
Tepat seperti yang dikatakannya pas jam 7 malam dia sudah berada di rumah.
"Assalamualaikum."
Terdengar ucapan salam dari luar, pakcik yang sedang duduk bersama anaknya di ruang tengah berjalan mengampiri pintu depan.
"Waalaikum salam." Jawab pakcik sembari membuka pintu. " Eh Riil, ayo masuk." Ucap pakcik dan mengajak Syahril masuk.
"Iyo cik makasih." Ucapnya dan mengekor pakcik dari belakang.
"Emm.. Mimi mana Cik?" tanya nya setelah dia sampai ke ruang tengah tak menemukan keberadaan Mimi.
"Oo Mimi dia, kerumah Di'ah tadi." jawab pakcik dan Syahril hanya menarik nafasnya kesal.
"Oo gitu Yo cik," jawabnya lesu.
"Ayo Riil duduk, bentar lagi Mimi jugo Balek Dio cuma ngantar buku kerumah Di'ah." ucap pakcik.
"Mau kemana Riil?" tanya Bicik yang melihat Syahril dengan style yang rapi sembari menyodorkan minuman kedepan Syahril.
"Mau ngajak Mimi belanja Cik." ucapnya.
"Eza boleh ikut dak kak?' tanya anak Bicik Eza.
"Boleh," jawab Syahril dengan tersenyum dan mentoel pipi Eza yang gembul.
"Eh dak boleh, Eza dak boleh ikut." ucap pakcik.
"Tapi yah, Eza mau ikut." Ucap Eza dengan cemberut sehingga pipi gembulnya gelembung.
"Dak boleh besok aja pergi sama ayah dan emak." ucap nya.
"Kalau mau dak apo jugo Cik, kalau Pakcik Samo Bicik ikut, kebetulan Ariil pakek mobil." ucap Syahril.
"Boleh juga tu yah, sekalian belanja susu Eza." Seru Bicik.
"Iyo cik." ucap Syahril.
"Yaudah Riil, Bicik siap-siap dulu." ucap Bicik dan berlalu masuk dalam kamar untuk berganti pakaian.
Tak lama Mimi pulang dan Mimi melihat ada mobil terparkir, Mimi pun segera masuk ke dalam rumah dan Mimi hanya tersenyum melihat Syahril, Syahril menatap Mimi tajam karena Mimi masih memakai baju tidur dan tidak bersiap-siap seperti yang dikatakannya sore tadi.
Mimi yang melihat tatapan intimidasi dari Syahril hanya cengir dan berkata maaf.
"Maaf, bentar Mimi bersiap dulu." ucap Mimi dan ngacir masuk kedalam kamar.
"Fiuh, kenapa bisa lupa gini sih, mana ke rumah Di'ah lumayan lama juga." gumam Mimi seraya mengambil baju lengan panjang dan celana dan langsung memakainya cepat, Mimi menyisir rambutnya dan menjepit rambutnya dan tak lupa pakai lipgloss setelah itu langsung keluar.
Setelah keluar kamar Mimi melihat Bicik sama Eza dan pakcik juga sudah memakai baju yang rapi dan Mimi pun bertanya karena Mimi menyangka kalau paman dan bibi nya mau pergi.
"Mau kemana Cik?' tanya Mimi.
"Mau ikut kalian." Ucap Bicik dengan senyum.
"Oo" jawab Mimi dan Mimi merasa aman dari grutuan Syahril karena dia lupa.
Kami pun pamit sama Nyai dan berangkat menuju JPM.
__ADS_1
Sesampai JPM Mimi berpisah sama bibi nya walau masih dalam satu tujuan.
Mimi dan Syahril menuju ke rak-rak bahan-bahan kue dan Mimi menemukan coklat batangan yang ukuran 1kg dan Mimi mengambil 1bungkus namun Syahril mengambil lagi 2 bungkus.
Mimi melihat syahril memasukan dua bungkus tiap apa yang Mimi ambil sebungkus dia memasukkan dua bungkus lagi.
"Kak, kok banyak amat." Tanya Mimi, dalam hati Mimi menggerutu "Bisa habis duit jajanku bulan ini." Dan Mimi memanyunkan bibirnya.
"Biar besok-besok ndak beli-beli lagi." ucapnya enteng.
"Sudah semua belum dek? tanyanya.
"Udah, tapi bentar" jawab Mimi dan Mimi berjalan menuju ke rak yang tersusun pewarna makanan dan mengambilnya satu satu. Mimi melihat Aril mengikutinya dan hendak mengambil pewarna Mimi pun dengan sigap melarangnya.
"Jagan ditambahkan lagi ini, pun bisa lama habisnya." ucap Mimi dan Syahril pun urung mengambilnya. "Ayok sudah." ucap Mimi lagi.
"Yaudah ayo kita ke sana dulu." ajaknya sambil menunjukkan ke rak bagian buah-buahan.
"Hem ayo." Ucap Mimi mengikuti langkah Syahril.
Ada rasa was-was di hati Mimi takut uang yang dibawa kurang, mustahil kan Mimi minta di bayarin belanjaan nya kini.
