
Sehabis mandi dan sehabis menjalankan rutinitas lima waktunya kepada sang khalik, Mimi kembali ke dapur dan bersiap untuk melakukan eksekusi dengan peralatan serta bahan-bahan kue nya.
Mimi membuat terlebih dahulu kuenyang sekiranya sedikit mudah di buat.
Semua bahan telah Sila di timbang dan saatnya Mimi mengeksekusinya. Malam ini Mimk akan berkutat dengan bahan kue untuk enamnjenis kue...
Karena peralatan sebelumnya kecil seperti kukusan, sewaktu di pasar Mimi kembali membeli kukusan yang besar dan bertingkat, tak hanya kukusan Mimi juga membeli oven tangkring ( oven kompor ), Mimi juga membeli kompor satu tungku yang besar dan satu tabung gas.
Mimk membeli dan menambah peralatan perbackingannya, karena kali ini Mimi membuat kue hingga ratusan biji.
Mimi memixer bahan untuk brownies cup nya, tak lupa pula cup untuk browniesnya telah di lumurin margarin, oven pun telah Mimi panaskan. Setelah selesai dengan adonan Mimi segera menuangkan adonan ke dalam cup-cuo kertas tersebut, setelah dimasukkan adonan ke dalam cup, Mimi memasukkan cup tersebut kedalam oven nya.
Sambil menunggu brownies dalam oven matang, Mimi beralih membuat adonan untuk kue Muso, kue tradisional dari Jambi yang terbuat dari tepung ketan, gula, saran, coklat bubuk, garam serta vanili, tak lupa juga cetakan kue lumpang nya Mimi olesin dengan minyak, setelah itu Mimi masukan sedikit adonan berwarna coklat ke dalam cetakan dan Mimi bentuk seperti mangkuk sesuai dengan vpcekungan pada cetakan. Taknluoa pula kukusannya telah Mimi panaskan terlebih dahulu.
Sepuluh menit berlalu, Mimi mengecek kue browniesnya dan setelah dirasa sudah matang, Mimi mengangkat cup-cup dan Mimi kembali memasukkan adonan brownies yang baru yang telah dimasukkan kedalam cup ke dalam oven-ovennya.
Begitu pula dengan kue Muso yang sudah di cetak dan telah dimasukkan adonan cair beraroma pandannya ke dalam kukusan. Mimi lakukan secara bergantian sampai beberapa adonan sesuai jumlah pesanan dan jumlah untuk dagangan Mimi selesai.
Setelah dua macam kue selesai Mimi kembali membuat adonan untuk kue padamaran serta kue bolu agar-agar nya, dan tak lupa pula adonan selanjutnya kue engkak ketannya yang Mimi cetak menggunakan cetakan segi empat yang memakai sekat, terakhir Mimi membuat kue agar-agar dodol ketan.
Tak terasa malam telah larut, selama mengerjakan pesanan tersebut Mimi tak melihat ponselnya bahkan Mimi mengabaikan beberapa panggilan dari teman-temannya dan sang pujaan hati.
Jam terlihat pukul dua dini hari, kerjaan kerjaan mimi belum selesai. Mimi memasukkan potongan-potongan kue tersebut kedalam mika kecil sesuai ukuran kue dan setelah itu Mimi menyusun kue-kue yang telah dimasukkan kedalam mika Mimi kembali memasukkan mika-mika tersebut ketempat yang tertutup agar tidak dikerumuni semut.
Waktu terus berjalan, semua kue sudah berada pada tempat nya. Mimi memisahkan antara kue pesanan dan kue yang akan di titipkan di kantin Bu Ruminah.
Waktu telah menunjukkan pukul setengah tiga pagi, tubuh Mimi baru terasa lelah dan matanya pun baru terasa mengantuk. Sebenarnya Mimi enggan untuk tidur karena selain takut kesiangan, Mimi juga takut jika mimpi-mimpi itu menghampiri kedalam mimpinya.
Karena lelah dan kantuk yang amat berat akhirnya Mimi pun terlelap, namun lelapnya tak berlangsung lama di jam empat subuh Mimi terbangun karena mimpi jahara itu selalu menghantui nya.
Dengan nafas ngos-ngosan, Mimi terus beristighfar sampai suasana hatinya mulai tenang, setelah tenang Mimi langsung meneguk air minumnya dan Mimi pun langsung beranjak untuk berwudhu. Masih ada waktu untuk melaksanakan tahajudnya Mimi pun langsung bertahajud kepada sang maha pencipta dan tak lama selesai dzikir dari tahajudnya suara adzan subuh pun berkumandang, karena Mimi masih dalam keadaan berwudhu maka Mimi pun langsung melanjutkan sholat subunya.
