DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
berharap ada sebuah keajaiban 2


__ADS_3

Abi dan mbak Aish masuk kedalam mobil tanpa bertanya kembali dan mereka pun lupa pamit pada ratu dirumah itu. Dengan kecepatan tinggi Irsyad melajukan mobilnya menuju kosan Mimi, beruntung jalanan sepi dan tidak ada polisi yang berjaga.


Sesampainya disana, mereka melihat kosan Mimi masih seperti pertama mereka lihat, sepi tak berpenghuni dan lampu pun tak ada yang menyala.


"Huh, masih sama aja." gerutu Irsyad.


"Emang ada apa Cad?" tanya Abi yang melihat putranya menggerutu.


"Gini Bi, kata Abang Syahril dia dapat !elcaknno HP Mimi terakhir dipakai, nah katanya dia menemukan terlahir HP itundigunakan di bandara Ahmad Yani." terang Irsyad.


"Hmmm apaa!!" ucap Abi tidak percaya.


"Iss Abi pelan diit napa." ucap Irysad dengan merogoh saku celananya. Irsyad mencari kontak si Abang singanya dan menelpon Syahril.


"Hallao assalamualaikum bang." ucap Irsyad setelah sa!bjgan telpon tersambung.


"Waalaikum salam, gimana dek?" tanya Syahril.


"Masih sama bang, ini sudah didepan kosan Mimi sama Abi dan mbak Aish juga. Kosannya masih sama dengan waktu kita kesini pertama kali itu." ucap Irsyad memberitahu.


"Hmm gitu ya??" ucap syahril lesu.


"Yaudah makasih ya dek, bilang Abi maaf merepotkan kalian. Yaudah Abang sekarang lagi dijalan mau pulang ambil koper MA berkas. Salam sama duo Ummi dan suo Abi ya." ucap Syahril.?


"Hallo Riil." ucap Abi.


"Iya Bi, maaf ya binjadi merepotkan. Aril pamit Bi harinininkkta mau langsung ke LA." ucap Syahril.


"Iya nak, kamu hati-hati ya. Jaga kesehatan." ucap Abi.


"Iya BI, makasih. Salam buat semua ya Bi, assalamualaikum." jawab Syahril dan memutuskan sa!bungan telpon.


"Waalaikum salam." jawab Abi.


"Yaudah BI, kalau gitu kita pulang aja." ucap mbak Aish. Irsyad pun menghidupkan mesin mobilnya namun kembali dimatikan karena ada yang mengetuk kaca jendela mobilnya dari luar. Irsyad pun membuka kaca jendela setelahnya siapa yang mengetuk.


"Pak." ucap Irsyad.


"Eh Mas Irsyad toh, kirain siapa?" tanya pak satpam, yah yang mengetuk adalah satpam rumah Bu Retno.


"Ada apa toh mas larut malam ke sini?" tanya pak satpam.


"Emm gini Lak kota maj lihatnapa Mimk ada di kosan atau tidak." jawab Irysad jujur


"Oo, mbak Mimi belum ada kelihatan pulang mas. Mungkin besok baru dia pulang dari Jambi, kan Senin sahnmjkai maauk kampus." ucap pak satpam yang tidak tau kabar berita tentang Mimi dan kecelakaan pesawat.


"Oo gitu ya pak. Emm klaau gitu kami permisi pak, makasih. Assalamualaikum." jawab Irsyad dan berpamitan.


"Waalaikum salam." jawab pak satpam, Irsyad pun kembali menghidupkan mesin mobilnya pak satpam minggir ke arah tepi pagar kosan Mimi, Irsyad membunyikan klakson seta !engabuk pada pak satpam.


"Mari pak." seru Irsyad.


"Ya hati-hati mas." pak satpam membalas seruan Irsyad dan kembali berjalan menuju rumah BI Retno.


Syahril dan yang lain sedang dalam perjalanan ke bandara Sultan Thaha Jambi. Pencarian mereka sw!antara tertunda karena doa harus mengejar waktu.


Keenam gadis pun baru tertidur kala para lelaki itu pulang di jam 2.30 dini hari. Hari ini Muthia cs akan berangkat pulang kesemarang dan ketiga sahabatnya pun kembali kerumah masing-masing.


