DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
memulai hari


__ADS_3

Mimi dan Selfia di bawa ke sebuah cafe yang berada di perbatasan kota. Mimi dan Selfia merasa takut di bawa oleh orang tak di kenal, ala lagi Mimi memiliki riwayat traumatik.


"Mi" panggil Selfia dengan mendemlet ke lngan Mimi.


Mimi berusaha tenang, dia terus beristighfar berharap ada orang yang menolongnya saat ini.


"Ya Allah, ujian apa lagi yang kau beeikan padaku." ucap Mimi dalam hati.


"Astaghfirullahal adzim, astaghfirullahal adzim." miminyerua beristighfar.


Fia juga berupaya bersikap tenang dan beristighfar di dalam hatinya.


Kedua lelaki layaknya seperti bodyguard itu membawa Mimi dan Selfia kedalam ruangan privite. Di ruangan tersebut duduk lah seorang wanita paruh baya namun masih terlihat cantik.


Dia melihat Mimi dari ujung sampai ke kaki. Mimk dan Selfia hanya terdiam. Mimi juga melihat wanita tersebut dengan menelisik penampilannya yang terlihat glamor.


Dia pun memulai berbicara lada Mimi, hampir satu jam Mimk dan Selfia berada di dalam ruangan tersebut. Akhirnya Mimi dan Selfia pun keluar dari ruangan tersebut dengan di antar oleh kedua bodyguard itu sampai pintu keluar.


"Mi, kita harus apa?" tanya Selfia.


"Kita pulang Fi." jawab Mimi, Mimi berusaha tenang walau hati dan pikiran nya kini sangat kesal.


"Iya tapinkota ini berada dimana Mi?" tanya Selfia, setelah mereka berdua keluar dari cafe tersebut.


Mimi dan Selfia melihta tempat ini asing bagi mereka berdua.


Mimi merogoh tas nya dan mengambil HP nya.


"Yas mati Fi." ucap Mimi dengan melihat ponselnya sendu., giq oun merogoh tasnya juga dan mengambil HP nya ternyata sama.


"Sama Mi." jawab Fia lesu.


"Jadi kita keman nih? mana dah malam lagi." ucap Fia dengan melihat arlojinya sudah !menunjukkan kukul tujuh malam.


"Emm yauda, kita cari penginapan aja yok." ucap Mimi dan di angguki Selfia.


Mereka berdua berjalan menyusuri jalanan hingga mereka melihat ada penginapan yang tak jauh dari cafe tadi. Mimi dan Selfia pun menuju cafe tersebut dan memutuskan akkan menginap semalam di penginapan itu.


Karena ponselnya mati Mimi pun melihat tak jauh dari penginapan itu ada counter hp, jadi sebelum dia masuk kepenginapan Mimi membeli charger terlebih dulu.


Charger sudah terbeli, Mimi juga taknluoa menanyakan daerah mana mereka terdampar saat ini dan ternyata mereka berada di perbatasan kota arah ke selatan.


Mimi menghelakan nafas nya, entah mengapa dirinya di permainkan oleh nasib. Apa lagi perkataan wanita paruh baya itu selalu terngiang di telinganya.


Sesampainya di penginapan Mimi dan Selfia langsung memesan kamar untuk semalam.


"Mi, kira-kira wanita itu siapa ya?" tanya Selfia.


"Hmm entahlah Fi, udahlah nggak usah bahas." ucap Mimi malas.


"Mi, mau Mimi aooakan cek itu?" tanya Selfia lagi. Yahbmimi menrima cek dari wanita itu sebesar 1M tali bukan gratis tentunya


"Hmm Mimi akan menyimpannya." jawab Mimi.


"Yah Mi, mending di cairkan saja. Bisa kaya mendadak Mimi kekekek" ucal Selvia dengan terkekeh.


"Hmm buat ap kaya seperti ini Fi, Mimi akan menyimpannya saja, mana gqunkelak akaan bermanfaat." jawab Mimi.


Mereka bedua bergiliran mandi dan mereka hanya memakai bathrob yang disediakan penginapan karena mereka tidak memiliki pakaian ganti.


Menjelang menunggu mata mengantuk mereka berdua menyalakan hpnya.


