
Hari ini hari dimana mbak Surti dan Jonathan nantikan. Mbak Surti yang selama tiga hari di pingit dan Jonathan tinggal di rumah mas Chalik, hari ini mereka dipertemukan kembali dengan acara yang sakral.
Jonathan dengan lantang menjawab ijab dari pak penghulu, kata sah pun nyaring terdengar di dalam rumah ayah Brata.
Setelah kata sah terucap mbak Surti pun keluar dari pingitannya di dampingi oleh Mimi, Ay serta Carol.
Jonathan terpaku melihat Mbak Surti dengan memakai kebaya berwarna putih yang mana di hiasi batu Swarovski di bagian leher serta pinggangnya.
Anggun dan cantik, itulah yang terpancar dari wajah Mbak Surti. Setelah mereka bertemu kembali dari tiga hari lalu mereka pun hari ini di nyatakan sah sebagai suami istri.
Tak hanya Jonathan yang terlama pada sang istri, Syahril pun ikut terkana melihat Mimi yang juga mengenakan kebaya, begitu pula Baiq dan Zacky yang ikut Syahril sebagai pengganti Ryan
"Waw bidadari bididari surga ku." celetuk Baiq Menatap kagum ke arah Mimi, Ay dan Carol serta mbak Surti.
"Apa maksudmu bocil?" ucap Zacky dengan menoyor kepala Zacky. Abi Arsyad yang berada dekat mereka hanya tersenyum.
"Kamu itu Iq masih kecil juga." sari Irsyad.
"Heleh, sama aja om Irsyad juga masih kecil." jawab Baiq
"Eh ini bocah ya." sahut Irsyad yang hendak menoyor kepala Baiq, namun Baiq langsung mendekati Abi Risyad.
"Kamu ini." ucap Abi Risyad yang tau bagaimana sifat ponakannya Irsyad dan cucunya Baiq yang kalau ketemu tidak pernah akur.
"Tuh opa, om Irsyad mau noyor-noyor kepala aku." adu Baiq.
"Sudah, kalian ini." ucap Abi Risyad.
"IQ, Ay cantik ya cock tuh sama om." ucap Irsyad.
"Eh enak aja, jadi om itu jangan merebut punya ponakannya ya. Nggak adat apa kalau om sama Ay itu jauh." ucap Baiq tidak terima.
"Yee umur boleh tua dari kamu, tapi wajah sama kantong lebihan om dari kamu." ucap Irsyad.
Baiq terdiam entah mengapa jika masalah kantong dia menjadi minder. Apa lagi cewek zaman sekarang pasti yang dikejar selain tampang adalah isi dompetnya.
"Kenapa diam? Benarkan omongan om." ucap Irsyad.
"Hmm tapi Ay bukan cewek matre. Jadi ketampanan dan isi dompet om nggak ngaruh sama dia.'' jawab Baiq.
"Tuh kalau kau sama sist Carol aja. Dia juga cantik tapi lebih cantikan aunty Mimi dan ay sih." jawab Baiq.
Seketika Baiq mendapatkan tatapan tajam dari Syahril ketika mendengar nama sang tunangannya disebut oleh ponakannya itu.
"Hehhee Pissss om." ucap Baiq dengan menunjukkan dua jarinya.
Tak hanya Syahril, ternyata Zacky juga menatak Baiq tajam, Baiq hanya cengengesan ketika dua om nya itu menatapnya tak suka.
"Hahaha syukurin." ucap Irsyad. Baiq menatap kesal Irsyad yang sengaja menjahilinya.
"Dasar om-om bujang lapuk." ucap Baiq dan langsung pergi mendekati Ay.
"What.. dasar nih bocil." ucap Irsyad, Zacky pun tak kalah terkejut ketika Baiq mengatainya bujang lapuk.
"Udah, malu dilihat orang." ucap Abi Arsyad.
"Makanya dek, buruan cari." ucap Syahril.
"Heleh mentang-mentang dah, dah balikan." jawab Irsyad.
"Bang, Mimi nggak ada adik lagi gitu?" tanya Irsyad.
"Ada banyak." jawab Syahril.
"Yah kalau adiknya emang banyak, maksudnya Adin ceweknya gitu." ucap Irsyad yang kesal pada Syahril.
"Ada adik sepupunya." jawab Syahril.
"Yang mana?" perasaan adik sepupunya cowok semua." ucap Irsyad.
