DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
chapter 28 MINGGU CERIA


__ADS_3

Jalan-jalan di hari minggu


Jangan lupa pakai sepatu


Jangan bosan dengan dokter jantungku


Jejak kalian terus aku tunggu-tunggu


Sayur bayam makan belalang


Belalang terbang kepucuk kayu


Salamu'alaikum selamat siang


Dokter jantungku update terbaru.


________****😍😍😍😍****________


Lantunan ayat suci Al-Quran telah terdengar menandakan waktu subuh akan segera datang, sebelumnya sebahagian penghuni rumah sudah ada yang terbangun untuk menjalankan sholat sunnah.


Tak berapa lama suara adzan pun berkumandang dari toa-toa masjid, seolah saling bersahutan untung membangunkan para insan dunia dan menyerukan kepada mereka agar segera menjalankan kewajibannya kepada sang Khaliq.


Lafadz bacaan adzan subuh bahasa Indonesia


َللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر


Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar


 أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ ، أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ


Ashadualailahaillallah, Ashadualailahaillallah


 اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ


Ashaduannamuhammadarosuulullah, Ashaduannamuhammadarosuulullah


 حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ


Hayya ngalassolah, Hayya ngalassolah


 حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ


Hayya ngalalfalah, Hayya ngalalfalah


ااَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ ، اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ


Assolatuhoiruminannaum, Assolatuhoiruminannaum


 اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر لاَ إِلَهَ إِلاَّالله


Allahuakbar, Allahuakbar la ilahaillallah


Arti (Terjemahan) lafadz adzan subuh


َللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر


Allah Maha Besar , Allah Maha Besar


 أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ ، أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ


Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah


 اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ


Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah, Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah


 حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ


Marilah sholat, Marilah sholat


 حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ


Marilah menuju kemenangan, Marilah menuju kemenangan


ااَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ ، اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ


Sholat itu lebih baik dari pada tidur, Sholat itu lebih baik dari pada tidur


 اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر لاَ إِلَهَ إِلاَّالله


Allah Maha Besar, Allah Maha Besar,  Tiada Tuhan selain Allah


Anak gadis di dalam kamar masih terlelap di alam mimpinya, sehingga terdengar ketukan-ketukan pintu kamar pun bergema.


Mimi yang terbangun karena suara ketukan langsung beranjak membukakan pintu, terpampang jelas wajah paman Mimi dan dia menyuruh Mimi dan teman-teman Mimi agar segera sholat karena waktu subuh telah tiba.


"Ayoo. Mi... Bangunkan temannya dan segera sholat nanti kelewatan subuhnya..!" ucap paman Mimi dan dia segera meninggalkan Mimi.


"Iya pakdo." jawab Mimi dan Mimi pun segera membangunkan Teman-temannya.


"Emma.. Novi.. Manda.. Sila.. Ayo bangun sholat lagi.." Mimi membangunkan mereka dengan menggoyangkan badan mereka satu-persatu.


Tidak ada juga yang bergerak, Mimi menimpuk mereka dengan guling "bum...bum ...bum ( begitulah kiranya suara timpukan ☺☺☺✌🙏).


Sehabis menimpuk mereka Mimi langsung beranjak keluar menuju kamar mandi untuk berwudhu, setelah berwudhu Mimi kembali ke kamar, Mimi melihat mereka masih bermalas-malasan,.


"Ayoo... Sana segera ambil wudhunya nanti subuh kelewatan lagi.." Mimi menyuruh mereka agar segera berwudhu dan mereka pun dengan gontai langsung keluar sambil ngedumel.


"Iya ya macam mak tiri saja kau Mi.." ucap Emma dan di ikuti senyum mengejek oleh mereka semua.


Mimi hanya menggelengkan kepala dan Mimi pun segera menunaikan sholatnya.


Mimi selesai sholat dan gantian mereka yang melaksanakan.


Mimi segera ke kamar mandi untuk mencuci pakaiannya serta pakaian emak dan adiknya, tak lupa Mimi membawa handuk dan pakaian ganti.


