DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
217


__ADS_3

Sehabis makan, langit yang mulai gelap karena malam akaan segera tiba. Irsyad !mengajak Mimi untuk sholat ke musholla yang tak jauh dari tempatnya kini.


Irsyad tau Mimi berpuasa hari ini, maka dari itu dia mengajak Mimi berbuka disini.


Sehabis sholat, Irsyad mengajak Mimi kerumahnya karena Ummi meminta Irsyad untuk mengajak Mimi kerumahnya.


"Loh Syad kok kerumah ummi?" tanya Mimk ketika mobil Irsyad melaju bukan ke arah kosannya.


"Iya Ummi, meminta Irsyad membawa Mimi ke rumah." jawab Irsyad.


"Yah," ucap Mimi.


"Kenapa?" tanya Irsyad.


"Nggak kenapa-kenapa, cuma. Emm cuma nggak enak !a Muthia dan yang lain." jawab Mimi merasa tak enak karena ketiga sahabatnya ada di kosannya saat ini.


Beruntungnya Mimi sebelum berangkat kuliah sudah masak buat makan malam, jadi Mimi tidak terlalu khawatir dengan makan malam ketiga sahabatnya.


"Telpon aja mereka." ucap Irsyad dan Mimi pun mengirim pesan ke Muthia kalau dia akan pulang telat.


Messege to Muthia


"Assalamualaikum Muth, maaf Mimi mungkin pulang agak malam, Mimi di ajak Irsyad kerumah ummi. Kalian kalau mau makan, itu sudah ada lauknya ya? cu!a Mimi sengaja ngganmasak sayur tadi." Mimi menulis pesan kepada Muthia.


Muthia yang sedang asik makan bersama!a kedua sahabatnya tak tau jika ada pesan dari Mimi.


Mereka bertiga menyantap masakan Mimi, yah walau mereka tanpa izin tapi mereka tau jika sahabatnya selalu memasak lebih buat mereka.


"Hmm, iri aku jadi Mimi." ucap Selfia di tengah kunyahannya.


"Iya sama." jawab Muthia.


"Perfect wife Mimi kelak." ucap Irma.


"Bener tuh Ma, udah cantik, seorang dokter, printer cari duit, printer masak lagi." ucap Muthia memuji Mimi.


"Hmm bener banget tuh " sahut Selfia.


"Mana masakannya enak, gimana nggak betah kelak suaminya." ucap Irma.


"Hmmm kita ja betah ya nggak?" ucap Muthia dan merek pun mengangguk dan ketawa bersama.


"Hahhahaaa uhuk uhuk." Selfia tersedak karena dia tertawa namun mulut masih ada makanan.


Selvia segera berdiri dan berlari ke wastafel di dapur, dia terus terbatuk-batuk, dia berusaha mengeluarkan makanan yang masih tersangkut di tenggorokannya.


Muthia yang berada di samping langsung berdiri dan mengikutinya ke belakang, muthia sudah berada di samping Selfia dengan langkah pertama Muthia memukul pundaknya dibagikan tulang belikatnya Selfia.


"Makanya telan dulu makanan di dalam mulut." ucap Muthia dengan masih memukul pundaknya.


"Uhuk uhuk." Selfia masih terbatuk-batuk dan mengusap dadanya yang terasa perih akibat tersedak makanan.


Selfia berhasil mengeluarkan sisa makanan yang tersangkut, tak hanya dada yang terasa perih, hidungnya pun juga, dia juga !mengeluarkan isi di dalam hidungnya.


Ya akibat tersedak makanan, ada juga makanan yang masuk kedalam hidungnya.


Irma dengan sigap mengambil air dan dimasukkan kedalam gelas.


"Nih minum." ucap Irma ketika melihat Selfia sudah tidak terbatuk-batuk lagi. Selvia langsung meneguk air nya sampai tandas.


"Alhamdulillah, makasih ya girl." ucap Selfia mengucapkan syukur dan dia amat bersyukur ada teman-temannya yang selalu sigap


Tersedak walau terlihat sepele jangan sampai kita mengabaikannya.


Di dalam tubuh kita terdapat tenggorokan. Tenggorokan kita mempunyai 2 saluran yaitu kerongkongan dan trachea. Kerongkongan (jalan makan) berfungsi memasukkan makanan ke dalam perut. Pada awal trachea ada pita suara. Saat kita makan atau minum pita suara ini tertutup yang mencegah makanan masuk ke saluran pernapasan. Tersedak adalah suatu proses dimana makanan salah masuk jalur, masuk ke trachea (jalan nafas).


