DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
163


__ADS_3

Pqgi hari yang penuh dengan haru biru, kak Syahril dan kak Ryan telah berada dirumah untuk menjemput Mimi. Semua anggota keluarga yang berada dirumah bersedih seakan takmingin melepaskan anak, ponakan dan cucu pertama mereka.


Mimi berusaha kuat melihat mereka semua bersedih, ini kali pertama Mimi pergi jauh yah sangat jauh dari orang tua serta keluarganya.


Ini sarapan terakhir Mimi bersama keluarganya beserta dengan kak Syahril dan kak Ryan, beruntungnya semua keluarga Mimi berkumpul di rumah Nyai.


Mimi memandang wajah mereka satu persatu, tak ada satu raut wajah mereka yang tak bersedih untuk melepaskan Mimi. Begitu banyak pesan yang mereka lontarkan kepada Mimi.


"Mi, ingat jaga diri baik-baik, jaga nama keluarga nak." Bi Ida me!berikan pesannya dengan deraian air mata.


"Iya Mi, jaga kesehatan, jangan sampe telat maakannya." ucap bicik.


"Mi, jangan tinggalkan sholat ya Cong, dialah penolong kita dari segala penolong. Ngaji nya jangan pernah ditinggalkan juga. Sempatkanlah walau hanya sea'in." Nyai memberikan nasihat yang sangat berarti dalam kehidupan ini.


"Iyo Nyai, insya Allah Mimi tidak meninggalkannya." jawab Mimi seraya memeluk Nyai dengan erat.


"Nak maafkan Mak sama bapak ndak bisa ngantar Mimi. Jaga diri baik-baik, jaga sholatnya, rajinlah belajar, raihlah cita-cita Mimi." ucap emak dengan menahan Isak tangisnya.


Mimi mendekat ke arah Mamak nya dan memeluk erat Emak dan menangis dalam pelukan Emak.


"Kalau ada apa-apa cepat baru tahu Mak sama bapak ya nak." ucap emak dengan suara yang parau.


"Iya Mak, maafkan Mimi.. Do'a kan Mimi selalu sehat dan tercapai segala cita-cita Mimi." jawab mimi dengan suara yang parau pula.


Waktu terus berjalan, Mimi pun berpamitan kepada semua. Semua barang bawaan Mimi telah masuk kedalam bagasi mobil sedari kak Syahril datang.


"Mak, kami berangkat dulu, Mak jaga kesehatan ya." ucap Mimi dengan dpair mata yang tak ingin berhenti.


"Pak, kami berangkat. Bapak jaga kesehatan juga." ucap Mimi kepada bapak dan memeluk nya.


"Pakdo, Om, bik, bicik, Tante, pakngah, Bingah, Wak, kami berangkat dulu, tolong do'a kan Mimi." ucap Mimi berpamitan kepada mereka semua.


"Nyai.." Mimi mendekat kearah Nyai yang semenjak pagi tak berhenti menangis Mimi, Mimi memeluk orang yang selalu ada disaat Mimi sehat maupun sakit, orang yang selalu me!asalkan Mimi selama kurang lebih tujuh tahun Mimi menuntut ilmu di kota Jambi ini.


"Nyai, Nyai jaga kesehatan, do'a kan Mimi semoga Mimi bisa menjalankannya dengan baik dan dapat mewujudkan cita-cita Mimi." ucap Mimi parau didalam pelukan Nyai.


"Iyo, do'a Nyai selalu buat Mimi, ingat pesan-pesan Nyai yo." jawab Nyai dengan deraian air mata dan isakan tangis.


"Jago diri baik-baik, disana Mimi sendirian." ucapnya lagi dengan tak henti menangis.


"Iyo Nyai," jawab Mimi.


Mimi pandangi adek-adek nya, Mimi tak melihat keberadaan Ay.


"Mak,Ay mana?" tanya Mimi kepada Mak.


"Ay dalam kamar yuk, dia ndak mau keluar." jawab Fajri.


Mimi yang mendengar itupun langsung kembali masuk dan !mencari keberadaan Ay.


"Ay." panggil Mimi sesampainya didepan kamar yang terkunci.


"Ay, yuk Mimi pergi dulu ya dek." ucap Mimi dengan menahan tangis.


"Ay, Ay ndak mau lihat Ayuk." ucap Mimi ke!Bali dengan deraian air mata.


"Ya sudah kalau Ay tidak mau lihat Ayuk, ayuk pergi dulu ya? Ay rajin-rajin belajar, jangan buat Mak sama bapak capek ngajarin Ay ya." ucap Mimi dengan memberi pesan kepada adek bungsunya.


Terdengar suara kunci di putar dan Ay membuka pintu dengan deraian air mata serta isakan tangis.


