DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
146


__ADS_3

Di siang hari pakcik menelpon memeritahukan bahwa paket bimbelnya sidah di kirimkqn ke mobil travel. Sehabis terima telpon Mimi merasa senang dan mimi pun menghitung waktu untuk menjemput pqketnya di loket travel yang ada sini.


Disore hari sehabis memasak Mimi dan yang lain akan pergi ngabuburit ke tebing selain ngabuburit yang pastinya Mimi akan mengambil paket bimbelnya dan menemani kak Andri untuk bertemu dengan orang tua Dewi dan mengajak Dewi serta.


Sewaktu mengantar Dewi semalam sehabis sholat maghrib, papa Dewi serang tidak ada di rumah.


Sesampainya di rumah Dewi, kami dipersilahkan masuk terlebih dahulu. Untung sewaktu sebelumnya Mimi telah mengirim pesan kepada Dewi bahwa kami akan main kerumah nya terlebih dahulu sebelum pergi ke tebing.


Disaat kami telah duduk, Dewi memanggil kedua orang tuqnya dan dia mengenalkan kami semua keoada kedua orang tuanya.


Kedua orang tua Dewi pun berkenalan dengan kami dan mereka tentunya sudah mengenal Mimi terlebih dahulu.


Setelah lumayan berbasa basi akhirnya kak Andri pun mengutarakan niatnya kepada kedua orang tua Dewi.


"Emm pak, buk, emm sebelumnya Andri minta maaf. ( kak Andri menjedah nya sebentar.) Emm selain meminta izin mau ngajak Dewi jalan, Andri juga mau meminta izin kepada bapak dan ibu untuk.. Emm untuk." kak Andri menjadi ragu mengutarakan niatnya ketika melihat papa Dewi menatapnya dengan serius.


"Untuk apa?'' tanya papa Dewi.


"Emmm untuk, untuk meminta izin.." kak Andri menggantung kembali.


"Haduh kok sulit amat sih" gumam kak Andri dalam hati.


Kami semua harap cemas menanti kak Andri mengitarakan niat hati nya. Bang Afnan dan bang Afkar menjadi gregetan kepada kak Andri.


"Bismillah dulu Ndri." bisik kak Syahril dqn kak Andri pun mengucapkan basmallah dalam hatinya namun kak Andri tqk kunjung bicara.


"Ehem maaf pak biar saya wakilkan." ucap bang Afnan yang tak tahan menunggu kak Andri.


"Maksud nya Andri dia ingin meminta izin untuk serius kepada Dewi, jika bapak dan ibu izinkan Andri ingin menikahi Dewi dengan segera setelah kelulusan Dewi nanti." ucap bang Afnan dan itu membuat kedua orang tua Dewi terperangah walaupun sebelumnya Dewi sudah memberitahukan kepada mereka.


"Apa betul itu nak Andri? tqnya papa Dewi.


"Iya pak itu jika baolpak izinkan." Ucao kak Andri


"Apa saya boleh bertanya?' tanya papa Dewi.


"Boleh pak." jawab kak Andri dengan harao cemasnya.


"Sudah berapa lama kalian berubungan?" tanya papa Dewi.


"Emm kalau menjalin hubungan kami baru pak, sebelum kami berangkat kesini." jawab kak Andri jujur dan itu sama dengan jawaban Dewi keoada orang tuanya sebelumnya.


"Baru! apa yang membuatmu meminta Dewi untuk menikah sama kamu sedangkan jakian baru kemarin menjalin hubungan?" ucap papa Dewi dengan penekanan.


"Emm sebelumnya Andri minta maaf pa, niat Andri tidak ingin berpacaran lama-lama dan Andri sedang kuliah di kota pedang saat ini. Andri tidak mau menjalin hubungan jarak jauh tanpa ada kepastian yang jelas." jawab kak Andri.


"Kamu maaih kuliah? kamu jika menikahi anak saya mau dikasih makan apa sedangkan kamu saja kukiah di biayai oleh orang tuamu." ucap papa Dewi dan kak Andri sedikit tersinggung namun ketika melihat wajah Dewi menunduk dengan sedih kak Andri membulatkan tekadnya.


"Maaf pak, insya allah kalau biaya makan saya sanggup membiayai Dewi, saya juga sanggup jika Dewi juga ingin berkuliah nanti." ucap kak Andri.


"Hemm dengan biqya meminta dari orang tuamu!" ucap papa Dewi.


"Emm tidak pak, saya dan sahabat saya ini memiliki pekerjaan. Insyq allah cukup buat makan dan biaya kuliah serta kebutuhan sehari-hari." jelas kak Andri dengan tidak memberitahukan kalau dirinya sedang mnjalankan bisnis cafe dan resto bersama para sepupunya.


