DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
go jalan-jalan kelok 9, lembah harau


__ADS_3

Karena kemaren seharian mereka libur dari aktifitas jalan-jalannya hati ini mereka akan memulai mengelilingi Sumbar kembali.


Saat sedang sarapan mereka berdiskusi akan jalan-jalan kemana dahulu, karena begitu banyaknya tempat wisata yang ingin sekitar mereka jelajahi.


"Bro, hari ini kita mau jelajah kemana dulu nih?" tanya Erwan sembari memakan goreng pisang kipas buatan uniang Santi.


"Iya nih kemana kita kali ini." sahut Ryan.


"Emm terserah aja, mau ke kelok 9 dulu atau ke lambah Harau,atau dimana lah." jawab Syahril.


"Ke kolok 9 aja dulu kak, pulang dari sana baru deh kita ke lembah Harau dan pergi ke air terjunnya itu." sahut Mimi yang baru dari dapur.


"Boleh juga, gimana setelah dari sana kita pergi ke pemandian batang tabik sebelum pulang." usul amak Imah.


"Emang ada kolam renang dekat sini amak?" tanya Mimi.


"Dekat sih idak tapi lumayanlah tapi ini bukan kolam renang pada umunya tapi ini merupakan tempat pemandian." jawab amak.


"Boleh juga usul amak." Rendi menyetujui usul amak.


Dan mereka pun bersiap-siap untuk menjelajahi wisata negeri Minang yang berada di Payakumbuh ini.


Pertama mereka akan pergi ke kelok 9 tempat wisata yang lagi guys saat ini, riders yang bingung mau liburan bisa nih menjelajahi destinasi kelok 9 ini



Kelok 9 atau Kelok Sembilan adalah ruas jalan berkelok yang terletak sekitar 30 km sebelah timur dari Kota Payakumbuh, Sumatra Barat menuju Provinsi Riau.



"Masya Allah tabarakallah, Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan" ucap Mimi setelah mereka sampai disana dan berhenti di pinggiran jalan ini. ( cita-cita authore belum kesampaian kesini guys😥😥, setiap pulkam dan mau kesini ke pending Mulu ).


"Wah Masya Allah, sungguh menakjubkan." puji Emma melihat pemandangan yang ada di sekitar jalan kelok 9 ini.


"Iya Mi jarena keindahan Kelok 9, tak heran kalau tempat ini menjadi favorit masyarakat Sumatera Barat untuk menghabiskan waktu bersama sahabat atau saudara. Di tempat ini banyak yang sengaja datang untuk menikmati panorama di sekitar Kelok 9 seperti kita saat ini." ucap Andri.


"Iya betul, Ndak salah kalau kelok 9 ini sudah menjadi ikon wisata di Kabupaten Limapuluh Kota. Layaknya jembatan Suramadu di Madura sana, atau jembatan Ampera di Sumatera Selatan, Kelok 9 sudah menjadi destinasi wisata. Tak heran kalau di sekitar jalan kita akan mudah menemukan penjual makanan dan minuman seperti ini." sahut Rendi yang tak kalah terpesona dengan keindahan Kelok 9.


"Hemm iya kak, Mimi sudah lama kepingin ke sini, kata emak Mimi pernah kesini tapi Mimi masih bayi hehehehe." ucap Mimi dengan cengengesan.


"Lah kok masih bayi?" tanya ridho.


"Iyo bang Ridho kata mamak waktu itu Jambi lagi banjir besar sehingga jalan dari Jawa melewati lintas Sumatra, maka nya kemaren mamak sempat dak ngizinin karena mamak takut Mimi mabuk,takut kalau kita bakal lewat jalan ini." terang Mimi. ( ini jujur serius ya guys almh mamak authore dulu tidak mengizinkan authore pergi jalan-jalan ke daerah sini karena mamak trauma melewati jalan yang berkelok-kelok )


"Hahahaha sekarang mabuk ndak?" tanya bang Ridho.


"Indak kayak nya." jawab Mimi.


Kami semua menikmati panorama disini sambil memesan minuman di kios-kios yang ada di pinggir jalan ini.



.



Kami habiskan selama tiga jam berada di kelok 9 ini dan setelah nya kami pun kenali melanjutkan jalan kami menuju lembah Harau.


Semoga impian authore dan riders ya g belum sampe ke sini segera terkabul aamiin.


Tak memakan waktu lama kami pun sampai ke lembah Harau, lembah yang di kelilingi oleh batu granit yang berwarna warni.



