DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
Kalau Jodoh Tidak Kemana


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, hubungan Mimi dan Revano pun menjadi hubungan saudara. Revano sendiri pun telah bertemu mbak Reva bersama Mimi waktu itu.


Revano mencurahkan hatinya untuk mengajak Reva ta'aruf namun waktu itu Reva tak langsung menjawab iya karena dirinya juga harus bertanya pada keluarganya ( abi Risyad dan ummi Fatimah serta Abah Hamid sebagai lakeknya )


Revano pun mengiyakan dan Reva juga meminta waktu tiga hari baru dia akan memutuskan. Setelah tiga hari Reva pun menghubungi Revano bahwa dia bersedia bila Revano memintanya namun dengan catatan Revano langsung mejntanlada keluarganya.


Maka tanpa menunggu lama Revano langsung mengajak kedua orang tua nya untuk bertemu keluarga Reva di kediaman Abah setelah reva memberitahu waktunya.


Tanpa disangka setelah dikeluarkan bertemu kembali, yang awalnya Revano ingin mengajaknya ta'aruf tetapi tidak jadi karena Revano ingin langsung mengkhitbah nya.


Mimk yang di ajak ikut serta merasa bahagia dengan keseriusan Revano pada saudarinya.


"Selamat ya kak, mbak. Semoga lancar sampai hari H nya." ucap Mimi memberi selamat.


"Makasih ya dek." jawab mereka berdua dengan merangkul Mimi.


Semua keluarga bahagia, terutama Abi dan ummi. Dia tidak menyangka kalau Allah memberikan jodoh pada anaknya lewat anaknya juga.


Mereka bahagia melihat Mimi yang juga terlihat bahagia atas dipersatukannya Reva dan Revano.


Revano dan Reva akan menikah setelah Revano wisuda dokter muda nya empat bulan lagi.


Dua hari sudah Mimi ujian praktek kerumah sakit, namun kali ini dia tidak bersama sahabatnya.


Dan tidak beruntung nya Mimi kali ini disaat pulang sudah kesorean karena banyak tugas yang harus diselesaikan nya segera, hujan deras pun mengguyur disaat dia telah sampai di halte menunggu angkot.


"Huh, pakek hujan deras lagi. Mau balik kerumah sakit lagi kuyup nih baju." sungut Mimi dengan melihat ke arlojinya yang menunjukkan jam 5.15 sore.


Beruntungnya Mimi tak sendirian di halte masih banyak teman sejawatnya juga sedang menunggu.


Lama Mimk menunggu, angkot jurusan nya tidak kunjung ada. Sedangkan saat ini teman-temannya sudah pada pulang dan tinggallah dua seorang diri.


Jam hampir menunjukkan jam 6 sore angkot tak juga ada, mana HP nya juga lowbat karena semalam tidak di cas dan tadi juga tidak sempat mengecas.


"Nasib nasib sekali dibutuhkan malah lowbat." sungut Mimi melihat ponselnya gelap, tak hanya ponselnya yang gelap harilun mulai gelap dan hujan pun semakin deras.


Jika boleh teriak mungkin Mimi akan berteriak sekuat mungkin. Sebenarnya Mimi takut sendirian di halte ini apa lagi hujan yang disertai petir dan ini juga sudah masuk waktu Maghrib.


TpMimk duduk seorang diri dengan gelisah, diam dia semakin takut, kembali ke rumah sakit pastinya basah kuyup.


Saat dia sibuk dengan kebimbangan Mimk dikejutkan dengan suara yang menggelegar disertai kilatan.


Juuuedeerr clas clas


"Astaghfirullah, astaghfirullah, innalilahi." ucap Mimi tiba-tiba dengan menundukkan kepalanya di atas lututnya.


Dari kejauhan ada sebuah mobil yang tanpa sengaja melihat sosok orang yang dikenalnya. Walau sedang diguyur hujan deras dia dapat mengenali sesorang di halte melaluinpostur tubuh nya


Dengan perlahan dia mengemudikan mobilnya Samali mendekati halte. Dilihatnya dari kaca orang yang dikenalnya sedang melamun sampai suara menggelegar mengejjtkan dirinya.


Dia tersenyum kala melihat reaksi Mimi yang dikejutkan oleh gemuruh dan petir. Diapun mengambil payung dan turun dari mobil !menghampiri Mimi.