"Oh gitu, kaku kuliqh jurusan apa?" tanya papa Dewi.


"Saya ambil jurusan kedokteran pak." jawab kak Andri.


"Hemm." ucap papa Dewi dengan manggut-manggut.


Hening, papa Dewi melihat ke arah Dewi yang menunduk dan kami semua juga menunggu jawaban.


"Saya sebagai orang tuanya semua tergantung di Dewi. Kami hanya mendukung dari keputusan yang dia ambil." ucap papa Dewi.


"Gimana teh?" tanya sang mamah Dewi, Dewi melihat ke arah mamahnya yang tersenyum dan Dewi juga melihat ke arah papahnya dannswtwlah oaoahnya mengangguk Dewi oun menjawabnya.


"Iya Dewi mau." ucap Dewi dannkami oun berucao alhamduliah.


"Jadi kapan kedua orang tuamu mau datang?" tanya papa Dewi.


"Emm Andri tergantung pihak bapak saja." jawab kak Andri dan papa nya Dewi hanya tersenyum.


"Emm gimana kalau habis hari raya saja Ndri." Usul bang Afkar dan kami swmya melihat ke arah bang Afkar.


"Eh maaf hehhe." jawab bang Afkar dengan tak enak hati.


"Itu bagus juga, pastinya kalau sekarang kedua orang tua mu sedang sibuk." jawab papa Dewi. "Gimana?" imbuhnya lagi.


"Emm nqnti Andri tanyakan sama Umi dan Abi Andri pak." jawab kak Andri.


Karena wakru terus berjalan dan semakin sore Mimi membisikan kepada kak Syahril untuk segera pamit karena mimi takit nanti loket tutup dan kak Syahril pun mengerti.


"Emm udahkan Ndri?" kak Syahril berbasa basi bertanya kepada kak Andri.


"Udah." jawab kak Andri.

__ADS_1


"Emm kalau gitu pak buk, kami permisi dulu karena audah sore dan kami minta izin ngajak Dewi jalan-jalan." ucao Kak Syahril.


"Oh yaudah kalau gitu, kalian mau jalan-jqlqn kemana?" tqnya oqoa Dewi.


"Rencana kami mau ke tebing pak" jawab Mimi.


"Oh gitu, hat-hati dijalan." jawab papa Dewi dan kami pun segera pamit dan melanjutkan perjalanan kami yang tertunda.


Kurang lebih 15 menit kami pun sampai di tebing dan kami langsung menuju loket untuk mengambil paket Mimi.


Karena sudah kesorean kami pun berbuka puasa ditebing, kami pergi kelesehan warung sate dan kami berbuka disana.


Sehabis berbuka kami tak langsung pulang melainkan kami pergi kepasar malam namun sebelumnya kami pergi ke masjid dahulu untuk sholqt maghrib.


Sesampainya di pasar malam kami memasuki arena permaianan yang disediakan oleh pihak pasar malam.


Mereka masuk ke rumah hantu untuk menguji nyali tapi Mimi tidak serta karena Mimi takut.


Mimi dan Ay menuju tempat permaianan lain. Mimi dan Ay bermain lemlar kaleng yang mana di depan kaleng tertulis nama hadiah yang bisa di bawa pulang.


Di tempat bermain ini Mimi dan Ay mendapakan hadiah yang lumayan bagus yaitu dua set alat minum, satu set panci beberapa boneka dan payung.


Mimi dan Ay pergi ke tempat lain dengan menenteng hadiah yang ada. Mimi dan Ay mencoba keberuntungannya kembali dengan membelikacang yang ei bungkus dan di dalamnya nanti ada kertas bertuliskan no hadiah yang telah di jejer di panggung.


Yah kali ini keberuntunagn masih beroihaknoada Ay dan Mimi. Ay dan Mimi mendapatkan hadiah yang lumayan, Dua buah kipas angin, satu set panci dan satu dispenser.


Mimi masih penasaran apa lagi diblihatbdi panggung hadiahnya sangat menggiurkan, ada tv, kulkas, sofa, spring bed dan lainnya.


Mimi mencoba membeli kembali namun disaa akan membeli hp Mimi bergetar dan Mimi pun mngangkatnya ternyata kak Syahril menanyakan posisi Mimi danbmimi pun mengatakan dimana posisinya saat ini.


Kak Syahril dannyang lain menyusul mimi dan Ay, kak Syahril melihat barang-bqrqng yang ada dekat Mimi dan dia pun bertanya.


