
Hampir empat puluh menit perjalanan antara bandara ke tempat kost yang akan di tuju.
Sesampainya disana kami langsung berhenti dan turun di depan kosan teman dari mbak Ais.
"Assalamualaikum." ucap Irsyad.
"Waalaikum salam." jawab mbak Aish dan temanya Rini.
"Eh dah nyampe Cad, mannaa bang Aril dan bang Ryan." ucap mbak Aish, sebelum Irsyad menjawab kami bertiga !mendekat dan mengucapkan salam.
"Assalamualaikum." ucap kami bertiga sembari bersalaman.
"Waalaikum salam, ayo masuk dulu." jawab mbak Ais dan temannya seraya menyuruh kami masuk kedalam kosannya.
Yah kosan dari teman mbak Aish model kosan kontrakan rumah yang mana terdiri dari dua kamar, satu ruang tamu dan keluarga jadi satu, satu dapur dan kamar mandi.
"Emm pa kabar nih bang Aril sama bang Ryan dah lama nggak ke Jawa." ucap mbak Aish.
"Alhamdulillah baik mbak." jawab kak Syahril dan kak Ryan.
"Oh ya dek, kenalin ini mbak Aisyah sepupu kakak dan dia adalah kakaknya Irsyad." ucap kak Syahril, Mimi pun berkenalan dengan mbak Aish dan mbak Ririn.
"Oh ya Mimi maunya kosan yang gimana? tanya mbak Ririn.
" Emang nya sini kosan nya seperti apa mbak?" tanya Mimi pula.
"ya Bu kos sini puny ada dua jenis kosan Mi, ada sistem kamar yang mana satu ruangan ada 6 kamar beserta kamar mandi dan satu dapur umur, dan ada yang jenis seoertinyang mbak tempati ini, ini pun ada dua jenis nya ada kamar dua dan ada hanya satu kamar aja." jawab mbak Ririn, Mimi melihat ke arah kak Syahril dan kak Syahril hanya mengangguk.
"Em mbak, kalau yang kosan kamar berada dimana?" tanya Mimi.
"Kalau yang kamar didepan Mi, itu disana." jawab !bakmririn dengan menunjuk keluar arah seberang kosannya.
"Nah biasanya kosan seperti mbak ini penghuninya kebanyakan yang dah berkeluarga atau orang-orang yang berkerja di kantoran sekitar, mahasiswi juga ada ya menurut kami supaua kalau ada keluarga datang jenguk kami nggak tidur di hotel." ucap mbak Ririn menjelaskan.
"Nah maksud aku juga gitu mbak, kira-kira masih ada nggak yang seperti mbak ini." sahut kak Syahril.
"Emm kemarin sih ada yang pindahan Riil, pas disebelah rumah bu kos dekat Simpang sana." jawab mbak Ririn.
"Emm gimana kalau kita kesana aja langsung." ajak kak Syahril antusias.
"Sabar doang bang, nunggu makanan datang dulu lappar njh perut Icad." jawab Irsyad, yang notabene telah memesan makanan via goofood.
"Emang Lo dah pesan dek?" tanya kak Ryan.
"Udah bang hehehe, habis nunggu tawaran dari kalian lama." jawabnya dan tak lama datanglah kurir membawa kantong berisi makanan yang dipesan Irsyad.
"Misi.." ucap si kurir.
"Iya mas tunggu." jawab Irsyad sembari keluar.
"Dengan mas Irsyad ya?" tanya sang kurir.
''Ia mas," jawab Irsyad.
"Oh ya mas ini pesanannya dan total segini.." ucap sang kurir sambil menunjukkan nota nya.
"O oke mas, tunggu bentar ya." ucap Irsyad dan berlalu masuk.
"Bang,.." ucap Irsyad setelah berada didalam
"Ya dek." jawab kak Syahril.
"Nih." ucapnya dengan menyodorkan nota.