Lama dia berdiri didepan Mimi, namun Mimi belum menyadarinya karena Mimi menunduk dengan memeluk kedua kakinya.


"Ehem." mendengar deheman yang sedikit keras membjat Mimi terkejut lagi dan mengangkat wajahnya.


Dilihatnya orang yang sudah berdiri didepannya dengan mengatakan jaket dan payung.


"Ayoo" ajaknya.


"Sejak jalan kakak ada disini?" tanya Mimi.


"Sejak kamu duduk dengan memeluk kedua kakimu itu. Ayo waktu Maghrib mau lewat." jawabnya. Miminoun mengangguk dan mengikutinya.


Karena waktu Maghrib singkat mereka mampir di sebuah masjid yang tak begitumjauhndari jaraknya dari halte rumah sakit. Mereka berdua pun segera menjalankan sholat Maghrib.


Setelah selesai sholat mereka langsung keluar namun mereka tak jadi menuju mobil karena hujan yang semakin deras.


"Yah makin deras." ucap Mimi.


"Hmm. Yaudah kita duduk aja dulu di dalam." anaknya.


Mereka berdua pun kembali masuk dan duduk di dalam masjid dengan jarak. Sunyi dan hening diantara mereka berdua tanpa ada yang ingin memulai bersuara duluan.


"Ehem" Dillah berdehem mencairkan kesunyian. Yah orangbp tersebut adalah Dillah.


"Kakak kenapa?" tanya Mimi. "Haus?" imbu Mimi.


"Nih" Mimi memberikan satu cup kecil air mineral yang dia ambil sewaktu pulang tadi pada Dillah.


Dillah pun menerima nya dengan tersenyum.


"Makasih" jawab nya.


"Kamu kok sore ada di rumah sakit? ada yang sakit?" tanya Dillah


"Emm nggak ada yang sakit kok kak." jawab Mimi.


"Terus?" tanya Dillah.

__ADS_1


"Mimi lagi ujian tadi." jawab Mimi dengan mengikuti air minum dalam botolnya.


"Kamu minum pakek botol, kok aku di kasih cup." ucap Dillah dengan menunjukkan botol dan cup.


"Hehee, iya ini botol air minum Mimi. Tadi sewaktu pulang nhisi dulu ehnlihat ada cup ya ambil juga tadi. Nggak taunya bermanfaat juga." jawab Mimi.


"Kenapa? kurang? nih masih ada dua." ucap Mimi dengan memberinya dua cup kecil lagi.


"Hmm aku maunya botol kamu" ucap Dillah dengan pelan namun terdengar oleh Mimi.


"Hah apa" ucap Mimi.


"Emm nggak apa-apa." jawab Dillah dan menusuk lagi palsgik cup dengan pipet dan segera di seruput hingga tandas.


"Oo" jawab Mimi cuek.


"Kamu kemana aja dek lebih dari sebulan ini." tanya Dillah.


"Nggak kemana-mana, ada di kota ini." jawab Mimi membuat Dillah menghelakan nafasnya.


"Hmmm oh ya tadi kenapa kamu sampe nunggu sendirian di halte?" tanya Dillah.


"Kenapa nggak minta jemput sahabt kamu? atau minta jemput sama dia." tanya Dillah lagi.


"Emm Mimk nunggu angkot dan HP Mimi lowbat." jawab Mimi.


"Kok bisa sih dek? emang nggak kamu cas apa? kalau tiap hari kamu gini pulang sore terus hujan dan angkot sendirian keg tadi apa nggak takut?"


"Kalau terjadi apa-apa sama kamu gimana? posisi los satoa sama halte itu jauh dek, kalau ada yangbjahhatin kamu gimana? teeiakpun nggak bakal ada yang dengar kalau posisi kami sendirian dan hujan deras keg gini." omel Dillah yang lebih kekhawatiran.


"Ya mana tau kalau bakal gini kak." jawab Mimi.


"Lain kali kamu itu cas hpnya, jangan sibuk telponan sama pacar lupa cas HP." entah mengapa Dillah terus mengomeli Mimi.


"Iya iya maaf." jawab Mimi agar Dillah berhenti Dillah.


Saat Dillah akan memulai aksi mpemelnya terdengar suara sahut menyahut dari perut mereka.