Begitu banyak pesan san langgikan gak terjawab masuk ke HP Mimi, Mimi heran kenapa banyak kesan masuk terutama dari nomor Abi, Ummi Fatmah, Abi Risyad, Ummi Fatimah, mbak Aish dan Irsyad dan ada dua nomkr yang sangat Mimi hafal.


"Kenapa kak Ryan dan kak Syahril menghubungi Mimi." guma Mimi pelan dan di dengar oleh Selfia.


"Kenapa Mi?" tanya Selfia.


"Ini di, kok no!ke kak Ryan sama kak Syahril ngubjngi nomkr Mimi ya? padahal kan ini nomkr baru Mimi. Ini juga ada pesan dari Abi Arsyad, Abi Risyad , ummi Fatmah, Ummi Fatimah, mbak Aish dan Irsyad. Padahal Mimi belum maih gau mereka nomor baru Mimi " Mimk menjawab dengan gumaman.


"Ah masak sih Mi, coba kamu buka pesan mereka." ucap Selfia. mimi lun mengangguk dan membuka satu persatu pesan mereka terutama lesan abj Arsyad.


Abi Arsyad.


"Mi, kamu dimana nak?"


"Kalau ho kamu aktif tolong kabari abi''


Abi Risyad


"Mi ini nomor Abi Risyad jika HP kamu aktif tolong kabari kami segera"


Ummi Fatmah


"Nak kami dimana sayang, ada apa lagi dengan kamu!"


Ummi Fatimah


"Ummi harap kamu baik-baik saja nak, kalau kamu sudah aktif tolong hubungi kami segera nak. Kami khawatir sama kamu."


Irsyad


"Mi, kalau kamu tidak bisa nelpon setidaknya HP kamu selalu aktifin ya, nhqr bang Ryan Sam bang Syahril bisa melacak kamu."


"Kalau aktif segera hubungi Abi atau Ummi mereka sangat khawatir sama kamu.


Mba Aish


"Dek kamu dimana, tol g kabari kami. Jangan bjatbkami khawatir."


Setelah membaca pesan-pesan mereka, Mimi beralih ke panggilan tak terjawab, terlihat puluhan kali nomor kak Syahril dan kak Ryan menelpon dirinya.


Tak hanya mereka berdua saja, kedua Abi serta kedua Ummi nya lun menghubungi nomor baru nya hingga berkali-kali.


"Ya Allah, terimakasih kau memberikan hamba orang yang peduli kepada hamba." guma Mimi merasa terharu.


"Mi" panggil Selfia.


"Darimana mereka bisa tahu nomkr Mimi?" tanya Selfia.


"Tadi sewaktu di bandara dan waktu kita di bawa paksa tadi Mimi kan mau ambil HP tapi ketahuan dan tanpa tersadar mimi kepencet panggilan cepat di HP ini." terang Mimi.??


"Kok bisa? maksud Fia nomor siapa yang Mimi bhat di panggilan cepat?" tanya Selfia.

__ADS_1


"Dari awal beli kak Syahril yang buat Fi," jawab Mimi.


"Jadi nomkr itu nomkr kak Syahril?" tanya Selfia tidak percaya


"Iya, itu nomor dia. Mungkin dia mendengar saat kita berbicara dan dia hafal suara Mimi kali terus dia lacak HP Mimi." jawab Mimi.


"Emm kalau dipikir-pikir ini bukan hanya sebuah kebetulan Mi." ucap Selfia.


"Maksudnya Fi?" tanya Mimi.


"Iya, sepertinya Allah menunjukkan jalanya sama Mimi," Mimi terdiam berusaha mendengar dan mencerna setiap ucapan Selfia.


"Dari Mimi menukar ponsel sebelum mengantar mamak sama bapak, coba kalau Mimi tidak menukar ponsel. Mungkin orang-orang tidak tahu dimana kita, tidak tau bagaimana kabar kita"


"Fia yakin mereka taubnomkr Mimi buang baru dari kak Syahril atau kak Ryan." ucap Selfia dengan segala opini nya.


"Huum huh, kamu kabari mereka Mi terutama mamak dan bapak pasti mereka juga udah SMS sama Mimi." ucap Selfia mengingatkan Mimi


"Iya Fi ini ada SMS dari emak, katanya mereka sudah sampai dannini smsm daeinjam 3:15 tadi." jawab Mimi.


