
Di tempat lain khususnya pulau Sumatra, Mimi juga terbangun di dini hari. Di lihatnya jam di ponselnya yang terletak tak jauh dari ranjang menunjukkan pukul 1.30 dini hari, dilihatnya di samping kirinya si Ay masih nyenyak Dengan tidur nya.
"Ya Allah ada apa dengan mimpi ku?" gumam Mimi
"Astaghfirullahal adzim, astaghfirullahalmadzim." Mimi terus beristighfar.
Mimi berusaha untuk kembali tidur namun matanya sulit untuk terpejamkan kembali dan akhirnya Mimi pun beranjak keluar kamar di lihatnya para lelaki yang menyayangi dirinya berjejer tidur di tengah rumah.
Mata Mimi terpaku pada satu titik di sudut pinggir dekat meja TV, di tatapnya wajah yang tenang tersebut.
"Semoga hanya sebatas mimpi ya kak," gumam Mimi dan Mimi pun kembali melangkah menuju kamar mandi untuk berwudhu.
Sehabis berwudhu Mimi segera melaksanakan tahajud dan setelah bertahhajud Mimi berd'oa kepada sang pencipta tak lupa di setiap do'anya selalu tersematkan untuk kedua orang tua, saudara dan orang-orang yang mengasihi serta menyayanginya terutama nama sang kekasih hatinya Syahril.
Dilihatnya kembali jam di ponselnya masih di jam dua dini hari untuk makan sahur terlalu cepat, untuk kembali tidur Mimi takut kesiangan akhirnya Mimi ambil Alquran nya dan Mimi melanjutkan mengajinya di malam itu.
Mimi sedang melantunkan ayat demi ayat yang berada di dalam surah Al Mulk, yah Mimi mengaji telah sampai di juz 29 selama Ramadhan ini dan telah sampai di surah Al Mulk dan Mimi berharap sebelum idul Fitri dia bisa menyelesaikan atau menghatamkan bacan Al-Quran nya.
Di saat akan membaca beberapa ayat terkahir uluran tangan seseorang dengan wajah yang tak terlihat oleh Mimi itu melintasi di otak dan matanya.
"Astaghfirullah." ucap Mimi ketika penggalan dari mimpinya melintasi di otaknya. Mimi beristighfar berkali-kali agar bisa menghalaunya dari pikirannya saat ini.
Mimi melanjutkan mengaji dan menyelesaikan hungga ayat terakhir di surah Al Mulk tersebut.
Surah Al-Mulk (Arab: الملك,"Kerajaan") adalah surah ke-67 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surat Makkiyah, terdiri atas 30 ayat. Dinamakan Al Mulk yang berarti Kerajaan di ambil dari kata Al Mulk yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Surat ini disebut juga dengan At Tabaarak yang berarti Maha Suci.
Dalam alquran dari saru surah ke surah yang lain atau dari satubsurah kensurah sebelumnya atau surah berikut nya selalu terhubung seoerti surah Al Mulk ini dengan surah sebelumnya At Thamrin.
Dalam surat At Tahrim diterangkan bahwa Allah mengetahui segala rahasia, sedang pada surat Al Mulk ditegaskan lagi bahwa Allah mengetahui segala rahasia karena Allah menguasai seluruh alam.
Seperti yang di jelaskan dapat kita lihat dari terjemahan surat Ak Mulk itu sendiri yang mana isi terjemahannya adalah:
* Dipermuliakanlah Dia, Yang dalam TanganNya terdapat Kerajaan, Dialah Yang Maha Kuasa terhadap segala sesuatu, Yang menciptakan Maut beserta Kehidupan supaya Dia menguji kalian, siapakah dari kalian yang berperilaku paling baik, sungguh Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun; Yang telah menciptakan tujuh langit; bahwasanya dirimu tidak melihat pada ciptaan Yang Maha Pengasih, sesuatu hal yang tidak seimbang, maka pandanglah berulang-ulang, adakah kamu memandang sesuatu yang tidak seimbang? kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepada dirimu, dengan tiada menemukan suatu yang cacat; sementara penglihatanmu pun dalam keadaan lemah.
