DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
chapter 35 Penjelasan yang Tertunda 2


__ADS_3

*Cinta pertama adalah pengalaman paling indah bagi semua manusia. Cinta pertama penuh keindahan, dunia baru yang memenuhi seluruh sisi-sisi kalbu, memenuhi dunia dengan pelangi warna-warni, sehingga ia akan melupakan segala derita rahasia kehidupan ini. Khalil Gibran*


Waktu telah menunjukkan pukul 8: 00 wib pagi, para pujangga di sebuah kamar masih terlelap dan masih mengambang di alam mimpi.


Dikampung sebelah dua anak dara tengah bersiap akan pergi ke toko buku bekas untuk mencari bahan tugas kliping.


Umma yang melihat kamar anak bujangnya yang belum ada tanda-tanda si penghuni kamar belum bangun, Ia pun mengetuk pintu kamar tersebut dan membangunkan para anak bujang yang masih terlelap.


Tok tok tok tok...


"Riill... Syahriil.."


"Yan... Ryaaaan." Umma membangun si empunya kamar berkali-kali namun belum juga ada tanda bahwa siempunya bangun.


Umma terus mengetuk pintu kamar sehingga salah satu dari mereka merasa mendengar ada yang memanggil-manggil nama mereka.


Ryan yang tengah di peraduan mimpi mendengar namanya di panggil dia pun memasangkan kedua telinganya untuk memperjelas apakan namanya yang sedang di panggil seseorang.


Dengan jelas dia mendengar bahwa namanya di panggil oleh Umma diapun terus terperanjat bangun.


"I i iya Umma.." Jawabnya terbata dengan suara parau khas orang yang baru bangun tidur.


"Cepat kalian bangun, sudah jam berapa ini!" Jawab Umma di balik pintu dengan suara yang tegas dan lantang.


Ryan yang mendengar jam maka dia cepat melihat ke arah arlojinya, alangkah terkejutnya dia di saat melihat sudah jam 8:15 dia pun langsung membangun Syahril dan yang lain.


Syahril yang mendengar jam segitu pun ikut terperanjat dan langsung menuju kamar mandi sambil ngedumel kepada Ryan.


"Ah payah kamu Yan, kenapa baru bangunin sekarang, sudah jam berapa ini, aisss." Ucap Syahril yang langsung menuju kamar mandi.


Ryan dan yang lain menuju kamar mandi yang berada di luar.


Syahril mandi dengan gaya bebek, basahi tubuh dengan dua gayung, bersabun dengan cepat, bilas dan tak lupa dia menggosok giginya, tak makan waktu lama dia berada di kamar mandi dia keluar dan melihat kedua sahabatnya sudah tiada dalam kamarnya.


Syahril bersiap-siap memakai pakaian dengan style yang simple, kaos polos playboy yang press di badan sehingga menampakkan bentuk tubuh atletis nya dan diluarnya dia memakai kemeja flanel serta memakai jeans denim sehingga dia tampak cool. ( bayangin sendiri ya guys)


Setelah bersiap dua sahabat nya tak kunjung juga berada dalam kamarnya, dia pun ke luar kamar hendak mencari kemana kedua sahabatnya itu.


Umma yang sedang duduk di ruang tengah dengan sebuah alqur'an kecil di tangannya lihat anak bujang nya yang telah bergaya cool tersebut diapun menanyakan hendak kemana.


"Hmm anak Umma yang sudah gagah mau kemana?" Tanya Umma namun bukan jawaban yang didapat tapi Umma mendapatkan pertanyaan dari anak bukannya.


"Umma.. Lihat Ryan sama Andri ndak?" Tanya Syahril kepada Umma nya dan dia pun duduk di sebelah Umma nya.


"Hmm.. Umma nanya bukannya dijawab malah balik bertanya." Ucap umma sambil menjewer telinga anak bujang yang telah berada di sampingnya.


"Hehehe iya Umma maaf, Syahril mau per.." ucapan Syahril terputus karena telah di potong oleh Ryan yang telah berada di ruang tengah.


"Kita mau pergi keluar Umma sayang,." ucap Ryan memotong jawaban Syahril.


Umma melihat style mereka satu persatu dan memandang Syahril dengan sebuah pertanyaan yang intimidasi.