"Yaudah kamu hubungi mereka." jawab Selfia, miminoun langsung menelpon emaknya.


Di LA Ryan mencoba mencari keberadaan Mimi kembali. Syahril aduahbseoeri cacing kepanasan saat mengetahui Ryan kehilangan jejak Mimi.


"Riil, ini HP Mimi kayaknya aktif lagi." seru Ryan.


"Syukurlah, tapi dia dimana Yan? ala dia ada di kosannya?" tanya Syahril.


"Emm kayaknya Mimk tidak berada dikosan,"


"Kalau dilihat dari titik koordinatnya ini jauh dari kota" ucap Ryan yang terus bergelut di dunia satelit.


"Apaa!!" ucap Syahril dengan mendekati Ryan dan dia juga mulai membuka nettbook dan juga memulai berselancar, beruntungnya mereka sedang tidak berkerja hari ini, sehingga mereka bisa melacak keberadaan Mimi tanpa dikejar waktu.


Setelah menghubungi emak dan bapak nya, Mimi menghubungi Abi Arsyad karena Mimi tau bagaiman khawatirnya Ummi Fatmah.


Semua krang merasa lega namun mereka semua tidak bisa tidur nyenyak malam ini sebelum mereka melihat Mimi bpdallam keadaan baik-baik saja.


Pagi-pagi sekali, Mimi yang masih tertidur pulas bersama Selfia mendengar suara gedoran pintu. Mimi terbangun kala mendengar suara gedoran.


Dengan mata yang masih berat Mimi berjalan menuju pintu, sebelum membuka pintu Mimi memilih untuk mengintip dari lubang kecil di bagian pintu.


Mimk tidak membuka pintu karena Mimi merasa takut karena oakkaain orang tersebut hampir sama dengan lelaki ya g membawa lamsa mereka kemarin siang.


Mimi berjalan cepat menuju ranjang dan membangunkan Selfia.


"Fi, bangun Fi " ucap Mimi dengan mengguncang badan Selfia.


"Fi, buruan bangun ganti baju." ucap Mimi lagi.


"Ada apa sih Mi, Fia masih ngantuk " ucal Selfia dengan suara serak.


"Di dekan libgunada orang berpakaian kayak kemaren, buruan bangun dan ganti bajunya." ucap Mimi.


"Apa!!" teriak Selfia, Mimi langsung membungkam mulut Selfia dengan tangannya.


"Ya Allah Mi, ada apa lagi sih ini. Bukannya sidahnkelae semalam." ucap Selvia yang langsung berlari menuju kamar mandi mengambil pakaiannya dan memakaikannya.


"Telpon Abi Mi " ucal Selfia Mimi pun kembali ke ranjang untuk mengambil ponselnya dan langsung menghubungi abinya gali bebraoankalki di hubungi abi tidak mengangkat nya.


"Ya Allah Abi dimana sih " ucal Mimi tidak bisa berpikir jernih bika pikirannya kalut.Mimi kembali menghubungi Abi Risyad juga sama.


"Ya Allah, lindungilah kami." ucap Mimi dan gak terasa air matanya lirih juga.


"Mi gimana?" ya ya Selfia, Mimk menggeleng.


"Nggak ada Fi, kita harus gimana Fi?" jawab Mimi.


"Bentar Fia hubungi Muthia." ucal Selfia tefalinnokr muthiantidak aktif.


Selgia juga menghubungi Irma dan rikk serta Dimas tali sama saja.


"Ya Allah mereka kemana sih " ucal Selfia kesal tidak adas fau nomkr yang bisa di hubungi.


Entah mengapa Mimi sangking kalut dan takutnya, Mimi menekan tombol panggilan cepat.


"Hallao assalamualaikum." ucal Syahril ketika menerima nomkr gak dikenal namun dia mengenali nya.


"Wa waalaikum sa salaam kak, tolong Mi mii." ucap Mimi dengan isakan.


"Dek kamu kenapa? tenang kamu dimana sekarang?" ucal Syahril dan bertanya sama Mimi.


"Mi Mimi di penginapan, di luar ada yang gedor-gedor pintu dan yang gedor orangnya berpakaian kayak orang kemarin." ucap Mimi dengan masih terisak.