"Yang cewek pun masih kecil." imbuh Irsyad.
"Ada, anak dari bibinya." jawab Syahril.
"Bibi yang mana?" jawab Irsyad sambil mengingat-ingat.
"Anak dari adik sepupu emak Mimi. Sekarang masih kuliah kedokteran." jawab Syahril.
"Oh" jawab Irsyad.
"Cantik nggak?" tanya Irsyad.
"Emm kalau menurut abang semua cewek itu kodratnya cantik, ya tergantung pribadinya masing-masing melihatnya bagaimana." jawab Syahril.
"Abang punya foto nya?" tanya Irsyad yang semakin kepo.
"Ada, bentar.'' ucap Syahril dan mengambil ponselnya.
"Nah yang ini." ucap Syahril dengan menunjukkan foto adik sepupu Mimi yang berfoto denagn Mimi, Ay serta adiknya.
"Dia yang ini, kalau ini adiknya dia. Namanya Fadhillah panggilannya Ella." ucap Syahril.
"Oo hmmm." ucap Irsyad.
"Kenapa?" tanya Syahril.
"Badannya kecil banget ya bang, kok beda ya ma Mimi dan Ay gitu." jawab Irsyad.
"Beda genetiknya bang." sahut Zacky.
"Bisa jadi Ky. kayaknya kalau keluarga kandung Mimi genetiknya jumbo semua hehehe." jawab Irsyad.
"Siapa yang jumbo" sahut seseorang yang berada di belakang Irsyad yangvtaknmain adalah Mimi.
__ADS_1
"Eh Mimi, pa kabar kakak ipar." ucap Irsyad.
"Siapa yang jumbo?" tanya Mimi pada Irsyad.
"Hehehe sorry Mi, tapi kenyataannya gitu kan hehe." ucap Irsyad cengengesan.
"Enak aja.". jawab Mimi.
"Kak, dah makan?" Mimi mengalihkan pandangannya ke Syahril dan bertanya pada Syahril.
"Belum mi." sahut Irsyad.
"Yee siapa juga yang nanya sama kamu Syad." ucap Mimi.
"Ya sekalian kek tawarin," jawab Irsyad.
"Yaudah, ayo kita makan disana." ucap Mimi dan mengajak Syahril serta Zacky dan Irsyad menuju prasmanan.
Saat Mimi mengambilkan makanan Syahril, Syahril mendekati wanita yang dikenalinya.
"Assalamualaikum bunda." ucap Syahril lada wanita itu.
"Waalaikum salam, ya Allah nak Syahril." jawab wanita itu yang tak lain adalah bunda Retno.
"Bunda apa kabar?" tanya Syahril dengan menyalami nya.
"Alhamdulillah, bunda baik nak. Kamu bagaimana?" jawab bunda Retno dan kembali bertanya pada Syahril.
"Alhamdulillah baik juga Bun," jawab Syahril.
"Loh, kamu kenal sama Syahril Tris?" tanya bunda Rahmah.
"Iya Rahmah, lah kamu sendiri?' tanya bunda Retno.
"Ya dia sekarang bagian kekuarga ku Tris." jawab bunda Rahmah.
"Kak." panggil Mimi, sembari mendekati Syahril, Mimi tidak tau jika di rumah ayah Brata ada bunda Retno.
"Mimi" panggil bunda Retno.
''Bunda. Apa kabar Bun." ucap mik dengan memeluk bunda Retno.
"Alhamdulillah baik nak, kamu sendiri bagaimana?" tanya bunda Retno.
"Alhamdulillah, Mimi baik Bun. Kok bunda ada disini." ucap Mimi.
"kamu juga kenal dengan Mimi Tris?" tanya bunda Rahmah.
"Bunda kenal sama bunda Retno?" tanya Mimi pada bunda Rahmah.
"Retno?" ucap bunda Rahmah melihat ke arah bunda Retno
"Iya Rahmah, anak-anak kos aku kenal ya ya bunda Retno nama depan ku.'' ucap bunda Retno.
Bunda Retno melihat Mimi dan Syahril dengan tatapan sendu.
"Jadi kalian" ucap bunda Retno dan Mimi mengangguk.
"Iya Bun, Alhamdulillah Allah mempersatukan kami kembali." ucap Syahril.
"Alhamdulillah, cinta kalian memang besar. Semoga abadi hingga akhir hayat.'' ucap bisa Retno.
