DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
121


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir mereka liburan karena hari Senin Mimi dan kawan-kawannya akan masuk sekolah kembali.


Mereka sengaja pulang ke Jambi di hari Minggu pagi karena mereka merencanakan akan mengadakan bakar-bakar di malam Minggu di malam terakhir mereka liburan disini.


"Oh ya guys bakar apa nih ntar malam?" tanya Rendi ketika mereka baru pulang dari lahan sawit.


"Udang dan ikan yang ada." jawab Kaka Andri


"Yaudah nanti kita suruh aja Mimi buat bakso udang atau ikan atau buat pempek." ucap kak Ryan.


"Ah Lo Yan ngerepotin bini gue mulu." ucap kak Syahril.


"Sekali-kali Riil beberapa bulan ke depan kita gak akan makan masakan bini Lo lagi." jawab kak Ryan.


"Hemm ya kalau Mimi nggak capek Yan, kalau dia capek ya kita bakar ikana udang aja." sahut kak Arfan.


Tanpa mereka ketahui Mimi dan yang lain sedang mengolah udangenjadi bakso dan pempek u tuk acara mereka nanti malam.


"Mi, cukup ndak ni segini udangnya?" tanya kak Rani.


"Cukup kak, itu emang sengaja di beli kak Syahril untuk buat pempek atau bakso kemarin." jawab Mimi.


"Yaudah kalau gitu kita kupas semua ya udang ini." jawab kak Jenni dengan menunjukkan ke arah satu kantong plastik yang berisi udang ukuran sedang.


"Iya kak, Mimi mau kebelkang dukuaunoetik cabe rawit kayaknya udah pada merah-merah." ucap Mimi dan berlalu pergi menuju belakang rumah untuk mengambil cabe rawit yang tertanam disana.


Para cowok setelah berbincang-bincang sehabis Dzuhur mereka langsung tidur siang.


Sedangkan para cewek telah selesai mengupas udang dan sudah di cuci bersih dan kini mereka memblender udang menjadi halus buat adonan bakso, tekwan dan pempek.


Mimi sehabis ambil cabe dia langsung membuang tangkai dan mencuci bersih cabe nya serta bawang putih untuk membuat cuka pempek nya. Tak hanya untuk buat cuka pempek Mimi juga merebus sebagian cabe rawit untuk cabe bakso mereka nanti.


Mimi memblender cabe rawit dan bawang putih untuk cuka pempek dan setelah itu dia kembali memblender untuk bumbu kuah tekwan.


Iya Mimi membuat 5kg udang menjadi pempek, tekwan dan bakso. Rencana bakso bisa mereka panggang atau bisa juga di maka pakai kuah.


Setalah semua selesai di buat dan masak dan tak terasa adzan ashar pun berkumandang, para cewek.membagi tugas ada yang segera mencuci peralatan kotor dan ada yang langsung mandi dan melaksanakan sholat ashar.


Semua menu buatalam nanti sudah Mimi masukkan ke dalam wadah tertutup dan ternyata ada yang kurang yaitu saos dan kecap yang ternyata telah habis.


Selesai sholat Mimi akan pergi ke warung untuk membeli saos dan kecap namun kak Syahril mengajak belanja ke tebing sekalian membeli minuman kaleng.


"Mau kemana yank?" tanya kak Syahril ketika Mimi hendak menaiki motor untuk pergi ke warung.


"Mau ke warung kak," jawab Mimi.


"Ngapain ke warung mi?" tanya kak Ryan yang baru selesai sholat ashar.


"Mau beli saos sama kecap kak sekalian mau beli so'un atau bihun kak." jawab Mimi.


"Buat apa bihun dek?" tanya kak Syahril.


"Ya buat kita nantialam kak."Jawab Mimi.


"Emang Mimi buat apa dek?" tanya kak Andri.


"Mimi dan yang lain tadi buat bakso, tekwan sama pempek kak." jawab Mimi


"Yaudah Mimi mau cari kecap saos sama bihun dulu." ujar Mimi lagi dan hendak menghidupkan motornya namun ditahan sama kak Syahril.


"Udah kita ke tebing aja sekalian, kita ke klop aja sekalian cari minuman kaleng." jawab kak Syahril.


"Emang kakak dah mandi?" tanya Mimi.


