DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
Masih dirumah simbah


__ADS_3

Siang hari ke empat perjalanan tingting pulang dengan membawa hasil pancingan yangbyekmseperti ekspektasi mereka sebelumnya.


Sesampai rumah Simbah adzan Dzuhur pun mulai berkumandang dari mushollah di Simpang arah lorong rumah Simbah.


Sesampainya di rumah, mereka melihat semua gadis duduk santai sambil nonton kartun di TV.


"Dapat berpa yank?" tanya Irma pada Riko, rikk hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya.


"Dapat baby fish cuma lima ekor." sahut Irsyad. Mimk dan yang lain hanya mengerutkan kening mendengar jawaban Irsyad.


Irsyad yang dilihat semua kaum hawa dengan menelisik pun menunjukkan hasil pancingannya dengan cengiran.


"Heleh pada nggak percaya, nih.." ucap Irsyad dengan menunjukan baby fish pancingannya yang di susun rapi di Batang bunga alang-alang.


"Bhuahahaaaa" para kaum hawa ketawa nyaring setelah melihat baby fish itu.


"Guh kan ketawa, nggak tau aja kalian bagaimana perjuangan demi menghasilkan baby fish ini." ucap Irsyad mendramatisir.


"Heleh.." jawab mbak Aish.


"Oala Le Le kalau kecil-kecil gitu yo jangan di ambil, dilepaskan aja lagi, mesak ne Le." ucap Simbah Marni.


"Ya mau gimana lagi Mbah, kalau dilepas juga mati ya mending di bawa" sahut Riko.


"Kenapa nggak di buat umkan pancing aja tadi?" simbah Lanang ikut nimbrung sembari memakai peci hendak pergi ke musholla bersama Abi.


"Emang bisa Mbah?" tanya Dimas.


"Iya bisa Le," jawab simbah.


"Wes sana pada mandi, tuh adzan sudah berkumandang." ucap Simbah Lanang mereka berempat pun langsung mengambil handuk dan mandi bersama.


Tak makan waktu lama mereka pun selesai mandi dan sudah memakai peci lengkap Koko dan sarung nya. Meraka berempat pun langsung berjalan cepat menuju mushollah.


Para kaum hawa pun mulai bergantian sholat Dzuhur di rumah, setelah itu mereka menyajikan makan siang di atas meja. Semua sudah tersaji lara kaum Adam pun sampai di rumah, mereka pun makan siang bersama dengan gulai ayam! kampung campur jengkol.


Di sebuah apartemen, seorang yang galau hati terduduk lesu dengan nasib dirinya sendiri simatas ranjangnya. Helaan demi helaan nafas panjang dikeluarkannya.


Setelah puas merenungi nasibnya, dia pun beranjak masuk kedalam kamar mandi. Di guyur seluruh tubuh nya di bawah shower, menikmati segarnya air yang mengalir dengan menitipkan kedua matanya dan kedua tangan memegang dinding keramik dan kepala yang di tundukkan nya.


Setelah selesai membersihkan diri, diapun segera mengambil wudhu dan dia pun segera menunaikan sholat Dzuhur.


Di atas sajadah yang menghadap kiblat dia menunaikan dengan khusyuk sehabis empatnrakaatnua dia tak langsung beranjak. Dengan duduk bersila di atas sajadah dia menengadahkan kedua tangannya berdoa dan memohon pada illahi rabbi nya.


"Ya Allah, jika dia bukan jodohku kenapa selalu dia yang hadir di hati serta pikiran ku."


"Ya Allah, kenapa disaat aku belum menemukan sosoknya dia selalu terpatri dalam ingatanku, di saat aku menemukan sosoknya dia telah menjadi milik orang dan kini disaat dia kembali sendiri kenapa aku susah sekali untuk menggapai nya."


"Setiap sholatku selalu kusebut namanya, di setiap sepertiga malam ku, aku juga terus menyebutnya. Adakah secercah harapan ku untuk menjadikannya kekasih halalku."


"Ya Allah jika dia kau hadirkan untuk ku maka dekatkanlah dia padaku walau mungkin hanya sekejap, gali jika dia bukan untukku, aku mohon hapuskanlah dia dari pikiran ku."


"Ya Allah, aku berserah diri padamu. Aku tau kaulah maha pembolak-balik hati kami. Izinkan aku mendapatkan cinta kasih dan sayangnya."


"رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ


Rabbana atina fiddunya hasanah, Wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar."


Artinya: Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksa neraka.


