DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
211


__ADS_3

Hari hari Mimi di laluimdengan duka erta suka cita bersama para sahabat yang selalu ada di manapun berada, dikala Mimk sedih maupun bahagia mereka selalu ada untuk Mimi.


Diantara mereka Mimi adalah yang termuda diantara mereka. Bahkan bukan hanya yang termuda, Mimi juga merupakan anak dari keluarga yang sederhana dan bisa dikatakan mungkin termiskin diantara mereka.


Mimi bisa berkuliah di universitas disini pun hanya bermodalkan beasiswa nya dan dukungan dari sang kekasih serta keluarganya.


Para sahabatnya Mimi merupakan dari keluarga yang berada semua, Mimi bangga terhadap mereka walau dari keluarga yang berada untuk urusan pendidikan mereka tak mengandalkan uang dari kedua orang tuanya melainkan mereka juga sama seperti Mimi yaitu melalui beasiswa.


Hari harinya Mimi lalui dengan belajar dan membuat kue sebagai penghasilannya didaerah orang, semenjak adik laki-lakinya juga memutuskan untuk berkuliah, maka kedua orang tua Mimi hanya mengirim uang setengah dari biasanya.


Kadang juga dua bulan sekali baru ngirim, apa lagi bila buah sawit tak ada. Namun Mimi tidak keberatan karena dari awal Mimi memutuskan untuk berkuliah disini, Mimi sudah bertekad tak akan merepotkan orang tuanya. Maka dari itu Mimi mengembangkan bakatnya dalam perkueannya.


Awalnya Mimi ingin berkerja paruh waktu, namun sang pujaan hati tak mengizinkannya. Bahkan pujaan hati selalu mengirimkan uang ke Mimi via transfer melalui mbak Aish.


Sudah berulang kali Mimi menolaknya, semakin Mimi menolak sang pujaan hati akan memarahinya.


Tak hanya vua transfer bila liburan diwaktuntanggalmmerah atau harpitnas alias hari kejepit nasional, kak Syahril selalu datang ke Semarang dan bila dia pulang kembali ke kota pedang kak Syahril selalu menyimpan amplop ke dalam lipatan pakaian Mimk dalam lemarinya.


Namun Mimi adalah Mimi, jika dihitung mungkin tak tau sudah berapa uang pemberian dari sang pujaan hatinya selama dua tahun lebih ini. Semua yang pemberian Syahril belum pernah digunakannya, semua uang tersebut masih aman di dalam rekening Mimi.


Dari hasil penjualan kue yang dititipkan ke kantin atau dari penjualannya melalui online serta penjualan dari pasar atau bahan dari orderan-orderan yang masuk dari Bu Salmah maupun dari ummi Fatmah dan Fatimah, hasil penjualan tersebut dan keuntungannya dari penjualan itu lebih dari sekedar cukup bagi Mimi untuk biaya makan serta Mimi juga bisa menyimpan nya.


Yah untuk biaya kosan mimintakmperlu memikirnya lagi karena kosan sudah di bayar full hingga 4th oleh kak Syahril, uang tabungannya awal dari sekolahnya dulu yang sudah dipersiapkan buat kos serta kuliahnya pun masih ada dan selalu Mimi putar untuk modal jualan kue nya.


Sudah beberapa bulan ini Mimi tidak pernah menerima kiriman dari orang tuanya, bukan orangtuanya takmingin mengirimkan namun Mimi yang meminta mereka agar jangan mengirim kan uang lagi ke Mimi. Karena Mimi tau pengeluaran orangtuanya yang sudah bertambah semenjak adiknya yang laki-laki berkuliah.


Terkadang juga Mimi yang mengirim uang sekedar buat jajan Ay adik bungsunya.


Mimi akaan pulang kampung setiap libur puasa menjelang lebaran, bila liburan semester Mimk sengaja untuk tidak pulang. Selama liburan semester Mimi tambah giat membuat kue-kue nya dan mungkin rezeki bagi Mimi dari Allah SWT, tiap liburan itu Mimi selalu mendapatkan orderan lebih.


Kalau liburan semester tiba, Mimi bisa jalan-jalan sejenak bila sang pujaan hati yang menjenguknya. Jangan katakan Mimi tidak merindukan orang tuanya sehingga tiap liburan semester nya tak pulang.


Mimk sangat merindukan mereka tapi Mimi tau diri, dia kuliah disini awalnya sangat tidak direstui karena biaya yang tidak mendukung nya. Oleh karena itu tiap liburan semester Mimi tidak akan pulang, jika dia pulang pastinya nanti orang tua Mimi pasti akan berusaha mencari uang untuk ongkos serta biaya lainnya walau sebenarnya Mimi tidak memintanya.