Cukup lama Mimi berada dikamar mandi akhirnya selesai juga dengan cuciannya.


"Alhamdulillah, fiuhh." ucap Mimi yang lelah sambil meletakkan ember yang penuh dengan pakaian yang habis di cuci di luar kamar mandi, dan Mimi pun segera beranjak untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


Sehabis mandi Mimi kembali ke kamar dan menyuruh teman-temannya untuk segera mandi juga.


"Gih sana kalian mandi lagi.. nih handuknya." ucap Mimi kepada mereka dan memberikan handuk kepada mereka, dan mereka pun mulai bergantian untuk mandi.


Mimi juga menyelesaikan rutinitasnya menjemur pakaian dan mencuci piring kotor semalam.


****


Sang mentari telah keluar dari persembunyiannya dan menampakkan sinar nya melalui setiap celah-celah jendela.


Pagi ini emak, bibi dan tante Mimi memasak Nasi tumis, sambal goreng ikan teri, telur dadar, tak lupa kerupuk dan teh hangat telah tersaji di atas tikar.


Para orang tua yang telah bangun sedari subuh, mereka menyantap terlebih dahulu sarapannya.


Setelah mereka selesai gantian kami-kami yang menyantap sarapan pagi sederhana ini dengan nikmat.


Sehabis sarapan teman-teman Mimi membereskan dan langsung mencuci piring-piring kotor.


Emak masih setia dengan kompor dan di temani oleh adik-adiknya, mereka akan menggoreng pisang sambil bercerita.


Semua rutinitas telah selesai, Mimi dan teman-temannya duduk di teras dan bercerita rencana apa hari ini.


"Mi.. Emangnya rencana kita hari ini kemana?" tanya Manda.


"Ndak tau" jawab Mimi dengan mengangkat kedua bahunya.


"Gimana kalau kita jalan ke Jambi Paradise!" Mimi memberikan usul.


"Boleh juga tuh." ucap Emma sambil menjentikkan tangannya.


"Eh Di'ah kok gak keluar-keluar?" tanya Novi dan matanya mengarah ke rumah Di'ah.


"Masih tidur kali." jawab Sila.


Namun tiba-tiba Di'ah keluar dengan membawa ember berisi pakaian yang hendak dia jemur.


"Nah itu dia." ucap Mimi dan menunjuk ke arah Di'ah.


Di'ah yang mendengar pun menoleh..


"Dah santai aja kalian." katanya.


"Yo i" ucap kami semua dan ketawa karena jawaban sama.


"Hahhaaa..."


Di'ah terus menjemur pakaiannya sampai selesai dan bertanya mau kemana rencananya nanti.


"Oh ya nanti rencana kita mau kemana?" tanyanya.


"Rencana kita mau ke jambi paradise." Emma dan Manda yang menjawab.


"Ooo... Sudah dulu ya aku mau nyapu dulu." pamit Di'ah.


"Oke'' jawab kami semua.


Kami pun kembali dengan rencana-rencana kami namun Mimi kembali masuk ke dalam.


Mimi yang baru kembali lagi ke depan bertanya kepada Emma.


"Siapa emm..?" Tanya Mimi.


"Siapa lagi.. Mi yang punya janji hari ini." Jawab Emma.


Mimi pun langsung menghampiri Emma dan Mimi berdiri di terali pagar, terihat sesosok pemuda tampan dengan senyuman khasnya.


"Assalamu'alaikum." ucapnya sembari menapaki kaki nya ke anak tangga satu persatu dan naik ke atas.


"Waalaikumsalam." Ucap kami semua yang ada di teras.


"Masuk kak.." ucap Mimi dan Mimi menyalaminya dan mencium tangannya terlebih dahulu.


"Cie cie cie.. Keg pasutri aja kalian." sahut Ryan yang masih ada di bawah.


"Calon istri sholeha, menyambut sang suami hahaaaa." Rudi tak mau kalah.


"Aamiin.." Ucap geng rusuh.


Tak lama muncul Andri di belakang mereka dan tersenyum disaat matanya beradu pandang dengan Manda.


