
Sehabis makan mie rebus, keringat membanjiri wajah mereka karena pedas yang luar biasa.
"Huahh kenapa pedasnya baru sekarang huah huah huah." ucap Selfia yang kepedasan karena dari awal dia memasukkan cabe yang sudah di haluskan Mimi dia merasa belum ada pedas hingga dia menambahkan sampai 4sdm cabe.
"Yah salah sendiri masukin cabe nggak ngira-ngira." ucap Irma yang juga sudah memerah wajahnya menahan pedas.
"Hmmm mantap jiwa dah cabe rawit nya," ucap Muthia yang sudah meneguk beberapa gelas air minum.
"Kalian kalau nggak kuat pedas jangan pada sok nambah cabe." cibir Mimi yang tak seheboh mereka walau pun Mimi juga kepedasan.
"Minum air dingin kali ya biar cepat hilang pedasnya." oceh Selfia sambil berdiri hendak kedapur mengambil air dingin dari kulkas.
"Eh jangan Fi, yang ada tambahnoedas nanti kamunya." seru Mimi.
"Mana ada Mi, yang ada ya cepat hilang pedasnya." jawab Selfia tak mengindahkan omongan Mimi.
Selfia membawa sebotol air dingin ke depan.
"Nih Muth, Ir minum biar cepat hilang pedasnya huah huah." ucap Selfia.
"Emm." ucap Irma dan !menuangkan air dingin tersebut kedalam gelasnya.
"Jangan Fi, Ir yang ada nanti tambah pedas. mending minum air hangat." cegah Mimi.
"Kalau minum air hangat yang ada tambah terbakar Mi." ucap Fia.
"Iya Mimi ini ada-ada aha." sahut
"Nggak percaya yaudah." ucap Mimk yang beranjak berdiri membereskan mangkuk-mangkuk dan dibawanya kedapur.
Mimimkedepan lagi membawa teko berisi air hangat, Mimi melihat Irma sama Selfia masih nguao nguao mulutnya kepedasan
"Ihh koknnggak hilang-hilang ya, tambah nyelekit pedasnya." ucap Selfia.
"Nih minum air hangat nya." ucap Mimi dengan memberi segelas air pada Selfia dan Irma. Mereka berdua pun meminumnya pelan-pelan karena pedas bercampur panas bisa di bayangkan kan.
Tak lama. mereka sudah tak bercuap-cuap.
"Wah beneran, jadi berkurang hangat nya bibir." seru Selfia
"Iya." seru Irma.
"Makanya kalau di bilangin itu nurut." ucap Muthia.
"Hehehe sorry." ucap Selfia dan Irma.
"Emm kenapa ya habis makan pedas jika diminumkan air dingin Mallah makin pedas kayak tadi?" tanya Selfia.
"Ya itu karena Rasa pedas Cabai berasal dari senyawa bernama capsaicin yang menyebabkan lidah terasa panas saat memakannya. Saat kita minum air dingin ketika merasakan sensasi pedas di mulut akan menghilangkan panas dan pedas dengan cepat. Namun tak lama kemudian kita akan kembali lagi merasakan sensasi pedas di mulut kita malah kadang lebih nyelekit " ucap Mimi
" Tapi saat kita minum air hangat ketika kepedasan, air hangat akan melarutkan senyawa capsaicin yang tadi ada di lidah dan mulut kita." terang Mimi lagi.
"Selain minum air hangat, sebenarnya ada minuman dan bahan lainnya yang juga bisa membantu untuk mengurangi sensasi pedas dalam mulut kita. Yaitu susu terkenal sebagai minuman yang bisa meredakan sensasi pedas dalam mulut. Hal ini disebabkan karena susu bisa membantu menetralkan senyawa capsaicin dari cabai, sehingga sensasi pedas di mulut bisa berkurang setelah minum susu.
Selain susu, bahan yang juga bisa meredakan sensai pedas di mulut adalah gula. Untuk membantu meredakan pedas di mulut, cukup konsumsi gula langsung dan letakkan di lidah yang merasa kepedasan." Mimi terus menjelaskan kepada Selfia.
"Oo gitu, emmm terus Mi, yang tadi masalah sholat tasbih. Ify kenapa bisa dikatakan sholat tasbih?" tanya Selfia lagi.
"Heleh kirain luoa Fi heheee." ucap Mimi.
"Emm mana bisa lupa Mi aku juga kepengin tau, ya mana tau aku juga bisa mengerjakannya. Tau sendiri di keluarga ku, mayoritas non muslim." ujar Selfia.
