
*Sayangilah satu sama lain, tetapi jangan membuatnya sebagai ikatan kasih. Biarkan agar menjadi laut yang bergerak diantara pantai jiwamu*.
Masak nasi dalam kukusan
Nasi goreng di atas nampan
Baca Dokter Jantungku jangan pernah bosan
Dukungan dari kalian sebuah harapan
Buah duku di atas batu
Batu besar di pinggiran kali
Dokter jantungku update terbaru
Ayo beri dukungan kalian disini
******
Malam hampir larut mereka pun beranjak untuk pulang. Selama dalam perjalanan Syahril tak ingin melepaskan genggamnya tangannya. Sebelah tangan untuk menggenggam tangan Mimi sebelahnya buat memegang kemudi.
Seuntai senyuman menghiasi di bibir Syahril senyuman yang akan dirindukan oleh Mimi dua pekan kedepan.
"Ya Tuhan begitu sempurnanya ciptaanmu disamping hamba, apakah kelak dia jodohku?" Mimi bergumam dalam hatinya.
"Jika dia jodohku dekatkanlah dia selalu bersama ku rabb," Mimi terus bergumam sambil menikmati untaian senyum di bibir Syahril.
Bibir yang sensual, wajah yang tampan, berpostur tubuh tinggi atletis, bulu mata lentik berlesung pipi pula serta perhatian dan penuh kasih sayang, pasti dia merupakan cowok idaman setiap kaum hawa.
Beruntung memiliki seorang kekasih berkharismatik yang begitu sempurna di pandang mata.
Mimi terus memandangi Syahril dan terkadang dia pun tersenyum dengan gumaman di dalam hatinya, tanpa di sadari gumaman tersebut keluar dengan sendirinya
"Tampan"
Syahril yang sedang menyetir sekali-kali dia melihat ke arah mimi dan tanpa disadari oleh Mimi, Syahril mendengar gumaman nya dan Syahril pun tambah merekah kan senyumannya yang kian membuat mimi terhipnotis olehnya.
"Iya kakak emang tampan dek, baru nyadar ya?" Ucap Syahril dengan mengusap pipi Mimi dan seketika membuyarkan lamunan Mimi.
"Eh kakak." Mimi kaget oleh usapan lembut dari jemari Syahril.
"Dah puas lihatin kakak yang tampan ini hmm." Ucap Syahril dengan memicingkan n matanya sebelah.
"Idih narsis amat." Jawab Mimi dan mimi menoleh ke arah berlawanan.
"Lah emang iya kan?" Goda Syahril.
"Ye siapa bilang." jawab mimi asal sambil menahan senyuman.
"Adek sendiri yang bilang tadi, ayo ngaku!" Syahril terus menggoda Mimi.
"Ndak ada Mimi bilang gitu wee." Mimi terus mengelak tak ingin mengakui kebenaran yang ada.
"Yaudah deh jadi tadi yang bilang siapa ya? " Sindir Syahril.
"Bilang apa emang?" Tanya Mimi.
"Hmm.. tadi ada yang melihat ke arah kakak dan bilang tampan." ucap Syahril dengan memainkan matanya.
"Perasaan gak ada bilang, perasaan kakak aja kali." Elak Mimi dengan wajah bersemu merah.
"Iya kali ya perasaan kakak, biarin ajalah mungkin angin sedang memuji ketampanan kakak hahaha." Ucap Syahril dengan gelak tawa sehingga membuat teman yang ada di belakang heran kepadanya.
"Eh Riil, malam-malam ketawa emang ada yang lucu? " Tanya Ryan.
"Ada Yan, tadi ada suara angin yang bilang diriku tampan hahaa." Jawab Syahril.
"Apaan sih kak gak lucu." Sahut Mimi.
"Oh ya dek besok berangkat jam berapa?" Tanya Syahril.
"Gak tau kak, biasanya sih siang." Jawab Mimi.
"Oo" Ucap Syahril singkat.
"O bulat." Mimi menimpali dan Syahril tersenyum.
"Besok naik apa dek berangkatnya?" Tanya Syahril lagi.
Mimi melihat Syahril dengan mengerutkan keningnya.