"Emm, nih." jawab kak Syahril dengan beberapa lembar uang merah kepada Irsyad dan Irsyad pun berlalu keluar kembali untuk membayar pesanannya.
"Gayanya pesan makanan nggak taunya." sindir kak Ryan.
"Hehehe, Icad lupa bawa dompet tadi bang." jawabnya.
"Yaudah ayo makan." ucap mbak Aish dengan menyodorkan kami piring satu-satu dan kami pun makkan bersama.
Setelah makan kami menuju rumah pemilik kosan yang berjarak 3 rumah kos dari kosan mbak Ririn.
Sesampainya disana terlihat rumah yang asri masih bergaya rumah joglo, kami pun disambut oleh satpam.
"Sore neng, ada yang bisa saya bantu." ucapnya.
"Pak, Bu Retno nya ada?" tanya mbak Ririn.
"Oh Bu Retno lagi nggak ada neng, beliau lagi keluar kota." jawab pak Tejo.
"Neng, mau cari kontrakan atau apa?" tanyanya pula.
"Iya pak, ini ada teman mau tanya kontrakan." jawab mbak Ririn.
"Oh ya udah masuk aja tanya sama mbok Parni." jawab pak Tejo dan mempersilakan kami masuk.
Sesampainya di depan rumah bergaya khas Jawa kami langsung dipersilahkan masukal Tejo.
"Assalamualaikum." ucap kami.
"Waalaikum salam." jawab kak Tejo.
"Bentar ya neng saya panggilkan mbok Parni nya dulu. Neng dan yang lain silahkan duduk aja dulu." ucap pak Tejo.
"Iya pak makasih." jawab kami dan kami pun duduk sembari menunggu pak Tejo yang sedang menuju ke arah dapur.
Tak lama muncul lah Pak Tejo dengan wanita paruh baya yaitu mbok Parni dengan membawa nampan yang dibantu sama pak Tejo
Mbok Parni adalah art di rumah bu Retno dan dia juga orang yang dipercaya sama Bu retno.
"Eh ada mbak Ririn toh." ucap mbok Parni.
"Njeh mbok," ucap mbak Ririn.
__ADS_1
"Ada apa toh mbak Ririn?" tanya mbok Parni. "Oh ya ayok di minum." imbuhnya lagi
"Ini mbok, adek teman saya mau cari kosan." jawab mbak Ririn dengan menunjuk ke arah Mimi.
"Oalah cari kosan toh, ada ada mau cari yang gimana toh ndok." jawab mbok Parni yang kebetulan bersebelahan dengan mbok Parni.
"Emm kalau ada yang seperti mbak Ririn mbok." jawab Mimi.
"Oo yang dua kamar toh, emm sek sek koyo ne eneng seng kosong. Emm o ya ada ndok ini disamping barusan dua hari lalu orang nya pindahan." jawabnya.
"Mau di liat sekarang?" ucap mbok Parni.
"Boleh mbok, kalau jenengan nggak keberatan." jawab mbak Ririn.
"Ya nggak lah, tuh rumah juga udah di bersihkan dan udah di renovasi ulang kemarin. Maklum penghuni sebelumnya punya anak kecil. Yaudah ayok." jawab mbok Parni dan mengajak kami untuk melihat.
Kami pun semua mengikuti mbok Parni menuju rumah kosan yang akan di kontrak Mimi kedepannya.
Kak Syahril selalu bertanya seluk beluk dan bagaimana keadaan sekitar sama mbok Parni dan mbok Parni pun memberikan penjelasan sedetail-detailnya dan mbokmparninjuga !memberi tahu kalau di sini aman.
"Nah ayok masuk,silahkan di lihat dan si cek." ucap mbok Parni.
Kami semua memasuki rumah bertipe 36 ini, mbok Parni juga menjelaskan kalau di dalam terdapat dua kamar, satu dapur dan satunkamar mandi sedangkan ruang tamu dan ruang keluaega nyatu sama hal nya seperti temoat mbak Ririn.