"Amin." jawab Syahril, Mimi dan bunda Retno.
"Bunda Retno dan bunda Rahmah dah saling kenal toh." ucap Mimi
"Trisna ini sahabat bunda Mi, Dia sahabat bunda dari TK hingga SMA kelas dua.': jawab bunda Rahmah.
"Dulu orang tua bunda bertugas di sini sama dengan orang tua nya Trisna. Setelah kenaikan kelas tiga bunda pindah ikut orang tua bunda lagi yang pindah tugas di Jakarta." Terang bunda Rahmah.
"Iya Mi, berkat dia lah bunda masih di dunia ini." ucap bunda Retno.
"Jadi sahabat yang bunda cerita itu adalah bunda Rahmah." ucap Mimi.
"Iya nak." ucap bunda Retno. Mimi merasa terharu kala mengingat cerita bunda Retno.
bunda Rahmah dan bunda Retno pun menceritakan bagaimana kisah persahabatan mereka dahulu. Ternyata bunda catering bunda Retno di pakai jasa nya oleh bunda Rahmah di acara Mbak Surti hari siang ini hingga nanti malam pas acara resepsi pernikahan mbak Surti yang akan dilaksanakan di hotel milik ayah Arsyad.
Acara pernikahan mbak Surti berjalan dengan lancar, para sahabat Mbak Surti serta sebagian sahabat Jo di LA hadir di acara resepsi mereka.
Keesokan harinya semua keluarga berkumpul termasuk pula sepasang pengantin baru itu.
Mimi ikut merasa bahagia namun Mimi juga sedih.
"Selamat ya mbak." ucap Mimi pada mbak Surti yang telah di anggapnya kakak.
"Makasih ya Mi." ucap mbak Surti.
"Mbak, ini buat mbak dan brother Jo." ucap Mimi dengan memberikan kado spesial buat pasangan pengantin itu..
"Dan ini dari ayah sama bunda." ucap ayah Brata yang juga memberikan hadiah spesial buat mbak Surti.
"Ini dari emak dan bapak, maaf kalau barangnya tidak mahal." ucap emak yang juga memberikan kado buat mbak Surti.
"Terimakasih Mak, Surti lebih senang kalau mak memberikan doa yang banyak buat Surti" ucap mbak Surti kada emak dan memeluk emak.
"Emak pasti Selakau mendoakan kamu." ucap emak.
"Kamu kenapa Mi?" Tanya mas Chalik.
"Nggak kenapa-kenapa." jawab Mimi.
"Nggak kenapa-kenapa tapi muka nya keg banyak pikiran gitu dek?" tanya mas Chalik.
__ADS_1
"Mau nikah juga?" sahut istri mas Chalik.
"Kalau iya biar, mbak hubungi penghulunya lagi." imbuh istri mas Adam.
"Ckk, bukan itu." jawab Mimi dengan memajukan bibir bawahnya.
"Lah terus apa? sampe bibir dower gitu." seru mas Adam.
"Mbak Surti, mbak Surti besok tetap tinggal di apartemen sama Mimi kan?" tanya Mimi pada mbak Surti. Mbak Surti hanya tersenyum.
"Ya, mana ada gitu dek." ucap Syahril. Mimi hanya menghelakan nafasnya.
"Mbak, mbak tetap tinggal sama Mimi aja ya." ucap Mimi memohon. Jonathan melongo mendengar permintaan Mimi
"Ih tidak bisa." ucap Jonathan dengan fasih kebaratannya masih kental.
"Ya bisalah brother Jo, kalau ndak ada mbak Surti Mimi kesepian nanti. Brother Jo kan ada Carol nemani." jawab Mimi.
"Oh no no no no, tidak bisa. Surti akan tinggal sama saya." ucap Jonathan.
"Yah brother Jo, brother Jo kan ada Carol. Biasanya juga brother Jo sendirian." ucap Mimi bagaikan anak kecil.
"Yah mana bisalah dek, mereka itukan udah nikah." sahut mas Adam.
"Kalau Mbak Surti Ndak tinggal sama Mimi, bakal sepi Mimi mas. Ada mbak Surti aja masih terasa sepi apa lagi nggak ada mbak Surti.' ucap Mimi lesu.
"Carol aja yang nemani kamu nanti." ucap Jonathan.