"Ya naik mobil la kakak sayang." Jawab Mimi dan kata sayang yang terlontar di bibir Mimi membuat hati Syahril melayang.
__ADS_1
"Apa dek?" Tanya Syahril ingin mendengarkan kembali.
"Hmm naik mobil ka kak." Jawab Mimi.
"Bukan yang itu, yang terakhir tadi." Pintanya.
"Terakhir... Terakhir mana kak?" Mimi tidak maksud dengan yang dimaksud Syahril.
"Terakhir yang adek katakan waktu bilang naik mobil yang pertama tadi." Ucap Syahril.
Mimi mencoba mengingat apa yang telah dia ucapkan sehingga Syahril meminta dia mengulangi ucapannya.
Lama Mimi berpikir akhirnya dia ingat dan dia pun malu untuk mengatakannya lagi.
"Ayo dek apa yang tadi adek ucapkan." Pintar Syahril.
"Gak ada cuma bilang naik mobil aja perasaan hmm." Mimi menjawab sambil berpura berpikir.
"Hmm." Syahril hanya berdehem.
Tak terasa mereka semua sampai, Syahril turun mengantar Mimi ke depan pintu rumah dan tak lupa dia membawa jajanan malam yang dibelinya.
"Assalamu'alaikum." Mimi dan Syahril mengucapkan salam serentak.
"Waalaikumsalam." Jawab emak yang belum tidur dan membukakan pintu.
"Eh dah balik." Tanya emak.
"Udah mak, oh ya mak ini buat mak sama adek-adek." Jawab Syahril dan menyerahkan kantong berisi makanan kepada emaknya Mimi.
"Oo ya makasih, mau masuk dulu?" Ucap emak dan mengambil bingkisan tersebut dan mempersilahkan Syahril masuk.
"Ndak usah mak, sudah malam Syahril langsung pulang saja." Tolak Syahril.
"Oh yaudah, hati-hati di jalan. Mak masuk dulu ya." Ucap Mak, namun sebelum mak berbelok arah, Syahril memanggilnya.
"Mak." Panggil Syahril.
"Iya" Jawab Mak dan membalikan badannya lagi.
Syahril mendekat ke Mak dan menyalaminya Mak pun menerima nya dan setelah itu langsung masuk kedalam.
Mimi mengantar Syahril sampai dekat tangga.
"Dek besok kakak antar ya ke travelnya ya?" Syahril menawarkan diri untuk mengantar Mimi dan emaknya.
"Yaudah kakak pulang dulu ya sayang, tidur yang nyenyak mimpi kan kakak mu yang tampak ini ya?" Ucapnya dengan senyuman serta memainkan matanya.
"Idih kepedean tampan." Ucap Mimi dengan senyum.
"Emang iya kan sayang?" Goda Syahril.
"Ehmm iya iya sayangnya Mimi yang tampan." Jawab Mimi dan Mimi memegang wajah Syahril dengan kedua tangannya.
"Hmm muach😘😘." Kiss Syahril dengan dua jari yang di ciumnya dan di tempel kan nya ke bibir Mimi.
"Iis kakak apaan sih.." Mimi cemberut namun hatinya senang haaahaaa.
"Kan cuma pakai dua jari dek gak secara live bibirnya hehehe." Goda Syahril.
"Yaudah kakak pulang ya?" Ucap Syahril dan memberikan tangannya kepada Mimi, Mimi pun menyambutnya dan menciumnya.
Sebelum Syahril melangkah ke bawah dia membisikkan kepada mimi.
"Live nya tunggu kita halal ya dek muach." Ucapnya dan dia langsung beranjak turun dengan senyuman dan mengucapkan salam
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam" Jawab Mimi.
Setelah mobil Syahril jalan dan tak terlihat Mimi masuk kedalam rumah, tak lupa dia mengunci pintunya.
Mimi melihat Emak dan bibinya masih belum tidur dia pun duduk bersama mereka, mereka sedang menyantap bakso yang di beli Syahril.
Karena mata Mimi dah ngantuk Mimi pun masuk ke kamar, sebelumnya Mimi membasuh kaki dan tangannya terlebih dahulu.
****
Esok harinya Syahril telah bersiap untuk mengantar Mimi dan Emaknya ke travel. Hmma melihat anak bukannya dah tampan di lagi hari pun bertanya.
