
"Assalamu'alaikum" terdengar ucapan salam lebih dari satu orang dari luar.
"Waalaikumsalam" jawab kami semua dari dalam.
Tak lama nongol tiga orang pemuda dari bilik pintu, siapa lagi kalau bukan tiga orang sahabat dan sepupu nya Syahril,Ryan, Andri, dan Rudi.
"Wuihhh, Umma kedatangan mantu nih ceritanya." ujar Ryan langsung masuk rumah dan nyablak omongannya dan di iringi gelak tawa oleh Andri dan Rudi. "Hahahaha"
"Iya ni Umma mentang-mentang di datangi mantu lupa ma kita-kita." Canda Rudi yang berlalu mendekat ke Umma dan menyalaminya.
"Wah, mantap nih Umma tau aja kalau andri lagi kepingin engkak ketan." ujar andri dan langsung mencomot engkak.
"Kalian ini baru datang langsung bikin gaduh, ini satu datang-datang langsung nyomot bae ck." umpat Syahril sambil menunjuk kan telunjuknya ke arah Rudi yang sedang menyomot engkak ketan kembali.
"Alah lo Riil, mentang-mentang semangat diri lo balik galak lo datang lagi." Ucap Rudi dan duduk di kursi dekat Mimi.
"Nah nih bocah, ngapain Lo deket-deket Mimi duduknya, noh masih ada kursi nganggur." ucap Syahril sambil menimpuk banyak kursi ke arah Rudi.
"Eitsss nggak kena wee... Pelit amat Lo Riil baru juga duduk di sampingnya, payah Lo." Jawab Rudi dan balik melempari bantal kursi ke arah Syahril dan langsung di tangkap sama Syahril.
"Kalian ini kalau bertemu ndak pernah kalau ndak bikin gaduh," Ucap Umma sambil geleng-geleng kepala melihat anak-anaknya.
Mimi sangat bahagia melihat anak bungsunya kembali ceria, umma selalu berdo'a dalam hatinya agar kebahagian anak-anaknya tak pernah usai.
Umma melihat raut kebahagian di wajah Syahril dikala Syahril menatap wajah Mimi. "Umma sangat merasa bersalah nak pabila kebahagian mu ini di renggut sepihak." gumam umma dalam hati.
Mereka semua bercengkerama bersenda gurah dan selalu menggoda Syahril yang konon sebelumnya telah kehilangan separuh jiwanya.
"Eh ngomong-ngomong Syahril kapan jemput Mimi?" Tanya Ryan.
"Iya, padahal semalam masih galau segalaunya." Rudi menimpali.
"Kepo kalian semua." jawab Syahril.
"Kapan Riil, kalian dah lama di rumah Umma?" Tanya Ryan kembali.
"Apa urusan Lo!" Jawab Syahril ketus.
"Yee ada lah urusannya." ucap Ryan.
"Emang ala urusan lo Yan." ujar Andri.
"Ye adalah, bisanya kan dia kau ke tempat Mimi selama sama gue, nah ini tumbenan gak ngajak gue." sungut Ryan karena kesalahan Syahril yang tak mengajak dirinya.
"Gak setia kawan Lo Riil!" umpatnya kembali.
"Lah emang kenapa sih Yan Lo ko jadi sewot gitu." timpal Rudi.
"Ah kalian ini, udah lah gue mau makan nih engkak." ucapnya dan mengambil piring berisi engkak dan di taruhnya di pangkuannya.
"Gak sopan Lo Yan,Lo embat ndiri engkak nya, sini gue juga mau kali!" Ujar Rudi dengan mengambil piring yang berada di pangkuan Ryan.
"Udah-udah kalian ini rebutan makanan, tuh di belakang masih ada." ucap Umma melerai Rudi dan Ryan yang berebut engkak kesukaan mereka.
"Oh ya Mimi, maafkan anak-anaknya Umma ya yang gak sopan ini." Canda Umma
"Gak apa Umma, sudah lama Mimi gak melihat pemandangan ini." jawab Mimi lirih.
Rudi dan Ryan masih memperebutkan piring berisi engkak, tak lama terdengar salam dari luar.
"Assalamu'alaikum" Ucap seseorang dari luar.
"Waalaikumsalam" Ucap kami semua.
Umma yang mendengar suara salam tersebut dia berdiri dan menuju ke arah pintu untuk menyambut siapa yang datang.
"Babah, dah pulang bah." Ucap Umma sembari menyalami tangan seseorang tersebut.Yah ternyata yang datang adalah Babah Syahril.
"Mari Bah." Ucap umma sbil mempersilahkan Babah masuk dan umma menggandeng tangan Babah.
