DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
go jalan-jalan 3 part jajanan pasar dan sejarah Payakumbuh


__ADS_3

Kami sampai rumah anak Imah tepat tengah malam dan beruntungnya anak Imah selalu membawa kunci cadangannya.


Rumah amak Imah berada di Payakumbuh kelurahan aie tabiak kec Payakumbuh. Amak memiliki seorang adik perempuan sebapak dan telah janda pula dan yang menjaga rumah amak Imah adalah adiknya beserta anak nya


Setelah masuk ke dalam rumah amak meminta kami untuk segera istirahat. di rumah amak ini kamarnya lumayan banyak karena ini merupakan rumah pusako warisan dari nenek kandung amak Imah.


Adik sebapak amak Imah posisi rumah juga tak jauh dari rumah amak, namun mereka selalu rutin membersihkan rumah amak Imah.


"Kalian silahkan tidur dan pilih lah kamar masing-masing." ucap amak Imah.


"Emm amak, kelihatannya rumah amak selalu terjaga dan bersih ya?" tanya Mimi ketika melihat kedalam rumah amak.


"Iya, adik amak yang selalu membersihkannya dan anak juga sudah bilang sama mereka kalau selama kita liburan akan tinggal di rumah amak ini." jawab amak.


uniang Santi, uniang Sari satu kamar dekat kamar amak. Ajo Rohman dan ajo Kadir ikut pulang bersama bang Fandi kemaren karena mereka tak ingin terlalu berlama meninggalkan rumah.


Ada 6 kamar dua kamar sudah di isi oleh anak, uniang Santi dan uniang Sari. maka tinggal empat kamar maka kami pun harus berbagidua kamar untuk kami para cewek dan dua kamar lagi untuk para cowok.


"Emm kayaknya ndak cukup, bila kita bagi seperti ini." gumam Ryan.


"Iya betul tuh Yan, gimana kalau para cewek aja yang menempati kamar dan kita para cowok tidur di tengah rumah ini aja." usul Rendi.


"Oke boleh juga tuh usul Lo." jawab Ryan dan disetujui oleh semua. maka akhirnya empat kamar khusus untuk para cewek.


Mak Imah yang mendengar diskusi mereka pun berinisiatif mengambil selimut, kain panjang dan sarung untuk selimut mereka.


"Ini kain selimut kalian, maaf kalau rumah amak dak nyaman buat kalian." ucap amak.


"Eh nyaman kok Mak, dan emang kayaknya nih malam sedikit dingin ya Mak." ucap Ryan.


"Iya, makanya ini pakai selimut nya." ucap emak dengan memberikan beberapa selimut kain panjang dan sarung.


Kami semua terlelap dalam mimpi di tambah udara yang dingin yang sedikit menggubris ketenangan tidur mereka.


Mimi yang merasa keringanan menarik selimut sehingga sampai sedikit menutupi wajahnya.


Sayup terdengar suara adzan bergema kami semua pun terbangun ketika amak Imah mengetuk pintu kami satu persatu membangunkan kami untuk menunaikan sholat subuh.


Uniang Santi dan uninag sari sudah berada di dapur untuk menanak nasi, sedangkan kami baru terbangun dan segera berwudhu secara bergantian di kamar mandi amak.


Sungguh dingin air yang menyentuh tubuh kami seperti air es dan membuat kami taknibgin berlama-lama untuk bermain dengan air.


Mimi yang sudah menunaikan sholat melihat amak akan keluar, Mimi pun bertanya.


"Amak, mau kemana?" tanya Mimi.


"Amak mau pergi kepasar Mi." jawab amak yang telah membawa tas khusus untuk belanja kepasar.


"Mimi boleh ikut ndak amak." Mimi meminta izin untuk ikut ke amak Imah dan amak pun memperbolehkan.


"Boleh tapi kalau ada jaket pakai jaket nya ya, masih dingin di luar." ucap amak.


"Ok amak tunggu bentar Mimi ambil sweater." Mimi pun merasa senang karena mendapatlan izin dan segera menuju kamar untuk mengambil sweater.


Di'ah yang melihat Mimi ambil sweater pun menjadi penasaran dan akhirnya diapun bertanya kepada Mimi.


"Mau kemana Mi? kok kayaknya senang amat kenapa pakek sweater dan topi rajutnya.? tanya Di'ah.


"Mimi mau ikut amak ke pasar Di'ah, dah dulu ya bye.." jawab Mimi dan segera berlari kecil menyusul amak di balik pintu luar dengan melambaikan tangan ke Di'ah.


