DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
124


__ADS_3

Adzan subuh berkumandang, terdengar sudah suara riuh di belakang para pekerja telah beraktifitas karena hari ini kak Rudi dan kak Rani akan mengadakan ijab qabul.


Mimi terbangun langsung membangunkan Di'ah dan yang lain sebelum dia pergi menuju kqmar mandi.


"Diah, Emma, Novi, Sila Manda bangun sudah adzan." mimi membangunkan mereka semua.


Setelah membangunkan mereka mimi langsung mengambil handuk nya dan langsung beranjak menuju kamar mandi, keberuntungan berada di pihak Mimi karena kamar mandi nya sedang kosong dan mimi pun langsung mandi dan tak lupa berwudhu.


Sehabis mandi dan berwudhu Mimi langsung menjalankan sholat dua rakaatnya. Sehabis sholat kak Jeni dan kak Rani juga telah bangun dan mereka berdua keluar dari kamar.


"Sudah sholat Mi?" tanya kak Rani.


"Eh kak Rani sudah bangun, alhamdulillah sudah kak." jawab Mimi sambil melipat alat sholatnya dan dimasukkan kembali ke dalam tas.


"Sudah Mi, loh mana yang lain?" tanya kak Rani kembali.


"Masih mandi mungkin kak." jawab Mimi. "Oh ya kak nanti malam ya malam batangasnya?" tanya mimi lagi.


"Iya Mimi dan yang lain kesini lagi ya?" pintanya.


"Insya allah kak." Jawab Mimi dan terlihat teman-teman Mimi telah selesai mandi dan hendak sholat subuh.


"Mi, ada bawa telkung ndak, pinjam, aku lupa bawa semalam?" tanya Emma.


"Ada Ma, nih." ucap Mimi dengan memberikan mukena kepada Emma.


"Oke makasih." jawab Emma dan dia langsung memamakai mukena dan menjalankan ibadah dua rakaat nya.


"Kakak sudah sholat?" Mimi bertanya kepada kak Rani.


"Kakak libur Mi." jawab nya sembari duduk bersama kami "Baru datang subuh ini waktu mau mandi eh datang tamunya." imbuhnya, yang lain yang telah selesai sholat hanya tersenyum.


"Hahahaa." Emma tertawa setelah mendengarnya dan kami melihat ke arahnya.


"Emma emang sudah selesai sholatnya? ketawa ngakak di subuh hari." ucap Novi.


"Iya jangan-jangan sholatnya asala-asalan." ucap Mimi.


"Enak aja bilang aku sholat asal-asalan," jawabnya dengan cemberut.


"Lah terus kenapa ketawa?" tanya Sila.


"Ya ndak kebayang aja lah malam pertama kak Rani sama kak Rudi nanti hehehe." ucap Emma.


"Huss anak kecil pikiran dah malam pertama aja." ucap Kak Jeni.


"Yee kak Jeni ini, anak kecil gini juga udah bisa kak buat anak." jawab Emma.


"Hahahhaa." kami semua ketawa dan mengundang heran orang tua yang baru masuk ke ruang tengah.


"Apa yang kalian ketawain subuh-subuh." tanya wak Yati ibunya Kak Rani yang baru keluar dari kamarnya.


"Eh wak, ndak ada wak." ucap kami semua.


"Sudah pada sholat kalian?" tanya wak Yati.


"Sudah wak." Jawab kami serentak.


"Nita, tolong wak bawakan teh sama sarapan buat kalian ya." ajak wak Yati kepada kak Jeni.


Ya orang tua di kampung kak Rani maupun kak Jeni memanggil kak Jeni dengan nita.


"Iya wak, ayo Mi bantu kakak." ucap kak Jeni dengan mengajak Mimi.

__ADS_1


"Yaudah ayo kak.'' jawab Mimi.


Mimi dan kak jeni pergi ke arah dapur untuk mengambil teh panas dan beberapa kue khas di hidangkan untuk orang-orang yang ngebantu bila ada nikahan.


" Nih guys sarapan tiba." ucap Mimi setelah sampai di ruang keluarga dengan membawa nampan berisi sepiring ketan puna serundeng ( ketan berwarna kuning dari warna alami yang didapat dari kunyit dan dipakai serundeng), Roti sobek, Apam kelapa dan kue talam lemak.


"Mequ kemana Mi?" tanya Emma melihat Mimi yang sehabis menghidangkan langsung berlalu.


"Mau ganti baju dan bersiap-siap Ma, nih sudah jam berapa tuh. Kak, Mimi pinjam kamar ya." ucap Mimi dan minta izin kepada kak Rani.


"Iya Mi, sana kalian juga bersiap-siap." ucap kak Rani dan menyuruh teman-teman Mimi untuk bersiap-siap.


"Ah iya yaudah kak kami bersiap-siap dulu." ucap Emma dan mengikuti Mimi masuk ke dalam kamar kak Rani.


Sehabis bersiap-siap Mimi berkumpul kembali bersama yang lain untuk menikmati sarapan pagi nya.


"Oh ya kak nikahnya nanti jam berapa?" tabna Mimi.


"Habis sholat jum'at Mi acaranya." jawab kak Rani.


