DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
188


__ADS_3

Mimi, Syahril, Ryan dan Irsyad tak lupa pula mbak Aish dan mbak Ririn juga ikut serta.


Mereka akan pergi ke tempat wisata yang ada disekitaran area Tembalang Semarang. Ada 4 tempat destinasi wisata di area Tembalang Semarang yang rencananya akan mereka jalani.


Karena mereka sore hari pergi maka mereka langsung pergi ke tempat wisata Umbul Sidomukti terlebih dahulu.


Menjelang Maghrib mereka pun sampai di umbul Sidomukti yang lokasi wisata nya terletak di area pegunungan tepatnya di desa Sidomukti.Disini, kita dapat menikmati pemandangan hijau pegunungan berpadu dengan langit biru luas dan panorama indah Rawa Pening. 


"Wah indahnya." ucap Mimi sembari merentangkan tangan dan menghirup udara pegunungan. Mimi dan yang lain sangat senang bisa pergi disini


Betapa tidak bahagianya Mimi melihat suasana yang ditawarkan dari Umbul Sidomukti begitu tenang dan menyejukkan, sehingga sangat cocok untuk dikunjungi.


Selain menawarkan pemandangan indah, di sini juga tersedia wahana permainan yang memacu adrenalin, seperti flying fox, ATV, archery, berkuda, dan lainnya. Resort Umbul Sidomukti menyediakan kedai kopi, kolam renang.


Karena sudah waktunya mendekat maghrib kak Syahril menyewa vila disini untuk kami bermalam, vila yang kami sewa dengan model rumah kecil namun tenang dan nyaman


Keesokan harinya pagi-pagi kami menikmati kolam renang disini sebelum kami menikmati wahana yang memacu adrenalin yang ada disini, Mimi di ajak Syahril untuk berkuda.


"Kak, Mimi takut." ucap Mimi ketika kak Syahril mengajak Mimi menuju ke kandang kuda.


"Nggak apa nanti ada pelatihnya disana." jawab kak Syahril meyakinkan Mimi.


Akhirnya Mimi pun menaiki seekor kuda jantan berwarna hitam sedangkan kak Syahril menaiki kuda berwarna putih. Setelah beberapa kali putaran kami pun menyudahinya.


"Gimana dek, masih takut?" tanya kak Syahril.


"Emm nggak mau lagi Mimi." jawab Mimi dengan tangan yang terus di genggam oleh Syahril.


Jam sepuluh kami check out karena kami akan melanjutkan perjalanan kami ke tempat wisata selanjutnya yaitu ke Curug Lawe dan Benowo.


Curug Benowo yang memiliki tinggi kurang lebih hingga 70 meter sementara Curug Lawe hanya 40-50 meter. Keduanya memiliki pesona yang indah di tengah perbukitan kaki Gunung Ungaran.


untuk menuju kesana kami harus trekking menelusuri jalan setapak yang landai ke Curug Lawe. Untuk ke Curug Benowo treknya lebih menantang dengan medan naik turun, tetapi lebih dekat. 


"Wah kak alamnya masih asri." ucap Mimi ketika menginjakkan kakinya disana.


"Iya dek karena ini merupakan daya tarik tempat wisata nya dengan suasana alam yang masih asri lantaran berada di bawah pengelolaan Perhutani." mbak Ririn yang menjawab.


"Dan disink baik itu area air terjun, jalanan dari area parkir menuju area air terjun, dan dari area Curug Lawe ke Curug Benowo atau sebaliknya, lingkungannya juga masih sangat terpelihara." sambung mbak Aish


“Nah satu lagi dek, karena hutan disini dilindungi dari beberapa hal, yaitu kita tidak boleh memetik tanaman atau pepohonan. Apalagi sekarang kan orang sedikit-sedikit bisa diambil. Maka dari itu disini sangat lindungi,” Ucap mbak Ririn. Mimi hanya manggut-manggut sambil menikmati suasana alam disini.


"Selain lingkungannya yang masih asri dan terlindungi, di sani terdapat flora asli kawasan hutan yang bisa dilihat." ucap Irsyad.


"Apa tu Syad?" tanya Mimi


"Ya jika beruntung, sambil menikmati pemandangan hutan dan flora yang ada, kita juga dapat melihat satwa liar yang menjadi ikon tempat wisata tersebut yakni lutung." jawab Irsyad.


"Dimana kita bisa melihatnya Syad?" tanya Mimi antusias.


"Adapun lutung dapat dilihat saat kita melintasi Jembatan Romantis, jembatan yang dibangun di atas saluran air sepanjang 20-30 meter." jawab mbak Aish.


