
Sesuai dengan ucapan pagi tadi kak Syahril menjemput Mimi.
Mimi langsung senyum ketika keluar dari pintu masuk melihat kak Syahril yang telah berdiri di pintu gerbang dan berbicara dengan pak satpam.
"Assalamualaikum." ucap Mimi ketika sampai di gerbang sekolah.
"Waalaikum salam." ucap kak Syahril dan yang lain termasuk pak satpam.
"Dah pulang dek?" tanya kak Shahril.
"Alhamdulillah sudah kak." jawab Mimi dengan mencium punggung tangannya.
"Ya udah kita langsung pulang ya?" ajaknya.
"Oke, lah bawa dua mobil kak?" tanya Mimi ketika melihat ada satu mobil yang Mimi kenal yaitu mobil kak Rendi.
"Iya Rendi biar sekalian ngantar Novi." jawabnya sembari membuka pintu mobil di bagian belakang.
"Kita duduk di belakang aja dek, biar Di'ah yang di depan bersama Ryan." pinta kak Shahril dan Mimi hanya mengangguk dan mengikutinya.
"Ayo Manda masuk." ucap kak Syahril.
"Eh iya kak, makasih aku udah di jemput." ucap Manda menolak ajakan kak Syahril dan kak Syahril hanya mengerutkan keningnya.
"Siapa yang jemput Nda? tanya Mimi.
"Eh itu udah datang, aku duluan ya." ucapnya dan berlalu pergi menuju motor sport yang baru tiba di depan gerbang sekolah.
Mimi dan Syahril saling pandang seolah mencari tau siapa gerangan yang menjemput Manda. Disaat Mimi dan Syahril sibuk akan pemikiran masing-masing Emma langsung mendekati Mimi.
"Mi, itu bukannya si bang Fadli ya?" tanya emma dengan menepuk bahu Mimi.
"Hah masa Ma!" ucap Mimi.
"Iya mi, aku ingat motor itukan yang di pakai bang Fadli waktu di Bukit batu." ucap Emma kembali.
"Emm yaudah nanti saja lanjut ghibahnya !endingbkota pulang dulu karena ini hari Jumat kaminpara cowok mau sholat Jumat dulu." sahut kak Rendi yang ternyata turun ke!Bali dari mobilnya.
"Hehehehe iya kak maaf" ucap Emma dan kembali naik ke mobil kak Rendi dan Mimi serta kak Syahril juga segera masuk ke dalam mobil.
Disaat mobil melaju namun bukan ke arah jalan biasanya Mimi pun bertanya kepada kak Syahril.
"Kak, ini kita kok lewat sini?" tanya Mimi karena mobil melaju beda arah.
"Iya kak kok kita lewat sini?" Sahut Di'ah.
"Apa kita langsung ke rumahnya kak Rudi ya?" tanya Mimi lagi karena jalur di lewati langsung menuju arah ke rumahnya kak Rudi.
"Iya kita langsung saja ya, tapi ke rumahnya kakak dulu?" ucap kak Syahril.
"Tapi kak, kita ndak bawa baju ganti dan kita juga belum kasih tau orang di rumah." ucap Mimi.
"Tenang masalah izin sudah kami kantongi." sahut kak Ryan yang sedang fokus mengemudi karena jalanan rame oleh siswa-siswi yang pada baru pulang sekolah.
"Tapi pakaian kita kak.." ucap Di'ah.
"Udah masalah pakaian kalian dah siap." ucap kak Syahril yang mata nya sibuk dengan ponselnya.
"Oh yaudah kalau sudah disediakan." jawab Di'ah dengan senyum dan kak Ryan mengelus rambut Di'ah.
Tak berapa lama kami pun telah sampai di rumahnya kak Syahril dan kami pun segera turun dari mobil.
"Assalamualaikum." ucap kami semua ketika telah berada di depan pintu rumahnya.
"Waalaikum salam." jawab Wak Ainun. "Sudah pulang Mimi?" tanya Wak Ainun.
"Sudah Wak, Wak apa kabar?" ucap Mimi dan menanyakan kabar Wak Ainun sembari menyalaminya.
"Alhamdulillah kabar Wak Baek, Mimi apa kabarnya lama ndak main kesini?" ucapnya.
"Iya Wak kami kan sudah mulai masuk sekolah, alhamdulillah Mimi juga baik Wak." jawab Mimi.
