
Syahril, Syam dan yang lain terus memperhatikan perempuan yang paling akhir atau sebelum perempuan itu masuk.
Mimi dan Di'ah juga ikut memperhatikan, jika dilihat seperti tidak ada kejanggalan dan mereka pun menghentikan sejenak penyelidikan mereka dan l mereka pun memutuskan untuk tidur karena waktu juga sudah di dini hari.
Carol tidak lagi tinggal di rumah ibunya, Jonathan mengajak Carol tinggal bersama di apartemennya yang baru yang dekat dengan rumah sakit.
Yah Jonathan baru membeli apartemen baru seminggu ini, uang pemberian ayah Brata saat ibunya meninggal di belikannya apartemen yang tak begitu jauh dari rumah sakit.
Selama ini Jonathan memang tinggal sendiri di sebuah apartemen yang dia sewa dan lokasinya juga sedikit jauh dari rumah sakit lebih tepatnya dekat dengan rumah ibunya.
Keesokan pagi, saat di kampus entah mengapa Mimi kepikiran jenny adik nya Jonathan yang sedang di rawat di rumah sakit jiwa.
Mimi, Johan serta tunangan Johan membahas tentang yang di alami Jemmy.
"Hmm hanya orang yang profesional yang bisa memberikan racun tanpa harus si penderita mengeluarkan busa dari mulut." ucap Jonathan.
"Iya betul itu yank, hanya dokter anestesi atau dokter uang berpengalaman yang bisa melakukan hal itu, yah kalau di luar medis tentunya dia sudah mengerti dimana letak syarat menuju jantung." ucap Sheryn tunangan Johan.
"Oh ya Mi, apa ada bekas suntikan di dada kirinya?" tanya Sheryn.
"Ada kak, dan itu tepat ke syarat menuju pembuluh darah ke jantung." jawab Mimi.
"Hemm," ucap Sheryn.
"Jenny dia dokter apa Mi?" sahut Dimas yang baru datang
"Dia bagian anestesi Dim.'' jawab Mimi. Mimi terdiam dan menyimpulkan kemungkinan-kemungkinan yang ada.
"Tapi ndak mungkin dia." gumam Mimi.
"Ndak mungkin apa Mi?" tanya Johan yang mendengar gumaman Mimi.
"Ndak mungkin Jenny pelakunya." ucap Mimi.
"Emang dia sekarang dimana?" tanya Dimas.
"Dia di rawat di rumah sakit jiwa AS." jawab Mimi.
"Kamu yakin dia gila?" ucap Dimas, Mimi melihat ke arah Dimas.
"Maksud kamu Dim?" tanya Mimi.
"Entahlah aku merasa dia tidak sepenuhnya gila." Ucap Dimas dengan menghelakan nafasnya.
"Ini bukan dia?" tanya Dimas dengan menunjuk kan foto di hp nya.
"Iya, dimana kamu dapatkan fotonya dan ini foto empat hari lalu." ucap Mimi dengan mengecek tanggal foto itu di ambil.
'Iya itu empat hari lalu, tanpa sengaja aku ketemu dia di apotek dan aku lihat dia membeli alat-alat injeksi." ucap Dimas.
"Aku kira dia orang yang hanya mirip tapi setelah aku tanya sama Cindy kata Cindy itu memang Jenny karena Cindy pernah ketemu sekali dengan dia." ucap Dimas.
"Ya Tuhan." ucap Mimi dan Sheryn.
"Dim, kamu harus jaga Cindy. Aku takut Cindy akan jadi sasaran dia berikutnya." ucap Mimi.
"Cindy sudah aku antar pulang ke tanah air hari itu juga." ucap Dimas.
"Sekarang kamu dan Di'ah yang harus hati-hati." ucap Dimas.
"Kau juga harus hati-hati Dim." ucap Johan.
"Iya bang." jawab Dimas.
"Berarti sekarang jenny ibaratnya seorang psikopat." ucap Sheryn.
"Adiknya apa sudah keluar dari rumah sakit Mi?" tanya Sheryn.
"Susah kak." jawab Mimi.
"Adiknya Carol dan Jonathan juga harus hati-hati." ucap Sheryn.
"Iya betul itu, karena kejiwaan Jenny tidak stabil di tambah ambisi serta dendam di hatinya maka dia tidak pandang bulu." ucap Johan.
Sepulang dari kampus Mimi langsung pulang ke apartemen, hari ini Mimi tidak dinas di rumah sakit. Sedangkan Di'ah dia langsung ke rumah sakit karena dia jadwal masuk di sore hari.
Mimi yang sudah berada di apartemen menjadi tidak tenang dan ada rasa takut di hatinya.
