DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
174


__ADS_3

Adzan Maghrib berkumandang di tengah derasnya hujan di kota Semarang. Mimi melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim, habis sholat Mimi tak langsung beranjak melainkan dia melanjutkan membaca ayat suci Al-Quran sebagai rutinitasnya setiap selesai melaksanakan sholat fardhu.


Hujan deras membasahi bumi Semarang, di parkiran apartemen mewah seorang pemuda sedang tergesa-gesa memasuki mobilnya.


Beruntungnya apartemen mewah ini memiliki parkiran yang nyaman dan terlindungi dari hujan dan matahari. Dillah tidak mengetahui jika dinluar sedang turun hujan.


Saat Dillah akan memasukkan kunci nya enatha mengapa kunci tersebut terjatuh.


"Aduh ni kunci pakek acara jatuh lagi." ucap nya sembari menunduk mencari kuncinya.


Saat Dillah akan menegakkan kembali badannya tanpa sengaja dia melihat sebuah benda yang berada di bawah kursi penumpang di sampingnya.


"Emm apaan nih." Gumamnya dan mengambil benda tersebut.


"Hah, dompet siapa?" Gumamnya ketika melihat dompeet tersebut. Ya benda yang berada di bawah kursi itu adalah dompet.


"Ini dompet cewek.. emmm, tapi punya siapa ya?" Dillah berbicara dengan dirinya sendiri dengan membolak balikkan dompet tersebut dengan ekspresi wajah yang bingung.


Dillah membuka dompet tersebut, namun tak di temukan identitas. Bahkan uang yang ada di dalam dompet itupun hanya ada lima ratus lima puluh ribu dan ada beberapa uang kertas dua ribuan.


Dillah melihat disetiap ruang di dalam dompet untuk mencari identitas si pemilik dompet, tapi tak ada identitas. Yang ada hanya foto orang tua.


"Emm kira-kira dompet siap ya?kok nggak ada identitas gini." Gumamnya sambil mengingat-ingat.


"Ini dompet cewek dan aku ndak pernah bawa cewek ke mobil ku." Gumamnya dengan mengetuk-ngetuk dompet ke tangan sebelahnya.


"Emm tunggu tunggu tungu, bawa cewek.. Emm hanya Mimi yang masuk dan duduk di dalam mobilku." Dillah terus berbicara sendiri.


"Atau jangan-jangan ini.. Dompet Mimi." ucap dengan antusias.


"Ah yaudah lah besok aja ngantarnya, aku mau belanja keperluan dapur ku dulu " ucap nya dengan segera menghidupkan !mesin !kbionya dan dia pun melajukan mobilnya keluar dari parkiran.


"Wah ternyata hujan.. Mana kelihatan deras lagi." ucapnya sembari melihat kiri dan kanan jalanan melihat apa ada kendaraan yang akan melintas atau tidak. Disaat jalanan lengang diapun membelokkan mobilnya dan melajukan mobil menuju market.


Dillah melajukan mobilnya dengan hati-hati karena hujan yang deras dan jarak pandangan yang sedikit berkabut ditambah hari pun mulai gelap.


Disaat diperjalanan,Dillah kepikiran akan dompet Mimi.


"Pasti dia kelabakan kehilangan dompet nya." ucap Dillah.


"Emm, ah sudah lah aku antar saja dompetnya dulu baru perginke market." gumam Dillah dengan ekspresi acuh dan dia !membelokkan arah mobilnya menuju jalan kekampusnya khususnya jalanan menuju kosan Mimi.


Tiga puluh menit perjalan Dillah pun sudah berada di depan kosan Mimi. Adzan Maghrib telah berlalu Dillah pun belum melaksanakan indahnya. Hujan yang deras me!buat dirinya ragu untuk turun namun akhirnya diapun memaksakan diri untuk turun.


Diambilnya payung yang selalu tersedia di dalam mobilnya, Dillah pun turun menuju kosan Mimi.


Didepan pintu kosan, saat Dillah akaan mengetuk pintu terdengar alunan suara yang melantunkan ayat suci Alquran di dalam, sehingga Dillah pun mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu.


"Masya Allah, sungguh maha mulia ciptaan mu rabb." ucap Dillah ketika mendengar suara lantunan ayat suci Al-Quran.


