangkan dia sekolah di Jambi." ucap Fadli.
"Suatu saat pasti aku bisa bertemu dengannya." jawab Raka.
"Ah sudahlah, jangan sampai kau sakiti hati kembali." ucap Fadli mengingatkan.
"Ckk kau menasehatinya tapinalubtau kau juga sedang memperhatikan yang namanya Manda itu." jawab Raka.
"Iya aku memang suka dengan Manda tapinalubtau dia juga sudah punya cowok," ucapnya dengan pandangan bertumpu pada Manda.
"Kau lihatlah mereka kesini berpasangan gitu." ucapnya lagi
"Ah udah lah, diamlah kau." jawab Raka.
Mereka semua masih menikmati malam dan terus bergitar dan bernyanyi.
Hai Assalamualaikum alhamdulillah dokter jantungku up hari ini. Mohon maaf kemarin ndak up karena lagi badmood.
Ayoo terus beri dukungannya di karya aku ya. biar mood ku kembali.
Jangan lupa beri dukungan yang banyak dan tinggalkan Krisan nya.
FAVORIT
RATE
VOTE
LIKE
KOMEN
__ADS_1
TERIMAKASIH