
Ryan dan Di'ah pergi ke sebuah dusun yang berada dekat dengan arah ke kecamatan.
Ryan menggunakan mobil dinas dan Ryan tak hanya seorang diri melainkan dia juga pergi dengan dokter Maya selaku dokter anak.
"Yank, sesekali kamu boleh pakek mobil di rumah." ucap Di'ah.
"Kenapa gitu!'' jawab Ryan.
"Lah kan kak Syahril yang beli, jadi kakak bisa juga lah pakek sesekali." ucap Di'ah, Ryan melihat Di'ah nyalang.
Ryan tidak mau ribut karena saat ini mereka tak hanya berdua namun berempat.
Beruntungnya Di'ah mengucapkan itu saat dokter Maya dan suami belum naik mobil.
"Kakak kan sepupu kak Syahril jadi kakak juga berhak dong makek mobil itu tu." ucap Di'ah, Ryan memejamkan mata nya dan menarik nafas dalam mengontrol emosinya.
"Walau kakak sepupunya apa pun milik dia kakak tidak punya hak untuk memakainya karena itu punya dia." ucap Ryan menahan emosi nya.
"Tapi kak, setidaknya kan.." ucap Di'ah.
"Cukup.." jawab Ryan dengan meninggi kan suaranya.
"Kakak selalu begitu, kakak selalu mengalah. kakak juga berhak kak,." ucap Di'ah yang ikut meninggi kan suaranya.
"Heh," ucap Ryan yang tidak bisa membalas nya karena dokter Maya dan suaminya telah masuk kedalam mobil.
Ryan berulang kali menarik nafasnya, Ryan kembali memfokuskan diri membawa mobilnya.
Di'ah sepanjang hanya diam, dia masih ingin jika sang suami juga bisa menikmati ala yang Syahril punya, Di'ah menyangka jika mobil yang ada di rumah mereka itu adalah milik Syahril.
Mimi dan Syahril telah sampai di dusun suka jaya, mereka pun mulai memberikan pelayanan terbaik pada warga.
Syahril dan Mimi saling bahu membahu memberikan pelayanan pada warga. Bahkan Mimi mendapati warga yang memilki riwayat jantung dan sedang hamil.
Mimi pun menyarankan pada ibu hamil tersebut untuk tidak memberikan asi pada anaknya kelak.
Awalnya si ibu menolak namun Mimi pun memberikan penjelasan panjang lebar pada si ibu ini.
"Begini ibu saya tau kehamilan dan persalinan merupakan peristiwa yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu oleh calon ibu. Namun, selama proses kehamilan, terdapat beberapa hal yang berubah pada jantung dan pembuluh darah sang ibu, dan hal ini sebenarnya merupakan proses adaptasi alamiah yang terjadi untuk menjamin suplai untuk kebutuhan calon ibu dan janin didalam kandungan selama kehamilan.
Kehamilan menyebabkan terjadinya sejumlah perubahan fisiologis dari sistem kardiovaskuler yang akan dapat ditolerir dengan baik oleh wanita yang sehat, namun akan menjadi ancaman yang berbahaya bagi ibu hamil yang mempunyai kelainan jantung sebelumnya. Tanpa diagnosis yang akurat dan penanganan yang baik maka penyakit jantung dalam kehamilan dapat menjadi penyebab yang signifikan akan mortalitas dan morbiditas ibu.
Penyakit jantung merupakan penyebab kematian terbanyak pada wanita di Amerika Serikat dan merupakan penyebab kematian ketiga terbanyak pada wanita usia 25 – 44 tahun. Penyakit jantung berpengaruh pada sekitar 1 % dari kehamilan, dengan angka kematian maternal menurut Sach sebanyak 0,3 dari 100.000 di Massachusetts. Namun menurut Tillery angka kematian maternal mencapai 10 – 25 % walaupun adanya perkembangan diagnosis dan penanganan penyakit kardiovaskular maternal pada zaman sekarang.
Meskipun insidens penyakit jantung dalam kehamilan sekitar 1 %, Gejala seperti sesak napas atau tanda seperti bising ejeksi sistolik yang merupakan gejala dari penyakit jantung, dapat muncul pada sekitar 90% dari populasi kehamilan sebagai konsekuensi perubahan fisiologis pada tubuh yang diinduksi oleh kehamilan itu sendiri.