"Mak, Cik, pak dan yang lain kami pamit pulang dulu. Makasih atas semuanya." ucap Muthia mewakili teman-teman nya.


"Iya hati-hati ya nak. Nanti tolong kamu cek kosan Mimi ya." ucap Ema dan berkesan pada Muthia.


"Insya Allah Mak, doakan kami ya Mak selamat sampai tujuan." ucap Muthia.


"Oh ya Mak, di ransel Mimi ada kunci kosan Mimk nggak?" tanya Selfia yang teringat akan kunci kosan Mimi.


"Iya Mak ada nggak?" tanya Muthia.


"Bentar emak vek ranselnya." ucap emak dan berlalu masuk ke dalam kamar dan mengambil ransel Mimi.


Mak membawa ransel Mimi kehadapan mereka, emak dan mereka pun memeriksa ransel tersebut.


"Mak waktu Mak !membuka ransel Mimi ada lihatndomlet Mimk ndak?" tanya Irma.


"Dompet?" tanya emak segan melihat dalam ransel yang sudah kosong.


"Waktu emak !mengeluarkan baju-baju Mimi untuk di cuci, emak ndak lihat ada dompet, emakmvuma lihat HP ya saja." ucap emak sambil !mengingat-ingat. Mereka pun terdiam.


"Kenapa kita baru kepikiran memeriksa tas ransel Mimi sekarang ya?" ucap Selfia.

__ADS_1


"Iya juga, kalau dompet Mimi tidak ada dan HP ini juga bukan Mimi. Berarti...'' ucap Muthia dengan !engauo mulutnya dan mengeluarkan air matanya


"Berarti anak emak masih hidup kan?" tanya emak. Semua yang mendengar pun ikut terharu dan ada sedikit kelegaan dihati mereka.


"Aya Allah semoga saja Mimi swlamat dari tragedi itu dan dka masih hidup." ucap Tante Zia.


Harapan yang hampir punah kininkembali membara di benak mereka. Emak dan nyai serta yang lain pun akan membaca surat Yasin 41 kali setelah sholat dhuha mereka nanti.


Muthia dan yang lain pamit dan mereka akan di antar oleh bang Idho karena bang Idho sinpinta tolong sama emak dan Syahril untuk mengantar mereka ke bandara.


Kurang lebih satu jam perjalanan udara Muthia dan kedua sahabtnya samlai di bandara Ahmad Yani, tak lupa mereka menelpon emak Mimi untuk memberitahu bahwa mereka telah sampai. Mereka pun menaiki taxi online menujjnklsan mereka.


Empat puluh lima menit mereka pun sampai di kosan mereka.Saat mereka turun dari taxi hal pertama yang mereka lakukan adalah melihat kosan Mimi bukan kosan mereka sendiri.


Helaan panjang terdengar dari masing-masing mereka. Mereka melihat kosan Mimi yang mulai meninggi rumputnya, sepi, pintu pagar pun masih teegembok indah.


"Kita harus segera beritahu kak Syahril kalau dakam ransel Mimi tidak ditemukan dompetnya." ucap Selfia dengan pada Irma sambil menarik koper mereka.


"Iya nanti aja lah. Mereka pastinya juga masihnsalam pesawat." jawab Irma.


Muthia tidak sekos dengan mereka jadi Muthia sudah turun duluan ke kosannya didepan sebelum lorong masuk ke arah kosan mereka.


"Hmm iya juga. Fianyakin Mimi selamat dari tragedi itu dan masih hidup." ucap Fia.


"Ya mudahan Fi, cuma sekarang itu yang jadi pertanyaannya kenapa ranselnmimi bisa berada di pesawat?" tanya Irma.


"Hmm mungkin tertukar dengan orang lain, buktinya dalam ranselnya Mimi ada hp orang." jawab Selfia.


"Hmm benae juga sih, tapi.. Jika tertukar kemana Mimi nya?" ucap Irma dan ke!Bali bertanya.


"Hmm hanya Tuhan lah yang tau, dan hanya authore yang tau jadinya kita cuma bersabar sampai semua terungkap.'' jawab Selfia, mereka maauk kedalam kamar mereka masing-masing.