"Mbok sini kosan ny campur atau gimana mbok?" tanya kak Syahril.
"Maksute piye to mas." jawab mbok Parni.
"Maksud saya kos cowok ma cewek ny mbok." ucap kak Syahril.
"Ckk Lo Riil belum apa-apa usah cemburuan." ucap kak Ryan.
"Iya bang, belum juga di tinggal miminya dah narok cemburu aja." ucap mbak Aish.
"Hehehe waspada mbak, Yan." jawab kak Syahril.
"Dasar bucin Lo bang." ucap Irsyad.
"Heleh kalian ini." jawab kak Syahril, mbok Parni hanya tersenyum melihat kelakuan mereka.
"Gimana mbok?" tanya Kak Syahril kembali.
"Kosan cowok juga ada mas, tapi disana, di ujung dan kami nggak campur bahkan kami kasih pagar tinggi antara kos cowok sama cewek, nahnkallau yang kosan kontrakan rumahngini ya campur karena ada yang berpasangan, berkeluarga maksudnya." jawab mbok Parni dengan jelas.
"Oh gitu ya mbok." jawab kak Syahril.
"Iya mas jadi aman lah, khusu kosan cewek juga Bu Retno kasih satpam kok jadi nggak sembarangan boleh masuk." jawab mbok Parni.
"Oh gitu. Yaudah mbok saya ambil yang ini pas deket sama bu kosnya." jawab kak Syahril.
"Loh jadi mas yang mo ambil bukan si mbaknya?" tanya mbok Parni
"Atau kalian ini suami istri?" imbuhnya lagi.
"Belum suami-istri mbok." jawab mbak Aish.
"Kami emang belum suami istri mbok, tapi saya ambil ini buat TUNANGAN saya mbok karena TUNANGAN saya ini kuliahnya disini." jawab kak Syahril.
"Oo gitu, lah mas nga dah kerja atau masih kuliah juga?" tanya mbok Parni kepo.
"Saya masih kuliah mbok tapi nggak disini, saya kuliah di Sumatra." jawab kak Syahril.
"Oh gitu, yaudah kalau gitu nih kuncinya langsung mbok serahkan aja ya." ucapnya dengan !menyerahkan kunci ke tangan kak Syahril.
"Oh ya mbok perbulan atau pertahun nih?" tanya kak Syahril.
"Bulanan juga boleh, tahunan juga boleh mas, ayok kita pulang kerumah dulu." ucapnya dan mengajak kami kembali ke rumah bu Retno.
Setelah sampai di rumah bu Retno kak Syahril PU. menanyakan uang sewanya dan setelah terjadi kesepakatan mbok Parni memberikan selembar kertas untuk di isi oleh Mimi sebagai biodata.
"Ini ndok di isi ya, yah buat keamanan bersama." ucap mbok Parni.
"Iya mbo." jawab Mimi dan Mimi pun langsung mengisi lembaran tersebut.
"Oh ya itu kan kontrakan nya kosong jadi ya semua barang harus di beli sendiri ya ndok?" ucap !BOK Parni.
"Iya mbok, ndak apa nanti Mimi bisa beli sendiri." jawab Mimi.
"O ya ndok kalau mau beli, didepan sana kan ada itu ruko yang jual peralatan rumah jadi bisa beli disana dan nanti bisa minta antar sekalian." ucap mbok Parni memberitahu.
"Oh yang ruko pinggir jalan sana tadi mbok?." tanya Mimi.
"Iya ndok, ruko dekat pintu samping kampus." Jawab mbok Parni.
"Iya mbok makasih." jawab Mimi.
"Yaudah kalau gitu kami pamit dulu mbok mau beli peralatan buat Mimi," ucap kak Syahril pamit.
"Oh gitu, tai habisin dulu nih kue MA minumannya." ucap mbok Parni.