Di antara beberapa penyakit kardiovaskuler, hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler yang tersering muncul pada kehamilan, sebanyak 6-8% dari seluruh kehamilan. Di negara barat, penyakit jantung bawaan merupakan penyakit jantung yang paling sering ditemukan selama kehamilan ( 75 – 82% ).
Di luar Eropa dan Amerika bagian utara hanya berkisar 9 – 19 %. Penyakit jantung reumatik mendominasi di negara selain negara barat, berkisar 56 – 89 % dari seluruh penyakit jantung dalam kehamilan. Kardiomiopati jarang ditemukan,tetapi merupakan penyebab berat dari komplikasi penyakit jantung dalam kehamilan.
Kehamilan dengan penyakit jantung termasuk dalam kategori beresiko tinggi karena membahayakan keselamatan jiwa ibu hamil. Berdasarkan berat ringannya penyakit jantung digolongkan dalam beberapa tingkatan.
Bahkan ada ibu yang tidak boleh hamil pada keadaan dimana jantungnya mengalami kegagalan fungsi yang berat misalnya pada kasus Myocard Infark Acut, Hipertensi Pulmonal , Sindrom Marfan, Sindrom Eisenmenger .
Pada kasus kehamilan dengan penyakit jantung harus di bawah pengawasan seorang dokter kandungan dan dokter spesialis penyakit jantung. Ibu yang mempunyai riwayat penyakit jantung dan mengalami kehamilan, berakibat memperberat beban kerja jantung. Oleh karena itu diperlukan pemeriksaanantenatal ( pemeriksaan dan pemantauan kesehatan ibu hamil secara teratur. Selain pemeriksaan kehamilan juga dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang antara lain ECG ( Elektro Cardio Grafi ), Echocardiografi pada ibu dan USG kandungan ( Ultra Sono Grafi) juga NST ( Non Stress Test ).
Nah sebaiknya saya sarankan ibu untuk pergi ke rumah sakit kota untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Tujuan pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan jantung ibu dan keadaan bayi . Selama hamil pemeriksaan darah juga dilakukan secara berkala.
__ADS_1
Bagi ibu hamil dengan penyakit jantung, beberapa penyakit seperti anemia, infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kencing yang berakibat kegagalan fungsi ginjal dan kenaikan tekanan darah sedapat mungkin dihindari. Hal ini bertujuan agar tidak memperberat kondisi kehamilan dengan penyakit jantung dan menghindari komplikasi yang kemungkinan terjadi.
Saya hanya membawa alat seadanya saja jadi tidak bisa mengecek secara keseluruhan. Jadi saya sarankan ibu untuk mengecek keseluruhan ya itu di rumah sakit kota.
Nanti saya rekomendasikan dokter spesialis jantung di rumah sakit kota." ucap Mimi
"Memangnya apa yang terjadi saat kita hamil dengan penyakit jantung dok?" tanya si ibu yang menemaninya
"Seperti yang saya katakan sebelumnya. Pada kehamilan dengan jantung normal, wanita hamil dapat melakukan toleransi terhadap perubahan–perubahan fisiologis tersebut. Namun pada wanita dengan penyakit jantung, perubahan ini justru menimbulkan risko untuk dirinya dan janinnya.
Selama kehamilan, akan terjadi peningkatan volume darah ibu sebesar 30-50% yang dimulai sejak trimester pertama, dan mencapai puncaknya pada kehamilan minggu ke-24.
Peningkatan volume ini akan menyebabkan jantung bekerja “lebih keras” untuk memompakan darah lebih banyak darah. Denyut jantung juga akan meningkat 10-15 denyutan diatas nilai sebelum kehamilan.
Dan dalam kondisi normal, tekanan darah akan sedikit menurun pada trimester pertama dan kedua kehamilan dan biasanya kembali mencapai nilai awal pada trimester ke-3.
Perubahan-perubahan ini yang kadang membuat calon ibu normal tanpa ada kelainan jantungpun kadang menjadi merasa mudah lelah dan berdebar-debar.
Dengan terjadinya perubahan-perugbahan diatas, kehamilan dapat menjadi sebuah “stressor” bagi jantung dan membuat keluhan jantung menjadi lebih berat dan memburuk.
"Apa akibat penyakit jantung pada ibu hamil terhadap janin dalam kandungan dok?" tanya ibu yang ikut mendengarkan.
"Akibat penyakit jantung dalam kehamilan, terjadi peningkatan denyut jantung pada ibu hamil dan semakin lama jantung akan mengalami kelelahan.