Sementara pada area lain, satwa liar yang terkadang akan memunculkan diri adalah ular, kijang, serta kupu-kupu. Bisa dibilang bahwa Curug Lawe Benowo mungkin surga bagi para fotografer alam.


Di sepanjang perjalanan kaminmenuju area air terjun, kami juga disuguhi hamparan perkebunan cengkeh yang luas.


"Oh ya dek, disini juga ada akar O untuk spot foto yang letaknya dekat jalur menuju titik dua air terjun. Namun," ucap mbak Ririn tetapi tak dilanjutkan nya.


"Namun apa mbak?" tanya kak Ryan.


"Namun saat ini wisatawan tidak bisa melintasi spot foto dan hanya berhenti pada spot tersebut." jawabnya dan Mimi hanya berdiam o ria.


Disini kami hanya melihat dan berswafoto saja karena waktu terus berjalan kami pun kembali keluar dari area wisata. Hari semakin siaangnlerut pun terasa lapar, dan kami langsung menuju ke tempat wisata selanjutnya sekalian mencari makan.


Tujuan kami selanjutnya adalah water blaster yang manatempat yang satu ini merupakan tempat rekreasi air dengan banyak wahana. Letaknya pun tidak terlalu jauh dari Tembalang.


Kita bisa menikmati kolam ombak, seluncuran raksasa, ember tumpah, area bermain anak, hingga toko souvenir di area ini.


Karena perutnterasa lapar kaminpun mencari makanan yangbtrjual di dekat sini.

__ADS_1


Sehabis makan Mimi dan kak Syahril menuju toko souvenir, Mimi membeli beberapa souvenir untuk kak Rani, kak Siska, Novi dan Dewi yang !ana nanti akan Mimk titipkan lewat kak Syahril.


Untuk Emma dan Di'ah akan Mimi kirim via paket ekspedisi, sehabis membeli souvernir kami mencari musholla untuk sholat Dzuhur. Disini kami juga tak begitu lama karena kami akan kembali mengunjungi wisata lainnya yaitu brown canyon.


Brown Canyon merupakan salah satu tempat wisata alam, namun awalnya bukanlah tempat wisata namun sebuah bekas situs penambangan. Setelah terjadi aktivitas pengerukan pada situs, maka tercipta bukit bukit yang menjunjung akibat dari aktivitas tersebut. Keindahan bukit dan batuan berpasir itulah yang membuat masyarakat dan wisatawan menyebutnya Brown Canyon.


Di Brown canyon kami juga tidak lama, karena Mimi ingin pergi melihat masjid agung kebanggaan propinsi Jawa tengah ini.


 Di Masjid Agung Semarang, Jawa Tengah ini terdapat payung yang mana mengingatkan kita pada Masjid Nabawi. Masjid ini memiliki keunikan dan sejarah yang patut kamu ketahui.


Hampir sama seperti masjid bersejarah lainnya yang ada di Pulau Jawa, Masjid Agung Semarang ini terletak di pusat kota dan berdekatan dengan gedung-gedung pemerintahan. Masjid Agung Semarang menjadi satu-satunya masjid di Indonesia yang mengumumkan kemerdekaan bangsa Indonesia secara terbuka setelah Ir. Sukarno memproklamirkan Indonesia telah merdeka.


Sejarah Masjid Agung Jawa Tengah ini memiliki tanah seluas 119 hektare. Dibangun di atas tanah wakaf Ki Ageng Panandaran II, Bupati Sematang pertama. Meskipun begitu, ada masalah dengan kepemilikan surat tanahnya sehingga yang mengaku memiliki lebih dari satu orang. Hingga suatu saat tanah tersebut telah ditukar guling oleh beberapa perusahaan besar multinasional kepada investor luar negeri.


Didukung oleh Gubernur Jawa Tengah saat itu, Mardiyanto. Tanah-tanah ini diselesaikan hak kepemilikannya sehingga tanah ini tidak jatuh ke tangan orang lain. Di tahun 2002, pembangunan masjid dengan peletakan batu pertama dilakukan. Tahun 2006 masjid ini diresmikan.


Masjid Agung Jawa Tengah termasuk Masjid termegah di Indonesia. Masjid Agung Jawa Tengah dibangun pada tahun 2001 dan selesai pada tahun 2006. Pada bagian depan masjid, terdapat enam payung hidrolik raksasa yang dapat terbuka dan tertutup secara otomatis. Ini merupakan adaptasi arsitek bangunan masjid Nabawi.