"Hmm ua Fi, semoga Fia juga bisa menjalankannya. Kata emak Mimi sholatbtasbih itu bagus dan kalau bisa dikerjain sekali seumur hidup." ujar Mimi.
"Oh gitu." jawab Selfia dan kedua sahabat Mimi pun menunggu penjelasan Mimi.
"Kenapa dikatakan sholat Tasbih? itu karena di dalamnya dibacakan tasbih, sehingga dalam empat rakaat itu berjumlah 300 tasbih.
Sholat Tasbih ini dianjurkan untuk diamalkan, jika bisa dilakukan tiap malam, sekali seminggu, bahkan sebulan atau setahun sekali atau seumur hidup sekali." ujar Mimi
"Emm itu dikerjakan pada malam hari ya Mi?" tanya Irma.
"Dalam pengerjaannya, sholat Tasbih bisa dilakukan pada malam hari atau siang hari Ir, jika dilakukan pada siang hari, hendaklah dikerjakan empat rakaat dengan satu salam.
Sedangkan, jika dikerjakan pada malam hari, sholat Tasbih dapat dilakukan sebanyak empat rakaat dengan dua salam.
" Oh begitu? terus cara kerjanya gimana itu Mi? apa sama dengan sholat Sunnah biasa?" tanya Selfia
"Iya Fi, tata cara masihnsama dengan sholat kita biasa yangn4 rakaat namun ada di bagian tertentu nya harus dinbaca kan tasbih." jelas Mimi.
"Nah tata caranya adalah.:
Berdirilah lurus menghadap qiblat, lantas ucapkan lafazh niatnya (diwaktu malam) seperti berikut:
USHALLI SUNNATAT TASBDHI RAK'ATAINI LILLAHI TA'ALAA. ALLAHU AKBAR.
Artinya: "Aku niat shalat tasbih dua raka'at, karena Allah. Allahu Akbar".
__ADS_1
Setelah selesai membaca do'a Iftitah, lalu membaca surat pendek, kemudian sebelum ruku' bacalah "Tasbih" 15 kali, yaitu:
SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAILAHA ILLALLAH WALLAHU AKBAR
Artinya: "Maha suci Allah Yang Maha Esa, segala puji bagi Allah dan Allah dzat yang Maha Agung".
Kemudian ruku', dan setelah membaca tasbih ruku', lalu membaca pula tasbih seperti tadi!? di atas 10 kali, kemudian i'tidal.
Setelah selesai tahmid i'tidal, lantas membaca pula tasbih di atas 10 kali, lantas sujud.
Di waktu sujud, sehabis tasbih sujud, kemudian membaca tasbih seperti tersebut di atas 10 kali, lalu duduk antara dua sujud.
Setelah selesai membaca do'a duduk antara dua sujud, lantas membaca tasbih seperti tersebut di atas 10 kali, kemudian sujud kedua.
Pada sujud kedua setelah selesai membaca tasbih seperti di atas 10 kali, lantas sebelum berdiri ke raka'at kedua, kita hendaknya duduk istirahat, lalu sambil duduk istirahat itu kita membaca tasbih seperti tersebut di atas 10 kali.
Jika dihitung, kita sudah membaca Tasbih sebanyak 300 kali jika sholat Tasbih dilakukan empat rakaat." terang Mimi
"Terus kktankaallaaunberdiri lagi baca laginyasbig nya ya Mi?" tanya Irma.
"Iya Ir, tiap membaca alfatihah dan surahnoendek sebelum rukuk kita membaca tasbih nya sebanyak 15kali, nahnlakukan itu berulang sampai habis rakaat nya." jelas Mimi
"Emmm pasti laammaa ya Mi, apa nggak pegel." ucap Selfia.
"Pantesan waktu Tia melihat Mimk berulang kali dalam keadaan suhu yang lama, ternyata Mimi lagi sholat tasbih." ucap Muthia.
"Iya Muth." jawab Mimi dengan senyum.
"Oh ya Mi, setelah itu ada doanya nggak? doa setelah sholat tasbih." tanya Selfia.