"Kau beri doa wajah yang manis, kau beri doa hati yang baik dan mulia dan sekarang kau beri dia kesholehaan. Sungguh beruntung lelaki yang mendapatkan nya." Dillah berbicara sendiri dengan memuji si pemilik suara tersebut.


Karena waktu terus berjalan dan Dillah teringat akan dirinya yang belum melaksanakan sholat maka dia pun me!beranikan mengetuk pintu kosan Mimi.


Berkali-kali dia mengetuk namun tak ada sahutan dari dalam, mungkin karena derasnya hujan jadi ketukan pun tak terdengar dari dalam, Dillah mencobanya lagi dan kali ini dia yakin kalau ketukannya berhasil karena terdengar suara shodaqallahu


adzim yang berarti orang yang sedang mengaji tersebut telah selesai mengaji.


"Assalamualaikum" ucap Dillah tapi belum ada sahutan dari dalam.


"Assalamualaikum." Dillah !mengulangi nya.


Mimi yang berada di dalam mendengar ada yang mengetuk pintu dan !mengucapkan sholat Mimi yang masih memakai mukena keluar dari kamarnya dan mendekat ke arah pintu kosan.


"Waalaikum salam, tunggu bentar." jawab Mimi.


Sesampainya di pintu, Mimi membuka pintu dan terdapat punggu seseorang yang dilihatnya.


"Iya, ada apa ya?" ucap Mimi dan orang tersebut pun berbalik.


"Em kakak, ada apa ya?" tanya Mimi ketika melihat orang tersebut adalah seniornya.

__ADS_1


"Emm, ini mau ngantar dompet. Apa ini dompet kamu?" tanya Dillah dengan menunjukkan dompet tersebut.


"Masya Allah, i iya bener kak. Kok ada sama kakak." jawab Mimi menerima dompetnya dan kembali bertanya.


"Itu aku ketemukan di bawah kursi mobilku." ucap Dillah.


"Emm oh makasih kak." jawab Mimi terdengar suara krucuk-krucuk.


"Emm kakak lapar?" tanya Mimi mendengar suara krucuk-krucuk yang berasal dari perut Dillah. Dillah hanya tersenyum kikuk dan malu.


"Si al ni perut, bikin malu aja." ucap Dillah dalam hati dan menggaruk kepala yangbtak gatal.


Mimi melihat Dillah secara intens, terlihat wajah yang basah terkena bias dari hujan, terus Mimi lihat ke arah luar terasnya yang ternyata hujan masih begitu deras. Mimi ingin menyuruh Dillah masuk tali Mimi takut, jika nanti menjadi sebuah fitnah namun jika dilihat keadaan itu tidak memungkinkan.


Mimi mengucapkan basmalah di dalam hatinya dan menyuruh Dillah untuk masuk ke dalam kosannya.


"Emm kak, masuk aja dulu. Hujan juga masih deras." ucap Mimi dan mengajak Dillah.


"Apa nggak apa-apa?" tanya Dillah dengan melihat kesekelinlig terlihat sepi dikarenakan hari yang senja dan hujan pun sangat deras.


"Insya Allah ngak apa-apa kak, mari.." ucap Mimi dan mengizinkan Dillah untuk masuk.


"Emm terimakasih, aku masuk ya." ucap Dillah dan masuk.


"Iya kak, silahkan duduk. Maaf nggak ada kursi." ucap Mimi.


"Iya gak apa-apa,emm tali boleh nggak aku numpang sholat,soalnya belum sholat Maghrib aku." ucap Dillah dan meminta izin buat sholat.


"Oh boleh kak, emm kamar mandi nya di belakang. abenyar Mimi ambilkan sajadah." ucap Mimi dan memberitahu Dillah keberadaan kamar mandi dan Mimi berlalu kedalam kamarnya buat mengambil sajadah.


Dillah hanya mengangguk dan berlalu menuju dapur untuk ke kamar mandi sesuai arahan Mimi. Dillah memasuki kamar mandi Mimi dan tersenyum sendiri. Entah apa yang sedang dipikirkannya, hanya Allah dan diri nya yang tau.