"Oh pas lah kami sudah pulang sekolah." jawab Emma.


"Iya nanti kalian kesini lagi ya?" ucqp kak Rani.


"Insya Allah." jawab kami semua.


"Assalamualaikum." terdengar salam dari arah luar.


"Kayaknya kak Syahril sudah datang." ucap Mimi kepada semua dan Mimi langsung mengambil tas-tasnya dan berlalu menuju ruang tamu.


"Waalaikum salam." jawab Mimi dengan langsung menyalami kak Syahril.


"Dah siap dek?" tanya kak Syahril kepada Mimi.


"Udah kak, tunggu yang lain dulu biar sekalian, nah itu mereka." ucap Mimi dan menunjukkan ke arah teman-temannya yang baru keluar dari ruang keluarga.


"Ayok." jawab yang lain.


''Kak Rani, kak jeni, Mimi dan yang lain berangakat ke sekolah dulu ya?" ucap Mimi berpamitan kepada kak Rani dan kak Jeni.


"Iya hati-hati." jawab mereka.


"Assalamualaikum." ucap kami serentak.


"Waalaikum salam." jawab kak Rani dan kak Jeni.


"Oh ya kakak sendirian?" tanya Mimi sembari jalan beriringan dengan kak Syahril menuju mobil.


"Ndak, tuh ada dua makhluk dalam mobil mau nemuin ceweknya." jawab kak Syahril.


"Lah emang muat nanti kak?" tanya Mimi.


"Muat lah di muatin." jawabnya. "Dah ayo masuk." ucapnya seraya membuka pintu untuk Mimi.


"Makasih kak." ucap Mimi dan langsung masuk dan duduk di bangku penumpang dekat supir.


"Loh ada kak Ryan sama kak Rendi juga?" ucap Emma ketika mau masuk ada kak Ryan dan kak Rendi di dalamnya.


"Yaudah kita yang tak ada pasangan duduk belakang aja." sahut Sila.


"Dek kita di belakang aja." ajak kak Rendi kepada Novi.


"Yaudah ayo" ucap Novi dan langsung menuju bangku belakang.

__ADS_1


"Emma sama Novi sini." ajak Novi kepada Emma.


"Oke," jawab Emma yang langsung menuju bangku belakang.


Jadilah yang duduk di bangku tengah kak Ryan,Di'ah, Manda dan Sila.


"Dah siap semua ya?" tanya kak Syahril.


"Udah kak." jawab Emma dan kak Syahril pun melajukan mobilnya menuju sekolahan Mimi.


"Oh ya dek nanti pulang kerumah atau langsung ke rumah Rani lagi?" tanya kak Syahril.


"Pulang dulu lah kak, Mimi ndak bawa baju semalam." jawab Mimi.


"Yaudah nanti kakak jemput kita berangkat bareng rombongan Rudi aja." ucapnya.


"Oh oke." jawab Mimi.


"Yaudah kak makasih ya." ucap Mimi lagi ketika mobil telah sampai di gerbang sekolah.


"Iya hati-hati jangan nakal." ucapnya sembari mengulurkan tangannya.


"Emang Mimi nakal apa." jawab Mimi dengan cemberut sembari menyium punggung tangan kak Syahril.


"Yah mana tau kepincut berondong." jawabnya dengan senyum.


"Wah benar tuh kak, Mimi banyak penggemar berondongnya disekolah.'' ucap Emma dengan memainkan matanya ke Mimi.


"Beneran tu dek?" tanya kak Syahril.


"Iya." jawab Mimi sengan senyum jahil.


"Hemm." ucap Syahril dengan deheman.


"Ehem ehem tuh kak berondong Mimi di pintu masuk." ucap Novi dengan menunjuk ke arah pintu masuk.


"Ckk kalian ini bisanya ngadu-ngadu." ucap Mimi. ''Yaudah ayo masuk." ajak Mimi.


"Eits tunggu dulu, itu beneran dek." ucap kak Syahril dengan mengamit tangan Mimi dan memberhentikan langkah Mimi.


"Huh, kakak lebih percaya sama mereka nih ceritanya!". ucap Mimi dengan cemberut.


" Ya... Ndak gitu juga dek, kan secara adik dari dulu banyak yang diam-diam menyukai adek." jawabnya.


"Percaya sama Mimi ya kak, sampai kapan pun Mimi akan !menjaga hati Mimi, walau sampai kelak kita tak tau bersama siapa kita berjodoh." ucap Mimi dengan memegang kedua tangan Syahril.


"Ya udah, Mimi masuk dulu ya? kakak hati-hati." ucap Mimi lagi dan segera berlalu masuk ke pintu sekolah.


Syahril masih melihat ke arah Mimi sampai Mimi tak terlihat dimatanya baru dia melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah kak Rudi.


...****...


Assalamualaikum mohon maaf ya baru di perbaiki kembali kata-kata nya karena kemarin saat ngetik HP nya ngehank jadi langsung di up aja takut naskah hilang.


Jangan lupa terus dukung karya DOKTER JANTUNGKU ya dengan meninggalkan jejak kalian.


FAVORIT


VOTE


RATE


LIKE

__ADS_1


KOMEN


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–TERIMAKASIHπŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


__ADS_2