"Ya Allah sampai kapan ini terjadi." gumam Mimi.
"Kapan hidupku merasa tenang." ucap Mimi lagi.
Karena merasa tidak tenang, Mimi pun berniat untuk pergi kerumah sakit. Mimi bersiap akan pergi kerumah sakit, Mimi mengenakan masker saat keluar.
Dengan langkah cepat Mimi pergi kerumah sakit, sesampainya disana Mimi langsung menuju ruangan Syahril.
Tanpa ketuk pintu Mimi langsung masuk, Syahril, Ryan dan Jonathan terkejut saat pintu terbuka tiba-tiba.
Syahril, Ryan dan Jonathan melihat ke arah orang yang baru masuk. Yah mereka tidak mengenali Mimi karena Mimi memakai sweater yang ada topinya dan memakai masker.
Mimi yang sudah masuk kedalam ruangan langsung membuka penutup kepala serat masker nya, ketiga lelaki didalam itu melongo.
"Dek" ucap Syahril.
"Mimi.." ucap Ryan dan Jonathan serentak. Mimi hanya tersenyum.
__ADS_1
Syahril langsung berdiri dan mendekati Mimi.
"Ada apa? kenapa adek berpakaian seperti ini?" tanya Syahril.
"Jo, apa kau sering menjenguk Jenny?" Mimi tidak menjawab pertanyaan Syahril namun dia langsung bertanya kepada Jonathan.
Syahril dan Ryan saling pandang dan heran melihat tingkah Mimi saat ini.
"Emm iya, baru kemaren aku jenguk dia, ada apa Mi?" tanya Jonathan penasaran, tak hanya Jonathan Syahril dan Ryan pun sama penasaran nya.
"Emang ada apa dek?" tanya Syahril.
"Gini kak, tadi di kampus Mimi dan bang Johan, kak Sheryn dan Dimas membahas tentang kasus Jemmy." ucap Mimi.
"Terus?" tanya Ryan.
"Gini kak, jika orang keracunan melalui minuman atau makanan maka akan keluar bisa dari mulutnya tetapi kasus Jemmy berbeda." ucap Mimi.
Jonathan, Ryan dan Syahril masih menyimaknya.
"Hasil otopsi Jemmy kan selalu ada kadar narkoba di jantungnya juga terdapat zat racun yang mematikan dan kita juga menemukan kan racun pada mulutnya." ucap Mimi.
"Racun bisa masuk kedalam tubuh manusia bisa melalui suntikan ke cairan infus atau langsung pada titik syaraf menuju jaringan darah ke jantung." ucap Mimi.
"Jadi maksud kamu?'' tanya Jonathan.
"Maaf Jo, bukan aku menuduh tapi yang bisa melakukan hal itu hanya orang yang profesional selain orang medis dan." ucap Mimi.
"Dan hanya dokter anastesi yang mengetahui." sahut Jonathan.
"Tapi Jenny ada di rumah sakit bagaimana bisa dia keluar." ucap Jonathan.
"Itu dia Jo, Dimas juga pernah melihat Jenny ke apotek membeli alat-alat injeksi. Aku harap kau dan Carol hati-hati." ucap Mimi.
"Ya Tuhan." ucap Jonathan dengan mengusap mukanya.
"Carol dimana Jo?" tanya Syahril.
"Dia hari ini sudah mulai pergi ke kampus." jawab Jonathan.
"Kak, bukannya Jenny di jaga ya?'' tanya Mimi
"Sudah tidak lagi, ayah Brata sudah menarik penjagaan nya karena melihat kondisi Jenny yang tidak mungkin untuk kabur." jawab Syahril.
"Kalau begini ceritanya, harus kita kasih penjagaan lagi Jo." ucap Syahril.
"Iya Riil, aku akan mengirim beberapa orang kesana." ucap Jonathan dan dia pun langsung menghubungi orang-orang nya untuk menuju rumah sakit jiwa.
"Emm kak, dah waktunya pulang, pulang yuk." ucap mik dengan mengajak Syahril pulang.
"Hmm." ucap Mimi dan duduk ke sofa Samling Ryan.
"Kak, coba buka lagi cctv club itu." ucap Mimi. Ryan pun mengambil notebook nya dan membuka salinan cctv.
"Kak, Kalla bisa nggak meretas cctv yang lainnya, cctv di ruangan lain, cctv di pintu masuk atau ruangan ganti." ucap Mimi.
"Hmm iya juga ya kenapa tidak kepikiran kesana ya." ucap Ryan dan dia pun mulai berselancar dengan ponsel nya
Sedangkan Mimi memperhatikan perempuan yang masuk ke dalam ruangan Jemmy.