"Wah rame nih, ada apa nih tumben rumah abah rame." Ucap Babah.
"Nih Bah ada mantu Babah datang." Ryan nyablak.
Mimi dan Syahril pun berdiri mendekat ke arah Babah.
"Bah, ini Mimi yang Ariil ceritakan." Ucap Syahril.
"Dek, ini Babah kakak." imbuhnya memperkenalkan Babah kepada Mimi
Mimi pun mendekat dan menyalami Babah Syahril.
"Assalamu'alaikum Bah," Ucao Mimi dan menyium punggung tangan Babah.
"Waalaikumsalam" Jawab Babah dengan mengelus rambut Mimi.
"Yaudah kalian duduk dulu ya, Babah mau ke dalam dulu mau ganti baju." ujar Babah dan berlalu masuk bersama Umma.
Tak lama Umma keluar dan menghampiri kami.
"Kalian ndak keluar kan?" tanya umma.
"Ndak umma, ada apa?" Tanya Ryan balik.
"Ndak apa, kalau kalian ndak keluar kalian nanti makan di rumah." Ucap umma.
"Siip umma." Jawab Ryan, Andri dan Rudi.
"Yaudah umma mau masak makan siang dulu." Ucap umma dan berlalu balikkan belakangnya.
"Emm umma" Panggil Mimi.
"Ya nak." jawab umma seraya membalikkan badannya.
__ADS_1
"Emm Mimi boleh ikut umma masak?" Ucap Mimi seraya berdiri dan mendekati umma.
"Boleh, ayok." jawab umma, Mimi dan umma menuju ke dapur dan mulai memasak.
Umma dan Mimi memulai mengobrak-abrik dapur dengan berbagai menu buat makan siang, sedangkan Babah sedang bersama para anak bujang di ruang tamu.
Tak lama Mimi menuju ke ruang tamu untuk mengantar air teh buat Babah dan mengantar kue dua piring lagi.
"Bah, ini teh Babah." Ucap Mimi dan menaruh teh Babah di atas meja di depan babah.
"Makasih Nak," Jawab Babah dengan senyum.
Setelah mengantar teh mimi kembali menuju ke dapur untuk membantu Umma memasak.
Tiga puluh menit berlalu masakan pun selesai dan siap disajikan di atas meja makan.
"Mi.. Panggil yang lain nak ajak Babah sama yang lain makan." Ucap umma.
"Baik umma." Jawab Mimi dan berlalu ke depan.
Mimi melihat mereka sedang bersenda gurau dan setelah Mimi mendekat ke arah mereka, mereka pun melihat ke arah Mimi.
"Maaf Babah, makan siang sudah siap." Ucap Mimi.
"Yaudah Mari kita makan dulu." jawab Babah seraya mengajak yang lain.
Mereka semua menuju ke meja makan dan mereka pun memulai makan dengan khidmat tanpa ada yang bersuara dalam acara makan ini, karena ini merupakan peraturan di rumah Syahril.
Setelah selesai makan Mimi hendak membereskan meja makan dan mencuci piring kotor namun di larang oleh Umma.
"Mimi mau apa?" Tanya Umma saat melihat Mimi hendak membereskan meja.
"Mimi mau membersihkan dan membereskan meja makan Umma." jawab Mimi sembari mengumpulkan piring-piring kotor menjadi satu agar enak di angkut.
"Ndak usah nak biar Umma sama wak Ainun yang membersihkannya." Ucap Umma sembari menuangkan sayur dari satu mangkok ke mangkok lain.
"Ndak apa Umma, Mimi bantu." Ucap Mimi dengan terus melakukan pekerjaan tersebut.
Setelah di atas meja beres, Mimi segera menyuci piring-piring kotor tersebut dan setelah itu Mimi minta izin kepada umma untuk sholat dzuhur karena sudah tiba waktunya.
"Umma, Mimi boleh pinjam mukena?" Tanya Mimi kepada Umma dan Umma menganggukkan kepala dan tersenyum.
"Tentu boleh sayang, bentar umma ambilkan." Ucap Umma dan berlalu masuk kedalam kamarnya.
"Nih sayang, Mimi sholat aja di atas dalam kamar Syahril, kamarnya di pinggir dekat tangga ya nak." Ucap Umma dengan mengelus ribut Mimi dan Mimi pun mengangguk.
Para lelaki sholat dzuhur ke masjid yang berada di samping rumah Syahril.
Setelah berwudhu Mimi langsung naik ke atas dan menuju ke dalam kamar Syahril.
Ceklek Mimi membuka pintu kamar Syahril, tampak luas, rapi bernuansa abu. Mimi langsung membentang sajadah menghadap kiblat dan segera melaksanakan sholat.