"Sepulang dari sana aja mandinya, ayoo." ucapnya dan segera masuk kedalam mobil dan Mimi pun mengikutinya namun sebelumnya Mimi menitipkan. kunci motor ke kak Ryan.


"Kak titip kunci." jawab Mimi.


"Eh enak aja kalian pergi berdua aja gitu?" tanya kak Ryan.


"Lo di rumah aja Yan, cuma bentar doang." jawab kak Syahril.


"Emang Lo kira jarak dari sini ke tebing itu selangkah doang, gue ikut." ucap kak Ryan dan langsung masuk ke dalam rumah untuk menaruh kunci motor ke cantolan paku.


"Gue juga ikut." ucap kak Andri.


"Yaelah kau kalian berdua ikut duanya pasti bakal ikut, mending biar gue sama Mimi aja yang pergi." ucap kak Syahril


"Oh ya kalian mau beli aapa wa aja ya." ucapnya lagi dan langsung menghidupkan mobil dan segera melaju dan ternyata Kaka Andri gercep sebelum mobil melaju.


"Lah Ndri dah duduk aja Lo di mobil." ucap kak Syahril "untung nih mobil belum melaju." ucapnya lagi.


"Gue suntuk Rill mending gue ikut kalian lah." ucapnya.


"Lah bisa ngamuk Ryan kalau Lo ikut dia tinggal. angbtadi dia kemana kok dia gak tau Lo naik." tanya kak Syahril.


"Dia masuk ke dalam rumah tadi." jawab kak Andri dengan memainkan hp nya.


Setelah jarak beberapa rumah Ryan kehilangan jejak teman-temannya.


"Rud, dahblergi ya Syahril?" tanya Ryan kepada kak Rudi yang sedang duduk di pinggir kolam bersama kak Rendi..


"Udah" jawab kak Rudi dan kak Rendi.


"Yah dasar Syahril main tinggal aja, Andri kemana Rud?" ucap kak Ryan dan bertanya kembali.


"Andri ikut kayaknya." ucap kak Rudi.


"Tumben Rud Lo nggak ikut?" tanya kak Ryan balik.


"Malas gue belum mandi juga." jawab kak Rudi.


"Eh kita mancing aja yok buat tambahan menu ntar malam." ajak Rendi yang sudah stay dengan alat kancingnya.


"Cari cacing duku Rend atau kalau nggak kita pakai umpan udang aja, bentar gue ambil udangnya dulu." ucap kak Ryan sembari masuk kembali ke dalam rumah melalui pintu samping dan langsung mengambil udang di dalam Styrofoam.


Setelah ambil udang mereka potong-potong udangnya buat umpan pancing.


Dua jam berlalu Mimi dan Syahril pun sampai rumah tepat suara adzan Maghrib berkumandang. Mimi langsung turun dan membawa dua kantong belanjaan nya dan kak Syahril serta kak Andri menurunkan dua minuman kaleng.


"Baru pulang Riil." tanya bang Idho baru pulang dari berwudhu di sumur.


"Iya Dho, oh ya Dho tolong bawa in lagi dua minumannya ya." ucap kak Syahril.


"Oke, tapi nanti ya setelah selesai sholat aja aku udah wudhu soalnya." ucap bang Idho.


"Yah kalau gitu ndak usah biar sekalian aku aja kalau gitu." ucap kak Syahril dan dia pun mengambil dua dua minuman lagi di dalam bagasi.


Setalah mengangkut barang-barang belanjaan nya kak Syahril dan kak Andri langsung beranjak mandi ke sumur dan segera pula dia berwudhu karena waktu maghrib telah tiba.


Sehabis sholat maghrib mereka memang sengaja tidak masak untuk makan malam karena mereka akan makan ikan bakar bersama di halaman rumah.

__ADS_1


Mereka sengaja memarkirkan mobil di pinggir-pinggir jalan karena halaman akan mereka gunakan untuk acara mereka malam ini.


Mimi sudah menyiapkan bumbu-bumbu untuk bakar ikan dan udangnya. Mimi juga sudah memanaskan kuah baksonya.


Para cowok telah memulai aktifitas mereka menghidupkan api untuk bakar ikannya, ini bisa dikatakan berbecue an ya guys cuma kita cerita bukan orang kota jadi kita pakai ala pedesaan yaitu bakar-bakar alias panggang.


