DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
back to campus


__ADS_3

Pagi yang cerah secerah langkah dan harapan baru bagi seorang gadis yang sedang berjalan menuju kampus nya.


Sebelum memasuki gerbang kampus, dia menarik nafas nya panjang. Dilihat nya sekitaran kampus, telah banyak mahasiswa-mahasiswi berkeliaran dimarea kampus.


Hari ketiga pasca liburan, hari ini pihak kampus akan mengadakan pengajian atau pun doa bersama untuk salah satu mahasiswa mereka yang terkena tragedi kecelakaan pesawat Lino air B737.


Mereka semua akan di kumpulkan di aula kampus, para mahasiswa yang berbagai macam budaya, etnis dan agama ikut berkurmpul dari berbagai fakultas walau mungkin tidak semua orang mengenali nya.


Namun solidaritas sesama mereka tanamkan untuk saling menghormati. Bagi yang mengenal mereka akan bersedih dan merasa kehilangan, bagi yang menaruh benci padanya akan bergembira dan mengucap syukur atas ketiadaan dirinya.


Setelah melihat dan mengitari pandangannya keseliling kampus, diapun melangkahkan kaki masuk kedalam gerbang kampus yang biasa di lewatinya.


"Bismillah, back to campus." Gumamnya dan menerbitkan senyuman indah terukir di sudut bibirnya.


Dengan langkah seperti biasanya dia akan langsung menuju


ke fakultasnya.


Saat dia melangkahkan kaki menuju fakultas nya, setiap mata tertuju padanya dengan tercengang. Dia yang melangkah acuh dan terus melanjutkan jalannya menuju fakultasnya.


Namun lagi-lagi setiap dia melangkah setiap itu pula mata-mata tetuju pada nya dengan tercengang dan bengong.


"Emm apaan sih mereka," ucapnya dan terus melangkahkan kakinya dengan mata selalu memperhatikan mata yang tertuju padanya.


Saat ada mata yang tertuju matanya adalah orang yang dia kenal walau tidak sedekat dengan sahabatnya.


"Hey Ta, ada apa sih?" tanya nya pada si Sinta teman satu jurusannya.


"Nggak, nggak mungkin." ucap Sinta dengan menggelengkan kepalanya dan berlari menuju kelasnya.


"Aneh, ada apaan sih? kenapa juga tuh semua orang mandangin aku seperti itu juga, apa ada yang salah dengan diriku." Gumamnya seraya menelisik penampilannya.


Setelah !menelisik penampilannya yang tidak ada kesalahan, diapun hanya mengangkat kedua bahunya dan !e


lanjutkan langkahnya.


Sinta yang berlari menuju kelasnya pun menceritakan dengan apa yang barusan dirinya lihat. Bagi yang sudah berada dikelas mereka semua sontak kaget tak percaya dengan apa yang dikatakan Sinta.


"Jangan ngacp kami Sin" sahut teman kelasnya.


"Beneran, nggak bohong aku." ucap Sinta.


"Halah mungkin hanya mimpi kamu." sahut yang lain.


"Emm mimpi ya..!! Nggak kok, lah wong aku barusan liat dia gitu masa iya mimpi." ucap Sinta yang juga merasa apa iya dia sedang bermimpi.


"Hallah sudah-sudah, intinya itu nggak mungkin." sahut yang lainnya. Singa lun hanya mengkrucutkan bibirnya dan duduk kursinya.


"Masa iya aku mimpi berjalan." gumam Sinta.


Taknlaama datang lagi tema swfakuktaa mereka dan dia juga bercerita hal yang sama dengan Sinta, Sinta merasa lega kalau dia nggak bermimpi, bahkan beberapa temannya yang baru datang juga menceritakan hal yang sama.


Kasak kusuk itupun cepat tersebar di seluruh kampus, bagi yang belum melihat mereka tidak akan mempercayai dengan begitu saja. Bagi yang penasaran. mereka akan mencari keberadaanya.


Dillah dan rekannya yang baru saja memasuki pintu masuk kampus pun mendengar kasak kusuk tersebut.


"Ren, kami dengar apa yang mereka katakan?" tanya Dillah.


"Iya, apa iya ya?" tanya si Yogi.


"Bisa jadi aja." jawab Satria.


"Hmm kalau belum liat ya nggak percaya aku." jawab Reno.


Mereka berempat masih berdiri diam dan mendengarkan orang-orang yang sedang membicarakan seseorang yang mereka lihat atau yang mereka dengar dari cerita mereka yang lihat.