"Ayuk jahat, hik hik hik... Ayuk dak ayang sama Ay." ucapnya dengan Isak tangis.


Mimi memeluk adiknya erat, Mimi ikut menangis dalam dekapan sang adek.


"Ayuk sayang sama Ay." ucap Mimi.


"Kalau Ayuk sayang, Ayuk jangan pergi jauh-jauh." jawabnya dengan !aaih terisak.


"Ayuk pergi jauh untuk belajar dek. Kalau ayuk libur ayuk balik ke Jambi." jawab Mimi.


"Ayukkan bisa sekolah disini, ndak usah jauh-jauh." ucapnya, Mimi meletakkan pelukannya dan memandangi adek bungsu nya dan !penghalus air mata nya.


"Dek, ayuk belajar disekolah kedokteran disana. Di Jambi belum ada dek sekolah kedokterannya, Ay do'a kan ayuk cepat selesai sekolahnya dan do'akan Ayuk jadi dokter." ucap Mimi dan Ay hanya mengangguk.


"Kalau Ayuk sudah jadi dokter dan kerja, belikan Ay HP ya?" ucapnya.


Itulah kepolosan anak kecil yang memiliki segudang keunikan, dibalik kesedihan mereka takkan pernah melupakan apa yang diinginkannya.


"Insya Allah, kalau Ayuk ada rezeki nanti Ayuk belikan. Asal Ay rajin belajar dan mendapatkan juara kelas." ucap Mimi.


"Iya Ay akan rajin belajar dan !menjadi juara kelas nanti." jawabnya dengan senyuman khasnya.


"Janji." ucap Mimi dengan memberikan kelingkingnya.


"Janji." jawab Ay dengan !enautkan kelingking kecilnya di kelingking Mimi.


Karena Mimi lama membujuk Ay, kak Syahril masuk kedalam dan dia melihat kedekatan Mimi dan Ay, Kak Syahril tersenyum! ketika Ay kembali tersenyum dikala Mimi menjanjikannya akan membelikan HP.


"Dek, ayok nanti kita telat." ucap kak Syahril yang sudah !mendekat ke arah Mimi dan Ay.

__ADS_1


"Eh iya kak, dek janji ya?" Mimi menjawab kak Syahril dan mengingatkan janji kepada Ay.


"Iya Ay janji." jawab Ay dan kami pun keluar berkumpul dengan yang lain.


Sebelum berpergian apa lagi pergi jauh takmlupa Mimi panjatkan doa sebelum berpergian.


Allahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa waatwi ‘annaa bu’dahu. Allahumma antashookhibu fiissafari walkholiifatu fiil ahli.


Artinya:


“Ya Allah, mudahkanlah kami bepergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam bepergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga.”


Mimi, kak Syahril dan kak Ryan segera berpamitan karena waktu terus bergerak.


"Mak, pak, Mimi berangkat." ucap Mimi dengan !menyalami mereka satu persatu.


"Pakdo, Tante, Om, pqkngha Pakcik, bicik, Nyai. Mimi berangkat." pamit Mimi kepada mereka semua dengan menyalami serta menciumi tangan mereka satu persatu.


"Mak, pak. Aril berangkat antar Mimi." ucap kak Syahril berpamitan dan meminta izin.


"Iya Riil, jaga Mimi ya nak." ucap Bapak.


"Iya Pak." Jawab kak Syahril.


"Riil, nanti tolong carikan kosan buat Mimi ya? Carikan kosan yang dekat Dengan ibu kosnya dan titipkan Mimi sama dia." ucap emak dengan berpesan kepada kak Syahril.


"Iya Mak, nanti akan Aril carikan." jawab kak Syahril.


Setelah berpamitan kepada mereka satu-persatu kami pun berangkat dan sebelum keluar rumah Mimi pun takmlupa memanjatkan do'a keluar rumah.


Bismilaahi tawakkaltu ‘alallahi wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahi.


Artinya:


“Dengan menyebut nama Allah, aku menyerahkan diriku pada Allah dan tidak ada daya dan kekuatan sel


"Yaudah kaalau gitu kami berangkat, Assalamualaikum." ucap Mimi dan kak Syahril.


"Waalaikum salam." jawab mereka semua


"Riil, tolong jaga Mimi." pesan Pakcik dan pakdo ketika kami semua menuruni anak tangga menuju mobil.


"Iya cik, pakdo, do'a kan kami selamat sampai tujuan. Assalamualaikum." jawab kak Syahril dan mengucapkan salam.


"Waalaikum salam." jawab mereka semua.


"Kak, Mimi belum berpamitan sama Umma dan Babah." ucap Mimi teringat akaan Umma dan Babah Syahril.