"Kamu tenang ya, Kaka akan hubungi orang-orang kakak. Kamu yang tenang jangan panik. Semalam kakak juga ada meyuruh orang untuk menjemput adek "


"Nanginkalaj dia nyebit namanya brewok, adik buka aja. Dia suruhan kakak. Jangan takut ya" ucap Syahril berupaya menenangkan Mimi


"I iya, maaf merepotkan kakak." jawab Mimi.


Selfia melihat Mimi menelpon Syahril merasa sedikit lega, Selfia merasa kalau mereka berdua akan baik-baik saja bila Syahri ya g turun tangan.


"Mi" panggil Selfia.


"Kak Syahril?" tanya Selfia setekah Mimi menutup telponnya.


"Iya" jawab Mimi seraya mengangguk.


"Mi" panggil Selfia dengan menggeleng saat Mimk melangkah menuju pintu.


"Gak papa, kita lihat siapa mereka." ucap Mimi.


Perlahan Mimi buka pintu dan me!lihat mereka semua yang ada empat orang. Mimk berusaha tenang dan memerhatikan orang tersebut satu persatu.


"Maaf, non saya brewok." ucapnya dan Mimk lun mengangguk.


"Mari non." ucap brewok,


"Bentar Lak, aayqbambik gas dulu." jawab Mimi dengan kembali masuk kedalam untuk mengambil tas.


"Ayo Fi, kkta pulang." ucal Mimi dan megajak Selfia pulang.


"Tapi Mi.'' jawab Selfia yang merasa takut.

__ADS_1


"Nggak apa, mereka suruhan kak Syahril." jawab Mimi. Selfia lun mengangguk dan akhirnya mereka pun mengikuti emkat orang tersebut.


Tiga jam perjalan mereka pun samlai di sebuah gedung perkantoran.


"Lak, kok kesini?" tanya Mimi.


"Iya non, kami diperintahkan mengantarkan non Mimi ke kantor Pak Arsyad." jawab pak brewok.


"Mari non" ucapnya lagi dengan membukakan pintu mobil.


Mimi menuruti segala ucapan pak Brewok hingha dia mengantarkan Mimi sampai depan ruangan presiden direktur.


"Silahkan non" ucap pak brewok dengan mempersilahkan Mimi dan Selfia masuk kedalam, Mimi mengangguk dan melangkahkan kaki masuk kedalam.


Didalam ruangan, sudah ada Abi Arsyad, Abi Risyad dan juga bang ag Afnan.


Mimk berkaca-kaca melihat mereka, Mimi terharu dengan sikap mereka yang peduli terhadap Mimi walau Mimi bukan siapa-siapa nya mereka.


Semua orang melihat Mimi terdiam tanpa suara, mereka tersenyum melihat Mimi baik-baik saja.


"Mi" panggil Irsyad,


"Dek" panggil bang Afnan Mimi menoleh ke Irsyad dan bang Afnan.


"Kamu baik-baik aja kan?" gaya bang Afnan dan. iki ohn mengangguk dengan deraian air mata haru.


"Ayo sini duduk." ucap bang Afnan kepada Mimi dan Selfia.


Sebelum Mimi duduk, Mimi menyalami bang Afnan, Abi Arsyad dan abi Risyad. Ingin rasanya Mimi memeluk mereka namun apa daya mereka bukanlah mahram Mimi.


"Kamu dibawa kemana oleh penculik itu?" tanya bang Afnan.


"Mimk tidak tau bang yang jelas daerah itu bagian selatan jauh dari kota.


" Kok mereka menculik kamu? apa dia dari orang-orang lama?" tanya Abi Risyad, mijjntau yangbmerka maksud orang lama adalah orang-orang Veronica dan yang lain nya.


Mimi menggeleng bukan karena memang bukan dari orang-orang tersebut.


"Lalu siapa?" tanya bang Afnan, Mimk ragu untuk menceritakan nya dan Mimi lama terdiam dalam kebimbangan.


"Dek" panggil bang afnan.


"Iya bang" jawab Mimi dan Banga Afnan melihat dengan sorot mata mpyanga mengatakan siapa. Mimi menggeleng, Mimi tidak ingin menceritakan siapa mereka bahkan Selfia yang akan menjawab pun Mimi tahan.