Payung raksasa akan dibuka pada saat Sholat Jumat, Idul Fitri atau Idul Adha dengan catatan bila angin tidak melebihi 200 knot. Jika kalian sedang melaksanakan Sholat Jumat tapi payung tidak terbuka, mungkin kondisi angin sedang melebihi 200 knot.


Kemegahan Masjid Agung Jawa Tengah ini bisa menampung hingga 15.000 jamaah, belum termasuk halaman utama masjid yang mampu menampung sekitar 10.000 jamaah. Tidak hanya itu, Di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah juga terdapat museum dan perpustakan yang menceritakan mengenai sejarah tempat wisata Semarang.


Masjid Agung Semarang Jawa Tengah juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas lengkap, seperti perpustakaan, auditorium, penginapan, ruang akad nikah, serta museum perkembangan islam, dan kafe di bagian menara Asmaul Husna.


Sesuai dengan namanya, menara Asmaul Husna memiliki ketinggian 99 meter. Di puncak Menara Asmaul Husna kita dapat melihat megahnya Masjid Agung Jawa Tengah dari ketinggian, selain itu kita juga bisa melihat pemandangan Kota Semarang dan pesisir laut yang indah dengan menggunakan teropong.


Mimi yang penasaran dan ingin berkunjung ke Masjid Agung Semarang Jawa Tengah. Maka dari itu mereka sore ini melanjutkan jalan-jalan mereka ke masjid agung ini.


Nah jikankalin ingin kesini jangan lupa untuk membawa peralatan sholat,agar pada saat masuk waktu sholat tiba tidak sulit untuk melaksanakan sholat.


Seperi renvana semula Mimi ingin melaksanakan sholat ashar disini dan Mimi juga ingin naik ke atas menara.


Kata pengurusnya waktu terbaik untuk naik ke atas menara adalah pada saat sore hari (Ba'da Ashar), saat itu merupakan waktu yang pas untuk melihat sunset dengan teropong.


Mimi sangat senang bisa naik ke atas menara Asmaul Husna ini, Mimi menikmati pemandangan sore dari atas menara sambil melihat kota Semarang dari atas ini pula.


"Kak, makasih ya." ucap Mimi kepada Syahril, Syahril hanya menautkan kedua alisnya tidak mengerti.


"Makasih kakak memenuhi segala keinginan Mimi hari ini." jaqba Mimk dengan senyum dan merangkul pinggang Syahril.


"Apa adek senang?" tanyanya.


"Sangat, saaangat senang kak, makasih atas segalanya." jawab Mimi dengan mengecup pipi Syahril.


"Eh kok cuma sebelah dek." ucapnya dengan manaik-naikkan alisnya.


"Jadilah sebelah, bhat apo pula nak keduonyo." ucap Mimi dengan bahasa daerahnya.


"Dak adil la dek, elok la keduonyo biak dak ado yang bairi ati." jawab Syahril memblas Mimk dengan memakai bahasa daerah juga.


"Ngomong apaan." ucap Irsyad tiba-tiba yang sudah berada di samping kami. Mimi dan Syahril saling pandang dan akhirnya ketawa.


Setelah cukup menikmati pemandangan dari atas, kami pun turun karena waktu Maghrib telah tiba. Suara adzan bergema di penjuru kota Semarang khususnya di penjuru masjid agung ini.


Muadzin melantunkan adzan dengan sangat merdunya dan sangat menyentuh ke kalbu sehingga membuat bulunroma merinding bagi yang mendengarnya.


Ya kita di pinta untuk selalu menyebut nama illahi, apalagi ini adzan merupakan seruan buat umat muslim untuk segera menjalankan perintah illahi rabbi yang 3 rakaat.


Sujud syukur, Mimi bisa melaksanakan sholat ashar dan Maghrib di masjid agung ini, Setelah sholat mereka tak langsung pulang melainkan menyempatkan diri untuk membaca ayat suci Alquran dulu sejenak.


Sehabis melaksanakan kewajiban kepada sang khalik, mereka masih menikmati keindahan masjid agung di malam hari sebelum mereka pergi untuk mencari makan.


Mimi berjalan berdua dengan kak Syahril menuju taman payung di masjid ini, tak disangka Mimi bertemu Rangga teman sekolahnya.


"Eh Mi." ucapnya yang berada di samping Mimi.


"Hai Ngga, lagi ngapain?" tanya Mimi berbasa-basi.


"Hmm lagi jalan-jalan aja, Mimi sama siapa?" Angga menjawab dan bertanya kepada Mimi.

__ADS_1


"Nih, samaa kak Syahril." jawab Mimi dengan tersenyum.


"Eh kak ada disini juga?" tanya Rangga .