"Hmm Umma tau kalain mau keluar tapi tumben style kalian hari ini berbeda dengan biasanya, Umma jadi curiga." ucap Umma dengan senyum-senyum yang di kulum.


"Apa anak Umma udah pada punya cewek yaa..?" Tanya Umma kepada mereka semua.


Syahril dan yang lain hanya senyum dan menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Umma sayang tau aja.." ucap Syahril sambil memeluk Umma yang sangat dia sayangi.


Umma membalas pelukan Syahril dengan tangan kanannya dan tangan kirinya mengusap kepala Syahril.


Syahril yang merupakan anak bungsu sangat dekat dengan Umma nya dari pada dengan Baba nya.


Umma dan Baba Syahril berprofesi seorang Dokter dan kedua abang Syahril yang satu berprofesi seorang pengusaha properti dan yang satu masih kuliah semester akhir dan memiliki usaha resto.


Sedangkan Syahril sendiri juga memiliki usaha yang dia bangun bersama kedua sahabatnya ini yaitu sebuah cafe gaul dan kedai roti.


Umma melihat anak-anaknya telah bersiap diapun bertanya kembali.


"Jadi kalian mau berangkat kapan?" tanya Umma karena melihat mereka masih ikut duduk santai bersama mereka.


Syahril yang mendapatkan pertanyaan tersebut spontan melihat jam dan diapun terus terperanjat karena hampir jam sembilan.


"Aduh Umma, yah.. kesiangan deh.." Ucap Syahril dengan manja kepada Ummanya dan Umma nya hanya tersenyum dan menggelengkan kepala melihat tingkah anak bungsunya.


"Yaudah Umma kita berangkat dulu ya." pamit Syahril kepada Umma serta mencium tangan dan pipi Umma nya.


Umma yang melihat si bungsunya mau main keluar aja menyetop mereka semua.


"Eh.. Tunggu... Kalian kan belum sarapan. sarapan dulu sana." perintah Umma kepada mereka semua namun di tolak oleh Syahril karena dia telah telat untuk bertemu sangat pujaan hati.


"Nanti aja Umma makan di luar aja ya.." ucap Syahril dan ingin terus berjalan keluar, Umma belum mengizinkan mereka semua sebelum mereka mencicipi makanan.


"Syahril.. Kalau tidak mau sarapan cicip dulu barang sedikit, nanti kepunanan." ucap Umma dengan tegas dan mereka pun mengikuti keinginan Umma nya mencicip sarapan yang berada di meja makan.


Setelah mencicipi mereka berpamitan lagi kepada Umma dan Umma mengizinkan mereka dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.


Saat Syahril sedang menghidupkan mobilnya Baba nya baru pulang dari masjid. Syahril yang melihat Baba pulang diapun turun lagi dan pamit kepada Baba serta mencium tangannya.

__ADS_1


Di perjalan menuju rumah Mimi, Andri pun bertanya kepada Syahril maupun Ryan.


"Eh kira-kira Manda nanti ada gak ya di rumahnya?" tanya Andri namun dia mendapatkan jawaban hanya dengan gelengan dari mereka berdua.


"Kalian enak punya pacar rumahnya berdekatan." Gumam Andri dan dia juga mendapatkan jawaban dengan senyuman mengejek dari Syahril dan Ryan.


Andri yang melihat mereka berdua hanya menjawab dengan gelengan dan senyuman diapun hanya menarik nafasnya kasar.


***


Mimi dan Di'ah langsung menuju toko buku bekas sesuai dengan planning mereka sebelumnya. Mimi dan Di'ah bertemu dengan Emma dkk disana.


Mimi dan Di'ah telah sampai depan toko buku dan dia melihat Emma dkk juga baru sampai, mereka pun langsung masuk ke dalam


Mimi dan teman-temannya langsung mencari-cari majalah tentang sejarah dan majalah berbahasa Inggris untuk tugas kliping mereka yang mana tugas mereka semua sama.


Setiap rak dan meja Mimi cari dan Mimi pun mendapatkan majalah Trub*s dan koran-koran bekas yang ada iklannya memakai bahasa inggrisnya.