Emak dan yang lain membaca surat yasin 41 kali niat mereka membaca Yasin itu minta petunjuk sama Allah agar allah menunjukan keberadaan Mimi saat ini dimana dan mereka juga meminta jika Mimi selamat maka segera di muncul kan agar mereka bisa kembali bersatu, dan jika emangnsudah tiada merkanjiga meminta dimana keberadaan jasad anak mereka agar hidup mereka tenang.


Hampir 18 jam perjalanan syahril cs akhirnya sampai juga di LA. Mereka langsung pergi ke penginapan yang dekat dengan kampusnya untuk beristirahat.


Pagi-pagi mereka telah bersiap akan pergi ke kampus baru mereka, mereka sengaja datang pagi hari karena mereka akan melapor terlebih dahulu lada pihak kampus.


Sebenarnya Syahril telah memiliki apartemen sendiri pemberian dari bang Afnan, namun demi keamanan dirinya dari keluarga Zahrah dia tidak akan menggunakan nya sementara waktu.


Setelah mereka melapor mereka pun menuju ke ruangan forum, semua mahasiswa baru berada disana.


Saat mereka sedang membereskan pakaian di asrama, ponsel Syahril berbunyi.


"Riil tuhnada yang nelpon." ucap Andri memberitahu.


"Hmm" jawab Syahril dan diapun bergegas mengambil ponsel yang masih berada dalam ranselnya. Dilihatnya panggilan dari Muthia, diapun mengangkatnya.


"Hallao assalamualaikum Tia, ada apa?" tanya Syahril.


"Waalaikum salam kak, kak apa sudah mengetahui kalau didalam ransel Mimi juga tidak ada dompetnya?" tanya Muthia.


"Hmm apa maksudnya Tia?" tanya kak Syahril.


"Gini kak sewaktu sebelum kami berangkat emak meminta kami untuk melihat kosan Mimi dan kami juga meminta emak kunci kosan Mimi, mana tau kuncinya ada di dalam ranselnya. Nah saat emak menunjukan ransel Mimi kepada kami." jawab Muthia.


"Terus?" ucap kak Syahril ingin tahu.


"Dan tiantanya sama emak apa emak lihat dompet Mimi, kata emak sewaktu dia membuka ransel hanya ada pakaian serta ponsel itu saja. Nah setau Tia nih kak ya, em Mimi itu selalu menaruh kunci kosan di dalam dompetnya." terang Muthia, Syahril terdiam.


"Kak, kakak masih disana kan?" tanya Muthia.


"Hmm Oya nanti kakak coba tanya bang Afnan apa dia ada membuka ransel Mimk sebelumnya dan mengeluarkan dompet di dalamnya.


"Emm ok kak, kalau gitu kita mau ke kampus dulu." jawab Muthia.


"Yaudah hati-hati, assalamualaikum" ucap Syahril dan mengakhiri obrolannya mereka.


Yah hari ini Muthia dannyang kain mulai masuk kampus. Hal yang biasa bagi mereka di hari pertama atu kedua tanpa Mimi Mimi selalu tidak datang dihari pertama atau kedua.


"Siapa Riil?" tanya Ryan.


"Emm Muthia Yan." jawab Syahril dan kembali !e!bereskan pakaian mereka.


"Ada apa? apa ada info terbaru?' tanya Ryan.


"Hmm iya, kata Tia. Mereka tidak menemukan dompet Mimi di ransel nya" jawab Syahril.


"Emm mungkin sudah di simpan sama emak." ucap Ryan.

__ADS_1


"Emm itu dia Yan, kata Tia emak tidak menemukan dompet Mimk di dalamnya saat membuka ransel." jawab Syahril dan mereka pun duduk bersama.


"Emm, ransel punya Mimi, pakaian nya juga punya Mimi hanya HP yang bukan dan dompet Mimi pun tidak ada. Apa gas Mimi di curi orang?" ucap Rudi dengan praduga nya.


"Kalau di curi orang bisa jadi Rud, cuma kemana HP dan dompet Mimi? sedangkan kita tahu kalau Mimi paling jarang memakai tas ampe dua gitu." jawab Ryan.


"Iya juga ya. Kalau di curi mustahil juga nggak sepaket dengan HP dan dompet.'' ucap Rudi.