"kruucuk krucuk krucuk"


"krucuk krucuk krucuk"


Mereka meenndengar suara yang saling bersahutan menjadi diam dan bengong.


"Kakak lapar?" tanya Mimi.


"Hehee iya" jawab Mimi.


"Emm tapi hujan masih deras." ucap Dillah dengan melihat kearah luar.


"Tanggung kak, sholat isya aja dulu bentar lagi juga adzan." ucap Mimi menimpali.


"Iya juga yuk kita ambil wudhu." ucap Dillah dan mengajak Mimi ambil wudhu. Tak lama muadzin pun mulai bersholawat sebelum mengumandangkan adzan.


Selsai sholat isya mereka berdua pun pulang karena hari juga sudah semakin malam dan yang pasti perut Mereke berdua sudah meminta haknya.


"Em mau makan apa?" tanya Dillah saat mereu berada di dalam mobil.


"Apa aja yang penting makan kak, kalau bisa sih makan yang anget-anget berkuah dan pedas." jawab Mimi dengan merengkuh tubuhnya yang merasa kedinginan.


"Kak, Mimi matiin ya ac nya." ucap Mimi.


"Emm apa nggak kepanasan nanti.'' jawab Dillah.


"Kayaknya nggak kak, kan di luar hujan." jawab Mimi.


"Emm ya terserah," ucap Dillah dan miminoun langsung mematikan ac tersebut.


Setelah ac mati ternyata Mimi masih merasa dingin. Dillah yang melihat Mimi kedinginan, Dillah pun berhenti di pinggir jalan.


Mimi diam melihat Dillah berhenti dan membuka blazer hitamnya dan tanpa ba-bi-bu langsung memasang akan blazer itu tubuh Mimi. Mimi terperangah melihat perlakuan Dillah.


"Kak" ucap Mimi.


"Udah jangan protes." ucapnya dan kembali melajukan mobilnya.


"Kita makan bakso ya, disini ada bakso enak." ucapnya.


"Iya" jawab Mimi.


Sesampainya di warung bakso itu dengan hati-hati Dillah memayungi Mimi hingga masuk ke dalam warung.


"Mau bakso apa?" tanya Dillah setelah Mimi duduk.


"Ikut aja kak." jawab Mimi, Dillah lun mengangguk dan berlalu memesan bakso pada penjualnya.


"Sepi ya kak?" tanya Mimi dengan melihat keadaan sekitar warung.


"Iya ini dikarenakan hujan, coba nggak hujan mana bisa kita duduk cepat begini." jawab Dillah.

__ADS_1


Tak lama mbak-mbak datang membawa teh panas di meja mereka berdua.


"Ini mas, mbak teh nya. Monggo." ucap sinmbak.


"Njeh, Suwon yo mbak." jawab Dillah.


"Sami-sami mas." ucap si mbak dan berlalu pergi


Dillah mengambil kipas dan mengipasi teh nya dan teh Mimi.


"Eh kak nggak usah." ucap Mimi ketika melihat Dillah mengambil gelasnya dan dijejerkan dengan gelasnya lalu Dillah mengipasinya.


"Nggak apa biar cepet dingin. E!yang mau minum dengan asal ngebul gini." ucap Dillah.


"Iya ngbak mau bisa melepuh lidah dan bibir Mimi." jawab Mimi.


"Iya makanya biar dikipasin, biar bisa si minum." jawab Dillah.


"Iya tapi nggak harus kakak. Mimi bisa ko, kan tinggal ditiup aja." jawab Mimi.


"Kalau bisa itu di kioas jangan di tiup dan biaaakaan jangan meniup makanan atau minuman nggak baik." ucapnya.


"Lah kenapa gitu? biaaanya juga di tiup, bahkan kebanyakan orang juga di tiup kak.'' jawab mimi dengan mengkrucutkan bibirnya.


"Hmm pasal adek anak kedokteran, dalam ajaran agama aja nggak boleh berarti ada maknanya."


"Meniup makanan atau minuman merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh beberapa orang. Sering kita jumpai, seseorang makan makanan atau minum minuman panas lalu meniupnya, seperti ibu yang menyuapi anaknya dengan meniup makanan sebelum dimasukan ke mulut anak atau seseorang yang meminum teh panas lalu meniupnya sebelum diminum."