"Kalian ini.. Bukannya ngucapin salam malah ngebully temannya." ucap kak Syahril.


"Assalamu'alaikum." Ucap mereka barengan.


"Waalaikumsalam" jawab kami serentak.


"Ayok kak masuk ke ruang dalam aja." Mimi mengajak mereka semua untuk masuk namun mereka tolak dan mereka ingin duduk di teras aja.


"Ndak usah dek kita duduk-duduk di teras aja." Kak Syahril menjawab dan dia langsung duduk di kursi yang ada di teras.


"Ehmm mana mamak dan yang lain dek? " tanya kak Syahril sambil menoleh ke arah dalam.


"Ada kak di dalam, bentar Mimi ke dalam dulu." jawab Mimi dan Mimi langsung melangkah masuk menuju ke ruang tengah.


Di ruang tengah semua lagi asik menonton TV, dan Mimi melihat pakdo juga ikut menonton menemani anaknya.


"Siapa yang datang Mi?" tanya Pakdo ketika melihat Mimi sudah berada di ruang tengah.


"Kak Syahril Pakdo, tuh lagi duduk di luar. " jawab Mimi.


"Suruh masuk la." ucap Pakdo menyuruh Mimi agar Syahril dan yang lain masuk.


"Dak mau dianya Pakdo." jawab Mimi.


Pakdo yang mendengar jawaban Mimi dia langsung beranjak dan menuju ke teras dan dia menyuruh Mimi untuk membuat teh.


"Ya sudah sana buatkan teh buat mereka. ucapnya.


Mimi pun langsung ke dapur untuk membuat teh dan memberitahu mamaknya bahwa Syahril sudah datang. Sesampainya di dapur mamak Mimi menanyakan hal yang sama dengan Pakdo nya tadi.

__ADS_1


"Siapa Mi..? apa Syahril yang datang?" tanya mamak.


"Iya mak, kak Syahril sama kawannya yang datang." jawab Mimi.


"Ya sudah sana buat teh dan ini pisang goreng nanti juga di bawa." kata mamak Mimi seraya mengangkat pisang dari penggorengan.


"Iya mak." jawab Mimi dan Mimi langsung membuat teh buat tamu-tamu tampannya.


Emak, bibi dan tante Mimi langsung menuju teras. Sesampainya mereka di teras kak Syahril melihat nya dan kak Syahril langsung berdiri dan menyalaminya dan mereka pun semua mengobrol.


Emma melihat Mimi belum juga keluar dia dan yang lain permisi untuk masuk.


"Kak kami ke dalam dulu ya." ucap Emma mewakili teman-temannya dan di jawab anggukan oleh kak Syahril.


Emma dkk langsung menuju dapur dan dia membantu Mimi untuk membawakan nampan yang berisi teh dan beberapa piring berisi pisang goreng untuk di bawa ke depan.


Setelah sampai di depan Mimi dan temannya mempersilahkan kepada mereka untuk menyantap pisang goreng tersebut.


"Ayo kak di makan pisang nya." Mimi mendekatkan piring berisi piring kedepan mereka.


"Iya kak silahkan diminum." ucap Manda sembari menyodorkan minuman kedepan mereka semua.


Mereka pun memakan pisang dan meminum tehnya sambil terus bercengkrama sama


Pakdo dan yang lain.


Setelah cukup dengan obrolan kak Syahril kembali meminta izin untuk membawa Mimi jalan-jalan.


"Mak, Pakdo, Bibi dan Tante, saya mau minta izin mau ngajak Mimi dan yang lain jalan-jalan hari ini." ucapnya.


"Ya boleh silahkan, tapi ingat waktu ya.." ucap Pakdo diikuti dengan yang lain dengan anggukkan dan senyuman.


"Ya sudah sana Mi ajak kawan-kawan nya siap-siap." ucap emak Mimi yang melihat Mimi dan kawan-kawan nya belum ada yang bersiap-siap.


"Ya mak, Kak kami siap-siap dulu." pamit Mimi kepada mereka semua.