Tak hanya di antara mahasiswa kampus saja, cerita ini pun telah sampai ke telinga dosen, dekan dan rektor.


Mereka semua juga tidak begitu saja mempercayai nya sebelum mata mereka sendiri melihat itu.


Dillah dan teman-temannya berjalan menelusuri koridor-koridor kampus, telinga merekaselalu mendengar cerita-cerita hal yang sama.


Cerita ininoun menjadi trending topik di kampus mereka saat ini dengan versi cerita yang berbeda namun dengan objek yang sama.


"Apa itu beneran ya?" celetuk Satria yang celingak-celinguk menjadi kebenarannya.


"Hei, apa benar yang kamu bilang itu?" tanya Satria pada juniornya.


"Yang mana kak?" tanya sijuniornya.


"Itu yang kalian katakan barusan?" ucap Satria lagi.


"Oh itu, beneran kak, aku sendiri melihatnya tadi dari area belakang." sahut junior yang membagikan cerita itu.


"Apa itu benar? apa benar kamu sendiri yang melihatnya?" tanya Dillah pada juniornya itu.


"Iya kak, beneran. Itu beneran dia, nggak mungkin kan aku bermimpi sambil jalan." ucap si juniornya.

__ADS_1


"Semua orang juga sudah membicarakannya kak, karena banyak juga mahasiswa lain melihat dia." ucap sijuniornya tadi.


Dillah terdiam dia tidak begitu saja percaya namun bagi kecilnya mengatakan bahwa cerita itu benae ada nya.


Mata Dillah mengitari setiap koridor bahkan setiap taman yang berada di depannya. Dia juga berharap kalau hal itu adalah benar.


"Ohnya makaaih ya?" ucap Reno mewakili teman-teman nya.


"Iya kak sama-sama." jawab sekelompok junior itu.


"Ayo Dil, kita ke aula melihat segala persiapannya." ajak Reno dengan merangkul pundak Dillah yang terlihat fokus melihat ke sekitar nya.


Mereka pun berjalan menuju ke aula yang akan mereka jadikan tempat untuk berdoa sama nanti siang. Yah mereka memilih waktu siang untuk mengadakan doa bersama untuk Mimi.


Setelah mereka sampai di aula, mereka langsung memeriksa persiapan semuanya. Namun lagi-lagi mereka mendengar cerita yang sama.


"Apa semua nya telah siap?" tanya Reno yang !menggema di ruangan tersebut.


"Eh, belum kak. Ini tinggal memasang ucapan berdua cita nya aja lagi." ucap salah satu juniornya yang ditugaskan mengatur dalam aula.


"Oh yaudah sini biar Kakak bantu." ucap Reno dengan langsung mengambil banner tersebut.


Mereka pun saling bahu membahu untuk segera menyelesaikan tugas mereka. Sebagian yang mengatur aula adalah mahasiswa dan sebagian kecil mahasiswi.


Mahasiswi yang berada di aula sangat kagum pada keempat seniornya itu. Bahkan ada sebagian mereka terang-terangan mengungkapkan perasaan suka mereka pada seniornya.


Ada satu mahasiswi yang selalu memandangi Dillah dan bahkan dia selalu membuat cara agar Dillah memperhatikan nya. Namun Dillah adalah Dillah yang tak akan tergoda dengan trik-trik seperti itu.


Baginya di hatinya diingatannya adalah Mimi yah hanya Mimi seorang. Baginya pula setiap mahasiswi yang ingin menggodanya hanya serpihan sampah yangbtak berguna.


Dillah hanya cuek dan selalu dingin pada setiap cewek yang selalu mencari perhatian padanya.


"Hai kak, kakak udah ada ceweknya nggak?'' ucap mahasiswi itu, Dillah hanya diam tak menggubrisnya.


Melihat Dillah yangbcuek si mahasiswi itu melakukan berbagai cara dari yang biasa saja hingga yang ekstrim dengan menjatuhkan dirinya dengan membawa kursi di tangannya.


Dillahnyang melihat aksi juniornya itu hanya menatapnya tajam, Dillah mengambil kursi uang jatuh dan dintaruh nya kembali pada tempatnya.


Melihat Dillah mengambil kursi dan akan diletakkan pada tempat nya ada satu mahasiswi mendekatinya.


"Sini kak, biar aku aja yang taruh." ucapnya tapi Dillah tak menanggapinya, Dillah terus berjalan membawa kursi itu ke tempatnya.


Sang mahasiswi yang berniat ingin di bantu Dillah menjadi dongkol sendiri.


