DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
chapter 11 Sebuah Jawaban Part2


__ADS_3

Hari semakin menampakan senjanya, matahari mulai terbenam di ufuk barat, lantunan ayat suci mulai terdengar di berbagai toa masjid.


Nyai baru sampai rumah menjelang maghrib, karena hari ini dia ikut ke pengajian yang berada cukup jauh dari rumah.


Adzan maghrib telah berkumandang menyerukan kepada seluruh umat muslim untuk menunaikan kewajibannya kepada sang Khalik.


Ku beranjak untuk mengambil wudhu dan segera menunaikan kewajiban ku, setelah sholat ku sempatkan untuk mengaji sebentar.


Setelah semua ritual kewajiban terlaksana Aku dan nyai makan sambil bertanya.


"Nyai tadi pengajiannya dimano, ngapo sampe sore nian balek" tanya Mimi


"Nyai tadi di ajak Majelis ke masjid Agung," jawab Nyai.


" Rame dak Nyai?" Mimi bertanya kembali.


" Rame nian sampe hampir penuh dalam masjid" jawab Nyai sambil meneguk air minum.


" Ustadz nyo dari mano Nyai?"


"Ntah siapo tadi namonyo lupo Nyai, dah lah habiskan makanannyo." jawab Nyai.


Aku pun segera menghabiskan makananku, setelah selesai makan ku bereskan lauk pauk serta nasi, ku masukan ke dalam lemari dan piring kotor ku taruh di tempat pencucian piring agar besok tinggal menyucikannya saja.


Semua sudah beres aku menonton tv bersama Nyai, Nyai yang melihatku nonton sudah lumayan lama dia bertanya apa aku sudah membuat PR.


"PR la di buat Mi, jangan nak asik nonton terus." Ucap Nyai.


"Sudah tadi siang Nyai." jawab Mimi masih menghadap layar tv.


Tak terasa adzan Isya pun berkumandang dan aku pun langsung berdiri dan akan mengambil wudhu serta menunaikan sholat. begitu pula dengan Nyai, tak lupa TV aku matikan dahulu.


Habis sholat aku lanjutkan nonton namun pikiranku tak menentu, teringat akan jawaban apa yang aku berikan kepada kak Syahril bila ketemu esok pagi.


Malam kian larut akupun beranjak untuk tidur, bolak balik tak menentu di atas ranjang mencari rasa aman buat tidur, mata tak kunjung jua terpejam kan.


Ada apa ini kenapa mataku tak mau terpejam juga uhhh.. Bathin Mimi sambil menarik nafas panjang dan menghembuskan nya lagi.


Karena mata tak kunjung mau di ajak kompromi akhirnya Mimi ambil buku dan membacanya, Lagi-lagi terasa membosankan, entah perasaan apa yang sedang menghampiri dan mengganggu ku malam ini.


Sangat haus yang kurasakan, ku beranikan keluar kamar menuju kedapur untuk ambil air minum dan dengan sekali teguk habis air dalam gelas, ku lihat jam dua dini hari karena mata tak kunjung jua mengantuk aku ambil Wudhu dan melakukan sholat malam.


Aku merasa hati ku sedang tak tenang sehingga membuatku gelisah tak menentu dan membuat istirahatku pun terganggu.


Sehabis sholat malam ku membaca doa penenang hati.


Doa penenang hati terdapat dalam Quran Surat Taha ayat 2. Doa kuatkan hati ini juga dipanjatkan oleh Nabi Musa


Arab: قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ ۙ وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ ۙ وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ ۙ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ ۙ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ ۖ


Latin; qāla rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul 'uqdatam mil lisānī yafqahụ qaulī

__ADS_1


Artinya: Dia (Musa) berkata, 'Ya Tuhanku, lapangkan lah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.


Do'a penenang hati ini tak hanya ada pada suratan thaha namun juga terdapat dalam Quran surat Ali Imran ayat 173 yang berbunyi


Arab: حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ


Latin: Hasbunallāhu wa ni'mal-wakīl


Artinya: Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.


Setelah selesai membaca do'a tersebut ku bereskan mukena dan beranjak untuk tidur kembali dan tak lupa membaca do'a hendak tidur, tak lama pun aku terlelap.


Baru kurasakan lelap nya tidur terdengar sayup suara muadzin mengumandangkan adzan, dan suara ketukan pintu.


Tok tok tok.. Nyai mengetuk pintu sembari membangunkanku.


"Mi.. bangun Sholat lagi.." terdengar suara nyai yang membangunkan Mimi.


Aku yang masih ngantuk hanya menjawab sekenanya saja..


"Iyo Nyai.." seru Mimi dari dalam kamar namun masih lengket dengan bantal dan guling.


Waktu terus berjalan aku tak kunjung juga keluar membuat Nyai membangunkanku lagi


"Mi.. bangun la lagi dah jam berapo ni.. nak jam berapo lagi Sholatnyo." nyai masih setia membangunkan Mimi karena tak ada tanda pintu kamar bakal di buka.