Ketahuilah bahwa telah Kami hiasi langit yang dekat dengan berbagai bintang, serta Kami jadikan berbagai bintang itu sebagai alat-alat pengusir setan, serta telah Kami sediakan untuk mereka, Azab Neraka yang bergejolak. (Ayat:1-5)
* Bahwa untuk orang-orang yang kafir terhadap Tuhan mereka; telah disediakan Azab Jahannam serta tempat kesudahan terburuk, tatkala orang-orang itu dicampakkan ke dalamnya maka terdengar suara kengerian menggema, hampir-hampir tempat itu meledak lantaran geram.
Setiap sekelompok orang dicampakkan ke dalamnya, para penjaga bertanya kepada orang-orang itu: "Belumkah seorang pemberi peringatan hadir kepada kalian?" orang-orang itu berkata: "Tidak demikian, sungguh telah hadir seorang pemberi peringatan kepada kami, kemudian kami mendustakan serta kami berkata: "Allah tidak mengirim sesuatu pun; kalian tidak lain dalam kesesatan yang parah." serta orang-orang itu berkata: "Sekiranya kami mendengar atau mempertimbangkan niscaya kami tidak termasuk golongan penghuni Neraka yang bergejolak" orang-orang itu mengakui dosa-dosa mereka, sehingga golongan penghuni Neraka yang bergejolak itu dihinakan. (Ayat:6-11)
* Ketahuilah bahwa orang-orang yang menghormat secara ghaib terhadap Tuhan mereka, orang-orang tersebut akan memperoleh ampunan beserta upah luar biasa.
Maka rahasiakan ucapan kalian ataupun ungkapkan, ketahuilah bahwa Dia Maha Mengetahui isi kalbu, bukankah Dia Maha Mengetahui hal-hal yang telah Dia ciptakan? sungguh Dialah Yang Maha Menyelidiki, Maha Memahami, Dialah Yang menyediakan bumi supaya memungkinkan untuk kalian tinggali, maka berjalanlah di segala penjurunya serta makanlah sebagian rezekiNya, bahwa kepada Dia sebagai Kebangkitan. (Ayat:12-15)
"Apakah kalian merasa aman terhadap Dia Yang Berada di langit, yang sanggup menjungkirbalikkan bumi menimpa diri kalian sewaktu bumi berguncang?
atau apakah kalian merasa aman terhadap Dia Yang Berada di langit, yang sanggup menimpakan badai keras? kelak kalian akan memahami seperti apa AncamanKu!" ketahuilah bahwa kaum-kaum sebelum orang-orang itu telah membantah, maka betapa mengerikan KegeramanKu! (Ayat:16-18)
*Dan tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan sayap maupun mengatupkan sayap yang berada di atas mereka? tiada yang menahan hal demikian selain Yang Maha Pengasih. Sungguh Dialah Yang Maha Mengawasi segala sesuatu. (Ayat:19)
"Atau siapakah yang menjadi tentara untuk kalian yang sanggup menolong kalian selain Yang Maha Pengasih?" orang-orang kafir tidak lain berada dalam keadaan mengkhayal.
: "Atau siapakah orang yang memberi rezeki kalian ketika Allah menahan rezekiNya?" yang sebenarnya orang-orang itu tetap berada dalam keangkuhan serta penghindaran; maka apakah orang yang berjalan secara sembarangan dengan muka yang kebingungan adalah lebih terbimbing? ataukah orang yang berjalan tegap di jalur yang tepat. (Ayat:20-22)
*Katakanlah: "Dialah Yang menumbuhkan kalian serta Yang menganugerahkan pendengaran, penglihatan, beserta akal untuk kalian." betapa sedikit kalian bersyukur!
Katakanlah: "Dialah Yang menjadikan kalian berkembang biak di bumi, bahwa kepada Dia, kalian dihimpun.”
__ADS_1
Dan orang-orang itu mengatakan:
"Kapankah Ancaman itu terjadi apabila kalian memang golongan yang benar?"
Katakanlah: "Ketahuilah bahwa pengetahuan tentang perkara tersebut berada di sisi Allah, sungguh aku hanyalah seorang pemberi peringatan." maka ketika orang-orang itu menyaksikan perkara tersebut di hadapan mereka, muka orang-orang kafir menjadi muram, serta diserukan: "Inilah yang dahulunya selalu kalian tuntut."
Katakanlah: "Terangkan kepada diriku, apabila Allah yang mematikan diriku beserta orang-orang yang bersama dengan diriku, atau apabila Dia yang menganugerahkan Kasih untuk kami. akan tetapi siapakah yang meluputkan golongan kafir menghadapi Azab yang pedih?" Katakanlah: "Dialah Allah Yang Maha Penyayang, kami beriman kepada Dia, serta kepada Dia, kami menaruh kepercayaan, kelak kalian akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang parah.” (Ayat:23-29)
*Katakanlah: "Jelaskan kepada diriku ketika sumber air kalian mengering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir untuk kalian?" (Ayat:30).