Tak makan waktu lama untuk bersiap karena Mimi orangnya simple dan tak begitu banyak polesan, mereka pun telah siap dan kembali gabung dengan yang lain di teras.


Karena kami semua sudah siap kak Syahril dan kami semua pamit untuk segera berangkat tak lupa kami menghampiri dan memanggil Di'ah dirumahnya.


Kami semua sudah masuk kedalam mobil dan mobil pun berbelok arah pas di depan rumah Di'ah Mimi turun untuk memanggil Di'ah.


Namun disaat akan Mimi akan turun di stop sama emma.


"Stop mi, biar kak Ryan tuh yang menghampiri dan memanggil Di'ah serta biar dia yang minta izin sama emaknya Di'ah." ucap Emma jahil.


Kak Syahril pun hanya tersenyum penuh kemenangan karena selama ini dia slalu jadi bahan bullyan buat mereka.


"Oke siapa takut. " kata kak Ryan diapun turun namun dia mengetuk pintu depan dan meminta agar Mimi juga ikut turun sama dia..


"Heleh cemen lo bro. " ucap Rudi dari mobil kak Andri.


Mimi pun ikut turun dan mengajak kak Ryan untuk naik kerumah Di'ah. Tak di sangka mereka yang ada di mobil juga ikut turun ingin melihat reaksi kak Ryan.


"tok tok tok...Assalamu'alaikum" ucap Mimi sambil mengetok pintu.


Tak lama keluar emaknya Di'ah dan menjawab salam kami dari dalam serta membukakan pintu.


"Wa'alaikumussalam, Oo Mimi dah siap Mi..?" tanyanya..


"Udah Wakte ( Mimi manggil emaknya Di'ah dengan panggilan Wakte) Di'ah mana wak?" jawab Mimi dan bertanya kana Di'ah.


"Ada di dalam bentar wak panggilkan, masuklah dulu ajak kawan-kawan nya.." Ucapnya sembari mengajak kami semua untuk memasuki kedalam rumahnya dan sebagian kamipun masuk.


Tak lama wakte (emaknya Di'ah) datang ke ruang tamu bersama dengan Di'ah.


Kak Syahril dengan jahil pun langsung berucap sama kak Ryan.


"Ayo yan.. Keburu siang." ucapnya sambil mengedipkan matanya sama Ryan.


"Eh iya.." jawab kak Ryan gugup.


Melihat kak Ryan belum juga ngomong Mimi akhirnya meminta izin untuk ajak Di'ah Jalan-jalan, namun sebelumnya Mimi mengenalkan kak Ryan sama emaknya Di'ah.


"Wakte.. kenalin ini kak Ryan.. Dia ini cowoknya Di'ah wak.." ucap Mimi to the poin.


Emaknya Di'ah kaget karena setau dia anaknya belum ada cowok dan tak pernah bawa cowok kerumah.


Kak Ryan pun menyalami dan di sambut oleh emaknya Di'ah.


"Mak.. Saya minta izin mau ngajak Di'ah keluar jalan-jalan." ucapnya dengan deg-degan dan tak tau mau panggil emaknya Di'ah dengan apa diapun mengingat kalau Syahril manggil emaknya Mimi dengan emak diapun mengikutinya.


"Oo.. Boleh.. Tapi bukan pergi berduaan saja kan?" tanya emaknya Di'ah.


"Indak mak kami pergi beramai-ramai." ucapnya sambil mengayunkan tangannya ke arah kami yang berada di sebelahnya.


"Ooo. Iyolah.. Hati-hati." jawab maknya Di'ah.


Setelah mendapatkan izin kami semua berpamitan dan tak lupa bersalaman dengan emaknya Di'ah.


Kamipun menaiki mobil dan segera melaju..


Pempek dari Ikan tenggiri


Cukanya pedas sekali


Bab kali ini cukup disini


Cukup tinggalkan jejak kalian disini.


-------------------TBC----------------


JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN TINGGALKAN JEJAK NYA YAA


VOTE


LIKE❓❓❓❓❓❓


RATE ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


KOMEN


__ADS_2