Pertama Mimi periksa perempuan yang terakhir namun wajahnya tidak begitu jelas. Akhirnya Mimi mencoba memerhatikan perempuan yang lain satu persatu dengan pelan-pelan.
Hingga satu jam Mimi pun menemukan sosok yang memiliki tubuh sama persis dengan Jeny.
"Kak, coba lihat yang ini. Kaka bisa nggak memperjelas kan wajahnya." ucap Mimi pada Ryan. Jonathan juga ikut memperhatikan.
"Sini mi, biar aku coba.'' ucap Jonathan. Dengan lihai tangan Jonathan mulai beraksi dan tak lama terlihat wajah Jonathan tegang, ada raut kesal, amarah di wajah Jonathan.
Ryan melihat ekspresi Jonathan berubah segera merebut notebook nya, Ryan dan Mimi melihat hasil aksi Jonathan.
Ryan melongo begitu juga Mimi dengan menutup mulutnya tidak percaya.
"Ya Tuhan, jadi Jenny berbohong." ucap Jonathan dan langsung menghubungi Carol dan meminta Carol untuk berhati-hati.
"Tapi bagaimana bisa dia keluar?" ucap Syahril yang sudah berada di samping Mimi.
"Itu yang harus kita selidiki." ucap Ryan.
"Apa ada orang dalam" ucap Mimi.
"Entahlah," jawab Jonathan merasa shock.
Ryan langsung mengirimkan hasil cctv temuan nya kepada pihak kepolisian agar pihak polisi juga bisa membantu untuk bersiaga.
Penjagaan di ruangan Jenny pun mulai diperketat. Hingga esok harinya ruangan Jenny masih dinyatakan aman.
Tapi tidak di malam harinya, entah bagaimana caranya penjaga di depan kamar Jenny bisa tertidur.
Jenny tersenyum penuh kemenangan, Jenny pun berlalu pergi.
Tapi Jenny tidak tau jika penjagaan bukan hanya dari orangnya Jonathan, Syahril juga memerintahkan anak buahnya untuk memantau.
Saat malam hari Syahril langsung menerima kabar kalau target mereka lepas dan salah satu orang Syahril mengirim foto bagaimana orang-orang Jonathan tertidur.
"Sial," ucap Syahril.
__ADS_1
"Yan, Ryan." tariak Syahril, Ryan yang baru terlelap pun langsung bangun.
"Ada apa Riil?" tanya Ryan.
''Lihat." ucap Syahril dengan menunjukkan ponselnya.
"Hah." ucap Ryan langsung turun kebawah hendak menuju apartemen nya yang di huni Di'ah.
Syahril menghubungi Jonathan, Jonathan pun terkejut mendengar kabar itu. Dia dan Carol pun mulai waspada diri.
Orang Syahril terus memantau kemana Jenny pergi, terlihat jenny menuju ke rumah ibunya, jenny melihat rumah itu kosong lun menjadi murka.
Setelah itu Jenny menuju ke pemakaman. Yah Jeny akhirnya pergi ke pemakaman ibu dan kakak nya.
Syahril yang mendapatkan kabar itu pun segera melaporkan ke pihak rumah sakit serta kepolisian.
Jonathan dan Carol juga pergi ke pemakaman sesuai dengan kabar yang diterimanya dari Syahril.
Poisi yang sudah sampai pun mulai mengepung pemakaman itu diam-diam. Terlihat Jenny berbicara seorang diri, terdengar juga umpatan-umpatan yang di lontarkan nya.
Carol yang mendengar itu hanya bisa menangis, Carol tidak menyangka jika kakak nya sendiri juga akan membunuh dirinya dan Jonathan.
"Ach brengs*k. Kau tau mom, Jess. Carol dan Jo tidak tinggal di rumah kita lagi hahaha"
"Dasar Jo brengs*k, dia mengirim lagi penjagaan buat ku."
"Tali dia tidak tau siapa aku heh, seharusnya dia sebagai kakak mendukung ku bukan membela mereka"
"Gara-gara mereka kalian meninggalkan ku. huhuhu."
"Dan kau Jess tenang saja aku akan membantumu untuk balsa dendam sama suami brengs*k mu itu, akan ku bunuh dia dengan cepat."
"Berani-beraninya dia mengkhianati mu Jess, aku bersyukur kau bisa membunuh si Riska j*"**g itu. Dia memang pantas mendapatkan nya." ucapnya.
"Mooommm, aku rindu mooom. Tapi tenang saja mom aku akan mewujudkan keinginan mu kakau kita akan selalu bersama selamanya hahahaa."
"Aku akan mencari Jo dan Carol, sayang sekali waktu itu Carol selalu dijaga ketat jadi aku tidak bisa untuk mengirimnya kepada mu mom." ucap Jenny.