Di hari libur itulah Mimi mengisi waktunya untuk mencari serta mengumpulkan dikit demi sedikit uang untuk biaya hidupnya. Mimi sudah menjelaskan kepada orangtuanya serta keluarga lainnya dan bersyukurnya Mimi mereka memahami dan memakluminya.


Demi cita-cita nya untuk !menjadi seorang dokter serta untuk menaikkan derajat kedua orang tua serta keluarganya, Mimi harus rela menahan rindunya buat mereka.


Baru setahun setengah ini Mimi tidak pulang tiap liburan semester nya, sebelumnya di awal-awal mimi pulang dan tiap pulangbitulah Mimi melihat orang tua nya akaan semakin berkerja keras berkerja untuk mendapatkan uang untuk ongkos serta biaya hidup Mimi dalam sebulan di perantauan.


Semenjak itu Mimi bertekad akan mencari kerjaan dan mencoba menitip dagangan kue ke kantin-kantin tiap kampus. Dan semenjak itu pula Mimi membuat rencana setiap libur semester dia tidak akan pulang, kalau bisa dia akan mencari kerja untuk !mengisi hari liburnya.


Ujian semester/ blok lima akan segera tiba, Mimi beserta para sahabat sudah mulai sibuk dengan aktifitasnya, mereka sibuk untuk belajar.


Seperti hari ini diwaktu yang kosong mereka akan berkumpul di perpustakaan kampus, mereka akan mengerjakan tugas-tugas kampus mereka. Ya jika sore atau malam Mimk tidak bisa ikut mereka berkumpul karena di waktu itu Mimi akan membuat kue buat dagangannya.


Sambil membuat kue disitu pula buku selalu ada di samping Mimi. Terkadang teman-temannya menawarkan diri buat membantu Mimi namun selalu Mimi tolak secara halus.


Bukan Mimi tak mau terima, Mimi tidak ingin menganggu waktu mereka buat belajar, Mimi juga tidak ingin selalu merepotkan mereka, dan yang paling utama bila buat kue bersama mereka yang ada banyak mengobrol nya. Sedangkan mimi bila buat kue sendiri dia fokus dengan adonan serta buku yang selalu menemaninya.


Ujian telah tiba, kak Syahril sudah meminta Mimi untuk libur dulu buat kue dan meminta Mimi untuk fokus ke ujian. Tapi Mimi tidak mengindahkan ucapan sang pujaan hati, bagi Mimi jika bisa dikerjakan bersamaan itu tidak akan menjadi masalah.


Jika kak Syahril memberitahu dan menasehati Mimi, Mimi selalu menjawab iya namun Mimi tidak mengerjakan apa yang dikatakan kak Syahril dia terus berusaha menjalani dua akatifitasnya secara bersamaan.


Malam ini Muthia, Fia dan Irma tidur di kosan Mimi. Mimi sebenarnya merasa senang jika mereka tidur dikosannya karena Mimi ada temannya dan tidak merasa kesepian dan sedikit tidak kepikiran akan mimpi-mimpi itu.


Setelah selesai membuat kue, Mimi dan ketiga temannya langsung tepar di atas tempat tidur.


"Beuh Mi, lumayan juga ya kalau dikerjakan tiap malam seperti ini " ucap Selfia


"Apa kamu ndak merasa capek Mi?" tanya Irma.


"Iya Mi, gimana caranya kamu bisa bagi waktu antara membuat kue serta belajar?" tanya Muthia.


Mimk hanya tersenyum mendengar setiap pertanyaan ketiga sahabatnya.

__ADS_1


"Semua pekerjaan pasti capek lah, tapi kita tidak boleh mengeluh." ucap Mimi.


"Kalian kan tau, Mimi harus emlakuain semua ini buat bertahan hidup hehee." imbuh Mimk dengan di iringi tawa namun di hati Mimi berkata."Capek pasti aku capek tapi aku harus kuat dan membuktikan kepada orang yang menghina orang tua ku kalau aku bisa menjadi dokter dan membanggakan kedua orangtuaku."


"Terus bagaimana caranya kamu belajar, apa lagi ladang jika kamu dapat orderan banyak sampe subuh bagus selesai?" tanya Irma.


Ya mereka tidak pernah melihat Mimi belajar sa!BIL membuat adonan kue, yang mereka lihat jika membuat kue bersama mereka Mimi dan mereka selalu mengobrol dan bercanda.


"Iya Mi, bagaimana kamu bisa belajar?." tanya Selfia dan di angguki oleh Muthia.