Mimi telah menciptakan sajadah di rumah tamunya dan sudah Mimi bentangkan. Tak lama Dillah sudah berada di belakang Mimi.


"Eh kak." ucap Mimi kaget melihat Dillah sudah berada di belakangnya.


"Em ini kak sudah Mimi siapkan." ucap Mimi dengan senyum.


"Eh nggak kak, Mimi sudah siap sholat tadi." jawab Mimi.


"Oh yaudah kalau gitu saya sholat dulu." ucap Dillah, Mimi hanya !mengangguk dan Dillah pun segera !menunaikan ibadah yang sudah ketinggalan waktu.


Mimi memasuki kamarnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang berlengan panjang dan tak lupa Mimi pun mengenakan hijab. Setelah berganti pakaian Mimi langsung menuju ke dapur untuk me!panaskan gulainya.


Dillah sudah selesai sholat dan diapun memanjatkan segala do'a.


Saat berdoa tercium aroma dari arah dapur yang membuat perut Dillah semakin meronta.


Dillah bergumam dalam do'a nya."Ya Tuhan kenapa perutku bikin malu krucuk krucuk. Ais nih perut" gumamnya dan Dillah pun segera mengakhiri doanya dengan membaca do'a sapujagat.


Setiap kali manusia beribadah hendaklah kita menyempatkan diri untuk berdoa kepada sang pencipta, mengadu dan meminta lah kepada nya terutama kita yangbberumat islam karena berdoa adalah amal penting dalam agama Islam. Berdoa menandakan seorang hamba rendah di hadapan Allah SWT.


Allah SWT pun makin 'suka' kepada hamba yang banyak minta berbagai urusan, baik dunia maupun akhirat.


Doa terbaik adalah yang bersumber dari Al Quran. Baik doa yang dicontohkan para nabi dan rasul sebelum Nabi Muhammad SAW maupun dari Rasulullah sendiri.


Salah satu doa yang cukup terkenal karena mencakup doa untuk kebaikan dunia dan akhirat adalah doa 'sapujagat.'


Doa ini terdapat dalam Surah Al Baqarah ayat 201 yang berbunyi


وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ


Arab-Latin: Wa min-hum may yaqụlu rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā 'ażāban-nār


Terjemah Arti: Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".


Setelah selesai memanjatkan do'a, Dillah melipat sajadah dan menaruhnya ditepi. Mimi masuk menuju ruang tamunya dengan !membawa piring serta lauk pauknya.


Setelah menaruh piring dan lauk pauknya, Mimi kembali ke dapur untuk mengambil nasi serta cangkir dan teko yang berisi air minum.


Semua sudah tertata di atas karpet, Mimi melihat Dillah dan Dillah pun menatap Mimi dengan tatapan penuh arti.

__ADS_1


"Ayo kak, kita makan dulu. Maaf lauk nya hanya seadanya." ucap Mimi mengajak Dillah untuk makan. Mimi mengambilkan nasi dan menaruh nya kedalam piring setelah itu Mimi serahkan ke Dillah.


Dillah menerima piring itu dan tersenyum. "Terimakasih, maag jadi merepotkan." ucap Dillah.


"Sama-sama kak, nggak merepotkan kok. Anggap aja ini tanda terimakasih Mimi kepada kakak yang mengantar Mimi belanja dan pulang dari pasar." jawab Mimi.


"Ayo kak." ajak Mimi dan menyerahkan mangkok berisi gulai ikan kakap yang dicampur pucuk ubi. Dillah menerima nya dan dia mengambil sepotong ikan bagian kepalanya dan pucuk ubinya.


"Maaf ya kak, menunya biasa aja." ucap Mimi melihat Dillah yang belum juga menyuapkan nasinya.


"Eh nggak kok, ini enak. Emm ini gulai ikan kakap bukan?" tanya Dillah.


"Iya kak, Eh kok kakak ambil bagian kepalanya, ini kan ada dagingnya kak." ucap Mimi dengan !menyendok kan ikan yang berdaging dan hendak di masukkan kedalam piring Dillah.


"Eh nggak usah." ucap Dillah dengan memegang tangan Mimi agar tidak memasukkan lagi potongan ikan. Mimi menatap Dillah begitu pula Dillah dengan tangan yang masih memegang tangan Mimi. Mereka saling berpandangan satu sama lain.