Dillah pun mengakhiri do'a nya dengan membaca doa sapu jagad. Setelah itu dia pun beranjak membereskan alat sholatnya.


Dillah merebahkan dirinya di atas ranjang, dengan bertanya


mkedua tangannya, mata menatap langit-langit kamar, pikiran berkelana ke sosok orang yang di inginkan nya selama ini.


"Aku akan terus berusaha sampai titik lelahku untuk mendapatkan mu Mi." Gumamnya dengan !engehalakan nafas nya.


Dillah selalu berupaya mendekati diri ke Mimi, dia juga sudah mulai berbaur dengan sahabat-sahabat Mimi secara perlahan-lahan.


Perhatian sekecil apapun telah dia lakukan untuk menarik simpatik Mimi, namun usahanya itu belum membuahkan hasil.


Dillah tau mungkin Mimi belum bisa meluoakan orang yang selalu ada di hatinya, apa lagi Dillah tau jika Syahril adalah orang yang sangat berperan di hidupnya. Dillah juga sudah tau jika mereka berpisah bukan kemauan mereka sendiri, tapi semua demi kebaikan.


Dillah mengetahui semua itu karena dia bertanya pada salah satu sahabat Mimi yaitu Selfia.


Dirumah Simbah selesai makan para lelaki kembali pergi ke sungai tak lupa ketiga gadis ikut serta. Mereka juga tidak meluoakan umpan buat kancing mereka nanti, kali ini mereka membawa umlan usus ayam dan baby fish yang mereka pancing pagi tadi.


Mereka pergi menggunakan sepeda, sepeda ya g mereka beli sebelumnya akhirnya bermanfaat juga. Awal mereka membeli dua untuk Simbah namun mereka membeli dua lagi untuk bersepeda saat mereka pergi liburan disini.


Irsyad berboncengan dengan mbak Aish, Irma bersama Riko, Muthia siang. Selfia sibuk chat dengan lelaki yang sedang dekat dengannya, sedangkan Mimi dia bertelpon ria dengan emaknya.


Emak sangat bahagia memiliki anak seperti Mimi, Mimi anak yang pendiam tetapi dibalik pendiamnya dia sangat peduli dengan orang lain.


Mimi yang dikenal irit bicara oleh keluarga serta para sahabatnya, tetapi merupakan sosok yang hangat dan perhatian. Banyak yang berteman dengan Mimi, tetapi yang sangat dekat hanya mereka berenam.


Mereka berenam yang dekat bukan berarti yang lain tidak dekat dengan Mimi, Mimi tidak pernah pilah pilih dalam berteman asal nyaman di hatinya maka Mimi akan sangat nyaman pula berteman dengannya.


Keenam sahabtnya ini menurut Mimi merupakan teman yang sesuai dengan karakternya, yang sama-sama tidak suka neko-neko dan jarang nongkrong tau pergi ke tempat hiburan malam.


Dan paling utama mereka berenam merupakan sahabt penanya disaat bimbel dan mereka satu perjuangan, berjuang menuntut ilmu dan jauh dari orang tua selain Dimas.


Banyak juga yang jauh dari orang tua tapi pergaulan mereka sudah level tinggi dan itu tidak bisa Mimi mengikutinya.

__ADS_1


Di sungai yang jernih dan bebatuan ke empat lelaki mulai melempar kail mereka, sedangkan para gadis nya sibuk jeprat jepret mengarahkan camera ke diri mereka sendiri.


Para gadis juga asik bermain air sehingga membuat kara lelaki kesal karena ulah mereka pancing mereak tak di hinggapi ikan incaran mereka.


"Yank, mainnya di sana aja Jang dekat sini." ucap Riko yang mulai kesal atas ulah Irma.


"Iya kalian !ain disana aja, ganggu orang aja." sahut Irsyad sewot.


"Heleh sama aja kali mau disana atau disini kalaunikannya itu nggak mau sama kalian." jawab Irma.


"Kalian main disana aja kenapa sih, haduhhh lihat tuh lari lagi ikannya " seru Dimas yang kesal ikan yang semula tampak menghampiri umpannya lagi-lagi harus lari karena Muthia bermain air di dekatnya.


"Hus hus hus sanaaaa pergi ihh." ucapmosyad dengan gaya manjah.


"Yeuyy" ucap ketiga gadis dengan malas dan mengibaskan tangannya kesamping.