"Yaudah pada masuk." ajak Wak Ainun dan kami pun langsung masuk.
"Oh ya Riil, kata umma Syahril tadi baju Mimi sama Di'ah di kamar Aril." Wak Ainun memberitahu kak Syahril ketika kak Syahril akan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
"Oh iya Wak makasih," ucapnya. "Ayo dek naik kalian siap-siap." ajaknya lagi dan Mimi serta Di'ah pun mengikuti kak Syahril dan kak Ryan naik ke atas.
Sesampai atas Mimi ragu untuk mengikuti kak Syahril untuk masuk kedalam kamarnya.
"Emm kalian tunggu dulu biar Kakak ambilkan baju buat kalian yang sudah disiapkan Umma." ucapnya ketika telah sampai depan pintu kamarnya.
"Iya kak." jawab Mimi dan Di'ah tak lama kak Syahril pun langsung masuk ke dalam kamar nya dan mengambil dua paperbag yang berisi baju buat Mimi dan Di'ah.
"Ini, disitu ada nama nya." ucap kak Syahril yang langsung menyerahkan paperbag tersebut ke tangan Mimi.
"Oh ya ayok kalian kalau mau mandi, mandi aja dulu tuh di sana handuknya ambil saja di box pakaian." ucap kak Syahril yang telah mengantar kami di kamar tamu sebelah kamar kak Syahril.
"Oke kak makasih." jawab Mimi dan Di'ah.
"Yaudah sana, mandi dulu dan segera siap-siap." ucapnya.
"Oke kami masuk dulu." ucap Mimi dan berlalu masuk kedalam kamar.
Tak makan waktu lama Mimi dan Di'ah untuk mandi bergantian dan memakai baju yang sudah di siapkan oleh Umma.
Umma menyediakan baju gamis berbahan brukat, Mimi gamisnya berwarna biru sedangkan Di'ah berwarna coklat.
"Emm Mi." panggil Di'ah setelah dia mengenakan gamisnya.
"Iya Di'ah." jawab Mimi yang sedang menyisir rambutnya.
__ADS_1
"Mimi bawa bedak?" tanya Di'ah.
"Indak Di'ah." jawab Mimi.
"Jadi kita hanya begini saja ya Mi?" ucap Di'ah.
"Emm iya juga ya!" jawab Mimi yang sedang duduk di meja rias.
"Huh, masa iya Mi baju sudah bagus gini tapi muka tanpa poles, ya walau kita tak pernah dandan setidaknya kan ada bedak." ucap Di'ah.
"Yaudah bentar Mimi minta bedak Kak Syahril." ucap Mimi dan beranjak dari duduknya segera menuju pintu kamar. Disaat akan membuka pintu kak Syahril dan kak Ryan sudah berada di depan pintu.
"Eh kak." ucap Mimi yang sedikit kaget.
"Kalian sudah siap?" tanya nya.
"Emm kalau pakai baju sih sudah cuma.." jawab Mimi dengan ucapan yang terpotong.
"Cuma apa?" tanya kak Syahril yang masih memandang wajjaah Mimi.
"Cuma kita belum pakai bedak." jawab Mimi dengan senyum.
"Emm gak usah pakai bedak, kita langsung kerumah Rudi sekarang sebelum sholat Jumat mulai." ucap kak Ryan.
"Iya ayok buruan." ajak kak Shahril dengan !engamot tangan Mimi.
"Bentar panggil Di'ah dulu." ucap Mimi.
"Siapa mi?" tanya Di'ah ketika melihat Mimi belum juga keluar dari kamar malah berhenti di tengah pintu.
"Kak Syahril sama kak Ryan Di'ah." Jawab Mimi sembari melangkah masuk kedalam kamar guna mengambil pakaian sekolah nya tadi.
"Ayo Di'ah kita segera kerumah kak Rudi." ajak Mimi.
"Emm yakin Mi, kita begini ajja." ucap Di'ah.
"Ya mau gimana lagi, yaudah ayok." ucap Mimi dan langsung mengambil tangan Di'ah.
Setelah sampai luar kamar kak Syahril sama kak Ryan masih berada di depan pintu.
"Yaudah, dah pada siap kan,kita langsung kerumah Rudi." ajak kak Syahril dan kami pun langsung turun ke bawah dan langsung menuju keluar rumah.