Setelah selesai mengaji Mimi keluar kamar dan langsung menuju dapur, Mimi akan memasak sayur untuk sahur mereka hari ini.
Lagi-lagi ukuran tangan seseorang tersebut menghampiri di pikiran Mimi.
"Astaghfirullahal adzim." mimi beristighfar jika uluran tangan tersebut selalu menghampirinya.
Yah Mimi bermimpi dimana dalam mimpinya dia sedang berada di swbuah taman yang ada danau buatannya.
Mimi ditqman tersebut bersama dengan Syahril, mereka berjalan menikmati keindahan tempat tersebut.
Mereka berdua bahagia menikmati keindahan yang tersedia di taman tersebut namun kebahagiaan itu berubah sebuah kesedihan yang teramat menyakitkan bagi Mimi dan Syahril.
Di dalam mimpinya mimi mlihat Syahril berlalu pergi dengan kerapuhan danntetesan air mata yang terus mengakir di setiao sisi pipinya.
Dan di dalam mimpinya Mimi pun ikut bersedih menghantarkan kepergian Syahril, Mimi taj menangisi kepergian itu tak ada air mata yang keluar secara langsung namun di dada Mimi terasa sesak dan membuat tak ada daya ubtuk menopang tubuhnya sehungga Mimi lunglai bersimpuh di pinggiran danau tersebut.
Di saat Mimi sedang berperang dengan rasa sesak di dadanya datanglah seseorang mendekat lada dirinya dan mengukurkan tangannya serta berkata "Menangislah jika menangis itu membuat hatimu lega, jangan kau tahan-tahan karena itu akan semakin membuatmu terluka. Jika kau mau dan izinkan jadikan aku sandaranmu."
Mimi melihat siapa memberi uluran tangan tersebut namun Mimi tak bisa melihat wajah si pemberi uluran tangannya.
Tepat jam tiga mereka menyantap sahurnya dengan lahap namun Mimi seolah hilang selera karena sebuah mimpi.
Mimi melihat ke arah Syahril yang sedang menyantap sahurnya dengan lahap mimi tersenyum namun di balik senyumnya tersimlan kesedihan
"Apakah kita kelak itu akan terjadi kak?" Mimi bertanya dalam hatinya dan Mimi menarik nafasnya berat untuk menetralisir rasa sesak di dadanya.
Dikeluarga Mimi selalu bersahur di jam tiga agar di sisa waktu menjelang imsak bisa di gunakan untuk bersantai sejenak sampai waktu imsak dan subuh tiba.
Kegundahan di hati Mimi terus menghampirinya, ada rasa takut mengahmpiri hati nya, takut akan sebuah perpisahan, mimi merasa belum siao untuk mengjadaoi segala kemungkinan yang ada.
Mimi terus beristighfar untuk menghilangkan rasa gundah di hatinya dan Mimi juga berdoa di dalam hatinya memohon agar sang khalik memberinya ketenangan hatinya.
"Ya rabb, sesungguhnya hamba tahu bahwa hamba tak boleh mencintai sesama makhlukmu secara berlebihan selain hanya kepadamu dan sesungguhnya hambabjuga Tart lah tahu tentang dirinya. Apakah hal itu akan terjadi kepada kami? jika memang akan terjadi hamba mohon beri hamba kekuatan hati dan bantu hamba untuk menata hati hamba agar kelak hamba tak terlalu merasakan rasa sakitnya di hati hamba." Mimi memanjatkam do'a di dalam hatinya dan mata mimi hanya tertuju kesatu titik yaitubke arah Syahril yqng sedang bersenda gurau dengan yang lain.
Namun lagi dan lagi rasa sesak itu menghantam dada Mimi dan tak terasa bulir bening jatuh di sela-sela ujung matanya, Mimi segera menghapusnya agar tidak mngundang kekhawatiran semua orang yang berada di rumahnya.
Tak lama terdengar sayup dari toa masjid kalau waktu imsak telah tiba, para lelaki bersiap-siap memakai baju koko dan tak lupa sarung serta sajadah mereka.