"Kaaak, kok kursinya sih yang di tolong. Padahal kan aku yang terjatuh." rengek mahasiswi tersebut dengan melihat ke arah lututnya yang memar.


"Itu ada teman kami, minta tolong sama dia." ucap Dilla dingin dengan menunjuk ke arah mahasiswi yang juga akan mencari perhatiannya.


"Lain kali jadilah manusia yang berguna jangan berakal licik." ucap Dillah sekenanya.


Kedua mahasiswi tersebut diam dengan ucapan Dillah yang ketus terkesan tajam dan kejam sampe menusuk hati mereka.


Dillah sesosok laki-laki yang tidak suka macam-macam, apa lagi melihat cewek ber rok mini itu baginya itu sangat merusak pandangannya.


Kasak kusuk rumor cerita pagi hari semakin tersebar. Dillah dan kawan-kawan nya telah selesai urusannya di aula. Mereka pun menuju kantin untuk mengisi perut mereka dengan masakan Bu Ruminah.


Dillah hanya berharap kali aja ada keajaiban hari ini dinkangin Bu Ruminah. Dia sangat merindukan sesosok Mimi dan kue-kue buatannya.


Orang-orang yang belum percaya akan cerita yang telah menjadi trending topik pagi ini, mereka penasaran dan mereka langsung mencari kebenaran dan keberadaan nya.


irsyad yang baru sampai bersama mbak Aish pun menjadi penasaran dengan cerita itu. Mereka berdua tidak percaya namun mereka berharap apa yang diceritakan benar adanya.


"Mbak, mbak dengarkan apa yang mereka bicarakan?" tanya Irsyad.


"Iya dek, Ya Allah kalau ini terjadi. Kebahagian mana lagi yang kita dustai." ucap mbak Aish.


"Ayo mbak kita cari." ucap Irsyad.


"Ayo dek, buruan." jawab mbak Aish dengan semangat yang membara. Mereka berdua pun langsung berjalan menuju objek yang sedang di perbincangkan.


Di Amerika Syahril cs menjadi sorotan para gadis bule Babakan di sana juga ada mahasiswi dari negara asal mereka. Ketampanan mereka yang hakiki menarik simpatik pandangan para gadis.


"Wawww very verh handsome." Ucap mahasiswi senior disana.


"Yea they are very cool ." sahut sahabat nya.


"I want him.'' ucap gadis yang diketahui ketua dari geng mereka dengan menunjuk ke arah Syahril dengan tatapan yang tak bisa di artikan dan ganggang kecamatan hitamnya di gigit diujung sudt bibir nya.


"Yea Laura, he is very handsome." ucap sahabtnya.


"I want it too" imbuhnya dengan pandangan penuh ambisi.


"What did you say? he will only be mine. So.. don't you ever bother mine" ucap Laura ketua geng mereka.


(Apa yang kamu katakan, jadi.. jangan pernah kau usik milikku.)


"Heh Laura, it's not yours yet, so... it can be owned by anyone. This time we compete, who does he see between us." ucap Claudia sahabat Laura.

__ADS_1


( heh Laura, ia belum menjadi milikmu, jadi... dia bisa dimiliki siapa saja. Kali ini kita bersaing, siapa yang dia lirik di antara kita.)


"All right, we're competing. But remember, whoever gets it, you have to accept it gracefully." ucap Grace sahant Laura menantang.


( baiklah, kita bersaing. Tapi ingat, siapapun yang mendapatkannya kalian harus menerima dengan lapang dada ).


"How is Laura, Claud. You agree?" ucap Lauren sahabt Laura.


Laura adalah kepala geng dari executif beatyful girls di kampus tersebut. Mereka terdiri lima anggota, dia nyatanya Laura, Grace, Lauren, Claudia dan Cindy. Mereka adalah anak-anak orang terkaya di negara ini. Mereka juga sedang menjalankan S2 nya di kampus ini.


Mereka berlima berbeda jurusan namun jika menyangkut stylist, cowok baru di tambah tampan mereka akan satunjurusan untuk menaklukan.


Syahril, Ryan, Andri, Rudi, Rendi, Arfan dan Siska mereka berjalan bersama menuju ke ruangan rektor.


Disini hanya Arfan yang membawa istrinya karena Siska juga melanjutkan pendidikannya disini. Rani sebenarnya juga akan melanjutkan pendidikannya namun sekarang dia tunda karena sedang hamil muda. Begitu pula Novi dan Dewi mereka berdua tidak ikut karena sedang hamil.