Mimpi-mimpi yang selalu hadir di dalam tidurnya akhir-akhir ini membuat Mimi merasa tak tenang, bahkan selera makannya pun terganggu.
Sehabis mengaji, terdengar suara dering ponselnya dan itu adalah telpon rutinitas pagi hari oleh sang pujaan hati.
Mimi menatap sendu ponselnya yang tertulis dengan nama calon imamku di layar ponsel itu, Mimi menarik nafasnya panjang dan setelah itu Mimi pun mengangkatnya.
"Assalamualaikum," ucap Mimi dengan tersenyum dengan mata yang sagu akibat kurang tidur.
"Waalaikum salam, batu bangun dek?" tanya kak Syahril, padahal dia melihat Mimi di layar ponselnya masih memakai mukena.
"Hemm bangun darimana dengan pakai mukena bini." ucap Mimi dengan sedikit mengkrucutkan bibirnya.
"Hehee Mana tau kan,semalam ketiduran habis sholat isya." ucapnya.
"Hmm, Mimi bahkan baru tidur di jam tiga." ucap Mimi, spontan Syahril !enatao Mimi tajam.
"Jam tiga!!! ngapain aja?" ucap nya dengan nada sedikit dinaikkan beberapa oktaf.
"Hmm, Mimi membuat kue kak. Ada yang pesan kue dan di jemput pagi." ucap Mimi.
"Emang berapa biji sih sampe dini hari baru tidur." ucap kak Syahril.
"Cuma seratus biji kak, gali enam macam. Plus 50 biji per enam macam " jawab Mimi dengan tersenyum.
"Kalau buat banyak gitu, ajak teman dek biar cepat." ucap kak Syahril seraya menghelakan nafasnya.
"Sama aja kak, walau Mimi ajak teman." ucap Mimi.
"Sama apanya!! ya bedalah dek, kalaunada teman kan pekerjaan jadi ringan dan lebih cepat." ucap kak Syahril.
"Hmm, iya kalau peralatan banyak dan temannya juga pandai membuat kuenya.'' ucap Mimi.
Ya sewaktu dia membuat kue untuk ibu Salma bersama teman-temannya, yang ada waktunya banyak habis sia-sia bahkan juga memakan waktu hingga subuh hari.
"Yaudah, kelak kalau dah mulai banyak order kakak belikan oven yang besar." ucap kak Syahril dan mata Mimi berbinar mendengar Syahril akan membelikan oven yang besar.
"Dek, mipungkin Minggu depan kakak kesana." ucapnya dan ada kegetiran di balik suaranya.
"Oh, yaudah kan pas waktu Mimi ujian." ucap Mimi.
"Iya yank, yaudah sana mandi ntar telat lagi kekampus." ucapnya dan Mimi langsung melihat jam dindingnya sudah!menunjukkan jam tujuh pagi.
"Emm baiklah. Hoaaam" Jawabbummi dengan menguap.
"Tuh kan adekmjadi ngantuk." ucap kalk Syahril.
"Yaudah sana nanti Mimi minta tolong Irsyad jemput adik." ucapnya dan di angguki Mimi.
"Yaudah Mimi mandi dulu, assalamualaikum." ucap Mimi.
__ADS_1
"Iya, mandi pakek air hangat dek soalnya adek kurang tidur nanti malah menggigil lagi." ucapnya.
"Iya hoaaam." jawab Mimi dengan berkali-kali menguap.
"Yaudah mandi ya, assalamualaikum." ucap kak Syahril.
"Waalaikum Salam." jawab Mimi, Mimk berjalan gontai mengambil handuknya dan berlalu berjalan menuju kamar mandi nya dengan terus menerus menguap.
Karena Mimi ingin cepat maka Mimi mandi tidak memakai air panas dan apa yang di takutkan Syahril pun terjadi. Belum selesai mandi bahkan Mimi baru menyabuni tubuhnya sebagaian, Mimi diserang kedinginan dan menggigil.
Mimi buru-buru menyelesaikan acara mandinya dan segera menyambar handuknya serta berlari menuju kamarnya, dengan dingin yang menusuk tulangnya, Mimk bukannya langsung memakai pakaiannya melainkan kembali masuk kedalam selimut tebalnya.
