
Mimi melihat keluarga Revano yang hangat membuat dirinya ikut nyaman.
Sejujurnya Mimi tidak tau apakah keputusan nya menerima Revano merupakan hal benar atau salah, dia hanya merasa ada kenyamanan setiap bersama Revano.
Jika di bilang cinta, hingga saat ini pun Mimi tidak merasakan hal itu. Apa yang Mimi rasakan selalu dia katakan pada Revano dan Revano pun menerima nya dan Revano berkata kita saling menerima saja dulu karena cinta pasti akan hadir bersama seiringnya waktu.
Awalnya Mimi menerima ajakan Revano hanya untuk menghindari kedua sahabatnya yang seolah memperebutkan dirinya. Mimi tidak ingin persahabatan nya hancur hanya karena dirinya, apalagi Mimi tau Selfia masih menyukai dan mengharapkan Saridi begitu pula Muthia yang dalam diamnya dia juga menyukai Dimas.
Semenjak dia menjalin hubungan dengan Revano dalam seminggu ini, Mimi selalu meminta petunjuk sang illahi melalui istikharah nya.
Setiap istikharah yang dia jalani, Mimi tidak hanya berdua bersama Revano namun ada dua orang lagi di antara mereka. Mimi tak dapat melihat siapa duanorang itu, yang pasti dua orang itu adalah lelaki dan perempuan.
Seminggu kemudian, Mimi, Revano berserta keluarganya pergi ke tempat abi Risyad. Yah setelah makan malam itu Mimi menceritakan perihal Revano kepada abi Arsyad dan Abi Arsyad mengatakan pada Abi Risyad.
Namun saat itu abi Risyad sedang berada di Kairo, jadi Minggu ini Abi Risyad baru ada di Indonesia.
Revano telah memantapkan hatinya untuk memeluk agama Muslim, sehingga hari ini dia akan mengikrarkan dan mengucapkan syahadat dengan di bantu abinrisyad bersama rekannya serta disaksikan oleh majelis Islam.
Mimk, Revano beserta keluarganya yang ikut serta sudah berada dimaanna Abi Risyad berkerja dan saat ini mereka semua berada di dalam masjid.
Abi Risyad tersenyum melihat Revano dan keluarganya. Abi Risyad menyerahkan semua kepada yang lebih tua darinya yaitu Abah Al Hamid merupakan orang yang dituakan di majelis ini
"Apa kamu yakin nak?" tanya Abah kepada Revano.
"Iya Bah, saya sudah yakin." jawabnya.
"Begini nak, sebelum kita melangkah lebih lanjut Abah akan jelaskan secara garis besar tentang aga!a yang akan kamu yakini kedepannya" ucap Abah.
"Sebagaiman kita ketahui orang yang baru masuk atau memeluk agama Islam disebut sebagai mualaf san bagaimana cara menjadi mualaf? Ada hal-hal yang perlu dipersiapkan ketika seorang non-muslim ingin menjadi muslim sejati."
"Pesiapan cara menjadi mualaf adalah mengenali keberadaan Allah SWT dan mengenali Rububiyah Allah SWT. Lalu mengenali Uluhiyah Allah SWT, mengenali nama dan sifat-sifat Allah SWT, serta mulai mengenali diri sendiri."
Mengenali Keberadaan Allah SWT
Hal yang perlu dipersiapkan pertama kali dari cara menjadi mualaf adalah mengenali keberadaan Allah SWT. Mulailah tanamkan keimanan kepada-Nya. Meyakini bahwa hanya Allah SWT satu-satunya Tuhan dan Pencipta alam semesta.
Persiapan cara menjadi mualaf ini bisa dilakukan dengan melihat segala bentuk ciptaan-Nya. Akal akan menyimpulkan bahwa keberadaan benda-benda tersebut didasarkan pada pencipta, dan tidak serta merta ada dengan sendirinya tanpa alasan.
Selain panca indera, persiapan cara menjadi mualaf dengan mengakui adanya Allah SWT bisa dilakukan setelah melihat fenomena orang yang berdoa. Lalu orang-orang yang menyeru kepada Allah SWT, dan meminta sesuatu pada-Nya untuk dikabulkan.