Tersedak adalah tersumbatnya trachea (batang tenggrok) oleh benda asing, muntah atau cairan lain. Gejala dari tersedak sendiri adalah : 


*Tidak dapat berbicara atau menjerit


*Wajah membiru akibat kekurangan oksigen


*Penderita seperti tercekik


*Batuk dan pernapasan yang dipaksakan menimbulkan suara hempasan yang tinggi.


Makanan bisa masuk ke rongga atau saluran pernafasan karena itulah proses yang dinamakan tersedak. Tersedak dapat disebabkan oleh keadaan tidak sadar atau banyak alihan saat makan, seperti tertawa, ngobrol,dll. Namun apabila kita tersedak pasti kita akan ada reflex batuk, dimana batuk ini akan mengeluarkan makanan dari jalur yang salah ke jalur yang benar. Saat kita tersedak usahakan minum air putih secara sedikit-sedikit. 


Namun, tidak semua makanan yang masuk saluran pernafasan dapat mencapai ke dalam paru. Saat makanan/minuman masuk ke paru-paru dapat menyebabkan aspirasi dan merupakan hal yang bahaya. Jika makanan masuk ke dalam paru-paru tentunya pada saat itu juga kita akan susah untuk bernapas

__ADS_1


 


Tersedak terjadi ketika ada benda asing, makanan, atau cairan yang menghambat saluran pernapasan atau aliran udara di tenggorokan. Untuk mencegah terjadinya akibat yang fatal, maka kita harus pahami pertolongan pertama untuk orang tersedak


Kasus tersedak umumnya menimpa bayi atau anak-anak karena suka memasukkan beragam benda ke dalam mulut. Sedangkan pada orang dewasa, kasus tersedak biasanya terjadi akibat menelan makanan atau minuman secara tergesa-gesa.


Cara Melakukan Pertolongan Pertama untuk Orang Tersedak


Jika tidak parah, tersedak kemungkinan hanya membuat penderitanya merasa ada yang mengganjal di tenggorokan. Pada kondisi ini, kita bisa meminta orang yang tersedak untuk batuk guna membersihkan sumbatan pada tenggorokan. Selain itu, kita juga bisa meminta ia memuntahkan benda yang menyumbat saluran pernapasannya.


Namun dalam kondisi yang lebih berat, tersedak dapat membuat penderitanya tidak mampu bicara maupun bernapas dan mengalami kondisi yang disebut asfiksia. Jika tidak segera ditolong, kondisi ini dapat membuat orang tersebut kekurangan oksigen dan hilang kesadaran. Apabila makanan yang masuk berupa cairan,  pneumonia aspirasi bisa terjadi dan kondisi ini bisa membahayakan pasien.


Oleh karena itu, bila kondisi seperti ini kita temukan, ada beberapa cara pertolongan pertama untuk orang tersedak yang dapat kita lakukan:


Memberikan tepukan atau pukulan di belakang punggung


Cara ini bisa kita lakukan dengan berdiri di belakang orang yang tersedak, lalu minta ia untuk mencondongkan tubuhnya ke depan. Setelah itu, berikan lima pukulan dengan tumit tangan kita di antara kedua tulang belikatnya. Ulangi sampai benda asing yang menyumbat bisa keluar dari tenggorokan.


Lakukan teknik abdominal thrusts


Teknik ini disebut juga Heimlich maneuver, yang dilakukan dengan cara menekan area ulu hati secara kuat untuk mengeluarkan sumbatan benda asing pada jalan tenggorokan.


Kita bisa mulai dengan posisi berdiri di belakang orang yang tersedak, kemudian lingkarkan kedua lengan kita di sekeliling pinggangnya dan peluk dengan erat. Selanjutnya, kepalkan salah satu tangan tepat di atas ulu hati dan tarik kencang kepalan tangan tersebut dengan tangan satunya, hingga menekan ulu hati sekuat mungkin. Lakukan sebanyak lima kali, atau ulangi sampai benda asing yang menyumbat bisa keluar dari tenggorokan.


Jika orang tersebut tidak bisa bernapas atau tidak sadarkan diri, segera cari bantuan medis, misalnya dengan membawa penderita ke rumah sakit terdekat atau menghubungi ambulans. Sambil menunggu bantuan medis datang, kita bisa mencoba lakukan teknik RJP (resusitasi jantung dan paru-paru). Namun jika kita tidak bisa melakukannya, carilah orang di sekitar yang mampu melakukan teknik RJP untuk menyelamatkan nyawa korban tersedak.


Penanganan Khusus untuk Menolong Bayi Tersedak


Cara menolong bayi yang tersedak tidak sama dengan cara menolong orang dewasa tersedak. Beberapa teknik di atas tidak boleh dilakukan pada bayi. Hal pertama yang dapat dilakukan untuk menolong bayi tersedak adalah meletakkan bayi dalam posisi tengkurap di atas pangkuan kita, dengan posisi kepalanya lebih rendah dari tubuh.