Geng Laura memulai aksinya dia selalu mengikuti kemana mereka tuju. Saat Syahril cs menuju Kangin kampus, geng Laura lun mengikutinya


"Hai, am Laura." ucap Laura memperkenalkan diri pada Syahril dengan percaya dirinya.


Syahril yang baru menarik kursinya diam tak menggubrisnya, Syahril duduk dengan tenang bwgigunouoa dengan yang lain.


"Riil, lihat tuh mulai ada bunga mendekat." ledek Arfan dengan senyuman


"Halah Fan, kalau Siska ndak ikut kau pasti duluan menjabat tangan tu orang." ejek Rendi.


"Hahaa kau pun begitu Ren, kalau ndak ada Siska pun begitu." jawab Arfan.


"Makanya jaga mata dan hati kalian," ucap Syahril dengan meneguk minuman kaleng yang di ambilnya dari box tempat minuman coke berada.


"Betul tuh Riil, Rudi, Rendi sama Andri ada CCTV nya hahaa." jawab Arfan dengan merangkul sang istri dan mencium pipi sang istri.


Laura dan teman-temannya hanya diam tidak mengerti dengan apa yang Syahril dan teman-temannya katakan.


"Hey, hellooo..hi guys, can't you respect other people?, can you speak english?" ucap Laura dengan menjentikkan jarinya tepat di muka Syahril karena dia masih berdiri di samping Syahril.


Syahril tak menggubris ucapan Laura, dia hanya mengangkat jari manisnya yang melingkar cincin disana.


Gak hanya Syahril yang mengangkat manisnya dengan menunjukkan cincin melingkar, yang lain nya oun mengikuti jejak Syahril begitu pula Ryan, entah cincin apa yang dia pakai tetapi di jari manis itu sudah ada cincin menempati jari manisnya.


Syahril menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya tetapi itu bukan cincin pernikahannya dengan Zahrah, itu adalah cincin pertunangan yang diberi Umma nya.


Arfan takmhanya menunjukkan cincin melingkar di jari manisnya sendiri namun dia menunjukkannya berdua dengan jari Siska dan memeluk Siska.


"Whatt!!" pekik mereka semua tidak percaya.


"Whaaat.. you're all married!" ucap Laura tak percaya


( apaaa.. kalian semua sudah menikah!,)


"But it's okay, I thought it was just the two of you as a couple. But not with you, I like you." ucap Laura seraya menunjuk ke arah dua insan yang berpasangan Arfan dan Siska setelah itu dia mentoel dagu Syahril.


( tapi tidak apa, aku kira hnaya kalian berdua saja yang berpasangan. Tapi tidak dengan dirimu, aku menyukaimu).


Syahril menatapnya tajam tanda ketidak sukaan dia. Laura merasa tertantang dengan melihat Syahril susah untuk didekati.


Claudia membawa Laura pergi, karena aura Syahril sangat membunuh, tatapan jam ketidak sukaan itu membuat cewek-cewek itu takut.


Syahril yang semenjak di tinggal sang kekasih kembali ke Syahril yang dulu dingin dan tidak memandang bulu dengan siapa dia berhadapan.


Setelah Sepergian Laura dan gengnya, mereka ohn kembali berbicara seperti biasa


"Oh ya Riil, apa kalian sudah menemukan titik terang keberadaan Mimi?" tanya Arfan.


"Hmm belum." jawab Syahril.


Ryan yang sedang membuka nettbook nya sangat fokus ketika dia berselancar di satelit dia mendapatkan sebuah titik yang mereka tunggu selama ini.


"Yan, Lo ngapain?" tanya Rendi yang melihat Ryan fokus tanpa memperdulikan yang lain.


"Yan.." panggil Andri.


"Hmm" jawab Ryan dan masih memfokuskan matanya kentitik tersebut.


"Ada apa?" tanya Syahril yang melihat Ryan begitu serius dan fokus..


"Aku menemukan titiknya." ucap Ryan.


"Dimana? berarti no nya aktif?" tanya Syahril dan langsung menghubungi Mimi berkali-kali namun tidak tersambung.


Yang lain pun ikut mencoba menghubungi Mimi namun tetap sama.


"Apa emang di ambil orang dan baru kali ini di aktifkan dan di ganti nomor nya?" ucap Andri dengan prediksinya.


"Bentar, tunggu.. ini kan." ucap Ryan.


"Ini apa Yan? Ucap semua penasaran.

__ADS_1


"Emm ini kan, emm kita gantung dulu ya.. Assalamualaikum swlaammatbpabi, selamat beraktifitas. Terimakasih atas segala dukungannya semoga berkah.


__ADS_2