Mimi lagi-lagi tersenyum melihat mereka bingung seperti itu.


"Mimi selalu belajar kok," jawab Mimi.


"Buktinya tiap ujian dan praktek nilai Mimi maaih bagus dari kalian kan hehee." ucap Mimi diiringi candaan namun nyata benar adanya.


"Iya juga sih, Mimi selalu mendapatkan nilai praktek serta nilai blok lebih bagus dari kami-kami, tali bagaimana caranya Mi?" tanya Selfia.


"Jika Mimi buat adonan kue, ya buku ikut nemani buat adonan lah." jawab Mimi dan mereka hanya memandang Mimi dengan menautkan kedua alisnya.


"Begini, saat Mimi buat adonan buku selalu ada di samping Mimi atau Mimk taruh di atas meja bukunya dan Mimk ganjal di belakangnya dengan buku lainnya, nah adonan kan pakai mixer jadi ya Mimi sambil membaca tiap barisnya." ucap Mimi menjelaskan.


"Terus tadi kok Mimi tidak melakukan nya?" tanya Irma.


"Kalau ada kalian, gimana Mimi bisa mengabaikan kalian dan tentunya Mimi juga nggak akan fokus ke buku." ucap Mimi dengan senyum.


"Jadi kita ganggu dong kalau kita tidur disini " ucap Fia sendu merasa tak enak hati.


"Enggak kok Fi, Mimi senang kalau kalian nginap disini jadi Mimi nggak kesepian." ucap Mimi dengan jujur.


"Tapi Mimi jadi nggak bisa belajar." sahut Muthia.


Mimi tersenyum melihat mereka merasa tak enak hati begitu.


"Kalian jangan merasa gak enak begitu, jujur Mimi senang ada kalian disini, malah Mimi yang merasa tak enak bila selalu !mengajak kesini untuk membantu Mimi." ucap Mimi berusaha !meyakinkan sahabatnya.


"Mimi takut merepotkan kalian, Mimi takut mengganggu waktu istirahat atau waktu belajar kalian."


"Makanya Mimi jarang mengajak kalian tapi Mimi senang jika kalian sendiri yang punya niat ingin tidur disini." ucap Mimi dengan terus menjelaskan kepada mereka.


"Kenapa Mimi mempunyai pemikiran begitu? kita nggak merasa direpotkan kok." ucap Muthia.


"Iya Mi, malah kita senang jika kita membantu Mimi." sahut Irma.


"Mi, kita adalah sahabat Mimi. Jangan pernah Mimi merasa tidak enak kepada kami." sahut Selfia.


Mimi merasa terharu mendengar ucapan mereka, mereka tidak tersinggung akan ucapan-ucapan Mimi.


"Makasih ya, kalian selalu ada buat Mimi." ucap Mimi dan mereka pun berpelukan.


"we are friendship, we will always be together, now, tomorrow and forever" ucap mereka bersama.


Malam ini mereka tidur bersama, Mimi tidur bersama Muthia di atas kasurnya, Fi dan Irma tidur di bawah memakai sofabad lipat.


Di menjelang sepertiga malam mereka bertiga terbangun karena terdengar teriakan dari Mimi. Yah lagi-lagi mimpi itu mengusik tidurnya.


"Mi, bangun." ucap Muthia dengan menggoyangkan badan Mimi.


"Mi, bangun Mi." ucap Fia dan Irma.


Merek bertiga panik melihat keringat yang bercucuran di dahi Mimi.


"Tidak tolong, jangan ambil." Mimi terus meracau dan kata-kata itulah yang didengar oleh ketiga sahabatnya.


Sebenarnya ini bukan kali pertama mereka mendengar kata-kata itu tiap kali tidur di kosan Mimi, namun setiap mereka bertanya kepada Mimi, Mimk tidak ingin menjawab atau menceritakan mimpi apa yang sedang menganggu nya.

__ADS_1


"Sebenarnya kami mimpiin apa sih Mi?" tanya Muthia.


"Mi, bangun..." ucap Fia dengan menggoyangkan badan mimknlebih keras dan akhirnya Mimi terbangun dengan nafas ngos-ngosan.


"Alhamdulillah." ucap mereka serentak.


"Ini minum dulu.'' ucap via dengan memberikan Mimi air minum dan Mimi pun mengambilnya dan meneguknya hingga habis.


"Mimi mimpi buruk lagi?" tanya Irma.


"Mi, apa Mimk nggak mau cerita ke kita biar sedikit plong?" tanya Fia.


"Mi, sebenarnya Mimi mimpi apa?" tanya Muthia.