Disepanjang jalan Mimi dan Di'ah hanya diam karena merasa tidak percaya diri.
"Kenapa kalian diam!" tanya kak Ryan.
"Iya tumben kalian diam seperti ini sahut kak Syahril.
"Ndak apa kak." jawab Mimi yang enggan berkata namun beda dengan Di'ah.
"Emm kak, apa ndak apa kami berpenampilan begini?" tanya Di'ah.
"Jadi kalian diam begini karena penampilan?" tanya kak Ryan dan diangguki oleh Di'ah dan Mimi.
"Tenang nanti kalian di makeover disana." jawab kak Syahril dengan mengelus rambut panjang Mimi.
"Yaudah yok turun." ucap kak Ryan.
"Emang dah sampe kak?" tanya Mimi.
"Iya dah sampe, ayok." jawab kak Shahril yang sudah turun dari mobil dan Mimi pun ikut turun.
Dirumah kak Rudi semua orang telah berkumpul,sanak keluarga serta tetangga nya juga berkumpul. Dari kejauhan Mimi melihat Umma yang baru keluar dari kamar dan dia menghampiri Mimi.
"Dah sampai nak," ucap nya.
"Assalamualaikum Umma." ucap Mimi sembari menyalaminya.
"Waalaikum salam." jawab nya dengan senyum dan menerima salam Mimi.
"Yaudah kalian berdua ikut Umma." ajaknya dengan mengamit tangan Mimi. Mimi dan Di'ah mengikuti kemana Umma membawanya, ternyata Umma membawa Mimi dan Di'ah ke dalam kamar.
"Parida, nih menantu mu." ucap Umma ketika kami telah masuk kedalam kamar.
"Yang mana menantuku kak?" tanya nya.
"Ini." jawab Umma dengan mendorong Di'ah mendekat ke arah nya.
"Wah siapa nih namanya menantu Ummi?" tanya nya.
"Badriah ummi," jawab Di'ah sembari menyalaminya.
"Oh, panggilannya apa sayang?" tanya ummi Parida kembali.
"Biasa dipanggil Di'ah ummi." jawab Di'ah
"Nah kalau ini menantuku namanya Mimi Akifah." ucap Umma dengan mengenalkan Mimi ke keluarganya yang ada dalam kamar tersebut.
"Mimi, Di'ah, kenalkan ini umi Parida uminya Ryan calon mertuamu, ini umi Rohana uminya Rudi dan ini umi Zulaikha uminya Andri, nah ini Mami Rina maminya Rendi." ucap Umma kepada Mimi dan Di'ah.
"Assalamualaikum Ummi," ucap Mimi sembari menyalami mereka dan mencium punggung tangan mereka.
"Waalaikum salam." jawab mereka.
"Masya Allah kak, calon menantu kita cantik-cantik." puji umi Parida.
"Masya Allah jadi ini calon Syahril?" tanya ummi Zulaikha dengan tersenyum. "Semoga kalian berjodoh kelak." ummi Zulaikha ngebatin. Ummi Zulaikha adalah ipar dari Babah kak Ryan, suami ummi Zulaikha adalah kakak dari ummi nya kak Ryan.
"Eh yaudah, saya mau panggil tukang hiasnya dulu." jawab umma sembari keluar kamar, tak lama Umma masuk kembali dengan dua orang tukang hias.
"Oh ya dek tolong hias menantu ku ya." ucap Umma kepada kedua perias yang sengaja mereka sewa tersebut.
__ADS_1
"Iya Bu, mari dek." ucapnya dengan menyuruh Mimi dan Di'ah duduk di kursi ya g telah disediakan.
"Yaudah Mimi dan Di'ah kalian berhias dulu ya, kami menunggu di luar." ucap Umma.
"Iya Umma." jawab Mimi dan Mimi pun duduk di bangku tersebut.
"Kak, hias yang natural saja ya, jangan tebal-tebal." ucap Mimi.
"Iya dek." jawabnya dan mereka pun memulai menghias Mimi dan Di'ah.
Para lelaki sudah pada pulang dari sholat Jumat, kak Syahril dan kak Ryan masuk kerumah dan mereka melihat Umma-umma mereka sibuk akan barang-barang yang akan mereka bawa kerumah kak Rani.
"Umma, Mimi mana?" tanya kak Syahril ketika telah berada di dekat ummanya dan tak melihat keberadaan Mimi.