"Carol mau?" tanya Mimi. Carol diam dia bingung harus menjawab apa.
"Aku meminta Jo untuk menikahi Surti supaya apartemen kami ramai, masa iya setelah mereka nikah aku tidak ada." ucap Carol.
"Jadi Carol ndak mau?" ucap Mimi, Carol kembali diam.
"Nanti minta Di'ah aja t mani kamu tidur nak." ucap ayah Brata.
"Hmm iya kalau dia mau yah, pas ada kak Ryan eh Mimi sendiri lagi nanti." jawab Mimi.
"Yaudah kita nikah aja sekalian dek." ucap Syahril.
"Iya bagus tuh, biar nggak kesepian.'' sahut mas Chalik.
"Eh." ucap Mimi.
Setelah beberapa hari acara Mbak Surti, Mimi dan keluarga pun kembali pulang ke Jambi. Kali ini Mbak Surti dan Jonathan juga ikut karena setelah dari Jambi mereka akan kembali ke LA.
Acara Di'ah dan Ryan di adakan di rumah, buka mereka tak mampu menyewa gedung. Namun jika di kampung kebanyakan orang mengadakan pesta pernikahan di rumah.
Sifat kekeluargaan antar masyarakat masih sangat kental.
Rumah Di'ah telah di bias sedemikian rupa, tenda telah terpasang di halaman dengan hiasan-hiasan yang elegan.
Acara akad Ryan dan Di'ah dilakukan lada hari Jum'at sore dan resepsi diadakan pada hari mingu nya.
Acara akad serta resepsi mereka pun berjalan dengan lancar, Babah Di'ah tidak bisa mendampingi Di'ah duduk di atas pelaminan jadi di wakilkan oleh pamannya.
Tangis haru keluarganya pun ikut mengiringi acara pernikahan itu.
Waktu libur Mimi masih ada dua minggu lagi, semiggu setelah resepsi Di'ah dan Ryan. Ryan dan Syahril serta beberapa dokter mendapat tugas pengabdian ke sebuah daerah terpencil.
"Kak, jadi kakak besok berangkat?' tanya Mimi pada Syahril saat mereka makan malam bersama.
"Jadi, besok pagi." jawabnya, Mimi hanya diam.
"Maafin kakak ya tidak bisa antar adek pulang ke LA." ucap Syahril.
''Kakak hati-hati ya disana.'' ucap Mimi khawatir.
"Jaga mata, jaga hati dan jangan lupa selalu dzikir serta doa." ucap Mimi lagi.
"Iya insya Allah." jawab Syahril.
"Nanti mungkin kakak akan jarang ngubungi kamu karena disana sulit sinyal." ucap Syahril.
"Hmm." jawab Mimi.
"Ingat kak, jangan lisan kakak disana nanti. Maklum daerah sana masih kental dengan hal di luar nalar.'' ucap Mimi.
"Iya, kamu tolong bantu doakan kakak dan yang lain agar baik-buruk saja disana nantinya.
"Iya Mimi selau mendoakan kakak." jawab Mimi.
Yah Syahril di tugaskan di sebuah daerah terpencil yang mana disana belum masuk aliran listrik.
Daerah yang jauh dari kota Jambi dan kota kabupatennya.
Dan disaerah tersebut juga masih mempercayai hal-hal mistis.
Keesokan pagi nya Mimi ikut mengantar Syahril, begitu pula Di'ah yang ikut mengantar Ryan. Rombongan mereka ada beberapa dokter yang akan ikut turun mengabdikan diri di daerah itu.
Ryan memeluk erat sang istri, jika libur Di'ah masih lama mungkin akan di ajaknya Di'ah ikut bersama.
"Adek jaga diri ya." ucap Ryan pada sang istri.
"Kakak juga." jawab Di'ah. Baru dua Minggu menikah mereka akan menjalani kehidupan LDR.
Di'ah merasa sedih di usia pernikahan yang baru terhitung hari dia akan di tinggal tugas oleh sang suami. Mimi menjadi terharu melihat ujian rumah tangga Di'ah dan Ryan.
Mimi hanya bisa berdoa semoga orang yang dikasihi selalu dalam lindungan Allah SWT.
Terkadang inilah yang membuat Mimi belum berkeinginan nikah. Mimi ingin menyelesaikan studinya dulu setelah itu menikah dan membina rumah tangga tanpa harus berjauhan.
tbc
__ADS_1