Akhirnya pengiriman oksigen dan zat makanan dari ibu ke janin melalui ari – ari menjadi terganggu dan jumlah oksigen yang diterima janin semakin lama akan berkurang.
Janin mengalami gangguan pertumbuhan serta kekurangan oksigen. Sebagai akibat lanjut ibu hamil berpotensi mengalami keguguran dan kelahiran prematur ( kelahiran sebelum cukup bulan ). Terutama bila selama kehamilannya sang ibu tidak mendapat penanganan pemeriksaan kehamilan dan pengobatan dengan tepat." jawab Mimi, terlihat sang ibu hamil yang mengidap jantung tertunduk.
"Apa yang harus saya lakukan ketika hamil dengan keadaan sakit jantung ini dok? ini anak pertama kami." ucapnya sendu.
"Jika seorang ibu hamil menderita penyakit jantung, selain ibu hamil harus berada dalam pengawasan seorang dokter, sebaiknya memperhatikan beberapa saran saya berikut ini
2) Istirahat yang cukup , delapan jam pada malam hari satu atau dua jam siang hari.
Posisi tidur sebaiknya miring ke salah satu sisi tubuh agar peredaran darah dari ibu ke janin lancar.
3) Hindari aktifitas yang melelahkan agar jantung tidak bertambah berat beban kerjanya.
Belajarlah untuk latihan pernafasan dengan benar. Hal ini penting sebagai proses adaptasi tubuh terhadap pembesaran perut yang semakin mendesak rongga dada ( diafragma ).
Dalam keadaan normal tanpa kelainan jantungpun kadang beberapa ibu hamil juga mengeluh agak sesak nafas akibat semakin membesarnya rahim.
Perhatikan setiap perubahan atau keluhan yang terasa lebih berat dari biasanya, misalnya sesak nafas, nyeri dada atau dada berdebar-debar lebih cepat, pusing dan mudah pingsan. Dalam keadaan seperti ini segera periksa ke dokter. " ucap Mimi
"Dan teratur minum obat jantung yang diresepkan dokter dan diimbangi dengan diet khusus penderita jantung.
Menjaga agar tidak mengalami infeksi saluran pernafasan. Minum suplemen zat besi secara teratur sesuai anjuran bidan atau dokter untuk mencegah anemia selama kehamilan berlangsung.
Mengkonsumsi makanan bergisi terutama yang mengandung zat besi dan asam folat. Yakni sayur mayur berwarna hijau gelap. Menghindari minuman berkafein ( kopi ) dan minuman beralkohol
Menghindari nikotin ( rokok ). Menjaga kebersihan diri selama hamil, terutama kebersihan alat kelamin agar tidak terjadi infeksi saluran kencing.
"Paling utama kontrol kehamilan sesuai jadwal yang telah ditentukan dokter kandungan, bidan maupun dokter spesialis penyakit jantung yang menangani kehamilan.
"Saran saya nanti setelah ibu memeriksakan keseluruhan pada dokter di rumah sakit kota, nanti ibu juga bisa periksa ke Idan atau dokter kandungan yang ada di dusun ini." ucap Mimi
"Jadi dok, bagaimana dengan obat-obatan yang selama ini saya konsumsi?" tanya nya.
"Hentikan konsumsi obat jbunyang selama ini ibu konsumsi. Karena pada saat hamil, sirkulasi darah ibu dan bayi hanya dipisahkan oleh plasenta.
__ADS_1
Beberapa obat-obatan jantung mungkin dapat melewati sawar darah plasenta sehingga ada di sirkulasi darah janin, dan mungkin dapat menyebabkan risiko kepada bayi. Sehingga beberapa obat harus di hentikan penggunaannya selama hamil.
Nanti akan saya beri obat-obatan yang baru yang aman buat ibu dan janin." jawab Mimi.
"Dok, apa saya bisa Emmm.." tanyanya dengan sendu dan menitikkan air matanya.
"Saya mengerti kekhawatiran ibu. Wanita dengan penyakit jantung dapat hamil dengan selamat tanpa atau sedikit komplikasi. Melalui persiapan dan perawatan kesehatan jantung sebelum, selama, dan sesudah kehamilan, seorang wanita dapat hamil dengan aman dan nyaman.
"Saran saya ibu komunikasi, edukasi dan informasi (KIE) untuk ibu hamil dengan penyakit jantung merupakan hal yang sangat penting, untuk itu, program KIE yang berkaitan dengan kesehatan ibu hamil yang menderita penyakit jantung diberikan sebelum kehamilan, saat kehamilan dan pasca kehamilan. Hal ini sebagai upaya pencegahan kematian ibu dan janin.