"Iya mbok, nih dah mo abis hehee." jawab kak Ryan malu-malu karena dari tadi dia dan Irsyad yang selalu mengunyah.
"Yaudah mbok kami pamit dulu." ucap Mimi.
"Iya, oh ya nanti kalau beli di sana bilang aja minta antar di kosan Bu Retno gitu, ntar biar diantarnya. Dia anaknya si mbok." jawab mbok Parni.
"Iya mbok, makasih. Assalamualaikum." ucap Mimi dan semua
"Waalaikum salam." jawab mbok Parni dan kami pun kembali ke kosan mbak Ririn untuk mengambil mobil.
Sesampainya di kosan mbak Ririn kami juga langsung pamit karena kak Syahril akan mengajak Mimi kerumah mbak Aish dan Irsyad.
"Mbak maunpulang juga atau masih disini." ucap Irsyad.
"Emm mbak ikut pulang juga," jawab mbak Aish, yang emang tadi sebelum Irsyad ke bandara di antar ke kosan mbak Ririn untuk menyelesaikan tugas.
__ADS_1
"Emangbtugasnyandah selesai mbak?" tanya Irsyad.
"Udah." jawabnya dan langsung duduk di samping Mimi.
"Emm kak, apa kita singgah dulu ke kosan nurunin barang Mimi?" tanya Mimi kepada kak Syahril.
"Boleh juga dek, Cad kita kosan Mimi duku ya nurunin barang-barang." ucap kak Syahril.
"Asiaaap bang." ucapnya dan melajukan mobil menuju kosan Mimi.
Sesampai di kosan, kak Syahril langsung menurunkan barang-barang bawaan Mimi masuk kedalam kosannya di bantu oleh Irsyad dannkak Ryan dan setelah semua maauk kedalam kosan mereka pun melanjutkan perjalanannya.
Kak Syahril menyuruh Irsyad berhenti di ruko yang di bilang mbok Parni tadi. Di sini lagi-lagi llak Syahril yang antusias berbelanja keperluan Mimi.
Ya ruko ini menjual lengkap peralatan rumahtangga, dari peralatan dapur hingga elektronik.
"Dek, apa lagi nih yang mau di beli?" tanya kak Syahril.
"Emm. kayak ya udah semua kakak beli kak, dan ini juga berlebihan kakak beli." jawab Mimi.
"Mas dan mbak ini pengantin baru ya?" tanya mas-mas yang melayani kami.
"Iya." Jawa kak Syahril cepat.
"Kakak." ucap Mimi.
"Biarin orang tau kalau adek cuma milik kakak dan biar gak di ganggu orang." jawabnya dengan membisik.
Yah Syahril membeli semua kebutuhan Mimi dari kasur, lemari meja belajar, box, TV, kulkas, mesin cuci, kipas angin, kompor beserta tabung gasnya bahkan oven dan mixer pun dibelinya tak lupa piring, mahluk, sendok dan peralatan mandi.
Wajar jika orang menyangka mereka pengantin baru karena isi rumah lengkap di belinya.
"Kak, banyak bener belinya ntar nggak cukup duit Mimi. beli yang penting aja." bisik Mimi kepada kak Syahril.
"Udah, adek terima beres aja." ucapnya dan Mimi hanya diam jika kak Syahril sudah menyebutkan kata itu.
"Oh ya mas tolong antar ke kosan Bu Retno ya?as disamping rumahnya, nanti minta tolong pak Tejo buka pintunya." ucap kak Syahril ketika selesai melakukan pembayaran.
"Oh oke mas." jawabnya dengan memberi struk belanja kepada kak Syahril.
Setelah belanajja isi rumah kami melanjutkan perjalan. menuju rumah mbak Aish karena Ummi nya mbak Aish telah menghubungi Irsyad sedari tadi.