Tak akan sia-sia lelah dalam perjalanan bila akan disuguhkan suasana alam pegunungan dihiasi jejeran air terjun indah setinggi sekitar 100 meter. Belum lagi tempatnya dilalui empat buah sungai yang jernih siap memanjakan mata kita..


Lembah Harau merupakan lembah yang subur terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Berada sekitar 138 km dari Padang dan sekitar 47 km dari Bukittinggi atau sekitar 18 km dari Kota Payakumbuh dan 2 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota. Tempat ini dikelilingi batu granit terjal berwarna-warni dengan ketinggian 100 sampai 500 meter.


Jika kita berteriak di lembah ini maka suara kita kan saling bersahutan.


Lembah Harau memiliki iklim tropis dan tanah yang subur, juga keindahan pemandangan alam yang menawan. Lembah Harau dijuluki Lembah Yosemite di Indonesia karena memiliki keindahan seperti Taman Nasional Yosemite yang terletak di Sierra Nevada California dan telah terkenal ke seluruh dunia.


Di Lembah Harau ini terdapat air terjun bernama Bunta Waterfall atau secara lokal disebut Sarasah Bunta. Air terjun ini mengalirkan air tawar segar dari dataran tinggi dengan tiga air terjun lainnya di lembah ini. Sarasah Bunta ini mempunyai air terjun yang berunta-unta indah apabila terpancar sinar matahari seperti bidadari yang sedang mandi sehingga dinamakan Sarasah Bunta.


Setelah berhenti sejenak kami langsung melanjutkan ke air terjun yang berada di Harau ini.

__ADS_1



Air terjun Sarasah Bunta pertama kali dibuka tanggal 14 Agustus 1926 oleh Asisten Residen Lima Puluh Kota, F. Rinner bersama Tuanku Laras Datuk Kuning Nan Hitam dan Asisten Demang Datuk Kodoh Nan Hitam. Prasasti penanda ini mengisyaratkan keindahan air terjun Sarasah  Bunta.


Lembah Harau merupakan lembah yang subur terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.


Di Sarasah Aie Luluih, airnya mengalir melewati dinding batu dan dibawahnya mempunyai kolam tempat mandi alami yang asri. Ada kepercayaan mandi atau membasuh muka di sini dapat mengobati jerawat dan muka akan terlihat cantik dan awet muda.


Di Sarasah Murai, sering pada siangnya burung murai mandi sambil memadu kasih sehingga masyarakat menamakan ‘Sarasah Murai ‘. Ada kepercayaan di tempat ini untuk berdoa dan mandi agar lekas mendapat jodoh.


Lembah Harau sebenarnya merupakan cagar alam seluas 669 hektar. Hasil survei tim geologi asal Jerman tahun 1980 menemukan jenis batuan yang ditemukan di daerah ini identik dengan yang ditemukan di dasar laut berupa batuan breksi dan konglomerat. Legenda masyarakat Sarasah Aka Barayunjuga menceritakan bahwa di sekitar Cagar Alam Lembah Harau dulunya adalah laut.


Lembah Harau ini terdiri dari tiga kawasan yaitu Resort Aka Barayu, Resort Sarasah Bunta, dan Resort Rimbo Piobang. Resort Aka Barayun memiliki keindahan air terjun dan kolam renang ditambah nuansa alam yang asri. Selain itu juga berpotensi untuk pengembangan olah raga panjat tebing karena memiliki bukit batu yang terjal dan mampu memantulkan suara (echo). Di sini juga terdapat fasiltas penginapan berupa homestay lengkap dengan fasilitasnya. Di sinilah penggemar olah raga panjat tebing seperti menemukan surganya.


Lembah Harau di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.


Dinding curam bukan hanya menjadi daya tarik bagi fotografer tetapi pemanjat tebing pun tertarik memanjat dinding di lembah ini dimana terdapat 300 lokasi panjat tebing. Di sisi lain, pagar tebing cadas yang curam telah menciptakan relief cantik sekaligus menantang terutama Anda yang menyukai olahraga panjat tebing.


Kecuraman tebing di tempat ini mencapai 90 derajat dengan ketinggian yang mencapai 150 hingga 200 meter. Tak salah rasanya jika Lembah Harau menjadi surga bagi pecinta panjat tebing. Para pemanjat menjuluki lembah ini sebagai Yosemite-nya Indonesia. 