"Apa ibu sudah konsultasi kan pada dokter ibu sebelumnya?" Tanya Mimi pada si ibu hamil dan si ibu menggeleng. Mimi menghelakan nafasnya.
Mimi merasa kasihan dengan si ibu hamil ini, bagi seorang wanita hal utama yang membuatnya bahagia setelah menikah yaitu memberikan keturunan kepada suami tercinta.
"Apa ibu kesini bersama suami?" tanya Mimi dan dia lagi-lagi menggeleng.
"Saya kesini bersama ipar saya Dok." jawabnya.
"Emm, apa ibu kakak atau adik dari suami mu ya si ibu ini?' tanya Mimi Alda wanita yang mendampingi si ibu.
"Saya kakak nya dok," jawabnya.
"Emm saya harap ibu bisa menyampaikan hal ini pada suami si ibu, tolong beritahu lada suaminya untuk membawa si ibu kontrol lebih keseluruhan di rumah sakit kota. Untuk melihat perkembangan janin serta kondisi jantung si ibu." ucap Mimi.
"Baik dok, nanti akan saya sampai kan lada adik saya." jawabnya.
"Emm dok, apakah ibu hamil dengan penyakit jantung bisa melahirkan normal?" tanya si ibu hamil.
"Apakah bayi saya juga akan memiliki masalah serupa jika saya memiliki kelainan jantung?" tanya nya khawatir.
Sebelum menjawab tersenyum terhadap si ibu hamil. Kekhawatiran kasti dirasakan oleh si ibu.
"Sebagian besar pasien dapat melahirkan secara normal, dan lebih aman daripada operasi Caesar. Jika jantung sanggup mentoleransi tekanan kehamilan, seharusnya jantung juga bisa mentoleransi melahirkan. Bila wanita tidak bisa mengejan selama melahirkan, dokter dapat membantu mengeluarkan bayi dengan forcep atau vakum. Kebanyakan wanita dengan penyakit jantung dapat menerima suntikan bius lokal di tulang punggung jika si ibu menginginkannya."
"Kelainan pada jantung adalah kelainan lahir paling umum, dan wanita yang terlahir dengan kelainan jantung berisiko tinggi melahirkan bayi dengan kelainan jantung"
"Jika Ibu memiliki penyakit jantung bawaan, jantung bayi ibu harus dinilai in utero dengan echocardiogram janin, ultrasound jenis noninvasif oleh spesialis."
"Diagnosis prenatal akan membantu ibu mengerti cara memperbaiki masalah dan menghindari komplikasi apapun selama hamil atau melahirkan. Kabar baiknya adalah, kebanyakan kondisi mampu diperbaiki setelah lahir." terang Mimi.
"Masalah menyusui dok?" tanyanya lagi.
"Menyusui dianjurkan bagi sebagian besar wanita dengan kelainan jantung, bahkan yang sedang minum obat. Maka dari itu diskusikan penyesuaian perawatan yang akan ibu perlukan dengan penyedia layanan kesehatan. Terkadang obat alternatif akan disarankan.
Jika ibu memiliki masalah jantung bawaan yang meningkatkan risiko endocarditis secara drastis, dokter mungkin akan mendiskusikan risiko mastitis saat menyusui. Infeksi yang termasuk umum ini bisa membawa risiko dalam situasi ini. Memompa dan memberikan ASI mungkin direkomendasikan dalam beberapa keadaan.'
"Maka dari itu saya sarankan ibu untuk memeriksa lebih lengkap lagi di rumah sakit kota karena peralatan disana tentu lebih lengkap"
"Namun yang saya lihat dari kondisi ibu saat ini, saya menganjurkan kelak ibu tidak menyusui secara langsung.''
"Ibu dapat memberikan asi pada bayi melalui pompa asi.'' ucap Mimi.
"Ala ada yang mau ibu tanyakan lagi?'' tanya Mimi. Si ibu terdiam dan akhirnya dia menggeleng.
"Tidak ada dok, terimakasih sebelumnya." jawabnya.
"Sama-sama ibu, jangan lupa pesan saya ya ibu. Untuk selanjutnya ibu bisa selalu rutin periksa ke dokter Syahril." ucap Mimi.
"Baik Bu, sekali lagi terima kasih." ucapnya dan mereka pun undur diri dengan sebelumnya berjabat tangan terlebih dahulu.
__ADS_1
tbc