"Ada Fi. Setelah selesai melaksanakan sholat Tasbih, kita dianjurkan untuk membaca doa berikut ini:
اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُك تَوْفِيقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ الْيَقِينِ وَمُنَاصَحَةَ أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَوَجَلَ أَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ أَهْلِ الوَرَعِ وَعِرْفَانَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى أَخَافَك،
اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ مَخَافَةً تَحْجِزُنِي عَنْ مَعَاصِيكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِك عَمَلًا أَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاك وَحَتَّى أُنَاصِحَكَ بِالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْك حَتَّى أَخْلُصَ لَك النَّصِيحَةَ حَيَاءً مِنْكَ وَحَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا وَحَتَّى أَكُونَ أُحْسِنَ الظَنَّ بِكَ، سُبْحَانَ خَالِقِ النُّورِ. ا هـ وَفِي رِوَايَةٍ خَالِقِ النُّورِ
Allâhumma innî as’aluka taufîqa ahlil hudâ, wa a‘mâla ahlil yaqîn, wa munâshahata ahlit taubah, wa ‘azma ahlis shabri, wa wajala ahlil khasyyah, wa thalaba ahlir raghbah, wa ta‘abbuda ahlil wara‘i, wa ‘irfâna ahlil ‘ilmi hattâ akhâfak.
Allâhumma innî as’aluka makhâfatan tahjizunî ‘an ma‘âshîka hattâ a‘mala bi thâ‘atika ‘amalan astahiqqu bihî ridhâka wa hattâ unâshihaka bit taubah, khaufan minka hattâ akhlusha lakan nashîhata hayâ’an minka wa hattâ atawakkala ‘alaika fil ’umûri kullihâ wa hattâ akûna ’uhsinuz zhanna bika, subhâna khâliqin nûr (lain riwayat khâliqin nâr).
Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku meminta petunjuk mereka yang terima hidayah, amal-amal orang yang yakin, ketulusan mereka yang bertobat, keteguhan hati mereka yang bersabar, kekhawatiran mereka yang takut (kepada-Mu), doa mereka yang berharap, ibadah mereka yang wara’, dan kebijaksanaan mereka yang berilmu agar aku menjadi takut kepada-Mu.
Ya Allah, masukkanlah rasa takut di kalbuku yang dapat menghalangi diri ini untuk mendurhakai-Mu. Dengan demikian aku dapat beramal saleh yang mengantarkanku pada ridha-Mu, dan aku bertobat setulusnya karena takut kepada-Mu. Dengan itu pula aku beribadah secara tulus karena malu kepada-Mu. Dengan rasa takut itu aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Karena itu juga aku dapat berbaik sangka selalu kepada-Mu. Mahasuci Engkau Pencipta cahaya (lain riwayat, Pencipta
Nah gitu Fi, atau ya bisa do'a kyang kita biasa aja, mintalah apa yang ingin Fia pinta sa!a Allah SWT." ucap Mimi.
"Emm. makasih ya Mi. Fia pengen juga selalu melaksanakan sholat Sunnah." ucap Selfia.
"Amin." jawab Mimi dan yang lain.
"Waduh awet nih hujannya," ucap Irma.
"Iya gimana kita ke kampus." sahut Muthia.
"Telpon Dimas atau Riko gih biar mereka jemput kita." Mimi memberi usul.
"Emm ok." jawab Selfia semangat dan langsung melesat masuk kamar.
"Emm Mi, seandainya Mimi dan kak Syahril belum berjodoh gimana Mi?" tanya Muthia tiba-tiba.
"Kok ngomong gitu Muth?" tanya Irma.
"Nggak misalnya aja, terus ada cowok yang suka sama Mimi apa Mimi akan menerima cowok itu?" ucap Muthia lagi.
"Kalau belum berjodoh berarti itu yang terbaik yang Allah beri Muth, kita ya harus ikhlas nggak ikhlas." jawab Mimi lirih.
"Kaalau ada cowok, mungkin nggak segampang itu Mimi menerima." ucap Mimi lagi.
__ADS_1
"Kalau seandainya nih seandainya ya.. Kalau Saridi atau Dimas yang mendekatinmimi dann menyatakan cinta atau sukanya sama Mimi gimana? secara kan Mimi sudah tau mereka." ucap Muthia dan Mimi hanya tersenyum.
"Yah malah tersenyum." ucap Muthia.
"Hmmm Mimi tidak akan menerima mereka berdua lah " jawab Mimi.
"Ya jelaslah Mi, masak terima keduanya." ucap Irma.
"Maksudnya itu salah satu nya Mimi terima yang mana?" tanya Muthia.
"Seperti yang Mimi bilang tadi, Mimi tidak akan menerima mereka berdua. Baik itu Saridi atau Dimas, bagi Mimi mereka adalah sahabat dan tentunya Mimi menjaga hati mereka." jawab Mimi.
"Tapikan Mi, pasti di antara mereka akaan legowo menerima keputusan Mi." ucap Muthia.
"Nggak Muth, selengkapnya seseorang lastinada rasa hati yang disakiti. Lebih baik tidak menerima sama sekali, takmhanyanhati mereka saja yang Mimi jaga tapi ada satu hati !unkin bisa lebih yang harus Mimi jaga." ucap Mimi.