Dengan rasa kantuk yang masih bergantungan di mata, dengan gontai aku keluar kamar kulihat jam telah 5:15 dan aku segera menuju kamar mandi langsung mandi Bebek cebyar cebyur mandi instan ku lakukan dan setelah nya langsung ambil wudhu dan ku segerakan tunaikan sholat.


Habis sholat ku lakukan rutinitas ku lainnya mencuci piring dan menyapu.


Dengan langkah cepat ku berjalan dan tak lupa salam kepada Nyai serta tak lupa menghampiri Di'ah, namun yang aku hampiri ternyata sudah berangkat duluan.


Tarik nafas panjang dan ku percepat jalanku, karena kesiangan kurencanakan naik ojek berangkat sekolah kali ini dan beruntungnya keluar dari lorong tak lama ojek pun lewat jadilah aku berangkat sekolah dengan naik ojek.


Sesampai sekolah gerbang sedikit lagi akan di tutup dengan lari ku minta kepada penjaga sekolah jangan ditutup dulu, Alhamdulillah akhirnya ku bisa masuk sekolah hari ini.


Ku berlari sepanjang koridor sekolah menuju kelasku agar cepat sampai, dari kejauhan ku lihat Bu Maryati juga sedang menuju kelasku dengan menambah kekuatan ku lari lebih cepat lagi, dewi Fortuna berpihak padaku sehingga aku masuk kelas berbarengan dengan ibu Maryati, sewaktu berpapasan ku mengucapakan salam


"Pagi buk.." aucao Mimi sambil membungkukkan badan sedikit dengan nafas yang ngos-ngosan ku usahakan buat senyum.


"Pagi.. Kamu kesiangan?" tanya bu Mar dengan datar nya.


"Ehmm iya buk, maaf." jawab Mimi sabil menunduk.


"Ya sudah mari kita masuk." ucap Bu Mar dan mempersilahkan ku masuk.


"Makasih buk.. Mari buk." ku persilahkan Bu Maryati terlebih dahulu memasuki kelas.


Bu Maryati pun masuk dan aku pun masuk dan sekalian menutup pintu.


Sebelum pelajaran berlangsung Bu Maryati meminta agar PR kemaren di kumpulkan dan kami semua mengumpulkannnya.

__ADS_1


Pelajaran pun berlangsung dengan khidmat, semua materi dengan segala macam rumus sudah tertulis sampai jam pelajaran pun usai.


Detik demi detik, menit demi menit, jam pun telah berganti bell istirahat pun telah berbunyi, tak lupa setiap mata pelajaran berakhir selalu ada tugas yang harus dikerjakan di rumah.


Si biang rusuh sudah ada di dalam kelasku dan akan mengajak ke kantin, namun kali ini aku malas untuk ke kantin.


Karena aku tak ingin ke kantin merekapun juga tak ingin pergi makan di kantin, hanya Manda dan Novi yang ke kantin buat beli jajanan serta minuman dan di bawa nya ke dalam kelasku.


Serempetan pertanyaan di lontarkan oleh mereka.


"Tumben Mi tadi kesiangan berangkat?" ucap Emma.


"Iya ku panggil-panggil juga tak ada sahutan ya aku pergi duluan tadi." ucap Di'ah.


Datang Manda dan Novi dengan berbagai camilan serta minuman dalam kresek yang mereka bawa.


"Nih minum dulu, oh ya Mi jadi gimana dengan kak Syahril." ucap Manda sambil menaruh makanan dan minuman dibatas mejaku.


"Iya gimana-gimana ada kelanjutannya ndak." tanya Novi.


Mereka kompak memangku tangan menunggu jawaban dariku, tarik nafas dan ku keluarkan dengan perlahan dan aku ambil minuman teh cup dan meminumnya.


Srupppp aku menyeruput teh cup sebelum menjawab pertanyaan mereka.


"Gimana apa nya dan kelanjutan apa?" tanya ku balik.


Mereka pun kompak menoyorkan tangan mereka ke kepala dan badanku.


"Oh ya guys bulan depan ada turnamen di KONI nah bulan depan minggu pertama sekolah kita yang tanding, kita pegi yok"


Emma Novi dan sila pun kompak jawab "Ayook"


Sedangkan aku hanya diam saja, tak lama aku di panggil sama bang Erwan.


"Mimi..." bang Erwan memanggil di bilik pintu


Aku pun menoleh ke arah pintu..


Ada apa ya bang Erwan memanggil Mimi.?


jangan lupa baca di bab selanjurnya 🤗🤗


________________**TBC_______________


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA DAN TINGGALKAN JEJAKNYA YA GUYS


VOTE


LIKE ❓


RATE ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


KOMEN


TERIMA KASIH**


__ADS_2