Terdengar suara mobil di luar menandakan Irsyad telah sampai. Mimi kembali buru-buru memakai pakaiannya dan buru-buru siap-siap karena jam telah hampir menuju jam delapan pagi.
Mimi membuka pintunya dan terlihat Irysad yang sudah memasang muka sangarnya dengan sersidekap kedua tangan di dadanya.
"Jam berapa nih!!" ucap Irsyad.
"Hehee maaf, tadi Mimi balik masuk kedalam selimut lagi." jawab Mimi.
"Yaudah, bantuan Mimi angkat kotak-kotak ini." ucap Mimi dengan menunjuk beberapa kotak berisi kue pesanan. Tanpa menjawab Irsyad langsung mengangkat kotak-kotak tersebut dan !menyusunnya kedalam bagasi mobilnya.
Sesampainya dikampus mimi menlpon sahabat-sahabatnya untuk minta tolong membawakan kotak-kotak tersebut ke kantin. Beruntungnya Mimi meiliki sahabat yang baik. Setelah semua kotak serta dagangannya telah dititipkan ke kantin, Mimi dan sahabatnya langsung masuk kelas karena ada kelas lagi ini.
Tiga jam mata pelajaran yang Mimi lalui dengan mata yang redup, berkali-kali Mimi menguap bahkan entah berapa banyak permen mints yang diberikan Muthia Mimi kunyah untuk menjaga agar matanya tetap terjaga.
Setelah mata pelajaran usai dan dosen pun keluar Mimi menaruh wajahnya ke atas meja nya.
"Mi, emangnkamu tidur jam berapa?" tanya Muthia.
"Jam tiga baru selesai." jawab Mimi.
"Emang kamu nggak tidur sama sekali?" tanya Dimas.
"Tidur bentar Dim, jam empat kebangun lagi." ucap Mimi.
"Itu tidur ayam namanya Mi, hehhee." ucap Irma.
"Kenapa nggak ngajak kita Mi?" tanya Fia.
"Maaf, Mimi nggak mau merepotkan kalian." ucap Mimi tak enak hati.
"Kayak sama siapa saja kau ini Mi." ucap Fia.
"Hallah bukan nggak sempat, karena kue Mimi belum datang makanya Abang ndak sarapan tadi." ucap Selfia.
"Hehee salah satunya, makanya buruan ntar habis lagi." ucap Saridi.
"Nih ambik di dalam tas, ada buat kalian, tinggal dua bungkus buat irsyad dan mbak Aish." ucap Mimk dengan menyerahkan tas kepada Saridi.
Saridi mengambil tas Mimi dan membukanya, didalam tas tersebut terdapat beberapa bungkus kue buat sahabat-sahabatnya. Mimi sengaja membuat lebih dan Mimk masukkan kedalam mika yang berukuran sedang.
"Wah, makasih Mi. Tau aja kalau perut Abang mu ini minta diisi." ucap Saridi yang langsung membuka mika kue tersebut.
Mimi langsung merebahkan wajahnya lagi dan mencoba untuk memejamkan matanya sejenak.
"Mi, mending numpang tidur di rumah Bu Ruminah aja kalau mau tidur, kan di kantin bu Ruminah ada ruangan khusus buat istirahatnya." ucap Irma.
"Mi... " panggil Irma lagimkarena Mimi tidak menyahuti.
"Beuh nih anak sudah berlayar aja ternyata." ucap Irma.
Karena mereka sudah mendapatkan amunisi mereka pun tidak keluar dari kelas bahkan mereka juga ikut merebahkan wajah mereka di atas meja dan ikut berlayar bersama Mimi.
Hanya Riko yang keluar untuk membeli minuman dan nasi goreng, karena Riko belum kenyang jika hanya memakan kue, begitu pula dengan di!as dan Selfia.
Dillah yang berada di kangin hari ini celingak-celinguk mencari keberadaan orang yang selalu dinantikan nya itu.
"Lo nyari siapa Dil?" tanya Yogi.
"Iya dari tadi th mata celingak-celinguk bae." ucap Satria.
"Lo nyariin Mimi Dil?" tanya Reno.
"Kegnya Mimk nggak masuk hari ini." ucap Yogi.
"Nggak !ungkin dia nggk masuk, tuh kue nya aja ada." ucap Dillah dengan mata terus mencari keberadaan Mimi.
"Hahhaaaa hafal Lo kalau itu kue buatan Mimi." ucap Reno dengan merebut kue yang berada di depan Dillah.