Ketiga gadis pun meminta satu pancingan kepada mereka dan ketiga gadis pun ikut memancing dan diam melihat kail mereka di hampiri ikan-ikan besar. Saat ikan yang mungkin akan baru membuka mulut lebarnya menangkap umpan di kail si Muthia berteriak heboh sehingga ikan pun lari.


"Yak yak yak ayoo ayoo ikan ayoo dikit lagi iyaaaa ayok" teriak Muthia ketikanikan akan mencaplok umpan namun tak jadi.


"Tiaaaaa" seru mereka semua.


"Ups" ucap Muthia dengan cengir kudanya.


"Maaf" ucapnya lagi dengan menunjukkan dia jari ke arah mereka semua.


"Huh..Bawa kalian malah nggak ada yang dapat." ucap Saridi yang sedari tadi diam.


Entah mengapa beberapa hari ini hari dan pikirannya terusik akan ucapan Muthia dan Irma sebelumnya.


"Apa iya Fia sedang dekat dengan Saiful" Gumamnya dalam hati.


"Kenapa dengan diriku, apa iya aku sudah menyukainya." Gumamnya lagi.


"Bang" panggil Muthia pada Saridi.


"Hmm, apa" jawab Saridi.


"Kenapa diam bae?" tanya Muthia.


"Nggak kenapa-napa." jawabnya.


"Galah ya nggak ada Fia" ejek Irma.


"Hmm palingan Fia lagi asyik-asyiknya guh chat sama aban Saiful." ucap Muthia memanas-manasi Saridi.


"So pasti lah Muth, tadi aja waktu kita bersihin ayam dia malah asik cengengesan Muku dengan HP." imbuh Irma. Saridi hanya diam tak menanggapi mereka semua.


"Oo tadi itu dia lagi chatan ma cowoknya ya?" tanya mbak Aish.


"Lah e!yang kenapa dengan buku ayamnya Muth?" tanya Dimas.


"Ya di anggurinya Dim karena kebablasan chat sama cemceman nya yang baru." jawab Muthia.


"Ya biarin ajalah, toh bukunayam juga nggak berguna." sahut Dimas.


"Lah siapa juga yang bilang bulu ayam digunakan." tanya Muthia.


"Lah situ tadi yang bilang bulu ayam di angguri ma Fia, kan bulunayam nya nggak digunakan kan." ucap dimas dengan mata fokus pada mata kail yang mulai di hinggali ikan.


"Ckk Dimas nggak nyambung, maksdunya di angguri karena Fia nggak konsen ma bulunayam yang harus segera di bersihkan." ucap Muthia.


"Kamuntuh yang nggak nyambung." balas Dimas.


"Kamu"


"Kamu" Dimas dan Muthia saling menyalahkan sedangkan Saridi hanya diam taknmenanggapi mereka lagi karena telinganya sudah ditutup dengan earset.


"Udah udah kalian ini nggak ada yang mau ngalah.." ucap Irsyad dengan menarik tali swnarnya nya.


"Yeeee strikeee" ucap irsyad girang karena kailnya mendapatkan hasil ikan yang besar. Tak laamma terdengar juga dari mbak Aish yang juga mendapatkan ikan.


"Yesss strikeee" seru mbak Aish dengan menunjukkan ikan hasil pancingannya yang besar, mbak Aish !endaltkan ikan gabus yang besar.


"Dek lepasin." ucap mbak Aish pada Irsyad.


"Bentar mbak." jawab Irsyad yang juga lagi mengikat mulut ikannya dengan tali.


Saridi pun menarik kailnya dan mendapatkan ikan besar juga, begitu pula Riko. Tak mau kalah mata kail Dimas juga di hinggapi ikan walau tak sebesar teman-temannya.


Momen itu tak lupa dari jepretan Irma, mereka kembali memasang umpan pada mata kail dan mulai melemparkan kembali mata kail mereka.


Dirumah Simbah, sehabis telponan dengan emak. Mimi membuka chat dari Di'ah, Emma dan Manda.


Chat Emma.


"Mi lagi dimana ini?" tanya Emma yang mengomentari status WA nya.


"Lagi di desa, rumah Simbah Marni" jawab Mimi


Chat Manda


"Mimii.." panggil manda dengan mengomentari status wa nya.

__ADS_1


"Iya Nda, ada apa? mau kasih undangan kah?" jawab Mimi dengan bertanya pada Manda.


chat Di'ah


"Wah enak nyooo gulai ayam kampung Mi." ucap Di'ah mengomentari status WA Mimi.


"Iya Di'ah, ayoo." jawab Mimi.