"Ini punya siapa dek?" tanyq kak Syahril.


"Punya Mimi dan Ay hehe." jawabbmimi dengan cengengesan dan mereka terperangan terutqma kak Syahril mengangkat ke dua alisnya seolah bertanya darimana.


"Ini kami tadi dapat hadiah kak." jawab Ay.


"Hadiah?" tanya kak Rudi.


"Iya kak, tadi Ay sama ayuk Mimi main lempar kaleng disana dapqt boneka-boneka ini, terus dapat ini dan ini." jawab Ay dengan menunjuk ke hadiah-hadiah yang dihasilkannya.


"Terua kipas angin dan dispenser nya?" tanya bang Afkar.


"Kalau ini kami dapat di sini bang." jawab Mimi.


"kalau disini ndak ada permainannya bang, tapi kita beli kacang yang di bungkus itu nah nanti dalam bungkus itu ada no nya sesuai dengan no hadiah yang ada di atas panggung itu." jawab Mimi dengan menjelaskan nya.


"Oh gitu, kalau ada no tapi no nya tidak ada di depan itu gimana?" tanya bang Afkar.


"Kalau no nya ndak ada di salah satu hadiah yang terpajang ya ndak dapat hadiah bang alias zonk." sahut Ay.


"Yok kita coba, penasaran kakak." sahut kak Siska.


"Kak Siska tidwk pernah ke pasar malam ya?" tanya Ay.


"Ndak pernah Ay makanya kakak penasaran, kita beli yok Ay mana tahu dapat kasur itu." jawab kak Siska.


"Oh ya berapaan itu Mi?" tanya kak Rani.


"Lima ribuan kak sebungkus." jawab Mimi.


"Tadi Mimi habis berapa dapat ini semua?" tanya kak Rudi.


"Tujuh puluh ribu kak kalau ndak salah hehehe." jawab Mimi.


Tak lama abang-abang yang membawa ember lecil berisi bungkusannkavang tersebut tiba dekat temlat kami berdiri dan kami pun membelinya.


Kak Rudi dan kak Rani langsung membeli lima pukuh ribu begitu pula dengan kak Siska dan kak Arfan.


Bang Afnan, bang Afkar dan kak Syahril pun ikut membeli, kali ini mimi tidak membeli lagi larena tak diizinkan sama kak Syahril, jadi Mimi hanya membantu buka bungkusan kacang yang kak Syahril beli.


Malam keberuntungan, hadia yang kami dapatkan hadiah yang besar-besar. kak Siska mendapatkan sesuai dengan apa yang di ucapkan sebelumnya, kak Siska mendapatkan satu buah kasur berukurang besar, set teflon, dan termos


Kak Arfan mendapatkan sebuah TV LED, teko elektrik, ember, teko biasa serta baskom.


Bang Afnan mendapatkan kipas angin dua, teko elektrik dua, baskom besar dua TV led satu dan yang lain kosong.


Bang Afkar mendapatkan kompor gas, termos, kukusan, sapu, kipas angin, dua set cangkir keramik, dua SWT cangkir Mama papa.


Kak Rudi dan kak Rani mendapatkan kasur santai karakter dua, ember dua, baskom besar dua gayung empat.


Mimi dan kak Syahril sengaja membuka bungkusan terakhir karena kak Syahril dan Mimi ingin melihat mereka mendapatkan apa saja.


Setelah semua mendapatkan hadiah yang memuaskan kak Syahril dan Mimi pun berantusias.

__ADS_1


"Ah, Ay mau dapat apa?" tanya kak Syahril kepada Ay.


"Ay pengen dapat sepeda itu." jawab Ay dengan menunjuk ke arah sepeda cewek berwana pink.


"Terus apa lagi Ay?" tanya kak Syahril.


"Emang nya Lo bisa dapagin itu Riil? tanya kak Rudi.


"Ckk mana tahu apa yang diinginkan Ay terkabul Rud." jawab kak Syahril.


"Emm, semua sudah kita dapatkan kak, tinggal kulkas, mesin cuci sama sofa yang belum." jawab Ay yang mana sebelumnya dia melihat ke arah hadiah-hadiah yang kami dapatkan.


"Emm bismillah semoga apa yang Ay ucapkan terkabul ya?" ucap kalk Syahril dan kak Syahril mulai membuka bungkusan kacang yang ada ditangannya.


"Sini kak Ay minta satu biar Ay bantu buka." ucap Ay dengan meminta satu bungkus ke kak Syahril dan kak Syahril pun membukanya.