Dulu authore pernah ke air terjun di harau ini karena udah lama jadi lupa ingat saat itu authore naik ke atas dari air terjun ini melewati tangga bebatuan menuju atas dan dari atas authore melihat ke arah dalam juga terdapat seperti sebuah resort atau apalah yang sangat indah di balik air terjun ini, sampe sekarang authore penasaran ingin kesana karena sewaktu mau menuruni ke area itu guru authore melarang dan disuruh segera turun, bahkan yang masih dalam ingatan authore bersama teman-teman dulu kami kesini memetik bunga edelweis dan kami juga membeli seperti kaktus berwarna coklat tapi sayang kaktusnya authore tak tau kemana perginya waktu itu.


Back to story'.


Mimi sangat senang melihat air terjun yang turun dari atas bukit bebatuan ini. jalan di area sini sangat sempit.


Ki bermain air di bawah air terjun tersebut sambil saling memercikkan air ke arah teman-teman.


Setelah puas bermain disini kami kembali melanjutkan jelajah kami menuju wisata lainnya dan sebelumnya kami pun mencari makan untuk mengisi daya.


Kami berhenti di lapak-lapak pinggir jalan dan kami semua makan yang berada di sekitar sini dengan berbagai menu yang ada.


Sehabis makan siang kami langsung mencari surau terdekat untuk menunaikan sholat Dzuhur dan sehabis sholat kami pun langsung menuju ke rute selanjutnya untuk berwisata air, sebenarnya di balik air terjun tadi juga ada tersedia kolam renang di resort dekat air terjun, namun kami memilih ke rute ke tempat lainnya mencoba menikmati


Tujuan kami kali ini sebelum pulang adalah tempat pemandian batang tabik yang konon katanya air nya langsung dari danau.


g




Batang Tabik merupakan nama sebuah Jorong di Kenagarian Sei Kamuyang, Kecamatan Luak, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat. Letaknya berjarak ± 5 km dari kota Payakumbuh, di pinggir jalan raya menuju Lintau.


Diberikan nama tersebut karena sesuai dengan kondisi wilayahnya. Terdapat sebuah mata air yang “Tabik” atau terbit dari dalam tanah, kemudian dibendung sehingga menjadi kolam. Menurut cerita setempat, airnya bersumber dari Danau Singkarak. Tempat wisata ini dikelola oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN).


Lokasi ini telah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda sebagai satu-satunya pemandian di Kabupaten Lima Puluh Kota. Selain sebagai tempat pemandian dan rekreasi, airnya juga dimanfaatkan sebagai salah satu sumber air PDAM Kota Payakumbuh.


Mata airnya mengalir terus tanpa henti. Tidak terpengaruh dengan musim, apakah itu kemarau atau penghujan. Tetap jumlah airnya tak berkurang dan mengalir sangat banyak. Jika dulunya tidak dibendung, mungkin saat ini daerah yang disebut Batang Tabik tersebut telah berubah menjadi sebuah danau.


Wisata Pemandian Batang Tabik ini sudah memiliki berbagai fasilitas yang bisa digunakan pengunjungnya. Fasilitas tersebut seperti toilet, musholla, dan ruang ganti pakaian. Tidak perlu khawatir akan lapar dan harus jauh-jauh berjalan, terdapat warung-warung yang menjual aneka makanan dan minuman di sekitar area pemandian.


Di Batang Tabik terdapat 3 kolam. 2 diantaranya sudah dikeramik, sedangkan 1 kolam dibiarkan tidak dikeramik (alami). Di kolam alami, pengunjung akan melihat banyak ikan. Kolam ini biasa disebut dengan kolam ibu. Bagi yang sedang ada di Payakumbuh, jangan lupa untuk mampir di pemandian Batang Tabik ini.


Nah setau authore Ikan yang berada di kolam ini tidak boleh di ambil, katanya ada pantangan nya. Maka dari itu pabila riders yang ingin berkunjung disini jangan sikap dan jangan sembarangan ya.


Sesampainya di pemandian ini kami semua langsung mencoba menyegarkan diri dengan air yang jernih ini, disaat kita mencemplungkan kaki ikan-ikan disekitar akan menyerbu kita.


Kata orang ikan-ikan ini akan memakan kulit mati di tubuh kita.


Air yang segar dan sejuk tanpa ada nya zat kimia yang pada umumnya ada di kolam-kolam renang biasanya.


Di pemandian ini juga masih terjaga keasriannya.


Setelah lama berendam di pemandian ini maka dahaga punenghampiri kami, karena di lokasi ini telah tersedia makan dan minuman maka kami pun menuju ke warung-warung yang berada di sekitar.


Puas dengan berendam kami pun segera pergi ketempat ruang ganti dan kebetulan waktu ashar pun telah tiba, sehabis berganti pakaian kami langsung menuju mushollah yang berada di tempat ini.