Ikan bakar dan udang bakar pun telah masak mereka masukkan ke dalam beberapa piring.


"Nih pada mau makan apa dulu nih?'' tanya Mimi yang telah menyiapkan dua samabak buat ikan bakar dan udang bakar nya.


"Nasi ada dek?" tanya kak Ryan


"Nasi ada kak?" jawab Mimi.


"Ndak afdol kalu belum makan nasi." ucap Rendi dengan mengambil nasi dan dimasukkan kedalam piring.


"Emang ikannya dah di bakar semua kak?" tanya Mimi yang mendekat ke arah tempat pemanggang.


"Belum masih ada dikit lagi kok." jawab kak Arfan.


"Wah buat sablon apa mi buat ikan bakar nya?" tanya kak Rendi.


"Mimi cuma buat sambal kecap sama samabak terasi kak." jawab Mimi.


"Emm pasti mantap nih.." jawab nya dan langsung mengambil sambal terasi dan melahap makanannya.


"Udah kak Arfan di tinggal aja dulu, sini makan dulu." seru Mimi dan kak Arfan pilin ikut gabung makan.


Tak hanya Mimi dan teman-temannya yang menikmati makan malam ini, mamak juga mengajak pakwo dan makwo ikut serta jadi malam ini kami pun melahap semua makanan kami hingga tandas tak bersisah hingga larut malam.


"Wah dah larut aja, yaudah kita pada istirahat lagi." ucap kak Ryan yang telah melihat jam tangannya telah menunjukkan pukul 1 malam.


Setalah membereskan semua dan telah di taruh di belakang kami semua beranjak untuk beristirahat kembali sedang beberapa cowok kambali memarkirkan mobil di halaman rumah.


...********...


Esok paginya setelah sarapan kami semua bersih-bersih dan beberes karena kami akan kembali pulang ke Jambi.


Sebelum pulang Mimi dipanggil orang tuanya di dalam kamar karena kedua orang tuanya memberikan uang untuk uang saku Mimi dan adiknya Ari.


"Mak, kami pulang dulu." pamit Mimi dengan mencium punggung tangan kedua orang tuanya dan diikuti oleh yang lain.


"Iya sekolah dan belajar yang rajin." jawab mamak.


Terkadang Susana seperti ini membuat Mimi sedih, ingin Mimi sekolah dekat dengan orang tuanya tapi orang tuanya ingin melihat Mimi mendapatkan perdidikan yang baik, walau hanya tinggal di lain daerah namun rasa sedih itu selalu merasuki.


Setelah berpamitan Mimi dan yang lain pun berangkat untuk kembali pulang ke Jambi.


Karena sampai Jambi siang hari kami pun makan siang di rumah makan terlebih dahulu baru pulang kerumah masing-masing.


Sesampainya dirumah kak Syahril mampir sejenak karena ternyata ada pakcik di rumah.


"Assalamualaikum." ucap kami berdua.


"Waalaikum salam." jawab pakcik yang sedang duduk di teras sambil merokok.


"Baru sampai mi, riil," ucap nya.


"Iya Cik." jawab Mimi dan Syahril serentak sambil menyalami pakcik.


Mimi membawa masuk tas pakaiannya dan barang-barang lainnya, setalah Samapi dalam Mimi membuat air teh hangat buat kak Syahril.


"Nih kak, minum dulu." ucap Mimi dan memberikan secangkir teh hangat.


"Gimana Riil apa sudah lulus di pedang?'' tanya pakcik kepada kak Syahril.


"Alhamdulillah Cik, lulus besok tinggal daftar ulangnya Bae lagi Cik." jawab kak Syahril.


"Sudah dapat kos disana?"ucap pakcik.


"Alhamdulillah Cik, sudah ada rumah disana." jawab kak Syahril.


"Maksudnya?" ucap pakcik belum mengerti.


"Maksudnya Syahril di sana sudah ada rumah Cik, Babah dan Umma sudah punya rumah disana." jelas Syahril.


"Oh, jadi enaklah sudah Ndak payah cari kost-kostan lagi." jawab pakcik.


"Alhamdulillah Cik, oh Yo Cik, Syahril pamit pulang dulu." pamitnya.


"Oh iyolah makasih Yo Riil." ucap pakcik.