Mengenali Rububiyah Allah SWT
Bila sudah mengenali keberadaan Allah SWT, persiapan cara menjadi mualaf selanjutnya dengan mengenali rububiyah-Nya. Hal ini diperuntukkan untuk mengakui ke-Esa-an Allah SWT.
Maksudnya adalah mengakui bahwa Allahlah yang menciptakan, memiliki, menguasai, dan mengatur seluruh mahluk ciptaan-Nya di dunia. Hanya Allah yang menghidupkan, mematikan, memberikan rezeki, mendatangkan kebaikan, hingga mendatangkan bencana di muka bumi.
Rububiyah pun membuat seseorang yakin bahwa hanya Allah SWT yang mengawasi, mengatur, menjadi penguasa, pemilik hukum, dan sebagainya yang menunjukkan kekuasaan tunggal Allah SWT.
Allah berfirman, “Katakanlah!' Dialah Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.” (Al-Ikhlash: 1-4)
Persiapan cara menjadi mualaf atau memeluk agama Islam untuk pertama kali adalah meyakini hanya kepada Allah SWT semata kita harus beribadah. Umat muslim tidak boleh memberikan ibadah kepada siapapun selain Allah bahkan kepada mahluk yang dekat dengan-Nya seperti malaikat dan Rasul.
Apalagi jika diberikan kepada mahluk yang derajatnya berada di bawah mereka seperti manusia, jin, binatang, pohon, dan lain sebagainya. Persiapan cara menjadi mualaf untuk yang Uluhiyah ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Fatihah ayat 5.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Hanya kepada-Mu ya Allah kami menyembah dan hanya kepada-Mu ya Allah kami meminta.” (Al Fatihah: 5)
Tujuan dari persiapan cara menjadi mualaf dengan mengenali Uluhiyah Allah SWT adalah supaya umat manusia mencintai Allah. Lantas menjadi tunduk kepada-Nya, takut, dan berharap kepada-Nya serta mengesakan ibadah hanya kepada-Nya.
Ruang lingkup ibadah dalam Islam adalah segala yang dicintai dan diridhai oleh Allah SWT, baik berupa perkataan dan perbuatan, yang lahir maupun batin. Ibadah seorang yang beriman akan diterima berdasarkan dua syarat, ikhlas dan mutaba’ah.
Mengenali Nama dan Sifat Allah SWT
Mengenali nama dan sifat-sifat Allah SWT merupakan persiapan cara menjadi mualaf atau sebelum memeluk agama Islam. Mulailah dengan mengimani dan menetapkan seluruh nama dan sifat-sifat-Nya yang sudah disebutkan di dalam Al-Qur’an dan Sunnah.
Allah SWT berfirman, “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (Asy-Syûrâ: 11).
Selain mengenal Allah, persiapan cara menjadi mualaf dengan mengenali rasul-rasul-Nya juga penting. Hal ini yang menjadikan segala penjelasan para Rasul tentang Allah adalah haq atau benar. Sementara perkataan orang-orang kafir dan musyrik tentang Allah SWT hanya dugaan semata.
Allah berfirman, “Maha suci Rabbmu yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan, dan kesejahteraan dilimpahkan atas Para rasul, dan segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam." (Ash-Shaffat: 180-182)
Mengenal Diri Sendiri
Untuk persiapan cara menjadi mualaf atau memeluk agama Islam yang terakhir adalah mengenal diri sendiri. Kenali diri sendiri secara dzahir dan batin. Memahami diri secara dzahir dimaksudkan agar diri senantiasa bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah SWT pada diri.
Selain dzahir, mengenal diri sendiri secara batin termasuk persiapan cara menjadi mualaf yang penting. Bila sudah mengenal diri secara batin, maka diri akan lebih mudah mengenal Allah SWT dan semakin dekat dengan-Nya.
“Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (QS. Al Hijr: 29).
Terdapat beberapa tahapan dari tata cara menjadi mualaf atau masuk Islam. Cara menjadi mualaf ini diungkapkan Syeikh Abdul Qadir Al Jailani dalam kitabnya, Al Ghunyah. Berikut penjelasannya:
Membaca Syahadat
Cara menjadi mualaf pertama adalah membaca dua kalimat syahadat, yakin akan keesaan Allah SWT dan Muhammad adalah utusannya.