Seharian ini kami habiskan waktu di empat destinasi wisata di kab Payakumbuh ini, rasa lelah telah tergantikan dengan puasnya menjelajahi setiap destinasi yangberi panoramanya tersendiri.


"Semoga kelak bisa kembali kesini lagi." Mimi ngebatin setelah beranjak dari destinasi pemandian tabik ini.


Siapa pun pasti ingin untuk kembali lagi pabila yang kita lihat itu memanjakan mata kita.

__ADS_1


Karena kami menghabiskan waktu untuk menjelajahi semua tempat wisata maka malam ini kami semua akan makan malam di luar.


Yah sedari pulang dari pemandian tabik kami tak langsung pulang namun kami masih berkeliling untuk berwisata kuliner.


Setalah selesai menikmati wisata kuliner dan hari pun telah malam kami pun mulai untuk pulang kerumah dan sampai rumah telah jam 11 malam.


Sesampai rumah kami langsung membersihkan diri walau hanya mencuci muka dan cuci kaki sebelum pergi tidur.


Karena mata belum mengantuk Mimi ikut ngobrol di ruang tengah yang mana sudah terdampar anak Adam untuk meluruskan pinggangnya.


"Belum tidur Mi?" tanya Ryan ketika melihat Mimi keluar dari kamar.


"Belum ngantuk kak," jawab Mimi. "Apa tuh kak?" tanya Mimi kepada Syahril yang tengah membawa teko dari arah dapur.


"Air teh Mi." jawabnya.


"Siapa yang bikin?" tanya Mimi kembali.


"Ya kakak lah, terus siapa lagi?" jawab Syahril dengan menaruh teh di hadapan kami.


Bang Idho juga baru nongol dari arah dapur dengan membawa nampan yang berisi cangkir.


"Nih cangkir nya." ucap bang Idho dan Mimi pun langsung mengambil cangkir dan menuangkan teh kedalamnya.


"Oh ya kak, jadi besok kita sekalian langsung pulang ke kota Pedang atau belum?" tanya Mimi sambil mencomot martabak manis yang di beli Kaka Syahril sebelum kami pulang.


"Baiknya sih langsung pulang aja jadi nanti ke tempat wisata lainnya kita bentar-bentar aja ya." jawab Syahril.


"Emm rencana kemana besok kak?" tanya Mimi kembali. " Apa jadi kita ke Pagaruyung dan danau kembar." tanya Mimi.


"Jadi cuma berbeda arah nanti tapi ndak apa juga lah sekali jalan." jawab sayhril.


"Berarti kita Ndak jadi kelantai Carocok Riil? tanya Erwan.


"Yah kalau mau kesana bisa juga cuma ya kalau mau lebih menikmati lebih nyaman ya nginap." jawab Syahril.


"Kita lihat besok saja lah." jawab Rendi.


"Aku kepingin ke pantai Carocok." sahut Ridho.


"Iya sama aku juga.'' ucap Rudi.


"Kalau kita jadi kesana kota main banana boat ya? ajak Rudi.


"Ya seperti yang aku bilang kalau mau kesana kita tambah hari lagi karena tak cukup waktunya." ucap Syahril.


"Kalau tambah waktu jadi kapan pulang ke Jambi ya?" gumam Mimi yang senyatanya mereka sudah 5hari di sini.


"Adek mau Ndak tambah waktu liburannya?" tanya Syahril.


"Kalau di tambah nanti waktu liburan Mimi di rumah orang tua jadi berkurang kak." jawab Mimi.


"Ya nggak apa lah sekali-kali atau liburan Ki ini kita tambah seminggu lagi?" ucap Rendi "pulang dari sini kita ke kerinci,gimana?" sahut Rendi.


"Gak bisa bro, maklum anak kita bawa anak gadis orang." jawab Ryan.


"Iya mana kita sudah ada surat janji cuma satu Minggu bawa anak gadis orang." sahut Erwan.


"Jadi gimana dek? Minggu baru kita pulang ke jambinya?" tanya Syahril.


"Apa nanti kalak ndak capek mepet pulangnya?" tanya Mimi.


"Ndak lah kan kita gantian nyetir nya.


"Ngikut aja lah, hitam." jawab Mimi dan Mimi pun sudah menguap karena rasa kantuk nya pun telah menghampiri nya.


Assalamualaikum selamat malam selamat beristirahat Alhamdulillah bisa update malam ini.


Jangan lupa terus beri dukungannya dan tinggalkan Krisan dalam kolom komentar


vote


like


rate

__ADS_1


komen


🎆🎆🎆🎆 TERIMAKASIH🎆🎆🎆🎆


__ADS_2