Setelah mendapatkan satu bungkus langsung Ay buka dan dia mendapat no yang maana no tersebut sa!a dengan no hadiah yang diinginkan oleh Ay yaitu sepeda cewek warna pink.


"Yeeee Ay dapat sepeda." jawab Ay dengan girang setelah dia mengetahuinya kalau no yang di dapatanya sa!a dengan no yang tertera di sepeda tersebut.


"Alhamdulillah." jawab kami semua, Ay langsung abang-abang yang bertugas mengambil no tersebut dengan cekatan si bang !menurunkan sepeda tersebut.


Begitu pula dengan kak Syahril hadiah yang di dapatkan juga hadia yang apa di ucapkan oleh Ay. Kami semua bahagia !mendapatkan hadiah yang besar-besar dan karena rasa penasaran telah terkabulkan maka kami pun akan pulang.


Namun disaat akan membalikkan badan berjejer lah hadiah-hadiah yang kami dapatkan tersusun rapi memenuhi tempat kami berdiri.


Saatnya pula kami bingung bagaimana akan membawa hadiah-hadiah ini.


"Huh, gimana bawanya ini!" ucap kak Siska.


"Iya ya, kok kota jadi kemaruk hadiah yang besar-besar ya!" sahut kak Rani dengan manggut-manggut.


"Nah sekarang malah jadi bingung kita." sahut bang Afkar.


"Bentar Mimi telpon om Yan minta Carikan catar mobil dua." ucap Mimi dan langsung menghubungi Om Yan.


Om Yan yang di hubungi kebingungan kenapa Mimi malam-malam meminta Carikan catatan mobil di malam hari. Setelah Mi!i jelaskan Om Yan pun langsung mencari dan dapat dua mobil untuk !mengangkat barang-barang kami.


Setelah mobil sampai di lapangan TKD dan om Yan pun ikut serta beserta anak-anaknya. Om Yan terheran melihat hadiah yang kami dapatkan.


Karena hadiah kami melebihi kapasitas, mana yang kami dapat lebih dari satu seperti sofa, kasur springbad, kipas angin dan sepeda kami kasih ke Om Yan satu.


Fajri dan Ghofur sangat senang ketika diberi sepeda walau sepedanya untuk Fajri kebesaran.


Yah kak Ryan beli lima puluh ribu bungkus kacang dia mendapatkan sepeda-sepeda beraneka ukuran. Sambil menunggu mobil satu !mengantar barang kerumah Om Yan kak Ryan mencoba kembali tetapi dia mencoba di arena permainan lempar kaleng atau lempar bola.


Sebelum dia melempar bola dia bertanya kepada Ay, Fajri dan Ghofur mau hadiah apa, Ay pun melihat boneka Teddy bear besar dia menginginkan itu. karena sebelum nya dia dan Mimi main hanya mendapatkan boneka yang kecil.


Sedangkan Fajri dan Ghofur melihat mobil-mobilan maka mereka berdua menginginkannya.


Tak hanya kak Ryan, bang Afnan, bang Afkar, kak Arfan dan kak Rudi pun ikut uji coba le!lar bola. Beberapa kali mereka coba selalu tidak telat sasaran dan pada bola terakhir barulah mereka mendapatkan hadiah sesuai dengan keinginan masing-masing.


"Yeyy Ay dapat boneka Teddy bear yang besar." ucap Ay dengan senangnya.


"Makasih kak Ryan." ucap Ay.


"Sama-sama." jawab kak Ryan.


Tak lama terdengar pula serak sorai dari Fajri dan Ghofur.


"Yeyy Aja dan Ofa juga dapat mbak." ucap mereka berdua girang dengan memberitahu ke Ay.


Ya adik-adik sepupu Mimi di bawah Ay mamanggil Ay dengan mbak sedangkan dengan Mimi Ayuk.


Maka malam ini mereka habiskan sebagian hadiah-hadiah besar yang di tawarkan oleh penyelenggara pasar malam.


Kebahagiaan itu tak perlu dengan kemewahan hal yang sederhana saja mampu membuat orang disekitar kita bahagia bila kita menjalankannya dengan keikhlasan.


*** TBC ***


Assalamualaikum Alhamdulillah DOKTER JANTUNGKU update kembali. Jangan lupa terus beri dukungannya ya.


Semoga karya authore berkenan di hati para readers dan bagi yang kurang berkenan authore minta tolong hargai karya nya dengan menjaga jempol kalian.


Terus beri dukungan dan tinggalkan jejaknya berupa


FAVORIT


RATE


VOTE


LIKE


KOMEN

__ADS_1


...TERIMAKASIH...


__ADS_2