"Emm." ucap Mimi dengan menarik tangannya. Dillah tersadar dan melepaskan genggamannya.


"Maaf." ucap Dillah.


"Emm kenapa kakak nggak makanan yang bagian dagingnya?" ucap Mimi dan bertanya.


"Aku lebih suka makan bagian kepalanya." ucap Dillah dengan tersenyum.


"Oo..Emm padahal kepalanya mau buat Mimi." ucap Mimi lirih dan cemberut dengan wajah di tundukkan.


Ya Mimi juga menyukai di bagian kepalanya karena ada sensasi tersendiri jika makan bagian kepala, kita bisa menghisap dintulangnya.


Akhirnya mereka makan berdua di kosan Mimi dengan nuansa cuaca yang dingin karena hujan yang sedang mengguyur bumi kota Semarang.


Sehabis makan Dillah pun pamit, karena jam dia merasa gak enak bila terlalu lama di dalam kosan Mimi.


"Emm, aku pamit dulu ya dan makasih makanan malam nya." ucap Dillah.


"Oh iya kak, sama-sama." jawab Mimi sembari berdiri hendak mengantar Dillah ke pintu.


"Yaudah alau pulang, makasih sekali lagi. Masakan kami enak, dan menu tadi adalah kesukaan aku." ucap Dillah dengan menyatakaan kalau menu yang di hidangkan Mimi adalah menu kesukaan dirinya.


"Sama-sama kak." ucap Mimi dengan tersenyum, Dillah melihat senyum itu tertegun dan bagaikan terhipnotis Dillah melihatnya tanpa berkedip dan memfokuskan dirinya menghadap bibir Mimi.


Mimi merasa tak enak di lihat secara intens oleh Dillah dan Mimipun menyadarkan Dillah dengan memanggilnya.


"Kak." panggil Mimi.


"Eh iya maaf, aku pamit assalamualaikum." ucap Dillah yang merasa tak enak hati dan berlalu pergi mengambil payung dan berjalan keluar dari perakarangan kosan menuju mobilnya tanpa mendengar balasan Salaam dari Mimi..


"Waalaikum salam." jawab Mimi sambil melihat Dillah yang semakin menjauh.


Mimi mengunci pintu dan dia langsung menuju dapur untuk mencuci piringnya, setelah itu dia segera mengambil wudhu u tuk !menunaikan sholat isya.


Dillah sepanjang jalan tersenyum seorang diri hingga sampailah dia di parkiran apartemen nya. Dillah yang awalnya Aan berbelanja !pmenjadi lupa segalanya.


Dillah turun dari mobilnya dan berjalan menuju lift, sepanjang dia berjalan menuju apartemen nya dia bersiul-siul dan tersenyum sendiri bak orang yamgblagi kasmaran.


Apakah Dillah kasmaran atau tidak hanya dirinya saja yang tau, Dillah membuka pintu apartemen nya dan dia langsung masuk kedalam kamarnya setelah mengunci pintu apartemen.


Direbahkannya tubuh atletis nya di atas kasur king size miliknya, di tatapnya langit-langit kamar yang bercat ke abuan dengan !ulut yang masih bersiul dan sekali-kali bibirnya menyunggingkan senyuman.


"Senyuman itu,.." ucapnya dan seketika dia langsung duduk.


"Senyuman, senyuman itu..Ya Tuhan.." ucapnya sesijt histeris.


"Ya tuhan.." ucapnya lagi dengan !enangkuokan kedua tangannya dan menutupi wajahnya sambil menggelengkan kepalanya.


Hujan terus mengguyur dengan derasnya, cuaca yang dingin merupakan cuaca yang dapat menghantarkan seseorang hanyut ke dalam relung mimpi.


Mimi yang merasa sudah kantuk pun merebahkan dirinya dan menarik selimut badcover nya sampai hampir menutupi seluruh tubuhnya. Mimi memejamkan matanya dengan damai dan maauk ke alam mimpi hingga esok subuh.


Kira-kira Dillah kenapa ya dengan senyuman itu? kita lanjut di Next bab nya ya. Jangan lupa jempolnya klik ❤ dan👍 ya.


""" Tbc"""

__ADS_1


__ADS_2