Carol semakin tersedu mendengarkan setiap perkataan yang diucapkan Jenny. Dia tidak menyangka jika Jeny memiliki niat untuk menghabisi dirinya saat dia koma.
Jonathan memeluk erat Carol dan menenangkan Carol, jenny mendengar ada suara orang menangis dia pun mulai celingukan mencari suara itu.
"Siapa itu?" teriak Jenny dengan terus melihat keseliling nya.
"Wowww ternyata kalian berdua hahhaaa, kalian juga merindukan mommy ya.."
"Kemarilah" ucap Jenny, saat jenny berjalan mendekati Carol dan Jonathan, jenny melihat Ryan dan Syahril yang ada di pemakaman juga.
"Wah, kalian juga datang. Lihat mom calon menantu mu juga datang." ucap Jenny.
"Sayang, kau datang untukku kan? katakanlah hanya mencintai ku bukan mencintai si j***ng Mimi." ucapnya sembari mendekati Syahril namun saat dia mendekat polisi pun langsung menangkap nya.
"Sialaaaan kaliaaan." teriak Jenny ketika tangannya langsung di borgol polisi.
Terlihat sorot mata kebenciannya kepada Jonathan, Carol, Syahril dan Ryan.
"Aku benci kalian.. Aku benci.." ucapnya, polisi dengan cepat membawa Jenny jauh dari Carol karena jenny berusaha berontak dan mendekati Jenny.
Saat polisi membawa nya menuju keluar makam, Jenny pura-pura terjatuh saat salah satu polisi ikut terjatuh dengan cekatan jenny mengambil revolver milik polisi itu dan dengan cekatan Jenny menusukkan suntikan ke polisi itu namun suntikan nya meleset.
Jenny langsung menodongkan dan membidik revolver itu ke arah polisi dan ada tiga orang polisi yang kena bidikannya.
Saat dia akan menghadapkan revolver itu ke arah Carol dan yang lain, dengan sigap Jack membidik tepat kena di keningnya.
Carol yang mendengar kan suara letusan pistol yang dia sangka menuju ke arahnya langsung berteriak.
"Aaaaaaa" Carol berteriak denagn sekerasny, namun bidikan Jeny terkena pohon yang berada di samping Carol, jenny pun tumbang dengan seketika.
Yah Jack yang mendekat informasi anak buahnya langsung menuju lokasi saat dia sampai terdengar suara baku tembak, Jack pun langsung berlari ke TKP.
Orang-orang Jack juga ada yang terkana tembakan jenny yang membrutal.
Tak lama terdengar suara sirine ambulance, para korban pun langsung di bawa kerumah sakit, Mimi yang ikut tim ambulance melihat ke arah beberapa polisi seperti sesak.
Miki mendekati polisi itu dan akhirnya Mimi meminta tim medis memberikan oksigen pada ketiga polisi yang terkena tusukan injeksi Jenny.
"Kasih mereka anti racun." seru Mimi, pihak kepolisian yaitu pemimpin nya yang mendengar Mimi menyebutkan anti racun pun bertanya.
"Kenapa dikasih anti racun, mereka hanya terkena tembakan?' tanya sang pemimpin.
"Mereka terkena suntikkan racun" ucap Mimi melihat di salah satu polisi masih tertancap jarum injeksi.
"Lihatlah, injeksi ini isinya adalah racun beruntunglah mereka tidak telat sasaran ke jantung namun racun itu mematikan."Jawab Mimi.
Mimi yang mendengar dari Di'ah kalau Jenny keluar dan berada di pemakaman, Mimi langsung lari keluar dan berlari ke rumah sakit.
Mimi juga sudah memeriksa jenis racun yang digunakan Jenny ke lab saat otopsi Jemmy, dan hasil lab itu Mimi tunjukkan ke Johan, Johan pun langsung memesan anti racun tersebut buat jaga-jaga.
Beruntungnya Johan masuk malam ini dan Mimi langsung mengajak Johan ke lokasi tak lupa membawa anti racun itu.
Jenny dinyatakan tewas di tempat, Jonathan hanya menatap tubuh adiknya sendu. Carol hanya menangis. Beberapa korban tembakan juga dirawat karena tembakan brutal Jenny.
Malam ini Mimi pun menjadi heroik buat semua.
Kasus pembunuhan Jemmy pun di tutup karena tersangka juga telah tiada. Ibu Jemmy merasa puas nama baik anaknya kembali baik di mata keluarga mereka, ibu Jemy juga berterimakasih pada Syahril karena akhirnya misteri kematian anaknya Jemmy terkuak juga.
__ADS_1
tbc