"Hah siapa?" tanya Muthia dan Irma serentak.
"Ehmm." Mimi hanya berdehem dengan melihat ke arah Selfia yang sudah berjalan mendekat ke mereka.
"Emm gimana Fi?" tanya Mimi.
"Nggak ada yang ngangkat Mi, Abang juga nggak diangkat." jawab Selfia sontak Irma dan Muthia bafunoaham maksud Mimi.
Mereka berdua melihat ke Mimi dengan berkode lewat mata. Mimi pun mengangguk membenarkan prasangka mereka.
Taknlaama terdengar suara mobil berhenti, turunlah seroangboe!uda dengan memaoai payung.
"Siapa!" tanya Muthia kepada Mimi yang melihat ke arah luar.
"Irsyad." jawab Mimi, Mimi pun membuka pintu.
"Assalamualaikum." ucap Irsyad.
"Waalaikum salam." jawab Mimi dan yang lain.
"Emm kalian belum siap juga?" tanya Irsyad yang melihat di antara kita belum ada yang bersiap.
"Belum " jawab Mimi dan yang lain.
"Ckk sana buruan, akinada kelas lagi soalnya." ucap Irsyad yang sudha duduk.
"Hmm oke " jawab Muthia dan kedua sahabat Mimi langsung lari masuk kamar untuk bersiap.
"Dah sarapan Syad?" tanya Mimi.
"Belum Mi, ngggak sempat tadinkesiangan eh ummi bilang suruh jemput kamu karena hujan.
" Emm. mau Mimi buatkan mie rebus, soalnya mii yadimhanya masak Mi rebus sama yang lain.'' ucap Mimi
"Boleh, yang pedas ya." jawabnya.
"Siip." ucap Mimi dan langsung pergi kedapur untuk membuatkan mi rebus. Karena sawi nya habis Mimi keluar untuk memetik sawi.
tak makan waktu lama, minrebus pun siap dan kebetulan tadi pagi miwmi merebus telurnya lebih, jadi tunggal menyajikannya saja.
"Nih Syad" ucap Mimi dengan menyajikan Mi rebus beserta kecap saos serta cabe di hadapan Irsyad tak lupa tes panas.
"Makasih ya Mi." ucap Irsyad, miminoun tersenyum dan kembali ke dapur menuju kamar mandi untuk !mencuci mukanya dan setelah itu miminoun berganti pakaian dan bersiap-siap.
Setelah semua siap dan Irsyad telah selesai sarapan mereka pun pergi ke kampus bersama.
Sesampainya dikampus, Mimk berjalan beriringan dengan Irsyad.
"Mi, apa kamu sudah melakukan apa yang disarankan abi Ris?" tanya irsyad.
"Sudah Syad." jawab Mimi.
"Terus apa sudah dapat jawabannya? " tanyanya lagi.
"Hmm, Mimi tidak tau apa itu sebuah jawaban atau hanya campur tangan iblis." jawab Mimi.
"Jangan gegabah mengambil keputusan Mi, jangan sampe salah mengambil keputusan yang bisa merugikan semuanya." jawab Irsyad
"Iya Syad, Mimi akan mencoba beristikharah lagi. Mimi ingin meyakinkan hati dan pikiran Mimi, agar Mimk tidak salah mengambil keputusan." jawab Mimi.
"Iya Mi, jangan sungkan berbagi sammaa Irsyad." ucap Irsyad.
"Hmmm." jawab Mimi dan saat nya mereka akan berpisah di lorong koridor.
"Syad.." panggil Mimi kepada Irsyad yang telah berbelok arah.
"Iya. " jawab Irysad yangbberhentinseketika saat Mimi memanggil nya.
"Apa kak syahril ada nelpon Irsyad?" tanya Mimi.
Irsyad terdiam diabtakntaunharus menjawab apa kepada Mimi.
"Tidak " jawabnya dan Mimi hanya mengangguk dan kembali melangkah menuju kampusnya.
Mimi berjalan sambil memikirkan puzzle puzzle yang ada di otaknya.
Dari serangkaian mimpi samapai ucapan emaknya lagi tadi.
__ADS_1
"Huhhh, ya rabbb.." ucap Mimi dan Mimi terus berjalan hingga sampailah ke kampusnya dengan sedikit basah karena menuju kampusnya tak ada koridor penghubung lagi sehingga Mimi harus berlari untuk sampai kampusnya.
Para riders DOKTER JANTUNGKU yang sabar ya, di tahan dulu rasa penasaran nya..