Lafalnya harus dibaca “Asyhadu an la ilaha illallah. Wa asyhadu anna muhammadar rasulullah”
Artinya: "Saya bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan saya bersaksi Muhammad adalah utusan Allah."
Bila sudah mengucapkan kalimat syahadat, pastikan tidak hanya dari perkataan saja. Melainkan cara menjadi mualaf bagian ini harus diyakini dalam hati dan dilakukan dengan perbuatan.
Mandi Besar
Cara menjadi mualaf yang kedua adalah mandi. Sebagian ulama mewajibkan seseorang yang baru memeluk Islam untuk mandi. Sebagian lainnya menilai mandi usai bersyahadat sebatas kesunnahan saja.
__ADS_1
Menunaikan Kewajiban
Sebagaimana muslim yang lain, cara menjadi mualaf ketiga adalah menunaikan kewajiban. Seorang mualaf atau baru memeluk agama Islam harus menjalankan kewajiban dalam Islam.
Mulai dari salat fardhu lima waktu, puasa Ramadan, dan lain sebagainya. Agar paham tata cara ibadah dalam Islam, mualaf sangat dianjurkan untuk mencari guru atau ustaz. Guru tersebut akan memberikan bimbingan kepada mualaf mengenai ibadah.
Berdoa
Tata cara menjadi mualaf yang terakhir adalah memanjatkan doa. Setelah memeluk Islam, mualaf dianjurkan untuk rutin membaca doa ini agar senantiasa selalu diberikan petunjuk oleh Allah SWT.
Allahummaghfirli, warhamni, wahdini, wa 'afini, warzuqni.
Artinya:
"Tuhanku, ampunilah dosaku, kasihanilah aku, berikan petunjuk untukku, selamatkanlah aku, dan berikan anugerah-Mu untukku."
Syeikh Abdul Qadir Al Jailani membuat panduan mengenai tata cara menjadi mualaf atau memeluk agama Islam. Hal ini sudah dijelaskan sebelumnya. Panduan tersebut tertuang dalam kitabnya, Al Ghunyah.
"Pertama, melafalkan dua kalimat syahadat, la ilaha illallah muhammad rasulullah (tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah). Berlepas diri dari agama selain Islam. Meyakini dalam hatinya keesaan Allah SWT.
Kemudian diwajibkan mandi sebagaimana Rasulullah memerintahkan mandi Tsumamah bin Utsal dan Qis bin 'Ashim ketika masuk Islam.
Kemudian diwajibkan sholat karena iman mesti berbarengan antara perkataan dan perbuatan, sebab perkataan ibarat klaim dan amal sebagai bukti. Perkataan merupakan bentuk formal, sementara amalan substansi atau ruhnya."
"Sekali lagi Abah tanya, apankamu sudah siap menjalani segala perintah Allah SWT kedepannya?" tanya Abah.
"Siap Bah." jawabnya dengan tegas.
"Dan satu lagi, kamu ingin memeluk agama Islam ini murni dari hatimu atau paksaan dari pihak ketiga." tanya Abah.
"Dari hagimsaya Bah, sebenarnya sudah setahun saya mempelajari nya dan baru kali ini, hari ini saya ingin mengesahkan nya." jawab Revano.
"Baik lah, kalau begitu ikutin Abah ya.. Mari kita ucapkan basmallah dan ucapkan syahadat. Ikutin Abah ya." ucap Abah.
"Iya Bah." jawabnya.
"Maaf Bah, apa Cindy juga bisa sekalian ikut?" tanya Cindy adik Revano.
"Apa kamu juga ingin memmeeluk agama Islam nak?" tanya Abah.
"Iya Bah." jawab nya.
"Baik lah, kamu juga bisa ikut." ucap Abah.
"Bismillahirrahmanirrahim. "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"
Dianjurkan bagi setiap umat Islam untuk membaca Bismilah setiap akan memulai kegiatan. Arti Bismillahirrahmanirrahim
" ucap Abah.
"Bismillahirrahmanirrahim. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang" diikuti oleh Cindy.