Mereka telah berencana akan sholat subuh berjamaah ke masjid yang berada dekat kantor desa yang mana masjie tersebut berada tak jauh dari lorong masuk ke rumah Mimi.
Kami para perempuan sholat subuh di rumah, sehabis sholat Mimi kembali melanjutkan mengajinya berharap bisa membantubl menghilangkan rasa gundahnya.
Keesokan harinya di jam 10 pagi bicik menelpon Mimi kalau ada dua paket tiba dan Mimi meminta bicik untuk membuka paket tersebut dan menanyakan kqpan waktu terakhir yang diberikan.
Bicik mengatakan kalau di dalam lembaran tersebut diberikan waktu selama kurang lebih dua bulan setelah tanggal paket di berikan atau di kirim dan di sana juga tertulis tanggal tersebut di kirim sehari sebelum ramadhan dan kini ramadhan akan berakhir dalam hitungan hari.
Mimi meminta bicik atau pakcik mengantarkan paket-paket tersebut ke travel dan di kirim ke tempat Mimi segera.
__ADS_1
Kak Syahril dan yang lain melihat Mimi sehabis menerima telpon resah, mereka pun bertanya.
"Ada apa dek?" tanya kak Syahril mendekat ke Mimi dan Mimi tak meresponnya karena pikiran Mimi berada di paket-paket tersebut.
"Dek." panghil kak Syahril dengan megang kedua bahu Mimi dan Mimi pun tersentak kaget lebih tepatnya tersadar dari kegundahan hatinya.
"Eh iya kak." jawab Mimi dengan melihat ke wajah Syahril yang sangat dekat dengan wajahnya.
"Ada apa?" tqnya kak Syahril lagi.
"Emm ndak ada apa-apa kak." jawab mimi dengan tersenyum.
"Kalau ndak ada apa-apa kenapa gelisah." tanya kak Syahril lagi.
"Emm anu emm itu.." Semua irang sedang menunggu penjelasan Mimi yang tergantung. Mimi menarik nafasnya dan menjelaskan kepada semuanya.
"Emm itu.. Kata bicik ada paket datang, paket bimbel-bimbel Mimi dan paket itu batas waktu penyerahan balik nya tinggal kurang lebih tiga minggu lagi kalau terhitung dari tanggal oengiriman paket." jawab Mimi menjelaskan kegelisahannya.
"Tanggal kirim nya kapan?' tanya kak Ryan.
"Kalau dilihat yang tertera di lembaran tersebut di buat atau di kirim sebelum ramadhan kak, nah ini ramadhan dah mau habis." jawab Mimi dengan guratan sedihnya.
"Insya allah adek bisa ngerjainnya, kan selama ini adek bisa ngerjainnya." uvap kak Syahril dengan memberikan semangatnya.
"Iya tapi kan sebelumnya tidak seperti ini kak?" jawab Mimi.
"Eh mana Mimi yang kak rani kenal nih, semangat Mimi insya allah Mimi bisa, apa yang dikatakan Syahril itu benar mimi pasti bisa ya?'' ucqp kak rani dengan semangat.
"Yaudah suruh bicik atau pakcik antar ke loket travel saja nanti kita jemput, tapi harus kirim seceoatnya hari ini." sahut kak aarfan dengan memberikan idenya walau ide nya sudah di duluin oleh Mimi sebelumnya.
"Iya kak, tadi sudah mimi bilang sama bicik. Tapi ndak tau bisa apa tidak." jawab Mimi dengan lesu.
Dalam pikiran Mimi, Mimi takut gagal karena ndak terkejar waktu nya. Jika gagal maka gagal pula harapan Mimi untuk berkuliah dengan sistem mahasiswa undangan dan beasiswa.
Mimi sangat berharap dia berhasil mendapatkan itu semua, karena Mimi tau keadaan kedua orang tuanya.
Bisa saja mereka memenuhi keinganan Mimi untuk berkuliah di sini namun jika tanpa beasiswa maka biayanya akan mahal dan itu juga bukan di jurusan yang bukan Mimi inginkan.
***tbc***
Assalmaulaikum alhamdulillah DOKTER JANTUNGKU bisa update kembali.
Semoga cerita nya berkenan di hati para riders bagi yang kurang berkenan cukup menghargai karya aurthore nya saja dengan menjaga jempolnya ya.
Jangan lupa terus beri dukungan dan jejaknya berupa
FAVORITE
RATE
VOTE
LIKE
KOMEN
TERIMAKASIH
__ADS_1