Syahril memilih jeruk dan memasukkan nya ke dalam plastik yang disediakan, tak hanya jeruk dia juga mengambil apel, pir, dan kelengkeng. Setelah semua sudah masuk kedalam plastik Syahril langsung menuju tempat penimbangan dan setelah selesai menimbang Syahril masukkan buahnya ke dalam troli yang di dorongnya.
Setelah itu dia juga mengitari rak-rak yang berada dalam market tersebut dengan Mimi yang mengekorinya.
Sesampai di rak minuman Syahril meminta sama seorang SPG nya untuk mengambil minuman kaleng yang dus dusan.
Mimi masih mengekorinya kemana oun langkah kakinya. Syahril melangkah bersama sang mas-mas SPG dan ternyata mas SPG nya mengambil minuman kaleng soda fanta dan sprite masih-masing satu dus.
Setelah dua minuman kaleng di taruh dalam troli, Syahril masih mengitari rak-rak dan berakhir di rak makanan ringan. Diapun mengambil kacang kulit dan yang lainnya.
"Adek ndak minat beli jajanan?" tanya nya dan Mimi hanya menggeleng.
Setelah semua yang diinginkan dapat, Syahril mendorong troli yang sudah terisi penuh menuju kasir dan ikut antrian, ternyata di kasir yang berjarak dua kasir, disana Bicik juga sedang bertransaksi.
Setelah giliran Syahril dan semua belanjaan telah terhitung Syahril mengeluarkan dompetnya dan mengambil beberapa lembaran berwana merah dan diserahkan ke kasir.
Setelah selesai bertransaksi, kami semua keluar. Sebelum keluar menuju pintu keluar Syahril menawarkan kembali.
"Mau kemana lagi cik?" tanyanya
"Emm, sudah lah Riil pulang lah lagi." jawab pakcik.
"Yah.. Eza mau beli mobilan." ucap Eza anak pakcik.
"Besok Bae ya, sudah malam." pujuk pakcik tapi Eza cemberut.
Syahril yang melihat Eza cemberut diapun mengusap kepala Eza.
"Yaudah cik, biar Aril sama Eza dan Mimi ke atas dulu." ucap Syahril seraya menggandeng Eza dan mengamit tangan Mimi.
"Dak usah lah Riil, biarin nanti juga lupa Ezanya." ucap pakcik menolak.
"Ndak apa cik mumpung masih di mall. O ya Cik, kami titip belanjaan kami ya." Ucap Syahril sembari memberikan troli belanjaan kepada pakcik.
"Yaudah kalau itu mau nya Syahril, sini trolinya." ucap pakcik dan mengambil troli yang di sodorkan Syahril. "Pakcik sama Bicik nunggu di kursi tunggu luar ya." pakcik memberitahu.
__ADS_1
"Iyo Cik, kami ke atas dulu." Jawab Syahril dan kami pun berjalan menuju lantai atas.
Sesampainya di atas kami menuju ke toko kids toys yang berkualitas dengan beraneka mainan anak-anak.
"Mau mobilan yang mana Za?" tanya Syahril.
Eza yang melihat banyaknya jenis mainan dia menjadi bingung, tapi dia langsung menuju ke rak yang terpampang mobil remote dan diam mematung melihat mobilan tersebut.
"Mau yang ini?" tanya Syahril dan di anggukin kepala sama Eza.
Syahril mengambil mainan tersebut dan bertanya lagi sama Reza.
"Eza mau apa lagi?' tanyanya dan Eza hanya menggeleng.
"Eza cuma mau ini." ucapnya dengan memeluk mobilan yang sudah berpindah tangan di tangannya.
"Yasudah kalau gitu, kita bayar dulu ya." ucap Syahril dengan telaten dan menuju kasir sambil menggandeng tangan Eza.
"Kak." panggil Mimi.
"Iya dek." jawabnya.
"Itu mahal kak, cari model lain saja." bisik Mimi merasa tidak enak.
"Tidak apa sekali-kali." Jawab Syahril dan menyodorkan beberapa lembar uang berwarna merah untuk membayar mobilan tersebut.
Setelah selesai transaksi kami keluar dari kids toys dan hendak kembali ke lantai dasar.
Saat melewati pakaian wanita Syahril bertanya pada Mimi.
"Adek mau beli baju ndak?" tawarnya.
"Ndak, ayo kita ke bawah Pakcik sudah lama nungguin." ucap Mimi sambil mengamit tangan Syahril.
"Yaudah ayo." jawab Syahril sambil memegang erat genggaman Mimi.
Sesampainya di luar pakcik sama Bicik sedang duduk di bangku panjang.
"Yaudah tunggu bentar ya kakak ambil mobil." ucap Syahril berlalu pergi ke arah parkiran dan Mimi menuju ke arah pakcik dan Bicik nya.
Disaat Mimi menunggu bersama pakcik dan biciknya ada seseorang yang memerhatikan nya dalam diam.
Ayok siapa kah itu???
Hai assalamualaikum selamat siang maaf update siangnya hanya 1000+ kata. semoga dapat menghibur di siang hari.
Jangan lupa terus beri DUKUNGANNYA dan tinggalkan JEJAK nya ya.
vote
like
rate.
komen
ππππ TERIMAKASIHππππ
__ADS_1