"Ayshadu Alla ilaha illallah wa ayshadu Anna Muhammadarrasulullah. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya." ucap Abah
"Ayshadu Alla ilaha illallah wa ayshadu Anna Muhammadarrasulullah. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya." diikuti oleh Revano.
"Ayshadu Alla ilaha illallah wa ayshadu Anna Muhammadarrasulullah. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya." diikuti oleh Cindy
Mereka berdua melafadzkan standar dengan lancar karena mereka berdua telah mempelajari terbilang cukup lama.
"Alhamdulillah, tabarakallah." ucap semua saksi.
Revano dan Cindy pun sah memeluk agama Islam, mereka berdua juga berencana setiap Sabtu Minggu akan tinggal di pesantren Abah.
Abah Abdul Hamid adalah orang tua dari abi Risyad, dia adalah pemilik pesantren dan pendiri islamic centre ini yang maannaa telah di berikan kepada anaknya Abi Risyad.
Saat mereka sedang berbincang-bincang tentang langkah apa selanjutnya datanglahnseorang gadis di dalam masjid ini.
"Assalamualaikum" ucapnya.
"Waalaikum salam." jawab semua.
"Ada apa nak?" tanya Abi Risyad.
"Maaf Bi, ini Reva mau minta tanda tangan." ucap nya.
"Mbak Reva" panggil Mimi.
"Mimii apa kabar kamu dek?" tanya nya.
"Alhamdulillah baik mbak, mbak bagaimana kabarnya."
"Alhamdulillah mbak juga baik dek, emm ini.." tanya Reva dengan menaikkan sebelah alisnya, Mimi mengangguk mengiyakan.
"Alhamdulillah." ucap Reva.
Revalina Khadijah dia adalah anak yatim piatu sedari dia lahir kedunia, dia adalah anak dari kakaknya Abi Risyad, Reva sedaei kecil ikut bersama Abi Risyad dan Abah Hamid.
Setelah Abi menikah dengan Ummi Fatimah, Reva lun ikut bersama kala itu Reva telah berumur lima tahun.
"Oh ya mbak, kenalin ini kak Revan" ucap Mimi memperkenalkan Revano pada Reva.
"Kak, ininadalah mbak Reva anaknya Abi Risyad
__ADS_1
"Assalamualaikum akhi, saya Revalina khadijah. Alhamdulillah selamat ya." ucap Reva mempewkenalkan diri dengan menangkupkan kedua tangannya
"Waalaikum salam, saya Revano Reynald, terimakasih." jawab kak Revano yang juga ikut menangkupkan kedua tangannya.
"Oh ya nak, kelak Sabtu Minggu tolong kamu bimbing Cindy ya?" ucap Abi.
"Insya Allah Bi, kalah gitu Reva kembali Bi" jawab Reva.
"Iya makaaih ya nak " ucap Abi
"Sama-sama Bi, oh ya Mi, Cindy, Revano, mbak duluan." ucapnya.
"Iya mbak." ucap mereka bertiga.
Revano terdiam dengan pandangan melihat ke arahbounggung Reva yang semakin menjauh, entah mengapa hatinya merasa aneh.
Setelah semua beres Mimi, Revano dan yang lain pun kembali pulang.
Hari ke hari hubungan Mimk dan Revano semakin dekat, Revano selalu menjaga Mimi dikampus, Revano juga selalu mendukung apa yang Mimi lakukan selagi itu tidak !membuat Mimi lelah.
Dillah melihat kedekatan Mimi bersama Revano semakin resah.
"Ya Allah, kenapa aku selalu ketikung ya, Apa aku tidak lantas untuknya?" ucapnya dalam hati.
Setiap Jumat sore Revano dan Cindy pergi ke pesantren, mereka selama dua hari itu akan menjadi santri. Mereka telah bertekad ingin menjadi muslim yang baik. Kedua orang tua mereka pun mendukung.
Revano dan Cindy berharap kelak Allah juga memberikan hidayah lada kedua orangtuanya.
Selama menjadi santri Revano maupun Cindy sudah mulai mencoba menghafal Alquran setidaknya ayat-ayat pendek. Bagi setiap muda mudi pastinya malam Minggu mereka keluar bersama sang kekasih, tetapi bagi Mimi dia selalu mensupport Revano agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Suatu malam mereka berdua pergi keluar untuk sekedar jalan-jalan dan makan malam di temlat favorit mereka. Disini mereka saling mencurahkan isi hati mereka.