Dari rumah amak ke pasar tradisional yang berada di Negari ini memakan waktu 15menit naik angkot. Setelah sampai amak langsung menuju ke bagian dalam pasar yang aman disana ada kios jual ikan dan ayam, amak membeli ikan dan ayam saat pedagang memberikan kantong berisi dan ikan tersebut Mimi akan membayar belanjaan tersebut tapi di tolak sama amak, katanya umah belanja sudah di beri sama kak Syahril dan Mimi pun jadi mengurungkan nya.


Setelah belanja ayam dan ikan amak menuju kios yang menjual cabe, bawang merah bawang putih dan tomat dan anak punembeli bahan-bahan tersebut tak lupa jahe, kunyit Laos nya.


Setelah itu amak pergi lagi ke kios yang menjual bahan-bahan kering dan membeli nya gula, kopi, teh, dan beberapa susu.


"Mak, dirumah ada beras?" tanya Mimi karena Mimi tidak melihat amak membeli beras apa lagi dalam pikiran Mimi amak kan sudah lama tak pulang.


"Alhamdulillah kau beras ada Mi, jadi tak perlu beli." jawab Ama dan Mimi hanya mengangguk dan mengambil belanjaan amak dan membantu membawanya.


Tas yang dibawa amak penuh dengan sayuran dan ayam serta ikan yang di beli tadi, dan Mimi membawa dua kantong plastik belanjaan kering.


Setelah selesai Mimi dan amak menunggu angkot jurusan rumah amak di depan gerbang pasar.


"Mak kalau tau tadi kenapa kita Ndak ajak salah satu yang punya mobil di rumah ya." gumam Mimi karena lama menunggu angkot.

__ADS_1


Disaat lagi nunggu angkot Mimi melihat disekitar ada yang jual jajanan dan Mimi pun mengajak anak untuk membelinya.


Mimi menunjuk salah satu jajanan yang di jajakan disana dan disana juga ada yang sedang memakannya ditempat penjual itu.


"Amak itu apa namanya? kayaknya enak." tanya Mimi , anak yang melihat arah dimana Mimi tunjuk pun menjawabnya.


"Oo itu dadiah mi, Mimi mau coba?" jawab amak dan amak menanyakan kembali kepada Mimi.


Mimi baru pertama kali dengar nama makanan itu pun bertanya lagi.


"Dadiah itu makan sejenis apa mak?" tanya Mimi.


"Dadiah itu sejenis yogurt ya bisa di bilang yogurt nya orang Minang." jawab amak.


Karena Mimi penasaran Mimi pun mencoba untuk membelinya.


"Boleh lah Mak, cicip dulu." jawab Mimi dan Mimi pun berjalan menuju kios si bapak penjual dadih bersama emak dan memesan beberapa bungkus.


Dadiah



Dadiah adalah yogurt khas tanah Minang yang terbuat dari susu kerbau. Susu kerbau ini difermentasi dalam wadah bambu yang ditutup daun pisang atau daun waru yang sebelumnya sudah dilayukan di atas api.


Proses fermentasi susu kerbau tersebut dilakukan dalam dua hingga tiga hari dalam suhu ruang, hingga menghasilkan gumpalan. Dadiah ini biasanya dimakan bersama emping yang terbuat dari beras ketan dan gula merah. Perpaduan Dadiah dan emping ini banyak dikenal dengan nama Ampiang Dadiah.


Selain jadi camilan, beberapa masyarakat juga menggunakan Dadiah sebagai lauk pendamping nasi. Konon Dadiah punya banyak khasiat selain bikin perut jadi nyaman. Dadiah diklaim mengandung bakteri baik yang bisa menjadi probiotik. Tak hanya itu, Dadiah juga konon bisa menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan daya tahan tubuh


Setelah membeli dadiah Mimi melihat jajanan lain yaitu pinyaram, sala lauak, puluh manih, lapek Sagan dan lambang tapai.



Pinyaram kue cucur nya khas Minang


Pinyaram ini merupakan camilan khas dari Sumatera Barat yang dibuat dengan bahan-bahan seperti gula pasir atau gula aren, santan, dan tepung beras atau beras hitam. Semua bahan-bahan tersebut dibuat menjadi satu adonan kemudian dimasak di kuali yang juga menjadi cetakannya.


Ada dua jenis pinyaram yang sangat diminati oleh berbagai kalangan, yakni Pinyaram Putih dan Pinyaram Hitam. Perbedaan kedua jenis ini hanya pada bahan bakunya, yakni Pinyaram Putih menggunakan beras putih, sedangkan Pinyaram Hitam dibuat dari beras hitam.


Dengan majunya perkembangan zaman, kini Pinyaram pun memiliki banyak varian rasa seperti rasa durian maupun pisang. Rasanya dominan manis dan gurih, makanan ini adalah hidangan spesial, sehingga wajib ada di pesta pernikahan maupun hari raya.