"Mimi tidak tau." jawab Mimi.


"Maaf kalau menganggu tidur kalian." ucap Mimi lagi dengan meminta maaf kepada sahabatnya.


"Lebih baik kita tidur lagi yok.« ajak Mimi dan tersenyum


"Yaudah, kalau Mimi belum mau cerita ke kita." ucap Muthia.


"Maaf, Mimi bukan tak mau cerita. Tapi Mimi bingung mau cerita bagaimana." jawab Mimi.


"Yaudah kita tidur lagi, baru jam setengah tiga nih." ucap Fia dengan menguap dan mereka mengangguk dan kembali merebahkan diri mereka. Tak laamma mereka pun terlelap kecuali Mimi.


Mimi berupaya memejamkan matanya dan pura-pura sudah tertidur, setelah tak mendengar mereka berbicara Mimi kembali membuka matanya dan melihat ke arah mereka bertiga.


"Maafkan Mimi." ucap Mimi.


"Ya Allah, ada apa ini, kenapa mimpi ini selalu hadir, pertanda apakah ini sebenarnya?" gumam Mimi dalam hati.


Mimi terus membaca dzikir dikala dia terbangun begini, dia terus mengulang dzikir tersebut untuk menenangkan hatinya dan supaya dia bisa kembali tidur, namun matanya seakan tak menginginkan Mimi untuk terpejam.


Ketika tertidur, terkadang beberapa hal membuat kita terbangun di tengah malam, entah itu karena mimpi maupun hal-hal lainnya. Islam memang begitu sempurna, tidak ada satu pun kegiatan luput dari doa, termasuk ketika kita terbangun di tengah malam ada doa yang bisa kita baca agar hati menjadi lebih tenang.


Seperti saat ini Mimi terbangun di tengah malam menjelang sepertiga malam karena mimpi yang selalu mengusik tidurnya.


Tiap kali Mimi terbangun maka Mimi membaca doa dan dzikir ketika terbangun di tengah malam sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah SAW dan dan ulama.


Dari ‘Ubadah bin Ash-Shamit radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah SAW beliau bersabda, “Barang siapa yang terbangun dari tidurnya pada malam hari, kemudian dia mengucapkan,


لا إله إلا الله, وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد, وهو على كل شيء قدير, الحمد لله, وسبحان الله, ولا إله إلا الله, والله أكبر, ولا حول ولا قوة إلا بالله


La ilaha illallah wahdahu la syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syay-in qadri, alhamdulillah wa subhanallah wa la ilaha illallah wallahu akbar, wa la hawla wa la quwwata illa billah.


Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku atau dia memanjatkan doa, hal tersebut (istigfar maupun doa itu) akan dikabulkan. Kemudian jika dia berwudhu lalu mendirikan shalat, shalatnya tersebut akan diterima (di sisi Allah)." (HR Al-Bukhari, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah; lihat Shahih At-Targhib wa At-Tarhib).


Doa lain yang bisa dibaca sesuai ajaran Rasulullah


Lâ ilâha illâ anta. Subhânakallâhumma, astaghfiruka li dzanbî, wa as’aluka rahmataka. Allâhumma zidnî ‘ilmâ, wa lâ tuzigh qalbî ba‘da idz hadaitani, wa hab lî min ladunka rahmatan innaka antal wahhâb.


Artinya: "Tiada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Aku memohon ampunMu atas dosaku. Aku mengharapkan rahmatMu. Tuhanku, tambahkan ilmuku. Jangan Kau sesatkan batinku setelah Kau berikan petunjuk padaku. Berikan aku rahmat dari sisiMu. Sungguh, Engkau Maha Pemberi."


Dari Abu Abdillah al-farabri rahimahullah , salah seorang yang meriwayatkan hadits dari Imam al-Bukhâri, dia mengatakan, "Saya membaca dzikir ini ketika aku terbangun, kemudian setelah itu aku tidur. Dalam tidur itu, aku didatangi oleh seseorang dan membacakan ayat:


Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang Terpuji. (Al-Hajj/22:2).


Sudah berulang kali membaca dzikir dan doa namun mata tak kunjung terpejam akhirnya Mimi beranjak dari rebahannya dan segera menuju ke kamar mandi untuk berwudhu dan Mimi langsung mengerjakan sholat malamnya.


tbc


Alhamdulillah up kembali, maaf kemaren nggak up karena pergi suntik vaksin. Semoga cerita DOKTER JANTUNGKU selalu berkenan di hati para riders setia.


Assalamualaikum.

__ADS_1


__ADS_2