"Nggak usah, udah kakak wakilkan. Umma dan Babah nitip sala! samaa adek dan minta maaf tidak bisa antar kota ke bandara." jawab kak Syahril dengan !engusap kepala Mimi.


"Waalaikum salam, titip salam juga ya sa!a Umma dan Babah." jawab Mimi dan kembali menitip salam kepada kedua orang tua kak Syahril.


"Iya, nanti kita video call sama mereka." jawab kak Syahril dengan tersenyum.


Sepanjang jalan menuju bandara Mimi banyak diam, ada rasa was-was dihatinya. Ini kali pertama nya dia melakukan perjalan jauh dan naik pesawat.


Setelah sampai di bandara Sultan Thaha Saifuddin, mereka bertiga langsung check in dan setelah mendaptakan boarding paa mereka langsung menuju boarding room untuk !menunggu keberangkatan kami.


Tak lama menunggu waktu pemberangkatan kami pun tiba, Mimi merasa deg-degan karena ini pertama kalinya dia menaiki pesawat, kak Syahril yang melihat Mimi merasa cemas dia pun langsung merangkul Mimi dengan erat seraya membisikkan ketelinga Mimi.


"Jangan cemas gitu tambah cantik nanti." ucap nya dengan candaan.


"Iss kakak, Mimi takut kak. Ini kali pertama Mimi naik pesawat." jawab Mimi pelan.


"Udah ngak apa-apa anggap aja naik mobil," ucap nya dan kami pun telah sampai di pintu masuk pesawat.


"Udah ayok kita ke tempat duduk kita." ucap nya dengan terus merangkul Mimi.


Mimi duduk bersama kak Syahril, kak Syahril masih terus menggenggam tangan Mimi.


"Udah, jangan cemas gitu baca do'a semoga kita selamat sampai tujuan." ucapnya yang masih berusaha menenangkan Mimi.


"Hemm." jawab Mimi.


Tak lama sebelum lepas landas terdengar pramugari memberikan instruksinya, pramugari menjelaskan prosedur keamanan penerbangan mulai dari menggunakan sabuk pengaman yang benar, mengenakan pelampung, mengetahui letak pintu darurat dan cara menggunakan masker.


Kak Syahril memasang sabuk pengamannya dan setelah itu dia membantu memasangkan sabuk pengaman kepada Mimi. Tak lupa Mimi membaca do'a naik kendaraan.


Sesuai dengan ajaran nabi Muhammad saw kepada umatnya bahwa disaat kita menaiki kendaraan jangan lupa untuk membaca do'a.


Pada zaman Rasulullah Saw, kendaraan yang dipakai yaitu unta dan kuda ada pula kendaraan laut yaitu kapal. Berbeda dengan zaman sekarang yang mempunyai banyak macam kendaraan seperti, sepeda motor, mobil, bus, kereta api, pesawat terbang, kapal laut, dan masih banyak lagi. Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita untuk membaca doa naik kendaraan ketika kita akan naik atau mengendarai kendaraan.


Manfaat dari membaca doa tersebut adalah supaya kita pada saat menaiki kendaraan terhindar dari marabahaya yang akan menimpa, dan juga supaya di lindungi oleh Allah Swt, saat berkendara sehingga kita bisa sampai di tujuan dengan selamat dan sehat wal afiat.


Adapun Doa naik kendaraan yang diajarkan Rasullah secara umum adalah sebagai berikut.


سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ


Subhaanalladzii sakkhoro lanaa hadza wama kunna lahu muqriniin wa-inna ilaa rabbina lamunqalibuun.

__ADS_1


Artinya : “Maha suci Allah yang telah menundukkan untuk kami (kendaraan) ini. padahal sebelumnya kami tidak mampu untuk menguasainya, dan hanya kepada-Mu lah kami akan kembali. ”


Hikmah dari mengucapkan doa naik kendaraan diatas adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah Swt, atas Nikmatnya yang telah menganugerahkan kendaraan tersebut untuk bisa kita naiki dan mengantarkan kita sampai tujuan.


Disaat pesawat lepas landas, Mimi semakin cemas dan terus berdoa dalam hatinya agar dijauhkan dari segala Mara bahaya dan musibah.


بِسْمِ اللهِ الَّذِىْ لاَيَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِى اْلاَرِضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ


Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa la fis samaa’i wahuwas sami’ul alim.


“Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya sesuatu itu tidak berbahaya di bumi dan di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Mengetahui.


Mimi menatap keluar lewat jendela dan menatap sendu meninggalkan daerah yang mana dia dibesarkan.


"Selamat tinggal Jambi tanah patuah, Mimi pergi untuk menuntut ilmu di daerah rantau, doakan Mimi agar Mimi mecapai segala cita-cita Mimi." gumam Mimi dalam hati.