Sala Lauak



Puluik Manih


Puluik Manih adalah camilan favorit masyarakat Minang dengan cita rasa yang sangat khas. Bahan dasarnya terbuat dari beras ketan. Sekilas, tampilannya mirip seperti wajik, makanan khas dari Jawa Tengah. Rasanya dominan manis dan cocok jadi teman kudapan saat minum teh atau kopi. Jajanan khas Sumatera Barat yang terbuat dari beras ketan ini, di temat asalnya juga sering disebut Pulut Manis.



Lapek Sagan


Tak hanya Puluik Manih yang berbahan dasar beras ketan dan jadi favorit banyak masyarakat. Adapula Lapek Sagan. Lapek sagan merupakan makanan khas Minangkabau yang terbuat dari campuran beras ketan, kelapa, dan pisang.


Ada sejarah yang unik dibalik nama Lapek Sagan ini. Konon, nama lapek sagan karena orang yang membuat lapek sagan ini sagan karajoâ yang dalam bahasa Indonesia berarti malas bekerja. Hal ini dikarenakan pembuatannya yang lebih mudah dibandingkan lapek yang lainnya. Mari kita bahas apa perbedaannya, kali ini kita lihat perbedaan dengan lapek bugih yang lebih dulu ada dibandingkan lapek sagan.


Pertama, lapek sagan ini hanya memerlukan beras ketan yang masih utuh; tidak perlu ditumbuk menjadi tepung. Kelapa dari lapek sagan ini hanya perlu diparut saja. Lalu dari segi bungkusnya, lapek sagan dibungkus dengan cara yang sederhana. Kemudian, pisang dari lapek sagan ini hanya dihancurkan biasa. Nama lain lapek sagan ini adalah limpiang, bila kamu mengunjungi Minang Kabau coba jejai lidah kamu dengan jajanan khas Sumatera Barat yang enak dan lezat.



Lamang Tapai


Sesuai dengan namanya, kue ini terdiri dari lamang dan tapai. Lamang merupakan ketan yang diberi santan lalu dimasukkan dalam bambu muda dan dipanggang atau ada juga yang dibungkus daun diisi parutan kelapa lalu di kukus.


Tapai yang dimaksud adalah kuah yang disantap bersama lemang yang merupakan tape ketan yang dibuat melalui fermentasi . Lamang tapai diolah menjadi 3 varian yaitu Lamang tapai original, Lamang tapai pisang dan Lamang tapai baluo (Lamang yang diisi dengan kelapa parut yang dicampur dengan gula merah).


Mimi membeli semua jajan itu supaya nanti dirumah teman-temannya langsung sarapan. Dengan jajanan ini.


Tak lama kami membayar jajanan pasar angkot tujuan kami pun datang.


Sesampai di rumah Mimi langsung menuju dapur dan ternyata para cewek sedang berkumpul disana akan membuat mie mungkin karena mereka telah merasa lapar.


Mimi langsung menuju rak piring dan mengambil beberapa piring untuk wadah jajan nya.

__ADS_1


"Kalian mau masak apa?" tanya Mimi ketika melihat Emma sedang mengiris bawang dan cabai.


"Mainmasak mie rebus Mi." jawab nya.


"Ok jangan banyak-banyak nih Mimi tadi sudah beli jajanan di pasar, tinggal air teh hangat nya aja." ucap Mimi " oh ya teh belum di buatkan, ini teh nya tadi baru dibeli sama amak." ucap Mimi dan berlalu masuk dan menyiapkan sarapan buat mereka semua dengan jajanan pasar.


"Hujan guys yok sarapan jajanan pasar dulu." jawab Mimi sembari membawa piring-piring ke depan mereka yang sedang menonton tv.


"Dari mana Mi?" tanya Ryan.


"Dari pasar kak," jawab Mimi


"Kok lama dek?" tanya Syahril sambil mencomot lapek sagan.


"Iya tadi nunggu angkotnya lama." jawab Mimi dan mencoba mencicipi dadiah.


"Ehmm lumayan rasanya." gumam Mimi,


"Itu apa dek?" tanya Syahril yang melihat Mimi sedang memakan dadiah.


"Dadiah kak, yogurt nya utang Minang." jawab Mimi, "nih cobain deh enak kok." imbuh Mimi dan Syahril pun menerima suapan Mimi. dan mengangguk.


"Ckk bilang aja Riil minta suapin." sindir Andri sambil mengambil sebungkus Kamang ketan.


"Oh ya hari ini kita mau jalan kemana kak?" tanya Mimi


"Hari ini kita istirahat aja dulu lah, ngantuk mata kakak." Ryan yang menjawab pertanyaan Mimi.


"Oh yaudah." jawab Mimi dan terus menyuapinya dadiah ke Syahril.


"Taraaa mie rebus telah siap." ucap Emma dengan mbawa sebaskom stainless mie rebus dan novimbawa piring, Sila membawa gelas, dan kak Rani serta kak jenie membawa teko.