"Iya Cik assalamuakaikum." ucap Syahril dan berlalu hendak turun tangga dengan di antar sama Mimi.


"Waalaikum salam, Iyo hati-hati." jawab pakcik.


"Kakak, pulang dulu ya dek, istirahat lagi." ucapnya.


"Iya kak, makasih ya." jawab Mimi dengan menyalami nya dan mencium punggung tangannya dan Syahril mengusap kepala Mimi.


"Hati-hati." ucap Mimi ketika Syahril telah menghidupkan mobilnya dan Syahril membunyikan klakson nya tiit.


Sepulangnya Syahril Mimi segera sholat Dzuhur dan setelah itu Mimi pun beristirahat.


Sore hari Mimi ingin memasak udang asam manis dan udang cryspy buat semua di rumah Nyai. Malam hari mereka pun menyantap makan malamnya dengan lauk udang.


...*****...


Hari Senin adalah hari pertama nya Mimi dan yang lain masuk sekolah dan hari ini Mimi resmi menjadi siswi kelas tiga dan hari ini pula sekolah Mimi dipenuhi oleh anak-anak baru.


"Hai Mi." sapa Emma, Novi dan Sila ketika mereka juga baru sampai di gerbang sekolah.


"Hai ma, Novi, Sila, yok masuk." Mimi kembali menyapa mereka dan mengajak masuk.


"Wah Mi, kita satu kelas." ucap Emma Sila dan Novi setelah kami melihat pemberitahuan pembagian kelas di masing sekolah.


"Iya Ma, kita satu kelas juga akhirnya, cuma Di'ah kita berbeda kelas lagi." ucap Mimi.


Mimi, Emma, Sila, Novi dan Manda di kelas tiga ini mereka satu kelas.


"Wah Mi, kayaknya bakal ada penggemar baru lagi nih." ucap Novi ketika melihat seorang siswa baru mendekat ke arah mereka.


"Iya nih Mimi dapat fans baru lagi kayaknya tahun ini." sahut Emma.


"Aiss kalian aja yang ladeni." ucap Mimi dan hendak berlalu menuju ke kelas baru nya.


Hari ini sebenarnya belum sepenuhnya pelajaran baru dimulai karena hari ini adalah penentuan kelas bagi anak kelas tiga dan anak baru juga masih dalam tahap MOS.


"Kak, tunggu." ucap dari salah satu anak baru ketika Mimi hendak melangkahkan kakinya.


"Ada apa dek?" tanya Emma.

__ADS_1


"Emm kami mau minta tanda tangan kakak sebagai salah satu tugas MOS akhir kami kak." ucap si anak baru .


"Oh mana sini?" tanya emma dan dia anak baru menyerahkan buku tugasnya.


"Tapi ndak hanya tanda tangan ya kak, kita juga disuruh meminta foto-foto kakak.'' ucap si anak baru dan itu membuat Emma dan yang lain heran.


"Sejak kapan ada peraturan seperti itu?" tanya Emma.


"Ndak tau kak, kami hanya menjalani tugas dari panitia." jawabnya.


"Emm tunggu dulu, tugas apa yang diberi panitia sama kalian." tanya Novi.


"Emm kami disuruh meminta tanda tangan kepada kakak kelas yang bernama Mimi dan gengnya." jawab si anak baru.


"Terus kalian tau siapa kami?" tanya Sila.


"Ya tau lah kak." ucap salah satu anak baru tersebut, Novi dan yang lain menaikkan satu alisnya heran.


"Darimana kalian tahu?" tanya Di'ah.


"Ya karena kata si ibu guru Ros bilang kalau nanya Kaka Mimi selalu bersama teman-temannya dan kata bu Ros kalian tidak pernah berpencar jadi kami setelah melihat kakak tadi kami yakin kalau kakak-kakak ini adalah kakak-kakak yang kami cari." ucapnya.


"Hemm, segitu yakinnya dek?" ucap Manda yang baru saja datang dan menghampiri kami.


"Baru datang Bu.." ucap Sila.


"Hehe iya Bu." balas Manda.


"Yaudah dek, kayaknya adek salah orang." ucap Emma dan memberikan buku tugas mereka yang belum sempat di tanda tangani nya.


"Saya yakin kalau kakak adalah kak Mimi Akifah." ucap salah satu siswa tersebut sbik melihat ke arah Mimi.