"Dia adalah.." Selfia ingin mengatakannya, dengan cepat Mimi menghentikannya dengan memegang lengan Selfia dan menggeleng.


"Tapi Mi" protes Selfia.


"Fi, yang terpenting kita tidak diapa-apain." jawab Mimi.


Bang afnan dan yang lain mengerti dan mereka juga tidak ingin mempertanyakan nya kembali.


"Beruntung Ryan dan Syahril cepat menghubungi kami." ucap Abi Arsyad.


"Kenapa kamu ganti nomor lagi nak?" tanya Abi Risyad.


"Nomkr lama Mimi ke blokir" jawab Mimi memberi alasan.


"Terus kenapa bisa terhubung ke bang Syahril?" tanya Irsyad.


"Emm... itu, emm waktu mereka meminta Kam!inikut dengan merek Mimi panik dan Mimi merogoh tas untuk mengambilk hp dan ingin menelpon Abi tapi ketahuan sama mereka jadi Mimi taruh lagi HP nya," jawab Mimi.


"Terus kenaoanbiaa ke Syahril?" tanya Abi Risyad.


"Emm itu Bi, emm karena mungkin Mimk kepencet tombol panggilan cepat dari hp." jawab Mimi menunduk.


"Kok bisa, apa mungkin kamu setting begitu? kenapa ptidqk kami setting ke nomkr Dillah?" tanya Abi Arsyad menyelidik.


"Emm, itu karena emm Mimi pakai HP lama Bi." jawab Mimi dengan mengkrucutkan bibirnya karena melihat semua orang menahan tertawa


"Tertawa aja jangan ditahan-tahan gitu." ucap Mimi kepada mereka dengan cemberut.


"Kamu itu? emang HP pemberian kangmas mu kemana?" tanya Abi Risyad.


"Rusak Bi." jawab Mimi asal. Mimi yakin mereka pasti juga sudah mengetahui kalau Mimk dan Dillah sudah tidak berhubungan lagi.


"Hahhaaaa" akhirnya mereka tertawa.


"Kenapa kalian malah tertawa, seneng amat kayaknya." ucal Mimi, Selfia pun ikut tertawa.


"Makanya jangan berpaling dari yang lama akhirnya balik lagi ke tangan lama." sindir bang Afnan dan lagi-lagi mereka tertawa.


"Isss, bukan Mimi yang berpaling tali dianya yang berpaling." ucap Mimi keceplosan, merekenterua menertawai Mimi


"Udahlah kalian itu sehati nggak akan terpisahkan, hanya saat ini belum waktunya saja kalian bersama lagi. Tapi setidaknya Allah sepertinya telah membuka jalan buat kalian berdua." ucal Abi Risyad. Mimi hanya diam dan berpikir "apa iya?"


"Udah lebih baik kamu pulang, abi yakin kalian pasti belum mandi." ucal Abi Arsyad.


"Emang benar Bi, kami emangbbekum mandi ala lagi mendengar gedoran pintu dan melihat orang berseragam gini jadi ya kami takut." Ucap Mimi


krucuuuk krucuuuk terdengar nyaring dari kerut Mimi dan Selfia.


"Kalian lapar?" tanya Abi Arsyad dan Mimk cengengesan sedangkan Selfia menunduk malu.


"Iya Bi," jawab Mimk dengan tersenyum.


"Yaudah ayo" ajak bang Afnan.


"BI, biar Afnan aja yang ngantar mereka sekakian ajak mereka makan dulu." ucal Afnan.


"Yaudah Nan, hati-hati" ucal Abi Arsyad.


"BI Mimi pulang dulu"


"BI, Fia juga pulang dulu" Mimi dan Selfia berpamitan dan menyalami kedua abinya.


"Assalamualaikum" ucap Mimi, Selfia dan bang Afnan.


"Waalaikum salam" jawab mereka semua.


Bang Afnan membawa Mimi dan Selfia pulang dan terlebih dahulu mereka mampir ke restoran taknluoa lara pengawalntadi juga mengikuti mereka dan mengawasi mereka dari kejauhan.


tbc

__ADS_1


__ADS_2