Jarak tempuh rumah mbak Aish ke kosan Mimi selama kurang lebih 40 menit pula, sesampainya disana kami disambut Omelan Ummi mbak Aish tepatnya umminya mbak Aish ngomelin Irsyad dan kak Syahril.
"Kalian itu ya, sedari tadi Ummi telpon nanya di mana, jawabnya di jalan di jalan. Memangnya sejauh apa sih perjalanan kalian." ucapnya.
"Assalamualaikum Ummi." ucap kak Syahril, Irsyad, kak Ryan dan mbak Aish.
"Waalaikum salam. Yaudah ayo masuk." jawabnya dan mempersilakan kami masuk sambil menggandeng tangan Mimi.
Setelah sampai dirumah keluarga kami dipersilahkan duduk dan Ummi menyuruh art nya untuk !mengambilkan minuman dan camilan.
"Oh ya apa ini yang namanya Mimi?" tanya Ummi.
"Iya Ummi." jawab kak Syahril.
"Dek, kenalin ini Ummi Fatmah dia adik Babah, umminya mbak Aish dan Irsyad." ucap kak Syahril memperkenalkan
"Assalamualaikum Ummi." ucapan Mimi sembari menyalami serta menciumi punggung Ummi Fatmah.
"Waalaikum salam, masya Allah pantas ponakan ummi tidak bisa melihat cewek lain." ucap Ummi Fatmah.
"Bener tu Umm, tadi aja sampe di bilang kalau Mimi itu tunangan bahkan istrinya Ummi." ucap mbak Aish.
"Ya Ummi dasar bucin tuh bang Syahril." ucap Irsyad.
"Sudah sudah kalian ini kalau sudah bertemu ujung nya pasti ributin hal yang nggak penting, oh ya jadi Mimi tunggal dimannaa nanti? tinggal disini aja ya nak." ucap Ummi Fatmah.
"Emm maaf Ummi, Mimi sudah dapat kosan tadi." jawab Mimi.
"Yah kok ngekos sih, gimana sih kamu Riil. Ummi kan dah bilang tinggal di rumah Ummi aja." ucap Ummi Fatmah dengan mengomeli kak Syahril lagi
"Hemm kena lagi." ucap kak Syahril lirih.
"Mimi yang mau Ummi, Mimi nggak mau merepotkan orang " ucap Mimi.
"Merepotkan siapa sayang, Ummi malah senang kalau Mimi tinggal disini, rumah jadi rame." ucap Ummi Fatmah.
"Maaf ya Ummi," jawab Mimi.
"Yaudah ngak apa-apa, tapi nanti Mimi sering main sini ya?" ucap Ummi Fatmah.
"Insya Allah Ummi." jawab Mimi.
"Oh ya Riil malam ini kalian nginap disini aja ya." ajak Ummi Fatmah kepada kak Syahril.
"Maaf Ummi, Aril sam a Ryan langsung pulangnke sedang malam nanti.
"Loh kok gitu?" tanya Abi yang baru sampe rumah.
"Eh Abi, dah pulang?" tanya Ummi sembari berdiri dan menyalami sang suami dan kami pun satu persatu menyalami Abi.
"Kenapa nggak nginap Riil?" tanya Abi lagi.
"Ariil sama Ryan ada kuis pagi besok Bi," jawab kak Syahril.
"Bener gitu Yan?" tanya abimke kak Ryan.
"Ckk Abi nih masih nggak percaya sama Aril." gumam kak Aril.
"Iya Bi, kita ada kuismdan siangnya kita ada tugas dari kampus." jawab kak Ryan.
"Oh gitu." jawab Abi.
Kamipun berbincang-bincang masalah kuliah yang akan Mimi jalani hingga sholat ashar selesai kak Syahril pamit dan pinjam mobil untuk balik ke kosan Mimi, membantu Mimi beres-beres namun ternyata Ummi dan Abi pun ikut serta.
__ADS_1
--tbc----