Sebelum Mimi membelinya Mimi baca-baca isi di dalam majalah tersebut apa ada yang sesuai dengan pelajaran yang menjadi tugasnya.


Ada beberapa majalah dan koran-koran bekas yang Mimi dapatkan dan Mimi pun langsung menuju kasir untuk membayarnya.


Begitupula dengan teman-temannya juga sudah mendapatkan sesuai dengan tugas-tugas mereka dan langsung menuju kasir pula.


Setelah bahan untuk tugas di dapatkan mereka semua menuju toko buku yang berada di seberang jalan untuk membeli perlengkapan lainnya.


Bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan sudah didapatkan semua mereka pun keluar dan menuju kedai bakso yang berada dekat dengan toko buku tersebut.


Mereka memesan sesuai dengan selera masing-masing, Mimi kali ini dia memesan Bakso dan Jus jeruk.


Begitu pula dengan yang lain ada yang memesan sama dengan yang Mimi pesan ada pula mereka yang memesan Tekwan, Lenggang dan jus alpukat, jus mangga dan jus tomat.


Disaat mereka sedang menunggu pesanan mereka siap, si pemilik kedai memutar lagu yang mana alunan lagunya enak di dengar.


Lagu 'Apakah Itu Cinta' yang dinyanyikan oleh Iphank.


Cinta apakah itu cinta


Bertanya tanpa sengaja


Cinta berkorban jiwa


Indah harum bermakna


Hehehe...hehehe...hehehe


Haaa..haaa..haaa


Ooo itukah cinta


..


Cinta oh cinta suci


Janganlah kau nodai


Merintih diri sendiri


Menangis di ruang sunyi


Perasaan yang tanpa kabar


Takkan tahu kapan dia datang


Mulianya hati jernihkan pikiran


Siapkan iman kepada Tuhan


Bila kau rindu pikiranmu terganggu


Bila kau dapat siaplah tuk berkorban


Cinta yang suci bumi akan abadi


Bila terkhianat ingatlah diri


Cinta yang suci bumi akan abadi


Bila terkhianat ingatlah diri


Mimi dan yang lain mengikuti lirik tersebut hingga selesai.


Sehabis mengikuti alunan lirik tersebut terbesit kerinduan di hati Mimi kepada Syahril yang mana telah satu minggu ini dia tak berjumpa.


Pesanan pun telah tiba di meja mereka, mereka menyantap sambil berkelakar. Mimi hanya diam dan mengaduk makanannya entah apa yang sedang dia rasakan saat ini, kerinduan yang merenung di drama hati amat sangat ingin dia tuntaskan.


Emma yang melihat Mimi hanya berdiam diri diapun bertanya.


"Mi.. Ada apa? Kenapa diam dan itu kenapa baksonya hanya di aduk-aduk saja."

__ADS_1


Mimi tak bergeming dengan pertanyaan sahabatnya, dia asik dengan pemikiran dan lamunannya.


Manda yang melihat Mimi tak kunjung merespon ucapan Emma diapun menyenggol tangan Mimi dan seketika Mimi pun kaget dan sadar dari lamunannya.


Mereka tau apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan oleh Mimi karena sebenarnya mereka pun sama hanya mereka berusaha untuk tidak larut dalam kerinduan.


Bagi mereka yang telah biasa menjalin hubungan dengan lawan jenis mereka pun sudah terbiasa pabila lawan jenis mereka tak memberi kabar secara tiba-tiba apa lagi sampai satu minggu ini.


Namun beda dengan Mimi, Mimi baru pertama kali membukakan hatinya dan menerima lawan jenis di hidupnya.


Mimi baru merasa kan bagaimana dirinya di sayang dan dilindungi oleh lawan jenis yang sangat menyayangi nya pula.


Cinta yang tak berkabar, membuat kerinduan yang memuncak.


Disisi lain Syahril yang telah tiba di rumah Mimi dia langsung menaiki tangga dengan semangat untuk melihat sang pujaan hati yang amat dia rindukan.


Namun apalah daya kerinduannya pun harus tertunda. Sesampainya dia di atas sang pamannya Mimi pun hendak keluar.


"Assalamu'alaikum pakcik." Ucap salam Syahril kepada Pakcik nya Mimi.


"Waalaikumsalam." Ucapan Pakcik.