Kurang lebih tiga jam perjalanan, kini Mimi, kak Syahril dan kak Ryan telah sampai di bandara internasional Ahmad Yani.


"Alhamdulillah, kita sudah sampai dek." ucap kak Syahril.


"Iya kak alhamdulillah." jawab Mimi dengan tersenyum.


Setelah sampai tak lupa pula Mimi panjatkan doa sebagai rasa syukurnya telah sampai tujuan dengan selamat


Allaahumma innii as aluka lhairohaa wakhairo ahlihaa wakhairo maa fiihaa wa a'uudzubika min syarrihaa wa syaarri ahlihaa wa syarri maa fiihaa.


Artinya: "Ya Allah, saya mohon kepada-Mu kebaikan negeri ini dan kebaikan penduduknya serta kebaikan yang ada di dalamnya. Saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan negeri ini dan kejahatan penduduknya serta kejahatan yang ada di dalamnya"


Mimi membaca do'a tersebut didalam hati nya dan terus berjalan mengikuti langkah kakinya dan tak lupa tangannya selalu dalam genggamannya kak Syahril.


"Ckk gandengan mulu." sindir kak Ryan.


"Syirik lu." jawab kak Syahril acuh.


"Oh ya Riil sudah kasih tau Icad belum?" tanya kak Ryan disaat kami menuju pintu keluar.


"Udah Yan, bentar aku telpon dia dulu." jawab kak Syahril.


Sampainya kami di luar terlihat seorang cowok dengan berkaca mata hitam dan melambaikan tangan ke arah kami.


"Nah tu dia, panjang umur tuh anak belum di telpon dan nongol" ucap kak Syahril dan kami pun berjalan menuju ke arah cowk yang melambaikan tangan tadi.


"Oh ya dek, kenalin ini Irysad sepupu kakak." jawab kak Syahril, Mimi pun hanya mengangguk kan kepala begitu pula dengan Irsyad.


"Ayo bang, kata Ummi ke rumah dulu." ucapnya sembari membawa kami ke arah mobilnya.


"Emm Cad gimana kalau kita langsung cari kosan dulu." ucap kak Syahril memberikan usul.


"Boleh, mau cari dimana?" jawab dan tanyanya pula.


"Kalau bisa sih dekat kampus Syad, jadi ya nggak jauh kalau kekampusnya.


"Emm dekat kampus ya? kampusnya dimana?" tanya Irsyad dan kak Syahril pun memberitahukan kampus yang akan Mimi tuju.


"Oh kamu kuliah di kampus itu juga?" tanya Irsyad ditujukan kepada Mimi.


"Eh iya kak." jawab Mimi.


"Ckk jangan panggil kakak kita kayaknya seumuran, panggil Irsyad aja." jawabnya yangbtak terima di panggil kakak.


"Oh i iya Syad." jawab Mimi.


"Kami juga kuliahkan dek tahun ini?" tanya kak Ryan kepada Irsyad.


"Iya bang." Jawabnya dengan terus konsentrasi mengemudi.


"Kuliah dimana dek, jurusan apa?" tanya kak Ryan kembali.


"Sekampus lah sama Mimi, icad ambil jurusan


management bisnis bang." jawabnya.


"Oh ya bang, ini mau cari kosan kamar atau kayak kontrakan gitu?" tanya Irsyad kepada kak Syahril.


"Emm baguanyansih kayak rumah kontrakan dek, jadi kapan waktu keluarga jenguk bisa nginap." jawab kak Syahril.


"Oh gitu, coba Abang telpon mbak Ais mana tau dia tahu bang soalnya banyak teman nya yang kos dekat kampus." ucap Irsyad dan !menyuruh kak Syahril menelpon Aisyah kakak dari Irsyad.


"Iya juga ha, bentar abang telpon dia." ucap kak Syahril dengan langsung mencari no kontak Aisyah.


Setelah menelpon Aisyah kak Syahril memberitahu irsyad kalau Aisyah sedang berada di kosan temannya dan menyuruh mereka kesana.


"Cad, kata mbak Ais dia lagi di kosan temannya Rini di jl xx katanya posisi dibelakang kampus, dia lagi disana dan minta kita kesana, kamu tau dek?" ucap kak Syahril.


"Oh di kosan mbak Ririn, Icad tau bang yaudah kita langsung kesana." jawab Irsyad.


Sepanjang jalan menuju tempat kosan kami saling bercerita satu sama lain, Irsyad sama seperti halnya kak Syahril dan kak Ryan dingin, cuek tapi menyenangkan jika sudah saling kenal.


----TBC----

__ADS_1


__ADS_2