"Eh anak bujang Umma dah tampan pagi-pagi, mau kemana sayang?" Tanya umma dengan lembut penuh kasih sayang kepada anak bungsunya.
"Umma kan tau kalau anak Umma ini emang tampan." Jawabnya narsis.
__ADS_1
"Hmm iya Umma tau, anak Umma ini kan tampan mengalahi babahnya." Ucap Umma dan di dengar oleh babah.
"Kok babah di banding-bandingkan Umma." Ucap babah.
"Ndak ada yang bandingin kok babah." Sahut Syahril, "Tapi." Ucapan Syahril menggantung
"Tapi apa?" Kata Babah menunggu lanjutannya.
"Tapi emang Syahril yang lebih tampan." Ucap Syahril dengan senyuman dan duduk di samping Babahnya.
"Dasar" Jawab Babah dan menepuk pundak anak bungsunya.
"Emang mau kemana dek pagi-pagi sudah rapi?" Tanya babah.
"Aril mau ngantar cewek Aril sama mamaknya ke travel Bah, Umma." Jawab Syahril dan hanya mendapat gelengan serta senyuman dari kedua orang tuanya.
"Emang cewek adek orang mana, sampai di antar ke travel segala." Tanya Babah lagi.
"Dia itu rumah nya di daerah tungkal sana Bah." Jawab Syahril.
"Lah memangnya cewek mu ndak sekolah dek?" Tanya Umma.
"Sekolah Umma cuma kan kita dah selesai ujiannya jadi dia di jemput sama emaknya." Terang Syahril kepada Umma dan babah nya.
"Oo gitu." Jawab Umma dengan anggukan
"Yaudah Umma, Babah, Syahril berangkat dulu ya." Pamit Syahril dengan menciumi tangan kedua orang tuanya.
"Iya hati-hati bawa mobilnya." Ucap Babah
"Oke boss, assalamu'alaikum." Ucap Syahril dan berlalu keluar rumah.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Umma dan BABAH serentak.
*****
Syahril telah sampai di rumah Nyai nya Mimi dia pun langsung naik dan Syahril melihat Mimi dan yang lain sedang duduk-duduk di teras.
"Assalamu'alaikum," Ucap Syahril.
"Waalaikumsalam salam," Jawab Mimi serentak dengan keluarga yang lain.
"Masuk Riil," Pakcik Mimi mempersilahkan Syahril masuk.
"Iya cik." Jawab Syahril dan dia langsung ikut gabung dengan yang lain.
Syahril mendekati adeknya Mimi dan bermain bersama nya.
"Kakak, sudah sarapan?" Tanya Mimi.
"Hmm belum sih." Jawab Nya, karena semangat ingin bertemu dan mengantar Mimi, Syahril lupa untuk sarapan pagi nya.
"Yaudah bentar ya." Ucap Mimi dan langsung masuk menuju dapur untuk mengambil sarapan dan membuatkan air untuk Syahril.
Mimi mengambil nasi goreng buatan mamaknya dan dia juga membuatkan segelas teh manis hangat. Mimi bentuk nasi gorengnya menggunakan mangkok kecil agar terlihat seperti ala-ala restoran, Mimi bawa ke ruang tamu dan disajikan diatas meja.
Setelah di tata Mimi memanggil Syahril untuk segera menikmati sarapan nya.
"Kak, ayo sarapan dulu." Ajak Mimi kepada Syahril yang sedang asik bermain dengan adek-adek Mimi.
"ya bentar,"
"Adek-adek manis kakak sarapan dulu ya, Mak, Cik, Syahril sarapan dulu." Izinnya kepada adek-adek dan orang tua Mimi.
"Iya silahkan." Jawab Emak dan Syahril pun masuk ke dalam.
Syahril duduk dan mulai menyantap nasi goreng yang di hidangkan oleh Mimi.
"Adek sudah sarapan?" Tanyanya.
"Udah kak tadi." Jawab Mimi dengan senyuman.
Mimi menemani Syahril makan dan Syahril makan dengan terus tersenyum.
_____TBC____
JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAKNYA YA
VOTE
RATE⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1
LIKE❓❓❓❓❓❓
KOMEN