Tahan kepala bayi dengan memegangnya di kedua pipi untuk memastikan jalur napas terbuka. Berikan lima tepukan lembut tapi tegas di antara kedua tulang belikat bayi sambil memastikan apakah benda yang menyumbat telah keluar.


Penting untuk segera memberikan pertolongan pertama untuk orang tersedak, agar tidak terjadi komplikasi yang bisa mengancam nyawa. Setelahnya, tetap bawa penderita ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang diperlukan.


"Gimana Fi? udah enakan?" tanya Irma.


"Iya udah guys, thanks ya." uca Selfia dengan mwrengkuhnkedua sahabatnya.


"Iya sama-sama." jawab Muthia dan Irma.


"Emm, kalau masih terasa sakit atau sesak kita kerumah sakit aja Fi " ucap Muthia menakuti Selfia.


"Eh enggak-enggak, udah baikan kok." ucap Selfia.


"Ya maka dari itu aku masuk kedokteran supaya fobia ku hilang hehehee." ucap Selfia cengengesan.


"Hmm, Untung nasi dalam piring tinggal satu suap lagi jadi nggak begitu banyak mubazirnya." ucap Muthia yang memandangi nasi serta udang yang masih setia di dalam piringnya.


"Mau dikit atau banyak, mubazirnya ya tetap mubazirnya Muth." ucap Irma dengan mengambil piringnya yang sudah kosong dan membawa nya ke dapur


"Iya sih, tali nggak sanggup buat menelannya lagi." ucap Muthia yang sudah hilang selera.


"Yauda di cuci tuh piring. Jangan sampe Mimi pulang melihat kosannya penuh dengan piring kotor kita." Seru Irma.


Muthia dan selgia pun membersihkan tempat dimana mereka makan tadi dan Irma kebagian mencuci piring.


"Emm ngomong-ngomong Mimi kok belum pulang ya?" ucap Selfia.


"Emmm biasalah dia kallau dahnjalan ma Irsyad." jawab Muthia.


"Oh ya Muth, kalau aku lihat sepertinya Irsyad juga !menyukai Mimi deh." ucap Selfia.


"Siapapun pasginakan menyukai Mimi Fi, tersebut!asuk Abang Lo Saridi dan Dimas." ucap Muthia.


"Masak sih?" tanya Selfia.


"Iya, kalau aku lihat dua anak manusia itu menyukai Mimi sejak dulu." sahut Irma yang ikut gabung mengghibahi Mimi.


"Enak ya jadi Mimi banyak yang menyukainya. Tuh si senior juga kelihatannya menyukai Mimi." ucap Selfia.


"Senior! siapa Fi?" tanya Muthia.


"Hmm kalian ini, senior kita yang kini ambil pasca sarjana. Kak Dillah, kak Reno, kak Yogi dan kak Satria, eh satu lagi siapa ya emmm." ucap Selfia yang tidak ingat siapa satunya lagi.


"Kok kamu tau Fi?" tanya Irma.


"Ya tau lah Ir, kelihatan darinsorpt mata mereka kalau lagi mandangin Mimi. Terutama kakl Dillah kalau sudah ada Mimi di kantin beuh...matanya nggak akan lepas memandangi setiap gerakan Mimi." terang Selfia.


"Jeli amat matamu Fi." ucap Muthia.

__ADS_1


"Ya harus jeli lah Muth," ucap nya.


"Cocoknya kamu jadi psikolog Fi." ujar Irma.


"Hmmm boleh juga." ucap Selfia dan mereka pun tertawa.


"Eh ada satu lagi yang terus memandangi Mimi.. tapi sekarang dah nggak ada disini termasuk satu anggota nya kak Dillah itu." sahut Selfia.


"Siapa Fi?" tanya Muthia dan Irma serentak dan sontak mereka tertawa karena mereka kelewat kepo dan akhirnya bertanya pun serentak.


"Aku nggak tau siapa namanya, cuma dia itu terkenal playboy di kampus ini. Orangnya yang tinggi-tinggi gitu, putih dan hidungnya mancung serta macho juga" ucap Muthia.


"Hmmm siapa? nggak terlalu kenal aku dengan para senior." ucap Muthia.


"Itu loh Muth, yang pernah baradu bacot ma Irma." ucap Selfia.


"Yang maana ya?" ucap Irma.


"Itu loh Ir, yang baru-baru kita jadi mahasiswa." ucap Selfia, Muthia yang sudah tau siapa orangnya manggut-manggut.


"Yang sok cool itu?" tanya Muthia.


"Emang dia cool kok Muth." ucap Selfia.