"Kebiasaan tersebut seolah sudah menjadi hal yang biasa dilakukan, padahal meniup makanan atau minuman panas adalah perbuatan yang dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam. Jadi mulai sekarang jangan dibiasakan meniup makanan atau minuman lebih baik dikipas."


"Terdapat ada beberapa hadis tentang larangan meniup makanan atau minuman, yaitu antara lain:


Hadis dari Abu Qatadah r.a.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam  bersabda,


إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِي الإِنَاءِ، وَإِذَا أَتَى الخَلاَءَ فَلاَ يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ…


“Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, ketika buang hajat, janganlah menyentuh ******** dengan tangan kanan… (HR. Bukhari 153)”.


Hadis dari Ibnu Abbas r.a.


أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الإِنَاءِ أَوْ يُنْفَخَ فِيه


“Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam melarang bernafas di dalam gelas atau meniupi gelas (HR. Ahmad 1907, Turmudzi 1888, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth).”


Meskipun pada contoh di atas tidak disebutkan hadis mengenai larangan meniup makanan, tetapi secara umum makanan atau minuman sama-sama dikonsumsi oleh manusia dan memiliki kesamaan, sehingga, hadis mengenai minuman juga dapat berlaku untuk makanan.


Terdapat beberapa alasan mengenai larangan meniup makanan atau minuman dari segi kesehatan, antara lain:


*Memindahkan mikroorganisme dari mulut menuju ke makanan atau minuman


Larangan meniup makanan atau minuman sebenarnya berkaitan dengan kebersihan makanan. Napas atau tiupan akan memindahkan mikroorganisme atau kotoran dari mulut kita menuju ke makanan atau minuman.


Mikroorganisme yang terjebak di makanan atau minuman bisa mengganggu kesehatan, jika kebiasaan meniup makanan atau minuman tetap dilakukan (1,2).


*Menyebarkan virus


Mulut dan napas bisa mengandung virus. Ketika kita meniupkan napas ke makanan atau minuman, virus bisa menyebar menuju makanan atau minuman dengan cepat. Virus tersebut kemudian bisa menular ke tubuh orang lain, jika kita memberikan makanan atau minuman itu pada orang lain (3).


*Menaikkan keasaman makanan


Makanan atau minuman panas mengandung uap air. Ketika kita meniup makanan atau minuman, akan terjadi pembentukan senyawa asam karena uap air bergabung dengan karbondioksida dari napas kita. Senyawa asam tersebut akan mengakibatkan keasaman pada makanan naik. Makanan dengan kadar asam yang meningkat, jika dikonsumsi terus menerus akan mengganggu kesehatan (1)." Jelas Dillah


"Ngerti nggak?" ucap Dillah lagi ketika melihat Mimi hanya bengong melihat dirinya.


"Hmm" jawab Mimi.


"Apa?" tanya Dillah.


"Nggak boleh niup makanan atau minuman hehee." jawabbmimk dengan cengengesan.


"Pinter, yok dimakan." ajaknya dannmimk oun mengangguk.


**


Semenjak hari itu, Mimi pun mulai dekat dengan Dillah bahkan Mimi megajak Dillah ke acara nikahan Revano dan Reva. Mimi juga mengenalkan Dillah pada duo Ummi dan Abi nya.


Walau berulang kali Dillah mengungkapkan perasaan nya, saat ini pun Mimi belum menerimanya sebagai kekasih. Mimi hanya menganggapnya sahabat tak lebih.


Semua cewek yang suka pada Dillah melihat Mimi dekat dengan Dillah mulai membuat ulah lagi. Berbagai macam cara dilakukan oleh mereka tapi kali ini cara mereka tak pernah berhasil karena Mimi selalu dijaga dari jarak jauh dan pastinya Dillah selalu memasang badannya.


Tak hanya Dillah, Revano pun selalu melindungi Mimi. Sehingga rumor pelakor dan fitnahan lain kembali mencuat


Mimi masih Mimi yang dulu tak pernah menanggapi nya karena menurut Mimi mereka hanya ingin menjatuhkan Mimk saja.


Dillah yang semakin dekat dengan Mimi pun gak pernah tinggal diam, selama ini dia diam karena Mimk sudah ada yang punya namun kali ini dia akaan terus pasang badan buta orang yang disukainya.


tbc

__ADS_1


__ADS_2