"Eh Riil.. Mau ketemu Mimi?" tanya Pakcik pula.


"Eh iya Pakcik, Miminya ado ndak cik." ucap Syahril.


"Mimi ndak ado dio lagi pergi samo Di'ah tadi." jawab Pakcik.


"Pergi ke mano cik?" tanya Syahril dengan rasa kecewa.


"Hmm kalau dak salah dio bilang kepasar nak ke toko buku." Jawab Pakcik.


Pakcik yang hendak pergi pun pamit kepada Syahril dan Syahril pun ikut pamit pula.


"Oh yo Ril, Pakcik pergi ke keramba dulu yo."


"Eh iyo cik, kalau gitu kami pergi nyusul Mimi jugo." Jawab Syahril dan mereka pun menuruni tangga dan menaiki kendaraan mereka masing-masing.


Syahril merasa frustasi gagal bertemu dengan Mimi lagi, otomatis penjelasannya pun tertunda kembali.


Di dalam mobil mereka belum tau kemana arah mereka kan tuju. Ryan yang melihat kegusaran di diri Syahril dia pun mengambil alih kemudi dan bertanya kepada sahabatnya akan kemana tujuan mereka.


"Sini Riil biar aku yang nyetir," Ucap Ryan yang langsung menuju bangku kemudi dan syahril menuju ke bangku penumpang di sebelah Ryan.


"Terus sekarang kita mau kemana?"tanya Ryan.


"Kita langsung ke toko buku aja." Jawab Syahril ketus.


"Santai bro, jangan ketus gitu." ucap Ryan


"Nih gara-gara lo bangunin siang tadi." ucapan Syahril menyalahkan Ryan yang membangunkannya kesiangan tadi.


"Lah pakai nyalahin orang lagi, aku juga bangun kesiangan Riil, aku terbangun juga karena dengar suara Umma tadi." jawab Ryan dengan sedikit emosi.


Andri yang berada di bangku belakang yang awal diam dia pun ikut angkat bicara ketika melihat kedua sepupunya udah menegang.


"Udah udah, kenapa jadi ribut gini, sekarang itu kita mau ke toko buku mana?" ucap Andri dan membuat mereka berdua diam karena pertanyaan Andri ada benarnya juga.


"Iya ya ke toko buku mana, Rill tadi Pakcik nya Mimi bilang toko buku mana?" tanya Ryan.


"Pakcik cuma bilang pergi ke pasar ke toko buku, cuma itu." jawab Syahril.


"Berarti kalau toko buku dekat pasar ya toko buku Trophy." ucap Andri.


"Di pasar ada dua toko buku Ndri." ucap Syahril yang masih frustasi karena gagal bertemu.


"Yaudah kita cari aja di dua toko buku itu, kan gampang toh dua toko buku itu juga berdekatan." Ucap Andri gamblang.


Mereka menelusuri pinggiran sungai batanghari melewati jembatan Aurduri dan melewati jalanan yang padat oleh kendaraan karena hari libur.


Setengah jam perjalanan mereka pun sampai ke toko buku namun bukan toko buku yang dikunjungi oleh Mimi dkk.


Mereka mencari dari lantai dasar hingga ke lantai dua apa yang di cari tak mereka temui. dan mereka pun beralih ke toko buku yang berada di belakang seberang jalan toko yang mereka singgahi.


Sesampainya mereka ke toko buku yang kedua mereka juga mencari keberadaan Mimi mereka berbagi tugas kembali agar dari salah satu mereka bisa menemukan Mimi dkk. Ryan menelusuri di lantai bawah, Syahril menelusuri lantai dua dan Andri di lantai tiga.


Setiap lantai sudah mereka telusuri namun yang di cari juga tak mereka temukan dan mereka pun keluar dari toko buku tersebut.


Apakah mereka akan bertemu dengan sang pujaan hati... yukk terus ikutin ceritanya di


Dokter jantungku.


**JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA..


RATE ⭐⭐⭐⭐⭐


VOTE


LIKE❓❓❓❓

__ADS_1


KOMEN


TERIMAKASIH SEBELUMNYA DUKUNGAN KALIAN MERUPAKAN SEMANGAT AUTHOR UNTUK TERUS BERKARYA**


__ADS_2