Mereka berempat sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing untuk sesuatu dengan kemungkinan yang terjadi.


Di kampus Mimi semua sahabat seperti biasa temu kangen mereka di kantin.


Saridi dan Dimas terlihat beda dari biasanya. Mereka hanya diam dan banyak melamun.


"Hei Abang rindu sama Fia kah?" ucap Selfia.


"Nggak" jawab Saridi acuh.


"Ih Abang kalau jawab jujur amat." ucap Selfia dengan dkrongi candaan tapi dalam hatinya sakit mendengar nya ala lagi Saridi menjawab dengan acuh.


"Emm, rindu itu sama dengan orang yang nggak ada Fi, kalau sama orang yang ada buat apa rindu." ucap Saridi, Selfia hanya diam. Selfia tau kemana arah omkngan Saridi itu.


"Apa kalian sudah cek kosan Mimi?" tanya Riko.


"Hanya dari luar aja, ngak bisa masuk karena ngga ada kuncinya." jawab Irma.


"Nggak ditanya sama Bu kos?" ucap Dimas.


"Bu kos lagi diluar kota, arr nya bilang kalau kunci semua sudah diserahkan ke Mimi." jawab Muthia.


"Em sepertinya pihak kampus juga sudah mengetahui hal itu." ucap Dimas karena dia melihat di Mading ada


pemberitahuannya.


"Emm iya karena tim Basarnas dan kepolisian setempat telah mendata siapa saja korbannya." ucap Saridi.


"Emm, berarti semua di data ya bang?" tangan Selfia.


"Iya Fia, emang aku tadi ngomong apa!" jawa b Saridi ketus, Fia mendengar ucapan Saridi ketua merasa tersinggung dan sakit hati, akhirnya dia pun hanya diam.


"Kalau di data berarti pihak tim Basarnas dan kepolisian mengecek tiap barang yang ditemukan?" ucap Muthia.


"Hmm." jawab Saridi.


"Ir, Fi, atau jangan-jangan dompet Mimi di cek mereka dan lupa mengembalikannya ya?" tanya Muthia pada kedua sahabatnya.


"Bisa jadi Muth." jawab Irma, Fia hanya diam.


"Lah emang domlet Mimi nggak diketemukan?" tanya Dimas dan di angguki Muthia dan Irma.


"Emm kalau gitu kita datangi aja temkat evakuasi nya Mama tau mereka masih menyimpan barang-barang korban." ucap Riko dengan memberi ide.


"Emm briliant kapan kita kesana." ucap Dimas semangat.


"Yah sekarang juga boleh." Ucap Saridi.


"Yaudah ayo kita pergi sekarang mumpung hari ini belum aktif." Ucap Dimas.


"Ayo lah, cuma. Itu didaerah mana?" tanya Riko.


"Iya juga ya.." ucap Dimas.


"Bagaimana kalau kita langsung ke tempat tim Basarnas nya langsung dan kita tanya dulu disana." ucap Saridi.


"Emm, yaudah kota berangkat sekarang aja supaya nanti pulang nggak kemalaman." ucap Riko.


"Ayok, kalian ikut nggak?" tanya Riko lada Irma dan kedua sahabatnya.


"Emm boleh." ucap Irma.


"Ya boleh la yank yang pastinya kalian tentu lebih menganl yang mana barang milik Mimi." ucap Riko.


"Yaudah kalkungitu kita ikut." jawab Irma, mereka pun pergi ke dinas Basarnas segera. Sepanjang jalan Selfia hanya diam, dia tak banyak bicara namun dia me!perhatikan setiap omkngan teman-temannya.


Syahril juga sudah menghubungi bang Afnan dan bang Afnan bilang saat pemeriksaan dan saat membuat laporan pengambilan barang tidak ditemukan dompetmdi dalam tas. Hanya ada kartu mahasiswa.


Dan info terakhir ada barang dengan identitas yang tidak sesuai dengan daftar penumpang dari masakapai tersebut. Bang Afnan dan bang Afkar juga telah menyelidiki siapa penumpang beridentitas tetapi tidak ada daftar di nama penumpang maskapai pesawat tersebut.


tbc

__ADS_1


__ADS_2