Sehabis sholat Mimi menyempatkan diri untuk sekedar membaca alquran, karena Mimi sebelumnya melihat ada alquran diatas nakas samping ranjang Syahril.
Setelah Mimi selesai mengaji Syahril mengetuk pintunya.
tok tok tok, Mimi yang mendengar suara pintu di ketuk spontan melihat ke arah pintu dan ternyata itu adalah Syahril dan Mimi lun tersenyum.
Syahril masuk dan dia pun mengulurkan tangannya ke arah Mimi, Mimi mengerutkan kening nya.
"Cium dek." ucap nya
"Ada apa emangnya kak?" Tanya Mimi.
"Kan habis sholat jadi cium dong tangan kakak, belajar jadi istri sholehah nya Syahril hehehe." ucapnya dengan cengiran dan senyum.
"Hemm" Jawab Mimi dan terpaksa Mimi menyalami serta menciumi tangannya.
"Nah gitu dong istriku." Ucapnya.
"Isss kakak." Jawab Mimi dengan manyun.
Mimi pun membuka mukena dan melihatnya setelah itu dia berlalu keluar dari kamar Syahril untuk menghindari godaan syaitan.
Syahril yang melihat Mimi manyun dan langsung ngirit dari kamarnya tersenyum senang, "Semoga kelak menjadi kenyataan ya dek." Gumam nya.
"Sungguh bahagianya dek jika ini kenyataan," Gumamnya lagi dengan terus tersenyum dan diapun menaruh sarung dan pecinya ke atas nakas.
**
Karena hari telah Sore, Mimi pun pamit untuk pulang.
"Emm kak, pulang yuk." Ajak Mimi.
"Adek mau pulang?" Tanyanya dan di anggukin oleh Mimi.
"Iya kak, dah sore." Ucap Mimi.
"Yaudah ayok kakak antar, tunggu bentar kakak panggil Umma dan Babah dulu." Ucap Syahril dan berlalu memanggil Umma dan Babah.
"Umma, Babah Mimi pamit pulang." Ucap Mimi dan menyalami mereka.
"Oh yaudah makasih ya nak." Ucap Umma dan memeluk Mimi.
"Mimi yang makasih Umma sudah di kasih makan siang hehehe." Ucap Mimi.
"Jangan sungkan main ke rumah babah." Ucap babah sambil mengelus rambut Mimi saat Mimi mencium punggung tangannya.
"Iya Babah, makasih." Jawab Mimi..
"Assalamu'alaikum" Ucap Mimi
"Waalaikumsalam" ucap mereka semua.
__ADS_1
"Kak, mimi pulang." pamit Mimi kepada Ryan andri dan Rudi.
"Iya hati-hati." Ucap mereka.
Mimi pun pulang dengan di antar oleh Syahril dan tak lupa Umma tadi membawakan Mimi kue engkak.
Sesampainya di rumah Mimi mengajak kak Syahril untuk naik terlebih dahulu. Mimi dan Syahril masih mengobrol sebentar hingga suara adzan ashar bergema dan Syahril pun pamit pulang.
"Dek, kakak pulang ya, assalamu'alaikum."
"Iya kak hati-hati, waalaikumsalam" jawab Mimi.
Setelah Syahril pulang Mimi langsung melaksanakan sholat ashar dan setelah itu dia langsung mengangkat pakaiannya dan dia langsung menyetrikanya.
****
Hari demi hari terus berlalu hubungan Mimi dan Syahril pun membaik seperti semula, Mimi pun sering di ajak ke rumah orang tua Syahril tiap hari minggu.
Sampai hingga kini Mimi belum juga mengetahui permasalahan yang membuat Syahril mendiamkannya hingga sebulan lebih.
Sebelum ujian nasional kak Syahril mengajak teman-temannya kerumahnya pada hari libur menjelang menghadapi UAN.
Yah sebelum menghadapi UAN siswa kelas tiga di beri hati tenggang selama 3 hari untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi UAN.
Dan kebetulan di hari sabtu juga libur nasional jadi kami semua berkumpul di rumah kak Syahril.
Orang tua kak Syahril sangat senang melihat rumah nya ramai. Kebetulan rumah kak Syahril buah jambu dan mangga nya berbuah, Kak Rani dan kak Jennie berencana membuat rujak.
Mereka duduk di bawah pohon jambu yang mana di sana sudah di buat bangku untuk bersantai.
Kami semua berkumpul di bawah pohon jambu yang rindang dengan buahnya, kami semua menikmati rujak yang segar sambil bersenda gurau.