"Tak dapat menyentuh orangnya, kuenya pun jadi." ucap Satria dengan ikut mencomot kue yang ada didepan Dillah.
__ADS_1
"Ckk kalian ini, kalau mau makkan kue ya ambil aja disana." ucap Dillah dengan melarikan dua kue yang tersisa.
"Ckk pelit amat Lo Dil." ucap Yogi dan beranjak berdiri dan melangkah menuju ke kantin Bu Ruminah untuk mengambil kue dengan di ikuti Satria. Tapi naas nya Yogi dan Satria kue yang mereka inginkan telah habis.
"Yah habis." ucap Satria.
"Buk Rumi, kue coklat sarikayanya habis ya?" tanya Satria yang menanyai kue coklat sarikaya alias kue Muso.
"Habis kayaknya mas." ucap Bu Ruminah dengan !melihat ke arah wadah kue Muso yang telah kosong.
"Emangnya Mimk buat dikit apa bu, ko cepet a!at habis." ucap Satria.
"Nggak kok mas, mbak Mimi bhat seperti biasanya." jawab. u Ruminah.
"Iya mana tinggal brownies nya aja lagi, itu oun tinggal beberapa la..." ucap Yogi terputus karena beberapa cuo brownies pun ludes
"Gi," ucap Yogi yang terperangah, gara-gara mendebatkan kue yang telah habis, kue didepan mata pun di embat orang.
"Ya mas habis tuh, mas sih debat kue yang habis.. yaudah mas mau pesan apa biar ibu buatkan." ucap Bu Ruminah.
"Mie ayam bakso aja lah Bu." ucap Yogi lesu.
"Mas Sat, mau pesan apa?" tanya Bu Ruminah.
"Nasi Soo aja lah Bu.." ucap Satria yang juga lesu.
"Yo wes ibu siapkan dulu ya !as ntar ibu antar ke mejanya." ucap Bu Ruminah.
Yogi dan Satria berjalan berdua dengan gontai menuju meja mereka, Reno dan Dillah yang melihat dua anak !manusia tersebut jalan gontai pun bertanya-tanya.
"Kenapa Lo berdua?" tanya Reno.
"Apess." jawab Yogi.
"Mana kue nya Gi?" tanya Dillah yang melihat dua sahabatnya itu datang tak membawa kue.
"Habis" jawab Satria.
"Bhuahahaaaa" Reno tertawa terbahak melihat wajah kacau sang sahabat.
"Jadi Lo lama disana ngapain? tanya Reno kembali.
" Debat kenapa kuenya cepat habis. " jawab Yogi.
"Iya tuh Yogi, gara-gara debat kue yang habis eh brownies cup yang tinggal Lima dihadapan Yogi pun ludes." ucap Satria.
"Hahhaaaa" Reno dan Dillah ketawa.
"Nih mas pesanan nya." kata mbak yang membantu Bu Ruminah dengan membawa mie ayam bakso dan nasi soto.
"Makasih mbak." ucap Yogi dan Satria.
"Lo berdua cuma pesan buat kalian doang?" tanya Reno yang tidak mengerti dengan sahabatnya itu.
"Hmm." ucap Yogi.
"Iya, laper gue." ucap Satria yang langsung mengendorkan kuah SOP dan menaruhnya kedalam piring berisi nasi tersebut.
"Ckk kalian ini," ucap Reno.
"Mbak, nasi SOP satu ya? lo mau apa Dil." Reno memesan nasi SOP kepada mbaknya dan bertanya kepada Dillah.
"Bakso aja." jawab Dillah.
"Bakso satu mbak." ucap Reno kepada si mbak.
"Siip masa, minumnya apa?" tanya si mbak karena tidak !melihat ada minuman di meja mereka berempat.
"Es jeruk." ucap Yogi.
"Fanta susu." ucap Satria.
"Es teh manis." ucap Reno
"Es capuchino." ucap Dillah.
"Oke, di tunggu ya mas." ucap si mbak dan berlalu pergi.
Tak lama pesanan mereka pun tiba, Reno dan Dillah baru memulai menyantap makan pagi yang kesiangan, sedangkan Yogi dan Satria baru selesai dengan sarapan lagi keuangannya.
Sedangkan Mimi cs masih terlelap di dalam kelas mereka, namun mereka tak lupa untuk !menghidupkan alarm tiga puluh menit sebelum kelas di mulai.
__ADS_1
tbc