"Kak." panggil Mimi.
"Iya dek." jawabnya.
"Mimi boleh tanya nggak?" tanya Mimi.
"Tanya aja nggak usah sungkan." jawabnya.
"Emm seandainya nih kak ya, ( Mimk menarik nafasnya dalam ) kakak kan sudah memeluk agama Islam nih"
"Iya terus?"
"Kalau seandainya Allah tidak membukan jodoh pada kita gimana tanggapan kakak?
"Berarti allah telah !menyiapkan jodoh terbaik buat kita." jawab nya.
"Apa kakak tidak menyesal?"
"Buat apa menyesal dek, kalau Allah belum memberikan kamu sebagai jodoh kakak, berarti Allah telah mempersiapkan jodoh lain buat kita. Yah mungkin Allah membukakan jalan jodoh kakak memeluk agamanya melalui kamu." jawabnya bijak.
"Apa kakak sudah melakukan istikharah?" tanya Mimi karena sebelumnya Mimi menyuruh Revano untuk istikharah karena Mimi tidak ingin mereka berdua salah langkah.
"Apa yang selalu kami katakan dan sarankan selalu kakk jalani dek."
"Apa kakak menemukan jawabannya?"
"Iya. Kakak hanya mendapatkan jawaban itu dengan tampilan senyuman dan suara lantunan ayat yang dia lantunkan" ucap Revano.
"Emm maaf dek, apa kamu sudah mulai mencintai kakak?" tanya Revano.
"Hmm. entahlah kak, apa Allah mematikan rasa cinta pada Mimi Ya, padahal Mimi selalu meminta untuk membukakan hati Mimi dan memantapkan labuhan cinta Mimi buat kakak"
"Tapi. Entahlah apanitunarti cinta, Mimi hanya merasa nyaman dan sayang samaa Kakak, kalau cinta Mimi seolah trauma kak, Mimi takut disaat cinta itu semakin kuat bersemayam maka akan pergi lagi." ucap Mimi, swmua tentang Mimi Revano telah mengetahui nya bwgigunouoa sebaliknya, tidak ada kebohongan diantara mereka.
"Emm kadang kita tidak tau cinta itu apa dek, semua kita serahkan pada Allah."
"Apa kakak boleh meminta sesuatu?" tanya nya.
"Apa?"
"Kakak hanyabingin tau arti dari jawaban istikharah itu dek? kalau dari senyuman senyuman itu kakak merasa tidak asing, namun suara saat melantunkan ayat suci Alquran itu kakak belum tau. Apa kakak boleh meminta adek untuk mengaji?" ucapnya.
"Baiklah, akan Mimi coba tali setidaknya kota ke musholla sanna untuk berwudhu dan sholatbksya dulu." jawab Mimi
"Baiklah yok." ajaknya dan mereka pun pergi ke Mushola.
Setelah selesai sholat, Mimi pun mengabulkan permintaan Revano, karna Mimk lun ingin tau apa jawabannya karena di istikharahnya pun Mimi bingung.
Mimi mengaji sesuai dengan ayat yang didengar Revano dalam mimpinya, setelah selesai mengaji Revano tersenyum pada Mimi.
"Bagaimana kak? apa suara itu sama?" tanya Mimi.
"Sama hanya ada sedikit perbedaaan, suara yang dimimpi kakak
lebih terang dek, tapi suara kalian sama-sama membuat hati kakak sejuk." jawabnya.
"Kak, Mimk rasa yang dimimpi kakak bukanlah suara Mimi. Mungkin Allah tidak mentakdirkan kita bersama, kalau kita tidak berjodoh tolong jangan putus silaturahmi kkta ya kak." ucap Mimi.
"Iya dek, kalau kita tidak berjodoh kakak juga berharap adek tidak berubah lada kakak dan keluarga kakak, bagi keluarga kakak adek adalah anak mereka." ucap Revano.
"Semoga Allah segera membukakan tabir dari jawaban istikharah kita" ucap Mimi
"Amin" jawab Revano.
__ADS_1
tbc