"Iya Ummi Di'ah dimana?" tanya kak Ryan pula ketika telah sampai dekat ummanya.
"Ckk dasar anak nakal, kenapa tak pernah ajak menantu ummi kerumah hah." ucap ummi Parida dengan menjewer telinga kak Ryan.
"Aduh aduh aduh Ummi, aww sakit Ummi," ucap kak Ryan dengan mengusap telinganya yang baru dilepas dari jeweran umi Parida.
"Kenapa ummi baru tau sekarang hah!" ucap ummi Parida kembali.
"Iya maaf Ummi, kalau membawa calon menantu ummi itu harus sepaket." jawabnya.
"Sepaket gimana maksudnya Yan?" tanya Ummi Zulaikha.
"Iya umi Ikha harus sepaket sama sahabatnya," jawab kak Ryan dengan mencomot kue yang berada di atas meja.
"Ya tinggal kamu bawak Yan, jangan banyak alasan kamu." ucap ummi Parida.
"Hmm ummi sayang kalau Iyan bawak paket nya nanti ada yang marah Ummi." jawab kak Ryan.
"Kenapa gitu?" tanya umma.
"Ya gitu lah umma, paketnya kan calon mantu Umma." jawab kak Ryan.
"Hahahhaa." Umma ketawa "Jadi maksud kamu paketnya Di'ah itu Mimi?" tanya umma kepada kak Ryan.
"Iya Umma." ucap Ryan.
Tak lama Mimi dan Di'ah pun keluar dari kamar dan mendekat ke arah Umma dan para Ummi.
"Umma." panggil kak Syahril. Dengan pandangan ke arah Mimi
"Iya Riil, ada apa?" tanya umma sembari melihat ke arah pandangan Syahril.
"Ummi, nanti sekalian Ryan ya Mi?" ucap kak Ryan yang juga tak kalah terkejutnya dengan penampilan Di'ah dan mata selalu tertuju ke arah Di'ah.
"Woyyyy tuh mata kondisikan bro." ucap Andri dengan menghalangi pandangan kak Ryan dan Kak Syahril.
"Wah, ayok Mi kita langsung ke penghulu." ucap kak Rudi dengan menggandeng tangan Mimi.
"Enak aja Lo gandeng-gandeng milik orang, awas tangan Lo." ucap kak Syahril dengan menyentakkan tangan Rudi.
"Widih, kasar amat Riil tapi emang Mimi cocok untuk langsung dibawa ke depan penghulu." sahut kak Arfan yang baru sampai.
"Iya entar sekalian duduk sama Rudi." jawab kak Syahril.
"Wah menantuku," canda Ummi Zulaikha.
"Eitss enak aja kak Ikha ini menantuku kak." ucap umma kak stahril sengan merangkul Mimi.
"Hmm Riil Rendi mana?" Tanya mami Rina.
"Rendi tempat menantu mami mi.'' jawab kak Syahril.
"Ckk jadi kalian sudah pada punya menantu nah menantuku mana?" ucap ummi Zulaikha sambil melirik ke kak Andri.
"Emm nah itu kak Rendinya." ucap Mimi sambil menunjuk ke arah kak Rendi dan Novi.
"Assalamualaikum." ucap mereka berdua.
"Waalaikum salam." jawab kami semua.
"Wah dah pada kumpul nih emak-emak." Canda kak Rendi.
Disaat kak Rendi akn mengenalkan Novi, Abi kak Rudi masuk mendekat ke arah ummi Parida.
"Ummi udah pada siap kan? tanya Abi.
" Udah Bi, apa udah mau berangkat sekarang?" Tanya ummi Parida.
"Iya ummi, ayo kita berangkat sekarang." Ajak abi.
"Yaudah Bi, kalau gitu ayok semua kita berangkat." ucap ummi Parida dan ki pun segera menyiapkan segala barang yang akan dibawa dan dimasukkan kedalam mobil dan kami pun melajukan mobil ke rumah calon mempelai wanitanya.
...****...
Assalamualaikum mohon maaf ya baru up kembali.
Jangan lupa terus dukung karya DOKTER JANTUNGKU ya dengan meninggalkan jejak kalian.
FAVORIT
VOTE
RATE
LIKE
KOMEN
__ADS_1
💖💖💖💖TERIMAKASIH💖💖?apa