"Hemm." jawabnya.


"Ohnp ya kak, ini Rangga te!dan sekolah Mimi." Mimi memperkenalkan kak Syahril dengan Angga.


"Oo, kamu kuliah disini?" tanya kak Syahril.


"Iya kak. Emm kak, Mi, aku kesana dulu ya." ucap Rangga pamit Dengan menunjuk di rombongan anak-anak laki.


"O oke." jawab Mimi dengan senyum, Angga oun berlari menuju ke rombongannya dengan nafas yang berat.


"Huh, mi Mimi padahal masih dengan kak Syahril, tapi kenapa dikampus kamu sama cowok lain." Gumamnya.


Mimi dan yang lain pun pergi kesebuah resto untuk makan malam terlebih dahulu sebelum! pulang dan malam ini mereka akan tidur di rumah Ummi Fatmah karena Ummi Fatmah sudah merepet-merepet tau kalau Syahril ada disini namun tidak ada mampir.


Di panti, bunda Ainun menatap foto Berliana sedaei kecil hingga foto terakhir sewaktu sehari sebelum Berliana mendomkrkan hatinya dan hari itu pula hari terakhir Berliana di dunia ini.


Berliana yang beberapa tahun belakang sering sakit kepala dan dia sangka itu hanya sakit kepala biasa hingga di ketahui beberapa bulan lalu dokter memvonis Berliana mengidap penyakit tumor otak stadium akhir.


Dokter menafsirkan usia Berliana tak lama lagi bahkan dokter memprediksi paling lama usianya tinggal enam bulan lagi.


Berliana sudah pernah melakukan operasi namun tumor itu tumbuh lagi hingga tumor itu dinyatakan tumor ganas.


"Apa yang harus ini lakukan nak? apanhangbhafus ibu lakukan ." ucap Bunda Ainun pada sebuah pigura foto Berliana bersama dirinya.


"Apa yang dikatakan oleh adik-adik mu ada benarnya nak, Zian juga membutuhkan kasih sayang dari keluarganya." ucap Bunda Ainun dengan terisak.


Diah, Susan, Romi dan Andre melihat bunda Ainun yang sedang menangis di kamar kakak mereka Berliana.


"Kak Diah, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Andre.


"Kakak juga ndak tau, kalian kan tau siapa bunda bagaimana." jawab Diah.


"Kalau menurut aku, lebih baik kita kasihngaunyag sebenarnya." ucap Romi.


"Nggak segampang itu Rom, bagaimana kalau mereka tidak terima kenyataan dan tidak mau menerima Zian." ucap Susan.


"Terus kita harus gimana? mana besok adalah kita harus meninggalkan panti ini. Ya kalau orang tua kak Bryan berhasil bertemu kalau Nggak ya kita harus keluar besok." terang Romi.


"Aku hanya kasian sama Zian, bayi kecil yang malang. Masih ada keluarganya namun keluarga itu tak tau siapa dia." ucap Romi lagi.


"Udah-udah kita tidur aja, udah malam." ucap Diah menyuruh adik-adiknya buat segera tidur.


Di'ah dan Romi serta Andre tak bisa memejamkan mata mereka, begitu banyak masalah yang harus mereka pikirkan terutama Zian bagi yang baru berusia dua bulan itu.


"Nggak, nggak bisa Zian harus bahagia bersama keluarganya. cukup kami-kami yang tak tau siapa diri kami." ucapnro!i dan dia segera bangkit.


Diraihnya jaket dan kunci motornya, dengan perlahan dia keluar dari rumah dan dengan diam-diam dia mengeluarkan motornya.


"Bismillah ya Allah, maafkan Romi kak ini semua demi Zian anak kakak." ucapnya dan dengan cepat dia membuka pintu pagar dan segera mengeluarkan motornya namun saat dia akan menaiki motornya di cegah oleh Diah dan Andre.


"Kamu mau kemana?" tanya Diah.


"Aku nggak bisa Di, aku nggak bisa hanya diam saja dan menyimpan kebenaran ini, kasian Zian. Kita gak boleh egois." ucap Romi.


"Huhh." Diah dan Andre menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Baiklah aku juga setuju, tapi aku ikut ya?" ucap Diah.


"Hemm tapi ini dah malam Di." jawab Romi.


"Nggak apa-apa Rom, ayo.. Ndre kamu jaga panti dan jangan lupa kunci lagi pintu pagar." ucap Diah dan memerintah kepada Andre untuk tetap di panti dan mengunci pintu pagar.


Siapa Zian, kita lanjut di Next bab


*tbc*

__ADS_1


 


__ADS_2