Mimi merasa kebelet buat buang air kecil dia pun akhirnya masuk ke rumah untuk ke toilet. Setelah hajatnya selesai Mimi melihat Umma sedang berada di dapur sedang meracik bahan masakan. Mimi yang melihat Umma yang melihat sedang sibuk, Mimi pun menghampirinya.
"Umma" Panggil Mimi.
"Eh nak, kok ada di dapur." Jawab nya.
"Iya Umma tadi Mimi habis dari toilet dan melihat sedang sibuk. Ada yang bisa Mimi bantu Umma?" Tanya Mimi.
"Ndak usah nak, Mimi di sana aja kumpul sama yang lain." Ujar Umma sembari menyisihkan sayur-sayuran yang telah di potongnya dan hendak di cuci.
Mimi melihat Umma akan mencuci sayuran tersebut mengambil alih.
"Sini Umma biar Mimi yang cuci." Ucap Mimi dan mengambil sayuran tersebut dari tangan Umma dan langsung menurunkan kran dan mencucinya.
Setelah mencuci sayur mayur, Mimi membantu Umma mengupas bumbu untuk sup.
Mimi dan Umma larut dalam acara memasak, menu makan siangnya kali ini sup daging, capcay seafood, sambal kentang ati ampela, dan ayam panggang serta ada juga sambal terasi.
Satu jam Mimi dan Umma berkutat di dapur dan dua menu masakan pun selesai dimasak dan disajikan di atas meja.
Setelah selesai menyajikan menu masakan Mimi mebantu wak Ainun mencuci peralatan masak yang kotor.
Setelah selesai semua Mimi duduk berdua bersama Umma di ruang keluarga dan berbincang-bincang. Mimi yang tak melihat Babah sedari dia ada di rumah pun menanyakan keberadaan Babah kepada umma.
"Umma, Babah kemana? kok Mimi ndak melihat sedari tadi." Tanya Mimi.
"Babah tadi pergi ke rumah sakit karena ada jadwal operasi hari ini." jelas Umma.
"Oh ya Mimi kelak kalau lulus SMA mau lanjut kemana?" Tanya Umma.
"Insya Allah kalau ada rezeki Mimi ingin lanjut ke kedokteran Umma." Jawab Mimi.
"Mimi mau jadi dokter apa kelak?" Tanya umma lagi.
"Insya Allah kalau tercapai Mimi ingin menjadi dokter jantung Umma," Jawab Mimi.
"Wah bagus itu, kalau kelak kalian berjodoh jadi rumah sakit yang Babah dirikan tak payah lagi cari dokter dari luar." ujar Umma.
"Aamiin" Ucap Mimi.
Umma yang mendengar Mimi mengaminkan omongannya pun menjadi sedih akan permasalahan yang belum ujungnya. Akhirnya dia pun menceritakan semua permasalahan yang dihadapi Syahril sewaktu mereka renggang dulu.
Ada rasa getir dan sesak di dalam dada Mimi dan Mimi pun berderai air mata ketika mendengar cerita Umma nya. umma yang melihat Mimi berderai air mata dia menghapus air mata Mimi, dia mengecup kening Mimi dan meluk Mimi dengan penuh cinta seorang ibu.
Umma meminta Mimi untuk berjanji tidak meninggalkan anaknya karena kata Umma Syahril sangat bahagia bersama Mimi dan Umma juga mengatakan kalau Umma membantu kami dalam setiap do'a nya.
Mimi pun berjanji selama tidak ada pembahasan permasalah itu kembali Mimi akan selalu menjaga hatinya buat Syahril.
Dan semenjak itu pula Syahril terlalu posesif dan protektif kepada Mimi.
___________tbc_________
________________________
HAI HAI RIDERS DOKTER JANTUNGKU ASSALAMU'ALAIKUM SELAMAT MALAM SELAMAT BERISTIRAHAT.
ALHAMDULILLAH DOKTER JANTUNGKU UPDATE LAGI, TERIMAKASIH ATAS SEGALA DUKUNGANNYA DAN AUTHOR SELALU MEMOHON KEPADA PARA RIDERS UNTUK SELALU MENDUKUNG KARYA KARYA AUTHORE DAN JANGAN LUPA DI KLIK FAVORIT KARYA AUTHORE.
JANGAN LUPA PULA DUKUNGAN DAN JEJAK KALIAN
VOTE
RATE
LIKE
KOMEN
KRISAN KALIAN SANGAT AUTHORE BUTUHKAN UNTUK MENUNJANG KARYA AUTHORE LEBIH BAIK LAGI
💖💖💖TERIMAKASIH💖💖💖
__ADS_1