Ya Mimi mengunggah foto saat dia membersihkan ayam, mengaduk gulai di status WA nya.


Mimi melihat status nya banyak yang melihat termasuk Dillah. Mimipun akhirnya membuka chat dari Dillah.


Chat Dillah


"Mi.. jangan di angurin dong chatnya."


"Mi,chat aku sebelumnya seriusan Lo Mi."


"Mi, kalau aku langsung melamarmu mau nggak."


"Aku serius Mi, aku nggak mau pacaran-pacaran, enak pacarannya setelah halal." ucapnya secara tidak langsung mengajak Mimi menikah.


Mimi menyunggingkan senyum ketika membaca chat dari Dillah. Dillah yang sedari tadi tidak bisa memejamkan mata melihat HP nya dan melihat chatnya sudah terbaca oleh Mimi, Dillah pun tersenyum bahagia.


Kebahagiaan Dillah semakin bertambah dikala Mimi membalas chatnya.


"Maaf kak, tadi lagi masak" uaco Mimi membalas chat Dillah.


Mimk berusaha untuk membuka hatinya, walau mungkin sulit untuk melupakan kisah manisnya begitu saja.


"Wah enak dong masak gukai ayam kampung." Dillah membalas kembali.


"Alhamdulillah" jawab Mimi.


"Aku vc ha Mi, aku kangen melihat wajahmu." ucap Dillah dengan kejujuran dari hati yang paling dalam.


"Emm chat aja kak" jawab Mimi.


"Loh gitu? kenapa?" ucap Dillah.


"Nggak kenapa-napa," jawab Mimi.


"Emm yaudah" ucap Dillah, dia juga tidak ingin memaksanya. Dengan dibalas chat saja dia sudah merasa dirinya di hargai oleh Mimi.


"Kapan pulang Mi?" tanya Dillah.


"Insya Allah minggu sore" jawab Mimi.


"Oo dua hari lagi😔" balas Dillah dengan emot sedih.


"Kenapa?" tanya Mimi.


"Lama" jawab Dillah.


"Nggak lama kok, Minggu kan setelah besok." jawab Mimi.


"Iya tali lama aku bisa memandangi wajahmu lagi." ucap Dillah.


"Hahaaa ada-ada aja kakak ni." ucap Mimi.


"Aku serius Mi, kamu dimana sih? biar aku susulin." ucapnya.


"Mimi lagi dirumah saudara." jawab Mimi.


"Iya tapi dimana?" tanyanya.


"Emm nggak tau hehee" jawab Mimi dan itu membuat Dillah mendengus.


"Pulang besok aja deh Mi." pintanya.


"Ya nggak bisa gitu dong, Mimi kan sama Abi dan Ummi." jawab Mimi.


Lama Dillah tidak membalasnya, Dillah tau siapa abi dan ummi yang dimaksud Mimi. Ada rasa cemburu dihatinya ketika Mimi !mengatakan sedang bersama Abi dan Ummi. Dillah cemburu karena Mimi masih berhubungan dengan keluarga mantan kekasihnya.


''Kok kamu masih dengan mereka?" tanya Dillah yang penasaran apa jawaban Mimi.


"Emang kenapa?" tanya Mimi.


"Maaf ya sebelumnya, emm mereka kan masih keluarga dari mantanmu maaf." balasnya.


"👩👩👩" Mimi membalas dengan sembarangan anak perempuan tersenyum


"Walau mereka adalah keluarga matan bukan berarti Mimi harus putus silatuhrahmi apa lagi menghindari mereka yang telah baik hati pada Mimi"


"Bagi Mimi mereka adalah keluarga Mimi disini, bagi Mimi mereka adalah orang tua pengganti babi Mimi selama disini. Mimi tidak peduli mereka keluarga dari mantan atau bukan." jawab Mimi panjang lebar.


Dillah hanya membacanya dan gak percaya akan jawaban yang diberi Mimi.


"Terlalu baik hati kamu Mi" Gumamnya.


"Udah ya kak, Mimk mau shokat asar dulu. Assalamualaikum." ucap Mimi dan mengakhiri chat.


"Waalaikum salam." jawab Dillah.

__ADS_1


Mantan memang harus dilupakan apalagi mantan yang telah menyakiti hati kita, namun jika mantan yang merupakan orang yang sangat berperan dalam hidup kita, walau dia tak menjadi milik kita, tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk melupakan walau memang seharusnya harus dilupakan namun tidak juga harus memutus silaturahim.


tbc


__ADS_2