"Cool apaan, playboy gitu." ucap Irma.


"Justru dia cool jadi dimanfaatkan nya sebagai cowok playboy." ucap Selfia.


"Hmm, kalau dia mah jauh dari kategori Mimi." ucap Muthia.


"Iya, jauh dia dari kategori Mimi." ucap Irma.


"Emm! seandainya nihnya, seandainya kak Syahril beneran ninggalin Mimi gimana ya?" ucap Selfia dengan sendu.


"Hmmm huuhhhh, nggak kebayang aku Fi." ucap Irma sambilmerebahkan kepalanya di bantal.


"Iya nggak kebayang aku, apa lagi mereka berdua saling mengisi satu sama lain, apa lagi kak Syahril baiknya nggak ketulungan sama Mimi." ucap Selfia dengan menelisik penjuru kosan Mimi.


"Kosannya aja dah dinbayarblubas selama 4th, belum lagi jajan buat Mimi tiap bulan nya, Mimk emang dijadiin ratu dihatinya. Begitu pula Mimi merajai kak Syahril dihatinya." ucap Selfia


"Hmmm, biasanya nih ya kalau keturunan hubaib gitu biasanya jodohnya dah di tentuin ma pihak keluarganya, nggakmkenyang aku bila kak Syahril dijodohin." ucap Muthia.


"Lah Muth, kamunkan tersebut!asuk golongan orang-orang itukan. Apa kamu dijodohkan juga Muth?" tanya Irma.


"Iya Ir, kebanyakan kami di jodohkan. Tapi ya zamaan sekarang dah banyak juga pemikiran orang tua yang udah terbuka, nggak mau mereka mencampuri atau menentukan kehidupan putra putri nya." jawab Muthia.


"Terus Muth, kok kamu bisa putus dari cowokmu.Bukannya dia merupakan cowok yang dijodohkan denganmu swdseinkevil ya?" tanya Selfia.


"Mungkin kami tak dijodohkan sama Allah Fi, akunkenalmdia dari kelas satu SMA, disaat kedua orang tua kita bertemu ternyata kami sudah dijodohkan dari kecil. Disitu aku senang karena aku nggak perlu takut-takut untuknmenjalin hubungan dengan cowok. Tapi yah namanya mungkin dia bukan jodohku jadinya ada saja jalan buat kami berpisah." terang Muthia dengan sendu.


"Emmm mudahan Mimi ngak gitu ya, kasian Mimi. Entah apa yang akan terjadi bila itu terjadi." ucap Irma.


"Iya Ir, apa lagi kalau kalau nih ya kak Syahril di jodohkan. Tak hanay hati !ini yang tersakiti melainkan hati kak Syahril pun ikut tersakiti secara mereka sudah klkp banget gitu." ucap Muthia.


"Emm!, tapi kurasa nggak mungkin kak Syahril di jodohkan oleh orangtuanya, secara orang tua kak Syahril aja menyayangi Mimi sebagai putrinya sendiri." ucap Selfia.


"Iya betul juga tuh Fi, lihat aja keluarganya yang ada disini. Semua menyayangi Mimi tidak membedakan antara anak dan calon mantu mereka. Bahkan saudara-saudara nya aja juga menyayangi Mimi," ucap Irma.


"Iya juga, tapi entahlah kita tidak tau jalan apa yang akan Allah berikan kepada kita sebagai umatnya. Apakah kelak jalan yang diberikannya sebuah jalan menuju kebahagiaan atau jalan sebagai ujian hidup " ucap Muthia.


"Isss ngomong-ngomong Mimk kok belum pulang juga ya? dah jam sembilan." ucap Selfia dengan !melihat jam di dinding kamar Mimi.


"Emmm bentar aku telpon." ucap Muthia dengan berjalan mengambil ponselnya di dalam tas.


Muthia mengambil ponselnya dan membukanya ternyata ada pesan dari Mimi.


"Gimana Muth?" tanya Irma.


"Hmmm ini ada pesan dari Mimi, katanya dia pulang agak makanan karena dia kerumah umminya." ucap Muthia.


"Ooo." jawab Irma dan Selfia.


"Enak ya jadi Mimi, walau jauh dari keluarga dia ada keluarga pengganti disini." ucap Selfia.


"Emm iya ya Fi, hnjadi kepengin kelak punya cowok yang punya keluarga sepengertian seperti keluarga kak Syahril " ucap Irma berandai-andai.


"Iya Ir, ya Allah turunkan lah cowok yang sifatnya sepertinkakk Syahril." ucap Selfia.


"Amiin." ucap mereka serentak.

__ADS_1


"Haha hahaa" mereka pun tertawa renyah di malam hari.


tbc


__ADS_2