"Hidih makam sendirian aja Mi." sindir Di'ah.


"Hehe ndaklah Di'ah tuh makan sama mereka." jawab Mimi dengan menunjuk para cowok yang sudah menikmati jajanan pasar.


"Uniang Santi, uniang Sari dan amak juga sudah ikut berkumpul yaudah ini di makan, dihabiskan." ucap Mimi dengan menyodorkan mereka jajanan pasar yang dia beli.


"Mana sanggup uniang Mi, banyak ini." jawab uninag Santi.


"Yah kalian juga habiskan." ucap Mimi kepada teman-teman nya.


"iya enak di habiskan." jawab para cowok.


Karena hati ini tidak ada rnacan untuk jalan-jalan kami pun hanya berdiam diri dirumah atau jalan-jalan disekitar daerah sini saja.


Mimi yang duduk bersama amak yang sedang menggiling bumbu kuning bertanya tentang sejarah Payakumbuh dan amak pun menceritakannya.


Sejarah Payakumbuh:


Kota Payakumbuh terutama pusat kotanya dibangun oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda. Sejak keterlibatan Belanda dalam Perang Padri, kawasan ini berkembang menjadi depot atau kawasan gudang penyimpanan dari hasil tanam kopi dan terus berkembang menjadi salah satu daerah administrasi distrik pemerintahan kolonial Hindia-Belanda waktu itu.


Menurut tambo setempat, dari salah satu kawasan di dalam kota ini terdapat suatu nagari tertua yaitu nagari Aie Tabik dan pada tahun 1840, Belanda membangun jembatan batu untuk menghubungkan kawasan tersebut dengan pusat kota sekarang. Jembatan itu sekarang dikenal juga dengan nama Jembatan Ratapan Ibu.


Payakumbuh sejak zaman sebelum kemerdekaan telah menjadi pusat pelayanan pemerintahan, perdagangan, dan pendidikan terutama bagi Luhak Limo Puluah. Pada zaman pemerintahan Belanda, Payakumbuh adalah tempat kedudukan asisten residen yang menguasai wila¬yah Luhak Limo Puluah, dan pada zaman pemerintahan Jepang, Payakumbuh menjadi pusat kedudukan pemerintah Luhak Limo Puluah.


Kota Payakumbuh sebagai pemerintah daerah berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1956 tanggal 19 Maret 1956, yang menetapkan kota ini sebagai kota kecil. Kemudian ditindaklanjuti oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 tahun 1970 tanggal 17 Desember 1970 menetapkan kota ini menjadi daerah otonom pemerintah daerah tingkat II Kotamadya Payakumbuh.


Selanjutnya wilayah administrasi pemerintahan terdiri atas 3 wilayah kecamatan dengan 73 kelurahan yang berasal dari 7 jorong yang terdapat di 7 kanagarian yang ada waktu itu, dengan pembagian kecamatan Payakumbuh Barat dengan 31 Kelurahan, kecamatan Payakumbuh Timur dengan 14 kelurahan dan kecamatan Payakumbuh Utara dengan 28 kelurahan.


Sebelum tahun 1970, Payakumbuh adalah bahagian dari Kabupaten Lima¬ Pu¬luh Kota dan sekaligus ibu kota kabupaten tersebut. Pada tahun 2008, sesuai dengan perkembangannya maka dilakukan pemekaran wilayah kecamatan, sehingga kota Payakumbuh memiliki 5 wilayah kecamatan, dengan 8 kanagarian dan 76 wilayah kelurahan.


Adapun wilayah kecamatan yang baru tersebut adalah kecamatan Lamposi Tigo Nagari, yang terdiri dari 6 kelurahan dalam kanagarian Lampasi dan Kecamatan Payakumbuh Selatan, yang terdiri dari 9 kelurahan dalam 2 kanagarian yaitu Limbukan dan Aur Kuning. Kecamatan Payakumbuh Barat terdiri dari 22 kelurahan dalam Kanagarian Koto Nan IV. Kecamatan Payakumbuh Timur terdiri dari 14 kelurahan dalam 3 kanagarian, yaitu Aie Tabik, Payobasuang dan Tiakar. Kecamatan Payakumbuh Utara terdiri dari 25 kelurahan dalam Kanagarian Koto Nan Godang.


Assalamualaikum Alhamdulillah bab ini kota membahas makan khas dan sejarah Payakumbuh ya guys semoga berkenan dan berkesan.


Jangan lupa terus beri dukungannya dan tinggalkan jejak Krisan di kolom komentar.


vote


rate


like


komen

__ADS_1


🎆🎆🎆🎆 TERIMAKASIH🎆🎆🎆🎆


__ADS_2