Ya yang mendekat ke arah Mimi ada tiga orang siswa baru.


"Darimana kamu yakin?" tanya Manda.


"Karena foto kakak-kakak kan ada di rumah." ucapnya lagi.


"Makasih kamu?" tanya Sila.


"Kenalkan kak, namaku Adnan Alfarizi adik dari Ryan Alfarizi." anak baru ini memperkenalkan namanya.


"Maksudnya kamu adek dari kak Ryan?" tanya Sila.


"Iya kak Sila." jawabnya.


"Hemm pantesan ngotot gitu, ternyata adik iparnya Di'ah." ucap Emma.


akhirnya Emma dan yang lain pun memberikan tanda tangan dan berfoto kepada mereka bertiga. Tak hanya mereka ternyata ada lagi lima orang siswa yang mendekat dan karena mereka sudah tau jadi Emma dan yang lain melakukan hal yang sama.


"Beuh, perasaan kita ndak ikut panitia maupun perangkat OSIS kenapa kita selalu dijadiin target ya?" ucap Manda.


"Ntah, kerjaan siapa ini." ucap Mimi.


Disaat Mimi akan melihat klas nya tiba-tiba si ketua OSIS menghampiri nya.


"Hai cantik dah pulang dari kuburannya ya." ucapnya sok akrab.


"Lah nih anak, mau ngapain?'' ucap Novi malas.


"Ndak ngapa-ngapain lah cuma mau deketin cantiknya aku lah." ucapnya.


"Hei , kamu ketua OSIS kan? sana urus aja tuh anak-anak baru ngapain juga kesini." ucapa ketus.


"Jangan ketus gitu kenapa sih? Emm boleh dong kita dekat?" ucapnya dengan memainkan mata kepada Mimi.


"Hei kelilipan mata mu?" ucap Sila.


"Udah sana urus kerjaan mu saja sana." Manda mengusir sinketia OSIS yang selalu caper sama Mimi.


"Pulang nanti bareng yuk." ajaknya.


"Sorry Mimi di jemput sama cowoknya." ucap Emma dan akhirnya sinketia OSIS pun keluar dari kelas Mimi.


setelah mengetahui dimana letak kelas dan hari pun telah siang kami pun kembali pulang dan ternyata Syahril dan Ryan sudah menunggu Mimi di gerbang sekolah.


"Mi, Di'ah tuh bodyguard dah nunggu." ucap Emma ketika melihat motor dan Syahril yang sudah berada di gerbang.


"Emm sorry ya Ma, Nov, Sila, Manda kita duluan ya?" ucap Mimi.


"Yaudah sana." ucap Emma, Mimi dan Di'ah pun berlalu menghampiri Syahril dan Ryan. dan ternyata disana juga telah ada Adnan.


"Dah selesai dek?" tanya Syahril.


"Udah kak, loh kak Ryan jemput Adnan?" jawab Mimi dan Mimi bertanya kepada Ryan .


"Ndak kok Mi, kalian dahbkernah sama nih curut." jawab kak Ryan.


"Kok di bilang curut?" tanya Emma yang ternyata masih dengan kami.


"Iya karena dia ada tiba-tiba." jawab Ryan.


"Hah!" ucap kami semua.


"Iya Adnan ini anak bungsu Umma Aisyah dan Ndak tau kalau bakal hamil lagi dikira Ryan anak yang bontot eh gak taunya ada lagi." jelas Syahril.


"Oh" kami semua berk oh ria.


"Yaudah mi, kami duluan ya." pamit Emma dan yang lain.


"Oke ma hati-hati.'' jawab Mimi.


"Yaudah ayo kita pulang tapi ngebakso dulu ya?" ajak Syahril.


"Oke, Lo ikut dek?" tanya kak Syahril ke Adnan.


"Ikut lah kak." jawabnya "bentar anan ambil motor dulu." ucapnya dan segera lari ke parkiran mengambil motornya dan kami pun beranjak menuju kedai bakso langganan.


...****🎆🎆🎆🎆🎆****...


Hai jangan lupa selalu beri dukungan dan tinggalkan jejaknya ya..


FAVORIT


RATE


VOTE


LIKE


KOMEN

__ADS_1


...TERIMAKASIH...


__ADS_2